Ketua DPRD Bombana Puji Komitmen PT. Panca Logam Makmur

Bombana, SultraNET. | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara memuji pihak PT.Panca Logam Makmur (PLM) sebuah Perusahaan Pertambangan Emas yang beroperasi di Wilayah Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara  yang telah menujukkan Komitmen dan langkah serius untuk melaksanakan kewajibannya dalam upaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Pujian tersebut disampaikan Arsyad, S.Pd., MH saat ditemuai di Kantornya, Kamis (26/8/2021). Menurut Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu, pihak perusahaan telah menggelar konsultasi publik, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di areal kerja pertambangan PT . PLM dengan melibatkan seluruh stakeholder dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, DPRD, NGO dan Tokoh masyarakat sekitar areal pertambangan pada hari Rabu (25/08/2021).

“Andaikan semua perusahaan melakukan kewajibannya ini, maka akan sangat membantu daerah, karena Pemerintah dan Perusahaan dapat melihat pemberdayaan apa yang dapat dilakukan selama Izin Usaha Pertambangan mereka masih berjalan,” Ujar Politisi yang digadang gadang sebagai bakal Calon Bupati Bombana itu.

Aleg yang telah dua periode di DPRD Bombana itu menjelaskan kehadiran dirinya pada kegiatan itu untuk melihat dan memberi masukan untuk menghindari timpang tindih program, agar program yang akan dilakukan perusahaan tidak lagi di programkan oleh pemerintah daerah.

“Program PPM ini manfaatnya untuk daerah terutama bagi daerah yang terdampak pertama sangat besar untuk itu saya secara kelembagaan akan mendorong perusahaan perusahaan lainya yang masih eksis di Bombana untuk melakukan juga kewajibannya ini,” Tegas Ketua PSSI Bombana itu.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Operasional sekaligus Kuasa Direktur PT.PLM. Haslinda mengatakan tujuan konsultasi publik tersebut adalah sebagai salah satu syarat rencana induk PPM sebelum disahkan .

“Kita harus melaksanakan konsultasi publik dulu ke masyarakat dan stakeholder Pemerintah Daerah, tujuannya mengevaluasi bahwa PPM tersebut akan tersalurkan kepada masyarakat,” ujar Linda

Hasil masukan dari masyarakat, lanjut Linda bakal di evaluasi dan diperbaiki kembali, pasalnya untuk PPM sudah diatur dalam blueprint PPM yang meliputi 8 aspek, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan lainnya.

Haslinda menegaskan, program PPM tersebut tidak boleh tumpang tindih dengan program yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Misalnya Pemerintah mencanangkan untuk pembuatan jalan, kita mau pembuatan jalan juga tidak boleh, kita harus yang lain, jadi saling mengisi untuk yang belum,” jelasnya.

Program PPM disusun hingga akhir masa tambang, pihaknya berharap masyarakat bisa mandiri dan tidak bergantung lagi pada perusahaan.

“Tanggapan mereka lebih senang, karena tersalurkan langsung oleh perusahaan. Apabila dari dana tersebut dalam setahun ini masih tersisa, dana sisa tersebut masih bisa terakumulasikan untuk angaran tahun berikutnya,” pungkas wanita berjilbab ini

PT. PLM dalam menyusun dokumen Rencana Induk PPM mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pembedaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan dan Batubara, Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1824 K 30 MEM 2018 tentang Pedoman Pelakasanaan Pengembangan dan Pembedayaan Masyarakat.

Pewarta : Idris Hayang

 

 

 

 

 

 

 

.




Angka Fantastis, Vaksin Nusantara Dipesan Negara Lain

Jakarta, SultraNET. | Penyebaran covid-19 yang belum juga tuntas sehingga masyarakat dunia Harus berpikir bagaimana cara untuk menghentikan penyebaran covid-19 ini.

Banyak upaya yang dilakukan oleh negara-negara untuk membantu masyarakat agar  tidak terinfeksi dari virus covid 19
Salah upaya yang dilakukan oleh banyak negara adalah dengan memberikan vaksin kepada masyarakat sehingga diharapkan dapat memberikan antibodi untuk mengatasi covid-19.
Berbagai macam vaksin yang telah digunakan oleh banyak negara salah satunya Indonesia yang menggunakan beberapa jenis vaksin.
Salah satu kebanggaan vaksin buatan anak negeri yaitu vaksin Nusantara.
Kabar baiknya bahwa vaksin tersebut telah dipesan oleh negara lain dengan angka yang cukup fantastis.
Dilansir dari Jaktim News, Vaksin Nusantara buatan asal Indonesia rencananya akan di pesan negara Turki sebanyak 5,2 juta dosis.

Vaksin Nusantara yang digagas dr Terawan Agus Putranto tuai pujian, dari ahli dan Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair Prof drh Chairul Anwar Nidom.

Ini diungkapkannya pada pada kanal YouTube Siti Fadilah Supari bertema Siti Fadilah & Nidom: Vaksin Nusantara, Harapan Yang Tertunda.

Dalam perbincangan antara Siti Fadilah dan Prof Nidom sapaannya bahwa Turki sudah memesan Vaksin Nusantara ini.

“Saya dengar, katanya Turki sudah memesan sebanyak 5,2 juta dosis,” ucapnya.

Prof Nidom memuji gagasan Letjen (purn) Terawan Agus Putranto, yang telah membuat Vaksin Nusantara itu.

“Saya terus terang salut dengan Pak Terawan mencetuskan ide itu, bisa membelokkan dendritik sel yang untuk kanker digunakan untuk infeksi. Itu hebat benar,” ungkap Nidom.

Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair itu berharap Vaksin Nusantara sebagai solusi tepat, untuk Pandemi Covid-19.

Bahkan Vaksin Nusantara berguna juga untuk penyakit-penyakit lainnya.

Pihaknya telah melakukan riset terhadap titer antibodi tenaga kesehatan yang sudah divaksin menggunakan vaksin konvensional.

“Ada 3 kelompok. Pertama, kelompok yang punya antibodi dan punya daya protektif atau imunitas. Ini bisa membunuh virus,” katanya.

Hasil studi dilakukan terhadap lebih 75 orang heterogen.

Ditemukan kelompok kedua yaitu punya antibodi, tapi tidak punya daya protektif dan ini bisa sakit lagi.

“Kelompok ketiga lebih cilaka, tidak punya antibodi dan daya protektif meskipun divaksin,” ungkapnya.

Prof Nidom berharap pemerintah segera melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang sudah divaksin.

“Jangan sampai dia (divaksin) sudah percaya diri, ternyata dari faktor (kelompok) kedua dan ketiga. Ini presesentasinya terbesar,” ucapnya.

 

(duniaoberita)




Patut Dicontoh, Rarowatu Utara Lampaui Target Vaksin Pekan ke 3

Rumbia, SultraNET. | Program Pekan vaksinasi Tahap Ketiga yang di mulai sejak tanggal 16 Agustus hingga 21 Agustus 2021 telah berakhir, di antara 22 Kecamatan yang melaksanakan pekan vaksinasi tersebut salah satunya di Kecamatan Rarowatu Utara dan mencatat mampu melampaui target yang diberikan.

Dari data yang tercatat, PKM Rarowatu Utara berhasil melakukan vaksinasi kepada 309 orang dari 220 orang target yang di berikan.

Satar SKM selaku kepala Puskesmas Rarowatu Utara sempat terkejut dengan pencapaian tersebut karena menurutnya pada awal awal pekan vaksinasi Tahap ketiga ini antusiasme masyarakat sempat menurun

” Saya ambil contoh di hari pertama di Desa Tunas Baru yang ikut vaksinasi cuman 11 orang, tetapi itu semua tertutupi di desa desa berikut nya,” ucap Satar. Sabtu (21/8/2021)

Walaupun rasa khawatir sempat ada tapi Satar punya keyakinan bahwa target akan bisa tercapai kalau semua pemangku kebijakan saling bahu membahu dalam mensukseskan program Pekan vaksinasi ini

“Kami juga salut kesadaran masyarakat di beberapa desa yang dengan ikhlas datang berbondong-bondong ke tempat Vaksinasi tanpa harus di panggil lagi” tambah nya

Ketua PPNI Bombana ini juga mengharapkan ke depan nya apabila pekan vaksinasi ini masih berlanjut masyarakat Rarowatu Utara lebih semangat dan antusias lagi mengikuti pekan vaksinasi

“Jangan percaya sama berita Hoax, pemerintah pasti sudah memikirkan yang terbaik buat masyarakat nya,jadi tidak ada alasan lagi untuk kita tidak datang ke tempat Vaksinasi,” harap Satar




Pulau Basa Direklamasi, Nelayan Poleang Terancam Kelaparan

Bombana, SultaNET. | Rencana Pemerintah Kabupaten Bombana melakukan reklamasi Pulau Basa yang secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kasabolo, Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana mendapat penolakan dari para nelayan pesisir Poleang dan sekitarnya.

Penolakan itu disampaikan Ratusan nelayan dengan mengelar aksi di halaman Kantor DPRD Bombana, Jum’at (20/08/2021).

Salah satu kordinator aksi, Irfan Mappa mengatakan jika reklamasi Pulau Basa tetap dilakukan dipastikan dapat mematikan mata pencaharian nelayan di sepanjang Pesisir Poleang sehingga dapat menyebabkan nelayan setempat kelaparan.

“Jika dayung nelayan kering, panci juga kering, jadi tidak ada tawar menawar kami menolak pulau Basa di reklamasi,” tegas Irfan Mappa.

Ia menyebut pemerintah Kabupaten Bombana melakukan upaya reklamasi Pulau Basa secara diam-diam  serta tidak transparan  dengan menggandeng pihak swasta sebagai Pihak Ketiga.

“Sosialisasi pernah dilakukan namun pesertanya dipilih pilih dan dilakukan di hari Minggu dan terkesan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Irfan berharap DPRD Bombana dapat berdiri bersama masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten membatalkan rencana Reklamasi Pulau Basa.

“Nelayan pesisir Poleang tidak ada tawar menawar, kami menolak Reklamasi Pulau Basa karena akan lebih banyak mudharatnya dari maslahatnya,” Pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Bombana, Andi Firman yang menerima massa aksi memastikan DPRD Belum menerima pemberitahuan terkait rencana pemkab Bombana untuk mereklamasi Pulau Basa.

“DPRD Belum diberitahu terkait rencana Pemkab itu,” ujarnya.

Aleg Partai Amanat Nasional itu menggaransikan bakal mengajukan ke pimpinan DPRD untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan menghadirkan semua pihak terkait tuntutan massa aksi.

” RDP akan dilakukan terbuka sehingga tidak ada yang ditutup tutupi dan kami minta perwakilan massa aksi juga hadir,” ucap Mantan Ketua DPRD Bombana itu.

Sementara itu salah satu orator yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum Rakyat Sulawesi Tenggara (LBHR-SULTRA), Muh. Basri Tahir, SH Memastikan lembaga yang dipimpinnya itu bakal mendampingi perjuangan para nelayan pesisir pantai Poleang.

“Bahkan Jika ini dipaksakan oleh Pemkab maka LBHR Sultra siap menempuh jalur hukum,” Tegas Basri. (Idris)

 

 

 

 

 

 




Hari Ke Tiga Pekan Vaksin, PKM Rarowatu Capai Setengah Dari Target

Rumbia, SultraNET. | Hari Ketiga pelaksanaan Vaksinasi massal pada program pekan vaksinasi ke tiga di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mencapai 50 persen dari target 220 orang.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu, Hasniwati, SKM mengatakan, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin pada pekan vaksinasi tahap ketiga berkurang jika di bandingkan dengan tahap pertama, dirinya masih berkeyakinan kalau target yang di berikan masih bisa tercapai.

“Sudah tiga hari berjalan tahap tiga, kunjungan masih agak kurang. Namun pas rangkain 17 Agustus 2021 kemarin, kita berhasil vaksin 66 orang,” kata Hasniwati saat wawancara dengan awak media di lokasi vaksinasi, Lakomea (18/08/2021).

Pada Rabu 18 Agustus 2021 kata dia, Tim dari PKM Rarowatu berhasil malakukan vaksin sebanyak 33 warga Desa Lakomea Kecamatan Rarowatu.

“Untuk hari ini, sebanyak 33 orang yang divaksin. Sementara jumlah target kita pada pekan vaksinasi tahap tiga ini hanya 220 orang, 16 fial vaksin. Nanti hari terakhir baru kita bisa persentase capaian nya,” jelas wanita berjilbab ini.

Hasniwati juga membeberkan bahwa di setiap pelaksanaan Posyandu, tim dari PKM Rarowatu selalu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada masyarakat, ada yang kesadarannya tinggi ada juga yang tidak,” bebernya.

Meski demikian, ia terus mengajak semua masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga lainnya pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kita harus aktif dan mau melakukan vaksinasi Covid- 19,” pungkasnya

Pewarta : Muh. Adnan




Bupati Tafdil Maknai Hari Kemerdekaan Sebagai Kekuatan Hadapi Pandemi

Rumbia, SultraNET. | Dengan menggunakan pakai adat  berwarna hitam khas Suku Moronene, Bupati Bombana H.Tafdil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/8/2021) pagi.

Bupati Bombana H.Tafdil ditemui usai upacara menyampaikan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-76 tahun ini memiliki makna yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

“Untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh butuh kebersamaan dari kita semua,” kata Tafdil

Bupati juga menyebutkan bahwa upacara yang digelar hari ini terlihat warna-warni yang menunjukkan keberagaman masyarakat Bombana.

“Dan itu memberikan semangat kuat dan kebersamaan itu menjadi dasar penting untuk membangun daerah kita secara khusus dan untuk Indonesia secara umum,” terangnya.

Ditahun ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana Covid-19. Oleh karenanya, butuh kebersamaan dan kekuatan bersama dari rakyat bersama pemerintah dalam menghadapi bencana ini.

“Bapak Presiden telah banyak mengintruksikan kepada kita untuk melakukan hal yang terbaik untuk pemulihan ekonomi dan memastikan manusianya diselamatkan,” ungkap Bupati 2 periode ini

Tafdil juga mengajak masyarakatnya untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi virus corona segera berakhir.

Nampak Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, Kapolres Bombana AKBP  Teddy Arief Soelistiyo Sekda Bombana Drs. Man Arfa, M.Si,  dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), sejumlah pimpinan instansi vertikal dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Meski sempat diguyur hujan di akhir-akhir upacara, peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri,  dan beberapa SKPD terkait terlihat tetap di tempat, hujan tersebut tidak menjadi penghalang atau menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-76 tersebut.




Senator ANS Ajak Warga Bombana Untuk Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Senator perempuan asal Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Nirwana Sebbu (ANS) mengajak masyarakat Bombana, untuk melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah diri dari serangan wabah virus Corona atau yang dikenal Covid-19

“Vaksinasi itu penting kita lakukan, karena dengan vaksinasi kita bisa mencapai herd Immunity (kekebalan kelompok ),” ujar Andi Nirwana Sebbu

Hal itu di katakan sesaat setelah mengikuti Upacara HUT RI ke 76 di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/08/2021)

Anggota Komite 3 DPD RI ini mengungkapkan, dirinya tidak bisa mengatakan vaksin itu wajib, namun untuk mencapai herd immunity vaksin adalah sebuah keharusan dilakukan

“Mari kita ramai-ramai vaksinasi untuk kesehatan bersama, kesehatan diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” jelas Istri Bupati Bombana tersebut.

Tidak lupa mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana periode 2014-2019 ini mengingatkan kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk tetap mematuhi prokes dan pola hidup yang sehat

” Lebih baik mencegah daripada mengobati.” pungkas wanita yang punya sapaan akrab ANS itu.




Tanggal 16 hingga 21 Agustus 2021, Pemkab Bombana Gelar Vaksin Massal di 22 Kecamatan

Bombana, SultraNET. | Untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi covid-19, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan kembali mencanangkan program pekan vaksinasi Covid-19 tahap 3 di 22 Kecamatan, mulai hari Senin tanggal 16 Agustus 2021 hingga Sabtu 21 Agustus 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail, Selasa (10/08/2021) mengatakan pelaksanaan pekan vaksinasi ini sebagai bentuk inovasi Pemkab Bombana dalam upaya percepatan pemenuhan target vaksinasi kepada sektor pelayanan publik, lansia dan masyarakat umum.

“Ini juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus Corona,” Ujar Darwi Ismail.

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana itu menjelaskan keputusan Penetapan Pekan Vaksinasi ke tiga itu dikuatkan dengan surat edaran bernomor  : 443.4/1412/kesehatan, tanggal 9 Agustus 2021 yang di tandatangani Sekretaris Daerah Bombana Drs. Man Arfah, M.Si.

“Berbagai langkah pencegahan dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19, selain penerapan protokol kesehatan, adalah dengan vaksinasi ini,” tegas Darwin Ismail.

Berikut Jadwal Waktu dan Tempat pelaksanaan Pekan Vaksin di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana

Pewarta : Idris Hayang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 




Minim Sosialisasi, Pekan Vaksin ke 2 di Bombana Sepi

Bombana, SultraNET. | Minimnya sosialisasi jadwal dan tempat pelaksanaan pekan vaksinasi massal tahap ke dua di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, ditengarai menjadi penyebab kurangnya antusias warga mengikuti kegiatan vaksinasi sehingga dari target yang ditetapkan hanya tercapai 54,97 persen.

Pekan Vaksinasi tahap ke dua yang dimulai dari tanggal 2 hingga 7 Agustus 2021, di Lima Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana dengan target 4.217 dosis hanya tercapai 2.831 dosis.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, S.KM., M.Mkes, Sabtu (7/8/2021) mengatakan kurangnya antusias warga juga terjadi di wilayahnya yang menjadi salah satu Kecamatan yang melaksanakan vaksinasi tahap ke dua ini.

Ia menilai dari pelaksanaan pekan vaksinasi pertama bulan Juli 2021 lalu terjadi perbedaan antusias warga, sehingga ia optimis kedepannya pada pelaksanaan pekan vaksinasi ke tiga sosialisasi dan publikasi bakal ditingkatkan lagi.

“Faktor sosialialisasi dan publikasi punya peran penting pada program vaksinasi ini sehingga kedepan kita akan tingkatkan lagi,” ujar Ketua DPD PPNI Bombana itu.

Dari 831 dosis yang ditargetkan untuk Kecamatan Rarowatu utara, hingga pekan Vaksinasi kedua berakhir, yang tervaksin baru mencapai 585 orang sehingga masih tersedia 246 dosis yang belum digunakan.

Disamping sosialisasi dan publikasi yang dinilai masih kurang dibanding pekan sebelumnya, Satar melihat ada beberapa alasan sehingga masyarakat enggan ke lokasi vaksinasi yaitu sebagian besar masih mempercayai informasi hoax bahwa vaksin tidak memberikan kekebalan terhadap virus covid-19.

Selain itu adanya pemahaman yang keliru dari sebagian masyarakat yang perlu di edukasi yaitu anggapan bahwa vaksinasi dilakukan hanya untuk mendapatkan kartu vaksin.

“Padahal seharusnya motivasinya adalah vaksinasi untuk melindungi diri agar timbul kekebalan terhadap covid-19,” jelas Satar.

 

 

 

 




Kades Lantari Jaya Himbau Warga Tak Takut Di Vaksin

Bombana, SultraNET. | Kepala Desa Lantari, Ovi Asrofi menghimbau seluruh warga untuk tidak takut di vaksin karena vaksin telah di uji oleh pemerintah tentang manfaatnya serta halal bagi ummat islam sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Hal itu disampaikan Ovi Asrofi usai menjadi satu di antara pejabat publik yang kembali menerima suntikan vaksin dosis kedua pada program pekan vaksin ke dua yang di laksanakan di Balai Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya.

“Tidak usah takut di vaksin ini sudah di uji pemerintah, vaksin ini aman dan halal,” ujar Ovi, Rabu (04/08/2021).

Usai di Vaksin tahap ke dua, Ovi Asrofi mengakui dirinya tidak merasakan gejala apapun bahkan sejak dari suntikan dosis pertama, seluruh aktivitasnya dapat berjalan normal tanpa kendala.

“Yang saya alami tidak ada gejala apapun, aktivitas normal, mudah-mudahan seterusnya tetap sehat,” ujar Ovi. (IS)