Wujud Kebersamaan Atasi Covid-19, PT. Almharig Bombana Bantu Satgas Kabupaten

Rumbia, SultraNET |Pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun penanganannya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat terlebih lagi perusahan.

Seperti halnya yang di lakukan oleh Perusahan Tambang Nikel asal Kabaena PT Almharig, Kamis (16/4/2020) di aula gedung serbaguna,perusahan tambang yang berkedudukan di desa Langkema Kecamatan Kabaena Selatan itu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat pengukur suhu tubuh (Termogen)

Andri Ananta humas PT Almharig saat di konfirmasi pasca kegiatan tersebut menyebutkan bantuan yang di serahkan berupa Masker N 95 sebanyak 50 Pcs
Masker kain 252 Pcs, Masker 3ply (Masker Bedah) 700 Pcs, Dan Termogan (alat pengukur suhu tubuh) lima buah.

Andri menyebut penyerahan bantuan tersebut tidak hanya di tujukan pada posko induk satgas Covid saja, akan tetapi pihaknya juga menyerahkan bantuan di luar dari Posko seperti yang di serahkan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang mana bantuan tersebut berupa masker kain 100 Pcs

Tidak cuma itu saja, pria berkepala plontos itu menyampaikan kalau belum lama ini pihaknya juga memberikan bantuan pada pemerintah kecamatan Kabaena Selatan berupa sepatu boot sefty 6 pasang Termogan 1 buah

“Itu jenis bantuan yang kami berikan di kecamatan Kabaena Selatan, tetapi tidak cukup itu saja masih ada
Masker 100 Pcs yang akan menyusul dan sementara ini pesanan masker itu sementara dalam proses pengiriman ke perusahan untuk diserahkan ke kecamatan nantinya,”u

Rencananya bantuan akan di serahkan pula ke pemerintah Kecamatan Kabaena Induk berupa masker kain 50 Pcs
Masker 3 ply atau masker bedah 150 Pcs.

“bantuan tersebut akan kami serahkan setelah bantuan tiba di perusahan dan kemungkinan waktunya tidak akan lama lagi,” ungkapnya

Karena perusahaan tersebut berkedudukan di desa Langkema, perusahaan juga tidak lupa memberikan bantuan di desa tersebut seperti
Masker kain 50 Pcs, Masker 3 ply (masker bedah) 100 Pcs. (ZKR)




SK Satgas Rancu, LKPD Sultra Minta Bupati Tafdil Revisi !

Rumbia, SultraNET. | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Bupati Bombana, H. Tafdil segera merevisi Surat Keputusan Bupati Bombana Nomor 201 Tahun 2020.

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra menyebut keputusan Bupati tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Bombana Nomor 186 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Bombana  dinilai Rancu.

Pasalnya dalam Surat Keputusan itu Memasukkan Unsur Pimpinan DPRD Setempat sebagai Wakil Ketua 4.

“SK itu rancu, kan lucu Pimpinan DPRD ditempatkan sebagai Bawahan Bupati padahal lembaga Eksekutif dan Legislatif adalah lembaga setara dengan fungsi berbeda dan tidak saling membawahi,” Tutur Arham.

Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut, Produk hukum tersebut dikonsep oleh orang yang tidak paham terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Daerah.

“Di Surat Edaran itu tidak ada nomenklatur Pimpinan DPRD sebagai bagian dari Satgas karena fungsinya adalah pengawasan. Bagaimana DPRD bisa mengawasi Satgas jika ia adalah bagian dari Satgas, Bukankah itu Jeruk minum jeruk,” Cetusnya

Terlebih lagi lanjutnya, dalam keputusan tersebut tugas unsur Pimpinan DPRD selaku Wakil Ketua Satgas adalah mewakili Bupati dalam Melaksanakan tugas Ketua Gugus Tugas Tingkat Kabupaten.

“Ini adalah kerancuan berpikir dari konseptor SK yang dibuat secara amatiran,” Imbuhnya.

Untuk itu, mantan Ketua IKAMI Sulsel Cabang Ciputat itu meminta dengan tegas agar Kepala Bagian Hukum Pemkab Bombana segera memberikan klarifikasi kepada DPRD.

” Ini kesalahan yang tidak seharusnya terjadi jika Kabag Hukum cerdas,  SK harus direvisi secepatnya agar kita tidak larut dalam kesalahan,” Pungkasnya.(IS)

 




Forum Lintas Media Kembali Bagikan Sembako Gratis di Kolaka

Kolaka, SultraNET. | Forum Lintas Media (FLM) Sulawesi Tenggara kembali membagikan paket sembako gratis sebanyak 250 kantung di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/4/2020).

Selain tukang becak, pemulung dan ojek daring, pemberian sembako juga diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori miskin yang terdampak ekonominya akibat wabah virus COVID-19.

Pembagian paket sembako gratis yang berisi diantaranya beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan beberapa makan instan di sponsori oleh Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara, PT Askrindo Cabang Kendari, AJI Kendari, IJTI Cabang Sulawesi Tenggara, Manggala Aqni Daerah Operasi Sulawesi Tenggara, Rektor USN Kolaka, PT Sino Indonikel Primaraya, PT Nabusa serta para donatur perorangan yang peduli dengan dampak virus corona.

Koordinator Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara Suwarjono menjelaskan jika kegiatan pembagian paket sembako gratis tersebut merupakan aksi donasi kemanusianya kedua setelah sebelumnya dilakukan di kota Kendari.

“Kami melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Kolaka karena aksi pemberian sembako gratis belum dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa berlanjut dilakukan oleh instansi pemerintah, perusahaan swasta dan perbankan serta pengusaha yang ada di Kabupaten Kolaka,” katanya, usai memberikan paket sembako gratis ke ojek daring.

Pada distribusi paket sembako gratis lanjut Suwarjono, untuk menghindari kerumunan besar maka mengunakan jasa ojek yang akan mengantarkan paket sembako sesuai dengan data warga yang telah disurvei. Para pengemudi ojek daring pun mendapatkan paket sembako gratis.

Paket Sembako saat akan dilakukan pengiriman kerumah penerima

Kepala PT Askrindo Cabang Kendari Syahruddin mengatakan kegiatan pemberian paket sembako gratis bagi warga yang terdampak dari virus COVID-19 merupakan wujud dari kepedulian sesama. Untuk memutus penyebaran virus sesuai instruksi pemerintah warga atau masyarakat harus berada di rumah dan dipastikan sebagian tidak bekerja dan tidak mendapatkan uang.

“Nah untuk itu dengan pemberikan sembako gratis ini bisa membantu meringankan para warga yang mengalami penurunan pendapatan ekonominya,” katanya.

Lanjut Syahruddin, ia berharap semoga dengan aksi bagi sembako ini bisa dilakukan oleh pihak lain yang peduli akibat dampak wabah virus COVID-19.

“Mari bersama melawan virus dan salah satu caranya yaitu tetap berada di rumah,” pungkasnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Pemkab Bombana Siap Salurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial, Ini Kriterianya !

Rumbia, SultraNET – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bentukan Pemerintah Kabupaten Bombana rupaya tidak setengah setengah dalam upaya memastikan setiap warganya tidak merasakan dampak terlalu parah akibat wabah covid-19.

Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu, saat ini tengah merampungkan kesiapan menyalurkan Program Jaring Pengaman Sosial yang dananya bersumber dari dana daerah.

Heryanto A Nompa, SKM. Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, Sabtu (11/4/2020) mengungkapkan saat ini proses pendataan sedang dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi teknis daerah untuk memastikan warga yang tidak terdaftar dalam penerima program pemerintah pusat seperti rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan dapat diakomodir di Program Jaring Pengaman Sosial ini.

“Ini kita lakukan setelah Pemda dibolehkan melakukan intervensi kegiatan Jaring Pengaman Sosial,” Tutur bung HAN sapaan akrab Heryanto.

Ia menyebut ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial itu yaitu pertama berasal dari Keluarga Rumah Tangga Miskin, kedua Para Pekerja Rentan dan Ketiga Rumah Tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

” Dari tiga poin itu semua akan didata dan diberikan kepada mereka dengan catatan mereka tidak masuk dalam daftar penerima rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan,” Pungkasnya (Idris)




TP-PKK Muna Sediakan 10 Ribu Masker Untuk Pencegahan Covid-19

MUNA, SultraNET. |  Sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid 19), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan sebanyak 10.000 lembar masker.

Ketua TP-PKK Muna Yanti Setiawati Rusman, pada awak media ini. Jumat (10/4/2020) mengatakan, masker yang berasal dana patungan pengurus dan anggota TP-PKK tersebut nantinya bakal dibagikan kepada masyarakat yang sehari-seharinya terpaksa harus bekerja diluar rumah.

“Misalnya, tukang ojek, sopir angkutan dan nelayan kalau ada lebihnya, baru kita bagi ke warga lain,” Kata Yanti.

Istri Bupati Muna itu menambahkan masker yang akan dibagikan itu adalah masker kain yang dipesan melalui penjahit yang ada di dalam Kota Raha yang dibuat sesuai standarisasi kesehatan.

“Satu masker dibeli dari penjahit dengan harga 5.000 rupiah, kita berdayakan pejahit untuk pembuatanya,” Imbuhnya

Walau sesuai rencana pembagian masker direncanakan bakal dilakukan langsung pengurus TP-PKK namun karena penyebaran virus ini semakin meningkat, sehingga masker tersebut diserahkan ke Satgas.

“Nanti mereka yang bagikan. Intinya, kami sudah ikut ambil bagian membantu pemerintah untuk memutus mata rantainya,” Tutupnya.

Pewarta : Borju




Sopir Angkot di Bombana Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

SultraNET., Bombana | Kabar gembira untuk para Sopir Angkutan Umum (angkot) yang beroperasi di Kabupaten Bombana pasalnya untuk sedikit meringankan beban mereka akibat dampak pencegahan wabah covid-19, Pemerintah Setempat bakal memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto, S.KM kepada awak media HarapanSultra.COM., Selasa (7/4/2020) mengatakan pemberian BLT itu sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemkab Bombana yang bakal melakukan pembatasan sementara arus masuk dan keluar penumpang kendaraan umum dari dan arah darat yaitu dari Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari sedangkan jalur laut dilakukan diseluruh pelabuhan yang ada di Bombana.

“Karena Kota Kendari saat ini sudah ditetapkan sebagai daerah transminisi lokal, sehingga kita betul betul melakukan pembatasan terhadap arus masuk dan keluar orang dan ini sangat berdampak bagi mereka (Supir angkutan umum.red),” Tutur Heryanto

Disamping Sopir angkutan umum, saat ini Satgas Covid-19 tengah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintahan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terakomodir pada program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan agar dapat pula diberikan BLT tersebut.

“Seluruh masyarakat yang berpenghasilan rendah juga saat ini sedang kita data, bagi mereka yang tidak mendapat bantuan dari program pemerintah pusat kita akan diberikan BLT pula,” Bebernya

Terkait besaran BLT yang akan diterima Para Sopir angkutan umum tersebut lanjut Mantan Anggota DPRD Bombana itu, ia menyebut besarannya itu tidak bakal sebanding dengan kerugian akibat tidak beroperasinya mereka.

“Ini tujuannya hanya untuk sedikit meringankan beban mereka,” Pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, berdasarkan Keputusan Bupati Bombana Nomor 211 Tahun 2020, tentang Penetapan Penerima Bantuan Langsung Tunai kepada Pemilik dan Sopir Angkutan / Kendaraan Umum dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 dalam wilayah kabupaten bombana para Pemilik Angkutan Kendaraan Umum bakal menerima BLT sebesar 50.000 rupiah perhari sedangkan Sopir Angkutan Umum bakal menerima sebesar 150.000 rupiah perharinya. (Idris)

 




Ketua IKA FKM Butur Kecam Keputusan Rektor UMI Lantik Dekan Peraih Suara Terkecil

Kendari, SultraNET. | Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kabupaten Buton Utara mengecam  Rektor UMI atas keputusannya melantik Dekan FKM UMI Pada (Rabu 1/4).

Hasiruddin SKM, Mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia menilai keputusan Rektor UMI merupakan perilaku otoriter dan tidak mencerminkan nilai ukhuwah islamiah.

“Saya sangat menyayangkan Rektor UMI yang berperilaku seperti itu, tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis, keputusannya tidak berpihak pada azas keinginan banyak pihak dalam hal ini orang-orang yang memiliki hak suara”. Ungkap Hasiruddin (7/4)

Ketua Bidang Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) untuk wilayah Jakarta ini menambahkan keputusan Rektor UMI dengan menunjuk Dekan FKM yang memiliki suara terkecil di penjaringan adalah hal yang memalukan institusi, baginya UMI tidak pantas dipimpin oleh Rektor semacam itu.

“Kami malu ketika ditanya orang lain, katanya kenapa Rektor UMI begitu, dia lebih memilih orang yang sedikit suaranya, itukan dinilai otoriter dan bikin malu institusi” ujarnya

Mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Buton Utara (Hipma-Butur) Makassar ini juga memperoleh informasi bahwa mekanisme pemilihan Dekan model baru itu tidak pernah dibicarakan di rapat Senat Universitas. Padahal menurutnya pemilihan Dekan adalah hal penting dan strategis.

“Aneh betul ini Rektor UMI sekarang, model baru pemilihan dekan tidak dibicarakan di Senat Universitas, padahal kan hal semacam itu harusnya dibicarakan di Rapat Senat Universitas, bukan ambil kebijakan sendiri, kemana itu ukhuwah dan nilai nilai Islami dalam mengambil keputusan,” Tegasnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) yang juga selaku Mantan Ketua umum HmI Komisariat FKM UMI Makassar menyebut Pihaknya bakal segera melayangkan surat kepada Ketua Umum IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk segera memecat Prof. Basri Modding sebagai Rektor UMI karena dinilai bersikap otoriter.

“Kami akan segera melayangkan surat pernyataan kepada Ketua IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar kiranya segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk memecat Rektor UMI dari jabatannya karena sikapnya otoriter dan membuat malu institusi,” Tutupnya

Hingga berita ini dirilis, Rektor UMI Prof. Basri Modding belum terkonfirmasi.

Laporan : Awal Kurniawan




LKPD Sultra Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19 Bombana, Arham : Mereka Bekerja 24 Jam

Rumbia, SultraNET | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi kinarja Satuan Tugas Penanganan Corona Virus (Satgas Covid-19) Kabupaten Bombana yang dinilai telah melakukan kerja kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

 

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra mengungkapkan Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini perlu diapresiasi.

 

Ia menyebutkan Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu telah melakukan kerja kerja nyata untuk memastikan virus Corona tidak masuk di Kabupaten Bombana.

 

“Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini kita perlu apresiasi, mereka telah bekerja 24 Jam,” Tutur Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Senin (6/4/2020).

 

Arham merinci beberapa kegiatan yang dilakukan satgas saat ini telah berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat.

 

“Mereka telah lakukan sosialisasi, menjaga pintu pintu masuk dan pembagian masker  pada masyarakat,” Beber Arham

 

Kendati demikian Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut masih banyak pula persoalan yang perlu dimaksimalkan dalam bentuk kerja kerja nyata satgas.

 

“Seperti memastikan Area Pertambangan dan pekerjanya juga steril,” Imbuhnya

 

Ia menyebut area pertambangan menjadi tantangan tersendiri dari satgas karena para pekerja yang masuk ke daerah itu tidak melalui pintu pintu masuk komersil umum yang dijaga satgas.

 

“Mereka ini masuk melalui pelabuhan pelabuhan khusus milik perusahaan dan disitu tidak melalui pemeriksaan satgas,” Bebernya

 

Arham juga menyarankan agar Satgas segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak.

 

“Masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan dampak Covid-19 ini, saya harap satgas segera lakukan Operasi pasar menyeluruh untuk memastikan masyarakat tidak menderita,” Pungkasnya. (Sn1)

 

 

 

 

 

 




Pj. Sekda apresiasi GERAK CEPAT Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes Dinkes Prov. Sultra.

Kendari, SultraNET. | Pj. Sekda Prov. Sultra, Laode Ahmad selaku sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Prov. Sultra memberikan apresiasi tak terhingga kepada tim medis Surveilans dan Sampling Rapid Tes Dinad Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah bekerja caepat dan tak kenal lelah, Minggu 5 April 2020.

“Kita bayangkan saja saat ini hari minggu adalah hari libur atau istirahat bertemu keluarga, tapi tim satgas kesehatan khususnya tim sampling rapid tes mereka masih mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dan daerahnya,” Tutur Laode Ahmad

Ia menyebut dedikasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan pengabdian sebagai garda terdepan menolong nyawa manusia.

“Menurut saya selaku Pj. Sekda sangat pantas mereka diberikan reward atau insentif yang Insya Allah menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) berdasarkan Permendagri yang kemarin telah terbit,” Bebernya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Minggu 5 April 2020 Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes berjumlah 6 orang dari Dinkes Prov. Sultra dipimpin oleh ibu Kartina, SKM, M.Kes. menuju RT. 02 / RW. 03 masjid Nurul Yaqin Kel. Pondambea Kec. Kadia Kota Kendari, untuk segera melakukan Rapid Tes kepada warga sekitar rumah keluarga dekat yang telah kontak erat resiko tinggi yang 4 orang positif covid 19.

Salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam tim Surveilans dan Tim sampling Rapid Tes yang bekerja dengan melakukan Rapid Tes kepada 62 orang warga, terdapat 1 orang anak umur 1 tahun 4 bulan positif covid (hasil Rapid Tes) dan langsung di ambil Swab nya (air liur tenggorokan) untuk selanjutnya akan dikirim ke laboratorium makassar, sedangkan yang 61 orang dinyatakan negatif.

“Bahwa anak tersebut yang positif corona hasil Rapid Tes adalah keluarga dekat dari ke 4 orang yang sementara terpapar positif corona,” Singkatnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Distan Bombana Salurkan Ribuan Bibit Kopi Pada Kelompok Tani

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bibit tanaman kopi jenis arabika pada kelompok tani Measa Mpoawa Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (31/3/2020)

Penyerahan ribuan bibit kopi dilakukan secara simbolis oleh Rimbu SP selaku Kepala Bidang Perkebunan, mewakili Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bombana dan diterima langsung oleh Sukardin selaku Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa

Rimbu SP. kepada awak media ini mengatakan bahwa pengembangan komoditas kopi arabika di Bombana telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kelompok tani di beberapa Desa yang menggeluti pengembangan kopi tersebut.

“Sebenarnya sudah banyak kelompok yang mengembangkan usaha perkebunan kopi arabika ini karena jenis ini menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah ,” Tutur Rimbu

Untuk itu, ia berharap agar kelompok tani yang dapat bantuan bibit kopi itu dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat meningkatkan ekonomi mereka.

“Pengembangan komoditas ini diharapkan memicu ekonomi para petani kopi membaik dan menggairahkan budaya minum kopi,” Harapnya.

Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa. Sukardin mengatakan bahwa dengan adanya bantuan bibit kopi arabika tersebut pihaknya betul betul bakal memanfaatkan sesuai harapan pemerintah.

“Saya akan kerahkan tenaga saya untuk mengontrol anggota saya agar betul betul bibit ini di manfaatkan dengan baik, jangan sampai barang yang sudah di datangkan pemerintah dari jauh jauh justru mubazir begitu saja,” Singkatnya

 

Laporan : Efendi