Kasus Pencurian Yang Resahkan Bombana Berhasil Diungkap Polisi

Rumbia, SultraNET. |Rentetan Kasus pencurian yang terjadi di Kabupaten Bombana berhasil diungkap jajaran Kepolisian Polres  Bombana, rupanya pelakunya masih merupakan satu kelompok.

Kasus yang paling mencolok terjadi pada 5 Desember 2017  kelompok ini membobol Dinas Transmigrasi dan Tenagakerja Kab. Bombana kemudian menggasak 3 laptop beserta uang tunai sebesar 121 juta dan 1 buah kamera cenon.

Dalam keterangan persnya Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin SH,SIK,MM menjelaskan bahwa ada 4 orang pelaku yang turut bekerja sama dan satu orang Pelaku berhasil ditangkap berinisial SD.

Sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran berinisial AS, SN, dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) sedang satu orangnya belum di ketahui identitasnya.

“Terhadap pelaku melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke -4 Subs pasal 363 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara sesuai dengan tindak pidana yang dia lakukan” Tutur Kapolres.

Andi Adnan menguraikan kronologi penangkapan, awalnya kepolisian menduga kasus itu merupakan curamor saja namun ternyata terkait dengan tindak pidana lainya.

Saat itu Polsek Lantari Jaya menangani kasus pencurian kendaraan dan berhasil menangkap pelaku kemudian bersama pelaku pencurian kendaraan itu langsung mencari kendaraan hasil curian yang telah disembunyikan sambil menunggu penadah.

“Saat itu SD menelpon pelaku pencurian motor menanyakan motor yang akan di jual dan petugas yang langsung ambil hp pelaku dan ternyata yang menelpon adalah SD pelaku yang mencuri uang di Disnakertrans itu” Urainya.

Dari pengakuan pelaku, kelompok ini telah melancarkan aksinya sejak 2 tahun lalu dan telah melakukan 9 kali aksinya di Kecamatan Rarowatu dan Lantari Jaya.

“Kepolisian resor Bombana mengamankan barang bukti  3 buah leptop, 7 buah kendaraan roda dua dengan berbagai merek, televisi, dan beberapa mesin Dompeng, alkon dan masih banyak lagi barang yang diduga hasil curian” Urainya




Demi Biaya Wisuda Pasangan Kekasih ini nekat Mencuri

Muna, SultraNET. | Seorang warga jalan kamboja Kelurahan Raha lll, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna,  Sulawesi Tenggara (Sultra) LMI alias ipang (27), bersama kekasihnya warga desa Maligano Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna (Sultra) LS alias lis (27),  kini harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga telah melakukan tindak kriminal pencurian pada Selasa (15/5/2018).

Aksi pencurian itu terjadi pada kios jualan milik Wa Ode Mardiana di Desa Masara, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat,(Sultra).

Pasangan yang tengah dimabuk asmara itu mendatangi kios milik korban sekitar pukul 13:30 Wita dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Pada saat tiba di lokasi pencurian, LS turun dari mobil merk Sigra warna putih itu, dan meminta kepada anak korban yang tengah sendiri menjaga kios untuk diantarkan ke kamar mandi, dengan alasan ingin buang air kecil.

Sedangkan LMI masih berada dalam mobil sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pencurian.

Setelah LS diantar masuk kedalam rumah, LMI pun langsung turun dan menjarah isi kios korban berupa puluhan pack rokok yang dimasukan kedalam tas miliknya.

Ternyata niat jahat pasangan kekasih ini terciduk oleh saudara laki-laki korban yang curiga dengan adanya mobil parkir di depan kios dengan kondisi mesin sedang bunyi.

Pada saat didapati, LMI sempat mengelak, namun karena menolak untuk diperiksa tasnya, ia pun berhasil kabur dengan isi tas penuh barang curian dengan nilai harga sekitar Rp 1 juta rupiah dengan menggunakan mobilnya dan meninggalkan LS yang tengah berada di dalam kamar mandi rumah korban.

Teringat bahwa masih ada teman diduga pelaku yang masih berada dalam rumah, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajid (kepolisian) sambil mengamankan LS.

Kapolsek Kusambi, Iptu La Ondo mengatakan jika kejadian itu benar adanya, dan setelah menerima laporan tersebut, pihaknya kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan LS dan mengejar LMI.

“Kurang lebih 10 jam, Pelakunya sudah berhasil ditangkap di Raha oleh Kanit Res Kusambi bersama anggotanya dan tim Buser Polres Muna,” ujar La Ondo melalui WhatsApp pribadinya, pada Jumat (18/5/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata La Ondo, kedua pelaku sudah merencanakan niatnya karena terdesak dan kekurangan uang untuk LS yang hendak di wisuda pada tahun ini.

“Saat ini LMI mendekam di Polres Muna untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dan menurut informasinya dia juga sudah terkenal sering melakukan pencurian di mana pun dia berada,” pungkasnya.




Pencuri AKI Lintas Kabupaten di Tangkap

Rumbia, SultraNET. | Kepolisian resor poleang timur berhasil menangkap pelaku pencurian Aki lintas Kabupaten yang kerap beroperasi di wilyah bombana, operasi penangkapan di pimpin langsung oleh Iptu Salman.

Dalam melancarkan aksinya pelaku menggunakan satu buah mobil jenis Avanza bersama dua orang lainnya berinisial Z dan AR yang saat ini masih dalam pengejaran.

Berdasarkan pengakuan, pelaku telah melancarkan aksinya di Bombana, Kolaka, Konsel dan Daerah lain di wilayah hukum Sulawesi Tenggara

Dari realease yang diberikan Polres Bombana (15/05/2018), kronologi penangkapan pelaku bermula ketika Polisi menemukan mobil yang mencurigakan dan karena curiga maka diadakan pengejaran.

Pelaku kemudian meninggalkan mobilnya dan berniat melarikan diri menumpang kesalah satu mobil trek dan ternyata mobil yang ia tumpangi berhenti  di depan Polsek watubangga  oleh Polisi langsung di tangkap.

Dari Pengakuan pelaku aki hasil curian itu di jual kepada pembeli besi tua di daerah Kolaka dengan harga 200/300 ribu per aki.

Polisi berhasil menyita 15 buah Aki dan sebuah mobil Avanza berwarna putih.




Rencana pelaksanaa Muktamar Tingkat Nasional Ke-X MAPALA PTKIN Di Puji Pemda Konut

Kendari, SultraNET. | Kegiatan Muktamar dan Kenal Medan (MKM) Ke X mahasiswa pencita alam Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) se indonesia, akan digelar di Kabupaten Konawae Utara. Rencana pelaksanaan event Nasional tersebut semakin jelas setelah pertemuan antara Pemda Konut dan MAHISCITA IAIN Kendari selaku panitia Pelaksana, di Asera Selasa (15/5/18) mendapat pujian dan respon positif dari Pemda setempat.

Sejak mendapat kepercayaan dan ditunjuk sebagai tuan rumah sekaligus Panitia pelaksanaan kegiatan tersebut pada MKM ke X pada tahun 2016 lalu, pengurus harian, MAHISCITA IAIN kendari mulai melaksanakan beberapa persiapan untuk mengelar Efent dua tahunan tersebut termasuk tempat pelaksanaannya.

Menurut ketua Pelaksana Fahmi Rahim, Dipilihnya konawe Utara sebagai tempat pelaksanaan event nasional tersebut, berdasarkan Hasil analisis dan pengecekan medan oleh panitia pelaksana karena konawe utara adalah tempat yang cukup memadai untuk melaksanakan kegiatan yang akan digelar bulan oktober mendatang.

“Menurut kami bentangan alam yang ada di konawe utara masih sangat natural. Semua objek wisata adventure lengkap, semua ada disana. mulai dari tebing untuk panjat tebing, gua untuk susur gua, pantai untuk susur pantai dan yang lainnya.” Tutur fahmi rahim

Ditemui disekretariatnya, Fahmi sangat bersemangat, karena hasil pertemuan pihaknya diterima baik dan sangat direspon posetif oleh Pemda konawe utara. Bahkan pada hari pelaksanaan kegiatannya nanti, Pemda setempat akan bersedia memberikan bantuan fasilitas yang dibutuhkan.

“Intinya PEMDA KONUT meminta kegiatan MKM ini di laksanakan di Konut dan sangat merespon positif kegiatan ini dan mendukung penuh serta siap menfasilitasinya” tutup Fahmi.




Polres Bombana Tangkap Perakit Bom Ikan

Rumbia, SultraNET. | Polres Bombana menggelar konfrensi pers terkait tindak pidana memiliki, menguasai, menyimpan, dan mempergunakan bahan peledak, yang dipimpin langsung Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin SH SIK,MM di Mapolres Bombana (15/5/2018).

Kegiatan tersebut di hadiri Asisten II pemkab Bombana Muh. Aris, SE, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Drs. Muh. Yunus juga ikut hadir dalam gelar perkara tersebut Danramil Rumbia Kapten Inf. Masrin, DanPosal Laode Maulid dan para PJU Bombana serta satuan kerja kepolisian resort Bombana

Dalam keterangan persnya Kapolres Bombana menjelaskan bahwa pelaku Rusman bin Aco membuat dan merakit sendiri pupuk merek “Matahari”, minyak tanah, belerang dan korek api yang telah dikeringkan dan memasukan di botol yang ditutup dengan menggunakan potongan sendal yang telah dilubangi untuk dipasangi detonator atau sumbu sehingga menjadi bahan peledak dan siap digunakan.

“Kejadian ini terjadi pada Minggu 29 April 2018 tepatnya pada jam 03.30 wita di Dusun Kampung Bajo Desa Waemputtang Kec. Poleang Selatan Kabupaten Bombana bertepat di dirumah pelaku, ” Urainya

Dari penulusuran anggota polri resor Bombana yang sedang patroli/petugas menemukan pupuk merk “Matahari” yang telah dirakit dan siap digunakan sebagai bom ikan

Lanjut Kapolres Bombana bahwa barang bukti yang telah disita berupa Enam batang detonator, 1 botol pupuk matahari yang telah dicampur dengan belerang korek api, 1 botol yg telah di ikatkan batu sebagai pemberat berisi pupuk matahari yang telah dicampu minyak tanah,1 jerigen 20 liter berisi pupuk matahari yang telah dicampu minyak tanah, dengan menggunakan sebuah ember merah yang teisi pupuk matahari yang telah dicampur minyak tanah, 1 toples berisi pupuk matahari, 7 bungkus korek api kayu dan 3 gulung obat anti nyamuk.

“ Pelaku diduga melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang – undang No. 12 / Drt / 1951 LN No. 78 tahun 1951 tentang bahan peledak,” Pungkas Andi Adnan




Jelang Ramadhan, Polres Bombana Musnahkan Ribuan liter Miras

Rumbia, SultraNET. | Kepolisian Resort Bombana menggelar pemusnahan Ribuan liter Minuman Keras (Miras) tradisional jenis konau dan miras jenis pabrikan berbagai merk, sebagai barang bukti (BB) dari hasil Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Jelang Ramadhan.

Pemusnahan BB miras tersebut digelar dipelataran Markas Komando (Mako) Polres Bombana, Selasa (15/5/08) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bombana, AKPB Andi Adnan Syarifuddin, SH, SIK, MM.

Dalam sambutannya, Kapolres Bombana menyampaikan pesan untuk menjauhi mengkonsumsi miras, sebab lebih banyak mudharatnya dan miras menjadi pangkal utama terjadinya tindak pidana terutama penganiayaan.

“Kegiatan Pemberantasan miras ini akan terus berlanjut dan sekaligus membutuhkan dukungan penuh masyarakat, terutama menjelang bulan suci ramadhan yang sebentar lagi tiba. “Himbau Adnan.

Dalam giat tersebut, turut dihadiri puluhan tokoh masyarakat Bombana. Selain itu, hadir pula asisten II Setda Bombana Muh. Aris, SE Danramil Rumbia Inf. Masrin, DanPosal Peltu Laode Maulid, Kasat POL PP Bombana Alimin, S.Sos dan seluruh jajaran personil Polres Bombana.




Misi Kemanusiaan, Jelang Ramadhan Polres Muna Giat Bakti Sosial

Muna, SultraNET. | [15/05/2018]  Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H Kepolisian Resort Kabupaten Muna melaksanakan misi kemanusian dengan melakukan bakti sosial bersih lingkungan, kegiatan kali ini menyasar halaman Mesjid Baitul Makmur Kota Raha.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga Mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan bersama remaja masjid Baitul makmur itu bertujuan untuk menyambut Bulan Suci yang penuh berkah dan sebagai kewajiban umat muslim untuk terus saling berinteraksi dan saling membantu.

Pejabat Dua Melati Dipundaknya itu mengatakan bahwa kegiatan semacam itu dilakukan karena merupakan tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan  dan sekaligus untuk menyampaikan agar masyarakat bersama sama menjaga Kamtibmas agar lebih kondusif

“Ini kita lakukan agar kedepannya kamtibmas muna bisa kondusif dan lebih terjaga.”katanya

Disamping melakukan bersih bersih lingkungan masjid Kapolres Muna juga menyempatkan memberikan bantuan kepihak Pengurus Masjid.

“Alhamdulilah kita juga memberikan bantuan meskipun nilainya tak seberapa seperti cat tembok, alat dan bahan untuk membersihkan Masjid.” Pungkasnya

Pantauan dilapangan, dalam kegiatan ini turut dilibatkan Kasat Intelkam, Kasubag Hukum, Kasi Propam dan anggota Polres Muna lainnya yang bekerjasama dengan masyarakat disekitar mesjid dan Pengurus Masjid setempat.




PT. Jhonlin Di Duga Serobot Lahan Warga.

Rumbia, SultraNET. | Sejak awal masuk beroperasi di Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara, PT. Jhonlin Batu Mandiri tak henti mendapat aksi protes dari warga setempat.

Nampaknya bukan tanpa alasan, Perusahaan perkebunan Tebu yang sedang beroperasi  dibeberapa wilayah Kecamatan di Kab. Bombana itu, di duga kuat telah masuk dengan cara menyerobot lahan perkebunan warga.

Dalam rapat Hering  yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kab. Bombana Andi Firman, Masyarakat pemilik Lahan yang didampingi Aliansi Pemuda Pemudi Mahasiswa Bombana (AP2MB) meminta dan mendesak Lembaga perwakilan Rakyat itu untuk segera melakukan Investigasi dan merekomendasikan peenghentian aktifitas PT. Jhonlin karena telah menggusur Lahan pertanian masyarakat secara semena-mena.

Marjuni, salah seorang warga yang mengaku diserobot lahan kebun dan Rens ternak sapi miliknya oleh Perusahaan tanpa konfirmasi.

“Saya memohon kepada forum ini, supaya Jhonlin ini dihentikan aktifitasnya, ada tiga ratusan hektar saya punya Rens sapi dan kebun Rumput yang digusur oleh perusahaan tanpa ada kompromi” Ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga, Herianto, Anggota legislatif dari fraksi Golkar mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut jika masyarakat yang merasa lahannya diserobot,  bisa menunjukan alas haknya.

“saya sebenarnya malu, karena ini sudah ke 6 kalinya masyarakat menyampaikan tuntutannya, tapi yang terpenting itu alas hak masyarakat supaya kita bisa dudukkan bersama menyelesaikan masalah.”kata Heriyanto.

Lain halnya yang disampaikan oleh Mansur Lababa, Anggota DPRD yang baru saja dilantik sebagai PAW (pengganti Antar Waktu) menggantikan Johan Salim, yang mundur dari keanggotaan mendampingi H. Tafdil dalam kontestasi Pilkada lalu.

Persoalan PT. Jhonlin menurut Dia, wajar saja bila ada aksi protes dan penolakan dari masyarakat, karena perusahaan tersebut tidak pernah sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana investasinya, melainkan hanya orang orang tertentu yang mengetahui keberadaannya.

Ia menilai, Hadirnya PT. Jhonlin telah menimbulkan ketidak Adilan dimasyarakat, Karena tanah masyarakat, ada yang dibayar dan sebagian tidak dibayar. Jumlahnya pun ada yang dibayar sedikit dan ada yang banyak.

“Saya tau persis itu soal tanah di Jhonlin, semua itu tanah tanah sengketa. Karena ada beberapa aturan yang menguatkan keberadaan tanah Adat dan Ulayat. “Jelas Mansur.

Masih kata Mansur, Bila mengacu Undang undang Dasar 1945, Bumi air dan segala isinya dikuasai oleh Negara dan dimanfaatkan sebesar besarnya  untuk kemakmuran rakyat. Sehingga Hadirnya Negara harus mensejahterakan warga Negara. karena ada 3 pilar terbentuknya Negara. Yang pertama ada wilayah, kedua ada rakyat dan ketiga ada Pemerintah.”ucap Mansur mengingatkan, yang disambut tepuk tangan forum.

Koordinator AP2MB Rasmin Saputra, mengungkapkan kepada HarapanSultra.Com bahwa masyarakat mendatangi Kantor DPRD untuk menagih janji para wakil rakyat itu. Sebab sebelumnya pernah menyampaikan kepada masyarakat akan membentuk Tim investigasi terkait persoalan lahan masyarakat yang diduki perusahaan.

“Pertemuan yang lalu DPR berjanji akan membentuk Tim Investigasi, tapi sampai hari ini juga tidak ada, entah apa alasannya.” Ucapnya heran.

Menurutnya, lanjut Harmin, hadirnya Jhonlin tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sudah sangat merugikan masyarakat atas penyerobotan dan penggusuran lahan kebun yang merupakan tempat penghidupan masyarakat.

“Masuknya pun tidak melalui sosialisasi secara terbuka. Hanya segelintir orang yang dilibatkan.”ungkapnya.

Harmin menambahkan, jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan lahan masyarakat yang diserobot perusahaan, sudah saatnya masyarakat mencari jalan nya sendiri.

“Kalau ini tidak bisa diselesaikan, kami akan boikot aktifitas perusahaan.” tegas Harmin




Rektor IAIN Kendari Kecam Rentetan Teror BOM Di Surabaya

Kendari, SultraNET. | Rentetan serangan teror Bom di Surabaya yang terjadi sejak Minggu hingga Senin pagi ini, (14 /5/18) menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk Rektor IAIN Kendari.

Rektor Institut Agama Islam Negeri Kendari, Nur Alim mengutuk keras aksi terorisme di Surabaya yang menyebabkan jatuhnya korban.

“Aksi teror adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan melukai peradaban manusia, apapun motif dan tujuannya. Tidak ada ajaran agama manapun  yang membenarkan aksi biadab tersebut” tegasnya.

Aksi bom bunuh diri terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 7.30 WIB di tiga rumah ibadah, yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (STMB), Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuno Surabaya. Aksi terror berlanjut di Rumah Susun Wonocolo dan yang terakhir pagi tadi, di Mapolrestabes Surabaya.

Nur Alim juga menyampaikan ungkapan bela sungkawa terhadap para korban dan berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dengan mengusut aktor intelektual dibalik peristiwa itu.

Selain itu Nur Alim juga meminta pihak yang memiliki terkait agar segera mempercepat pengesahan revisi UU Terorisme sebagai payung hukum tindakan pencegahan terorisme dan deradikalisasi. Jika pengesahan UU Terorisme tidak dapat terlaksana dalam waktu dekat, Rektor mendukung langkah presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu.

“Ini kondisinya mendesak dan darurat, untuk itu kami mendukung Presiden mengeluarkan Perppu sebagai payung hukum bagi aparat agar lebih leluasa melakukan langkah antisipatif dalam menangani gerakan teror”, katanya.

Sementara itu, untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat pasca kejadian ini, Nur Alim mengajak seluruh elemen masyarakat dan instusi Negara agar meningkakan sinergitas, persatuan dan kerjasama demi terciptanya rasa damai dan tentram.

“Kita perlu bersatu melawan aksi teror, mari bersinergi dan memantau tindakan yang mencurigakan di tengah masyarakat untuk dilaporkan kepada penegak hukum untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan” tutupnya.




Tim Antam Juarai Danlanud CUP II Tahun 2018

Kolaka, SultraNET. | Team Sepak Bola Antam berhasil menjadi Juara 1 dalam turnamen sepak bola bergengsi se Sulawersi Tenggara Danlanud CUP II Tahun 2018.

Dibabak final tim yang dipimpin Pelatih Romi Nomba itu berhak meraih gelar juara setelah berhasil menang menghadapi Tim Sepak Bola Lebah Merah dari TNI 725 Woroagi Kompi A Boro-Boro.

Turnamen yang digelar sejak 24 april 2018 dan menggelar partai final di Lapangan Dirgantara TNI AU Sulawesi Tenggara 13 Mei 2018.

Gelandang bertahan Tim Antam Irsyad Dermawan menuturkan bahwa dirinya bersama tim sangat bangga dan bersyukur bisa memenangkan turnamen bergensi itu mengingat lawan lawan yang dihadapi adalah tim tim terbaik yang ada di Sulawei Tenggara.

“Turnamen ini adalah yang terbesar se Sulawesi Tenggara Sepanjang Tahun 2018” Ungkap Irsyad

Pemuda asal kecamatan Wundulako, Kelurahan Lamekongga itu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelatih Romi Nomba sehingga dirinya bisa bergabung dalam team Antam setelah seleksi yang ketat.

“Alhamdulillah saya sangat bangga bisa bergabung dalam team sepak bola Antam, dan saya satu satunya pemuda yang mewakili Kec. Wundulako” Urainya

Turnamen ini di ikuti 18 team yangg terbagi dalam 4 pool. Sistem kompetisi dan menghadirkan seluruh tim terbaik se Sulawesi Tenggara