Pasangan Jayadin-Deni Siap Daftar ke KPU Kolaka, Ribuan Simpatisan Akan Mengawal

KOLAKA, SULTRANET.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, H. Muhammad Jayadin, SE., ME, dan Deni Germanto Lisan, SH, akan secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka pada 29 Agustus 2024. Selasa (27/8/2024)

Pendaftaran ini merupakan langkah penting dalam proses Pilkada Kolaka, yang akan menentukan pemimpin daerah untuk periode 2024-2029.

Koordinator Relawan Pemenangan Kecamatan Wundulako, Gatot Mudjaini, dalam keterangannya pada Selasa, 27 Agustus 2024, mengonfirmasi bahwa pasangan Jayadin-Deni akan diiringi oleh Koordinator Relawan Kecamatan se-Kabupaten Kolaka, bersama ribuan simpatisan.

“Ya, beliau insya Allah akan diantar oleh ribuan simpatisan,” ungkap Gatot Mudjaini.

Gatot juga menyatakan bahwa saat ini relawan dari berbagai penjuru Kolaka telah bersatu dalam mengawal kemenangan pasangan Jayadin-Deni.

Gatot Mudjaini, Koordinator Relawan Kecamatan Wundulako
Gatot Mudjaini, Koordinator Relawan Kecamatan Wundulako

Menurutnya, dukungan yang diberikan kepada pasangan ini datang dari keikhlasan hati para relawan, tanpa adanya paksaan atau tekanan.

“Relawan-relawan saat ini telah tersebar dari segala penjuru dan telah solid mengawal kemenangan beliau, yang itu semua bukan paksaan dan tekanan tetapi dari hati dan keikhlasan masing-masing,” tambah Gatot Mudjaini.

Untuk menjaga kelancaran acara pendaftaran, Gatot mengimbau seluruh simpatisan agar tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya saat mengawal pasangan Jayadin-Deni menuju Sekretariat KPU Kolaka. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar proses pendaftaran berjalan lancar dan aman.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Kolaka telah mengumumkan jadwal pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2024.

Proses pendaftaran ini menjadi tahap krusial dalam perjalanan Pilkada Kolaka 2024, dimana masyarakat Kolaka akan memilih pemimpin baru untuk lima tahun ke depan.

Pasangan Jayadin-Deni merupakan salah satu kandidat kuat dalam Pilkada ini, dengan dukungan yang solid dari berbagai kalangan masyarakat Kolaka.

Perjalanan politik mereka hingga saat ini mencerminkan tekad untuk melanjutkan pembangunan dan kesejahteraan di Kabupaten Kolaka.




Evaluasi Kinerja Triwulan III: Pj. Bupati Bombana Paparkan Pencapaian dan Strategi di Kemendagri

Jakarta – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, memimpin pemaparan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Bombana untuk Triwulan III Tahun 2024 di hadapan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (27/8/2024). Dalam kegiatan yang berlangsung di kantor Inspektorat Jenderal Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Timur No. 8, Jakarta Pusat, Edy Suharmanto didampingi Sekretaris Daerah dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam pemaparannya, Edy Suharmanto menguraikan sejumlah pencapaian signifikan yang telah diraih Bombana selama periode evaluasi 27 Mei hingga 27 Agustus 2024. Beberapa program unggulan yang menjadi fokus adalah peningkatan infrastruktur dasar, seperti pembangunan dan rehabilitasi jalan serta penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat.

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Pemerintah Bombana telah meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pengadaan fasilitas kesehatan yang lebih memadai dan pemberdayaan tenaga medis di daerah terpencil. Dalam hal kesejahteraan sosial, Edy menyoroti langkah-langkah pengentasan kemiskinan ekstrem dengan fokus pada pemberian bantuan langsung tunai, pelatihan keterampilan kerja, serta penyediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat kurang mampu.

Di samping pencapaian, Pj. Bupati Bombana juga memaparkan tantangan yang dihadapi selama Triwulan III, seperti kendala anggaran, kurangnya infrastruktur penunjang di beberapa wilayah, dan tantangan geografis yang menghambat akses pembangunan. Untuk mengatasi hal ini, Edy memaparkan strategi solutif yang meliputi peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat, optimalisasi anggaran melalui efisiensi program, serta penguatan perencanaan berbasis data.

“Program pembangunan kami tidak lepas dari tantangan, tetapi hal ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat Bombana. Kami berharap evaluasi ini dapat menjadi ajang berbagi masukan konstruktif dari Kemendagri untuk memperbaiki kinerja ke depan,” ujar Edy Suharmanto dalam sambutannya.

Edy juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan. Laporan ini, menurut Edy, bukan hanya bentuk transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga komitmen pemerintah Bombana untuk terus berbenah dalam melayani masyarakat.

Kemendagri menyambut baik pemaparan ini dan memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih. Pihak Inspektorat Jenderal menggarisbawahi pentingnya peningkatan koordinasi lintas sektor untuk memaksimalkan dampak dari setiap kebijakan yang diambil.

Pemaparan evaluasi kinerja ini menjadi wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Edy berharap laporan ini dapat menjadi pijakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih strategis ke depan.

“Transparansi adalah kunci dalam pemerintahan yang melayani. Kami akan terus memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang kami jalankan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bombana,” pungkas Edy.

Acara yang berlangsung selama beberapa jam ini juga menjadi ruang diskusi yang produktif antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan pihak Kemendagri. Masukan dan arahan dari Kemendagri akan menjadi dasar bagi Bombana dalam menyusun langkah strategis untuk menghadapi Triwulan IV mendatang.

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Bombana optimis dapat membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung pembangunan nasional.




Politeknik Bombana Sambut Mahasiswa Baru

Bombana, SultraNET.com – Politeknik Bombana resmi menyambut 102 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2024.

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Unggul yang Berjiwa Interaksi (Inovatif, Terampil, Aktif, dan Sigap) dalam Menghadapi Era Digital dan Revolusi Industri 4.0”, berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2024 di Aula Kampus 1 Politeknik Bombana.

Kegiatan PKKMB ini bertujuan untuk membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus serta dunia akademik secara lebih mendalam.

Direktur Politeknik Bombana, Sainal Abidin, S.Si., M.M., dalam sambutannya, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah awal untuk pengembangan diri dan adaptasi di lingkungan kampus.

“Manfaatkan kegiatan ini untuk memperluas wawasan dan mengenal Politeknik Bombana lebih dalam,” ujarnya. Senin (26/8/2024)

Ketua Panitia Pelaksana PKKMB 2024, Muhammad Rizal, SKM, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa baru melalui proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan baru serta memberikan bekal untuk kesuksesan mereka di perguruan tinggi.

“Mahasiswa diharapkan dapat berproses dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi sehingga nantinya menjadi lulusan yang berpengetahuan mendalam, berakhlak baik, mencintai tanah air, dan berdaya saing global,” jelas Muhammad Rizal.

PKKMB 2024 diikuti oleh 102 mahasiswa yang tersebar di empat program studi di Politeknik Bombana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Penjabat Bupati Bombana dan Dinas PUPR Bombana.

Para peserta akan mendapatkan materi dari berbagai pemateri, termasuk Kejaksaan Negeri Bombana, Kapolres Bombana, dan Dandim 1431 Bombana.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan mahasiswa baru bekal dan motivasi yang diperlukan untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan penuh semangat dan kesiapan. (Rls)




Revitalisasi Budaya dan Bahasa Moronene, IPPMAR Gelar Seminar Kebudayaan

Bombana, SultraNET.com – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Rarowatu (IPPMAR) menyelenggarakan seminar kebudayaan Moronene dengan tema “Revitalisasi Budaya dan Bahasa Moronene di Era Modernisasi” di rumah adat Rahampu’u Wonua, Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai budaya Moronene yang mulai pudar di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Bombana.

Seminar yang diikuti oleh 85 peserta ini melibatkan 10 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bombana, mulai dari tingkat SMP hingga SMA, serta beberapa tamu undangan.

Acara ini berlangsung selama satu hari, pada Minggu, 25 Agustus 2024, dan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Anton Ferdinan, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bombana.

Ketua panitia, Kristian Abil Kornelis, dalam sambutannya mengajak seluruh pemuda, pelajar, dan mahasiswa Kabupaten Bombana untuk terus menjaga dan melestarikan identitas bangsa.

“Marilah kita semua, khususnya pemuda, pelajar, dan mahasiswa Kabupaten Bombana, menjaga dan melestarikan identitas kebangsaan ini,” ujar Kristian.

Aumni Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 4 dari Universitas Sriwijaya, Kristian berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan serta kepedulian para pemuda terhadap realitas yang dihadapi suku Moronene.

“Dengan adanya seminar ini, saya berharap wawasan serta pengetahuan kita dapat berkembang dan menjadi loncatan awal untuk kebangkitan kebudayaan kita. Hilangkan sifat apatisme dan mari peka terhadap realita yang dihadapi suku Moronene. ‘Kai saiya cita niamo penda’,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Anton Ferdinan menyoroti fenomena menurunnya penggunaan bahasa Moronene di tengah keluarga.

Menurutnya, bahasa Moronene seharusnya dikembalikan ke dalam lingkungan rumah tangga, namun justru tidak lagi mendapat ruang yang memadai di tengah keluarga.

“Ada fenomena di mana penggunaan bahasa Moronene seharusnya dikembalikan ke rumah, namun di dalam keluarga justru tidak mendapat ruang,” jelasnya.

Untuk meminimalisir fenomena tersebut, Anton menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mengajarkan bahasa Moronene kepada anak-anak.

“Orang tua di rumah harus mengajarkan bahasa Moronene, karena belum tentu anak-anak kita akan mendapatkan bahasa tersebut dari luar,” ungkapnya.

Acara ini diharapkan menjadi titik awal bagi revitalisasi budaya dan bahasa Moronene di tengah modernisasi, serta membangkitkan semangat generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian budaya daerahnya.

Pewarta : Azuli

 




Diduga Meteor Jatuh di Langit Wakatobi

Wakatobi, Sultranet.com – Pada dini hari Sabtu, 24 Agustus 2024, sekitar pukul 05.20 WITA, sebuah objek bercahaya yang diduga meteor terlihat meluncur di langit Wakatobi.

Peristiwa ini berhasil direkam oleh seorang pengguna media sosial, Madi, yang mengunggah video tersebut ke Facebook.

Dalam video yang diunggah, tampak jelas sebuah cahaya yang membentuk ekor panjang saat meteor melintas sebelum akhirnya menghilang.

Madi dalam keterangan video tersebut menuliskan, “Fenomena alam di Wakatobi tepat jam 05.20 pagi belum diketahui, entah apa dugaan kami, apakah siang he atau dari planet lain.”

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa ini, termasuk laporan mengenai kerusakan yang mungkin disebabkan oleh benda langit tersebut.

Beberapa warganet memberikan tanggapan di video tersebut, dengan berbagai spekulasi mengenai objek yang terlihat.

Salah satu komentar, dari Rahma Tiya Damrin, menulis, “Meteor kali, pecah ketika masuk bumi.” Sementara itu, Annazlita Syamsiara Prasyad berkomentar, “Ini satelit Starlink Elon Musk lagi lewat, beruntung sekali lewat di atas langit Wakatobi.”

Pihak berwenang diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi mengenai peristiwa ini dan kemungkinan dampaknya.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari sumber yang terpercaya.

Pewarta : Idin




Rencana Pembangunan Industri Bombana 20 Tahun ke Depan Diseminarkan 

Bombana, SultraNET. – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) Kabupaten Bombana Tahun 2024-2044 pada Jumat (23/8/2024). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, yang mewakili Pj. Bupati Bombana di Ruang Rapat Tina Orima, Kantor Bupati Bombana.

Seminar ini merupakan langkah penting dalam penyusunan RPIK yang akan menjadi pedoman pembangunan industri selama dua dekade mendatang. Drs. Man Arfa menegaskan pentingnya dokumen ini, yang harus disusun sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Kebijakan Industri Nasional (KIN), sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Rencana Pembangunan Industri Daerah harus selaras dengan tata ruang wilayah, agar pembangunan industri dapat menghindari dampak lingkungan negatif dan potensi konflik penggunaan lahan,” ungkap Man Arfa dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan industri, sebagai kegiatan bisnis, harus memenuhi kaidah tekno-ekonomis untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan.

Dalam dokumen RPIK yang sedang disusun, pemerintah menargetkan agar pembangunan industri di Bombana dapat lebih terarah, tepat sasaran, dan sesuai dengan potensi lokal yang ada.

“Dokumen ini akan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan pembangunan industri yang berdaya guna, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bombana,” tambah Man Arfa.

Seminar tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Para peserta aktif berdiskusi dan memberikan masukan konstruktif, dengan harapan dokumen RPIK yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan industri yang berkelanjutan di Bombana.

Seminar ini juga menjadi forum penting untuk menciptakan sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan strategi pembangunan industri yang berkelanjutan. Keberhasilan penyusunan RPIK ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri yang lebih inklusif dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat selama 20 tahun ke depan. (PPID Bombana)

 




Persiapan Pasukan Pengamanan Pilkada Bombana Diperiksa

Bombana, SutraNET. – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, menghadiri apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Anoa 2024 yang digelar oleh Polres Bombana pada Jumat (23/8/2024).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Polres Bombana, sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel dan sarana prasarana (Sarpras) untuk memastikan Pilkada 2024 berjalan aman dan lancar.

Dalam apel tersebut, Pj. Bupati Bombana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada.

“Operasi Mantap Praja Anoa 2024 adalah upaya bersama untuk memastikan pilkada berjalan dengan damai dan sukses. Kami berharap semua pihak telah siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” ujar Edy Suharmanto saat ditemui.

Kapolres Bombana, Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si, yang memimpin apel gelar pasukan, membacakan amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan pengamanan maksimal selama tahapan Pilkada 2024.

Polres Bombana telah membentuk pola pengamanan berbasis wilayah atau zonasi, di mana personel Polres dan Polsek jajaran siap dimobilisasi jika diperlukan.

Sebagai bagian dari Operasi Mantap Praja 2024, Polri juga meluncurkan operasi cooling system 2024 untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi polarisasi yang dipicu oleh berita hoaks, isu SARA, propaganda, dan kampanye hitam yang bisa mengganggu stabilitas keamanan selama pilkada.

“Kami telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pilkada. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sangat kami butuhkan,” tambah Kapolres Roni Syahendra.

Acara apel tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, perwakilan TNI, serta anggota Polres Bombana. Setelah apel, dilakukan pengecekan personel pengamanan untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan. Diharapkan, pengamanan ini dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi mApel Gelar Pasukan Pilkada BombanaApel Gelar Pasukan Pilkada BombanaApel Gelar Pasukan Pilkada BombanaSApel Gelar Pasukan Pilkada BombanaApel Gelar Pasukan Pilkada Bombanaasyarakat Kabupaten Bombana untuk memilih dengan tenang dan bebas dari segala bentuk intimidasi. (PPID Bombana)

 




Bombana Siap Amankan Pilkada 2024: Pj. Bupati Hadiri Apel Operasi Mantap Praja Anoa

Bombana – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, menghadiri apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Anoa 2024 yang digelar Polres Bombana pada Jumat (23/8/2024). Acara yang berlangsung di halaman Kantor Polres Bombana ini menjadi momen penting dalam memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Apel gelar pasukan tersebut merupakan langkah strategis untuk melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Mantap Praja. Dengan fokus utama pada keamanan dan ketertiban, acara ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif selama tahapan Pilkada berlangsung.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang solid adalah kunci untuk memastikan kelancaran pesta demokrasi di Bombana.

“Operasi Mantap Praja Anoa 2024 adalah wujud komitmen bersama untuk menjaga stabilitas selama Pilkada. Dengan kesiapan semua pihak, kami optimis Pilkada ini dapat berjalan damai, sukses, dan bebas dari gangguan,” ujar Edy Suharmanto.

Kapolres Bombana, AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si, yang memimpin apel tersebut, menyampaikan amanat Kepala Kepolisian RI. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pengamanan maksimal selama seluruh tahapan Pilkada. Ia juga menjelaskan bahwa Polri telah mempersiapkan pola pengamanan berbasis wilayah atau zonasi untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kami telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan, termasuk operasi cooling system 2024. Operasi ini bertujuan membangun narasi persatuan dan mencegah polarisasi akibat berita hoaks, isu SARA, propaganda, maupun kampanye hitam,” ujar Kapolres.

Operasi Mantap Praja juga didukung oleh koordinasi erat antara Polres dan Polsek jajaran, yang akan dimobilisasi sesuai kebutuhan. Polri menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

Selain upacara apel, acara ini juga melibatkan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh elemen yang terlibat telah siap menjalankan tugas mereka di lapangan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan TNI, anggota Polres Bombana, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan Pilkada 2024.

Pilkada serentak 2024 menjadi tantangan besar, terutama dalam menjaga keamanan di tengah dinamika politik lokal. Operasi Mantap Praja menjadi jawaban atas tantangan tersebut, dengan harapan mampu menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat Bombana untuk menyalurkan hak pilihnya secara tenang dan bebas intimidasi.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Pilkada tetap damai. Masyarakat berhak memilih dengan bebas tanpa rasa takut atau tekanan,” tambahnya.

Apel ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadapi setiap tantangan yang mungkin timbul selama tahapan Pilkada berlangsung. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap sinergi yang terbangun akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas daerah.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kita optimis Pilkada ini dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang damai dan bermartabat,” tutup Edy Suharmanto.

Acara apel gelar pasukan ini menandai dimulainya Operasi Mantap Praja Anoa 2024, yang akan berlangsung selama seluruh tahapan Pilkada. Dengan kesiapan yang matang, Bombana siap menyongsong Pilkada yang aman, damai, dan sukses.




Bombana Susun Rencana Pembangunan Industri 2024-2044: Sekda Resmi Buka Seminar Akhir

Bombana – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, secara resmi membuka Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) Kabupaten Bombana Tahun 2024-2044, Jumat (23/8/2024). Acara strategis ini digelar di Ruang Rapat Tina Orima, Kantor Bupati Bombana, dengan dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Seminar ini menjadi momen penting dalam upaya menyusun dokumen RPIK yang akan menjadi acuan pembangunan industri di Bombana selama dua dekade ke depan. Penyusunan dokumen ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang mewajibkan pemerintah daerah menyelaraskan rencana pembangunan industri dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Kebijakan Industri Nasional (KIN).

Dalam sambutannya, Sekda Man Arfa menekankan pentingnya dokumen RPIK sebagai pedoman utama untuk memastikan pembangunan industri di Bombana berjalan sesuai arah, tepat sasaran, dan berdaya guna. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara RPIK Kabupaten Bombana dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulawesi Tenggara dan RIPIN.

“Desain pembangunan industri Kabupaten Bombana dalam bentuk dokumen RPIK ini diharapkan tidak hanya selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi, tetapi juga mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bombana,” ujar Man Arfa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan industri harus mematuhi aspek tata ruang yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak lingkungan dan menghindari konflik penggunaan lahan. Selain itu, implementasi kegiatan industri harus memenuhi prinsip kelayakan teknis dan ekonomis, mengingat industri adalah sektor bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Man Arfa juga menekankan bahwa RPIK akan memuat langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Bombana. Dengan pendekatan berbasis potensi daerah, pemerintah daerah berharap mampu menciptakan industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Langkah-langkah strategis dalam dokumen RPIK akan menjadi panduan bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor industri. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk mendukung implementasi rencana ini,” tambahnya.

Seminar ini menjadi ruang diskusi yang produktif, di mana para peserta memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen RPIK. Masukan tersebut mencakup penguatan potensi lokal, inovasi teknologi, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia yang mendukung sektor industri.

Selain itu, dokumen RPIK juga diharapkan mampu memberikan arah pembangunan industri yang berkelanjutan, dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan industri di Bombana tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Seminar ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus mendorong pembangunan yang terencana dan berkesinambungan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dokumen RPIK diharapkan mampu menjadi landasan kuat dalam mewujudkan visi Bombana sebagai salah satu pusat industri unggulan di Sulawesi Tenggara.

Acara yang berlangsung selama beberapa jam ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyelesaikan dokumen RPIK sesuai jadwal, sehingga dapat segera ditetapkan sebagai peraturan daerah. Dengan dokumen RPIK yang komprehensif, Bombana optimis mampu menjawab tantangan pembangunan industri di masa depan, sekaligus memaksimalkan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Penyusunan dokumen ini adalah langkah besar untuk memastikan bahwa Bombana siap menjadi salah satu pemain utama dalam pembangunan industri berkelanjutan. Kolaborasi semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan implementasinya,” tutup Man Arfa.




Pj. Bupati Bombana Hadiri Penetapan MoU Perubahan APBD 2024

Bombana, SultraNET. – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bombana pada Kamis (22/8).

Rapat tersebut bertujuan untuk membahas dan menyetujui penetapan serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2024, yang kini menjadi Perubahan KUA dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran (PPA) APBD 2024.

Dalam rapat yang dihadiri oleh anggota DPRD dan sejumlah pejabat daerah, Edy Suharmanto menekankan pentingnya perubahan ini sebagai langkah untuk menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah yang mendesak.

Penetapan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program strategis dan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, sehingga pembangunan di Bombana dapat berjalan lebih optimal.

“Perubahan KUA dan PPA APBD ini adalah respons kami terhadap dinamika kebutuhan pembangunan daerah. Dengan adanya penyesuaian ini, kami berharap anggaran dapat dialokasikan secara lebih tepat guna menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” ujar Edy Suharmanto.

Selama rapat, berbagai aspek dari perubahan KUA dan PPA APBD dibahas secara mendetail, termasuk penyesuaian alokasi dana untuk sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Diskusi yang mendalam ini bertujuan untuk memastikan bahwa perubahan anggaran tersebut mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.

Penandatanganan MoU oleh Pj. Bupati Bombana dan pihak DPRD menandai langkah awal yang penting dalam implementasi anggaran yang lebih responsif dan efektif. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun DPRD, untuk terus berkolaborasi dan bekerja sama demi kemajuan Kabupaten Bombana. Hanya dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran digunakan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dengan penetapan dan penandatanganan MoU ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap perubahan KUA dan PPA APBD 2024 dapat segera diimplementasikan, membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sumber: Kominfo