Ketua IKA FKM Butur Kecam Keputusan Rektor UMI Lantik Dekan Peraih Suara Terkecil

Kendari, SultraNET. | Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kabupaten Buton Utara mengecam  Rektor UMI atas keputusannya melantik Dekan FKM UMI Pada (Rabu 1/4).

Hasiruddin SKM, Mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia menilai keputusan Rektor UMI merupakan perilaku otoriter dan tidak mencerminkan nilai ukhuwah islamiah.

“Saya sangat menyayangkan Rektor UMI yang berperilaku seperti itu, tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis, keputusannya tidak berpihak pada azas keinginan banyak pihak dalam hal ini orang-orang yang memiliki hak suara”. Ungkap Hasiruddin (7/4)

Ketua Bidang Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) untuk wilayah Jakarta ini menambahkan keputusan Rektor UMI dengan menunjuk Dekan FKM yang memiliki suara terkecil di penjaringan adalah hal yang memalukan institusi, baginya UMI tidak pantas dipimpin oleh Rektor semacam itu.

“Kami malu ketika ditanya orang lain, katanya kenapa Rektor UMI begitu, dia lebih memilih orang yang sedikit suaranya, itukan dinilai otoriter dan bikin malu institusi” ujarnya

Mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Buton Utara (Hipma-Butur) Makassar ini juga memperoleh informasi bahwa mekanisme pemilihan Dekan model baru itu tidak pernah dibicarakan di rapat Senat Universitas. Padahal menurutnya pemilihan Dekan adalah hal penting dan strategis.

“Aneh betul ini Rektor UMI sekarang, model baru pemilihan dekan tidak dibicarakan di Senat Universitas, padahal kan hal semacam itu harusnya dibicarakan di Rapat Senat Universitas, bukan ambil kebijakan sendiri, kemana itu ukhuwah dan nilai nilai Islami dalam mengambil keputusan,” Tegasnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) yang juga selaku Mantan Ketua umum HmI Komisariat FKM UMI Makassar menyebut Pihaknya bakal segera melayangkan surat kepada Ketua Umum IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk segera memecat Prof. Basri Modding sebagai Rektor UMI karena dinilai bersikap otoriter.

“Kami akan segera melayangkan surat pernyataan kepada Ketua IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar kiranya segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk memecat Rektor UMI dari jabatannya karena sikapnya otoriter dan membuat malu institusi,” Tutupnya

Hingga berita ini dirilis, Rektor UMI Prof. Basri Modding belum terkonfirmasi.

Laporan : Awal Kurniawan




LKPD Sultra Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19 Bombana, Arham : Mereka Bekerja 24 Jam

Rumbia, SultraNET | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi kinarja Satuan Tugas Penanganan Corona Virus (Satgas Covid-19) Kabupaten Bombana yang dinilai telah melakukan kerja kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

 

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra mengungkapkan Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini perlu diapresiasi.

 

Ia menyebutkan Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu telah melakukan kerja kerja nyata untuk memastikan virus Corona tidak masuk di Kabupaten Bombana.

 

“Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini kita perlu apresiasi, mereka telah bekerja 24 Jam,” Tutur Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Senin (6/4/2020).

 

Arham merinci beberapa kegiatan yang dilakukan satgas saat ini telah berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat.

 

“Mereka telah lakukan sosialisasi, menjaga pintu pintu masuk dan pembagian masker  pada masyarakat,” Beber Arham

 

Kendati demikian Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut masih banyak pula persoalan yang perlu dimaksimalkan dalam bentuk kerja kerja nyata satgas.

 

“Seperti memastikan Area Pertambangan dan pekerjanya juga steril,” Imbuhnya

 

Ia menyebut area pertambangan menjadi tantangan tersendiri dari satgas karena para pekerja yang masuk ke daerah itu tidak melalui pintu pintu masuk komersil umum yang dijaga satgas.

 

“Mereka ini masuk melalui pelabuhan pelabuhan khusus milik perusahaan dan disitu tidak melalui pemeriksaan satgas,” Bebernya

 

Arham juga menyarankan agar Satgas segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak.

 

“Masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan dampak Covid-19 ini, saya harap satgas segera lakukan Operasi pasar menyeluruh untuk memastikan masyarakat tidak menderita,” Pungkasnya. (Sn1)

 

 

 

 

 

 




Pj. Sekda apresiasi GERAK CEPAT Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes Dinkes Prov. Sultra.

Kendari, SultraNET. | Pj. Sekda Prov. Sultra, Laode Ahmad selaku sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Prov. Sultra memberikan apresiasi tak terhingga kepada tim medis Surveilans dan Sampling Rapid Tes Dinad Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah bekerja caepat dan tak kenal lelah, Minggu 5 April 2020.

“Kita bayangkan saja saat ini hari minggu adalah hari libur atau istirahat bertemu keluarga, tapi tim satgas kesehatan khususnya tim sampling rapid tes mereka masih mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dan daerahnya,” Tutur Laode Ahmad

Ia menyebut dedikasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan pengabdian sebagai garda terdepan menolong nyawa manusia.

“Menurut saya selaku Pj. Sekda sangat pantas mereka diberikan reward atau insentif yang Insya Allah menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) berdasarkan Permendagri yang kemarin telah terbit,” Bebernya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Minggu 5 April 2020 Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes berjumlah 6 orang dari Dinkes Prov. Sultra dipimpin oleh ibu Kartina, SKM, M.Kes. menuju RT. 02 / RW. 03 masjid Nurul Yaqin Kel. Pondambea Kec. Kadia Kota Kendari, untuk segera melakukan Rapid Tes kepada warga sekitar rumah keluarga dekat yang telah kontak erat resiko tinggi yang 4 orang positif covid 19.

Salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam tim Surveilans dan Tim sampling Rapid Tes yang bekerja dengan melakukan Rapid Tes kepada 62 orang warga, terdapat 1 orang anak umur 1 tahun 4 bulan positif covid (hasil Rapid Tes) dan langsung di ambil Swab nya (air liur tenggorokan) untuk selanjutnya akan dikirim ke laboratorium makassar, sedangkan yang 61 orang dinyatakan negatif.

“Bahwa anak tersebut yang positif corona hasil Rapid Tes adalah keluarga dekat dari ke 4 orang yang sementara terpapar positif corona,” Singkatnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Distan Bombana Salurkan Ribuan Bibit Kopi Pada Kelompok Tani

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bibit tanaman kopi jenis arabika pada kelompok tani Measa Mpoawa Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (31/3/2020)

Penyerahan ribuan bibit kopi dilakukan secara simbolis oleh Rimbu SP selaku Kepala Bidang Perkebunan, mewakili Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bombana dan diterima langsung oleh Sukardin selaku Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa

Rimbu SP. kepada awak media ini mengatakan bahwa pengembangan komoditas kopi arabika di Bombana telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kelompok tani di beberapa Desa yang menggeluti pengembangan kopi tersebut.

“Sebenarnya sudah banyak kelompok yang mengembangkan usaha perkebunan kopi arabika ini karena jenis ini menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah ,” Tutur Rimbu

Untuk itu, ia berharap agar kelompok tani yang dapat bantuan bibit kopi itu dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat meningkatkan ekonomi mereka.

“Pengembangan komoditas ini diharapkan memicu ekonomi para petani kopi membaik dan menggairahkan budaya minum kopi,” Harapnya.

Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa. Sukardin mengatakan bahwa dengan adanya bantuan bibit kopi arabika tersebut pihaknya betul betul bakal memanfaatkan sesuai harapan pemerintah.

“Saya akan kerahkan tenaga saya untuk mengontrol anggota saya agar betul betul bibit ini di manfaatkan dengan baik, jangan sampai barang yang sudah di datangkan pemerintah dari jauh jauh justru mubazir begitu saja,” Singkatnya

 

Laporan : Efendi




Polres Lakukan Penyemprotan Jalan dan Pemukiman Warga Bombana

Rumbia, SutraNET. | Kepolisian Resot Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyemprotan disinfektan ke Jalan Poros dan Lorong setra Kawasan Pemukiman Warga Ibu Kota Rumbia Kabupaten Bombana.

Kapolres Bombana, AKBP Andi Herman mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah itu.

Pada penyemprotan disinfektan yang melibatkan TNI  dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. tersebut pihaknya mengerahkan Mobil Water Cenon milik Polres Bombana serta Mobil Pemadam Kebakaran Pemkab Bombana.

” Penyemprotan ini juga melibatkan traktor penyiraman milik salah satu perusahaan,“ Tutur Andi Herman.

Penyemprotan tersebut lanjut Andi Herman merupakan langkah menindak lanjuti intruksi Kapolri, yaitu pada 31 Maret 2020 ini, seluruh Polda dan Polres melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak.

 “Penyemprotan ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia,” Tutupnya




IJTI Sultra : Hentikan Konferensi Pers Tatap Muka, Bahayakan Jurnalis

SultraNET. Kendari | Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi   Sulawesi Tenggara meminta semua pihak agar menghentikan Konferensi Pers secara Tatap Muka, karena hal tersebut dapat Bahayakan Jurnalis.

Asdar Zuula, Ketua IJTI Sultra mengatakan Semua pihak saat ini sedang berupaya mencegah laju penyebaran Covid-19 melalui berbagai langkah seperti physical distancing, melarang kerumunan, serta menghentikan berbagai aktivitas di luar rumah dan menggantinya dengan work from home atau bekerja dari rumah.

Namun Pemerintah Kota Kendari, justru menggelar konferensi pers tentang kebijakan “Pengawasan Wilayah Perbatasan Kota Kendari” guna menanggulangi dan upaya pencegahan Covid-19, di ruang rapat rumah jabatan Walikota Kendari, Senin (30/3/2020) pagi.

“Konferensi pers ini digelar secara langsung mengundang dan melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media, elektronik, cetak maupun online tanpa diatur jarak aman antara jurnalis yang satu dengan yang lain,” Sebutnya.

“Konferensi pers yang digelar justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Hal ini, sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang meliput,” Imbuhnya.

Sementara itu, seperti yang disampaikan IJTI Pusat tambahnya, saat ini, seluruh stasiun televisi sudah bertindak dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi.

“Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona,” Pungkasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali Konferensi Pers yang dapat membahayakan jurnalis, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan pernyataan Sikap sebagai berikut

Pertama IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Wali Kota Kendari, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kedua Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

Ketiga IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming, TV pool, atau aplikasi streaming lainnya, tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir.

Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

Keempat Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut

Kelima Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19

Keenam Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19

(Awal Kurniawan)




Kapolda dan Gubernur Sultra Dukung Terbentuknya Satgas Pemuda Covid 19

SultraNET., Kendari | Antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus dilakukan termasuk di Sulawesi Tenggara, pihak pemerintah daerah dan kepolisian serta mahasiswa ikut bergerak membantu pemerintah dalam melawan virus tersebut, salah satunya dengan terbentuknya Satgas Pemuda Covid-19 sebagai salah satu upaya membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan sangat mendukung dengan terbentuknya Satgas (Pemuda Covid-19) tersebut Karena membawa misi bersama yaitu tentang pencegahaan penyebaran virus Covid-19.

“Mereka anak-anak mahasiswa, ada dari Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan beberapa fakultas lainnya, termasuk dari HMI, ingin membantu pemerintah atau negara dalam melawan virus corona atau Covid-19,” terang Gubernur Sultra Ali Mazi usai rapat dengan tim Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu, 21 Maret 2020.

Dukungan serupa terhadap Satgas Pemuda Covid-19 Sultra juga disampaikan Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam.

Merdisyam mengatakan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra ini  nantinya akan bertugas membantu pemerintah, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus Korona di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sementara sistem edukasi yang akan dilakukan berdasarkan cara mereka sendiri dengan berkoordinasi dengan tim gugus tugas bentukan Pemprov Sultra yang saat ini telah berjalan.

Selain itu, kata Kapolda Sultra, Satgas Pemuda Covid-19 ini sesuai rapat juga akan membuat semacam produk yang dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami dari  kepolisian sangat mendukung inisiatif positif para mahasiswa untuk membentuk Satgas Pemuda Covid-19,” kata Mardisyam.

Kapolda Sultra menambahkan, Satgas Pemuda Covid-19 Sultra dibentuk atas kesadaran mahasiswa dalam membantu tim gugus tugas melawan Covid-19.

Satgas Pemuda Covid-19 merupakan bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang dibentuk oleh Pemprov Sultra.

Pihak kepolisian diseluruh kabupaten di Sulawesi Tenggara telah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengantipasi penyebaran virus Covid-19.

“Kami meminta dukungan masyarakat demi Sulawesi Tenggara dan Indonesia bebas dari virus Covid-19 ini,” pungkas Mardisyam.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, Andi Baso Amirul Haq, berterima kasih kepada Gubernur Sultra bersama Kapolda Sulawesi Tenggara telah menyabut dan mendukung pembentukan Satgas Pemuda Covid-19 ini.

Satgas Pemuda Covid-19 ini natinya akan masuk pada Gugus Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara.

Sekum Badko HMI Sultra ini menjelaskan, Covid-19 merupakan musuh bersama yang tak terlihat. Untuk itu Satgas Pemuda ini menyerukan pemuda untuk turut andil dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara secara digital maupun langsung.

Peran pemuda, lanjut dia, sangat penting pada saat ini terkait Covid-19

“Karena dengan inisiatifnya dan ide-ide kreatifnya kita bisa membantu pencegahan Covid-19,” ujar mahasiswa Fakultas Farmasi UHO Kendari.

Laporan : Awal Kurniawan

 




Polda Sultra Lepaskan Perekam Video 49 TKA China di Kendari

Kendari, SultraNET. | Harjono, perekam video viral 49 TKA China tiba di Kendari. Perekam video viral kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Harjono (39 tahun), dilepas oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, Harjono adalah warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. “Dia sudah dilepas, sudah dipulangkan juga, kemarin,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek, saat dihubungi kendarinesia, Selasa pagi (17/3).

Menurut La Ode, Harjono hanya dikenakan wajib lapor di Polda Sultra sebagai bentuk kontrol dari kepolisian. “Yang jelas sudah dipulangkan, hanya wajib lapor saja,” ujarnya.

La Ode mengatakan alasan Polda melepas Harjono karena selama proses pemeriksaan tak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam perekaman video tersebut. “Kemarin itu kan tahapan pemeriksaan, setelah pemeriksaan, dipelajari motifnya, di situ kan tidak ada unsur kesengajaan, nah setelah itu kemudian di kembalikan oleh keluarganya,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Harjono diamankan Polda Sultra pada Minggu malam (15/3), atau sesaat setelah video kedatangan TKA China di Bandara Kendari yang ia rekam viral di media sosial. Setelah diamankan, Harjono membuat video klarifikasi di Polda Sultra bahwa dia merekam video tersebut secara spontan, dan tanpa kesengajaan. Harjono dalam video klarifikasi itu juga meminta maaf kepada masyarakat Sultra telah membuat gaduh. (kumparan/Red)

Sebelumnya, Video puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, pada Minggu malam (15/3), viral di media sosial. Diketahui, puluhan TKA itu berkerja di perusahaan pemurnian nikel yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Eksternal Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, membenarkan bahwa TKA tersebut berkerja di PT VDNI, dan jumlah TKA yang tiba di Bandara itu sebanyak 49 orang. Indrayanto juga menegaskan bahwa puluhan TKA itu baru tiba dari Jakarta setelah mengurus perpanjangan visa kerja. Sebelum tiba di Kendari, lanjut dia, para TKA itu juga memiliki kondisi sehat dan bebas dari Virus Corona atau Covid-19 setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar WHO di Jakarta.

Indrayanto menambahkan, puluhan warga Tiongkok itu juga sudah mengantongi surat keterangan sehat dari balai karantina kesehatan pelabuhan (KKP) di Jakarta. Meski begitu, kata Indra, setibanya di kawasan industri smelter di Morosi, mereka tak akan langsung bekerja. “Jumlahnya ada 49 orang. Setelah tiba di area perusahaan, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari. Setelah itu baru bisa bekerja kembali,” jelas Indrayanto, Senin (16/3).

Jika selama masa karantina 14 hari ada yang dicurigai memiliki gejala COVID-19, maka pihaknya langsung membawa ke ruang isolasi di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. “Mereka juga sudah membuat pernyataan, kalau merasa ada gejala klinis Virus Corona mereka akan dipulangkan, tentu sesuai dengan rekomendasi pemerintah,” katanya.

Saat ini, kata Indra, seluruh TKA itu sedang dikarantina di area perusahaan dengan pengawasan ketat dari tim dokter khusus dari RS Bhayangkara Kendari. (kumparan/red)




Tetapkan Status Keadaan Darurat, Bupati Ruksamin Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona

SultraNET., Wanggudu | Dengan menyebarnya secara cepat Corona virus desease 2019 atau virus corona dihampir seluruh belahan bumi bahkan di Indonesia telah menyebar hingga di beberapa kota, Bupati  Konawe Utara, H. Ruksamin mengambil langkah cepat dan antisipatif dengan menetapkan keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona di Konawe Utara.

Penetapan tersebut sesuai keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 125 Tahun 2020, Tanggal 16 Maret 2020 dan diberlakukan selama 14 hari yaitu dari Tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

Setelah menetapkan Keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona, Bupati Ruksamin juga membentuk Gugus tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melalui surat keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 126 Tahun 2020 dimana ia sendiri bertindak selaku Komandan Gugus Tugas sedangkan Ketua Gugus Tugas diemban Kepala BPBD setempat.

Dikonfirmasi via telepon terkait surat keputusannya, Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin. M.Si., IPM., ASEAN Eng. menyebutkan bahwa dikeluarkannya keputusan tersebut sebagai bentuk upaya preventif oleh pemerintah daerah agar masyarakat Konawe Utara semaksimal mungkin dapat terlindungi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap dengan keluarnya surat keputusan ini seluruh stakeholder bekerjasama saling melindungi satu sama lain dan agar masyarakat Konawe Utara dapat terhindarkan dari ancaman Corona Virus Desease 2019,” Tutur Orang nomor satu Dibumi Oheo itu.

Dengan surat keputusan bupati ini pula lanjut Ruksamin, Pemerintah Daerah sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat telah melakukan upaya pencegahan agar seluruh masyarakat terhindar dari virus mematikan ini.

“Ini merupakan upaya pencegahan karena menyadari bahwa virus ini disamping mematikan juga penyebarannya sangat cepat,” Tutupnya

Sebagaimana diketahui, setelah dikeluarkannya pengumuman dari world health organization (WHO) pada tanggal 11 maret 2020 bahwa corona virus desease 2019 atau Covid 19 merupakan pendemic serta keputusan darurat kepala BNPB Pusat Terkait adanya bencana covid 19 di indonesia.

Corona virus desease 2019 atau virus corona merupakan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina. Covid 19 ini telah menyerang dan menyebar hampir diseluruh negara didunia, termasuk indonesia. (Asbar)




Ruksamin Kukuhkan Tim Relawan Desa dan Kecamatan se Kecamatan Molawe

Wanggudu, SultraNET. – | Bupati  Konawe Utara DR.H.Ruksamin, mengukuhkan Tim Relawan Kecamatan dan Desa se Kecamatan Molawe, Di Molawe. Minggu (1/3/2020).

Tim Relawan yang dikukuhkan tersebut merupakan pendukung yang telah menyatakan dukungan serta kesiapannya secara penuh untuk mensukseskan majunya ia untuk periode kedua pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 ini.

Dalam sambutannya Ruksamin mengharapkan agar Tim Relawan yang terbentuk untuk mendukung dirinya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Utara Tahun 2020 ini dapat meniru sifat Lebah.

Sifat lebah yang ia maksud yaitu sifat hewan penghasil madu tersebut selalu berada dalam satu barisan, bersatu dan saling tolong menolong ia mengharapkan Tim relawan juga dapat saling membantu di masyarakat.

” Lebah juga selalu menghasilkan yang baik, dan sebagai Tim Relawan kita juga selalu mengedepankan kata kata dan perilaku yang baik di Masyarakat,” Tutur Ruksamin.

Setelah mengukuhkan Tim Relawan, Ruksamin juga sekaligus meresmikan Posko Tim Relawan yang bakal digunakan sebagai pusat kegiatan Tim menjelang Pilkada 2020.

Laporan : Asbar