Sayang Rakyat, Relawan ASR Bombana Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Warga Pesisir

Bombana, SultraNET.  | Sebagai wujud kecintaan terhadap rakyat, Relawan Andi Sumangerukka (ASR) Kabupaten Bombana menggelar kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mensosialisasikan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19 di Kalangan masyarakat pesisir Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Rabu (17/2/2021).

Koordinator Relawan ASR Kabupaten Bombana Muh. Anis mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka, SE., MM  untuk hadir secara langsung membantu memudahkan warga yang kesulitan menjangkau tempat pelayanan kesehatan selama masa Pandemi Covid-19 akibat banyaknya kesibukan mereka.

“Seyogyanya kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pangdam XIV/ Hasanuddin, namun karena adanya kegiatan lain yang juga bersama masyarakat yang sudah lebih dulu dijadwalkan sehingga beliau batal hadir dan Insya Allah pada kegiatan berikutnya yaitu sosialisasi Prokes, Sunatan Massal dan Dialog langsung bersama kaum milenial yang akan diadakan dalam waktu dekat ini beliau bakal hadir,” Ujar Muh. Anis.

Petugas Kesehatan saat memeriksa Warga
Petugas Kesehatan saat memeriksa Warga

Setelah dilakukan Sosialisasi Prokes lanjut Muh. Anis, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan  kesehatan kepada para warga, pembagian obat obatan, masker dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta pembagian uang tunai.

“Ini bertujuan untuk mencegah dan mempertahankan masyarakat nelayan dari penyebaran covid-19,” jelas Muh. Anis.

Adapun materi sosialisasi prokes yaitu mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan 3M yaitu Memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah, menjaga jarak jika dikeramaian dan rajin mencuci tangan dengan air mengalir.

“Mematuhi protokol kesehatan adalah hal yang penting, karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya

Sementara itu, Yuna sebagai salah satu peserta sosialisasi mengucapkan rasa sukur dan terimakasih atas  hadirnya pelayanan kesehatan gratis oleh Relawan ASR di wilayahnya itu, ia menyebut hal tersebut sangat membantu dikarenakan banyaknya kesibukan dirinya sehingga tidak sempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.

“Sayakan ibu rumah tangga, selain mengurus anak saya juga bantu suami mengerjakan hasil tangkapannya di laut, sehingga kegiatan ini sangat membantu masyarakat nelayan, walaupun saya tidak mengenal Pak Pangdam ASR, tetapi saya merasa berterimakasi atas bantuannya ini,” tutur Yuna.

Pantauan awak media SultraNET. puluhan Relawan ASR nampak antusias melayani masyarakat yang datang melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta memberikan edukasi pentingnya prokes.

 

Pewarta   : Fendi




Mega Proyek BLUD RSUD Bombana Belum Rampung, Gaji Buruh Mandek

Bombana, SutraNET. | Manajemen keuangan proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap (VIP) Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD RSUD) Kabupaten Bombana di lokasi baru Desa Lantowua Kecamatan Rarowatu Utara menimbulkan persoalan pelik terhadap para tukang dan buruh bangunan yang bekerja pada proyek yang menelan anggaran hingga Rp 9.473.700.000, itu.

Pasalnya gaji harian puluhan buruh yang bekerja pada proyek yang sesuai informasi pada papan proyek harusnya rampung pada 31 Desember 2020 itu namun hingga kini tak kunjung dibayarkan.

Persoalan tersebut timbul diduga akibat pihak Kontraktor CV. Sumber Pilar Nusantara memakai jasa pihak ketiga untuk merekrut pekerja sehingga penggajian tidak langsung dari kontraktor kepada para pekerja namun melalui jasa perantara tersebut.

Kepada awak media SultraNET., Kamis (11/02/2020) Sudirman Salah seorang kepala tukang menceritakan bahwa ia mulai bekerja pada bulan desember tahun 2020 hingga februari tahun 2021 namun hingga saat ini upah yang menjadi haknya beserta 20 orang buruh bangunan yang ia bawa tak kunjung ada kepastian pembayarannya.

“Kesepakatan kami saat itu gaji akan diberikan setiap dua minggu, tetapi kenyataanya sampai saat ini belum juga ada titik terang,” ujar Sudirman

Tidak sampai disitu, untuk mendapatkan haknya, ia telah melakukan segala upaya termasuk meminta pihak Kepolisian Resor Lantari Jaya untuk menfasilitasi agar kontraktor menunaikan kewajibannya.

“Kapolsek Lantari Jaya telah memfasilitasi kami bertemu pihak kontraktor, disitu kita disampaikan akan dibayarkan seminggu kemudian, tapi faktanya sudah hampir sebulan malah semakin tidak jelas,” keluhnya

Hal senada juga diutarakan Ismail, Salah seorang pekerja bangunan itu menceritakan untuk membiayai kebutuhan sehari hari selama sebulan bekerja di lokasi proyek, ia dan teman temannya sesama buruh terpaksa harus mengutang kiri kanan agar dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang diberikan.

“Tetapi pada akhirnya kami dibuat begini, kami juga telah diberhentikan dan kontraktor mendatangkan pekerja baru, sementara hak kami belum dibayarkan,” jelasnya

Sebagai pekerja ia sangat berharap agar hak mereka segera diberikan agar mereka tidak kebingungan seperti saat ini.

“Apalagi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sekarang kami sudah mengutang ke tetangga,” katanya

Sementara itu, Bima pengawas lapangan CV. Sumber Pilar Nusantara membenarkan bahwa apa yang di keluhkan pekerja itu benar, namun ia membantah bahwa itu merupakan tanggung jawab H. Anwar selaku kontraktor karena masalah pekerja merupakan tanggung jawab Yoga selaku pihak perantara yang menyediakan tukang dan buruh.

” Setau saya pada pertemuan itu H. Anwar (kontraktor) hanya akan membantu membayarkan upah pekerja tetapi tidak disebutkan nilainya karena terus terang Pak Haji sudah membayarkan upah tersebut melalui Pak Yoga dan nilainya itu sudah melebihi dari progres pekerjaan yang ada,” Jelas Bima

Dihubungi terpisah Kapolsek Lantari Jaya IPDA Setiabudi Satrianto melalui Kanit Reskrim menjelaskan bahwa ia telah melakukan upaya mediasi pihak terkait guna membicarakan masalah pembayaran gaji secara kekeluargaan.

Pada pertemuan itu H. Anwar selaku kontraktor sepakat untuk membayar gaji pekerja secepatnya, namun ternyata hingga berjalan hampir sebulan tak kunjung di realisasikan.

” Kami sudah lakukan pemanggilan kedua belah pihak agar menyelesaikan maslah ini secara kekeluargaan, kalau ternyata tidak ada respon saya sarankan baiknya pekerja yang merasa dirugikan melapor saja ke Polres secara resmi agar bisa diproses,” Singkatnya

Pewarta : Fendi




Atasi Stunting, Distan Bombana Tanam 15 Ha Padi Inpari IR Nutrizinc

Rumbia, Sultranet.com – Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

Melihat hal ini Kementerian Pertanian mulai melakukan inovasi baru, salah satunya denga melepas Varietas Padi Inpari IR Nutrizinc. Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn.

Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa potensi kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memeiliki kandungan 24.06 ppm. Varietas ini baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada dataran rendah-dataran menengah < 600 mdpl. Hal ini dijelaskan kadis Muhammad Siarah saat memberi sambutan di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, pada Selasa, (9/2/2021) kemarin

Areal Persawahan Bombana

PLT. Kadis Pertanian Kabupaten Bombana Ir.Muhammad Siarah,.M.Si menyebut penyiapan benih dasar padi Inpari Nutrizinc diproduksi oleh Balai Besar Penelitian Padi (BBPadi) Sukamandi sebagai pemulia benih dan dikembangkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi untuk kemudian ditanam sebagai benih sebar untuk kebutuhan beras konsumsi.

“Keunggulan kandungan Zn itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di kabupaten Bombana,” papar Muhammad Siarah

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting dan cocok dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Karena budidaya Padi Inpari IR Nutrizinc hampir sama dengan budidaya, harga berasnya juga tidak jauh beda dengan beras konsumsi biasa.

Untuk diketahui, angka stunting di Indonesia (data Riset Kesehatan Dasar, Riskesdas 2019) mencapai 30,8 persen (tersebar di 100 kabupaten/kota prioritas dan 34 provinsi). Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Sebagai langkah penyediaan pangan berkaitan dengan kesehatan, Sarwana Amir mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada periode Okmar 2020 telah menanam padi inpari IR Nutrizinc seluas 15 ha di wilayah Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana dimana setiap haktarnya mendapatkan benih 25 kg.

Bahkan, menurut Sarwana Amir, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada tahun 2020 periode Okmar, telah menanam 15 ha padi ini pada PB.Tani Subur Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana Ini sebagai stimulan dan pengenalan jenis padi bagi petani dan selanjutnya petani secara swadaya akan menanam jenis padi secara masif.

Terpisah dalam kunker ke Kabupaten Bombana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Djoji Faat menyebut bahwa perlu memperhatikan ketersediaan benih sumber, terlebih hingga saat ini baru ada satu varietas padi yang tersedia untuk mendukung penurunan angka stunting, yaitu varietas Inpari IR Nutri Zinc.

“Kabupaten Bombana salah satu Kabupaten yang mendapatkan alokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, ” singkatnya. (Adv)




Bantu Salurkan Zakat Baznas di Kecamatan Rarowatu, Babinsa Komsos Prokes Covid-19

Bombana, SultraNET. | Dua Anggota Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia yaitu Serda TNI Nursan dan serda TNI Abd azis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan zakat kepada yang berhak menerima di wilayah Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (28/1/2020).

Kepada awak media ini, Serda TNI Nursan mengatakan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di kalangan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, kedua personil Koramil 1413-06/Rumbia ini juga melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat dengan menjelaskan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan manfaat program vaksinasi anti Covid-19 sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap seluruh rakyat Indonesia guna membentuk kekebalan tubuh dari serangan virus corona.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, vaksin anti CoJvid-19 itu sangat bermanfaat sebagai penangkal, agar tidak terpapar virus Corona,” kata Serda TNI Nursan.

Serda TNI Abd azis menambahkan, ia berharap agar masyarakat di wilayah binaanya agar tidak mempercayai isu-isu liar yang menyesatkan, karena program vaksinasi merupakan instruksi resmi dari pemerintah pusat demi melindungi rakyat Indonesia dari paparan virus Corona.

“Pemerintah tidak mungkin mau menjerumuskan rakyatnya, diadakan program vaksinasi itu supaya bisa menekan penyebaran Covid-19 sampai tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat Wali agar selalu menerapkan protokol kesehatan setiap melakukan aktivitas di luar rumah yaitu selalu memakai masker setiap ke luar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir supaya tidak ada lagi kuman-kuman yang menempel di tangan, kemudian harus menjaga jarak saat berada di tempat keramaian. (r)




Kerja Bakti di Lokasi Rumah Adat Moronene, Anggota TNI-AD Sosialisasikan Prokes

Bombana, SultraNET. | Dua Anggota Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia yaitu Serda TNI Nursan dan serda TNI Abd azis usai membantu warga bergotong royong mendirikan rumah adat suku Moronene di Kelurahan taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyempatkan melakukan komunikasi sosial (Komsos) tentang pentingnya menerapkan protokol covid-19, Kamis (28/1/2020).

Kepada awak media ini, Serda TNI Nursan mengatakan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di kalangan masyarakat.

Ia menyebut penularan Covid-19 dapat dicegah dengan mematuhi protokol kesehatan setiap menjalankan aktivitas di luar rumah.

“Kita adakan sosialisasi supaya masyarakat bisa sadar dan patuh dengan instruksi pemerintah tentang pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Protokol kesehatan dimaksud yaitu menerapkan 3 M, memakai masker bila beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun anti septic, kemudian selalu menjaga jarak bila mereka berada di tempat orang banyak.

“Masyarakat juga kita imbau supaya tidak perlu ragu dengan vaksin anti Covid-19, karena tujuan pemerintah tidak lain hanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin banyak masyarakat yang terpapar,” tutupnya.




Instruksi Pangdam XIV / Hasanuddin, Babinsa Sosialisasi Prokes di Pasar Lombe

BUTON TENGAH, SultraNET. | Menindaklanjuti instruksi Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM tentang upaya pencegahan Covid-19, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Watulea Pelda TNI Jamil mengadakan sosialisasi di pasar Lombe, Rabu (27/01/2021).

Kepada media ini, Pelda TNI Jamil menuturkan bahwa sosialisasi tersebut diadakan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya pencegahan terhadap serangan virus Corona.

“Saya sengaja lakukan sosialisasi di pasar Lombe, karena itu pusat keramaian. Saya mengimbau kepada para penjual dan pembeli yang lalu lalang di pasar untuk selalu gunakan masker saat beraktivitas di pasar, rajin cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, juga saya sampaikan supaya masyarakat bisa saling menjaga jarak sekitar 1,5 meter,” tuturnya.

Anggota Koramil 1413-10/Gu ini juga mengajak masyarakat Watulea untuk menyukseskan program vaksinasi anti Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat.

“Program vaksinasi dari Pemerintah pusat itu sangat penting, karena berfungsi sebagai menciptakan anti body atau kekebalan tubuh terhadap virus Corona,” ucapnya.

Pelda TNI Jamil juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk menjalani program vaksinasi anti Covid-19.

“Masyarakat sebaiknya jangan terlalu percaya dengan isu-isu miring yang berkembang di masyarakat tentang vaksin anti Covid-19, karena Pemerintah pasti punya tujuan baik dengan semua programnya,” imbuhnya.




Imbau Masyarakat Lantari Disiplin Terapkan Prokes, Babinsa Gunakan Komsos Ala TNI-AD

Bombana, SultraNET. | Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia Serda TNI Musriadi gelar sosialisasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan persebaran covid-19 secara disiplin dengan menggunakan pendekatan Komunikasi Sosial (Komsos) ala Tentara Nasional Indonesia Anglatan Darat (TNI-AD).

Kepada awak media SultraNET., Rabu (27/01/2020) Serda TNI Musriadi  mengatakan kegiatan sosialisasi langsung ke masyarakat tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan perintah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM agar jajarannya terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 langsung kepada masyarakat.

“Materi sosialisasi penerapan protokol kesehatan yang disosialisasikan kepada warga yaitu kebiasaan menerapkan 3 M,” Ujar Serda TNI Musriadi.

Tiga M dimaksud yaitu memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak minimal 1,5  saat beraktifitas diluar.

“Kita berharap masyarakat bisa disiplin dan tidak lengah,” Jelasnua

Disamping itu lanjutnya salah satu upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 yaitu dengan terus menjaga kesehatan jasmani dan meningkatkan imun tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi serta berolahraga secara teratur.

“Tentunya juga dengan senantiasa berdo’a pada Allah SWT agar diberi kesehatan sambil terus berikhtiar untuk menjaga keselamatan dalam beraktifitas,” Pungkasnya.

Pantauan awak media ini, masyarakat sangat antusias menerima pengarahan dari Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia dan secara tertib melakukan social distancing serta tertib memakai masker (rls)




Kampanye Prokes, Babinsa Watulamburi Terapkan Pendekatan Komsos

Bombana, SultraNET. | Sebagai wujud pembinaan teritorial di masa pandemi covid-19, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1413-06/ Rumbia secara rutin mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan menggunakan pendekatan Komunikasi Sosial (Komsos) sebagai salah satu dari lima  fungsi organik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu fungsi intelejen, fungsi operasi, fungsi logistik, fungsi personel dan fungsi teritorial dimana TNI membina dan memberdayakan unsur-unsur geografi, demografi dan kondisi sosial.

Salah satunya adalah kegiatan Komsos sosialisasi penerapan 3 M yaitu memakai masker saat beraktifitas diluar rumah, selalu menjaga menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin menggunakan air mengalir yang dilaksanakan Babinsa Desa Watulamburi, Kecamatan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (26/1/2020).

Babinsa Desa Watulamburi, Serda TNI La Aswan mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Panglima TNI melalui Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya lebih mendekatkan TNI kepada masyarakat.

“Kita tidak bosan bosannya mengingatkan masyarakat kami agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 demi kebaikan diri, keluarga dan warga sekitar,” Ujar Serda TNI La Aswan

Selain menerapkan protokol kesehatan ia juga mengharapkan agar masyarakat senantiasa meningkatkan imun tubuh dengan rutin berolahraga dan berdo’a kepada Allah SWT agar diberi kesehatan dan dijauhkan dari wabah covid-19 yang hingga kini belum ada tanda tanda akan berakhir.

“Jika kita disiplin menerapkan prokes saya yakin potensi penularan covid-19 dapat diminimalisir,” Pungkasnya

Pantauan awak media ini setelah mendengar sosialisasi dari Serda TNI La Aswan, masyarakat Desa Watulamburi yang tadinya tidak memakai masker kembali menggunakannya dan mengaku siap melaksanakan prokes covid-19 secara disiplin. (HRD)




Tingkatkan Kapasitas, Wartawan di Bombana Ikuti Workshop

Rumbia, SultraNET.| Untuk meningkatkan kapasitas pemahaman tentang profesi Jurnalis sebagai persiapan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Puluhan wartawan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengikuti Workshop yang di gelar Lembaga Jurnalis Online Bombana (JOB), Selasa, (15/12/2020) bertempat di Elizhy Coffe Shop Kasipute.

Saat menyampaikan materi, Abdi Mahatma, Jurnalis Senior sekaligus mantan Pemimpin Redaksi pada salah satu media massa di Sulawesi Tenggara menceritakan pengalaman pelaksanaan UKW yang lalu, seperti apa peran bagi peserta di kelas Muda, bagaimana di kategori Madya dan posisi untuk kelas Utama.

” Nantinya, peserta akan melakoni sebuah situasi mengajukan rencana liputan, menyampaikan angle apa yang hendak diliput termasuk memutuskan siapa saja sumbernya,” Ujar Abdi Mahatma.

Komisioner KPU Bombana itu juga menjelaskan salah satu poin penting yang musti dipahami calon peserta UKW yaitu materi Jejaring dimana sebagai wartawan mesti dekat dengan banyak kalangan yang dibuktikan jika bisa menghubungi sumber-sumber penting itu di situasi apapun.

“Misalnya, anda diminta menelepon seseorang yang dipilih penguji, selain harus tersambung, juga akan ketahuan seberapa dekat kamu dengan sumber itu. Kalau dia masih tanya, dengan siapa ini? Ah berarti, kamu hanya tahu nomor teleponnya, tidak kenal orangnya. Kecuali dia jawab, bagaimana Dinda? Berarti akrab itu,” Urainya

Kegiatan tersebut berakhir dengan sesi diskusi bebas dimana para peserta banyak bertanya terkait persoalan yang banyak dihadapi saat dilapangan,

Sementara itu, Hasrun selaku Ketua Panitia mengatakan Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kompetensi wartawan  agar mampu melaksanakan tugas sesuai tupoksi berdasarkan kode etik jurnalistik yang telah di atur dalam Perundang-Undangan.

“Agar kita paham tugas wartawan dan bagaimana wartawan yang sebenarnya ketika bekerja dilapangan. Supaya kita terhindar dari hal-hal yang dapat mencederai dunia Pers,” Ujar Hasrun

Selain itu, menurutnya, workshop tersebut juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi sesama insan Pers yang bekerja di wilayah Bombana.

“Supaya kita saling kenal serta akrab ketika meliput di lapangan. Meskipun kita bekerja di Media yang berbeda,” ujarnya.

Olehnya ia berharap kegiatan seperti ini dapat terjalin baik dan tidak bersifat sementara saja.

“Mudah mudahan ini dapat terus teragenda secara rutin sehingga kita dapat terus mengasah pemahaman jurnalistik kita sekaligus berbagi pengalaman lapangan,” Tutupnya




Jelang Pilkada 9 Desember 2020, Youth Democracy Forum Minta Polda Sultra Antisipasi Potensi Konflik

Kendari, SultraNET. | Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 9 Desember mendatang, Youth Democracy Forum (YDF) meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) untuk mengantisipasi potensi konflik di tujuh daerah penyelenggara Pilkada.

Ketua Youth Democracy Forum, Muh. Faad mengungkapkan, upaya pencegahan perlu dilakukan oleh Polda Sultra maupun pihak terkait dalam memetakan potensi konflik demi terciptanya situasi Pilkada yang kondusif dan aman. Sebab, menurutnya, kartu-kartu politik gelap kerap kali menjadi alat yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu ketika menjelang Pilkada.

“Kita perlu waspada menjelang Pilkada ini. Sebab, banyak kemudian oknum-oknum yang melakukan polarisasi dan menciptakan kekeruhan ditengah masyarakat demi kepentingan tertentu. Misalnya, ada kartu-kartu politik gelap yang kerap dimainkan ketika menjelang Pilkada seperti ujaran kebencian, hoax, politik identitas, dan lain-lain yang berimplikasi buruk terhadap marwah demokrasi,” ungkapnya.

Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sembilanbelas November Kolaka ini menyebutkan, ada beberapa temuan yang pihaknya peroleh terkait isu ujaran kebencian di sosial media Facebook baik melalui akun pribadi maupun percakapan di grup-grup lokal daerah penyelenggara Pilkada.

“Kita mencatat, setidaknya ada 702 temuan terkait isu ujaran kebencian di sosial media Facebook baik disampaikan melalui akun pribadi maupun percapakan yang ada di grup-grup lokal daerah penyelenggara Pilkada. Saat ini, Kab. Kolaka Timur paling tinggi dengan angka 521 dalam bentuk saling serang antar pendukung Paslon mengenai sikap atau pilihan politik pemilih,” ucapnya.

Selain itu, Ketua YDF ini juga menyoroti netralitas ASN, penyelenggara Pilkada, maupun lembaga pemantau Pilkada yang berpotensi turut membantu memuluskan proses pemenangan pasangan calon kepala daerah.

“Integritas dan profesionalitas ASN, penyelenggara Pilkada, maupun lembaga pemantau Pilkada sangat strategis dalam mendorong terciptanya Pilkada yang jujur, adil, dan bersih. Nah, kalau kita semua tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap jalannya demokrasi, lembaga-lembaga strategis inilah yang sering kali bermain dalam membantu memuluskan proses pemenangan pasangan calon kepala daerah tertentu,” jelasnya.

Ia berharap, Polda Sultra segera mengambil langkah dalam menciptakan situasi yang kondusif menjelang dan sesudah Pilkada di Sultra.

“Kita berharap agar Polda Sultra segera mengambil langkah dalam melakukan pemetaan di titik-titik rawan dan potensi terjadinya konflik baik melalui media sosial maupun secara langsung serta senantiasa memberikan himbauan kepada masyarakat terutama di daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada agar tidak terpancing dan terprovokasi,” pungkasnya. (RLS)