Cegah Agama dijadikan Media Kampanye, Kemenag Bombana Gelar Rakor bersama Polres

Bombana, SultraNET. | Di nilai sisi Agama rentan dijadikan alat kampanye politik kebablasan, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bombana gelar rapat koordiansi (Rakor) bersama Polres Setempat pada Rabu (27/2/2019).Rakor tersebut dilakukan antara penegak hukum dan lembaga urusan ummat itu tiada lain merupakan upaya menjaga keutuhan NKRI dari Black Campanye yang kerap kali dimuat dalam bentuk informasi gelap “Hoax”.

Dikesempatan itu, Kapores Bombana, AKBP Andi Adnan.S mengajak Kepada Seluruh Pegawai Kantor Urusan Agama baik dilingkungan Birokrasi pmerintahan hingga kepengurus masjid untuk terus berupaya bersama kepolisian dan penegak hukum lainnya memberikan bimbingan keagaman yang toleran.

“Karena agama sangat rentan digunakan sebagai bahan dan alat kampanye politik, maka kami mengajak kepada Kemenag beserta seluruh jajarannya untuk bersinergitas dengan penegak hukum yang ada guna kita tekankan hingga pada imam-imam masjid, pendakwah dan jamaah kita agar cerdas dalam menyampaikan dan menerima ajaran dan ajakan apapun,” Jelas Andi Adnan dihadapan seluruh staf dan pegawai Kemenag.

Berita Hoax menurutnya sangat Bahaya dan tidak pandangn bulu bagi siapa saja yang disasarnya. sebab jangankan masyarakat bisa lanjut Andi Adnan justru personil kepolisian pun bisa dijebol oleh kekuatan virus berita yang bermuatan Negatif itu.

“kami saja ini dikepolisian masih ada juga yang bisa terpengaruh dengan berita-berita hoax, namun kami langsung tangani,” tambahnya.

Dengan mengangkat contoh kondisi ummat beragamaa di belahan dunia timur tengah dan isu perang agama yang terjadi di Poso beberapa tahun silam, Pihaknya mengajak kepada Kemenag untuk tidak lengah memberantas penyebaran virus dan penyakit propokatif dalam masyarakat khususnya pada masa menjelang pemilu.

Dikesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag, Jumaing S.Ag mengungkapkan akan segera melayangkan himbauan dan peringatan kepada seluruh lapisan keagamaan terkait bahaya berita hoax dan bentuk Kampanye yang tidak boleh diterima.

“Kami akan segera layangkan himbauan kepada imam masjid untuk ikut sosialisasikan bahaya hoax dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu Agama terutama Kriminalisasi ulama yang kerap disebarkan secara terbuka,” ucap Jumaing.




Bawa 5 Kg Sabu Dari Sumatera Selatan, Seorang Kurir Diringkus Di Kendari

Kendari, SultraNET. | Upaya peredaran 5 Kilogram Narkoba berhasil di cekal oleh pihak Kepolisian setelah seorang Kurir Narkoba jenis Shabu berhasil ditangkap oleh jajaran Dit Narkoba Polda Sultra di salah satu hotel di kendari.

Penangkapan terhadap Kurir Narkoba, Darman Alias Away (30) berawal dari informasi yang didapatkan team 0psnal Subdit III, Kamis (21/02/2018) bahwa ada seorang Kurir Narkotika yang membawa Shabu dari Sumatera Selatan ke Kendari dengan menggunakan Pesawat udara.

Menindaklajuti informasi yang diterima, Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui bahwa kurir barang haram tersebut menginap di hotel Swissbell kamar 201.

Untuk mendapatkan barang bukti, penangkapan dilakukan ketika yang bersakutan keluar dari kamar Hotel.

Ditangan tersangka ditemukan tas Ransel yang berisikan Narkotika jenis shabu sebanyak 8 bungkus dengan berat 5 Kg 396 gram, 1 unit Hp merek Redmi 4x Xiaomi, 1 buah koper warna hitam, 1 lembar atm BCA serta Uang tunai 900.000. Rupiah.

Atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan Melakukan lidik pengembangan terhadap bandar dari jaringan khusunya pengirim dan penerima. (Samidin)




SAKIB Award MenPAN-RB, Wakatobi Raih Predikat B

Wakatobi, SultraNET. | Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Drs Syarifuddin memberikan secara langsung penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award tahun 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi dengan predikat Baik (B), Selasa (19/2/2019).

Penjabat Sekda Wakatobi La Jumadin mengatakan pengakuan itu merupakan hasil penilaian Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan dan RB) yang diterima Pemda Wakatobi untuk penilaian Tahun 2018.

“Pemerintah Wakatobi saat ini telah di apresiasi oleh pemerintah pusat. Bahwa sistem pengawasan kita di setiap OPD sudah mulai baik, dan sistem penginputan data dimasing-masing instansi juga sudah mulai baik,” ujar La Jumadin, Rabu (20/02/2019).

Ia menuturkan, selama ini laporan SAKIP pemkab Wakatobi hanya bisa mampu mendapatkan predikat C. Bahwa predikat B merupakan lompatan yang baik, dengan melewati nilai predikat B. Pemda telah membuktikan bahwa sistem pemerintah saat ini sudah berjalan dengan baik.

“Ini adalah prestasi kita bersama. Ini juga merupakan lombatan yang baik dari C ke B. Bahwa progres pengawasan internal pemerintah daerah sudah diapresiasi oleh pemerintahan pusat,” tutupnya (SAMIDIN)




Gubernur BI saat memberikan Hadiah kepada siswi pemenang lomba mewarnai

Wakatobi, SultraNET. | Penyambutan Musadaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-X dan Festival Lasqi Ke-III diramaikan oleh kurang lebih 4.000 orang lakukan longmars dibarengi dengan mengumandangkan Salawat Nabi, Rabu (20/02/2019).

Peserta yang tergabung dalam puluhan kafilah didatangkan dari semua desa, kelurahan, instansi pemerintah dan sekolah seantero wilayah Wakatobi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Usman mengatakan, jumlah peserta yang begitu banyak dikarenakan diwajibkan setiap desa dan kelurahan membawa perwakilan 15 orang. belum lagi ditambah dengan peserta yang datang dari pemerintah dan sekolah sekolah.

Bupati Wakatobi,H.Arhawi yang memimpin kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur muspida lainya dipanggung kehormatan dihalaman Rujabnya, terlihat cukup antusias menyaksikan kafilah berlalu satu persatu.

Pantauan kami, semarak pawai taaruf kali ini tidak hanya mengumandangkan Shalawat Nabi akan tetapi beberapa kafilah ikut menampilkan seragam warna-warninya, atraksi, yel-yel hingga lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Rencananya, kegiatan MTQ dan festival Lasqi itu akan digelar selama enam hari mulai 20 februari hingga 26 februari 2018. (Samidin)




Relawan Demokrasi KPU Bombana Sosialisasi di Mataoleo

Rumbia, SultraNET. | Relawan Demokrasi (Relasi) yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bombana terus bergerak mengedukasi masyarakat demi meningkatkan partisipasi politik pemilih pada pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Seperti halnya sosialisasi yang dilaksanakan oleh Relasi dapil I yang menyisir Kecamatan Mataoleo, Jumat (1/2/2019).

Setelah sebelumnya diterima oleh Idris Kasi Pemerintahan Kec. Mataoleo di Kantor Camat, Relasi kemudian bergerak memulai sosialisasi di Desa Hambawa.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Desa Hambawa Yunus, Ketua Panwascam Harlimba, Ketua PPS Ridwan, Babinkamtibmas Yusuf dan masyarakat.

Materi sosialisasi adalah edukasi pemilih tentang demokrasi, daftar pemilih, tata cara memilih dan waktu pelaksanaan pemilu serentak.

Masyarakat terlihat sangat antusias dengan kahadiran Relawan Demokrasi KPU Bombana. Setelah di Desa Hambawa, Relawan Demokrasi kemudian bergerak ke Desa Pomontoro, Laloa dan Pu’u Waea untuk melakukan sosialisasi serupa.

Laporan : Arham




Dinas Pertanian Muna Keciprat DAK 5,7 M

MUNA, SultraNET. | Pemerintah Pusat memberikan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Dinas Pertanian, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar 5,7 miliar yang diperuntukan pada tiga kegiatan yakni, pengembangan balai penyuluh pertanian, sumber-sumber air dan jalan usaha tani.

Kabid Prasaran Sarana dan Penyuluh (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Muna, Ogo Aftal kepada awak media ini, mengatakan bahwa  bantuan Dana Alokasi Khusus ( DAK) tersebut untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, untuk itu akan dibangun dua Kantor balai penyuluh di dua kecamatan. Pekerjaanya dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor). yang nantinya berfungsi untuk pusat koordinasi pembangunan pertanian dan tempat pelatihan.

” Pada pengembangan balai penyuluh itu nantinya akan disiapkan sarana pengolahan tanah sehingga para petani bisa mencontohnya dan belajar,” ucapannya selasa (29/01/2019).

Ogo Aftal juga menambahkan untuk pengembangan sumber air dan jalan usaha tani dilaksanakan secara swakelola dan padat karya pada kelompok tani yang akan mengerjakan pekerjaan itu dikarenakan selaku penerima manfaat yang tahu persis kebutuhan mereka.

“Untuk itu diharapkan sumber-sumber air dan jalan usaha tani mampu membantu petani dalam meningkatkan produksinya,” bebernya.

Saat ditanya mengenai lokasi pasti pembangunan tersebut, ia belum mengetahui persis  dimana lokasi pembangunan dan besaran anggaran kegiatan tersebut karena Hingga saat ini pihaknya belum memegang DPA.

“Kita masih tunggu DPA. Nanti setelah itu baru dibuat perencanaanya,” pungkasnya. (Rustam)




Penyertaan Modal PDAM Ditolak DPRD, Rusman Emba : Kita Carikan Solusi Lain

MUNA, SultraNET. | Ditolaknya usulan anggaran sebesar Rp 2 miliar buat penyertaan modal pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muna oleh DPRD dan Anggaran tersebut selanjutnya dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendapat perhatian khusus Bupati Muna, Rusman Emba, ST.

Saat di temui oleh awak media HarapanSultra.COM, senin (28/01/2019), Mantan Senator DPD-RI itu mengatakan bahwa Dirut PADM terakhir memberikan informasi padanya bahwa seluruh fraksi menolak usulan anggaran sebesar 2 miliar untuk penyertaan modal ke PDAM.

“Pada hal sebetulnya kalau bicara secara  urgensi, kebutuhan masyarakat akan air sangat besar sekali,” kata Rusman.

Lanjut Mantan Ketua DPRD Sultra itu, Tentang ketersediaan air telah ada, tinggal di salurkan ke masyrakat, sehingga itu juga menjadi perhatian sehingga harus dicarikan solusi lain.

” Untuk itu tetap di upayakan mungkin kalau tidak bisa lewat APBD,  mungkin kita harus ada kerja sama dengan Desa supaya dana desa di perhitungkan untuk itu, sambil terus kita carikan solusi lainnya” Pungkasnya (Rustam)




Desa Wungka Seleksi 13 Perangkat Desa

Wakatobi, SultraNET. | Guna memaksimalkan kinerja di Desa, Kepala Desa Wungka Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara mengadakan seleksi terhadap 13 orang warganya untuk menjadi perangkat Desa.

Seleksi ini dilaksanakan setelah melalukan perombakan terhadap sejumlah perangkat Desa karena dinilainya tidak lagi berjalan maksimal.

“Ada perangkat desa yang sudah lebih dari enam puluh hari tidak masuk kerja,”Ungkap Kepala desa Wungka, Amin Rudi saat ditemui di balai Desa, Minggu (27/01/2019).

Dari ke 13 peserta yang mengikuti seleksi tujuh diantaranya akan menduduki jabatan penting diantaranya sekretaris, kaur umum, kaur keuangan, kaur perencanaan, kasi pemerintahan, kasi pelayanan dan kasi kesejahteraan.

“Jadi sekaligus kita menata kembali administrasi perangkat dan struktur pemerintahan desa Wungka dengan harapan agar Wungka dapat bersaing dengan desa lain,” Ucapnya.

Selain telah membentuk tim penyeleksi untuk melakukan beberapa tahapan seleksi diantaranya seleksi administrasi, tes tertulis kemudian tes wawancara juga sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.




Pelabuhan Paria Poleang segera Dibangun, Kabaena Tahap Pengusulan

Rumbia, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat kucuran anggaran senilai Rp 6,5 miliar untuk pembangunan pelabuhan di Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana Syahrun, ST  mengungkapkan, usulan pembangunan pelabuhan itu diusulkan sejak tahun 2018 lalu dan Kemendes PDTT merespon usulan itu melalui DAK Afirmasi dengan dukungan berbaagai indikator serta dokumen yang ada.

“Alhamdulillah, pembangunan pelabuhan yang kami usulkan dapat jawaban dari pemerintah pusat dan di dua desa yakni Desa Paria dan Desa Mulaeno  akan di kerjakan tahun ini melalui pelelangan,” ungkap Syahrun di Rumbia, Rabu (23/1/2019).

Pembangunan pelabuhan tersebut lanjut syahrun disebabkan kondisi fisiknya yang cukup memprihatinkan. Mengingat wilayah tersebut sangan strategis dan dapat menjadi akses ke beberapa pulau yang ada di bombana, juga dapat memudahkan akses ke pulau buton, pajaladan bajoe.

” Mudah mudahan rencana pembangunan pelabuhan ini dapat membantu masyarakat Poleang menuju daerah lain tanpa harus memutar lagi melalui Pelabuhan Kasipute” Bebernya.

Selain itu, saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembangunan pelabuhan di wilayah Kabaena.

“ Kami menargetkan dapat membangun pelabuhan di kabaena, meski anggaran cukup besar. Kami masih sementara melengkapi dokumennya untuk diusulkan ke Kemendes PDTT,” tutupnya. (Efendi)




Cuaca Buruk Di Wakatobi, Syahbandar : Kapal Yang Menuju Selatan Harap Ditunda

Wakatobi, SultraNET. | Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi mencapai 4.0 meter pada akhir januari 2019 yang akan melanda beberapa wilayah perairan di indonesia termasuk Kepulaun Wakatobi Sulawesi tenggara (Sultra).

Pelaksana Kepala Syahbandar wilayah kerja I pelabuhan wanci, Abdul Rahim menghimbau agar nelayan yang befaktifitas disekitar Peraian kepulauan Wakatobi menunda keberangkatannya.

“Bagi para nelayan yang ingin berangkat menuju bagian selatan, contohnya kapal dari wanci menuju wakatobi dua agar menunda keberangkatan,” ujarnya.

Sedangkan untuk kapal yang beroparasi di wilayah bagian utara seperti kapal yang menuju bau-bau dan kendari dipersilahkan oleh syahbandar.

“Asal jangan kapal kapal kecil, kapal pelni kami persilahkan,”ucapnya.

Selain gelombang tinggi, diperkirakan wilayah yang masuk dalam wilayah sulawesi tenggara akan berpotensi hujan lebat.