Millenial Road Safety festival Sukses Digelar

Wakatobi, SultraNET. | Kepolisian Resort Wakatobi bersama pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi berhasil menggelar Millenial Road Safety Festival yang dihadiri puluhan ribu orang. Mulai dari anak anak hingga orang dewasa tumpa ruah memadati Baipas marina Wangi wangi, minggu (24/02/2019).

Kepolres Wakatobi, Didik Erfianto mengatakan kaum Millenial diharapkan dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, sekaligus menjadi agen-agen pelopor keselamatan berlalu lintas agar dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

“Tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan, pelanggaran lalulintas dalam rangka kita mewujudkan milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang,” ujar Kapolres Wakatobi AKBP Didik Erfianto, SIK.

Untuk menghimpun puluhan ribu masyarakat ini, sebelumnya Kepolisian resort Wakatobi memberikan kupon undian berhadiah kepada masyarakat dan diundi setelah senam bersama.

Kipas angin, dispenser, rice cooker, TV LED, Sepeda, Kulkas, serta motor berhasil dipulangkan oleh masyarakat setelah dilakukan pengundian

Bupati Wakatobi yang turut hadir, mengpresiasi kegiatan millenial yang digelar. Arhawi mengatakan, pemerintah sejauh ini mendukung kegiatan positif dengan memberikan fasilitas infrastuktur demi terwujudnya masayarakat wakatobi yang sejahtera dan berdaya saing.

“Kami sedang berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat terkhusus infrastruktur. Pantai Marina ini kita akan timbun lagi sampai ke Wandoka dan kita harapkan dengan itu tempat ini bisa menampung lebih banyak para peserta ketika kita melakukan kegiatan-kegiatan besar ke depannya,” jelasnya.

Dalam kegiatan Turut hadir Ketua DPRD Wakatobi Sudirman A. Hamid, Organisasi pimpinan Daerah serta Instansi fertikal Sekabupaten Wakatobi. ( Samidin)




Bawa 5 Kg Sabu Dari Sumatera Selatan, Seorang Kurir Diringkus Di Kendari

Kendari, SultraNET. | Upaya peredaran 5 Kilogram Narkoba berhasil di cekal oleh pihak Kepolisian setelah seorang Kurir Narkoba jenis Shabu berhasil ditangkap oleh jajaran Dit Narkoba Polda Sultra di salah satu hotel di kendari.

Penangkapan terhadap Kurir Narkoba, Darman Alias Away (30) berawal dari informasi yang didapatkan team 0psnal Subdit III, Kamis (21/02/2018) bahwa ada seorang Kurir Narkotika yang membawa Shabu dari Sumatera Selatan ke Kendari dengan menggunakan Pesawat udara.

Menindaklajuti informasi yang diterima, Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui bahwa kurir barang haram tersebut menginap di hotel Swissbell kamar 201.

Untuk mendapatkan barang bukti, penangkapan dilakukan ketika yang bersakutan keluar dari kamar Hotel.

Ditangan tersangka ditemukan tas Ransel yang berisikan Narkotika jenis shabu sebanyak 8 bungkus dengan berat 5 Kg 396 gram, 1 unit Hp merek Redmi 4x Xiaomi, 1 buah koper warna hitam, 1 lembar atm BCA serta Uang tunai 900.000. Rupiah.

Atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan Melakukan lidik pengembangan terhadap bandar dari jaringan khusunya pengirim dan penerima. (Samidin)




Cipayung Plus Wakatobi Desak Pemerintah Bergerak Cepat Bebaskan Sandra Abu Sayyaf

Wakatobi, SultraNET. | Menyikapi penyanderaan dua orang warga Negara Indonesia asal Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Cipayung Plus Wakatobi yang terdiri dari HMI, PMII, IMM, GMNI, serta KAMMI mendesak Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan Kapolri agar segera bertindak cepat melakukan langkah langkah pembebasan pasalnya  penyanderaan yang disinyalir dilakukan oleh abu sayyaf tersebut sudah berjalan hampir selama tiga bulan.

Saat diskusi mengenai Penyanderaan oleh Kelompok Abu Sayyaf tersebut (22/02/2019), Cipayung Plus Wakatobi khawatir akan keselamatan kedua orang sandra apabila penyanderaan dibiarkan berlarut-larut mengingat keluarga korban sedang menunggu kepastian akan nasib keduanya.

“ini merupakan misi kemanusian jangan sampai ada korban dalam tragedi ini. Jika memang dalam beberapa hari ini pemerintah indonesia belum bisa membebaskan sandra ini maka kami akan melakukan aksi besar besaran,” Ujar Syarif, mewakili Cipayung Plus Wakatobi

Menurut pihaknya, Pembebasan terhadap kedua sandera tidak akan sulit dilakukan mengingat operasi militer pembebasan sandera adalah hal yang biasa dilakukan militer Indonesia.

Selain itu, Meski tidak diakui terbuka, menurutnya masalah Abu Sayyaf tampaknya bukan lagi masalah Indonesia sendiri sehingga menghabisi pergerakan kelompok ini sejatinya menjadi kepentingan ASEAN untuk menjaga stabilitas kawasan.

Diketahui sebelumnya, dari video yang beredar dua orang warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai nelayan di Sandakan malaysia meminta untuk segera dibebaskan setelah ditangkap kelompok bersenjata Abu Sayyaf.




SAKIB Award MenPAN-RB, Wakatobi Raih Predikat B

Wakatobi, SultraNET. | Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Drs Syarifuddin memberikan secara langsung penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award tahun 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi dengan predikat Baik (B), Selasa (19/2/2019).

Penjabat Sekda Wakatobi La Jumadin mengatakan pengakuan itu merupakan hasil penilaian Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan dan RB) yang diterima Pemda Wakatobi untuk penilaian Tahun 2018.

“Pemerintah Wakatobi saat ini telah di apresiasi oleh pemerintah pusat. Bahwa sistem pengawasan kita di setiap OPD sudah mulai baik, dan sistem penginputan data dimasing-masing instansi juga sudah mulai baik,” ujar La Jumadin, Rabu (20/02/2019).

Ia menuturkan, selama ini laporan SAKIP pemkab Wakatobi hanya bisa mampu mendapatkan predikat C. Bahwa predikat B merupakan lompatan yang baik, dengan melewati nilai predikat B. Pemda telah membuktikan bahwa sistem pemerintah saat ini sudah berjalan dengan baik.

“Ini adalah prestasi kita bersama. Ini juga merupakan lombatan yang baik dari C ke B. Bahwa progres pengawasan internal pemerintah daerah sudah diapresiasi oleh pemerintahan pusat,” tutupnya (SAMIDIN)




Gubernur BI saat memberikan Hadiah kepada siswi pemenang lomba mewarnai

Wakatobi, SultraNET. | Penyambutan Musadaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-X dan Festival Lasqi Ke-III diramaikan oleh kurang lebih 4.000 orang lakukan longmars dibarengi dengan mengumandangkan Salawat Nabi, Rabu (20/02/2019).

Peserta yang tergabung dalam puluhan kafilah didatangkan dari semua desa, kelurahan, instansi pemerintah dan sekolah seantero wilayah Wakatobi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Usman mengatakan, jumlah peserta yang begitu banyak dikarenakan diwajibkan setiap desa dan kelurahan membawa perwakilan 15 orang. belum lagi ditambah dengan peserta yang datang dari pemerintah dan sekolah sekolah.

Bupati Wakatobi,H.Arhawi yang memimpin kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur muspida lainya dipanggung kehormatan dihalaman Rujabnya, terlihat cukup antusias menyaksikan kafilah berlalu satu persatu.

Pantauan kami, semarak pawai taaruf kali ini tidak hanya mengumandangkan Shalawat Nabi akan tetapi beberapa kafilah ikut menampilkan seragam warna-warninya, atraksi, yel-yel hingga lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Rencananya, kegiatan MTQ dan festival Lasqi itu akan digelar selama enam hari mulai 20 februari hingga 26 februari 2018. (Samidin)




Pospera Soroti Kondisi Jalan Pelelangan Ikan Bombana

Bombana, SultraNET. | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Bombana menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bombana pada sektor pelayanan Publik pada objek fital khususnya di Pelelangan Ikan yang terletak di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana yang dinilai jauh dari kata baik bahkan sangat memperihatinkan.

Hal itu diutarakan Basmin Ketua Pospera Bombana pada awak media ini (19/02/2018), menurut Aktifis jebolan Universitan Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu, Setiap hari ratusan nelayan, masyarakat dan pengusaha ikan menggunakan fasilitas publik tersebut walaupun dengan kondisi yang sangat memperihatinkan, padahal kontribusi mereka sangat besar dan sangat prospektif bagi pembangunan daerah jangka panjang.

“Kondisi jalan yang dijadikan sebagai tempat bongkar muat ikan bagi nelayan rusak dan sangat tidak layak digunakan, belum lagi kondisi lingkungan pelelangan yang sangat kumuh” Tuturnya

Lanjut Basmin, Pemerintah harusnya memiliki visi investasi jangka panjang bukan hanya fokus pada peningkatan PAD Tahunan karena cara-cara seperti ini tidak mencerminkan asas pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemerintah harusnya tidak hanya sibuk memungut retribusi dari masyarakat tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik pada mereka” Ungkapnya

Untuk Jangka pendek, ada dua hal  baiknya segera dilakukan pemerintah yang pertama memperbaiki Jalan yang rusak dan yang kedua hadir memberikan rasa nyaman dan memperihatikan kondisi pelelangan ikan tersebut setidaknya dari segi Kebersihan Lingkungan pelelangan tersebut agar masyarakat sebagai pengguna dapat beraktifitas dengan nyaman.

“Minimal kebersihan dan kondisi jalan ini yang pemerintah harus hadir memberi solusi” Pungkasnya (Efendi)




Promosikan Destinasi Wisata, Wakatobi Ikut Serta Dalam Ivent International di Berlin

Wakatobi, SultraNET. | Dengan Membawa misi memberikan informasi sebanyak banyaknya terkait perkembangan destinasi wisata di Wakatobi. Seto Ariyadi mewakili kabupaten Wakatobi dalam ivent International Tourismus -Borse- (ITB) yang diadakan di Berlin pada 04 maret hingga 10 maret 2019 mendatang.

Keikutsertaan tersebut sebagai salah satu strategi pengembangan pariwisata dan pemasaran untuk memperkuat positioning, memberikan informasi, mengingatkan kembali serta mempengaruhi kebijakan pariwisata baik nasional maupun internasional.

“Langkah ini menjadi sangat prioritas sebagai eksistensi pada keunggulan daya saing daerah”Ujar Seto Via Watshap, Selasa (19/02/2019).

Pada kesempatan itu, Pemilik Wakatobi Dive Trip tersebut akan mempromosikan pariwisata Wakatobi dikancah internasional .

Langkah seto mendapatkan dukungan oleh Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Wakatobi, , dan badan promosi pariwisata Daerah wakatobi , kadis pariwisata Kab.Wakatobi Nadar, S.Ip. menjelaskan Wakatobi sebagai 10 destinasi pariwisata sudah menjadi brand nasional yang akan terus disuport oleh pemerintah pusat melalui ivent internasional seperti yang tengah diikuti.

“Kegiatan itu mempriotaskan sektor pariwisata dibidang industri yang akan mempromosikan indonesia. perwakilan dari wakatobi sendiri diroling setiap tahun,”terangnya.

Untuk diketahui ITB Berlin merupakan tengah lakukan pameran pariwisata terbesar dunia (Samidin).




PT. VDNI Bantah tudingan “Curang” Jalankan Bisnis

Kendari, SultraNET. | General Manager  PT. Virtue Dragon Nickle Industry (VDNI) Rudi Rusmadi membantah tudingan bahwa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara itu menjalankan bisnisnya secara “Curang”,  dan semua yang dituduhkan itu merupakan fitnah besar terhadap dirinya, apalagi soal isu mahar sebesar 3 juta rupiah kepada pelamar tenaga kerja lokal.

” Tidak ada 1 pun pernyataan yang diberitakan itu benar dan saya berani dipertemukan di ruang terbukJa, kalau ada keterlibatan saya di semua transaksi itu, semoga Allah yang membalasnya, saya orang beragama dan saya tau apa yang saya perbuat, silahkan pertemukan saya dan publik menyaksikan biar tidak ada fitnah” Kesalnya.

Dikatakan Rudi, orang yang telah memfitnahnya itu sedang membunuh karakter dan ia berharap tuhan yang melaknatnya karena ada kepentingan untuk merusak nama baiknya dalam mengelola perusahaan itu.

” Saya akan berdoa untuk itu, pesan saya ini sampaikan sama informan tersebut mari kita bicara secara terbuka dan bawa seluruh data, saya secara pribadi siap berhadapan secara langsung mau dimana saya terima, apa yang di tulis ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT, semoga menjadi peringan dosa saya”

” Semua itu fitnah saya mungkin akan buat laporan polisi atas fitnah tersebut minggu depan,” Tambahnya menyesalkan tudingan itu

Rudi meyakinkan bahwa pihaknya Haram melakukan pungutan terhadap pekerja lokal yang hendak bekerja di perusahaan Industri Nikel terbesar di Konawe itu.

” Dimanakah hati nurani saya menikmati dan memeras keringat saudara saya sendiri, haram bagi saya memakan uang pekerja dan saya akan dilaknat serta masuk neraka,” tambahnya meyakinkan ketidakbenaran semua tudingan penambang Via Whattshap.

Usai wawancara via Whattshap Pihak VDNI mengutus salah seorang kepercayaan atas nama Indra dengan maksud mengkalrifikasi langsung beberapa tudingan itu kepada media, namun fakta dilapangan Indra tidak mengklarifikasi, malah mencoba memaksa media memberitahukan informan berita ini.

Bahkan dengan gaya khasnya, Indra datang-datang langsung memotret wartawan dan menanyakan tempat tinggal wartawan, masa kerja jadi wartawan dan menanyakan apakah pewarta sudah tau dan siap menerima konsekwensinya bila tetap menuding, dan menyembunyikan identitas informan. (AK)




PT. VDNI Dituding bermain “Curang” demi Raup Untung Besar

Kendari, SultraNET. | Perusahaan Pertambangan PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dituding semakin “Gila” dalam menjalankan bisnisnya di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), betapa tidak diduga berbagai praktek bisnis “curang” dilakukan perusahaan itu dalam menjalankan bisnisnya di Bumi Anoa.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini melalui salah seorang penambang rekanan PT. VDNI yang meminta identitasnya belum dipublikasi mengutarakan salah satu trik yang dilakukan perusahaan itu antara lain dengan melakukan pembelian ore nikel milik penambang melalui pihak ketiga tidak secara langsung dengan PT. VDNI sehingga harga yang diberikan jauh lebih rendah dari harga PT. VDNI.

Tidak itu saja PT. VDNI juga diduga menunggak pajak miliyaran rupiah pada Pemda Konawe dan yang terparah diduga adanya calo dalam perekrutan tenaga kerja lokal yang membenankan biaya sebesar 3 Juta Rupiah untuk dapat bekerja diperusahaan itu.

Bahkan disalah satu media lokal juga memberitakan bahwa pihak PT. VDNI mengakui adanya calo yang memungut mahar masuk senilai tiga juta kepada calon pelamar lokal, namun pihak VDNI melalui HRD, Anto mengaku telah melaporkan oknum itu ke Polsek Bondoala, namun ketika dikonfirmasi ditempat berbeda Polsek Bondoala membantah jika di instansinya belum ada laporan sama sekali dari VDNI.

” Perusahaan tidak hanya merugikan pemerintah Kabupaten Konawe dengan tidak membayar pajak, mereka merugikan kami semua sebagai penambang dan masyarakat, kami diberi harga jauh dari harga sesungguhnya,”

 ” Mereka melakukan kejahatan ekonomi, sementara masyarakat lokal yang mau masuk di perusahaan itu dimintai uang tiga juta dan itu sudah diakui HRD Virtu Dragon melalui salah satu media lokal bahwa memang ada calo di VDNI yang meminta uang sekian, belum lagi TKA disana masuknya gampang, dimuliakan pekerjaannya padahal ada buruh kasar juga,”Keluhnya

Tidak hanya itu, Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan akses jalan darat Sultra dan Sulteng dan dibiayai APBN itu dibuat seperti kubangan kerbau dan tidak diperhatikan, sehingga banyak masyarakat yang celaka ketika melewati jalan itu.

“Ini jalan negara yang dibikin kayak kubangan kerbau, karena perusahaan mengambil urugan di seberang jalan negara menyeberang ke pabrik VDNI, akibatnya pengusaha urugan dan batu mengeluh rugi karena harga rendah dan pembayaran lambat, itu cara paling efektif untuk Rudi dan Andrew (Pihak perusahaan. red) mengganti para supplier lokal ini dengan usaha buatan Rudi dan Andrew, Karena pengusaha lokal bangkrut, tidak sanggup menghadapi truk dan alat berat dari china yang didatangkan VDNI,” pungkasnya. (AK)




Relawan Demokrasi KPU Bombana Sosialisasi di Mataoleo

Rumbia, SultraNET. | Relawan Demokrasi (Relasi) yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bombana terus bergerak mengedukasi masyarakat demi meningkatkan partisipasi politik pemilih pada pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Seperti halnya sosialisasi yang dilaksanakan oleh Relasi dapil I yang menyisir Kecamatan Mataoleo, Jumat (1/2/2019).

Setelah sebelumnya diterima oleh Idris Kasi Pemerintahan Kec. Mataoleo di Kantor Camat, Relasi kemudian bergerak memulai sosialisasi di Desa Hambawa.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Desa Hambawa Yunus, Ketua Panwascam Harlimba, Ketua PPS Ridwan, Babinkamtibmas Yusuf dan masyarakat.

Materi sosialisasi adalah edukasi pemilih tentang demokrasi, daftar pemilih, tata cara memilih dan waktu pelaksanaan pemilu serentak.

Masyarakat terlihat sangat antusias dengan kahadiran Relawan Demokrasi KPU Bombana. Setelah di Desa Hambawa, Relawan Demokrasi kemudian bergerak ke Desa Pomontoro, Laloa dan Pu’u Waea untuk melakukan sosialisasi serupa.

Laporan : Arham