Pemerintahan Tafdil-Johan Salim Sukses Bangun dan Benahi Puluhan Jaringan Irigasi

Rumbia, SultraNET. | Pemerintahan H. Tafdil dan Johan Salim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana sukses membangun dan meningkatkan kualitas puluhan jaringan irigasi di Beberapa Daerah Irigasi (DI).

Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bombana, Semuel Kadmaerubun mengatakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut pembiayaannya bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Tujuan pembangunan DI tersebut dalam rangka untuk mengoptimalkan distribusi air sampai ke petak sawah,” ujar Semuel, Senin (6/12/2021).

Semuel merinci sejak tahun 2017 hingga tahun 2021 sebanyak 24 daerah irigasi telah di tingkatkan yaitu di tahun 2017 sebanyak 12 titik, tahun 2018 sebanyak 6 titik, tahun 2019 sebanyak 3 titik, tahun 2020 sebanyak 1 titik dan tahun 2021 sebanyak 2 titik.

“Sedangkan pembangunan Jaringan Irigasi baru sejak tahun 2017 hingga tahun 2021 terdapat 8 titik,” bebernya

Kedelapan titik pembangunan DI baru tersebut yaitu di tahun 2017 di Desa Tosui Kecamatan Poleang Timur, Desa Polewali Kecamatan Poleang Utara, Desa Larolano Kecamatan Kabaena Utara, Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat, Desa Lengora Pantai Kecamatan Kabaena Tengah, kemudian tahun 2019 di Desa Lemboea dan tahun 2021 di desa Larolano Kecamatan Kabaena Utara.

“Kita berharap seluruh bangunan tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” tutupnya. (adv)




PPTS Gelar Ramah Tamah Bersama Ormas Tamalaki Se-SULTRA

Kendari, SultraNET. | Pasukan Putih Tolaki Sulawesi Tenggara (PPTS) gelar Malam Ramah Tamah dan Silaturahmi bersama Dewan Pengurus Serta Jajaran Anggota Tamalaki PPTS yang di hadiri ormas Tamalaki se-Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan di Markas Besar PPTS Jl. Teporombua Kel. Baruga Kec.Baruga Kota Kendari, Sabtu (4/12/2021).

Dewan Pembina PPTS, Romi Rere saat  membuka acara ramah tamah tersebut mengatakan acara ramah tamah ini adalah ajang silaturahmi sesama ormas Tamalaki yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan.

Menurutnya seharusnya sudah tidak boleh ada lagi perbedaan, ketersinggungan, apalagi permusuhan sesama ormas tolaki namun yang ada hanya “Salam mepekoaso”.

“Salam mepekoaso ini bukan hanya di bibir tapi dihati dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Romo Rere

Dewan Pembina PPTS, Romi Rere saat membuka acara ramah tamah
Dewan Pembina PPTS, Romi Rere saat membuka acara ramah tamah

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ramah tamah ini adalah langkah awal untuk menyatukan seluruh ormas tolaki yang ada di Sultra dimana rencananya akan digelar acara musyawarah persatuan ormas tolaki pada bulan februari 2022.

“Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh ormas tolaki di SULTRA yang pada akhirnya bermusyawarah menunjuk panglima Tamalaki,” imbuh Romi Rere yang juga pengusaha di bidang pertambangan itu.

Pantauan media ini turut menyampaikan sambutan secara bergantian,  Ketua Dewan Penasehat PPTS Muhamad Kobar dan Amril Sabara, Wakil Ketua Umum PPTS Alhabib Tombili Serta perwakilan dari unsur ormas Tamalaki yakni Ketua TAWON Ahmad Baso.

Kegiatan ramah tamah ini turut dihadiri Dewan Penasehat PPTS Imansyah Tombili, Ketua Umum PPTS Muh. Ramdan Kalenggo. Sedangkan dari ormas tolaki yakni dari   Tawon : Ahmad baso, KSBT : Dedi S, LST : Agus , PMTS, TKM :Sony,  Poros muda SULTRA:Jefri rembasa, BANDERANO : Hediyanto Ismail, TBTS : isra Malaka, Anoa Sultra : Nawir, TAAWUNO : ibnu, PKT : Irfan Konggoasa dan GTS : Yopin

Kegiatan ramah tamah ini juga dihadiri Babinsa dan bhabinkamtibmas yang juga ikut memberikan sambutan serta menitipkan pesan untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjaga keutuhan dan persatuan bangsa demi negara kesatuan Republik Indonesia. (Rls/SHD)




Asosiasi BPD Konsel desak Pemkab Tingkatkan Kesejahteraan dan Kapasitas Anggotanya

SultraNET, Andoolo | Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel untuk menganggarkan tunjangan kinerja serta penambahan honor dan biaya operasional yang selama ini dinilai masih sangat minim dan tidak sesuai.

Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam hasil kesepakatan dari pertemuan seluruh unsur BPD se-Kabupaten Konawe Selatan yang digelar di Balai Desa Ambololi, Kecamatan Konda, Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu sore (4/12/2021).

Ketua Asosiasi BPD Konsel Indra Mahmud mengatakan bahwa selama ini BPD hanya dipandang sebelah mata, padahal kedudukan BPD sejajar dengan kepala desa dan sama-sama dipilih oleh masyarakat serta mendapatkan SK dari Bupati.

“Namun hingga hari ini kami masih belum mendapat perhatian dari Pemda Konsel terutama masalah kesejahteraan kami. Bagaimana mau kerja maksimal kalau honornya minim, justru lebih besar honornya aparat desa ketimbang kami, padahal kami ini dipilih oleh masyarakat dan di SK kan oleh Bupati,” kata Indra.

“Apalagi tanggungjawab serta tupoksi kami selaku BPD dituntut untuk melakukan pengawasan, mengadakan musyawarah desa (musdes), membuat peraturan desa (perdes) serta menampung keluhan atau aspirasi dari masyarakat, maka keberadaan kami ini juga seharusnya diperhatikan oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.

Asosiasi tuntut Segera Terbitkan Perda tentang BPD

Indra juga menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini digelar untuk mendesak kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Konawe Selatan agar membuat Perda (Peraturan Daerah) khusus tentang BPD.

“Dari tahun-tahun yang lalu kami sudah pernah bertemu dengan Bupati dan Ketua DPRD untuk mengajukan penambahan honor dan BOP serta mendesak untuk dibuatkan Perda tentang BPD, namun hingga saat ini belum juga terealisasi,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi BPD Muhlis mengatakan, dalam tuntutan yang disepakati pada pertemuan kali ini salah satunya tentang peningkatan kapasitas BPD. Hal ini sangat penting sekali karena didalamnya mencakup semua yang diharapkan oleh anggota BPD se-Konsel.

“Peningkatan kapasitas ini merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM dari BPD itu sendiri, juga didalamnya termuat masalah kesejahteraan yang masuk dalam peningkatan kapasitas BPD,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Asosiasi BPD Andi Razak mengatakan, didalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 110 Tahun 2016 Tentang Badan Permusyawaratan Desa, dijelaskan dalam Pasal 73 bahwa ketentuan lebih lanjut tentang BPD diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang diterbitkan paling lambat 2 tahun sejak Permendagri ini diundangkan.

“Akan tetapi hingga hari ini Perda tentang BPD di Kabupaten Konawe Selatan belum juga ada. Oleh karena itu, kami telah membuat tim yang dalam waktu dekat ini akan segera menyusun dan membuat rumusan tentang tuntutan kami yang nanti akan kami bawa secara beramai-ramai kepada Bupati dan Ketua DPRD Konsel agar Perda tentang BPD segera dibuat dan disahkan,” ungkap Andi Razak. (rls/muhaimin)




BAPERA Nilai Bantuan Bibit Kopi dari Pemkab Bombana Solusi Tepat Tingkatkan Ekonomi Warga

Bombana, SultraNET. | Pengurus Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Kabupaten Bombana menilai bantuan Pengadaan Bibit Kopi dari Pemerintah Kabupaten kepada sejumlah kelompok tani sebagai sebuah solusi tepat dan diyakini kedepan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Bombana.

Ketua DPD BAPERA Bombana, Agustamin Saleko, Jum’at (3/12/2021) mengatakan dengan adanya bantuan tanaman kopi ini, diharapkan mampu menjadi komoditi utama para petani perkebunan untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Melalui bantuan tanaman kopi ini beserta pupuk adalah bentuk gebrakan Pemerintah kabupaten Bombana yang saya nilai sangat tepat. Artinya bahwa sama Pemerintah memberikan kail dan umpan kepada masyarakatnya agar dia berusaha untuk peningkatan ekonominya,” ujar Agustamin.

Selain itu, ia menilai bantuan seperti ini akan memberikan output yang baik terhadap petani agar tidak manja dengan pemerintah seperti beberapa jenis bantuan yang selama ini diterima masyarakat.

“Kita berharap bantuan kali ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” harapnya

Ia menambahkan tujuan Pemerintah Kabupaten mengadakan bantuan bibit kopi ini untuk menggantikan tanaman komoditas kakao yang produksinya terus menurun akibat hama penyakit kakao yang relatif susah dikendalikan.

“Pemerintah memilih komoditi kopi untuk dikembangkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui Pemkab Bombana telah menyalurkan bantuan bibit kopi  dengan asaran 11 kelompok tani dengan penyebaran di 10 Kecamatan dengan jumlah bibit 110.000 pohon serta luas lahan 100 hektar.

Adapun jenis bibit kopi yaitu jenis kopi robusta 50% arabika 50% serta kelanjutannya di Tahun 2022 dianggarkan sebanyak 500 hektar untuk mencapai 600 hektar dari target keseluruhan. (ADV)

7.

Harapan ketua Bapera:




Target Bangun Kekebalan Kelompok di Bombana, Bupati Tafdil Cetuskan Berbagai Inovasi

Bombana, HarapanSultra.COM | Target Herd Immunity di akhir bulan Desember tahun 2021 menjadi PR besar buat seluruh Bupati dan Gubernur yang ada di Indonesia, termasuk pula H.Tafdil selaku Bupati Bombana.

Berbagai macam rintangan di lapangan dalam mencapai target bermunculan, mulai dari berita berita Hoax sampai animo masyarakat yang kurang.

Tidak kehabisan akal Bupati Bombana H Tafdil mengerahkan semua stakeholder bekerjasama pihak TNI-POLRI, Camat, Sampai Lurah dan Kepala Desa bahkan Media untuk turun langsung ke lapangan untuk mengawal proses vaksinasi agar target Herd Immunity di akhir bulan Desember tahun 2021 bisa tercapai

“Alhamdulillah setelah kami duduk bersama dan berdiskusi kami menemukan inovasi guna mencapai target Herd Immunity,ada 5 poin penting yang menjadi strategi dalam usaha pencapaian tersebut,” ucap H.Tafdil, Kamis (2/12/2021).

Ketua DPD PAN Bombana itu menjelaskan bahwa ke 5 inovasi tersebut yang di maksud adalah : Sinergitas kegiatan pekan vaksinasi dengan lintas sektor (TNI, POLRI, BINDA SULTRA), pemberian bantuan uang transportasi bagi peserta vaksinasi kemudian pendataan sasaran yang belum menerima vaksin melalui validasi data penduduk “NIK” sehingga di ketahui penduduk yang belum menerima vaksin dari tingkat RT/RW sampai dengan Kecamatan sehingga pelaksanaan door to door vaksinasi dapat tepat sasaran

“Selanjutnya bagi PNS yang belum menerima vaksin dosis 2 Pemkab melakukan penahanan TPP bulanan sampai yang bersangkutan dapat menunjukkan bukti vaksin dosis 2 dengan merujuk Perpres No 14 tahun 2021, dan yang terakhir melakukan kerjasama dengan Media dalam melakukan Edukasi dan sosialisasi tentang Vaksinasi Covid 19 ” Pungkas Bupati dua periode ini

Untuk di ketahui bersama sebagai mana yang di Lansir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana sampai tgl 30 November 2021,dari Total sasaran Vaksinasi sebanyak 114,174 orang,yang sudah melaksanakan Vaksin untuk dosis 1 sebanyak 61,542 atau capaian persen sebanyak 53,76 persen (ADV)




Pemerintahan Tafdil Dinilai Miliki Komitmen Dibidang Pembangunan Budaya

Bombana, SultraNET. | Komitmen serius Pemerintah Kabupaten Bombana dibawah komando kepemimpinan H. Tafdil sebagai Bupati dibidang pembangunan kebudayaan terlihat jelas dengan dimasukkannya poin melanjutkan Pemantapan Pembangunan Budaya Masyarakat dalam visi misi Gembira Munajah.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bombana, Anton Ferdinand mengatakan salah satu dukungan dari Pemkab yang luar biasa adalah dengan kebijakan mengirimkan 5 perwakilan ke Jakarta untuk di assesment sebelum Tim Ahli Cagar Budaya terbentuk.

“Kelima orang tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, sehingga bisa mendapatkan sertifikat kompetensi dan ditetapkan sebagai ahli pelestari,” ujar Anton Ferdinand

Setelah TACB terbentuk, berbagai upaya terus dilakukan sebagai upaya mensukseskan visi misi Gembira Munajah salah satunya dengan menetapkan 5 dugaan cagar yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Disamping itu, Pemkab Bombana juga telah mendapatkan 12 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pengakuan dari Kemenkumham untuk peninggalan peninggalan atau kekayaan kekayaan budaya.

“Sembilan yang sudah diseminarkan dan 3 yang sudah mendapat HAKI,” beber ASN yang bertugas di Dinas Kominfo Bombana itu.

Mantan pemimpin Redaksi Koran Moronene Pos itu menjelaskan untuk bisa ditetapkan sebagai cagar budaya menurut Undang-Undang Cagar Budaya, minimal dugaan benda itu berusia 50 tahun, memiliki arti penting bagi pengetahuan, sejarah dan peradan bangsa itu sendiri.

“Di Tahun 2021 ini juga telah dilakukan kajian untuk penetapan dugaan cagar. Ada sekitar 4 cagar, ada Benteng di Kabaena, ada tinggalan tinggalan di wilayah Poleang dan Rumbia,” jelasnya.

Untuk lebih mensukseskan visi misi Gembira Munajah di akhir tahun kepemimpinannya, ia mengharapkan sinegri program dan dukungan kegiatan dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih meningkatkan upaya upaya untuk mendaftarkan dugaan dugaan cagar yang bisa dikaji oleh Tim Ahli.

Pro aktif dari  Bidang Kebudayaan sangat kita harapkan,” Pungkasnya

Untuk diketahu Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bombana terdiri dari. Anton Ferdinan dari unsur Penggiat Budaya, Jumrad Raunde dari Tokoh Budaya, Muhar dari Arsitek, Asbar dari Sejarawan dan Aksan Julianto dari Arkeolog. (ADV/IS).




SMAN 03 Bombana Terpilih Menjadi Sekolah Penyelenggara “Science Film Festival 2021”

Bombana, SultraNET. | Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 03 Bombana terpilih sebagai penyelenggara Festival Film Sains terbesar di Dunia “Science Film Festival 2021” di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada pelaksanaannya SMAN 03 Bombana melibatkan beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Bombana, yaitu SMAN 10 Bombana, SMAN 11 Bombana dan SMAN 12 Bombana, peserta dari kegiatan ini adalah siswa dari kelas X, XI dan XII, Selasa, 30 November 2021.

Kepala SMAN 03 Bombana Yakob Simson Barthimeus, S.Pd., M.Pd., MM menjelaskan “Science Film Festival 2021” merupakan sebuah program yang di inisiasi oleh Goethe-Institut Indonesia yang telah diselenggarakan untuk yang ke 12 kalinya dengan bekerja sama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman Bagian Kerja Sama Pendidikan Bahasa Jerman (BKD), SEAMEO STEM-ED, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Paramadina.

Pada kegiatan tersebut, terdapat 17 film terpilih dari 5 Negara yang akan ditayangkan secara daring pada tanggal 12 Oktober hingga 30 November 2021 di 52 Kota di Seluruh Indonesia.

“Untuk Propinsi Sulawesi Tenggara SMAN 03 Bombana terpilih menjadi sekolah penyelenggara Science Film Festival 2021,” ujar Yakob Simson Barthimeus

Yakob menjelaskan “Science Film Festival” ini menyajikan isu-isu ilmiah yang mudah diakses dan menghibur bagi khalayak luas dan menunjukkan bahwa sains bisa menyenangkan, ajang ini telah berkembang pesat sejak edisi pertamanya di tahun 2005, menjadi acara Science Film Festival terbesar di dunia.

“Tujuan utama dari Science Festival ini adalah untuk menunjukkan bahwa Sains atau ilmu pengetahuan dapat dikomunikasikan dengan cara yang menghibur yaitu melalui media Film dan eksperimen sederhana,” Jelasnya

Festival kali ini mengusung tema “Kesehatan dan Kesejahteraan”, dan diselenggarakan secara daring mengingat situasi dan kondisi pandemi saat ini.

“Segala materi kegiatan berupa penayangan film dan eksperimen dilaksanakan melalui platform Zoom dan diatur langsung oleh tim Science Film Festival di Jakarta sebagai Host,” beber Yakob.

Yakob Simson Barthimeus menambahkan pelaksanaan Science Film Festival di SMAN 03 Bombana merupakan hal yang sangat membangakan, karena dipercaya untuk melaksanakan kegiatan ini di Sulawesi Tenggara, menurutnya hal ini dapat terjadi karena kemitraan yang dilakukan oleh sekolah dengan Goethe Institut di Jakarta melalui komunikasi yang intensif termasuk didalamnya karena prestasi yang dicapai sekolah dalam kurun 1 tahun terakhir ini.

Selain itu, sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara bahwa dalam merealisasikan Visi dan Misi Pembangunan Sulawesi Tenggara di bidang pendidikan dalam platform SULTRA CERDAS maka sekolah-sekolah harus melakukan inovasi dan kreatifitas untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.

“Hal ini pula yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi SMAN 03 Bombana untuk terus membangun kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMAN 03 Bombana,” Tutupnya. (rls)




Warga Bombana Diharapkan Manfaatkan Pekan Vaksin ke 10

Bombana, SultraNET.  – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan setempat kembali melaksanakan Pekan Vaksinasi Covid-19 tahap Sepuluh untuk seluruh kelompok sasaran dengan prioritas vaksin pertama yang dimulai hari Selasa tanggal 16 sampai dengan hari Sabtu tanggal 20 November 2021 yang dilaksanakan oleh masing-masing Puskesmas di Seluruh Kecamatan yang ada di wilayah itu, Senin (15/11/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail menjelaskan pada pekan vaksin kali ini Pemerintah Kabupaten menyiapkan 18.916 Dosis vaksin yang terdiri dari 7.734 Pfizer, 406 Moderna dan 10.776 Sinovac dengan jumlah Tim sebanyak 33 dan disebar 22 Kecamatan.

“Dosis yang ada ini sesuai dengan target Pemerintah Kabupaten untuk mencapai prosentase 60 % warga Bombana sudah tervaksin di bulan November 2021 ini,” ujarnya

Ia Berharap warga dari seluruh kelompok sasaran secara sadar untuk datang dan memanfaatkan pekan vaksin ini.

“Kami berharap warga memanfaatkan momentum pelaksanaan pekan vaksin ini,” Harapnya

Berikut Daftar Lengkap waktu dan target vaksinasi ke 10 se Kabupaten Bombana




Pekan Vaksin ke 9, Ini Daftar 5 Kecamatan dengan Capaian Terendah

Bombana, SultraNET. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan terus menggenjot pencapaian target vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok di akhir tahun 2021 sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Salah satu Inovasi Pemkab Bombana dengan menggelar pekan Vaksinasi yang sampai saat ini  telah menyelesaikan tahap ke Sembilan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Tarzan SKM mengungkapkan dalam pelaksanaan pekan vaksinasi hingga saat ini capaian perkecamatan mengalami beberapa perubahan prosentase capaian.

Ia merinci untuk 5 Peringkat terendah adalah berturut di peringkat terakhir Kecamatan Poleang Tengah dengan capaian persentase sebesar 28,30 persen, kemudian Kecamatan Poleang Barat dengan capaian persentase sebesar 30,14 persen lalu di atasnya ada Kecamatan Tontonunu dengan capaian persentase sebesar 30,48 persen, Poleang Selatan sebanyak 30, 99 dan Kecamatan Poleang 33,08 persen.

“Kita akan terus menggenjot pencapaian ini agar di Akhir Desember tahun 2021 target Herd Immunity bisa tercapai,” singkatnya.

 

 

 

 

 

 

.




64 Persen Pelayan Publik di Bombana Belum Divaksin Covid-19

Bombana, SultraNET. COM | Sebanyak 64,19 Persen sasaran vaksinasi covid-19 untuk kategori pelayan Publik di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara belum melakukan vaksin, Jum’at (12/11/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan dari Total sebanyak 17,067 petugas publik, yang telah melakukan vaksin baru sekitar 6.111 orang atau dalam capaian persentase sekitar 35,81 persen.

“Jadi masih ada sekitar 10,958 petugas publik yang belum tervaksin,” Ungkap Darwin Ismail

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana itu mengaku heran dengan minimnya jumlah Petugas Publik yang telah di vaksin, ia mengaku seharusnya para petugas publiklah yang lebih dominan karena mereka yang lebih paham tentang program vaksinasi ini.

Untuk itu ia mengingatkan kepada para ASN dan pelayan publik lainnya yang belum di vaksin agar segera melakukan Vaksin sebelum akhir Desember nanti.

“PERPRES NO 14 itu memang tegas mengatur semua Pelayanan administrasi bisa kita gunakan untuk percepatan administrasi itu dan terutama untuk ASN, Bapak Bupati melalui Sekda sudah menyiapkan sanksi khusus buat mereka, jadi kita tidak boleh main main dengan program vaksinasi ini,” tegas Darwin.