Pemkab Bombana Siap Salurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial, Ini Kriterianya !

Rumbia, SultraNET – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bentukan Pemerintah Kabupaten Bombana rupaya tidak setengah setengah dalam upaya memastikan setiap warganya tidak merasakan dampak terlalu parah akibat wabah covid-19.

Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu, saat ini tengah merampungkan kesiapan menyalurkan Program Jaring Pengaman Sosial yang dananya bersumber dari dana daerah.

Heryanto A Nompa, SKM. Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, Sabtu (11/4/2020) mengungkapkan saat ini proses pendataan sedang dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi teknis daerah untuk memastikan warga yang tidak terdaftar dalam penerima program pemerintah pusat seperti rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan dapat diakomodir di Program Jaring Pengaman Sosial ini.

“Ini kita lakukan setelah Pemda dibolehkan melakukan intervensi kegiatan Jaring Pengaman Sosial,” Tutur bung HAN sapaan akrab Heryanto.

Ia menyebut ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial itu yaitu pertama berasal dari Keluarga Rumah Tangga Miskin, kedua Para Pekerja Rentan dan Ketiga Rumah Tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

” Dari tiga poin itu semua akan didata dan diberikan kepada mereka dengan catatan mereka tidak masuk dalam daftar penerima rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan,” Pungkasnya (Idris)




TP-PKK Muna Sediakan 10 Ribu Masker Untuk Pencegahan Covid-19

MUNA, SultraNET. |  Sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid 19), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan sebanyak 10.000 lembar masker.

Ketua TP-PKK Muna Yanti Setiawati Rusman, pada awak media ini. Jumat (10/4/2020) mengatakan, masker yang berasal dana patungan pengurus dan anggota TP-PKK tersebut nantinya bakal dibagikan kepada masyarakat yang sehari-seharinya terpaksa harus bekerja diluar rumah.

“Misalnya, tukang ojek, sopir angkutan dan nelayan kalau ada lebihnya, baru kita bagi ke warga lain,” Kata Yanti.

Istri Bupati Muna itu menambahkan masker yang akan dibagikan itu adalah masker kain yang dipesan melalui penjahit yang ada di dalam Kota Raha yang dibuat sesuai standarisasi kesehatan.

“Satu masker dibeli dari penjahit dengan harga 5.000 rupiah, kita berdayakan pejahit untuk pembuatanya,” Imbuhnya

Walau sesuai rencana pembagian masker direncanakan bakal dilakukan langsung pengurus TP-PKK namun karena penyebaran virus ini semakin meningkat, sehingga masker tersebut diserahkan ke Satgas.

“Nanti mereka yang bagikan. Intinya, kami sudah ikut ambil bagian membantu pemerintah untuk memutus mata rantainya,” Tutupnya.

Pewarta : Borju




Sopir Angkot di Bombana Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

SultraNET., Bombana | Kabar gembira untuk para Sopir Angkutan Umum (angkot) yang beroperasi di Kabupaten Bombana pasalnya untuk sedikit meringankan beban mereka akibat dampak pencegahan wabah covid-19, Pemerintah Setempat bakal memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto, S.KM kepada awak media HarapanSultra.COM., Selasa (7/4/2020) mengatakan pemberian BLT itu sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemkab Bombana yang bakal melakukan pembatasan sementara arus masuk dan keluar penumpang kendaraan umum dari dan arah darat yaitu dari Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari sedangkan jalur laut dilakukan diseluruh pelabuhan yang ada di Bombana.

“Karena Kota Kendari saat ini sudah ditetapkan sebagai daerah transminisi lokal, sehingga kita betul betul melakukan pembatasan terhadap arus masuk dan keluar orang dan ini sangat berdampak bagi mereka (Supir angkutan umum.red),” Tutur Heryanto

Disamping Sopir angkutan umum, saat ini Satgas Covid-19 tengah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintahan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terakomodir pada program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan agar dapat pula diberikan BLT tersebut.

“Seluruh masyarakat yang berpenghasilan rendah juga saat ini sedang kita data, bagi mereka yang tidak mendapat bantuan dari program pemerintah pusat kita akan diberikan BLT pula,” Bebernya

Terkait besaran BLT yang akan diterima Para Sopir angkutan umum tersebut lanjut Mantan Anggota DPRD Bombana itu, ia menyebut besarannya itu tidak bakal sebanding dengan kerugian akibat tidak beroperasinya mereka.

“Ini tujuannya hanya untuk sedikit meringankan beban mereka,” Pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, berdasarkan Keputusan Bupati Bombana Nomor 211 Tahun 2020, tentang Penetapan Penerima Bantuan Langsung Tunai kepada Pemilik dan Sopir Angkutan / Kendaraan Umum dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 dalam wilayah kabupaten bombana para Pemilik Angkutan Kendaraan Umum bakal menerima BLT sebesar 50.000 rupiah perhari sedangkan Sopir Angkutan Umum bakal menerima sebesar 150.000 rupiah perharinya. (Idris)

 




Ketua IKA FKM Butur Kecam Keputusan Rektor UMI Lantik Dekan Peraih Suara Terkecil

Kendari, SultraNET. | Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kabupaten Buton Utara mengecam  Rektor UMI atas keputusannya melantik Dekan FKM UMI Pada (Rabu 1/4).

Hasiruddin SKM, Mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia menilai keputusan Rektor UMI merupakan perilaku otoriter dan tidak mencerminkan nilai ukhuwah islamiah.

“Saya sangat menyayangkan Rektor UMI yang berperilaku seperti itu, tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis, keputusannya tidak berpihak pada azas keinginan banyak pihak dalam hal ini orang-orang yang memiliki hak suara”. Ungkap Hasiruddin (7/4)

Ketua Bidang Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) untuk wilayah Jakarta ini menambahkan keputusan Rektor UMI dengan menunjuk Dekan FKM yang memiliki suara terkecil di penjaringan adalah hal yang memalukan institusi, baginya UMI tidak pantas dipimpin oleh Rektor semacam itu.

“Kami malu ketika ditanya orang lain, katanya kenapa Rektor UMI begitu, dia lebih memilih orang yang sedikit suaranya, itukan dinilai otoriter dan bikin malu institusi” ujarnya

Mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Buton Utara (Hipma-Butur) Makassar ini juga memperoleh informasi bahwa mekanisme pemilihan Dekan model baru itu tidak pernah dibicarakan di rapat Senat Universitas. Padahal menurutnya pemilihan Dekan adalah hal penting dan strategis.

“Aneh betul ini Rektor UMI sekarang, model baru pemilihan dekan tidak dibicarakan di Senat Universitas, padahal kan hal semacam itu harusnya dibicarakan di Rapat Senat Universitas, bukan ambil kebijakan sendiri, kemana itu ukhuwah dan nilai nilai Islami dalam mengambil keputusan,” Tegasnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) yang juga selaku Mantan Ketua umum HmI Komisariat FKM UMI Makassar menyebut Pihaknya bakal segera melayangkan surat kepada Ketua Umum IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk segera memecat Prof. Basri Modding sebagai Rektor UMI karena dinilai bersikap otoriter.

“Kami akan segera melayangkan surat pernyataan kepada Ketua IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar kiranya segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk memecat Rektor UMI dari jabatannya karena sikapnya otoriter dan membuat malu institusi,” Tutupnya

Hingga berita ini dirilis, Rektor UMI Prof. Basri Modding belum terkonfirmasi.

Laporan : Awal Kurniawan




LKPD Sultra Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19 Bombana, Arham : Mereka Bekerja 24 Jam

Rumbia, SultraNET | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi kinarja Satuan Tugas Penanganan Corona Virus (Satgas Covid-19) Kabupaten Bombana yang dinilai telah melakukan kerja kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

 

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra mengungkapkan Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini perlu diapresiasi.

 

Ia menyebutkan Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu telah melakukan kerja kerja nyata untuk memastikan virus Corona tidak masuk di Kabupaten Bombana.

 

“Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini kita perlu apresiasi, mereka telah bekerja 24 Jam,” Tutur Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Senin (6/4/2020).

 

Arham merinci beberapa kegiatan yang dilakukan satgas saat ini telah berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat.

 

“Mereka telah lakukan sosialisasi, menjaga pintu pintu masuk dan pembagian masker  pada masyarakat,” Beber Arham

 

Kendati demikian Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut masih banyak pula persoalan yang perlu dimaksimalkan dalam bentuk kerja kerja nyata satgas.

 

“Seperti memastikan Area Pertambangan dan pekerjanya juga steril,” Imbuhnya

 

Ia menyebut area pertambangan menjadi tantangan tersendiri dari satgas karena para pekerja yang masuk ke daerah itu tidak melalui pintu pintu masuk komersil umum yang dijaga satgas.

 

“Mereka ini masuk melalui pelabuhan pelabuhan khusus milik perusahaan dan disitu tidak melalui pemeriksaan satgas,” Bebernya

 

Arham juga menyarankan agar Satgas segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak.

 

“Masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan dampak Covid-19 ini, saya harap satgas segera lakukan Operasi pasar menyeluruh untuk memastikan masyarakat tidak menderita,” Pungkasnya. (Sn1)

 

 

 

 

 

 




Pj. Sekda apresiasi GERAK CEPAT Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes Dinkes Prov. Sultra.

Kendari, SultraNET. | Pj. Sekda Prov. Sultra, Laode Ahmad selaku sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Prov. Sultra memberikan apresiasi tak terhingga kepada tim medis Surveilans dan Sampling Rapid Tes Dinad Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah bekerja caepat dan tak kenal lelah, Minggu 5 April 2020.

“Kita bayangkan saja saat ini hari minggu adalah hari libur atau istirahat bertemu keluarga, tapi tim satgas kesehatan khususnya tim sampling rapid tes mereka masih mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dan daerahnya,” Tutur Laode Ahmad

Ia menyebut dedikasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan pengabdian sebagai garda terdepan menolong nyawa manusia.

“Menurut saya selaku Pj. Sekda sangat pantas mereka diberikan reward atau insentif yang Insya Allah menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) berdasarkan Permendagri yang kemarin telah terbit,” Bebernya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Minggu 5 April 2020 Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes berjumlah 6 orang dari Dinkes Prov. Sultra dipimpin oleh ibu Kartina, SKM, M.Kes. menuju RT. 02 / RW. 03 masjid Nurul Yaqin Kel. Pondambea Kec. Kadia Kota Kendari, untuk segera melakukan Rapid Tes kepada warga sekitar rumah keluarga dekat yang telah kontak erat resiko tinggi yang 4 orang positif covid 19.

Salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam tim Surveilans dan Tim sampling Rapid Tes yang bekerja dengan melakukan Rapid Tes kepada 62 orang warga, terdapat 1 orang anak umur 1 tahun 4 bulan positif covid (hasil Rapid Tes) dan langsung di ambil Swab nya (air liur tenggorokan) untuk selanjutnya akan dikirim ke laboratorium makassar, sedangkan yang 61 orang dinyatakan negatif.

“Bahwa anak tersebut yang positif corona hasil Rapid Tes adalah keluarga dekat dari ke 4 orang yang sementara terpapar positif corona,” Singkatnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Distan Bombana Salurkan Ribuan Bibit Kopi Pada Kelompok Tani

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bibit tanaman kopi jenis arabika pada kelompok tani Measa Mpoawa Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (31/3/2020)

Penyerahan ribuan bibit kopi dilakukan secara simbolis oleh Rimbu SP selaku Kepala Bidang Perkebunan, mewakili Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bombana dan diterima langsung oleh Sukardin selaku Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa

Rimbu SP. kepada awak media ini mengatakan bahwa pengembangan komoditas kopi arabika di Bombana telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kelompok tani di beberapa Desa yang menggeluti pengembangan kopi tersebut.

“Sebenarnya sudah banyak kelompok yang mengembangkan usaha perkebunan kopi arabika ini karena jenis ini menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah ,” Tutur Rimbu

Untuk itu, ia berharap agar kelompok tani yang dapat bantuan bibit kopi itu dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat meningkatkan ekonomi mereka.

“Pengembangan komoditas ini diharapkan memicu ekonomi para petani kopi membaik dan menggairahkan budaya minum kopi,” Harapnya.

Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa. Sukardin mengatakan bahwa dengan adanya bantuan bibit kopi arabika tersebut pihaknya betul betul bakal memanfaatkan sesuai harapan pemerintah.

“Saya akan kerahkan tenaga saya untuk mengontrol anggota saya agar betul betul bibit ini di manfaatkan dengan baik, jangan sampai barang yang sudah di datangkan pemerintah dari jauh jauh justru mubazir begitu saja,” Singkatnya

 

Laporan : Efendi




Polres Lakukan Penyemprotan Jalan dan Pemukiman Warga Bombana

Rumbia, SutraNET. | Kepolisian Resot Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyemprotan disinfektan ke Jalan Poros dan Lorong setra Kawasan Pemukiman Warga Ibu Kota Rumbia Kabupaten Bombana.

Kapolres Bombana, AKBP Andi Herman mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah itu.

Pada penyemprotan disinfektan yang melibatkan TNI  dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. tersebut pihaknya mengerahkan Mobil Water Cenon milik Polres Bombana serta Mobil Pemadam Kebakaran Pemkab Bombana.

” Penyemprotan ini juga melibatkan traktor penyiraman milik salah satu perusahaan,“ Tutur Andi Herman.

Penyemprotan tersebut lanjut Andi Herman merupakan langkah menindak lanjuti intruksi Kapolri, yaitu pada 31 Maret 2020 ini, seluruh Polda dan Polres melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak.

 “Penyemprotan ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia,” Tutupnya




IJTI Sultra : Hentikan Konferensi Pers Tatap Muka, Bahayakan Jurnalis

SultraNET. Kendari | Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi   Sulawesi Tenggara meminta semua pihak agar menghentikan Konferensi Pers secara Tatap Muka, karena hal tersebut dapat Bahayakan Jurnalis.

Asdar Zuula, Ketua IJTI Sultra mengatakan Semua pihak saat ini sedang berupaya mencegah laju penyebaran Covid-19 melalui berbagai langkah seperti physical distancing, melarang kerumunan, serta menghentikan berbagai aktivitas di luar rumah dan menggantinya dengan work from home atau bekerja dari rumah.

Namun Pemerintah Kota Kendari, justru menggelar konferensi pers tentang kebijakan “Pengawasan Wilayah Perbatasan Kota Kendari” guna menanggulangi dan upaya pencegahan Covid-19, di ruang rapat rumah jabatan Walikota Kendari, Senin (30/3/2020) pagi.

“Konferensi pers ini digelar secara langsung mengundang dan melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media, elektronik, cetak maupun online tanpa diatur jarak aman antara jurnalis yang satu dengan yang lain,” Sebutnya.

“Konferensi pers yang digelar justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Hal ini, sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang meliput,” Imbuhnya.

Sementara itu, seperti yang disampaikan IJTI Pusat tambahnya, saat ini, seluruh stasiun televisi sudah bertindak dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi.

“Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona,” Pungkasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali Konferensi Pers yang dapat membahayakan jurnalis, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan pernyataan Sikap sebagai berikut

Pertama IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Wali Kota Kendari, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kedua Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

Ketiga IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming, TV pool, atau aplikasi streaming lainnya, tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir.

Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

Keempat Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut

Kelima Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19

Keenam Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19

(Awal Kurniawan)




Kapolda dan Gubernur Sultra Dukung Terbentuknya Satgas Pemuda Covid 19

SultraNET., Kendari | Antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus dilakukan termasuk di Sulawesi Tenggara, pihak pemerintah daerah dan kepolisian serta mahasiswa ikut bergerak membantu pemerintah dalam melawan virus tersebut, salah satunya dengan terbentuknya Satgas Pemuda Covid-19 sebagai salah satu upaya membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan sangat mendukung dengan terbentuknya Satgas (Pemuda Covid-19) tersebut Karena membawa misi bersama yaitu tentang pencegahaan penyebaran virus Covid-19.

“Mereka anak-anak mahasiswa, ada dari Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan beberapa fakultas lainnya, termasuk dari HMI, ingin membantu pemerintah atau negara dalam melawan virus corona atau Covid-19,” terang Gubernur Sultra Ali Mazi usai rapat dengan tim Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu, 21 Maret 2020.

Dukungan serupa terhadap Satgas Pemuda Covid-19 Sultra juga disampaikan Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam.

Merdisyam mengatakan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra ini  nantinya akan bertugas membantu pemerintah, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus Korona di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sementara sistem edukasi yang akan dilakukan berdasarkan cara mereka sendiri dengan berkoordinasi dengan tim gugus tugas bentukan Pemprov Sultra yang saat ini telah berjalan.

Selain itu, kata Kapolda Sultra, Satgas Pemuda Covid-19 ini sesuai rapat juga akan membuat semacam produk yang dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami dari  kepolisian sangat mendukung inisiatif positif para mahasiswa untuk membentuk Satgas Pemuda Covid-19,” kata Mardisyam.

Kapolda Sultra menambahkan, Satgas Pemuda Covid-19 Sultra dibentuk atas kesadaran mahasiswa dalam membantu tim gugus tugas melawan Covid-19.

Satgas Pemuda Covid-19 merupakan bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang dibentuk oleh Pemprov Sultra.

Pihak kepolisian diseluruh kabupaten di Sulawesi Tenggara telah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengantipasi penyebaran virus Covid-19.

“Kami meminta dukungan masyarakat demi Sulawesi Tenggara dan Indonesia bebas dari virus Covid-19 ini,” pungkas Mardisyam.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, Andi Baso Amirul Haq, berterima kasih kepada Gubernur Sultra bersama Kapolda Sulawesi Tenggara telah menyabut dan mendukung pembentukan Satgas Pemuda Covid-19 ini.

Satgas Pemuda Covid-19 ini natinya akan masuk pada Gugus Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara.

Sekum Badko HMI Sultra ini menjelaskan, Covid-19 merupakan musuh bersama yang tak terlihat. Untuk itu Satgas Pemuda ini menyerukan pemuda untuk turut andil dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara secara digital maupun langsung.

Peran pemuda, lanjut dia, sangat penting pada saat ini terkait Covid-19

“Karena dengan inisiatifnya dan ide-ide kreatifnya kita bisa membantu pencegahan Covid-19,” ujar mahasiswa Fakultas Farmasi UHO Kendari.

Laporan : Awal Kurniawan