Pantau Arus Mudik Lebaran, Kapolsek Kabaena Timur Harap Utamakan Keselamatan

Kabaena, SultraNET. | Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang tinggal menghitung hari lagi, Pelabuhan Very Kabaena Timur, Kabupaten Bombana mengalami puncak kepadatan oleh Para pemudik dari luar daerah khususnya dari Pelabuhan Kasipute Ibu kota Kabupaten Bombana.

Kapolsek Kabaena Timur IPDA Bastian Hamsa saat memantau arus mudik lebaran (2/6/2019) kepada awak media ini mengatakan, padatnya penumpang kapal yang berasal dari pelabuhan Kasipute itu disebabkan karena hari ini merupakan jadwal terakhir kalinya kapal tersebut beroperasi hingga hari raya idul Fitri nanti.

“Penumpang yang datang dari kasipute ini yang sangat padat, apalagi kapal very ini adalah operasi terakhirnya sampe Hari Raya”, jelasnya.

Disamping itu, pihaknya terus memastikan agar dengan padatnya arus mudik ini kondisi tetap kondusif dan aman.

“Kami bersama Aparat TNI, ASDP, Syahbandar serta petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana terus melakukan upaya agar para penumpang kapal bisa naik dan turun dari kapal dengan selamat”, urai Bastian.

Bastian berharap Kepada para Penumpang Kapal, ABK Kapal, Tukang Ojek dan Sanak Keluarga yang datang menjemput saudaranya agar lebih mengutamakan keselamatan Bersama.

“Saya harap semua dapat tertib sehingga keselamatan bersama dapat tercipta” Pungkasnya




Peringati Hari Lahir Pancasila, Rusman Emba : Dalam Perbedaan Kita Dipersatukan

SultraNET, Raha | Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila bertempat di Lapangan Kantor Bupati Muna, Sabtu (1/6/2019).

Bupati Muna, LM Rusman Emba ST, kepada awak media usai memimpin upacara menuturkan bahwa pelaksaan peringatan hari lahir Pancasila yang baru saja digelar dengan upacara bendera tersebut bertujuan agar selalu mengingatkan kita bahwa Pancasila itu merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia

“Pancasila itu Sekaligus sebagai dasar negara, yang merupakan jiwa dan falsafah hidup dalam berbangsa serta sumber hukum sebagai cita-cita rakyat dan Bangsa Indonesia” Ucapnya

Mantan senator DPD-RI itu mengutarakan bahwa Memperingati hari lahir Pancasila itu berati sama dengan memperingati semangat persatuan dan kesatuan kita, bahwa walaupun berbeda suku dan agama tetapi mempunyai satu komitmen yang di bangun melalui pancasila.

Sehinga perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan tempat dapat di satukan oleh komitmen berpancasila

“Jadi semangat memperingati hari kelahiran pancasila hari ini kembali kejati diri kita bahwa dalam perbedaan-perbedaan itu kita di persatukan” urai Rusman Emba

Disinggung Mengenai ASN yang tidak sempat hadir dalam upacara hari lahir pancasila ini, Rusman Emba menyampaikan bahwa hal  itu merupakan tindakan ketidak kedisiplinan ASN.

“Saya akan memerintahkan sekda untuk mendata yang tidak hadir dan diberikan peringatan” pungkasnya (BORJU)




Alumni SMAN 2 Raha Gelar Baksos Sunatan Massal

MUNA, SultraNET.COM | Alumni SMA Negeri 2 Raha atau kerap disingkat SMANDARA Angkatan 2005 menggelar Bakti Sosial Sekaligus dirangkaikan dengan Kegiatan Sunatan Massal bertempat di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu  (25/5/2019).

Wa Ode Apriliastuti, Koordinator kegiatan Baksos tersebut saat di temui awak media HarapanSultra.COM mengungkapkan bahwa kegiatan Bakti Sosial sekaligus Sunatan masal ini digelar sebagai bentuk Kepedulian Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 dalam mengisi Kegiatan di Bulan suci Ramadhan sekaligus berbagi kepada sesama ummat dan sekaligus sebagai agenda rutin yang digelar disetiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan.

“Kita memilih kegiatan ini disebabkan alumni 2005 memiliki cukup tenaga teknis kesehatan untuk bisa melakukan sunatan massal, sehingga kita berdayakan sebagai bentuk sumbangsih angkatan 2005 SMANDARA kepada daerah Kabupaten Muna yang kita cintai bersama ini” Ucap Wanita yang kerap disapa Tuti itu

Lanjut Wa Ode Apriliastuti yang juga berprofesi sebagai Apoteker itu, Kegiatan sunatan masal tersebut diprioritaskan kepada anak dengan kategori berasal dari keluarga yang penghasilan rendah sehingga dapat menciptakan generasi sehat untuk saat ini dan yang akan datang.

“Usai kegiatan sunnatan ini, kami tetap memberikan perawatan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter,” bebernya

Pada kesempatan tersebut Wa Ode Apriliastuti mewakili rekan rekan Alumni SMA 2 Raha Angkatan 2005 menghaturkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan kabupaten Muna berkat bantuan yang disalurkan melalui Intalasi Farmasi berupa bahan habis pakai dan obat obatan serta kepada dr. Ruth Damayanti yang bersedia menjadi dokter penanggung jawab, sehingga kegiatan Baksos dapat terlaksana dengan baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini, khusunya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Kepada Ibu dr. Ruth Damayanti” Tutupnya

Dari Pantauan Awak Media ini, Usai dilakukan kegiatan sunatan massal, anak anak yang telah disunnat langsung diberikan bingkisan berupa sarung dan uang tunai. (Br)




Pemkab Muna Tegaskan Segera Bangun TPA di Desa Wawesa

Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan bakal segera membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah  Modern di Desa Wawesa, Kecamatan Bata Laiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ( Sultra).

Hal tersebut disampaikan Sumi Tahta Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ditemui awak media HarapanSultra.COM usai rapat kordinasi di Galampano, Rabu, (15/5/2019.

Menurutnya isu yang beredar dimasyarakat bahwa pembangunan TPA tersebut batal hanya merupakan isu biasa dan tidak perlu ditanggapi.

“Itu tidak benar, bagaimana mau batal, besok itu sudah dilakukan proses awal dengan peletakan batu pertama oleh Bapak Bupati Muna LM Rusman Emba ST, ” ucapanya.

Lanjut Sumi Pembangunan TPA tersebut, Pemkab Muna hanya menyiapkan lokasi sedangkan pembangunannya dikerjakan langsung oleh Kementrian PUPR dengan anggaran sebesar Rp. 12.654.754.000,- (Dua belas miliar enam ratus lima puluh empat juta tujuh ratus lima puluh empat ribu rupiah) yang berasal dari Anggaran APBN murni.

“Untuk bangunan TPA direncanakan dibangun diatas tanah seluas 8 hektar yang berada tidak jauh dari Kota, jadi tidak butuh waktu lama menuju ke penampungan,” kata Sumi Tahta.

Terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan Peletakan Batu Pertama pembangunan TPA tersebut yang rencananya digelar besok (16/5/2019), mantan Kasat Pol PP ini menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerjunkan Tim dari DLH untuk memeriksa lokasi serta menyiapkan keperluan lainnya.

“Kita sudah antisipasi semuanya, intinya semua sudah ready, ” ujarnya.

Sumi Tahta menambahkan bahwa Kabupaten Muna merupakan satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Pembangunan TPA sampah dimana nantinya jika TPA ini telah selesai dibangun dan dioperasikan maka sampah organik dan non organik nantinya sudah dapat diolah di TPA tersebut.

“Insya Allah pembangunan ini direncanakan selesai Desember, jadi sebelum Desember sudah harus ada armadanya,” pungkasnya (Borju)

Sumber: https://www.harapansultra.com/pemkab-muna-tegaskan-segera-bangun-tpa-di-desa-wawesa/




Hadiri Launcing Smart City, H. Tafdil Ajak Seluruh OPD Segara Beralih dari Generasi Cui-Cui

Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Sukses meresmikan Aplikasi Inovatif Berbasis Informasi Publik yang dikenal Smart City “Bombana Smart Regency “.  Luancing Aplikasi itu di hadiri langsung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kajari Bombana, Dan Kapolres Setempat Pada Jum’at (01/03/2019).

Membuka acara yang sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Aplikasi Bombana Smart Regency dan IMM, Bupati Bombana, H. Tafdil sangat mengapresiasi Inovasi dan Kreasi Dinas Keminfo.

Selain Apresiasi darinya, Bupati Bombana Dua Priode itu juga mengajak semua OPD untuk segera beralih dari Generasi Cui-Cui menuju Generasi Android.

“Kita sudah sangat ketinggal, sebentar lagi mas Generasi ke empat (4,0) yang serba IT, Jadi untuk Semua OPD yang masih terbiasa pada layanan Cui-Cui Ayo kita beralih ke sistem Android ,” Sambutan Tafdil.

Suasana Ruangan yang dipadati oleh OPD Se-Kabupaten Bombana saat Launcing Smart Regency.
Suasana Ruangan yang dipadati oleh OPD Se-Kabupaten Bombana saat Launcing Smart Regency.

Menurutnya, Dengan melalui Aplikasi Smart City itu memudahkan tampilan Daerah Kaya akan Tambang dan memiliki tampilan tata ruang Yang baik itu gampang di Update.

“Melalui Aplikasi ini, segala bentuk Updetan Kondisi Bombana akan mudah di tampilkan, tinggal Klik langsung muncul,” lanjutnya.

Sebelum menutup sambutannya, Pihaknya menghimbau kepada Kepala-kepala Dinas untuk Berinovasi demi kemajuan Vonua Bombana.
(HIR)

Sumber: https://www.harapansultra.com/buka-launcing-smart-city-h-tafdil-ajak-seluruh-opd-segara-beralih-dari-generasi-cui-cui/




Disoal Foto Caleg Terpasang Di Status WA, Kadis Pajak Wakatobi : Saya Paham Aturan

Wakatobi, SultraNET. | Sebagai Aparatur Sipil Negara, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Wakatobi, Samsul Bahri sudah siap jika Ia harus berurusan dengan Bawaslu akibat status yang terpasang di WhatsApp

Konseskuensi itu bakal diterimamya setelah diketahui status Whatsapp pribadinya terdapat foto salah seorang calon anggota legislatif DPRD Provinsi.

“Sebagai kepala dinas dan orang yang berpendidikan saya paham dengan aturan yang mengikat Aparatur Sipil Negara, tidak mungkin saya senekat itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Samsul Bahri sendiri tidak mengetahui status tersebut. Ia mengatakan Status itu diunggah saat Dirinya sedang menghadiri kegiatan Musrenbang di pulau Tomia dan baru diketahui setelah ada orang yang menghubunginya.

Beberapa menit setelah foto yang menimbulkan pertanyaan banyak pihak itu terunggah, baru kemudian dapat dihapus dari ponselnya.

“Saya Berani bersumpah, Jangankan untuk mengunggah foto itu di status WA. menghapusnya saja, saya minta kepada teman,” Kata Samsul Kepada media ini, Sabtu (07/02/2019).

Kadis pajak itu menduga, foto Caleg sengaja dipasang oleh orang yang ingin menjatuhkan dirinya. Pasalnya, ponsel pintar miliknya saat itu sedang ditinggalkan ditempas cas.

Belum lagi, kata Dia Hendphonnya tidak diberikan tombol pengunci atau kata sandi.

“Sengaja saya tidak pasang kata sandi, sebab kalau saya berada di rumah anak anak biasa pegang hapeku,” Ucapnya.




Tomia 24 Jam Dialiri Listrik, Arhawi Upayakan Semua Pulau Wakatobi Kebagian

Wakatobi, SultraNET. |  Dalam Kegiatan Musrembang di Kecamatan Tomia, Kamis (07/08/2019) Bupati Wakatobi, Arhawi membeberkan berbagai capaiannya menjelang tiga tahun Dirinya memimpin. mulai dari Pendidikan bersinar, Kesehatan bersinar, hingga berbabagai infrastruktur yang telah dibangunnya.

Pada kesempatan itu, Arhawi menyinggung masalah krusial yang dulunya menjadi keluhan masyarakat pulau tomia.

“Jika dulu masyarakat tomia hanya merasakan listrik 12 jam, kini sudah berbeda, listrik di Tomia sudah 24 jam,” Ucapnya.

Meski demikian, Ketua DPD partai Golkar tersebut berharap agar listrik 24 jam dapat dirasakan semua masyarakat Wakatobi bukan hanya pulau Wangi-wangi dan pulau Tomia.

“Sekarang kita masih mengupayakan agar kaledupa dan binongko dapat merasakan listrik 24 jam ini,” tukasnya.

Harapan itu lanjut Arhawi, tidak akan sulit untuk direalisasikan. Pasalnya Wakatobi merupakan daerah pariwisata yang sudah masuk dalam prioritas nasional sehingga berbagai fasilitas pendukung pariwisata akan mudah dikucurkan melalui dana APBN.

“Kemarin Wakil JM wilayah Makassar telah berkomitmen. Insya Allah di 2020 Kaledupa juga bisa 24 jam. Setelah proses Administrasi, diupayakan mesinnya tahun ini dikirim ke Kaledupa,” bebernya.

Kebutuhan akan listrik di empat pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko tidak terlepas dari upaya pemerintah kabupaten Wakatobi mempercepat sektor unggulannya yaitu Pariwisata, Kelautan dan perikanan serta perdagangan antar pulau.

“Selain industri pariwisata kita yang sudah mulai membangun Indusrtri perikanan. seperti TPI yang baru beberapa bulan kita resmikan di kecamatan tomia timur. tempat tempat seperti itu membutuhkan listrik yang hidup 24 jam,” Pungkasnya.




Bangun Sinergitas Dalam Penyelesaian Hukum, Pemkab dan Kejari Wakatobi Teken MOU

Wakatobi, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) terkait penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara, Selasa (05/03/2019).

Nota kesepahaman ditandatangi langsung oleh Bupati Wakatobi, H Arhawi dan Kepala Kejari Wakatobi, Ade Hermawan di Aula Kantor Bupati Wakatobi.

Bupati Wakatobi, H. Arhawi menyebut sejauh ini ada progres yang baik untuk membangun kebersamaan di dalam tugas-tugas pemerintahan. Ia berharap di dalam menjalankan tugas-tugas penyelenggara pemerintahan, bila ada permasalahan hukum kerjasama ini bisa menjadi jawaban untuk menyelesaikan permasalahan hukum tersebut.

“Saya sampaikan kepada ASN agar bisa bekerja secara hati-hati, niat baikpun tidak cukup tapi memahami tata kelola keuangan sangat penting untuk kita ketahui,” Tutur Arhawi.

Orang Nomor satu di Wakatobi ini menyadari memang terdapat beberapa masalah di daerah selama ini yang ada kaitannya dengan aset.

“Dan prosesnya sangat lambat sehingga dengan adanya MoU ini bisa dengan cepat penyelesaian aset khususnya terkait dengan kerugian daerah yang hingga kini belum terselesaikan,” tambahnya.

Kedepan lArhawi kerjasama itu bukan hanya kesepakatan di atas dokumen saja.

“Tapi kita harapkan persoalan-persoalan kaitannya dengan tata usaha negara barangkali lebih intens dikomunikasi dengan pihak kejaksaan selaku pihak yang telah bekerjasama dengan kita. Kita ingin ada tindaklanjutnya MoU ini,” pungkas Arhawi.

Sementara itu Kajari Wakatobi, Ade Hermawan, mengatakan bahwa kerjasama dengan pemerintah daerah terkait hukum perdata dan tata usaha negara merupakan kerjasama yang baik.

“Terdapat lima tugas dan fungsi utama Kejari antara lain penegakan , pertimbangan , pelayanan, pemberian bantuan dan tindakan hukum lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” Tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Pejabat Sekab Wakatobi, La Jumadin dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wakatobi serta pihak Kejari Wakatobi. (S)




Cegah Agama dijadikan Media Kampanye, Kemenag Bombana Gelar Rakor bersama Polres

Bombana, SultraNET. | Di nilai sisi Agama rentan dijadikan alat kampanye politik kebablasan, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bombana gelar rapat koordiansi (Rakor) bersama Polres Setempat pada Rabu (27/2/2019).Rakor tersebut dilakukan antara penegak hukum dan lembaga urusan ummat itu tiada lain merupakan upaya menjaga keutuhan NKRI dari Black Campanye yang kerap kali dimuat dalam bentuk informasi gelap “Hoax”.

Dikesempatan itu, Kapores Bombana, AKBP Andi Adnan.S mengajak Kepada Seluruh Pegawai Kantor Urusan Agama baik dilingkungan Birokrasi pmerintahan hingga kepengurus masjid untuk terus berupaya bersama kepolisian dan penegak hukum lainnya memberikan bimbingan keagaman yang toleran.

“Karena agama sangat rentan digunakan sebagai bahan dan alat kampanye politik, maka kami mengajak kepada Kemenag beserta seluruh jajarannya untuk bersinergitas dengan penegak hukum yang ada guna kita tekankan hingga pada imam-imam masjid, pendakwah dan jamaah kita agar cerdas dalam menyampaikan dan menerima ajaran dan ajakan apapun,” Jelas Andi Adnan dihadapan seluruh staf dan pegawai Kemenag.

Berita Hoax menurutnya sangat Bahaya dan tidak pandangn bulu bagi siapa saja yang disasarnya. sebab jangankan masyarakat bisa lanjut Andi Adnan justru personil kepolisian pun bisa dijebol oleh kekuatan virus berita yang bermuatan Negatif itu.

“kami saja ini dikepolisian masih ada juga yang bisa terpengaruh dengan berita-berita hoax, namun kami langsung tangani,” tambahnya.

Dengan mengangkat contoh kondisi ummat beragamaa di belahan dunia timur tengah dan isu perang agama yang terjadi di Poso beberapa tahun silam, Pihaknya mengajak kepada Kemenag untuk tidak lengah memberantas penyebaran virus dan penyakit propokatif dalam masyarakat khususnya pada masa menjelang pemilu.

Dikesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag, Jumaing S.Ag mengungkapkan akan segera melayangkan himbauan dan peringatan kepada seluruh lapisan keagamaan terkait bahaya berita hoax dan bentuk Kampanye yang tidak boleh diterima.

“Kami akan segera layangkan himbauan kepada imam masjid untuk ikut sosialisasikan bahaya hoax dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu Agama terutama Kriminalisasi ulama yang kerap disebarkan secara terbuka,” ucap Jumaing.




Bawa 5 Kg Sabu Dari Sumatera Selatan, Seorang Kurir Diringkus Di Kendari

Kendari, SultraNET. | Upaya peredaran 5 Kilogram Narkoba berhasil di cekal oleh pihak Kepolisian setelah seorang Kurir Narkoba jenis Shabu berhasil ditangkap oleh jajaran Dit Narkoba Polda Sultra di salah satu hotel di kendari.

Penangkapan terhadap Kurir Narkoba, Darman Alias Away (30) berawal dari informasi yang didapatkan team 0psnal Subdit III, Kamis (21/02/2018) bahwa ada seorang Kurir Narkotika yang membawa Shabu dari Sumatera Selatan ke Kendari dengan menggunakan Pesawat udara.

Menindaklajuti informasi yang diterima, Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui bahwa kurir barang haram tersebut menginap di hotel Swissbell kamar 201.

Untuk mendapatkan barang bukti, penangkapan dilakukan ketika yang bersakutan keluar dari kamar Hotel.

Ditangan tersangka ditemukan tas Ransel yang berisikan Narkotika jenis shabu sebanyak 8 bungkus dengan berat 5 Kg 396 gram, 1 unit Hp merek Redmi 4x Xiaomi, 1 buah koper warna hitam, 1 lembar atm BCA serta Uang tunai 900.000. Rupiah.

Atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan Melakukan lidik pengembangan terhadap bandar dari jaringan khusunya pengirim dan penerima. (Samidin)