Konsolidasi Perkaderan, SEMMI Sultra Persiapkan Pelantikan Cabang Konawe dan Kendari

Unaaha, SultraNET | Pengurus Wilayah Sulawesi Tenggara, Organisasi Perkaderan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) kembali melakukan konsolidasi perkaderan dalam upaya menciptakan calon-calon pemimpin masa depan di Sulawesi Tenggara dengan mempersiapkan pembentukan cabang-cabang SEMMI di wilayah koordinasinya.  

Organisasi Mahasiswa yang didirikan Oleh Arudji Kartawianata Tanggal 2 April 1956 ini terus bergerak dalam memberikan warna baru pada pergerakan mahasiswa khususnya di Wilayah Sulawesi Tenggara.

Ketua Pengurus Wilayah SEMMI Sultra, Asbar saat ditemui awak media ini di salah satu Cafe di Konawe (21/6/2019) mengungkapkan kesiapan terkait pembentukan dan pelantikan pengurus Cabang Kendari dan Konawe.

“ Pembentukan SEMMI Cabang Kendari dan Konawe merupakan salah satu Agenda Kerja PW SEMMI Sultra yang sudah sejak lama diagendakan dan untuk Cabang Kendari tinggal pertemuan sekali lagi Inshaa Allah rampung, sedangkan Konawe laporan dari sekum rampung Malam ini,” Tutur Asbar.

Setelah struktur kepengurusan dirampungkan lanjut Asbar, kedua cabang tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan dari PB SEMMI kemudian dilakukan pelantikan agar organisasi dapat berjalan dan berkontribusi untuk bangsa dan daerah.

“Kita di Wilayah berharap dengan kehadiran SEMMI baik Kendari dan Konawe dapat menghadirkan warna dalam pergerakan mahasiswa di Sultra.” Ujarnya

Untuk Cabang Konawe lanjut Asbar, Sembari menunggu perampungan kepengurusan dan SK, Pengurus Wilayah SEMMI Sultra juga sedang membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe agar kedepan SEMMI dapat bersinergi dalam membangun Bumi Konawe.

“Kita di Pengurus Wilayah sedang mencoba membuka komunikasi kepada Pemerintahan Kabupaten Konawe, mudah-mudahan kehadiran SEMMI dapat berkontribusi Nyata dalam pembangunan generasi muda di Konawe begitupun juga dengan Cabang Kendari,” Pungkasnya

 

Kontributor : P. Saddam




Tak Butuh Lama, Polisi Berhasil Ringkus Perampok Nasabah Bank BPD Bombana

Kolaka, SultraNET. | Kepolisian Resort Bombana bekerja sama dengan jajaran Polres Kolaka berhasil meringkus M (35) salah satu terduga pelaku perampokan terhadap Andi Samsiar, Nasabah Bank BPD Sultra Cabang Kabupaten Bombana pada hari Rabu (19/6/2019) lalu.

M ditangkap dirumahnya di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Kamis (20/6/2019).

Hal itu disampaikan Bripka Riswandi, Paur Humas Polres Kolaka kepada awak media Jum’at (21/6/2019).

Penangkapan yang terjadi berkat kerjasama dan kordinasi antara Polres Bombana dan Polres Kolaka itu atas adanya laporan Andi Samsiar, Warga Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana yang melaporkan telah kehilangan uang sebesar 50 juta rupiah dihalaman Bank BPD Sultra Kabupaten Bombana.

“Penangkapan itu terjadi berkat kordinasi dan kerjasama Polres Bombana dan Polres Kolaka” Tuturnya

Setelah dilakukan penangkapan, terduga pelaku kemudian diserahkan ke Polres Bombana guna dilakukan penyelidikan selanjutnya.

“Kejadian perampokan tersebut terjadi diwilayah hukum Bombana, sehingga kami langsung serahkan,” Pungkasnya.

Sebagaimana diketahui pada hari rabu, (19/6/2019) telah terjadi perampokan di halaman kantor Bank BPD Sultra cabang Bombana sekitar pukul 11:00 wita.

Terduga pelaku yang diperkirakan sekitar lima orang tersebut dengan berbagai peran menggasak uang tunai sebesar 50 juta rupiah milik Andi Samsiar yang ditaruh didalam jok motor korban usai menarik dana di Bank itu.

Hingga kini polisi terus melakukan pengejaran terhadap terduga lain. (ED)




PBB Naik Hingga 300 Persen, Masyarakat Bombana Menjerit

Rumbia, SultraNET. | Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Bombana dikisaran 200 sampai 300 persen membuat sebagian masyarakat di daerah penghasil emas itu menjerit.

Idrus salah satu warga Rumbia kepada awak media Sultra NET. Mengeluhkan kenaikan NJOP pajak di daerah itu tidak sebanding dengan nilai setempat.

Selain itu kenaikan tersebut sangat mengejutkan karena tidak melalui sosialisasi sebelumnya.

“Ini kenaikannya tiba tiba sekali pak, kami terus terang kaget pas dibawakan tagihan karena tahun lalu NJOP nya 10.000,- sekarang langsung naik 27.000,-,” Keluhnya.

Hal lain yang dikeluhkan Idrus karena kenaikan pajak tersebut tidak dilakukan pengklasifikasian potensi tanah.

“Masa kenaikan pajak ini disamakan nilainya antara tanah kosong dengan tanah produktif,” Ucap Idrus

Untuk itu ia mengharapkan agar kenaikan tersebut dilakukan penundaan atau dilakukan peninjauan kembali karena sangat memberatkan masyarakat.

“Kalo bisa pak kenaikan ini ditinjau kembali, masa kenaikannya langsung berlipat lipat,” harapnya.

Senada diutarakan Rezky, menurutnya kenaikan PBB tersebut sangat memberatkan nya karena nilai setempat tetap sedangkan nilai NJOP naik.

“Masa nilai tanah samaji dari dari tahun tahun yang lalu, masa ini NJOP nya meroket,” keluhnya.

Hingga Berita ini dirilis pihak Pemkab belum terkonfirmasi (SN1)

 




Perampok Gasak 50 Juta di Depan Bank BPD Bombana, Pelaku dan Pengojek Sempat Kejar Kejaran

Kasipute, SultraNET | Naas dialami Andi Samsiar (34) warga Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana,  sesaat setelah menarik uang di Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (BPD Sultra) senilai 50 juta rupiah, ia kemudian menjadi korban perampokan saat masih berada di depan Kantor Kas Bank Daerah terbesar di Sulawesi Tenggara itu, Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 11:00 wita.

Kepada awak media ini,  Rahman (41) Pengojek yang mangkal disekitaran Bank BPD Sultra Bombana menceritakan kronologi saat dirinya melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku perampokan yang terjadi ditempat yang hanya berjarak 100 meter dari Kantor Polsek Rumbia tersebut.

Awalya Pria yang akrab disapa Cecca itu tidak menyadari kejadian perampokan, ia baru menyadari bahwa telah terjadi perampokan saat korban dan nasabah setempat telah menyadari tindakan pelaku dan berteriak meminta pertolongan, saat itu pelaku telah melarikan diri menggunakan sepeda motor matic Honda Beat berpelat putih.

“Saya mendengar teriakan Woee tolong ada perampok, ojek tolong buru dia,” Tuturnya menirukan.

Mendengar teriakan tersebut, sontak rahman langsung melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor miliknya.

Kedua pelaku perampokan kata Rahman melarikan diri menggunakan satu sepeda motor dengan cara bergandengan, namun karena laju  kendaraan yang dikemudikan pelaku, serta melewati jalan yang rusak, kedua pelaku sempat terjatuh ditempat yang jauh dari keramaian penduduk.

Saat itulah membuat dirinya dapat menyalip dan berhadapan langsung dengan pelaku.

“Saya kejar mulai dari depan Bank BPD, pas saya sudah di depan kantor pos pelaku sudah belok kanan. Saya terus mengejar, ketika saya sudah di depan kantor Lurah Doule, pelaku sudah belok kiri lagi menuju saluran, tapi karena ada jalan rusak mereka jatuh, disitumi saya riki mereka, seandainya dia tidak jatuh sa tidak riki, dia jatuh dekat persawahan ditempatnya jalan becek dan sepi,” Urainya

Namun saat Rahman hendak meringkusnya, sontak pelaku mengambil posisi dengan berbalik arah dan bersiap melakukan perlawanan dengan mengeluarkan serta mengarahkan sebilah keris kepada Rahman.

“Dia bale langsung cabut kerisnya dari pinggang mau tusuk saya, saya lompatmi karna kaget, namun saya tunggu dia lompati saya duluan tapi dia tidak berani juga, sayapun mau lompati ragu karna ada dia pegang keris,” Tandasnya

Sementara itu kata dia melanjutkan, teman pelaku yang masih panik berusaha bangkit dan menyalakan kembali mesin motor tersebut.

“Tapi motornya tidak mau bunyi itu cukup lama baru mau bunyi” terangya sambil memeperagakan posisi kedua pelaku.

Atas kejadian itu, Rahman menyesalkan masyarakat sekitar yang turut menyaksikan kejadian perampokan tersebut, namun tidak ikut bersamanya melakukan pengejaran dijalur yang sama dengan pelaku.

“Makanya kemarin kalau ada temanku mungkin bisaji kita tangkap karna ada mungkin sepulu menit itu motor tidak mau bunyi, biar dua orang saja yang satunya cari kayu untuk kita pake hadapi ini yang pegan keris, nanti saya hadapi dulu jangan sampi dia lari lagi,” urainya

“Banyaji juga yang kejar tapi lewat jalan lain dengan alasan mau palang kalau lewat situ, akhirnya dia lolos dengan masuk gunung menggunakan sepeda motor,” Urainya kesal.

Korban pencurian, Andi samsiar saat ditemui dikediamanya membenarkan kejadian tersebut.

“Betul pak 50 juta uangku yang dirampok, uang itu saya simpan didalam jok motor,” Bebernya dikediamanya, Kamis (20/6).

Ia juga mengatakan bahwa tidak menduga hal tersebut dapat menimpa dirinya sebab menurutnya lokasi keberadaan bank BPD masih sangat aman sebab berada dalam kondisi ramai.

Lebih lanjut Andi samsiar juga mengaku telah melaporkan hal tersebut di polsek terdekat, serta dirinya berharap agar adanya penanganan khusus agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Perketat supaya tidak terjadi lagi pada orang lain serta pelakunya supaya cepat tertangkap,” Harapnya.

Reporter : Reksan

Reksan / Kontributor SN Bombana

 




Warga Keluhkan Dampak Lingkungan dan Perhatian PLN Raha

Muna, SultraNET | Sejumlah warga yang berada di sekitar PLN Unit Pembangkit (UP) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan polusi suara dan udara yang ditimbulkan dari asap mesin pembangkit listrik serta tidak adanya komitmen jaminan perusahaan plat merah tersebut terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Akbar salah satu yang mengwakili warga disekitar PLN menyampaikan kepada media HarapanSultra.COM, kamis (20/06/2019) bahwa suara dan asap pembuangan mesin PLN membuat warga tidak nyaman, disamping itu bau yang ditimbulkan dari limbah pabrik sudah sangat mengganggu.

“Minta ampun kalo begini terus, bisa keracunan warga sekitar,” Ucap Akbar

Senada dengan Akbar, Dani salah satu warga yang juga tinggal disamping PLN merasa sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan mesin PLN tersebut untuknya itu ia mengharapkan agar pihak PLN dapat menemukan solusi merendahkan kebisingan yang ditimbulkan.

“Setel TV di rumah juga harus kencang-kencang, jadi mohon agar tingkat kebisingannya direndahkan dan asap yang dihirup warga sekitar bisa diatasi, Sehingga keluarga yang di dalam rumah tidak  perlu berteriak dan mengeluh,” Tegasnya Akbar

Disamping itu diakui Dani, dampak positif keberadaan mesin tersebut bagi masyarakat sekitar dirasakan jauh dari harapan bahkan pihak perusahaan dinilai mengabaikan keadaan sekitar lingkungan pembangkit listrik.

Komitmen perusahaan terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR)  juga menurutnya tidak ada sama sekali.

“Komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat dalam bentuk CSR sama sekali tidak ada,” Keluhnya

Untuk itu ia berharap agar pihak PLN dapat melaksanakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar, membangun fasilitas umum, memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu, dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat banyak pada umumnya dan masyarakat sekitar perusahaan pada khususnya

“Kami sendiri merasa belum merasakan dampaknya CSR untuk warga. Kami harapkan CSR disesuaikan kebutuhan warganya, sehingga wujudnya bisa dinikmati bersama,” Pungkasnya.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak PLN tersebut (Borju)




Wakili Polda Sultra di Ajang Lomba Antar Polda se Indonesia, Personel Polres Bombana Ini Lolos Final

Rumbia, SultraNET. | Brigadir Muhamad Saleh personel Polres Bombana kembali mewakili Polda Sultra dalam lomba di tingkat Mabes Polri.

Polisi berpangkat Brigadir ini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Tunas Baru Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana

Brigadir Muhamad Saleh yang dikenal memiliki segudang prestasi didaulat mewakili Polda Sultra dalam Lomba Bhabinkamtibmas yang digelar oleh Mabes Polri.

Dalam lomba tersebut, Brigadir Muhamad Saleh akan bersaing dengan rekan-rekannya sesama Bhabinkamtibmas yang mewakili Polda masing-masing.

34 Polda se-Nusantara ikut ambil bagian dalam lomba yang dilaksanakan pada 19-20 Juni 2019 di Jakarta ini.

Paur Humas Polres Bombana, Aipda Fitra mengatakan, Bhabinkamtibmas Brigadir Muhamad Saleh merupakan salah satu personel Polres Bombana yang memiliki banyak prestasi.

“Banyak prestasi yang sudah ditorehkan oleh Brigadir Muhamad Saleh, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan SDS Anak Soleh di desa Tunas Baru yang ia bangun pada 2015 yang lalu.” ujar Aipda Fitra, Rabu (19/06/2019)

Selain itu, lanjut Aipda Fitra, Brigadir Muhamad Saleh pernah di utus untuk mengikuti studi banding Bhabinkamtibmas di Jepang pada awal 2018 silam.

Informasi terakhir yang didapatkan oleh Tim Humas Polres Bombana, Brigadir Muhamad Saleh berhasil lolos ke babak final bersama 9 orang Bhabinkamtibmas lainnya.

“Lolos ke babak final tentu prestasi yang membanggakan Polda Sultra dan Polres Bombana khususnya. Kita mendoakan Brigadir Muh. Saleh dapat keluar sebagai pemenang Lomba.” harap Aipda Fitra, Paur Humas Polres Bombana.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1454/V/OPS.4.1/2019 tanggal 31 Mei 2019 dijelaskan bahwa 6 (enam) orang pemenang lomba akan menerima trofi serta penghargaan langsung dari Kapolri, Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian, M.A.,Ph.D

Babak final Lomba Bhabinkamtibas itu sendiri rencananya akan digelar hari ini (20/06/2019) di aula Rupatama gedung utama Mabes Polri. (Humas ResBom)




Lantik 243 Anggota BPD, Rusman Emba Harap BPD Jadi Penghubung Kepentingan Masyarakat

Raha, SultraNET. | Bupati Muna, LM Rusman Emba, ST melantik 243 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 46 desa yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Muna.

Proses pelantikan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Muna, Rabu (19/6/2019).

Dalam sambutannya, Rusman Emba menyampaikan bahwa anggota BPD yang baru saja dilantik dari hasil dari proses pemilihan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 5 tahun 2019 itu, diharapkan dapat menjadi penghubung kepentingan masyarakat dengan kepala Desa.

Mantan Anggota DPD RI ini mengingatkan kepada anggota BPD yang baru saja dilantik agar tidak menggunakan tugasnya dengan mencari-cari kesalahan kepala desa.

“Saya inginkan di desa ada keharmonisan yang diciptakan, sehingga anggaran yang ada di desa bisa menjadikan semangat masyarakat untuk membangun, sehingga dengan anggaran desa dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi” Tutur Rusman Emba

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu berharap kepada anggota BPD yang baru saja dilantik agar bisa mendengarkan aspirasi masyarakat dan memantau kinerja kepala desa.

Untuk diketahui de delapan kecamatan itu yakni, Bone (4 Desa), Maligano (6 Desa), Pasikolaga (4 Desa), Kabawo (10 Desa), Pasir Putih (6 Desa), Duruka (4 Desa), Lohia (8 Desa ), dan kecamatan Towea (4 Desa).

Pewarta : Borju




Gempa 4,1 SR Guncang Konawe Utara, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

Wanggudu, SultraNET | Belum luput dari ancaman Bencana Banjir, kini Daerah Penghasil bahan Tambang itu kembali di guncang Gempa Tektonik berkekuatan 4,1 Skala Richter (SR) tepatnya pada wilayah barat laut Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 11.12 Wita.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, Rosa Amelia dalam siaran pers nya.

“Waktu gempanya terjadi jam 11 tadi,  tepatnya di sebelah Barat Laut Wanggudu, Konut, “terangnya

Lebih lanjut Rosa juga menjelaskan, bahwa episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 3.21 Lintang Selatan (LS) dan 121.82 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 50.5 km Barat Laut Wanggudu, Konut, Sultra, pada kedalaman 10 km.

Meski begitu hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

” Hingga pukul 11.40 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan dan masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya”, tutupnya.

Pewarta : Hir




Bukannya Dipecat, Mantan Napi Koruptor Dilantik Jadi Warek II IAIN Kendari

SultraNET, Kendari | Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Gedung Terpadu dan Arena Rektorat Kampus Islam Terbesar di Sultra itu, Selasa (18/6/2019).

Aksi tersebut merupakan buntut dilantiknya DR. Batmang, M.Pd selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan oleh Rektor IAIN Kendari DR. Faizah Binti Awad, M.Pd pada tanggal 8 mei 2019 lalu, untuk masa jabatan 2019-2023.

Jenderal Lapangan Aksi, Sarlan dalam orasinya menyebutkan DR. Batmang merupakan mantan terpidana Kasus Korupsi Dana Baliho Caleg pada perhelatan pemilihan umum tahun 2014 lalu, dalam posisi sebagai Ketua KPU Kabupaten Bombana.

Hal itu sesuai dengan salinan putusan Pengadilan Tipikor bernomor 10/Tipikor/2015/PT.KDI tentang vonis bersalah yang bersangkutan serta tiga orang lainnya yang merugikan keuangan negara senilai kurang lebih Rp 201.000.000.

Ia menilai tindakan yang diambil Rektor IAIN Kendari yang melantik mantan napi koruptor itu sangat menyalahi adab, etika dan aturan yang ada, terlebih lagi posisi penempatan yang bersangkutan merupakan jabatan yang sangat vital dan strategis dalam birokrasi kampus.

Dicontohkannya, kasus tersebut serupa dengan kasus yang dialami salah seorang dosen IAIN yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPU di salah satu daerah di Sultra, namun karena terbukti melakukan kesalahan serupa, dosen dimaksud di berhentikan juga dari ASN.

“Saya tidak tau apa alasan rektor melantik mantan napi korupsi, ini sangat mencederai institusi ini dan bertentangan dengan semangat Good Governance dilingkup IAIN yang bebas dari KKN,” Tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu.

Sarlan menegaskan, jika pihak kampus tidak mengindahkan tuntutan mereka, maka pihaknya bakal membawa persoalan itu hingga ke kementerian dan bersurat ke KPK untuk mengaudit dugaan jual beli jabatan dalam kampus.

“Sebab jika berbicara kriteria dan prestasi yang bersangkutan dinilai cacat dan sangat tidak layak.” Pungkasnya

Rektor IAIN Kendari saat dihubungi via Watshapp oleh awak media untuk dimintai keterangan terkait masalah tersebut belum memberikan jawaban. (rls)




Polres Bombana Kembali Berangkatkan Bantuan Korban Banjir di Konawe

Rumbia, SultraNET | Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kepolisian Resor (Polres) Bombana Kembali memberangkatkan 1 unit mobil, yang memuat berbagai macam jenis sembako, berupa beras dan pasokan makanan lainya, untuk korban banjir di Konawe, pada, Selasa (18/6/19).

Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan saat ditemui awak media ini, menuturkan bahwa hal tersebut merupakan pemberengkatan kedua. Sebelumya pihaknya memberangkan bantuan untuk korban banjir di Konawe Utara (Konut).

“tahap dua ini bantuan kita kirimkan untuk masyarakat konawe,” Ungkapnya saat pemberangkatan bantuan dihalaman kantor Polres Bombana.

Kapolres juga menambahkan, bahwa bantuan yang dikirimkan itu merupakan partisipasi dari Personil Polres, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

“Ini adalah bantuan Polres bombana dan masyarakat bombana untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana banjir ,” Sebutnya.

Untuk itu dirinya berharap bantuan tersebut dapat memupuk rasa persaudaraan dan empati, serta kepedulian terhadap sesama.

“Dengan membantu saudara kita yang membutukan, dalam bentuk perhatian seperti ini dapat mengurangi bebanya.” pungkasnya

 

Reporter : Reksan