Subardin Bau klaim Sarana PDAM Wakatobi Belum Memadai, Pelayanan Terkendala

Wakatobi, SultraNET. | Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi Sulawesi tenggara (Sultra), Subardin Bau mengklaim sarana prasarana perusahaan yang dipimpinnya belum memadai hingga terkendala pelayanan.

Ia menargetkan pelayanan akan maksimal sesuai harapan masyarakat hingg 100 persen kurun waktu tahun 2020 mendatang.

Dalam rinciannya Sarana dan prasarana PDAM Wakatobi sejak didirikan capaian pelayanan berkisar 75 persen sehingga masyarakat merasa belum puas hanya saja dengan upaya proses penambahan sarana prasarana akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Pelayanan ini dilihat dari Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh PDAM Wakatobi yang masih perlu ditingkatkan” ujarnya, Selasa (15/01/2019).

Capaian 75 persen Sarana dan Prasaran ini rupanya tidak beda jauh dengan Capaian dalam aspek kesehatan Air minum yang menurut dinas kesehatan provinsi sultra sudah mencapai 80 persen.

“Dari Aspek kesehatan kita masuk urutan keempat dibawah kendari, Kolaka dan Kolaka Utara,” bebernya.

Disebutkan bahwa salah satu kendala dalam meningkatkan Pelayanan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini adalah kurangnya ketersediaan peralatan cadangan

“Yang biasa menjadi kendala kita adalah ketika mesin mati dan tidak ada pompa cadangan untuk pengganti sehingga distribusi air terganggu,” tutupnya




DPRD Bombana Tak Bisa Jelaskan Kronologis Ricuh pada Masa Aksi

Rumbia, SultraNET. | Saat menerima massa Aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Bombana (AMPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana tidak dapat menjelaskan kronologis kejadian sehingga terjadi ricuh di kantor DPRD Bombana beberapa waktu lalu sempat viral yang menjadi sorotan peserta Aksi.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Drs. Ahmad Mujahid menuturkan bahwa Dewan memiliki keterbatasan untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di Internal mereka, pasalnya beberapa tahapan proses menuju Sidang Kode Etik telah dilakukan Badan Kehormatan (BK).

“Saya Harap kita semua bersabar, tadi kita sudah mendengarkan semua bahwa Badan Kehormatan sudah melakukan proses terhadap persoalan ini” Tuturnya

Apalagi lanjut Aleg Dapil Kabaena tersebut, persoalan kericuhan di DPRD Bombana tersebut juga sedang ditangani pihak Kepolisian Polres Bombana sehingga menjadi tidak layak jika persoalan yang telah menjadi domain Kepolisian tersebut dijelaskan pula oleh DPRD.

“Kita juga memiliki kJeterbatasan keterbatasan dan ini sudah ditangani Kepolisian, jadi kita tunggu saja hasilnya, Ini masih proses” Katanya

Saat diminta ketegasan apakah dapat menjelaskan kepada peserta Aksi persoalan apa dan kronologisnya sehingga terjadi Ricuh hingga dugaan Ketua DPRD Bombana mencabut Badik dan melakukan pengancaman kepada para Anggota DPRD Bombana itu, Ahmad Mujahid tetap tidak bisa menjelaskan hal itu.

“Saya sudah sampaikan berulang ulang tadi bahwa kami tidak dapat menjelaskan itu” Singkatnya

Hingga berita ini dirilis, Rapat mediasi antara peserta Aksi dan DPRD Bombana masih berlangsung. (SN1)




DPD GIPI Sultra Sebut Ada Tiga Potensi Sultra Yang Akan Menjadikan Kawasan Wisata Nasional

Kendari, SultraNET. | Usai dilantik menjadi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Periode 2019 sampai 2023. Ir. Hugua sebut ada tiga hal yang nantinya menjadikan sultra menjadi kawasan wisata Nasional.

Menurutnya, ada 3 hal penting dalam upaya mengembangkan pariwisata di sultra menjadi kawasan nasional pertama, kawasan wisata sultra, layak menjadi kawasan wisata nasional akan potensi alam destinasinya.

“Wakatobi, Rawa Opa luar biasa potensinya, tidak ada yang bisa memyamakanya dimuka bumi ini. Hanya ada di sultra, bukan hanya itu pulau labengki dan permandian air panas luar biasa akan potensi wisata yang ada disultra ini ” ucap Hugua

Kedua, dengan hadirnya lembaga GIPI disultra dirinya berharap Pemerintah Provinsi dan lembaga GIPI bisa menjalin kerjasama yang baik dalam meningkatkan Akses dari luar negeri masuk ke sultra.

“Jika bandara Haluoleo kita sama – sama berupaya untuk menjadikan sebagai bandara Internasional yang menghubungkan antara kendari dengan negara singapure, malaysia atau salah satunya, negara dibagian Asia, atau mungkin dapat menghubungkan 3 penerbangan saja di negara Korea, Hongkong dan Thailand, saya yakin dan percaya Restoran, Hotel dan seluruh industri pariwisata yang ada di sultra akan berkembang secara pesat searah dengan pembangunan Pemerintah Provinsi disektor perekonomian” Bebernya

Yang ketiga, Kebudayaan serta kuliner yang ada di sultra tidak kalah dengan kawasan luar.

” Saat saya menjadi Bupati Wakatobi, sengaja mengangkat menu makanan khas sebagai kuliner para wisata yang berdatangan seperti kasuami, kambalu, kambose dan segala macam makanan, ternyata orang eropa memberikan penghargaan sendiri kepada kuliner khas wakatobi dan menilai makan tersebut luar biasa dan lebih hebat dari kentaki pret ciken” terang mantan Bupati Wakatobi

Oleh karena itu, Ir. Hugua mengajak kepada pihak – pihak yang bergerak di bidang pariwisata marilah bersama – sama mengembangkan destinasi wisata yang ada disultra.

” Karena dengan kehadiran GIPI sebagai salah satu lembaga Gabungan Industri Pariwisata Indonesia yang didalamnya telah melibatkan pihak lembaga Pemasaran, seperti ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies). Lalu Pengembangan Destinasi seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia), dan SDM seperti Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PHI) bisa membantu mengembangkan destinasi wisata” Jelas Hugua




Kondisi Pasar Amburadul, MPR Wakatobi : Bupati Gagal Urus Ekonomi

Wakatobi, SultraNET. | Ketua Umum Masyarakat Peduli Reformasi (MPR) Wakatobi, Rahman Jadu menilai kepemimpinan Arhawi dan Ilmiati sampai hari ini masih gagal dalam menjalankan roda pemerintahan dari segi ekonomi.

Menurutnya perputaran perokonomian yang ada di wakatobi sampai hari ini belum juga stabil atau meningkat dari tahun tahun sebelumnya.

“Apa lagi hari ini sudah banyak masyarakat penjual kaki lima dan pedagang kecil lainnya mengeluh dengan perputaran perekonomian yang lemah dan tidak stabil. tidak menuntut kemungkinan para pedagang ini akan beragkat keluar daerah karna tidak tahan dengan sunyinya pasar karena lesunya perekonomian,” terangnya.

Kondisi Ekonomi seperti ini kata dia, Seharusnya ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

“Apalagi sampai hari ini pemerintah daerah belum juga memperbaiki pasar yang terbakar pada tahun kemarin padahal sudah pernah dijannjikan anggaran untuk pembuatan pasar tersebut yaitu 12 M seperti yang di katakan bupati di media online kemarin,” bebernya.

Mahasiswa yang Kuliah di Kota Bau bau jurusan teknik sipil tersebut mengatakan pasar yang dulunya sangat ramai sekarang sangat sepi karena bentuk pasar yang amburadur.

“Apalagi program wakatobi bersinar adalah program pemerintah daerah dengan tujuan mensejahterahkan masyarakat dari segi kemaritiman, parawista dan perdagangan. Kesejahteraan masyarkat adalah kesuksesan pemerintah,”tutupnya.




Raih Piala Adipura, Ribuan Warga Kendari Sambut Kedatangan Plt. Walikota

Kendari, SultraNET. | Usai menerima penganugrahan Piala Adipura yang ke 10 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soedjarwo, gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada Senin (14/1/2019).

Ribuan masyarakat Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sambut kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, SE di Bandara Haluoleo yang dilanjutkan di Kantor Halaman Pemerintahan Kota (Pemkot).

Dalam sambutanya Plt. Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, SE mengatakan Penghargaan Piala Adipura yang diterimanya, merupakan suatu bentuk kerja nyata.

“Penghargaan Piala Adipura ini adalah bentuk akumulasi dari seluruh Kerja kita yang mempersembahkan Kota Kendari sebagai Kota yang layak Uji, tertata, rapi dan asri, tentu semua ini berkat kerja keras kita semua” terangnya.

Tidak hanya itu. Pemerintah Kota Kendari juga telah menerima Pelakat Taman Kota Terbaik se – Indonesia.

“Alhamdulillah di tahun ini, kita tidak hanya mendapatkan Adipura saja tetapi juga sekaligus kita mendapatkan Pelakat sebagai Taman Terbaik Se-Indonesia. Kami tidak tahu, kriteria Penilaiannya yang ada didalamnya tapi yang jelas hanya ada 7 wilayah atau daerah di Indonesia ini yang mendapatkan Pelakat Penghargaan Tambahan,”.jelas dia

Lebih lanjut, Sulkarnain telah dititipkan pesan oleh Wakil Presiden RI bahwa seluruh Kepala Daerah untuk membuat Perda agar tanggung jawab membersihkan pada halaman sampai saluran di depan rumah supaya selalu dijaga.

“Mudah-mudahan prestasi ini bisa memotivasi kita semua dalam bekerja lebih baik karna tentu semua kerja keras dan amal baik kita tidak akan pernah sia-sia. kalau kita tidak mendapatkan di dunia, insya allah kita akan mendapatkannya di akhirat.” harapnya

Reporter : Yuda




Jumlah Kemiskinan di Sultra Menurun Sejak September Lalu

Kendari, SultraNET. | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali merelis data jumlah penduduk kemiskinan. Pengeluaran per kapita per bulan September 2018 adalah 301,85 ribu orang atau 11,32 persen, berkurang sebesar 5,25 ribu orang dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2018 yang berjumlah sebanyak 307,10 ribu orang atau 11,63 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sultra Mohamad Edy Mahmud menjelaskan  Dalam tiga tahun terakhir penurunan presentase penduduk miskin sultra turun sebesar 2,42 persen, artinya dalam satu tahun berkisar 0,8 persen penurunan tingkat kemiskinan.

Selain itu, Selama periode Maret hingga September 2018l alu, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 8,9 ribu orang, sementara di daerah perkotaan bertambah 3,6 ribu orang.

“Selama periode Maret hingga September 2018, persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,31 poin, dari 11,63 persen menjadi 11,32 persen. Pada bulan September 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan 6,87 persen, naik 0,31 poin terhadap Maret 2018 (6,56 persen). Sementara di daerah perdesaan pada September 2018 persentase penduduk miskin sebesar 14,07 persen turun 0,70 poin terhadap Maret 2018 (14,77 persen),” terangnya, Selasa, (15/1/2019)

Selama periode Maret – September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,32 persen, yaitu dari Rp 303.618,- per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 316.729,- per kapita per bulan pada September 2018.




Safei-Jayadin dan Lis Elianti, Hari Ini Resmi di Lantik Gubernur

Kendari, SultraNET. | Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi hari ini resmi melantik dan mengambil sumpah Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, Ahmad Safei dan Muhammad Jayadin dengan Wakil Bupati Buton, Lis Elianti di Aula Bahteramas kantor Gubernur.Selasa (15/1/2019)

Dalam sambutannya Gubernur Sultra menyampaikan, setelah pelantikan, tidak ada lagi jeritan dukung-mendukung. Semua masyarakat yang ada di daerah masing-masing merupakan tanggung jawab bupati dan wakil bupati yang baru dilantik dan di ambil sumpahnya ini.

“Hari ini tidak ada lagi jeritan, semua harus mendukung pasangan yang sudah dilantik ini, jangan lagi ada batasan antara masyarakat pendukung dan masyarakat yang tidak mendukung saat Pilkada lalu,” ucap Ali Mazi dalam sambutanya.

Bukan hanya itu, semua yang menyatukan niat, gerak, dan langkah bagi kemajuan daerah masing-masing serta kesejahteraan masyarakyat yang dipimpin. Inilah saatnya untuk melangkah bersama guna membangun daerah guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap saudara bupati dan wakil bupati untuk dapat saling bahu membahu secara harmonis, bersinergi, saling mengisi, dan melengkapi dalam membangun daerah, karena harapan masyarakat ada di pundak saudara,”tandasnya.

Khusus untuk pelantikan wakil Bupati Buton, kata Ali Mazi, saudari Lis Elianti merupakan hasil pemilihan wakil bupati melalui mekanisme pemilihan oleh anggota DPRD dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Buton lalu.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati dan Wakil Bupati Kolaka dengan Wakil Bupati Buton dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Sulawesi Tenggara serta Kepala Daerah lainnya yakni, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan Bupati Konawe Selatan H. Surunuddin Dangga.

Reporter : Yuda




Polres Muna tangkap Satu Bandar Narkoba

MUNA, SultraNET. | Satuan Reskrim (Sat Res) Narkoba Polres Muna kembali berhasil menangkap salah seorang terduga bandar narkoba berinisial AH (35) Warga di Jalan Landak, Kelurahan Raha III, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu (12/1) sekira pukul 22.00 Wita

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga didampingi Kasat Narkoba, AKP Sarifuddin mengatakan kepada media harapansultra.Com, bawah penangkapan AH berdasarkan informasi dari masyarakat. Dimana, AH sering kali melakukan transaksi barang haram tersebut di depan rumahnya.

Untuk itu AH di tangkap di halaman rumahnya sedang menunggu pembelinya di sebuah pos depan rumahnya. Tahu akan digrebek Polisi, AH berusaha kabur kedalam rumahnya dan membuang barang bukti didalam bungkusan rokok ke halaman rumahnya.

“Barang bukti ditemukan di rumput-rumput didalam bungkusan rokok,” kata Agung senin (14/01)

Pada Saat itu juga Polisi lalu melakukan penggeledahan dirumah AH dan berhasil ditemukan satu buah HP merk Samsung, satu sachet butiran kristal bening yang di duga Shabu dalam bungkusan rokok, 162 sachet kosong, 4 sendok takar, 10 buah pipet dan korek gas.

“Hasil lidik sementara, tersangka merupakan bandar. Barang bukti didapat dari Kendari dan sudah berulang kali dJiedarkan di Muna,” ucapanya.

Lanjut pria dua melati dipunduknya itu, penangkapan narkoba ini merupakan penangkapan pertama di bulan Januari 2019 yang dipimpin Kasat Narkoba baru, AKP Sarifuddin. Karenanya, Sat Res Narkoba saat ini terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan tersangka AH.

“Kita masih terus kembangkan,” tukasnya.

Untuk diketahui tersangka sendiri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 lebih subsider lagi pasal 127 ayat 1 UU Narkotika no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, ” pungkasnya.




Bumdes Masaloka Terima Bantuan Kapal Kemendes.Ini Harapan Bupati Bombana

Bombana, SultraNET. | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Masaloka, Kecamatan Masaloka Raya resmi menerima bantuan Kapal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kapal diberi nama KM. Gembira Ekspress 1 berbobot 36 GT ini langsung diserahkan Bupati Bombana, HJ.Tafdil di dampingi Kadis perhubungan, Sahrul dan sejumlah OPD lingkup Pemda Bombana dan diterima Ketua BUMDes Masaloka, Zalman di pelabuhan kayu Kasipute Kecamatan Rumbia.Senin (14/1/2019)

Dalam sambutan Bupati 2 periode tersebut menjelaskan perihal bantuan itu merupakan hasil usulan Pemda Bombana kurun waktu 2018 silam dan direalisasi di tahun yang sama melalui PT Kharisma Mister Marine.

” Kemendes PDTT menyerahkan bantuan kapal ini ke Pemda Bombana untuk diserahkan ke BUMDes Masaloka,Desember 2018″, Sebutnya

Ia berharap kapal itu akan membantu masyarakat nelayan di Masaloka, terutama pengankutan barang antar pulau sehingga bernilai tambah ekonomis

Lebih lanjut Tafdil mengungkap jika pengadaan kapal KM. Gembira expres 1 dikelola dengan menghabiskan anggaran sekitar 2 miliar rupiah

Bahkan Tafdil menyebut saat ini pemerintah pusat masih akan menyalurkan bantuan beberapa unit kapal penumpang berskala besar dan ambulance laut yang akan mempermudah pasien antar pulau di lingkup Kabupaten Bombana.

“Kami sangat mengharapkan kepada penerima bantuan agar kapal ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Tafdil.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana Syahrun menjelaskan, KM Gembira Ekspress 1 dirancang jenis cargo berbahan utama fiberglass dengan panjang 19 meter dan lebar 4,40 meter serta tinggi 2,10 meter.

“Selain pemuatan barang, kapal tersebut telah tersedia 20 kursi untuk penumpang,” jelas Syahrun.

Terkait pengoperasian kapal. Pihaknya melibatkan masyarakat Desa Masaloka untuk mengikuti pelatihan di pusat.

“Walaupun kapal ini sudah ada tidak serta merta dioperasikan. Sebab, legalitas izin berlayar masih dalam proses penuntasan di Syahbandar Bombana”, Tuntasnya (Efendi)

Editor : AD




Ketua DPD Asita, Sesalkan Atas Pembentukan DPD GIPI Sultra

Kendari, SultraNET. | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia/Association of Indonesian Tour and Travel (Asita) Provinsi Sulawesi Tenggara Rahman Rahim menyesalkan atas terbentuknya Organisasi DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang tak melibatkan Asita.

Menurutnya, sebelum pembentukan itu. Pihak GIPI harus mengundang semua organisasi yang bergerak dibidang pariwisata, serta semua elemen yang juga berlatar belakang pengembangan destinasi wisata.

“Ini tiba – tiba mengundang saya di acara pelantikan tanpa sepengetahuan terlebih dahulu, kapan terbentuknya organisasi ini, sepengetahuan saya organisasi GIPI harus banyak yang mendukung, bukan hanya Asita saja tapi berbagai element juga harus dilibatkan, jagan asal dibentuk saja,” sesalnya

Lebih lanjut rahman mengatakan, pihak Asita setelah terbentuknya organisasi GIPI di Sultra tidak pernah dilibatkan, atau diundang dalam pembentukan organisasi tersebut.

“Saya tidak pernah tahu kapan organisasi ini di godok dan kapan pembentukanya, seharusnya pembentukan GIPI melibatkan berbagai organisasi karena GIPI adalah wadah semua asosiasi dan organisasi yang bergerak di sektor pariwisata,” Bebernya

“Organisasi ini pun dikategorikan, mana saja yang masuk kategori Pemasaran, seperti ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies). Lalu Pengembangan Destinasi seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia), dan SDM seperti Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PHI) itu harus dilibatkan,” Tambahnya

Tak hanya itu, sampai pada puncak pengurus pihak Asita tak pernah menerima surat permohonan rekomendasi anggota Asita yang akan di jadikan dalam pengurusan GIPI

” Selama ini tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba langsung ada undangan untuk pelantikan pengurus. Pengurusnyapun kita tidak tahu siapa. Jadi secara kelembagaan GIPI silahkan saja jalan tapi tidak boleh ada Asita disitu, karena saya sebagai ketua tidak pernah tahu, andai kami dilibatkan jika terjadi apa-apa terhadap organisasi ini, maka kita akan sama – sama bertanggung jawab baik secara moral maupun materil. Jangan semerta-merta langsung masuk caplok-caplok begitu saja.“ tegasnya

Dirinya berharap, pariwisata ini harus dikerjakan secara ikhlas dengan hati yang suci dan pikiran yang jernih, serta harus mampu mengajak semua elemen dengan cara yang baik-baik pula.

Untuk diketahui, Ketua Dewan Pimpinan Daerah GIPI dipimpin Ir. Hugua, mantan Bupati Wakatobi dan pelantikan pengurus DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sultra akan dilangsungkan pada Selasa,(15/1/2019) di salah satu hotel kendari.

Reporter : Yuda