4 Warga Bombana Positif Covid-19, Kecamatan Masaloka dan 2 Desa Di Mataoleo Bakal Ditutup ?

Rumbia, SultraNET. | Positif Covid-19 Kabupaten Bombana bertambah 4 orang, Kamis (30/4/2020) sehingga tercatat menjadi 5 orang.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto A Nompa pada awak media ini menjelaskan berbagai skenario telah dipersiapkan satgas sebelum hasil swap yang keluar hari ini.

“Saat hasil pemeriksaan nya hari ini keluar dan positif, 4 orang positif Covid-19 ini yang sebelumnya kita Isolasi di Rumah Susun langsung kita rujuk ke Kendari untuk dilakukan perawatan,” Tutur Heryanto

Disamping itu, sekitar 50 orang lagi warga Kecamatan Masaloka dan Mataoleo yang sebelumnya telah dilakukan repit test dan hasilnya non reaktif yang bakal dilakukan repit test ulang.

“Ini untuk memastikan ulang kondisi mereka yang memiliki kontak erat dengan positif Covid-19 saat ini,” Jelasnya.

Ketua PPNI Sulawesi Tenggara ini menjelaskan, langkah lain yang bakal diambil untuk memastikan pemutusan rantai penyebaran Covid-19 yaitu skenario penutupan keluar masuk di Pulau Masaloka dan 2 desa di Mataoleo.

“Pulau Masaloka skenarionya akan dilakukan penutupan dan dua desa di Mataoleo namun itu akan dilakukan setelah segala sesuatunya khususnya logistik sudah dipastikan siap untuk semua warga disana,” Bebernya.

Ia menambahkan dengan bertambahnya Positif Covid-19, ia berharap agar Masyarakat Bombana lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih disiplin menerapkan SOP pencegahan Covid-19.

“Kita berharap agar masyarakat tidak panik, namun yang perlu dilakukan adalah lebih disiplin menerapkan SOP Covid-19,” Tutupnya. (IS)




Pabung Bombana Serahkan APD Bantuan Satgas Pusat

Rumbia, SultraNET. | Perwira Penghubung (Pabung) Bombana mewakili Kodim 1413 Buton menyerahkan sebanyak 150 set Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan bantuan Satgas Penanggulangan Covid-19 Pusat kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Kamis (30/4/2020).

Proses penyerahan APD tersebut diserahkan langsung Pabung Bombana Mayor Inf. La Ode Tady dan diterima oleh dr. Sunandar selaku Kadis Kesehatan Setempat mewakili Bupati Bombana.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto A Nompa menjelaskan APD yang diserahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut merupakan APD yang peruntukannya untuk tenaga medis.

“Isinya itu ada 150 set Baju Asmat yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan,” Tuturnya.

Setelah proses serah terima lanjutnya selanjutnya APD tersebut bakal langsung diserahkan ke gudang Dinas Kesehatan untuk diatur proses pendistribusiannya ke fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang membutuhkan.

” Setelah diterima sebentar, akan langsung di drop ke gudang kemudian digudang langsung di Apmra sesuai kebutuhan rumah sakit dan puskesmas,” Singkatnya. (IS)




PKB Bombana Salurkan Bantuan Masker dan Sembako

Rumbia, SultraNET. | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan berupa masker dan paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada warga yang tersebar di Tiga Kecamatan yaitu Rumbia, Rumbia Tengah dan Mataoleo, Rabu (29/4/2020).

Sudirman, S.IKom Pengurus PKB Bombana yang turut bersama pimpan Partai dan anggota DPRD Bombana dari PKB usai membagikan paket sembako tersebut mengatakan pembagian menyasar para janda tua dan manula yang sebelumnya telah didata oleh pengurus.

Pria yang akrab disapa Jaya itu menyebut pembagian paket sembako dan masker tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan upaya partai untuk membantu mengurangi beban Masyarakat ditengah pandemi Covid-19 ini.

” Ini merupakan pembagian tahap pertama yang merupakan upaya Pengurus PKB kabupaten, selanjutnya kami masih menunggu untuk menyalurkan paket sembako yang disiapkan oleh pengurus PKB Provinsi,” Bebernya

Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat memotivasi Partai lainnya yang ada di Bombana agar turut pula berpartisipasi membantu masyarakat terdampak Covid-19.

“Yang kami temukan dilapangan yang tidak terdata ternyata lebih banyak sehingga kita berharap kedepan seluruhnya dapat tersentuh baik oleh partai PKB maupun partai lainnya,” Tutupnya (is)

 

 




Tolak kedatangan 500 TKA, OASIS Sultra Apresiasi Gubernur Ali Mazi

Kendari, SultraNET. | Penolakan Ali Mazi Selaku Gubernur Sulawesi Tenggara terkait rencana kedatangan sebanyak 500 orang Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok ke Sulawesi Tenggara Ditengah wabah Pandemi covid-19  mendapat apresiasi dari Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum Oasis Sultra, Beni Putra Lamangga Selasa (28/4/2020) menyebut tindakan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk menolak Kebijakan Pemerintah pusat untuk meloloskan 500 TKA di Sulawesi Tenggara.

“Apapun dalilnya saat ini, situasi dan kondisi sedang tidak baik baik saja,” Imbuhnya.

Ditengah Ketakutan dan keresahan masyarakat sebutnya tentu Sultra tidak mau menjadi korban kepentingan pemerintah pusat dan para investor.

“Sultra darurat covid-19 upaya menyelamatkan masyarakat lebih penting dan utama dari segalanya,” Singkatnya.

Sebelumnya diketahui setelah mengadakan pertemuan bersama Forkimpda, DPRD, Danrem dan Kapolda serta imigrasi secara tegas Gubernur Ali Mazi menyampaikan penolakan dengan tegas kebijakan memasukan 500 TKA di Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut tindakan kebijakan pemerintah pusat adalah hal yang tidak tepat dan  bertentangan dengan suasana keprihatinan masyarakat Sulawesi tenggara.

“Sulawesi Tenggara Tak ingin menjadi wadah terhadap wabah ini, apalagi TKA itu berasal dari negara sumber covid-19, cukup sudah dengan 49 TKA yang lalu membuat babak belur dan meresahkan masyarakat Sulawesi Tenggara,” Tutur Ali Mazi.

Laporan : Awal Kurniawan




72 Pekerja PT. Jhonlin Masuk Bombana, Perusahaan Bantah Tak Ikuti Prosedur Pencegahan Covid-19

Rumbia, SultraNET. | Sebanyak 72 orang pekerja PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) asal Batu Licin, Kalimantan Selatan yang masuk di Kabupaten Bombana melalui Pelabuhan Kasipute dengan menggunakan Kapal LCT 45 (Jhonlin XLV) Milik perusahaan itu membantah tudingan sejumlah pihak bahwa mereka masuk di daerah itu tanpa prosedur penanganan covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana. Heryanto A Nompa saat menggelar jumpa pers di Posko Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Minggu (26/4/2020) menyebutkan bahwa PT. Jhonlin telah melakukan konfirmasi kedatangan mereka ke Satgas Kabupaten Bombana tiga hari sebelum tiba.

“Jadi konfirmasi kedatangan kapal mereka itu tiga hari sebelum tiba, yaitu tanggal 22 april 2020,” Tutur Ketua PPNI Sultra itu

Satgas Kabupaten Bombana lanjutnya, juga telah dilaporkan bahwa sebelum berangkat dan didalam kapal seluruh awak kapal dan penumpang dilakukan pemeriksaan dengan metode Rapid Test.

“Mereka datang dengan membawa dokter sendiri, Jadi kalau berbicara takut bukan cuma kita yang takut sama covid-19 ini, mereka juga lebih takut,” Imbuhnya

Bahkan setelah tiba di pelabuhan pun tetap dilakukan pemeriksaan suhu badan dan setelah tiba dilokasi PT. Jhonlin kembali dilakukan pemeriksaan oleh Tim Covid-19 PT. Jhonlin bersama Satgas Kecamatan Lantari Jaya dan Satgas Desa Watuwatu.

“Jadi tidak benar bahwa mereka luput dari pemeriksaan,” Imbuhnya

Dari 72 pekerja dan awak kapal tersebut sebanyak 51 orang melanjutkan perjalanan menuju area Pabrik PT. Jhonlin dengan membawa kendaraan dan peralatan perusahaan yang didatangkan dari Kalimantan Selatan sedangak sisanya sebannyak 21 Orang yang merupakan crew kapal tetap berada di kapal.

“Setelah tiba dilokasi PT. Jhonlin 51 orang dilakukan Karantina Mandiri sedangkan awak kapal yang 21 orang dilakukan karantina mandiri diatas kapal,” Bebernya

Mantan Anggota DPRD Bombana itu memastikan bahwa pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap para pekerja tersebut untuk memastikan mereka patuh dan menjalankan karantina mandiri sesuai SOP penanganan covid-19.

“Jadi kita terus pantau mereka ini dan juga satgas kecamatan dan desa setiap hari kesana memantau mereka,” Jelasnya

Ditempat yang sama Manager HRD dan Umum PT. JBM Bombana, Teguh Budiono mempertegas komitmen perusahaan dalam upaya pencegahan Covid-19 menurutnya perusahaan sangat berhati hati dan bekal melakukan segala upaya untuk memastikan area perusahaan steril dari virus mematikan itu.

“Kalau sampai satu orang saja karyawan yang terpapar covid-19 maka yakin saja kepercayaan terhadap perusahaan akan menurun bahkan bisa jadi konsumen akan enggan membeli gula hasil produksi perusahaan kami,” Jelasnya. (IS)




Satgas Masaloka Raya Perketat Penjagaan Pasca Empat Warganya Positif Rapid Test

SultraNET.COM, Rumbia |Untuk mengurangi resiko penambahan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 di Kecamatan Masaloka Raya Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra), Satgas Masaloka memperketat penjagaannya usai melakukan Rapid Test terhadap 70 warganya pada kamis 23 april 2020 lalu.

Dari hasil Rapid Test ke 70 orang itu, satu warga Desa Masaloka, dua warga Masaloka Selatan, serta satu warga Desa Batu Sempe, dinyatakan reaktif (ada kesamaan atau kemiripan dengan gejala covid-19).

Camat Masaloka Raya selaku Ketua gugus tugas Kecamatan Haeruddin, mengatakan sembari menunggu hasil test polymerase chain reaction (PCR) Swab masyarakat tidak usah panik terlalu berlebihan namun tetap selalu menjaga etika SOP Covid-19 dalam melakukan aktifitas.

“Hingga hari ini laporan pendataan dan pemantauan penduduk yang masuk pada lima Desa Kecamatan Masaloka Raya tidak ada”, Ungkapnya pada Minggu (26/4/20)

Dirinya menekankan kepada seluruh elemen masyarakat Masaloka Raya agar mengurangi aktivitas diluar rumah ketika tidak begitu penting sehingga sama-sama memutus rantai penyebaran wabah covid-19.

Selalu mengutamakan phisical distancing atau jaga jarak selain mengurangi aktifitas di luar rumah seperti kumpul-kumpul yang menjadi kebiasaan masyarakat pulau masaloka dengan tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.

” Jaga jarak ini bukan hanya berlaku di tempat umum, tetapi juga diseluruh rumah tangga disetiap keluarga. Karena diantara keluarga belum tentu semuanya itu negatif, belum tentu seluruh anggota keluarga itu aman dari Virus Corona ini”, Tutupnya. (HM)




Sandar di Pelabuhan Kasipute, Awak Kapal Pengangkut Kendaraan PT. Jhonlin Luput dari Pemeriksaan Medis

Rumbia, SultraNET. | Kapal berjenis Roro dengan panjangnya diperkirakan lebih dari 100 meter yang mengangkut berbagai jenis kendaraan milik perusahaan PT. Jhonlin sandar di pelabuhan Rakyat Kasipute, Sabtu (25/4/2020).

Pantauan awak media ini, Proses menurunkan puluhan kendaraan dari kapal tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Sayangnya tidak nampak pemeriksaan medis dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terhadap awak kapal maupun para sopir yang akan membawa kendaraan tersebut.

kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute
kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute

Salah seorang petugas Satgas Covid-19 yang juga berasal dari instansi Dinas Perhubungan, Rusman membenarkan bahwa kapal tersebut memuat kendaraan dan peralatan milik PT. Jhonlin.

“Iya pak kapal ini infonya dari Kalimantan memuat kendaraan PT. Jhonlin,” Tutur Rusman dikonfirmasi via Telpon.

Ketika ditanya kapasitasnya sebagai pegawai perhubungan, ia mengaku tidak mengetahui secara persis perihal kapal tersebut.

“Kami bertugas jaga sebagai satgas Covid-19 disini Jadi mengenai kapal itu mungkin komunikasinya ke Pimpinan,” Imbuhnya.

Rusman juga membanarkan bahwa saat di telpon tersebut, pihak Satgas Covid-19 belum melakukan pemeriksaan medis terhadap seluruh awak kapal.

“Sampai sekarang belum pak, ini sementara kendaraan mereka turunkan mungkin jalannya sekaligus bersamaan,” Bebernya

  1. kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute

Sementara itu Kepala Pelabuhan Kasipute, Fadli saat dikonfirmasi terkait izin sandar labuh kapal perusahaan di pelabuhan rakyat Kasipute menolak untuk diwawancarai.

“Maaf pak saya lagi sibuk atur kendaraan turun,” Singkatnya sembari langsung menutup telponnya. 

Hingga berita ini dirilis pihak PT. Jhonlin maupun Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana belum terkonfirmasi. (IS)

 




Jelang Ramadhan SI Dan SEMMI SULTRA Berbagi Ke Mualaf Centre Kendari

Kendari, SultraNET. |  Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M, Pengurus Wilayah Syarikat Islam (SI) dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Provinsi Sulawesi Tenggara berkunjung ke Kantor Mualaf Centre di Jl. Khairil Anwar Lorong Mandiri pada Rabu, 23/04/2020

Selain bersilaturahmi kepada saudara yang baru masuk Islam, Sekretaris Umum Syarikat Islam Sultra Dr. Ir. H. Ruksamin M.Si melalui Pengurus SEMMI juga mendistribusikan bantuan ke Mualaf Center yang langsung diterima oleh pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM.

Ketua Bidang Politik dan Sosial Budaya PW. SEMMI Sulawesi Tenggara Ulil Makhfud mengungkapkan bantuan yang didistribusikan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi mualaf yang membutuhkan ditengah wabah covid- 19 dan Memasuki Bulan Suci Ramadhan.

” SEMMI terus membuka posko dan menyalurkan bantuan untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak wabah covid-19 sampai wabah covid 19 berakhir,” Imbuhnya

Ia menyebuh sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada Mahasiswa yang memilih menetap di Kost dan tidak pulang kekampung halaman.

Ditempat yang sama, Pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM merinci untuk Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center berkisar 5.000 orang untuk seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dan khusus di Kota Kendari berjumlah 421 orang.

“Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center rata-rata berada dibawah angka kemiskinan, namun bantuan ini kita akan salurkan terlebih dahulu pada mualaf baru yang sangat membutuhkan.” Singkatnya.

Laporan : Asbar P




Jelang Ramadhan, Bulog Sultra Sebar Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Kantor Wilayah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara membagikan sebanyak 200 paket semboko gratis ke warga yang berprofesi sebagai pembersih kuburan di TPU Punggolaka dan pemulung sebagai upaya meminimalisir dampak wabah Corona virus disease (Covid-19) terhadap ekonomi mereka menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (22/4/2020).

Kepala Bidang Administrasi Keuangan Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tenggara, Eko Setiahadi mengatakan aksi bagi sembako gratis ini dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada kaum dhuafa di Kota Kendari yang akan menjalakan ibadah puasa Ramadhan dan pembagiannya dilakukan secara mobile .

“Saat kami berjalan melihat warga yang layak menerima maka kami langsung memberikan paket sembako agar paket sembako ini tepat pada sasaran,” katanya.

Eko Setiadi menambahkan setelah dilakukan pembagian sembako di TPU. Punggolaka, selanjutnya akan dilakukan pembagian langsung di daerah daerah perbatasan Kota Kendari.

“Kami akan mobile didaerah perbatasan kota Kendari karena informasi dari karyawan kami bahwa ada sebagian warga disana yang belum mendapat paket sembako sejak merebaknya wabah virus COVID-19,” ungkapnya.

Karyawan Perum Bulog saat membagikan Paket Sembako Gratis

Pantauan awak media ini, karyawan Bulog melakukan pembagian Paket sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak kepala serta telur ayam, dengan mensasar jalan Made Sabara di Kelurahan Korumba, Mandonga yang biasa digunakan para pemulung beristirahat setelah mencari sampah plastik dan gardus dan dilanjutkan kepenjual Bunga musiman serta pekerja pembersih kubur di TPU Punggolaka. (Awal Kurniawan).

 

 

 




Anggota DPRD Bombana Ini Usulkan Pemkab Segera Gratiskan Air PDAM

Rumbia, SultraNET. | Anggota DPRD Bombana Asal Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Firman, mengusulkan agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikelola perusahaan daerah agar segera  menggratiskan biaya penggunaan air kepada seluruh pelanggannya.

Usul tersebut dicetuskan mantan Ketua DPRD Bombana itu, Rabu (22/4/2020). Menurutnya saat ini seluruh elemen masyarakat Bombana merasakan dampak yang besar terhadap pandemi Covid-19 ini.

“Semua masyarakat kita terdampak, sehingga kita harap Pemkab Segera mengambil upaya meringankan beban mereka dengan menggratiskan biaya penggunaan air mereka,” Imbuhnya

Ia menilai penggratisan biaya air PDAM tidak ubahnya dengan penggratisan Biaya Listrik yang dilakukan pemerintah pusat yang tujuannya agar beban ekonomi masyarakat berkurang.

“Kita mendorong agar ini segera diterapkan dan DPRD siap membackup kebijakan itu,” Tuturnya

Dengan keresediaan anggaran tambahnya, sangat memungkinkan Pemkab mengambil kebijakan ini, tentu dengan memberikan subsidi kepada PDAM agar kegiatan operasional dan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Skenarionya Pemkab bisa mengambil langkah subsidi ke PDAM apalagi PDAM kan perusaahaan milik daerah juga,” Pungkasnya (1sn)