Dibawah Komando Rusman Emba, Pemkab Muna Raih WTP 3 Kali Berturut-Turut

Raha, SultraNET. | Dibawah Komando Kepemimpinan Bupati Muna Rusman Emba, Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali sukses meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI), Jumat (14/06/2019).

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Muna dibawah kendali Rusman Emba telah meraih penghargaan bergensi tersebut selama tiga tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2016 sampai dengan laporan periode 2018.

Penghargaan WTP itu diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan, Sulawesi Tenggara Ir. Hermanto pada LM Rusman Emba.

Bupati Muna, LM Rusman Emba usai menerima penghargaan kepada awak media mengatakan predikat opini WTP itu membuktikan bahwa laporan keuangan Pemkab telah memenuhi kaidah-kaidah akuntansi modern.

Namun dengan adanya penghargaan itu, Pemkab Muna tidak lantas berpuas diri akan tetapi, kinerja dalam tata pengelolaan keuangan akan terus ditingkatkan.

“Ke depan, apa yang menjadi saran dari BPK, akan cepat direspon dan ditindaklanjuti,” kata Rusman.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu menjelaskan, banyak keuntungan didapat Pemkab dari raihan WTP itu, diantaranya mendapatkan dana segar hingga berpuluh-puluh miliar. Misalnya tahun lalu, Pemkab mendapat Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 20 Miliar. Dana itu selanjutnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Insya Allah dana yang didapat tahun ini, akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.

Prestasi WTP tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama memotivasi Pemkab. Kemudian, berkat kerja keras Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola anggaran dengan baik.

“Kami ucapakan terima kasih pada teman-teman di OPD yang telah bekerja keras. Ini bukan bagian dari akhir, prestasi ini harus terus kita pertahankan,” pungkasnya




Orang Meninggal Dapat SK? Sekda Wakatobi ; Dibuat Sebelum Meninggal

Wakatobi, SultraNET. | Gunjang ganjing mengenai isu pemberian SK terhadap orang yang telah meninggal kini mendapat titik terang dari Pejabat Sekretaris Daerah Wakatobi La Jumadin.

Sekda mengatakan, tenaga penunjang yang dimaksud atas nama Wa Ode Neni dimana diketahui sehari-hari bertugas dibagian tata pemerintahan (Tapem) sekretariat daerah dan telah menjadi tenaga penunjang sejak beberapa tahun silam.

Jumadin yang juga sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKSDM) Wakatobi ini menyebut, SK bernomor 86 tahun 2019 dibuat atas nama yang bersangkutan sebelum Almarhumah meninggal yakni pertanggal 4 Januari 2019.

“Perlu saya luruskan bahwa SK itu sejak januari sudah ada, tetapi saya sebagai pengendali administrasi kepegawaian di BKD menghendaki bahwa perlu ada telaah staf yang berkaitan dengan seberapa besar jumlah tenaga penunjang di OPD untuk direkrut. sehingga benar benar perekrutan itu tidak mubazir atau benar-benar memenuhi kuota, itulah alasan kenapa SK itu tertunda dibagikan,”jelasnya, Kamis (13/06/2019).

Selain itu, Pemda Wakatobi tidak serta merta menghentikan SK sebagai tenaga perbantuan itu mengingat hak-haknya mesti harus dibayarkan yang mana Almarhumah masih melaksanakan tugasnya hingga bulan April.

“Bahkan Almarhumah masih masuk kerja lima hari sebelum ia meninggal,”Ucapnya.

Jumadin melanjutkan, Setelah yang bersangkutan meninggal otomatis namanya tetap ada tetapi Gaji hanya terhitung saat dia bekerja setelah meninggal tidak lagi terhitung.

Untuk menghormati Jasa Almarhumah Wa Ode Neni, Jumadin atas nama pemerintah daerah kabupaten Wakatobi mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama menjadi tenaga penunjang di daerah.

“Saya menghimbau Media agar beritikad baik untuk memberitakan almarhumah, kami sendiri di Pemda sangat menghargai jasa beliau sebab telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik”,Pungkasnya.




Tumpa Ruah, Ribuan Masyarakat Wakatobi Meriahkan Pesta Adat Karia’a

Wakatobi, SultraNET.| Pesta Adat Karia’a atau Sunatan yang digelar secara masal di desa Patuno, kecamatan Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi, Sulawesi tenggara, tumpa ruah di hadiri ribuan masyarakat, Kamis (13/06/2019).

Kemeriahan pesta adat ini bahkan memadati kurang lebih satu kilometer jalan raya di desa tersebut. Sorak-sorakan dan suara musik turut menambah kemeriahan acara yang dihelat setahun sekali ini.

Anak anak yang baru masuk Usia Belia menggunakan pakaian adat yang berwarna terang dan bercorak diarak oleh keluarga mengelilingi kampung. terkhusus anak gadis ditandu menggunakan alat yang disebutnya Kansoda’a.

Kansoda’a di pikul oleh para lelaki dari keluarga si gadis sebagai tanda penghormatan kepada anak perempuan yang akan menginjak usia belia.

Salah seorang tokoh adat setempat, Jawarudin mengatakan, Kansoda’a yang diterjunkan untuk menandu para gadis-gadis di desa patuno kali ini capai 21 Kansoda’a. Anak anak Lelaki dan perempuan yang menjalani Kari’a berjumlah ratusan

“Kegiatan ini sengaja dilakasanakan menjelang hari raya sebab banyak masyarakat perantauan yang pulang kampung”tuturnya.

Kegiatan seperti yang dihelat di desa Patuno ini, rupa-rupanya sudah mendapatkan perhatian khusus pemerintah daerah kabupaten Wakatobi. Setiap tahun Pemda Wakatobi menggelar Iven nasional Wakatobi Wave yang menampilkan berbagai atraksi termasuk Kansoda’a.

“Ini sekaligus memberikan gambaran dam bukti tingginya semangat dan komitmen serta dukungan positif dari masyarakat Wakatobi untuk ikut mengambil bagian dalam upaya pembangunan kepariwisataan yang telah menjadi arus utama dari pembangunan daerah kabupaten Wakatobi,” kata Bupati Wakatobi, Arhawi belum lama ini.

Laporan ; Samidin




Ringankan Beban Korban Banjir Konut, Polres Bombana harap Rasa Empati dipertahankan.

Rumbia, SultraNET. | Untuk meringankan Beban warga yang tengah tertimpa musibah Banjir Bandang di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Bombana melepaskan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan Pokok yang diangkut menggunakan 5 Unit Mobil, Kamis (13/6/2019).

Dengan Bentuan Tersebut, AKBP Andi Adnan S. Mengharapkan bisa meringankan beban warga tengah berjuangan mempertahankan Hidup didi Lokasi pengungsian dari bencana Banjir.

“Hari ini kami kirim 5 Unit Mobil berisikan Sembako dan kebutuhan dasar untuk para saudara-saudara kita yang di Konawe Utara yang ditimpa bencana, semoga bisa diringankan bebannya”, terangnya kepada awak media.

Selain sebagai Amal Jariah Tambah dia, Pihaknya Berharap Rasa empati yang dimiliki sekarang untuk dipertahankan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap terjaga.

“Rasa Empati ini adalag modal besar kita “Indonesia” jadi kami mengajak semua elemen untuk senantiasa menjaga persatuan kita”, harap Andi Adnan Syafruddin kepada warga Bombana.




Air Genangi Desa Pewutaa, Rawa Aopa, 5 Rumah warga Terendam

Konsel, SultraNET. | Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sulawesi tenggara menyebabkan banjir di beberapa wilayah diantaranya seperti Konut, Konawe, dan Kolaka timur, Konawe Kepulauan, Bombana juga Kanawe selatan.

Luapan air juga ikut di rasakan masyarakat sekitar Taman Nasional Watumohai Rawa Aopa khususnya di desa Pewutaa Kecamatan Angata hingga 5 rumah warga terendam air.

Ketua BPD Desa Pewutaa, Sandi.ST membeberkan bahwa bahwa daerah mereka yang dikelilingi oleh Taman Nasioanal itu merupan Langganan Banjir saat musim penghujan tiba, Rabu (12/6/2019).

“Ini bukan saja kali pertama, banjir sudah menjadi langganan di desa kami berhubung letak geografis desa pewutaa tepat di kelilingi Taman Nasional Rawa Aopa jadi kalau tanggul air di jembatan tetenggeuwai tidak bisa menampung debit air yang tinggi sehingga merembes ke rumah warga”, tugasnya.

Di prediksikan rembesan luapan air dijembatan Rawa Aopa akan semakin membuat debit air meninggi bilasepekan hujan terus mengguyur serta dapat mengakibatkan banyaknya lagi rumah yang akan di rendam banjir.

Pemerintah setempat telah melakukan langkah evakuasi terhadap beberapa rumah. Dan juga telah melaporkan kepada pemerintah kabupaten, Namun juga belum ada respon.

“Kami sudah laporkan di pemerintah kabupaten, hanya masih menunggu respon dari atas”, lanjutnya.

Akibatnya Terang Randi, aktivitas keseharian warga menjadi lumpuh total apalagi profesi warga desa pewutaa 40% sebagai nelayan akibatnya berdampak pada penghasilan nelayan yang menurun di karenakan luapan air.

Sementara itu, pengguna jalan, aswar sangat menyayangkan segala peristiwa alam yang melanda daerah kali ini, sebab tidak ada upaya lain yang harus dilakukan warga selain mengungsi serta mencari jalur perjalan antar kota.

“Kondisi daerah sangat memprihatinkan, segala upaya harus diterjang oleh warga”, ucapnya.

Diketahui Aswar merupakan salahsatu pengguna jalan pengendara roda dua asal Kolaka Timur yang mengambil jalan pintas melalui KONSEL akibat Jembatan Ameroro terputs, namun pihaknya juga tersentak kaget karena masih juga berpapasan dengan Antrian panjang dijembatan rawa aopa akibat genangan air. (M)




Komunitas Lorpek dan Insan Pers Muna Galang Dana Untuk Korban Banjir Konut Dan Konawe

MUNA, SultraNET. | Komunitas Lorong PK (Lorpek) dan Insan Pers Muna turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/6/2019).

Randy Yaddi Ketua pelaksana kegitan kepada awak media harapansultra.com mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kumpul kumpul sesama warga Lorpek bersama sebagian insan PERS Muna.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang terjadi di Konut dan Konawe” Tutur Randy Yaddi yang juga Kontributor SuaraKPK.com

Pihaknya berharap agar warga yang berada dipengungsian dapat mendapatkan pelanayan yang baik sama halnya saat mereka tinggal dirumah sendiri.

Di tempat yang sama, Yafruddin Yaddi, Ketua Pers Muna berharap agar bantuan yang bakal diberikan nantinya, dapat berguna dan sedikit mengurangi beban para korban yang terkena musibah.

“Semoga bantuan itu dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana dan yang memberi sumbangan di berikan reski yang melimpah serta umur panjang,” bebernya.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul berjumlah 3.612.000  rupiah dan bagi masyarakat muna yang mau menyumbangkan bantuan berupa pakaiyan layak pakai, mie instan siap saji dan lain-lain bisa datang langsung di Posko yang terletak di Jalan di Ponegoro atau hubungi langsung Nomor HP 0823-9634-4420 atau 0822-9257-0085.




Hantam Truck, Seorang Pemuda Asal Bombana alami Patah Kaki.

Bombana, SultraNET. | Seorang pemuda warga desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana terpaksa harus dilarikan dipuskesmas akibat patah kaki bagian kiri yang dideritanya usai menghantam Drum Truk yang tengah Parkir dibahu jalan pada Selasa (11/6/2019) Malam tadi sekira pukul 19.30 waktu setempat.

Kecalakaan lalulintas yang melibatkan motor jenis Satria dengan No.Pol. DT 4113 MB yang dikendarai Oleh Dahlan (43) bersama rekannya dengan sebuah truck No. Polisi DD 9964 WB yang dikendarai oleh Nasrullah yang merupakan warga desa Laboea, Poleang Tengah. Sementara lokasi tempat terjadinya Lakalantas adalah di jalan poros Bombana – Kolaka, tepatnya di desa Timbala Kecamatan Poleang Barat.

Dari keterangan Kasat Lantas Polres Bombana, Iptu Izak, diketahui kecelakaan terjadi saat pengendara motor Satria melaju dari arah Kolaka menuju Poleang.

“Tiba-tiba pendendara motor menabrak bagian depan dump truck yang sedang parkir di bahu jalan.” ungkap Iptu Izak

Akibatnya, lanjut Iptu Izak, pengendara motor yang saat itu juga berboncengan dengan rekannya mengalami patah kaki bagian kiri.

Sementara rekannya, Dahlan, yang juga warga desa Ranokomea mengalami luka robek pada dahi serta dikedua pelipisnya.

“Petugas yang mendatangi lokasi kecelakaan langsung membawa korban luka ke puskesmas Poleang Barat yang selanjutnya di rujuk ke rumah sakit di Kolaka” jelas Kasat Lantas Polres Bombana.

Petugas kemudian mengamankan supir dump truck ke kantor Polsek Poleang Barat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta Kedua kendaaraan tersebut ikut diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.




Hasil Sidang Isbat, Hari Raya Idul Fitri 1440 H ditetapkan Rabu, 5 Juni 2019

Jakarta, SultraNET. | Untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Departemen Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Sidang Isbat, Hari ini (03/06/2019) bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin saat mengumumkan hasil Isbat bahwa berdasarkan hasil pemantauan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia, hingga pukul 18.45 WITA, pantauan di beberapa titik di Indonesia Bagian Timur, Hilal terlihat belum sampai dua derajat atau baru berada diangka 1,75 derajat sehingga dapat dilakukan penetapan bahwa puasa ramadhan kali ini genap 30 hari.

“Dengan begitu maka puasa akan digenapkan 30 hari hingga Selasa besok dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019” Ucap Menteri yang juga mantan Anggota DPR-RI dari Partai PPP Tersebut

Dalam sidang isbat kali ini, turut dihadiri Duta Besar Negara Sahabat,Pakar Falak dari Ormas Ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Di lain pihak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 sehingga penetapan pemerintah kali ini sesuai dengan apa yang ditetapkan PP Muhammadiyah sebelumnya. (IS)




Peringati Hari Lahir Pancasila, Rusman Emba : “Dalam Perbedaan Kita Dipersatukan”

MUNA, SultraNET. | Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila bertempat di Lapangan Kantor Bupati Muna, Sabtu (1/6/2019).

Bupati Muna, LM Rusman Emba ST, kepada awak media usai memimpin upacara menuturkan bahwa pelaksaan peringatan hari lahir Pancasila yang baru saja digelar dengan upacara bendera tersebut bertujuan agar selalu mengingatkan kita bahwa Pancasila itu merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia

“Pancasila itu Sekaligus sebagai dasar negara, yang merupakan jiwa dan falsafah hidup dalam berbangsa serta sumber hukum sebagai cita-cita rakyat dan Bangsa Indonesia,” Ucapnya

Mantan senator DPD-RI itu mengutarakan bahwa Memperingati hari lahir Pancasila itu berati sama dengan memperingati semangat persatuan dan kesatuan kita, bahwa walaupun berbeda suku dan agama tetapi mempunyai satu komitmen yang di bangun melalui pancasila.

Sehinga perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan tempat dapat di satukan oleh komitmen berpancasila

“Jadi semangat memperingati hari kelahiran pancasila hari ini kembali kejati diri kita bahwa dalam perbedaan-perbedaan itu kita di persatukan,” urai Rusman Emba

Disinggung Mengenai ASN yang tidak sempat hadir dalam upacara hari lahir pancasila ini, Rusman Emba menyampaikan bahwa hal  itu merupakan tindakan ketidak kedisiplinan ASN.

“Saya akan memerintahkan sekda untuk mendata yang tidak hadir dan diberikan peringatan” pungkasnya




Pantau Arus Mudik Lebaran, Kapolsek Kabaena Timur Harap Utamakan Keselamatan

Kabaena, SultraNET. | Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang tinggal menghitung hari lagi, Pelabuhan Very Kabaena Timur, Kabupaten Bombana mengalami puncak kepadatan oleh Para pemudik dari luar daerah khususnya dari Pelabuhan Kasipute Ibu kota Kabupaten Bombana.

Kapolsek Kabaena Timur IPDA Bastian Hamsa saat memantau arus mudik lebaran (2/6/2019) kepada awak media ini mengatakan, padatnya penumpang kapal yang berasal dari pelabuhan Kasipute itu disebabkan karena hari ini merupakan jadwal terakhir kalinya kapal tersebut beroperasi hingga hari raya idul Fitri nanti.

“Penumpang yang datang dari kasipute ini yang sangat padat, apalagi kapal very ini adalah operasi terakhirnya sampe Hari Raya”, jelasnya.

Disamping itu, pihaknya terus memastikan agar dengan padatnya arus mudik ini kondisi tetap kondusif dan aman.

“Kami bersama Aparat TNI, ASDP, Syahbandar serta petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana terus melakukan upaya agar para penumpang kapal bisa naik dan turun dari kapal dengan selamat”, urai Bastian.

Bastian berharap Kepada para Penumpang Kapal, ABK Kapal, Tukang Ojek dan Sanak Keluarga yang datang menjemput saudaranya agar lebih mengutamakan keselamatan Bersama.

“Saya harap semua dapat tertib sehingga keselamatan bersama dapat tercipta” Pungkasnya