Sekda Man Arfa Pimpin Upacara Hari Otoda


Bombana, SultraNET. | Empat orang warga Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara dinyatakan hilang saat hendak mencari ikan di muara sungai Desa Lameong-meong, Senin (24/4/2023) malam.
Sejak dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian, saat ini. Selasa (25/4/2023) dua orang diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepada awak media ini, salah satu warga setempat. Yanas menyampaikan proses pencarian dilakukan warga, pemerintah setempat, aparat keamanan serta Tim SAR Kolaka.
Sebelum dinyatakan hilang, ke-empat orang warga ini bersama beberapa orang lainnya secara bersama sama berangkat untuk mencari ikan di Pantai dengan cara menombak dengan menggunakan senter dan lampu sebagai penerangan.
Untuk mencapai spot mencari ikan, harus melewati muara Sungai Desa Lameong-meong yang terlihat dangkal namun arusnya terkadang cukup kencang terlebih saat air laut sedang pasang maupun sedang surut.
Saat air surut, penyeberangan dari Desa Lameong-meong ke bibir pantai Desa Rakadua spot mencari ikan berjarak sekitar 40 meter, namun arusnya kadang mengecoh karena sepintas kelihatan tenang namun berarus cukup kuat.
“Untuk menyeberang melewati sungai itu saat air surut biasanya warga memang tidak memakai perahu, karena airnya hanya setinggi pusat orang dewasa,” ujarnya.
Saat bersama sama menyeberang itulah dari seluruh rombongan, empat orang terseret arus dan dinyatakan hilang, warga lain yang lolos menyeberang kembali ke desa meminta bantuan pertolongan.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan terhadap dua orang korban lainnya. (IS)
Konkep, SultraNET. | Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, begitu pula yang dirasakan oleh ratusan warga Desa Lamoluo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), pasalnya mereka mendapatkan bingkisan lebaran dari Pemerintah Desa setempat.
Aksi berbagi bingkisan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau parcel lebaran itu dikemas dalam kegiatan Pemerintah Desa (Pemdes) Lamoluo Peduli, dengan memberikan paket bingkisan berisi Sirup, Suprite, Fanta dan Cocacola itu dibagikan di rumah rumah warga, Kamis (20/4/2023)
Kepala Desa Lamoluo Irda Sahwida,S.Kep.,Ns mengatakan, pembagian Percel lebaran ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Desa kepada warganya. Aksi kali ini Pemdes menyediakan ratusan paket parcel dan sedang di distribusi ke warga.
“Ada ratusan paket bingkisan lebaran yang hari ini disediakan, untuk selanjutnya akan disalurkan kepada warga desa Lamoluo,” katanya Irda.
Lebih jauh Irda mengungkapkan, Pemerintah Desa Lamoluo terus berupaya berperan aktif memberikan perhatian kepada masyarakat pada berbagai momentum.
“Kami selalu berharap agar selalu terus berbagi kepada masyarakat, saya menekankan seluruh perangkat pemerintah Desa Lamoluo agar terus berperan aktif ditengah masyarakat desa,” terang alumnus STIKES Karya Kesehatan Kendari itu.
Ia berharap, momentum lebaran yang sebentar lagi, dapat dijadikan ajang untuk bersilaturahim dan berbagi kepada warga. (AD)
Bombana, SultraNET. | Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ajang festival budaya Tangkeno Tahun 2023 bakal ditunda. Hal ini dilakukan atas adanya agenda yang lebih prioritas demi menunjang suksesnya pergelaran even tersebut di masa mendatang.
Kepala Dispora Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin mengatakan, pihaknya sedini mungkin memberi informasi kepada seluruh warga Bombana, utamanya kepada masyarakat Kabaena tentang penundaan tersebut. Dimana, kegiatan itu sering diselenggarakan tiap tahun tepatnya di bulan Oktober.
” Jadi, festival budaya Tangkeno yang biasanya digelar tiap tahun itu akan ditunda dulu untuk tahun ini,” ujar Anisa Sri Prihatin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (17/4/2023).
Anisa menjelaskan beberapa alasan terkait penundaan itu. Pertama, anggaran yang disediakan untuk perhelatan event itu akan dialihkan pada pembenahan sarana dan prasarana lokasi penyelenggaraan kegiatan yang meliputi penyediaan air bersih, pembenahan Villa dan sebagainya.
” Sarana dan prasarana di lokasi festival itu perlu dibenahi dengan baik, bayangkan saja ketika ramai pengunjung, lalu air tidak ada, pastinya pengunjung akan mengeluh, khususnya ketika ingin buang air. Belum lagi soal fasilitas yang sangat minim, jadi anggaran yang tersedia akan kami push pada pembenahan kawasan itu,” bebernya.
Guna memaksimalkan peningkatan sarana di tempat yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di pulau Kabaena tersebut, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan kucuran dana yang tak lain bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kami sudah menargetkan kebutuhan anggaran pembenahan sarana di tempat itu sekitar 3 hingga 4 miliar rupiah,” tutup mantan kepala Balitbang Bombana ini sembari berharap penuh agar rencana tersebut bisa berjalan dengan maksimal. (Adv)
Bombana, SultraNET. | Para pengusaha muda yang tergabung dalam Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bombana berbagi takjil atau bingkisan untuk berbuka puasa kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di jalan poros Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Jumat (14/04/2023).
Kepada awak media, Ketua BPC HIPMI Bombana, Suwandi menjelaskan pada kesempatan tersebut para pengusaha muda tidak hanya berbagi takjil kepada masyarakat, namun melakukan pula kegiatan buka puasa bersama pengurus, tokoh masyarakat serta pengusaha lokal yang ada di Bombana.
“Kegiatan ini kami laksankan untuk mempererat silaturahmi atara pengurus HIPMI sekaligus menunjukan kepada masyarakat bahwa HIPMI bombana itu ada,” ujar Suwandi

Pria kelahiran Poleang ini menjelaskan, di usia yang ke-2 tahun kepengurusan HIPMI dibombana, ia bertekad untuk menciptakan pengusaha pengusaha baru dan memastikan akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana.
“Kami mendukung tagline “Surga Investasi” yang di cetuskan oleh Pj.Bupati Bombana, dan kami berharap pemerintah lebih memperhatikan pengusaha pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Bombana,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Bendahara Umum BPC HIPPMI Bombana, Khairul Baits menambahkan bahwa di bulan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, dimanfaatkan BPC HIPMI Bombana untuk mempererat silaturahmi, dengan harapan agar para pengusaha muda di Bombana selalu berkarya, berkinerja yang baik dan berkontribusi untuk masyarakat.
“Terima kasih kepada semua teman-teman yang sudah hadir yang sudah berpartisipasi dalam acara bukber dan pembagian takjil ini, semoga kekompakan dan kekeluargaan ini tetap terjaga,” singkat Pengusaha Muda ini.
Pantauan media ini, kegiatan yang dilakukan menjelang buka puasa pada sore hari itu, ada ratusan paket takjil yang dibagikan kepada para pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Para pengguna jalan tampak antusias dengan kegiatan yang di adakan pengusaha muda ini, sejumlah pengurus HIPMI Bombana juga tampak begitu antusias saat membagikan takjil. (IS)
Bombana, SultraNET. | Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengumumkan 500 besar Desa yang masuk nominasi pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 di media akun media sosial Kemenparekraf @kemenparekraf.ri.
Pada ajang yang di ikuti sebanyak 4.573 desa wisata di seluruh Indonesia itu, salah satu desa wisata di Kabupaten Bombana yang terletak di Kecamatan Poleang Barat yaitu desa Ranokomea masuk nominasi pada ajang bergensi penganugerahan Desa Wisata terbaik se Indonesia itu.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, Selasa (11/04/2023) mengatakan dengan masuknya Desa Ranokomea sebagai nominasi pada ajang pemilihan Desa Wisata terbaik hingga menembus 100 besar tingkat nasional dan masuk dalam 10 besar tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara merukan hal patut dibanggakan oleh Pemerintah dan masyarakat Bombana secara umum.
“Setelah pengumuman oleh Menparekraf, selanjutnya Desa Ranokomea akan menjalani proses penilaian oleh Kemenparekraf,” ujar Anisa Sri Prihatin.

Anisa mejelaskan, ada lima kriteria penilaian yang harus dipenuhi agar terpilih menjadi Desa Wisata terbaik di Indonesia yaitu harus memiliki keunikan dan keaslian daya tarik wisata berupa alam dan buatan, serta seni dan budaya.
Selanjutnya, dilihat dari suvenir yang dijual, harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya di desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan kriya berbasis kearifan lokal.
Ada pula penilaian homestay dan toilet, digital dan kreatif, serta kelembagaan desa wisata dan CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability).
“Penilaian diperkirakan mulai bulan Juni mendatang. Untuk persiapan sudah kita lakukan sejak jauh hari, baik objek wisata, ekonomi kreatif, dan kelembagaannya,” jelas Wanita Lulusan STPDN angkatan 03 ini.
Mantan Kadis Balitbang ini berharap dukungan masyarakat Bombana dan khususnya pengelola dan penggiat pariwisata untuk bersama-sama berinovasi serta berbenah agar desa Ranokomea bisa meraih hasil optimal dalam penilaian ADWI 2023.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat. Kita berharap, Ranokomea memperoleh hasil penilaian yang memuaskan dan menoreh prestasi sebagai Desa Wisata Indonesia terbaik 2023,” tandasnya.
Rumbia, SultraNET. | Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, menggelar Workshop Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP), yang diikuti Kepala Sub Bagian Umum perwakilan masing -masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Kepala UPTD dan Sekolah lingkup Pemkab Bombana. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj. Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin,M.Si, di Aula Tanduale Sekretariat Daerah, Jumat (03/02/2023).
Pj. Bupati Bombana Ir.H.Burhanuddin,M.Si dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan Sosialisasi dengan baik sehingga dapat menambah pemahaman dalam menyusun SKP sesuai dengan PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN. Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus banyak belajar tentang aturan-aturan, karena peraturan perundang-undangan merupakan peraturan tertulis yang memuat norma dan kebijakan dalam melaksanakan kebijakan publik atau pelayanan masyarakat.
Mantan Pj.Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan itu menyebut, sebagai seorang ASN dituntut harus rajin dan disiplin, kemudian dituntut harus mempunyai integritas, karena ASN memiliki banyak tugas sedangkan dari segi penghasilan relatif kurang.
“Sehingga sangat rentan untuk gampang dipengaruhi. Kalau kita tidak punya integritas yang tinggi maka kita menjadi orang yang labil dan gampang dipengaruhi oleh orang yang kita layani karena ASN itu adalah pelayan masyarakat,” ujar Burhanuddin

Menurut Burhanuddin, ada 2 hal yang wajib dilakukan oleh ASN, yang pertama ASN harus sabar, sabar dalam artian karena gaji dan penghasilan lain dari pada ASN sudah diukur dan dibayarkan sesuai ketentuan dan menjadikan ASN sebagai profesi untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, dan yang kedua sebagai ASN harus memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.
“Jadi ASN tidak membutuhkan orang pintar tapi malas, orang cerdas tapi tidak disiplin, namun yang kita butuhkan adalah ASN yang memiliki kinerja yang bagus, integritas dan loyalitas yang tinggi,” jelasnya
Di tempat yang sama, Plt. Kepala BKPSDM Bombana, dr. Sunandar berkeinginan agar ASN yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih disiplin dan profesional dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam menyusun SKP di lingkungan tempat kerjanya.
“Dengan diadakan sosialisasi ini diharapkan ada persamaan persepsi serta keterampilan dalam penyusunan SKP dan Penilaian PNS, meningkatkan kemampuan pegawai dalam penyusunan SKP dan penilaian kinerja, serta membantu meningkatkan akuntabilitas dan kedisiplinan PNS,” singkat Sunandar.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Bombana Drs. Man Arfa, M.Si, Plt. Kepala BKPSDM dr. Sunandar. A. Rahim, M.M.Kes, Kepala Kanreg IV BKN Makassar Ir. Agus Sutiadi, M.Si, Analis SDM Aparatur Ahli Muda Kanreg IV BKN Makassar, Sulbahri, S.Sos., MM dan seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Bombana. (Adv)
SultraNET. – Bombana | Komitmen PT.Tonia Mitra Sejahtera (TMS) sebagai salah satu perusahaan tambang nikel yang sudah mulai menambang sejak tahun 2019 di pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara, untuk menjalankan operasi tambang yang berkelanjutan kembali di buktikan dengan melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 538 hektar berlokasi di DAS Poleang dan Bambaea yang termasuk ke dalam Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara.
CEO PT. Tonia Mitra Sejahtera, Syam Alif menjelaskan Rehabilitasi DAS ini merupakan kewajiban perusahaan selaku pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dengan tujuan memberikan dampak baik ke lingkungan tetapi juga sekaligus dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat terutama di sektor ekonomi.
“Program ini sudah berjalan selama 3 tahun sejak 2019 masa penanaman sampai 2021 dengan hasil evaluasi yang memuaskan, selain itu upaya ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia,” Jelas nya. Rabu (05/04/2023)
Lebih lanjut Syam Alif menambahkan Sebagai bentuk upaya membangun strategi dan kebijakan bisnis yang berpegang pada bisnis berkelanjutan, PT.TMS terus melakukan kerjasama kemitraan dengan masyarakat sipil dan pemerintah setempat sehingga industri pertambangan yang dijalankan memiliki dampak positif terhadap masyarakat, lingkungan alam sekitar, perubahan iklim, dan modal sosial negara.
“PT. TMS juga menyadari bahwa DAS berperan penting dalam terbentuknya ekosistem vegetasi, tanah, air dan manusia” tambahnya.
Plt.Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Sahid menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan kepada perusahaan tambang yang telah melaksanakan kewajibannya dengan melakukan rehabilitasi DAS ini,
“Belum semua perusahaan berhasil melaksanakan kewajibannya oleh karena itu kami memberikan apresiasi kepada PT Tonia Mitra Sejahtera yang sudah sangat bagus kegiatan rehabilitasi DAS nya dan sudah dievaluasi dengan hasil yang memuaskan,” singkatnya.
Bombana, SultraNET. | Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis Lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana tahun 2023 telah di laksanakan pada tanggal 28 Maret hingga 30 Maret 2023 bertempat di Hotel Kubah 9 Kendari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, dr.Sunandar,M.MKes menjamin pelaksanaan seleksi tersebut berlangsung secara transparan dan akuntabel.
“Kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk mengisi formasi yang sudah dibuka oleh masing-masing instansi. Masyarakat tidak perlu khawatir, rekrutmen PPPK sudah sangat transparan dan terbuka untuk siapapun,” ujar Sunandar, Jumat (31/3/2023)
Ia mengatakan, PPPK memiliki peran signifikan terhadap reformasi birokrasi sehingga proses perekrutan dilakukan dengan cermat.
“Jadi masing-masing punya peran yang berbeda, tentu saja dengan spesialisasi kompetensi yang mereka punya bisa memperkuat pelaksanaan strategi yang dilakukan oleh instansi pemerintah sehingga program reformasi birokrasi dari segala bidang itu bisa dilaksanakan,” jelasnya
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Bombana itu memastikan tidak ada perbedaan antara seleksi PPPK dengan seleksi CPNS dari segi kualitas.
“Jadi untuk memfasilitasi tes PPPK yang telah kami laksanakan beberapa hari tentu yang digunakan sama persis seperti yang digunakan tes CPNS, akuntabilitas, terkait transparansi kita jamin bahwa ini tidak ada bedanya,” tegas Sunandar.

Sementara itu, Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Bombana, Dhany Saputra, S.Kom menyebut total peserta yang mengikuti seleksi PPPK di lingkup Pemkab Bombana sebanyak 543 orang, para peserta memiliki latar belakang dan pengalaman kerja sesuai dengan formasi yang dilamar.
Dari data 543 orang, yang mengikuti seleksi sebanyak 517 orang dan yang tidak hadir sebanyak 26 orang. adapun hasilnya akan di umumkan pada tanggal 9 April sampai dengan 11 April 2023 menunggu hasil dari Panselnas.
“Dengan latar belakang dan pengalaman kerja yang sesuai, harapan kami mereka yang terekrut sudah langsung jadi, hanya tinggal kita poles sedikit sudah bisa running untuk menjalankan tugas-tugasnya,” tandasnya.(ADV)
Bombana, SultraNET. | PT. Tonia Mitra Sejahtera sebagai perusahaan tambang nikel yang telah menambang sejak tahun 2019 di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana berhasil meraih dua kategori awards dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) dan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari atas kontribusinya untuk penerimaan negara melalui pajak.
PT. TMS menerima penghargaan di dua tempat berbeda, pada Senin 20 Maret 2023 lalu yaitu penghargaan atas Kontribusi Membayar PPh dan PPN di Kantor Wilayah Direktoral Jendral Pajak Sulselbartra dan Pembayar Pajak Terbesar Sektor Pertambangan dan penghargaan atas Penggalian Sub Kategori Pemegang IUP Setoran Terbesar dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari.
Krisna Puja Baskara selaku Komisaris PT. TMS menjelaskan, Apresiasi dari pemerintah ini telah menjadi tonggak pencapaian bagi perusahaan dan merupakan bukti nyata perwujudan komitmen PT. TMS untuk menjadi pemimpin dan menjadi mitra strategis di sektor pertambangan nikel.
“PT. TMS berkomitmen terus menciptakan nilai bagi kemajuan industri dan kesejahteraan mitra terkait melalui operasi tambang yang berkelanjutan.” ujar Krisna Puja Baskara. Selasa (28/3/2023)

Ia menyebut Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia, logam mulia yang sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat dan kemajuan perindustrian negara. Inilah yang menjadikan PT. TMS terus memastikan untuk menjalankan kegiatan operasi tambang yang mengikuti peraturan yang berlaku, berstandar tinggi, dan sekaligus memaksimalkan nilai komoditasnya.
“Penghargaan ini juga membuktikan bahwa naik turunnya harga komoditas nikel di pasaran, tidak mengurangi kepatuhan PT. TMS untuk tetap melakukan setoran pajak dan retribusi,” tegasnya
Kepatuhan perusahaan dalam mengolah sumber daya alam diharapkan dapat terus berkontribusi bagi pembangunan negeri.
“Oleh karena itu dukungan, kemitraan, dan apresiasi pemerintah sangatlah penting untuk membantu kami mewujudkan visi misi kami,” tutup Krisna. (IS)