Kondisi Pasar Amburadul, MPR Wakatobi : Bupati Gagal Urus Ekonomi

Wakatobi, SultraNET. | Ketua Umum Masyarakat Peduli Reformasi (MPR) Wakatobi, Rahman Jadu menilai kepemimpinan Arhawi dan Ilmiati sampai hari ini masih gagal dalam menjalankan roda pemerintahan dari segi ekonomi.

Menurutnya perputaran perokonomian yang ada di wakatobi sampai hari ini belum juga stabil atau meningkat dari tahun tahun sebelumnya.

“Apa lagi hari ini sudah banyak masyarakat penjual kaki lima dan pedagang kecil lainnya mengeluh dengan perputaran perekonomian yang lemah dan tidak stabil. tidak menuntut kemungkinan para pedagang ini akan beragkat keluar daerah karna tidak tahan dengan sunyinya pasar karena lesunya perekonomian,” terangnya.

Kondisi Ekonomi seperti ini kata dia, Seharusnya ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

“Apalagi sampai hari ini pemerintah daerah belum juga memperbaiki pasar yang terbakar pada tahun kemarin padahal sudah pernah dijannjikan anggaran untuk pembuatan pasar tersebut yaitu 12 M seperti yang di katakan bupati di media online kemarin,” bebernya.

Mahasiswa yang Kuliah di Kota Bau bau jurusan teknik sipil tersebut mengatakan pasar yang dulunya sangat ramai sekarang sangat sepi karena bentuk pasar yang amburadur.

“Apalagi program wakatobi bersinar adalah program pemerintah daerah dengan tujuan mensejahterahkan masyarakat dari segi kemaritiman, parawista dan perdagangan. Kesejahteraan masyarkat adalah kesuksesan pemerintah,”tutupnya.




Raih Piala Adipura, Ribuan Warga Kendari Sambut Kedatangan Plt. Walikota

Kendari, SultraNET. | Usai menerima penganugrahan Piala Adipura yang ke 10 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soedjarwo, gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada Senin (14/1/2019).

Ribuan masyarakat Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sambut kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, SE di Bandara Haluoleo yang dilanjutkan di Kantor Halaman Pemerintahan Kota (Pemkot).

Dalam sambutanya Plt. Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, SE mengatakan Penghargaan Piala Adipura yang diterimanya, merupakan suatu bentuk kerja nyata.

“Penghargaan Piala Adipura ini adalah bentuk akumulasi dari seluruh Kerja kita yang mempersembahkan Kota Kendari sebagai Kota yang layak Uji, tertata, rapi dan asri, tentu semua ini berkat kerja keras kita semua” terangnya.

Tidak hanya itu. Pemerintah Kota Kendari juga telah menerima Pelakat Taman Kota Terbaik se – Indonesia.

“Alhamdulillah di tahun ini, kita tidak hanya mendapatkan Adipura saja tetapi juga sekaligus kita mendapatkan Pelakat sebagai Taman Terbaik Se-Indonesia. Kami tidak tahu, kriteria Penilaiannya yang ada didalamnya tapi yang jelas hanya ada 7 wilayah atau daerah di Indonesia ini yang mendapatkan Pelakat Penghargaan Tambahan,”.jelas dia

Lebih lanjut, Sulkarnain telah dititipkan pesan oleh Wakil Presiden RI bahwa seluruh Kepala Daerah untuk membuat Perda agar tanggung jawab membersihkan pada halaman sampai saluran di depan rumah supaya selalu dijaga.

“Mudah-mudahan prestasi ini bisa memotivasi kita semua dalam bekerja lebih baik karna tentu semua kerja keras dan amal baik kita tidak akan pernah sia-sia. kalau kita tidak mendapatkan di dunia, insya allah kita akan mendapatkannya di akhirat.” harapnya

Reporter : Yuda




Jumlah Kemiskinan di Sultra Menurun Sejak September Lalu

Kendari, SultraNET. | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali merelis data jumlah penduduk kemiskinan. Pengeluaran per kapita per bulan September 2018 adalah 301,85 ribu orang atau 11,32 persen, berkurang sebesar 5,25 ribu orang dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2018 yang berjumlah sebanyak 307,10 ribu orang atau 11,63 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sultra Mohamad Edy Mahmud menjelaskan  Dalam tiga tahun terakhir penurunan presentase penduduk miskin sultra turun sebesar 2,42 persen, artinya dalam satu tahun berkisar 0,8 persen penurunan tingkat kemiskinan.

Selain itu, Selama periode Maret hingga September 2018l alu, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 8,9 ribu orang, sementara di daerah perkotaan bertambah 3,6 ribu orang.

“Selama periode Maret hingga September 2018, persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,31 poin, dari 11,63 persen menjadi 11,32 persen. Pada bulan September 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan 6,87 persen, naik 0,31 poin terhadap Maret 2018 (6,56 persen). Sementara di daerah perdesaan pada September 2018 persentase penduduk miskin sebesar 14,07 persen turun 0,70 poin terhadap Maret 2018 (14,77 persen),” terangnya, Selasa, (15/1/2019)

Selama periode Maret – September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 4,32 persen, yaitu dari Rp 303.618,- per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 316.729,- per kapita per bulan pada September 2018.




Safei-Jayadin dan Lis Elianti, Hari Ini Resmi di Lantik Gubernur

Kendari, SultraNET. | Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi hari ini resmi melantik dan mengambil sumpah Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, Ahmad Safei dan Muhammad Jayadin dengan Wakil Bupati Buton, Lis Elianti di Aula Bahteramas kantor Gubernur.Selasa (15/1/2019)

Dalam sambutannya Gubernur Sultra menyampaikan, setelah pelantikan, tidak ada lagi jeritan dukung-mendukung. Semua masyarakat yang ada di daerah masing-masing merupakan tanggung jawab bupati dan wakil bupati yang baru dilantik dan di ambil sumpahnya ini.

“Hari ini tidak ada lagi jeritan, semua harus mendukung pasangan yang sudah dilantik ini, jangan lagi ada batasan antara masyarakat pendukung dan masyarakat yang tidak mendukung saat Pilkada lalu,” ucap Ali Mazi dalam sambutanya.

Bukan hanya itu, semua yang menyatukan niat, gerak, dan langkah bagi kemajuan daerah masing-masing serta kesejahteraan masyarakyat yang dipimpin. Inilah saatnya untuk melangkah bersama guna membangun daerah guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap saudara bupati dan wakil bupati untuk dapat saling bahu membahu secara harmonis, bersinergi, saling mengisi, dan melengkapi dalam membangun daerah, karena harapan masyarakat ada di pundak saudara,”tandasnya.

Khusus untuk pelantikan wakil Bupati Buton, kata Ali Mazi, saudari Lis Elianti merupakan hasil pemilihan wakil bupati melalui mekanisme pemilihan oleh anggota DPRD dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Buton lalu.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati dan Wakil Bupati Kolaka dengan Wakil Bupati Buton dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Sulawesi Tenggara serta Kepala Daerah lainnya yakni, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan Bupati Konawe Selatan H. Surunuddin Dangga.

Reporter : Yuda




Polres Muna tangkap Satu Bandar Narkoba

MUNA, SultraNET. | Satuan Reskrim (Sat Res) Narkoba Polres Muna kembali berhasil menangkap salah seorang terduga bandar narkoba berinisial AH (35) Warga di Jalan Landak, Kelurahan Raha III, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu (12/1) sekira pukul 22.00 Wita

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga didampingi Kasat Narkoba, AKP Sarifuddin mengatakan kepada media harapansultra.Com, bawah penangkapan AH berdasarkan informasi dari masyarakat. Dimana, AH sering kali melakukan transaksi barang haram tersebut di depan rumahnya.

Untuk itu AH di tangkap di halaman rumahnya sedang menunggu pembelinya di sebuah pos depan rumahnya. Tahu akan digrebek Polisi, AH berusaha kabur kedalam rumahnya dan membuang barang bukti didalam bungkusan rokok ke halaman rumahnya.

“Barang bukti ditemukan di rumput-rumput didalam bungkusan rokok,” kata Agung senin (14/01)

Pada Saat itu juga Polisi lalu melakukan penggeledahan dirumah AH dan berhasil ditemukan satu buah HP merk Samsung, satu sachet butiran kristal bening yang di duga Shabu dalam bungkusan rokok, 162 sachet kosong, 4 sendok takar, 10 buah pipet dan korek gas.

“Hasil lidik sementara, tersangka merupakan bandar. Barang bukti didapat dari Kendari dan sudah berulang kali dJiedarkan di Muna,” ucapanya.

Lanjut pria dua melati dipunduknya itu, penangkapan narkoba ini merupakan penangkapan pertama di bulan Januari 2019 yang dipimpin Kasat Narkoba baru, AKP Sarifuddin. Karenanya, Sat Res Narkoba saat ini terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan tersangka AH.

“Kita masih terus kembangkan,” tukasnya.

Untuk diketahui tersangka sendiri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 lebih subsider lagi pasal 127 ayat 1 UU Narkotika no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, ” pungkasnya.




Bumdes Masaloka Terima Bantuan Kapal Kemendes.Ini Harapan Bupati Bombana

Bombana, SultraNET. | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Masaloka, Kecamatan Masaloka Raya resmi menerima bantuan Kapal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kapal diberi nama KM. Gembira Ekspress 1 berbobot 36 GT ini langsung diserahkan Bupati Bombana, HJ.Tafdil di dampingi Kadis perhubungan, Sahrul dan sejumlah OPD lingkup Pemda Bombana dan diterima Ketua BUMDes Masaloka, Zalman di pelabuhan kayu Kasipute Kecamatan Rumbia.Senin (14/1/2019)

Dalam sambutan Bupati 2 periode tersebut menjelaskan perihal bantuan itu merupakan hasil usulan Pemda Bombana kurun waktu 2018 silam dan direalisasi di tahun yang sama melalui PT Kharisma Mister Marine.

” Kemendes PDTT menyerahkan bantuan kapal ini ke Pemda Bombana untuk diserahkan ke BUMDes Masaloka,Desember 2018″, Sebutnya

Ia berharap kapal itu akan membantu masyarakat nelayan di Masaloka, terutama pengankutan barang antar pulau sehingga bernilai tambah ekonomis

Lebih lanjut Tafdil mengungkap jika pengadaan kapal KM. Gembira expres 1 dikelola dengan menghabiskan anggaran sekitar 2 miliar rupiah

Bahkan Tafdil menyebut saat ini pemerintah pusat masih akan menyalurkan bantuan beberapa unit kapal penumpang berskala besar dan ambulance laut yang akan mempermudah pasien antar pulau di lingkup Kabupaten Bombana.

“Kami sangat mengharapkan kepada penerima bantuan agar kapal ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Tafdil.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana Syahrun menjelaskan, KM Gembira Ekspress 1 dirancang jenis cargo berbahan utama fiberglass dengan panjang 19 meter dan lebar 4,40 meter serta tinggi 2,10 meter.

“Selain pemuatan barang, kapal tersebut telah tersedia 20 kursi untuk penumpang,” jelas Syahrun.

Terkait pengoperasian kapal. Pihaknya melibatkan masyarakat Desa Masaloka untuk mengikuti pelatihan di pusat.

“Walaupun kapal ini sudah ada tidak serta merta dioperasikan. Sebab, legalitas izin berlayar masih dalam proses penuntasan di Syahbandar Bombana”, Tuntasnya (Efendi)

Editor : AD




Ketua DPD Asita, Sesalkan Atas Pembentukan DPD GIPI Sultra

Kendari, SultraNET. | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia/Association of Indonesian Tour and Travel (Asita) Provinsi Sulawesi Tenggara Rahman Rahim menyesalkan atas terbentuknya Organisasi DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang tak melibatkan Asita.

Menurutnya, sebelum pembentukan itu. Pihak GIPI harus mengundang semua organisasi yang bergerak dibidang pariwisata, serta semua elemen yang juga berlatar belakang pengembangan destinasi wisata.

“Ini tiba – tiba mengundang saya di acara pelantikan tanpa sepengetahuan terlebih dahulu, kapan terbentuknya organisasi ini, sepengetahuan saya organisasi GIPI harus banyak yang mendukung, bukan hanya Asita saja tapi berbagai element juga harus dilibatkan, jagan asal dibentuk saja,” sesalnya

Lebih lanjut rahman mengatakan, pihak Asita setelah terbentuknya organisasi GIPI di Sultra tidak pernah dilibatkan, atau diundang dalam pembentukan organisasi tersebut.

“Saya tidak pernah tahu kapan organisasi ini di godok dan kapan pembentukanya, seharusnya pembentukan GIPI melibatkan berbagai organisasi karena GIPI adalah wadah semua asosiasi dan organisasi yang bergerak di sektor pariwisata,” Bebernya

“Organisasi ini pun dikategorikan, mana saja yang masuk kategori Pemasaran, seperti ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies). Lalu Pengembangan Destinasi seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia), dan SDM seperti Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PHI) itu harus dilibatkan,” Tambahnya

Tak hanya itu, sampai pada puncak pengurus pihak Asita tak pernah menerima surat permohonan rekomendasi anggota Asita yang akan di jadikan dalam pengurusan GIPI

” Selama ini tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba langsung ada undangan untuk pelantikan pengurus. Pengurusnyapun kita tidak tahu siapa. Jadi secara kelembagaan GIPI silahkan saja jalan tapi tidak boleh ada Asita disitu, karena saya sebagai ketua tidak pernah tahu, andai kami dilibatkan jika terjadi apa-apa terhadap organisasi ini, maka kita akan sama – sama bertanggung jawab baik secara moral maupun materil. Jangan semerta-merta langsung masuk caplok-caplok begitu saja.“ tegasnya

Dirinya berharap, pariwisata ini harus dikerjakan secara ikhlas dengan hati yang suci dan pikiran yang jernih, serta harus mampu mengajak semua elemen dengan cara yang baik-baik pula.

Untuk diketahui, Ketua Dewan Pimpinan Daerah GIPI dipimpin Ir. Hugua, mantan Bupati Wakatobi dan pelantikan pengurus DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sultra akan dilangsungkan pada Selasa,(15/1/2019) di salah satu hotel kendari.

Reporter : Yuda




Kasus Penikaman Manto, Polsek Kemaraya Ringkus Pelaku di NTT

Kendari, SultraNET. | Kasus penikaman yang merenggut nyawa Muhammad Manto pada 15 November 2018 yang lalu, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Kemaraya Kota Kendari berhasil menangkap pelaku DW (18) Tahun setelah sempat melarikan diri di Larantuka, Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jum’at (13/12/2018).

Kejadian tersebut bermula saat korban akan pulang kerumahya, usai bekerja sebagai pramu saji disalah satu rumah makan di Kota Kendari, belum jauh meninggalkan tempat kerjanya, pelaku DW langsung tiba – tiba menghampiri korban serta memalak dengan meminta sejumlah uang yang dimilikinya.

Kapolsek Kemaraya, AKP. Muhammad Risal mengatakan,sekitar pukul 01.00 wita,korban yang bekerja di salah satu rumah makan teluk kendari hendak akan pulang kerumah, belum ditengah perjalan pelaku tiba – tiba mendatangi korban dan meminta sejumlah uangnya.

“Kejadiannya pada Kamis, 15 November 2018, sekitar pukul 01.00 wita, saat itu, korban yang bekerja pada Rumah Makan Teluk Kendari hendak pulang kerumah, namun ditengah perjalanan, tiba-tiba pelaku mendatangi korban untuk memalak, dengan meminta sejumlah uang.”

“Saat pelaku berupaya meminta uang korban, korbanpun menolak untuk mengikuti apa yang diinginkan dari pelaku, dan korban bersih keras untuk tidak memberikan uang kepada pelaku, karena merasa kesal, Korban DW pun lalu menikam korban dengan menggunakan taji ayam yang dimiliknya pada bagian dada sebelah kiri korban dan membuat korban jatuh tersungkur lalu menghembuskan napas terakhirnya” ungkap AKP. Muhammad Risal, Senin (14/1/2019)

Usai melakukan perbuatanya, pelaku DW segera melarikan diri dan meninggalkan korban yang sementara jatuh tersungkur akibatnya, berkat kerja keras tim Polsek Kemaraya dalam mencari keberadaan pelaku, akhirnya mengetahui bahwa pelaku sudah berada di NTT, setelah mengetahui keberadaan pelaku tim Polsek kemaraya langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Flores Timur, guna melakukan penangkapan.

“Iya benar, pelaku semalam tiba di Kota Kendari, setelah melarikan diri ke Larantuka, ini berkat koordinasi tim dengan jajaran Polres Flores Timur, akhirnya pelaku berhasil kami amankan dan membawanya, guna melakukam proses penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Atas tindakan pelaku, Kini harus mendekam di ruang tahanan Mako Polsek Kemaraya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang dilakukanya.

”Untuk pelaku sudah kami tahan, pelaku dikenakan pasal 338, dengan pidana maksimal 15 tahun,”Jelasnya

Reporter : Yuda




KPU Buka Pendaftaran Relawan Demokrasi

Kendari, SultraNET. | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam meningkatkan partisipan masyarakat menghadapi Pemilu 2019 mendatang di berbagai basis, membuka penerimaan Relawan Demokrasi yang dimulai sejak 14 hinga 16 Januari.

Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Asril,S.Sos.,MSi saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, KPU Kendari dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Pileg dan Pilpres mendatang, membuka penerimaan Relawan Demokrasi guna mendukung serta mensukseskan pemilu mendatang.

“Jumlah yang dibutuhkan sebanyak 55 orang yang terdiri dari basis, Pemilih Pemula, Basis Pemilih Muda, Basis Komunitas, Basis Perempuan, Basis Keagamaan, Basis Penyandang disabilitas, Basis Marginal, Basis Keluarga,Pemilih Berkebutuhan Khusus dan Pemilih Warga Internet (Netizen) dan setiap basis akan beranggotakan sebanyak 5 orang” terang Asril .

Mengenai syarat yang dibutuhkan, Lanjut Asril, berdasarkan Surat Pengumuman Nomor: 09/PP.05.3_PU/7471/KPU_Kot/2019 tentang pembentukan Relawan Demokrasi Se-Kota Kendari yaitu, Foto Copy KTP, Ijazah SLTA atau sederajat, Pas foto 4×6 4 lembar, Surat pernyataan tidak menjadi anggota Partai Politik, Curicullum Vitae, Terdaftar Sebagai Pemilih yang dibuktikan dengan Surat Keterangan terdaftar sebagai pemilih dari PPS.

“Adapun jadwal pendaftaranya akan dimulai pada tanggal14 sampai 16 Januari, seleksi administrasi 17- 18, Jadwal Wawancara calon tanggal 19 sampai 21, Pengumuman Hasil Seleksi Adminstrasi pada pada tanggal 22 Januari dan pembekalan pada tanggal 23 sampai 24 ” jelas Asril

Dirinya berharap dalam penerimaan Relawan. Masyarakat Kota Kendari dapat berpartisipasi penuh dan terlibat dalam penerimaan Relawan Demokrasi, guna mensukseskan pesta demokrasi mendatang.

“Kami berharap orang-orang yang masuk dalam Relawan Demokrasi ini betul betul memiliki sifat Independent dan tidak terlibat mendukung salah satu calon yang akan tampil, kemudian memiliki Integritas yang tinggi” harapnya




Kasus Pelecehan Seksual Pada Karyawati Bank Sultra, Sekar Lakukan Investigasi

Kendari, SultraNET. | Pasca beredarnya informasi atas tindakan pelecehan seksual terhadap 15 Karyawati di Bank Sultra Cabang Utama, yang dilansir berapa media pekan lalu, Serikat Karyawan (Sekar) Bank Sultra akan lakukan investigasi.

Kabag Sekretariat dan Humas Bank Sultra Wa Ode Nur Huma saat ditemui diruang kerjanya Senin (14/1/2019) mengatakan, laporan atas pelecehan yang terjadi pada karyawan Bank Sultra Cabang Utama, sementara dalam tahap klarifikasi kebenaran.

“Sementara ini kami masih melakukan investigasi dan kami sudah serahkan kepada Satker guna menindak lanjut laporan tersebut dan 15 korban ini kami masih melakukan identifikasi internal terlebih dahulu” ucap Nur Huma

Dirinya membenarkan bahwa saat ini berkas pernyataan korban pelecehan seksual sudah berada ditangan jajaran direksi Bank Sultra.

“Saat ini kami tidak bisa memberikan keterangan lebih jelas karena kami masih memproses kejadianya” jelas dia

Ditempat yang sama, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Bank Sultra Sahrul Pirdaus menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan dari karyawati dan Sekat sudah melanjutkan pelaporan tersebut kepada pihak manajement guna di pelajari dan ditindak lanjuti.

“Karyawati telah melayangkan surat ke Serikat karyawan (Sekar) dan kami sudah menyurat secara resmi kepada direksi Bank Sultra. Setelah laporan itu masuk, direksi lebih dahulu mendisposisi, kemudian diteruskan ke satuan kerja audit internal (SKAI)” urainya

Dari hasil rekomendasi itu, lanjut pirdaus, dewan direksi akan mengambil keputusan, ” Cuman di ketentuan kami itu walaupun belum terbukti pelaku melakukan tindakanya, maka kami melakukan non job terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan kami, guna berjalanya aktipitas investigasi atas laporan karyawan dan bukan berati setelah non job ini pelaku sudah terbukti, itu belum sama sekali” tegasnya

Atas adanya pelaporan yang di lakukan karyawati bank sultra, kepala Cabang Utama Bank Sultra SY sudah di Non Jobkan.