Pekerjaan Jalan Betonisasi Kabaena di Protes, Pembesian dan Pengalihan Jalan Jadi Soal.

Rumbia, SultraNET. | Proyek Jalan yang menghubungkan Kelurahan Teomokole menuju Desa Rahadopi dan Ke objek wisata Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjarak sekitar 5 kilometer yang pengerjaannya menggunakan Anggarannya dari serapan dana alokasi khusus (DAK) senilai lebih dari 11 miliar, mendapat sorotan dari warga setempat.

Salah seorang warga Kabaena, Jumran  kepada awak Media SultraNET., Sabtu (23/11/2019) menuturkan bahwa pada dasarnya sebagai masyarakat sangat senang terhadap perbaikan dan perhatian Pemkab Bombana yang memperbaiki jalan tersebut,  hanya saja pekerjaan yang menghabiskan anggaran miliaran itu dinilai kurang matang dalam perencanaannya sehingga pengerjaannya tidak maksimal dan menggangu aktifitas warga.

” apakah memang sudah aturannya bahwa pekerjaan Jalan betonisasi itu harus di tutup semua jalannya,  setahu kami sebagai masyarakat awam pekerjaan betonisasi itu harus dikerjakan sebelah menyeblah dulu, agar pengguna masih bisa melintas, bukan menutup semua dan mengalihkan ke dusun olondoro,” ungkapnya

Menurut Jumran, pengalihan jalan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan karena jalan yang digunakan sebagai alternatif tersebut disamping menjadikan jarak tempuh semakin jauh dinilai jauh dari layak sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi warga yang melintas.

Tidak hanya soal pengalihan jalan, Jumran juga mempertanyakan pembesian proyek rabat beton itu karena menurutnya besi hanya dipasangkan pada sisi kiri dan kanan saja tidak  dipasangkan sepenuhnya.

” dari dulu yang saya tahu yang namanya betonisasi itu “full” pembesian bukan hanya memasangkan besi sebagai tulang penyangga, itu tidak menjamin ketahanan, apalagi ini proyek nilainya miliaran, masa ada betonisasi pekerjaan yang hanya memasang besi anyaman hanya di pasang di pinggir rabat,” keluhnya

Olehnya itu ia berharap agar pekerjaan tersebut dapat di lakukan secara trasparan kepada masyarakat agar hasilnya dapat dinikmati dan sesuai dengan harapan, serta tidak ada yang ditutup tutupi karena menurutnya menjadi aneh jika ada proyek pemerintah dan masyarakat dilarang untuk mengambil gambar.

” Kenapa warga dialarang mengambil gambar, kalau memang pekerjaan sesuai mekanisme kenapa harus takut, kenapa larang masyarkat ambil gambar, aneh Memang ini pekerjaan,” Sebutnya

Salah satu pengawas pekerjaan yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa para pekerja lapangan hanya bekerja sesuai perintah sehingga ia tidak dapat menjelaskan secara teknis mengenai pembesian serta kebijakan pengalihan jalan.

” Tanyakan kepada pengawas teknisnya soalnya dia jarang datang makanya saya nda mau berkomentar, saya hanya karyawan yang di tunjuk jadi pengawas pekerjaan,” Singkatnya

Pewarta : Fendi




Dorong Pengembangan Desa Wisata, Dinas Pariwisata Sultra Gelar Sosialisasi

Kendari, SultraNET. | Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Sosialisasi Pengembangan Desa Wisata bertempat di Swiss-Belhotel. Jum’at (22/11/2019) Dengan mengangkat Tema : “Transformasi sumber perekonomian pedesaan” Kegiatan ini merupakan program hibah jalan daerah (PHJD) Tahun 2019.

Saat dikonfirmasi  oleh awak media SultraneNET., DR. Ir. I Gede Panca, M.Pd Selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara Mengatakan kebijakan Desa Wisata merupakan kebijakan yang lahir dari Kementerian Pariwisata yang bertujuan agar dapat dilakukan pengembangan Desa wisata untuk itu kegiatan itu bertujuan disamping untuk membangun sinergitas, sosialisasi pengembangan desa wisata juga bertujuan menyatukan wawasan, pemahaman dan komitmen dalam pengembangan desa wisata jika memungkinkan dan mengali informasi dari para peserta tentang desa atau kelurahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

” Jadi pengembangan Desa wisata itu adalah suatu upaya menambah menu objek wisata, Selain dengan menu-menu alam yang sudah tersedia, kita juga berupaya agar desa bisa menjadi objek wisata dengan membangun dan mengembangkan potensinya,” beber I Gede Panca.

Desa Wisata ini lanjutnya bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan ekonominya tidak hanya mengandalkan dari sektor pertanian saja namun juga dapat merambah sektor lain seperti sektor jasa khususnya di bidang Pariwisata.

” Pemerintah sekarang ini dalam pidato presiden Jokowi fokus pada transformasi ekonomi pedesaan. artinya bagaimana sumber ekonomi pedesaan tidak hanya terbatas pada produksi tapi pada jasa, salah satunya jasa kepariwisataan. apakah ia menyewakan tempat hiburan, menyewakan lokasi yang indah atau menyewakan homestay itu bisa dari rumah penduduk,” Sebutnya

Untuk itu lanjutnya Dengan adanya Program Desa Wisata ini bakal menambah sumber-sumber perekonomian masyarakat terkhusus dari sektor Pariwisata dan pemerintah menfasilitasi dan mendorong masyarakat agar sadar bahwa Pariwisata itu bisa diupayakan di Desa.

” Selain itu kita dapat mengidentifikasi potensi-potensi yang ada dipedesaan yang memungkinkan dijadikan objek wisata kemudian tugas pemerintah memberikan pendidikan dan pelatihan mungkin dalam bentuk studi banding dan pelatihan, bagaimana melayani tamu, menjaga kebersihan dan bagaimana melestarikan lingkungan,” Pungkasnya.

Pantauan Media ini, Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Drs. Suharno, MTP, Asisten Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sultra, dan bertindak selaku narasumber yang terkait langsung dan sangat kompeten dalam pengembangan desa wisata, antara lain : Dra. Ambar Rukmi,M.Pd Pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Ir.Minardi Pejabat dari Kementerian Desa dan Transmigrasi Republik Indonesia

Pewarta : Awal Kurniawan




Promo Gebyar Akhir Tahun, Kumala Group Cabang Kendari Beri Hadiah Mobil dan Paket Liburan

Kendari, SultraNET. | Kumala Group bersama PT. Kumala Sejahtera Abadi selaku brand partner Hino memberikan kejutan besar bagi para pelanggan dengan menggelar promo gebyar akhir tahun yang berlangsung dari bulan November hingga bulan Desember 2019.

Selama periode tersebut pelanggan yang melakukan pembelian mobil merk Dutro atau ranger bakal mendapat kesempatan memenangkan 1 unit Mobil Wuling confero DB dan 10 Paket liburan ke Malaysia dan berbagai promo spesial lainnya.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang digelar Kumala grup dengan mengundang beberapa media, bertempat di Hotel Claro Kendari Lt.15 ruangan Sky lounge, Kamis, (21/11/2019).

Melalui Promo ini, perusahaan berharap dapat menarik antusiasme dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, yang nantinya melengkapi pengalaman menyenangkan saat membeli maupun menggunakan Hino sebagai kendaraan Niaga, memberikan pelayanan terbaik dengan beragam hadiah dan promo menjadi prioritas utama.

” Menjelang akhir tahun, ini merupakan saat yang tepat membeli mobil Hino karena banyak hadiah dan promo spesial lainnya yang diberikan Hino kumala, khusus kepada pelanggan hingga Desember 2019 yakni memperoleh Gratis 1 Kali angsuran serta Gratis Check Up dan Service, layanan purna jual Hino kumala juga memberikan kejutan untuk pelanggan yakni ganti oli mesin Cuma Rp. 300.000, Gratis Check 10 Item dan Gratis konsultasi kendaraan.” Ujar Ivan Pudya Sumanta Selaku Marketing Manager Kumala Group Cabang Kendari.

Selama Periode berlangsung, Hino kumala bakal melakukan Roadshow Gathering ke Seluruh area operasional Dealer dengan tujuan membangun kedekatan dengan para pelanggan juga memastikan informasi mengenai promo sampai ke Pelanggan. Sehingga beraneka ragam hadiah dan promo yang memanjakan dapat dirasakan oleh pelanggan terkhusus pelanggan di area bumi anoa Sulawesi Tenggara.

Sebagaimana diketahui, Kumala Group berdiri pada tahun 1983, bermula dari perusahaan jual mobil bekas dan baru. Berawal dari Tujuh orang karyawan dan Saat ini Kumala Group semakin bertumbuh dan memiliki jaringan usaha di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.

Bisnis Kumala Group Sendiri meliputi : Bisnis Otomotif sebagai dealer resmi, bekerjasama dengan merek internasional seperti Hino, Wuling, Mazda dan Honda, Bisnis Property, Seperti Primewood Mansion Makassar, Pettarani Business Center Makassar Maupun rental Property.

Perusahaan ini juga merambah Bisnis Trading sebagai distributor resmi oli dan bank merek : Agip, Henkel, Funchs, Maxxis, Double coin, Continental dan dynacargo serta Bisnis tambang dan rental alat berat sehingga Menjadikan Kumala Group sebagai salah satu perusahaan dengan jaringan terbesar di Indonesia Tengah dan Timur.

Hino kumala memiliki 13 Dealer yang tersebar di Sulawesi dan Kalimantan antara lain di Jl. Ir Sutami Makassar, Jl. Kumala Makassar, Gowa, Sidrap, Bone, Palopo, Pare-Pare, Bulukumba, Kendari, Bau-Bau, Mamuju, Balikpapan dan Samarinda.

Pewarta : Awal Kurniawan




Ops Sikat Anoa, Polsek Rumbia Amankan Miras dari Warga

Rumbia, SultraNET. | Operasi dengan Sandi Sikat Anoa yang digelar oleh Anggota Polsek Rumbia, Kabupaten Bombana,  Rabu (20/11/2019) berhasil mengamankan berbagai jenis miras dari dua Rumah warga yang berbeda.

Berdasarkan rilis  yang diterima awak media ini, operasi dimulai Sekitar pukul 11.45 wita berhasil menyisir 2 rumah warga yang diduga kerap menjual miras.

Dirumah N (45) seorang Ibu Rumah Tangga warga Kel.  Lauru,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan (dua) botol  Miras Jenis  Jenever, 2 (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang dan 1 ( satu) Botol Miras Jenis Anggur Merah

Sedangkan dikediaman  MY (50), warga, Kel.lauru ,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan 2 (dua) botol Miras Jenis miras  Bir Hitam, 2  (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang.

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Rumbia (IH)




Unit Kegiatan Mahasiswa Seni IAIN Kendari Bakal Gelar Temu Budaya Se-SULTRA

Kendari, SultraNET. | Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bakal menggelar temu budaya Se Sulawesi Tenggara yang bakal melibatkan Sanggar Seni, Komunitas Seni, Tokoh budaya dan Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat yang akan dilaksanakan Pada Hari Rabu sampai Jumat tanggal 25 sampai dengan 27 desember 2019 mendatang bertempat di Auditorium IAIN Kendari.

Ketua Panitia Temu Budaya Se-SULTRA Beni Putra Lamangga kepada awak media SultraNET. Senin (18/11/2019) menyebutkan kegiatan ini dimaksudkan agar budaya yang telah terkikis dapat diangkat kembali. Selain itu, juga sebagai ajang sosialisasi dan silahturahmi sesama penggiat seni Se Sulawesi Tenggara

” Kegiatan yang dilaksanakan di bulan Desember nantinya akan dirangkaikan dengan dialog budaya, pameran lukisan, pembukuan naskah, dan pementasan budaya,” Tutur Beni Putra.

Kegiatan  itu lanjutnya bakal mengundang beberapa unsur untuk terlibat dialog dan bersosialisasi sekaligus untuk mengetahui kebudayaan apa yang mulai hilang serta mencari solusinya agar budaya tersebut dapat dilestarikan kembali.

” Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan efek dan outpot pemahaman terhadap generasi muda untuk selalu mencintai kebudayaannya dan selalu merawat budaya yang ada didaerahnya,” urainya

Pewarta : Awal kurniawan




Ketua DPRD Bombana Mengetahui PT. Panca Logam Kembali Menambang Dari Berita

Rumbia, SultraNET. | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Arsyad, S.Pd mengaku  mengetahui bahwa PT. Panca Logam Makmur kembali melakukan aktivitas penambangan emas di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan informasi dari pemberitaan media online.

Pernyataan itu disampaikan Politisi Partai Nasdem itu saat dikonfirmasi awak media SultraNET., Senin (18/11/2019). menurutnya selaku Pimpinan DPRD ia berjanji bakal melakukan kordinasi sekaligus turun melihat langsung aktivitas perusahaan tersebut.

” Terus terang saja, saya baru mengetahui bahwa PT. Panca Logam sudah mulai bekerja kembali itupun dari pemberitaan media yang kami baca dan setahu saya perusahaan itu berhenti beraktivitas karena IUP nya mati dan beberapa kewajiban belum ditunaikan,” Bebernya

Kendati demikian Politisi sekaligus Ketua Partai Nasdem Bombana itu berjanji bakal mengkroscek langsung dan melakukan kordinasi dengan instansi terkait agar informasi yang diterima tidak simpang siur.

” Saya memang sudah mendengarkan tentang aktivitas perusahaan itu dari teman teman, tetapi tetap dalam waktu dekat ini akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Pertambangan dan Dinas Penanaman Modal Provinsi agar ini lebih jelas lagi,” Tutupnya (SN01)




Pemprop Sultra Rangkul Stakeholder Bangun Bumi Anoa

Kendari, SultraNET. | Untuk meningkatkan kordinasi dalam pembangunan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan stakeholder yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan serta pengurus Partai Politik se Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Kesatuan Bangsa Prov. Sultra menggelar Kegiatan Silaturahmi bertempat di Hotel Claro Kendari, Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan tersebut mengangkat Tema “Melalui silahturahmi kita tingkatkan peran serta masyarakat untuk pencegahan gangguan keamanan dan memelihara situasi dan dan kondusif dimasyarakat guna mendukung kelancaran kegiatan pembangunan di Sulawesi Tenggara”.

Ketua Panitia Kegiatan. Parinringi, SE.,M.Si dalam sambutannya mengatakan Maksud diselenggarakan kegiatan silahturahmi tersebut yaitu untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama antar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan serta pengurus parpol di Sulawesi Tenggara sebagai mitra pemerintah untuk menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi dilingkungan masyarakat.

” Terutama dalam deteksi dini dan pencegahan secara dini gengguan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. kemudian menciptakan dan memelihara situasi keamanan agar kondusif didaerah, sehingga pelaksanaan pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah berjalan lancar,” tutur Parinringi

Hasil dari kegiatan tersebut lanjutnya dapan memberikan rekomendasi sebagai salah satu bahan masukan kepada Pemerintah dalam pengambilan keputusan untuk mewujudkan stabilitas politik dan keamanan didaerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

” Hasil yang diharapkan bisa tercapai seperti terbangunnya silaturahmi, terciptanya kordinasi, serta hubungan sinergi antar pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan serta pengurus Parpol yang ada di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan adanya masukan informasi serta saran pada pemerintah provinsi,” bebernya.

Pantauan awak media SultraNET. Nampak hadir sebagai Pemateri pada kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Bapak Ali Mazi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Bapak AKBP La Ode Aries El Fathar mewakil Kapolda Sultra dan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Prov. Sultra Brigjen TNI Aminullah serta yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Dr.H. Abdul Nasir A.Baso,M.Si beliau adalah Pensiunan ASN.

Pada Kegiatan Silahturahmi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam model panel atau diskusi dan dialog itu, Gubernur Sulawesi Tenggara membawakan materinya yaitu Peran Pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif di masyarakat guna mendukung kelancaran kegiatan pembangunan.

Sedangkan Kapolda Sultra yang diwakili Dirreskrimum membawakan materi Peran POLRI dengan Masyarakat dalam rangka mencegah segala bentuk gangguan keamanan Sulawesi Tenggara, Sedangkan Kabinda Sultra membawakan materi Membangun sinergitas TNI dan POLRI bersama masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Nampak hadir Para asisten, staf ahli, kepala biro, kepala badan dan kepala dinas lingkungan hidup lingkup Pemprov Sultra, tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh perempuan dan pengurus Parpol tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pewarta : Awal Kurniawan




Tagih Janji Bupati Konsel, KBPM Sebut Surunuddin Berbohong

Kendari, SultraNET. | Janji Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk segera membangun Asrama untuk mahasiswa Konawe Selatan paling lambat tahun 2020 tak kunjung ditepati.

Sebagaimana diketahui, janji untuk membangun Asrama Mahasiswa Konsel tersebut tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan yang dibubuhi tandatangan Surunuddin Dangga selaku Bupati Konsel, Irham Kalenggo selaku Ketua DPRD dan Jefri, Ketum Poros Muda perwakilan Mahasiswa yang ditandatangani saat Aksi mahasiswa Konawe Selatan yang digelar Senin, (2/9/2019) lalu di Gedung DPRD Konsel .

Menyikapi hal tersebut, Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konawe Selatan menggelar Konferensi Pers dan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa dengan mengangkat tema Melawan Kebohongan Pemkab, “Surunuddin Berbohong, Pemuda dan Mahasiswa Melawan” bertempat disalah satu Kedai Kopi di Kota Kendari, Jumat, (15/11/2019), Jam 15:30 WITA.

Salah satu penanggung jawab kegiatan. Aliyadin Koteo yang juga Pendiri Gerakan Mahasiswa Konsel Menginspirasi (GMKM) mengungkapkan bahwa Konsolidasi Aksi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Konawe Selatan itu, sama sekali tidak ditunggangi oleh elit politik dan juga tidak ada hubungannya dengan Pilkada 2020 mendatang.

Menurutnya Gerakan yang akan dilakukan oleh Pemuda dan Mahasiswa Konawe Selatan yang diagendakan Rabu, (20/11/2019) mendatang lahir atas amarah Pemuda dan Mahasiswa Konsel yang telah berjuang hingga berdarah-darah saat aksi lalu, namun yang dijanjikan juga tidak dipenuhi.

” Saya ingin mengaris bawahi, kita ingin melawan kebohongan ini dan tanpa kompromi dengan kebohongan Surunuddin. Kami benar-benar marah dan ini tidak ada hubungannya dengan politik dan ini murni karena dibohonggi oleh Surunuddin.” tuturnya

Hal senada disampaikan Ketua Tamalaki. Alfian Anas menurutnya Pemuda dan Mahasiswa Konsel marah menyikapi janji Bupati Konawe Selatan yang tidak ditepati tersebut dan mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak ada hubungannya dengan politik.

” Kalau saya pada intinya tidak bisa ditoleril lagi dan kemudian kita tidak ada pada kapasitas berpolitik, disini murni karena pemuda dan mahasiswa. Karena kita berpikir sudah cukup kita yang rasakan jangan sampai adik-adik kita, karena ini kepentingan semua mahasiswa Konawe Selatan dan saya harap Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga cepat merealisasikan janjinya,” Beber Alfian Anas.

Ketua Umum Poros Muda, Jefri menambahkan. Pemerintah harusnya segera merealisasikan janjinya terhadap pemuda dan mahasiswa Konawe Selatan agar segera mengadakan Asrama buat mahasiswa Konawe Selatan.

” Tidak ada alasan lagi dari pemerintah Konawe Selatan pokoknya 2019 Asrama harus ada, apalagi pada saat itu bupati sendiri yang menawarkan lahan sekitar satu hektar,” Pungkasnya.

 

Pewarta : Awal Kurniawan

 




Percepat Pembangunan Pariwisata, Dispar Sultra Inisiasi Pembentukan Forum Jurnalis Ramah Wisata Sultra

Kendari, SultraNET. | Untuk percepatan dan sinergitas pembangunan pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dinas Pariwisata Berkolaborasi dengan para Jurnalis se-Sulawesi Tenggara mencanangkan Jurnalis Ramah Wisata melalui pembentukan organisasi Forum Jurnalis Ramah Wisata Sultra, Bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin, (11/11/2019)

Kegiatan Workshop dihadiri 40 Jurnalis dari berbagai Media Ciber, Cetak dan TV Se-Sultra yang dicanangkan digelar Mulai dari Tanggal 11 Sampai 13 November 2019.

Kegiatan workshop dibuka oleh Erwin Tahir Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mewakili Sambutan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sultra I Gede Panca

Dalam sambutannya, Erwin Tahir menyebut Jurnalis Ramah Wisata bukan hanya sebagai slogan tetapi lebih kepada sebuah momentum serta komitmen media sebagai bagian sebagai salah satu unsur penting pentahelix kepariwisataan diIndonesia,

” Jurnalis ramah pariwisata dimaksud merupakan sikap dan etika simpatik media yakni para jurnalis dalam mencermati dan membantu perkembangan kepariwisataan Indonesia serta turut terlibat dalam menjaga citra positif kepariwisataan di Indonesia,” Sebutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembentukan Forum Jurnalis Ramah Wisata melalui pembagian komisi-komisi yakni komisi I yaitu menyangkut regulasi dan organisasi, komisi II Program kerja dan terakhir Komisi III Rekomendasi dari hasil komisi-komisi itu nanti akan dibuat struktur organisasi dan program kerja kedepan.

” Nantinya pembentukan ini membantu percepatan dan sinegisitas pembangunan Pariwisata Sulawesi Tenggara,” Tutupnya.

Nampak turut hadir dalam Kegiatan workshop tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra. Sarjono, Ketua Aliansi Jurnalis Independensi (AJI) Sultra. Zainal, Ketua Ikatan Jurnalis Tv Indonesia (IJTI) Sultra. Asdar dan Koordinator Kegiatan Jurnalis Ramah Pariwisata. Ali Ahmadi.

Pewarta : Awal Kurniawan

 




LSM PERISAI Nilai Pembangunan Pasar Kalaero Bombana Berpotensi Besar Rugikan Pedagang

Rumbia, SultraNET. | Lembaga Swadaya Masyarakat Pemersatu Barisan Anti Korupsi (LSM-PERISAI) Kabupaten Bombana menilai Pembangunan Pasar Kalaero yang terletak Di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara berpotensi merugikan pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di pasar tersebut.

Hal tersebut diutarakan oleh Ansar Ahmad selaku Ketua Divisi Investigasi dan Advokasi LSM-Perisai Bombana kepada Awak Media SultraNET., Selasa (12/11/2019).

Menurut Pria yang juga bermukim di sekitar pasar tersebut, banyak hal yang diabaikan Pemerintah dalam proses rehab pasar itu sehingga kerugian ekonomi pedagang tidak bisa terhindarkan.

Salah satunya ketika pasar itu dibongkar, tidak dibuatkan pasar sementara atau relokasi pasar yang merupakan kewajiban pemerintah atau rekanan sehingga setelah pembongkaran pasar tersebut pedagang terpaksa kembali berdagang dirumah masing-masing dan tidak sedikit pula yang tidak dapat berdagang lagi karena tempat yang dimiliki tidak memadai lagi.

” Kalau seperti ini bisa dibayangkan berapa kerugian ekonomi yang mereka (pedagang.red) alami perharinya dan silahkan kali dengan berapa lama pasar itu dibangun sampai bisa dimanfaatkan,” Imbuhnya

Disamping kerugian tersebut, yang lebih parah lagi lanjut Ansar Ahmad dari jumlah los Pasar yang dibongkar ternyata lebih banyak dari los pasar yang bakal dibangun sehingga bisa dipastikan bakal ada pedagang yang selama ini berdagang ditempat tersebut namun setelah dilakukan pembangunan rehab bakal tidak kebagian los pasar.

” Ini yang berpotensi terjadi kecemburuan antar sesama pedagang dan pasti ada yang tidak kebagian karena yang bakal dibangun itu sebanyak 28 los pasar sedangkan yang telah dilakukan pembongkaran itu sebanyak 32 los,” Bebernya

Untuk itu tambahnya ia berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana dapat turun langsung melihat kondisi pedagang pasar Kalaero dan memanggil Bupati Bombana dan Pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bombana untuk didegarkan keterangannya terkait pasar tersebut.

” harapan kita, Agar potensi kerugian sangat besar yang dialami Pedagang Pasar kalaero dapat diminimalisir serta dapat ditemukan solusi yang tidak merugikan Pihak Manapun juga,” Pungkasnya (IS)