Kembali Terpilih di Muscab, Iskandar Komitmen Bawa PKB Bombana Jadi Pemenang Pemilu

Kendari, SultraNET. | Wakil Ketua DPRD Bombana Iskandar bersama pengurus baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana berkomitmen menjadikan Partai besutan Muhaimin Iskandar itu sebagai pemenang di Pemilu dan Pilkada serentak Kabupaten Bombana tahun 2024 mendatang.

Kepada awak media ini, Iskandar mengatakan menjadi Pemenang Pemilu dan Pilkada 2024 menjadi komitmen pengurus baru menyusul terpilihnya kembali dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Bombana untuk periode tahun 2021-2026 pada Musyawarah Cabang yang digelar secara serentak 17  Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Minggu (14/03/2021).

Komitmen tersebut untuk meningkatkan perolehan kursi Partai PKB dari 3 menjadi 5 kursi minimal masing masing 1 kursi di setiap dapil yang ada di Bombana, sekaligus menjawab rekomendasi Muscab yang mengusung dirinya untuk maju sebagai Calon Bupati Bombana pada Pilkada serentak tahun 2024.

“Rekomendasi Muscab yaitu Ketua DPC PKB maju sebagai Calon Bupati Bombana, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar maju sebagai Calon Presiden dan Komitmen Pengurus yang terpilih untuk menjadi pemenang Pemilu di Bombana,” ujar Iskandar

Iskandar menjelaskan Muscab yang dibuka secara langsung Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar via zoom itu mengangkat isu strategis terkait dengan politik kesejahteraan dan kemanusiaan.

“PKB harus berada di garda terdepan ketika berbicara kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan,” imbuhnya.

Salah satu momen penting saat seremoni pembukaan Muscab, yaitu saat Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar menyapa dan meminta berbicara lansung dengan dirinya dari sekian banyak kader yang hadir.

“Ketum DPP minta saya untuk berbicara, berkali kali ia bilang mana Iskandar bicara dulu saya mau dengan suaranya,” jelas Iskandar.

Muscab DPC PKB Bombana menetapkan KH. Sudirman yang merupakan Pimpinan salah satu Pondok Pesantren di Bombana sebagai Ketua Dewan Syuro, Iskandar sebagai Ketua Dewan Tanfizd, Irfan  sebagai Sekretaris dan Marwah sebagai Bendahara.  (IS)




Komisi II DPRD Bombana minta Pemkab Penuhi Keluhan Pedagang Eks. Pasar Lama Kasipute

Bombana, SultraNET.  | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengakomodir keluhan para pedagang eks Pasar Lama Kasipute yang belum mendapatkan program Rumah Baruga Moico dan Los Pasar di pasar Tadoha Mapaccing sebelum lokasi mereka dilakukan penggusuran.

Ketua Komisi II DPRD Bombana, Rumiyanto mengatakan penggusuran Pasar Lama Kasipute tentu bakal membawa dampak sosial dan ekonomi bagi warga yang masih bertahan di Lokasi tersebut, untuk itu Pemkab harus mengambil langkah bijak agar tidak ada warga yang dikorbankan terlebih dimasa Pandemi saat ini.

“Kalau saya selaku Ketua Komisi II, saya meminta semua masyarakat kita yang ada di eks pasar lama dan belum memiliki rumah harus difasilitasi dengan perumahan baruga moico dan yang belum menerima Los Pasar agar di akomodir kepentingan mereka itu,” Ujar Rumiyanto, Selasa (9/3/2021).

Ketua Partai Demokrat Bombana itu menyebut berdasarkan Rapat Kerja DPRD dengan OPD terkait, belum ada kesepakatan rapat namun telah disepakati untuk dilakukan ferivikasi ulang oleh Dinas Perumahan dan Dinas Perindagkop bersama Komisi II DPRD.

“Kita sepakati untuk kembali dilakukan ferivikasi bersama yang melibatkan DPRD baru setelah itu diadakan rapat kembali,” Jelas Anggota DPRD dua Periode itu.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Bombana, Rusdiamin Basite mengatakan data pedagang eks Pasar lama terkadang mengalami kesimpang siuran karena beberapa warga kerap mengaku sebagai pemilik kios di Pasar Lama tersebut padahal setelah di lakukan ferivikasi teryata yang bersangkutan cuma mengontrak.

“Jadi kesimpulan rapat tadi, kita akan lakukan Ferivikasi ulang bersama DPRD, intinya kami dari Pemerintah tidak ingin ada yang tidak terakomodir,” ujar Rusdiamin.

Setelah dilakukan Verifikasi lanjutnya, bagi pedagang yang memiliki lahan akan dibangunkan Baruga Moico sedangkan bagi yang tidak memiliki lahan, pemerintah Kabupaten menyiapkan baruga Moico yang berada di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah.

“Insya Allah yang benar benar eks. pedagang Pasar Lama akan terakomodir semua,” tegasnya.

Laporan : Muh. Adnan.




Peringati HUT 102 Tahun, Damkar Bombana Bantu Pekerjaan Masjid Al-Khairat Talabente

Bombana, SultraNet. | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke 102 Tahun 2021 yang diperingati setiap tanggal 1 Maret, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menurunkan personilnya membantu warga yang tengah bergotong royong melakukan pengecoran, di Masjid Al-Khairat Talabente, Kecamatan Rumbia, Minggu (07/03/2021).

Kepada awak media ini, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Dinas POLPP, Linmas dan Damkar Bombana, Waridin Amdin mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Bidang Damkar sekaligus dalam rangka peringatan HUT Damkar ke 102 dimana tahun ini mengangkat tema “Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Profesional, Mandiri, dan Melayani dalam Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru.”

“Saya sebagai Kabid mengambil inisiatif sendiri karena ini merupakan bagian dari tugas inti kami, jadi selain membantu tenaga, anggota kami juga bertugas menyiapkan air untuk pengecoran,” ujar Waridin Amdin.

Ia menjelaskan tugas pemadam kebakaran tidak hanya semata pada persoalan memadan api saja ketika terjadi musibah kebakaran, namun lebih dari pada itu Damkar memiliki prioritas lain yang menjadi tujuan dari mereka yaitu tugas kemanusiaan dalam dal ini Rescue dan pertolongan kemanusiaan lainnya.

“Tugas Damkar itu tugas kemanusiaan, tidak melihat siapa dibelakang intinya kami siap diterjunkan bila ada hal-hal kemanusiaan yang kami dibutuhkan.” tegasnya.

Foto Bersama Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar SP usai Gotong Royong
Foto Bersama Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar SP usai Gotong Royong

Sementara itu, Ketua Pembangunan Masjid Al-Khairat Talabente, Asdar B Roy mengaku bersyukur melihat antusias warga membantu pengecoran bagian lantai II masjid tersebut, terlebih dengan kehadiran anggota Damkar Bombana dalam menyediakan air dan tenaga personilnya semakin meringankan kerja pengurus masjid.

Pada kesempatan itu, ia juga menghaturkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya membantu kelanjutan pembangunan masjid Al-Khairat Talabente sehingga proses pembangunannya kembali bisa berjalan.

“Kita berterimakasih atas kehadiran Anggota Damkar Bombana dan kepada para donatur juga kita haturkan terima kasih karena yang dikerjakan ini merupakan hasil sumbangan para donatur yang walaupun kita masih membutuhkan anggaran yang banyak untuk menyelesaikan masjid ini tetapi dengan adanya dana yang masuk itu sehingga kita bisa kerjakan sesuai dengan kemampuan dana yang ada dulu,” jelasnya.

Pantauan awak media ini, dilokasi gotong royong pembangunan masjid nampak hadir Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar yang diketahui merupakan warga setempat. (IS)




Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)




Dititip di Ponpes Sejak Usia 2 Tahun, Anak di Bombana 10 Tahun Tak Dikunjungi

Bombana, SultraNET. | Kunjungan Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) dalam rangka Bakti Sosial dan penyerahan bantuan Sembako di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Kabupaten Bombana mendapati cerita pilu bocah laki laki bernama Najib (12) yang dititipkan sejak usia dua tahun yang hingga saat ini tidak pernah dikunjungi keluarga dan orang tuanya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bombana, Ustadz Sulaiman menceritakan sepuluh tahun lalu ada sepasang suami istri yang singgah di Ponpes Hidayatullah menitip seorang anak laki laki yang masih berumur dua tahun, bukannya kembali menjemput anak tersebut, mereka justru pergi dan tak kembali hingga saat ini.

“Najib saat itu berumur baru 2 tahun, ia dititip disini dan yang bawa kami tidak mengenalnya sama sekali, ia hanya menitipkan anak ini lalu pergi, tidak pernah ada kabar dari kedua orang tuanya dan kami sudah bingung mencari,” cerita Ustadz Sulaiman, Kamis (4/2/2021).

Foto Bersama di Area Ponpes Hidayatullah
Foto Bersama Relawan ASR di Area Ponpes Hidayatullah

Selama 10 tahun itu, Najib menghabiskan waktunya dengan segala rutinitas layaknya santri pada umumnya hingga saat ini ia duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (Setara Sekolah Dasar) Ponpes Hidayatullah Bombana.

” Dia satu satunya anak yang tidak pernah ada kunjungan orang tua maupun keluarga,” ujar Ustadz Sulaiman

Melalui Koordinator Relawan ASR Bombana, Muh. Anis yang hadir di Ponpes tersebut, ia berharap bantuan dari berbagai pihak ikut membantu mencari keberadaan kedua orang tua anak tersebut.

“Saya berharap kerendahan hati kiranya Bapak Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka bisa menjadi bapak angkat atau menfasitasi agar anak ini bisa dipertemukan dengan kedua orang tuanya,” harap Ustadz Sulaiman.

Najib (12) kepada awak media SultraNET., bercerita kendati belum bertemu secara langsung dengan kedua orang tuanya, namun di Ponpes Hidayatullah ini, ia menaruh harapan dapat terus belajar dan meraih cita citanya sebagai orang yang sukses dan dapat membahagiakan orang disekitarnya.

“Disini kami terus belajar, mudah mudahan bisa menjadi orang yang berhasil,” ujar Najib yang terlihat masih sangat  polos itu.

Pewarta : Efendi




Aksi Sosial Relawan ASR Bombana Sasar Pondok Pesantren

Bombana, SultraNET. | Setelah sebelumnya melakukan aksi sosial terhadap masyarakat pesisir di Kelurahan Lampopala dan Bakti Sosial di Masjid Al-Khairat Talabente beberapa waktu lalu, kali ini Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menggelar aksi sosial di Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Rumbia, Kamis (04/3/2021).

Aksi sosial Relawan ASR berupa pembagian masker, sosialisasi penegakan prokes, pemeriksaan kesehatan gratis, pembersihan lingkungan Ponpes yang meliputi masjid, tempat wudhu, kamar mandi para santri dan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako).

Kordinator Relawan ASR Kabupaten Bombana, Muh Anis mengatakan aksi sosial relawan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka itu bertujuan selain untuk mempererat silaturahmi juga sekaligus memberikan dukungan moril serta melihat secara langsung kondisi para santri yang berada di pesantren ditengah pandemi covid-19.

Ia menyebut bantuan yang diserahkan itu merupakan bantuan yayasan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka yang disalurkan melalui relawan ASR Kabupaten Bombana.

“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat diterima dengan baik dan dapat membantu atau meringankan beban adik-adik yang tengah menuntut ilmu di Pesantren Hidayatullah ini,” ujar Muh. Anis

Pada kesempatan tersebut Anis juga menyampaikan pesan Pangdam agar warga pondok pesantren Hidayatullah tetap disiplin dengan senangtiasa menjaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan sehingga dapat membentengi diri serta mencegah penyebaran covid-19.

Ditempat yang sama, Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cabang Bombana, Ustad Sulaeman menyambut baik kedatangan para relawan ASR Bombana dan menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

“Atas nama Pondok Pesantren Hidayatullah kami ucapkan terimakasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, yang telah memberikan bantuan kepada santri, somoga bantuan ini menjadi amal ibadah di sisi Allah. SWT,” tuturnya.

Sulaeman berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka dapat turun langsung dan melihat para santri di pondok Pesantren Hidayatullah itu dan kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut khususnya di Kabupaten Bombana.

“Saya juga berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, dapat membantu kami, anak-anak disini masih kekurangan tempat tidur, kalau tidak bisa kasur paling tidak tikar, itu yang kami butuhkan saat ini,” harap Ustad Sulaeman.

Pewarta : Efendi




Bank Sultra Pilihan Terbaik Investasi, Catat 12 M Deviden untuk Pemkab Bombana

Bombana, Sultranet | Penyertaan modal (investasi) yang ditawarkan Bank Sultra sangat menjanjikan untuk menambah dan meningkatkan pertumbuhan Pendapatan Asli  daerah (PAD) Kabupaten Bombana.

Kepala Cabang Bank Sultra Kabupaten Bombana, Hasmirat menjelaskan dengan penyertaan modal Pemkab sebanyak 30 Milyar saat ini, telah menghasilkan keuntungan 12 Milyar ditahun 2020 lalu, keuntungan (Deviden) tersebut masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat membantu peningkatan pencapaian target PAD Kabupaten Bombana.

“Dengan memberdayakan Bank Sultra sebagai mitra-mitra usaha baik itu pemerintah maupun sektor swasta, secara tidak langsung membantu PAD Kabupaten Bombana.” Ujar Hasmirad Rabu, (3/3/2021).

Dengan pencapaian itu pihak Bank Sultra telah mengajukan ke Pemkab untuk dilakukan penambahan modal investasi, apabila tawaran yang diberikan itu diamini Pemkab Bombana, maka PAD yang dihasilkan dari kerjasama tersebut akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Penambahan Modal Pemkab saat ini dibutuhkan mengingat aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Tahun 2024 seluruh Bank diwajibkan melakukan penyetoran modal inti minimal sebesar 3 Triliun, sehingga jika pemerintah daerah yang terdiri dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara tidak mampu memenuhi itu, maka pihak manajemen Bank Sultra akan membuka ruang kepada sektor swasta yang dapat menyertakan modal sesuai dengan permintaan dari OJK.

“Regulasi ditahun 2024 nanti bank Sultra wajib menyetor modal inti kurang lebih 3 triliun, misalkan seluruh Pemda se-Sultra tidak menyetor tambahan modal otomatis BPD membuka ruang untuk swasta.” Jelasnya

Ia berharap Pemkab Bombana dapat melakukan penambahan modal agar keuntungan (Deviden) tidak beralih kepihak swasta dan secara langsung jika Modal ditambahkan otomatis PAD Kabupaten Bombana ditahun berikutnya bakal lebih meningkat lagi. (Ibo AM)

 

PERHATIAN !!!

Jurnalis SultraNET. dilengkapi tanda pengenal saat menjalankan tugas peliputan, demi menjaga independensi wartawan, diharapkan untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun.

 




Defisit APBD 14,8 M, Pemkab Bombana Ajukan 3 Opsi ke DPRD

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Keuangan Daerah setempat mengajukan tiga opsi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk disetujui sebagai solusi menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2021 sebesar 14,8 Milyar.

Kepada awak media SultraNET., Selasa (02/03/2021) Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan ketiga opsi dimaksud yaitu opsi pertama dilakukan rasionalisasi anggaran dengan mengurangi program dan belanja atau refocusing anggaran, kedua meningkatkan target pendapatan daerah dan ketiga dilakukan pinjaman jangka pendek sebesar nilai defisit.

Dari hasil Rapat Kerja bersama DPRD lanjut Darwin Ismail, mayoritas Anggota DPRD lebih condong mengambil opsi dilakukan upaya peningkatan PAD sehingga rapat di skor dan diagendakan ulang dengan menghadirkan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada senin, 8 maret 2021 mendatang.

” Karena kalau opsi peningkatan PAD yang diambil maka kalau kami dari BKD opsinya pasti menaikkan pajak dan kalau OPD opsinya pasti dengan menaikkan target retribusi, untuk opsi ini sehingga dijadwalkan ulang senin depan dengan menghadirkan pimpinan OPD,” ujar Darwin Ismail

Lebih lanjut ia menjelaskan jika opsi menaikkan pajak sangat berat dilakukan karena bakal semakin membebani masyarakat sedangkan opsi meningkatkan retribusi menjadi opsi sulit bagi OPD ditengah pandemi covid-19 saat ini yang mempengaruhi berbagai sektor.

“Tawaran yang saya andalkan tadi yaitu pinjaman daerah jangka pendek, dimana akan diselesaikan tahun berjalan sembari memaksimalkan potensi pendapatan daerah dan pinjaman jangka pendek ini sebenarnya tidak membutuhkan persetujuan DPRD,” jelasnya.

Selain ketiga opsi tersebut tambahnya, untuk menutupi defisit anggaran sebenarnya masih ada opsi lain lagi yaitu dilakukan relaksasi atau perpanjangan jangka waktu pinjaman daerah yang diambil sebelumnya pada Bank Jateng namun hal ini membutuhkan persetujuan DPRD.

“Jika pinjaman yang lalu di relaksasi maka kita masih bisa menerima dana segar sebesar 60 hingga 70 milyar dan ini bukan saja bisa menutupi defisit namun ada dana yang bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai program,” Pungkasnya. (IS)




Bupati Tafdil Dukung Pendirian Institute Muhammadiyah Bombana

Bombana, SultraNET. | Bupati Bombana H. Tafdil telah menyatakannya dukungannya atas rencana Pendirian Institute Muhammadiyah Bombana (IMB) di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Bombana, Yusup Subair mengatakan rencana pendirian IMB telah ia sampaikan kepada H. Tafdil selaku Bupati Bombana saat bertemu disela sela kegiatan Musyawarah Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bombana beberapa waktu lalu.

“Pak Bupati merespon baik rencana ini, beliau sangat mendukung,” ujar Yusup Subair,  Jumat (26/2/2021)

Pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Bombana itu menyebut walaupun Institute ini di gagas oleh Tim bentukan PDM Bombana, namun sejatinya seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiah itu adalah milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Nantinya kalau sudah beroperasi kita akan serahkan pada Badan Pelaksana Harian sebagai perpanjangan tangan Majelis Pendidikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.” jelasnya.

Rencanyanya Institute Muhammadiyah Bombana bakal membuka 3 fakultas yaitu Pertanian, Kesehatan dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Masyarakat sangat antusias menanggapi rencana hadirnya Isntitute ini, malah banyak yang menginginkan penambahan fakultas,” pungkasnya.

Pewarta : Hardyawan

 

 




Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Mengudara, Layani Indonesia Timur dan Tengah

Surabaya, SultraNET. | Pesawat Jayawijaya Dirgantara yang khusus melayani cargo atau pengiriman barang, saat ini telah siap melayani semua konsumen di wilayah Nusantara khususnya Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Tengah.

Tasyakuran untuk penerbangan perdana pesawat cargo PT Jayawijaya yang berlangsung tanggal 26 Februari 2021 di Merpati Maintenance Facility Jalan Raya Juanda Sedati Sidoarjo dihadiri Direktur PT. Nusantara Pratama Logistik, Hendry Affandi, Perwakilan Jayawijaya Dirgantara Airlines Capt.Bambang Hermanto, Direktur Utama PT. Merpati Maintenance Facility, Rowin Hardjoprakoso Mangkoesoebroto dan Ketua Kadin Jatim, Basa Alim Tualeka.

Ketua Kadin Jawa Timur, Basa Alim Tualeka dalam sambutannya mengatakan bahwa semua bisnis itu membutuhkan sinergi antara transportasi, pasar dan pengusaha.

” Pengusaha berupaya untuk membuat perekonomian bisa maju harus ada pasar, kemudian setelah ada pasar didukung dengan sarana transportasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, hadirnya Pesawat Cargo Jayawijaya Dirgantara bertujuan mendorong peningkatan perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi lain terutama dimasa pandemi saat ini.

Adapun rute yang ditempuh oleh pesawat cargo Jayawijaya Dirgantara Airline di antaranya Makkasar, Kendari, Manado, Denpasar, Sorong, Timika dan Jayapura. (AG)