Bombana “pilot project” Pengelolaan Persampahan Terpadu Nasional

Bombana, SultraNET. | Bupati Bombana dua periode, H. Tafdil dinilai memiliki komitman kuat mensukseskan program Indonesia Bersih Sampah sehingga Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara dipercaya menjadi ‘pilot project‘ pengelolaan persampahan terpadu Nasional.

Konsultan Pengelolaan Persampahan terpadu Nasional, H. Asul Hoesein. Kamis (30/9/2021) mengatakan Bupati Tafdil merupakan Kepala Daerah yang memiliki respon tercepat saat diusulkan daerahnya menjadi percontohan.

“Respon Pak Bupati sangat luar biasa, ini tidak sampai seminggu sudah launcing,” ujar Asrul

Direktur Green Indonesia Foundation ini menjelaskan dalam pengelolaan persampahan terpadu mesti melibatkan 5 komponen penting yang tidak bisa dipisahkan yaitu penyelenggara negara, dunia usaha, masyarakat, media dan dunia pendidikan.

“Pelibatan Sekolah atau dunia pendidikan dalam pengelolaan persampahan terpadu ini hanya sebagai pusat edukasi, jangan diartikan sebagai tempat penampungan sampah,” jelasnya.

Asrul mengklaim dalam pengelolaan persampahan terpadu bakal menguntungkan semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun sekolah serta tidak akan merugikan kepentingan para pemulung maupun pelapak persampahan.

H. Asul Hoesein saat memberi penjelasan pada awak media
H. Asul Hoesein saat memberi penjelasan pada awak media

“Semua akan diuntungkan, rumah tangga akan di fasilitasi pilih olah sampah atau komposter rumah tangga yang kecil dan kantong plastik, jadi di rumah tangga itu sudah terpilah sampahnya,” urainya

Dalam pengelolaannya akan dibentuk Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) sebagai wujud nyata dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berasas kekeluargaan, gotong royong dan sosial entrepreneurship yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dimana pengelolaannya bakal melibatkan masyarakat umum, dunia usaha, media dan dunia pendidikan.

“Adanya kerjasama pemerintah dengan PKPS itu, nanti akan diberikan asuransi kepada siswa secara perorangan dan ini yang pertama di Indonesia serta buku tabungan sebagai motivasi pemilahan sampah,” bebernya

Ia menambahkan sampah yang telah dipilah di rumah oleh masyarakat akan dijemput oleh pengelola PKPS kemudian sampah itu akan dijual dan mentrasfer dananya ke rekening masing-masing sesuai banyaknya sampah yang dihasilkan.

“Makanya sasaran target pertama didalam program ini akan kita libatkan CSR bank, jadi program pembiayaannya ini adalah menggali sumber sumber pembiayaan Non APBD dan APBN. Jadi kita tidak tergantung dengan pendanaan pemerintah,” tutupnya. (IS)

.




Penentuan Batas 2 Kecamatan di Kabaena Potensi Timbulkan Konflik

Bombana, SultraNET.COM | Penentuan batas wilayah dua desa yang berada tepat di perbatasan Kecamatan Kabaena Tengah dan Kabaena Timur Kabupaten Bombana dihawatirkan dapat memantik konflik horizontal jika tidak dilakukan secara transparan sesuai Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2006.

Anggota DPRD Bombana Dapil Kabaena, Amiadin, SH. Kamis (30/9/2021) mengatakan batas wilayah Kecamatan yang ada di wilayah kepulauan Kabaena itu sudah sangat jelas dan diatur dengan Peraturan Daerah.

“Penentuan batas wilayah ini tidak bisa hanya berdasarkan kesepakatan orang perorang saja karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Politisi PPP itu.

Anggota DPRD empat periode itu menegaskan, perselisihan batas wilayah itu sangat berpotensi menimbulkan konflik antar masyarakat karena ada perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi di wilayah tersebut yang tentunya memiliki tanggung jawab sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang masuk wilayah konsesinya.

“Karena ada tanggung jawab sosial perusahaan baik dana CSR maupun kewajiban sosial lainnya yang harus dipenuhi,” tagas Amiadin.

Ditempat yang sama Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional, Musrif mengatakan, potensi konflik terhadap perselisihan batas desa di Kabaena itu sangat besar.

Hal itu dihawatirkan karena banyak pihak yang berkepentingan terlebih dengan hadirnya perusahaan pertambangan di daerah itu.

“Ini harus disikapi serius sebelum terjadi hal hal yang kita semua tentu tidak inginkan,” ujar Musrif.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bombana mengambil langkah serius, cepat dan terukur serta memastikan persoalan batas wilayah itu dapat diselesaikan secepatnya.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten untuk mendudukkan batas wilayah ini sesuai Peraturan Daerah yang telah kita buat sebelumnya, sehingga tidak ada pihak pihak yang coba coba ‘bermain’ disini,” pungkasnya. (IS)

 

 

 

 




Kapolres Teddy Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Polisi Ciptakan Kamtibmas di Bombana

Bombana, SultraNET. | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bombana. AKBP Teddy Arief Soelistiyo mengajak tokoh masyarakat setempat untuk bersama sama kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban ditengah tengah Masyarakat.

Ajakan kapolres tersebut disampaikan saat menyampaikan materi pada kegiatan Serasehan, Diskusi dan Deklarasi Damai, bertempat di Aula Polres Bombana. Rabu (29/09/2021).

Kegiatan yang mengangkat tema Merawat harmoni, merajut kebhinekaan dalam perbedaan guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif itu dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh Agama, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kepada awak media, Kapolres Bombana AKBP Teddy Arief Soelistiyo menjelaskan dengan kondisi Kabupaten Bombana yang masyarakatnya terdiri dari berbagai Agama, Etnis dan Budaya, pelibatan tokoh masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas sangat membantu tugas kepolisian karena mereka dapat menjadi contoh tauladan yang baik sekaligus dapat memberikan edukasi di masyarakat sekitar masing masing tentang pentingnya menjaga kamtibmas dalam kemajemukan.

“Sarasehan seperti ini sangat penting, bagaimana kita bersilaturahmi untuk saling memahami, menumbuhkan persudaraan serta menjaga keragaman di masyarakat,” ujar AKBP Teddy Arief Soelistiyo.

Sekretaris KNPI Bombana, Yudi Utama Arsyad saat menandatangani Deklarasi Damai
Sekretaris KNPI Bombana, Yudi Utama Arsyad saat menandatangani Deklarasi Damai

Teddy mengaku ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan kamtibmas dalam keberagaman antara lain maraknya pemberitaan hoax yang berpotensi merusak kerukunan dan kebhinekaan.

Selanjutnya masih ada upaya untuk merubah dasar negara dengan ideologi tertentu dan persaingan antar bangsa lain di dunia yang menginginkan NKRI menjadi lemah, bubar dan terpecah.

“Tantangan lainnya memudarnya nilai–nilai luhur  budaya bangsa akibat dari  pengaruh globalisasi yang tidak di  filter degan baik,” tutup Teddy.

Pewarta : Idris Hayang

.




Mayoritas Warganya Telah Divaksin Penyebab Masaloka Raya Gagal Penuhi Target

Rumbia, SultraNET. | Gagalnya Kecamatan Masaloka memenuhi target vaksinasi yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana pada pelaksanaan Pekan Vaksin ke Empat disebabkan masyarakat Kecamatan itu mayoritas telah tervaksin.

Kepala Puskesmas Masaloka Raya. Hasimi, SKM. Senin (20/09/2021) menjelaskan pencapaian kali ini yang tidak sesuai dengan target bukan di sebabkan oleh animo masyarakat yang berkurang akan tetapi untuk Kecamatan Masaloka Raya hampir keseluruhan warganya telah melakukan vaksinasi.

“Menurut pengakuan sebagian warga mereka sudah melakukan vaksinasi, jadi vaksinasi yang di ikuti bukan hanya di sini saja tapi juga ada di tempat lain, lagian juga pada Pekan Vaksinasi saat ini kami lebih fokuskan kepada pelajar usia 12 hingga 17 tahun,” ujar Hasimi.

Pekan Vaksin ke 4 yang di Masaloka Raya hanya mencapai persentase 80,93 persen atau 217 orang dari total target sasaran sebanyak 270 orang.

Ia merinci dari 217 orang yang ikut vaksinasi, 143 orang untuk pelajar, 63 orang untuk masyarakat umum, 2 untuk pelayanan publik dan 9 untuk Lansia sedangkan yang tunda  1 orang.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan termasuk Kepala Desa, Polisi dan TNI untuk terus melakukan edukasi tentang pentingnya vaksin bagi kita semua dan Insya Allah kedepannya kami akan bisa mencapai bahkan melampaui target sasaran yang di berikan,” Tutupnya (IS).




Rumbia Tengah Tetapkan 5 Lokasi Vaksinasi

Rumbia, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan sedang gencar gencarnya melakukan vaksinasi terhadap masyarakatnya guna mencapai Herd imunity, hal ini ditandai dengan Pekan Vaksinasi yang telah memasuki Pekan ke Empat.

Sebagai salah satu Kecamatan yang berada di jantung Kota, Kecamatan Rumbia Tengah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menyukseskan program vaksinasi tersebut

Termasuk mempersiapkan lokasi yang akan di jadikan tempat Vaksinasi.

Sekretaris Kecamatan Rumbia Tengah, Amin Mudeing, Kamis (16/9/2021) menjelaskan bahwa ada 5 Lokasi yang tersedia untuk pelaksanaan Pekan Vaksinasi tahap ke empat ini.

“Karena sasaran kali ini di fokuskan kepada pelajar umur 12 sampai dengan 17 tahun maka dari kelima lokasi tersebut ada 4 sekolah yang kami masukkan dalam daftar dan 2 Kelurahan yang kami satukan pelayanan nya di hari terakhir nanti,” Jelas Amin

Ke Empat sekolah tersebut yaitu SMKN 2 Bombana, Madrasah Aliyah negeri 1 Bombana, MTSN 2 Bombana, yang terakhir SMP dan SMA IT Al Wahdah.

” Lokasi yang satunya di Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Lauru yang kami khususkan untuk Masyarakat umum dan Pelayan Publik,” Ucap Pria Peramah ini

Berdasarkan data yang ada, hingga  hari ketiga pekan Vaksinasi tahap ke Empat di Kecamatan Rumbia Tengah telah mencapai 206 orang yang tervaksin dari target 594 orang.




Pengorbanan Vaksinator di Bombana, Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Ditunjuk sebagai vaksinator dalam pelaksanaan vaksinasi massal, tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi para Tenaga Kerja (Nakes) yang ada di Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana yang saat tengah giat melakukan vaksinasi Covid-19 melalui program pekan vaksinasi.

Petugas vaksinator yang ditemui awak media ini, Besse Darna, A.MD.KEB (BIKOR) dan Panti Susianti, AMK (Perawat) mengatakan Pentingnya menjaga konsentrasi dan daya tahan tubuh dalam melaksanakan tugas.

Menurutnya hal itu wajib untuk selalu diperhatikan oleh tenaga vaksinator, terutama apabila kegiatan vaksinasi memiliki target hingga ratusan masyarakat.

Hal ini sendiri juga menjadi perhatian khusus dari Besse Darna dan Panti Susianti, yang di percaya untuk menjadi tenaga Vaksinator di Puskesmas Rarowatu Utara.

“Yang penting menerapkan protokol kesehatan, kemudian saat pulang ke rumah kita jaga-jaga juga dengan menyemprotkan disinfektan. Lalu istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan juga minum vitamin,” ujar Besse ditemui di sela-sela pelaksanaan vaksinasi, Rabu (16/09/2021).

Dengan istirahat dan vitamin yang cukup, diakuinya hingga saat ini sangat membantu dirinya tetap fokus dan konsentrasi guna menghindari salah pemberian dosis dan jenis vaksin kepada masyarakat yang datang.

Kemudian pentingnya pengetatan protokol kesehatan, juga diakuinya sangat berpengaruh, guna menjaga kesehatannya sendiri, serta keluarga yang menunggu di rumah.

“Menjadi vaksinator bukan masalah tinggal suntik saja . Kita harus tahu dosis yang akan kita berikan ke masyarakat. Jangan sampai salah, terutama kalau ada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Makanya konsentrasi penuh diperlukan sekali,” jelasnya.

Sementara itu Panti Susanti membeberkan ia tidak menampik bahwa selama program vaksinasi masal ini berlangsung, dirinya selalu merasa kelelahan, sehingga hal ini sempat berdampak terhadap waktu bersama buah hatinya.

“Beberapa hari ini saya selalu tepar mas apabila sudah sampai rumah. Biasa kalau seperti itu, saya bahkan tidak sempat main sama anak karena terlalu letih,” Beber Panti.

Tidak hanya kelelahan, berhadapan dengan banyaknya masyarakat setiap pelaksanaan vaksinasi, juga diakuinya membuat dirinya merasakan kecemasan jika terpapar Covid-19.

Namun, keteguhan hati, niat dan disertai dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diakuinya membuatnya  tetap semangat melaksanakan tugas tersebut.

“Sampai sampai suami kamipun harus menerima resiko nya, di cuekin dulu lah demi tugas negara.” pungkas Panti Susianti yang di iyakan oleh Besse Darna sambil tersenyum. (IS)




Dukung Inovasi Pemkab Bombana, PT. PLM Dorong Karyawan Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Perusahaan Pertambangan Emas PT. Panca Logam Makmur (PLM) yang beroperasi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana mendorong seluruh karyawannya turut melaksanakan vaksinasi covid-19.

Kepada awak media SultraNET., Selasa (14/09/2021) Pelaksana Direktur PT. PLM, Haslinda mengatakan kebijakan perusahaan yang dipimpinnya itu sebagai bentuk dukungan terhadap program pekan vaksinasi covid-19 yang merupakan sebuah inovasi Pemkab Bombana dalam upaya percepatan pencapaian target vaksin.

“Kita sadar bahwa untuk mencapai tujuan Pemerintah Kabupaten Bombana agar tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus covid-19 ini, maka kebijakan pekan vaksin ini wajib di dukung oleh semua pihak termasuk kami pihak perusahaan,” ujar Haslinda.

Hingga saat ini lanjut Haslinda, karyawan yang telah di vaksin telah melebihi angka 50 persen dan bakal terus digalakkan hingga mencapai 100 persen.

“Termasuk pekan vaksin ini kita manfaatkan betul untuk menuntaskan vaksin seluruh karyawan,” tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, S.KM mengapresiasi kebijakan yang diambil PT. Panca Logam Mamur yang dinilainnya turut berkontribusi terhadap percepatan pemenuhan target vaksin di daerah itu.

Kepala PKM Rarowatu Utara, Satar, S.KM saat memantau pendataan peserta vaksinasi
Kepala PKM Rarowatu Utara, Satar, S.KM (Paling Kanan) saat memantau pendataan peserta vaksinasi

“Dengan adanya kebijakan perusahaan mendorong karyawannya untuk di vaksin kami sambut baik dan kami siap melayani terutama dalam rangka pekan vaksin ini,” jelas Ketua PPNI Bomban itu.

Pantauan awak media ini, pada pelaksanaan pekan vaksin di Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara tercatat 9 orang peserta merupakan karyawan PT. Panca Logam Makmur.

Laporan : Idris Hayang




Aleg Bombana Hujan Hujanan Demi Terima Aspirasi Warga

Bombana, SultraNET. | Anggota Legislatif (Aleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana rela berhujan hujanan demi menerima aspirasi warganya, Kamis (02/09/2021).

Pemandangan yang patut mendapat pujian itu terlihat saat lebih dari seratus warga Kecamatan Mataoleo melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan jalan poros Mataoleo – Rumbia.

Melihat jumlah peserta aksi yang tidak memungkinkan diterima di aula rapat DPRD Bombana, atas permintaan peserta aksi Aspirasi warga diterima di halaman Kantor DPRD dengan cara duduk bersama.

Anggota DPRD saat menerima aspirasi warga di halaman Kantor DPRD
Anggota DPRD saat menerima aspirasi warga di halaman Kantor DPRD

Aksi yang berlangsung sejak pukul 13:30 WITA berlangsung tertib dengan pengawalan ketat anggota Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat.

Peserta aksi menyampaikan aspirasinya dan dijawab silih berganti oleh 4 Aleg dapil Rumbia dan pemekarannya yang hadir yaitu Zalman Aleg Partai Nasdem, Andi Wawan Aleg Partai Gerindra, Hasan Hanani Aleg PPP dan Herlin Aleg PDIP sedangkan satu lagi Aleg di dapil itu yaitu Abdul Rauf tidak nampak pada kegiatan itu.

Hingga menjelang waktu sholat Ashar belum ditemukan titik temu antara Peserta aksi dan anggota DPRD dimana salah satu poin tuntutan peserta aksi adalah DPRD menghadirkan Bupati Bombana untuk didengarkan komitmen dan kebijakannya terkait perbaikan jalan Mataoleo.

Salah satu Kordinator Aksi. Asri Grandong mengingatkan DPRD terkait tiga fungsi maha penting yang dimiliki yaitu Fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan.

Ia menilai DPRD lemah dalam fungsi pengawasan sehingga anggaran yang telah dikucurkan untuk Mataoleo sebesar puluhan milyar rupiah belum mampu menjadikan jalan yang hanya berjarak 20 kilo meter dari ibu Kota Bombana itu menjadi layak.

“Jika DPRD menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik, maka saya yakin tidak terjadi seperti ini, harusnya jalan Mataoleo itu sudah tuntas,” ujar Asri.

Sekitar pukul 16:00 dua anggota DPRD kembali hadir untuk bersama sama mendengarkan aspirasi warga.

Kedua Aleg tersebut yaitu Andi Firman, Aleg dua periode dari Partai Amanat Nasional dan Rumiyanto juga Aleg dua periode dari Partai Demokrat.

Saat diberikan kesempatan Andi Firman menjawab beberapa persoalan yang disampaikan peserta aksi salah satunya dengan menelpon langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

“Kita panggil saja langsung kesini untuk kita dengarkan bersama sama,” ucap Andi Firman.

Usai berbica melalui sambungan telpon, Andi Firman  meyakinkan peserta aksi bahwa jangka pendek ini, Pemerintah telah menurunkan 4 alat berat untuk mengatasi ruas jalan terparah.

“Sekarang disana sudah ada 4 alat berat yaitu Doser, Greder, Vibro dan Excapator. itu untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengaspalan atau beton memiliki mekanisme dan kami akan terus perjuangkan Aspira teman teman,” jelas Andi Firman.

Menjelang pukul 17:00 WITA hujan mulai mengguyur namun hal itu tidak menyurutkan semangat para demonstran yang terdiri pemuda dan masyarakat Mataoleo yang memilih bertahan menunggu komitmen DPRD untuk memenuhi tuntutan mereka.

Meski diguyur hujan, Peserta Aksi dan Aleg tetap bertahan di lapangan
Meski diguyur hujan, Peserta Aksi dan Aleg tetap bertahan di lapangan

Tidak kalah, salah satu Aleg Andi Firman juga nampak bertahan meski diguyur hujan demi terus mendengarkan aspirasi warga.

Ditemui usai menerima peserta aksi, Andi Firman mengatakan ia memahami betul apa yang dirasakan warga Mataoleo.

Menurutnya warga telah berkali kali datang ke kantor itu dengan tuntutan yang sama.

Untuk itu ia rela meski berhujan hujanan demi mendengarkan aspirasi mereka.

“Dan Insya Allah tuntutan mereka akan kita perjuangkan maksimal agar jalan Mataoleo di tuntaskan,” bebernya.

Menjelang Adzan Magrib peserta aksi beristirahat sebagai penghormatan bagi peserta aksi atau Aleg yang akan melaksanakan ibadah sholat magrib.

Sebagai kesimpulan jalannya aksi, dibuat berita acara yang berisi komitmen 7 aleg yang hadir saat itu untuk memperjuangkan perbaikan jalan Mataoleo.

Belum puas dengan itu, hingga malam hari pukul 21:00 sebagian peserta aksi memilih bertahan di kantor DPRD menunggu hingga ada jawaban yang dapat diterima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. (IS)

 

 




Demo Jalan Rusak, Warga Mataoleo Bawa Kado Lumpur dan Uang Sumbangan ke DPRD

Bombana, SultraNET. | Ratusan Warga Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana membawa Kado yang berisi sekantong lumpur dan Kotak berisi uang receh hasil sumbangan warga ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana.

Kotak kado dan sumbangan warga merupakan bentuk protes rusaknya akses jalan penghubung Rumbia Ibu Kota Bombana ke Mataoleo yang saat ini susah dilalui kendaraan.

Salah satu orator Aksi. Asri, mengatakan kado tersebut sebagai bukti kepada DPRD yang dinilai tidak mengetahui persis keadaan di Mataoleo.

“Silahkan anggota DPRD terima kado warga itu jangan sampai kalian tidak percaya bahwa jalan kami penuh lumpur,” ujar Asri.

Sedangkan uang yang diserahkan lanjut Asri, merupakan hasil sumbangan masyarakat agar DPRD mengetahui bahwa jalan di Mataoleo butuh perhatian anggaran yang kongkrit.

“Itu dana sumbangan warga yang melihat aksi kami mereka meminta DPRD Menambahkan untuk alokasi anggaran perbaikan jalan kami,” tegas Asri.

Sementara itu salah satu Anggota DPRD, Herlin saat menerima massa aksi mengatakan bahwa Aspirasi warga Mataoleo dalam bentuk aspirasi setiap tahun disuarakan DPRD kepada eksekutif.

“Setiap tahun aspirasi kita sampaikan bukan cuma jalan namun berbagai sektor lain seperti pasar dan lain-lain namun terkadang tidak semua terealisasi apakah pemerintah belum menganggap itu sebagai prioritas,” ujar Herlin.

Politisi Partai PDIP itu menjelaskan dengan kehadiran anggota DPRD menerima peserta aksi sebagai bentuk kepedulian dan siap memperjuangkan aspirasi itu.

“Saya hadir disini dan siap bertanggung jawab mengawal Aspira teman teman,” Tegas Herlin.

Hingga berita ini dirilis massa aksi masih di kantor DPRD Bombana dan mendesak DPRD menghadirkan Bupati Bombana ke. Kantor tersebut untuk menjelaskan kebijakan pemerintah terkait jalan Mataoleo. (IS)

 

 

 

 




Ini Hasil RDP Rencana Reklamasi Pulau Basa

Bombana, SultraNET. | Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana  terkait penolakan masyarakat pesisir Poleang atas rencana reklamasi Pulau Basa oleh anak perusahaan PT. Jhonlin Group yang menghadirkan beberapa Instansi terkait, Pihak Perusahaan dan Masyarakat Pesisir menghasilkan beberapa kesimpulan.

Ketua DPRD Bombana, Arsyad, S.Pd., MH saat memimpin rapat memastikan sebagai perwakilan rakyat, DPRD akan selalu hadir jika rakyat merasa tertindas atau ada haknya yang tidak terpenuhi dalam berbagai hal termasuk atas rencana reklamasi Pulau Basa.

Arsyad menegaskan jika rencana tersebut setelah dilakukan kajian ternyata lebih besar dampak yang merugikan masyarakat maka sebagai perwakilan rakyat ia turut sepakat rencana itu di tolak.

“Jadi sebagai bagian dari kesimpulan kami minta Pemerintah Kabupaten untuk menunda dulu atau mengevaluasi kembali Rencana Leklamasi Pulau Basa,” ujar Arsyad. Jum’at (27/8/2021).

Politisi Partai Nasdem itu mengharapkan agar kegiatan yang direncanakan bakal mereklamasi pulau basa hingga seluas 750 hektar itu dilakukan secara terbuka dan melibatkan semua pihak terkait.

“Saya yakin masyarakat juga tidak alergi dengan investasi, hanya saja ini harus dilakukan sosialisasi secara transparan terutama kepada masyarakat pesisir yang dampaknya akan mereka rasakan secara langsung,”  jelasnya.

Aleg dua periode itu menjanjikan pada hari Senin berikutnya dalam agenda paripurna DPRD bakal menyisipkan agenda tambahan untuk membahas rencana reklamasi Pulau Basa apakah akan dibuatkan Panitia Khusus (Pansus) atau tidak perlu.

“Insya Allah hari Senin kita akan bicarakan dengan anggota DPRD lainnya terkait Pansus ini,” Tutup Pria yang digadang gadang bakal maju sebagai Bakal calon Bupati Bombana Tahun 2024 mendatang itu.

Ditempat yang sama salah satu perwakilan masyarakat pesisir, Irfan Mappa mengatakan kehadiran rencana investasi bidang pariwisata oleh PT. Jhonlin group di Pulau Basa diyakini bakal menyengsarakan masyarakat nelayan.

“Kami tidak ada tawar menawar lagi disini, kami menolak rencana reklamasi Pulau Basa dan kami minta DPRD berada di pihak masyarakat pesisir,” tegas Aktivitas muda itu.

Sementara itu Perwakilan PT. Jhonlin Grup saat diminta memberikan pemaparan mengatakan perusahaan tidak akan memaksakan kehendak untuk investasi jika itu mendapat penolakan warga dan DPRD.

Ia menyebut jika Kabupaten Bombana tidak menerima rencana investasi ini maka sebagai opsi bakal di alihkan untuk berinvestasi di daerah lain.

“Jadi sekarang bukan zamannya main paksa-paksa, kami seluruhnya menyerahkan persoalan ini pada Pemerintah Daerah,” singkatnya.

Untuk diketahui, Pulau Basa secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kasabolo, Kecamatan Poleang saat ini memiliki luas daratan sebanyak 5 Ha.

Pewarta : Idris Hayang

 

 

 

 

 

.