Hasil Melimpah, Panen Raya Rumput Laut Libatkan Pemda Wakatobi

Wakatobi, SultraNET. | Panen Raya rumput laut Masyarakat yang di gelar di lapangan desa Liya Bahari indah turut melibatkan pemerintah Daerah Wakatobi, Senin (29/07/2019).

Panen rumput laut seliya raya ini merupakan keinginan masyarakat petani rumput laut sebagai rasa syukur kepada Allah dengan besarnya peningkatan hasil produksi, jumlah pembudidaya, meningkatnya pendapatan dan pengetahuan pola taman serta adanya dukungan pemda wakatobi dan stekholder.

Jumlah pembudidaya rumput laut ini setelah dua tahun terakhir yang sebelumnya hanya 87 rumah tangga nelayan sekarang menjadi 176 rumah tangga nelayan. Peningkatan hingga capai seratus persen tersebut dipengaruhi oleh bibit yang digunakan. Jika sebelumnya menggunakan bibit spinosum dengan hasil produski hanya capai 100 ton, kini dengan menggunakan bibit kotoni para pembudidaya mampu menghasilkan 201 ton rumput laut.

“Sebelumnya hasil produksi dibawah 100 ton perbulan dimasa puncak panen seperti ini sekarang lebih dari 200 ton perbulan. Sebelumnya hanya menggunakan bibit spinosum dengan harga yang lebih murah sekarang mulai menggunakan bibit kotoni yang lebih mahal”ujar kepala dinas kelautan dan perikanan, Jalaluddin saat membawakan sambutannya.

Bupati wakatobi di waktu yang sama mengatakan, pemerintah daerah akan terus mensuport tiga klaster visi misi kabupaten wakatobi yaitu maritim, sejahtera dan berdaya saing. Hal itu diutarakan sebab wakatobi pada potensinya memiliki luas lautan yang capai 97 persen sedang daratan hanya 3 persen.

“Tiga kekuatan untuk dapat mensejahterakan masyarakat kita yaitu potensi dipermukaan laut yakni pedagangan antara pulau, tengah laut seperti budidaya rumput laut dan dasar laut yaitu pariwisata,”jelasnya.

Selain besarnya motivasi masyarakat dalam mengembangkan potensi rumput laut, disisi lain bupati wakatobi juga terus mengapresiasi dan mendukung berbagai pihak khususnya yang berorientasi pada pertumbuhanan Ekonomi pembudidaya rumput laut baik berupa modal, bibit dan pelatihan pemasaran terhadap stekholder.

“Kita perlu meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sumber daya rumput laut ini. Alhamdulillah dengan adanya NSLIC dan WWF masuk ke daerah kita, akhirnya dapat membuahkan hasil seperti yang sedang kita lihat bersama-sama ini,”ucapnya.

Besarnya peningkatan hasil rumput laut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, dalam panen raya rumput laut, NSLIC turut memakerkan rumput laut yang dinamakan F1. Jenis ini dihasilkan melalui hasil kultur jaringan yang diberikan PT. Baruna Sejahtera sebanyak 150 Kilogram. Alhasil, dari tiap 1 Kg bibit rumput laut mampu menghasilkan 5 Kg rumput laut tiap panennya.

Setelah menggelar kegiatan secara seremonial pemda wakatobi yang dipimpin bupati wakatobi turut terlibat melakukan panen rumput laut bersama masyarakat.

Diketahui dalam kegiatan tersebut turut hadir wakil direktur National Support Local investment Climate (NSLIC) Feri Junifer, Perwakilan WWF, serta perwakilan dari kampus kelautan dan perikanan Wakatobi.

Laporan ; Samidin




Tidak Butuh Lama, Pemkab Bombana Siap Bangunkan Rumah Nenek Bungadia

Rumbia, SultraNET. | Keluhan Nenek Bungadia, warga Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara yang mengharap dapat menerima bantuan perumahan Baruga Moico dari pemerintah akhirnya direspon cepat Dinas Perumahan setempat dengan memastikan bantuan rumah tersebut dikerjakan tahun 2019 ini.

Kabar gembira tersebut disampaikan oleh Sulaiman Fachrani, SH., MM. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana saat dihubungi awak media SultraNET.via Whattshap, Senin (29/7/2019).

“Kami sudah lakukan ferivikasi lapangan dan semua tidak ada kendala,” Ungkap Sulaiman Fachrani

Untuk itu, pihaknya tinggal menunggu proses pengadaan bahan bangunan saja setelah itu pekerjaan rumah baruga moico sudah dapat dikerjakan.

“Kita tinggal menunggu pengadaan bahan saja, prosesnya semua sudah dilelang dan pemenang juga sudah ada, tinggal menunggu bahan ada dan langsung dikerjakan,” bebernya

Bukan itu saja, untuk tahun ini juga tambah Sulaiman, Rumah Korban Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu yang membakar habis beberapa rumah yang berada di Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia dan Rumah Korban Kebakaran yang terletak di Desa Mawar, Kecamatan Mataoleo juga bakal dikerjakan.

“Tahun ini juga baik Rumah nenek bungadia maupun rumah korban kebakaran akan kami kerjakan,” Pungkasnya (Efendy)




Pembangunan Jetty PT. AMI Ancam Rusak Zona Tangkap Ikan Nelayan Bombana

Rumbia, SultraNET. | Pembangunan Pelabuhan Khusus (Jetty) yang diduga dilakukan oleh PT. Artha Mining Industry (PT.AMI) sebuah perusahaan konsorsium yang saat ini dalam proses pembangunan Pabrik Pemurnian Biji Nikel di Desa Liano, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara itu dinilai dapat merusak lingkungan serta zona tangkap ikan nelayan setempat.

Hal tersebut disampaikan Ansar Ahmad selaku Ketua Divisi Investigasi LSM Pemersatu Barisan Anti Korupsi (LSM-Perisai) Kabupaten Bombana, Sabtu (27/07/2019), menurutnya pembangunan yang dilakukan di Area Zona Tangkap Nelayan itu berpotensi menghilangkan mata pencaharian nelayan setempat.

“Kalau pembagunan Jetty di area itu terus dilanjutkan pembangunannya, yakin saja bahwa Zona tangkap ikan dan pencaharian nelayan pasti hilang disitu,” Ucap Aktivis Pegiat Lingkungan dan Anti Korupsi itu.

Apalagi lanjut Ansar, setelah pihaknya bersama beberapa awak media dan aktivis Aliansi Pemerhati Masyarakat Mataoleo (APMM) melakukan investigasi langsung di Area pembangunan Jetty tersebut, ditemukan banyak kejanggalan bahkan ketika hendak memasuki area tersebut mereka tidak diberikan izin masuk dengan alasan yang tidak jelas

“Kami mohon maaf, kami sudah telpon direktur dan kami diperintahkan agar tidak memberikan izin untuk masuk,” Tutur Ansar menirukan penolakan security penjaga pos masuk.

Untuk itu, pihakya berharap agar Pemerintah khususnya Kementerian Perikanan Republik Indonesia dapat mengambil sikap untuk mencegah terjadi kerusakan ekosistem laut diwilayah zona tangkap ikan terbesar di Kabupaten Bombana itu.

“Saya harap kementerian Perikanan khususnya Ibu Menteri Perikanan, Susi Pudjiastuti agar dapat turun diarea ini, karena ini sebenarnya sangat fatal membangun di Zona Tangkap Ikan bisa mematikan penghasilan Nelayan.” Pungkasnya. (IS)




Pukat Sultra Harap CSR Perusahaan Tambang di Pulau Kabaena Dievaluasi

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Kendari, SultraNET. | Pusat Kajian dan Advokasi Tambang (Pukat) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap agar pengelolaan Dana Coorprate Sosial Responsibility (CSR) dari puluhan perusahan Tambang di Kepulauan Kabena Kabupaten Bombana untuk di pantau dan dievaluasi oleh seluruh stakeholder terkait.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Pukat Sultra, Muh. Amsar pada acara Launcing Diskusi Tematik dan Cofee Morning yang digelar oleh Forum Kemitraan CSR pada Senin (22/7/2019) disalah satu Kadai Cofee di Kota Kendari.

Menurutnya kehadiran Perusahan tambang di sekitar masyarakat diberbagai derah seluruh Indonesia seharusnya memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan juga Sumber daya manusia masyarakat sekitar.

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu berharap agar penolakan masyarakat di Kabupaten Konawe Kepulauan terhadap aktifitas pertambangan yang dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat sekitar menjadi pelajaran penting bagi para investor untuk memperhatikan tanggung jawab sosial masyarakatnya.

Sehingga diharapkannya dengan terbentuknya Forum Kemitraan CSR tersebut dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi penyaluran CSR pertambangan khususnya di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

“Saya titip, kedepannya melalui forum kemitraan ini, pengelolaan dan penyaluran CSR kepada masyarakat dipulau kabaena dipantau dan dievaluasi”, pungkasnya.




Kisah Nenek Bungadia, Harap “Baruga Moico” Dari Pemerintah

Rumbia, SultraNET.com | Nenek Bungadia, Seorang Lansia Warga Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi saksi potret kemisikinan di sekitar kita.

Bahkan untuk menyambung hidup, wanita yang diperkirakan berumur hampir satu abad itu, kini hanya mengandalkan belas kasih dari warga sekitar.

Sebagaimana dilansir sultratopzone.com, Pondok berukuran kecil tempat nenek berlindung merupakan hasil dari patungan warga sekitar, sedangkan untuk penerangan nenek bunga medapatkan bantuan dari seorang dermawan.

Saat orang lain berbahagia menanti hari raya idul adha tahun ini, nenek yang hidup sebatang kara ini  justru memanjatkan doa yang tidak biasa.

“Mungkin saya berdosa, tapi mau diapa. Saya minta doa supaya saya dipanggil Allah secepatnya”. Tutur sang nenek dengan lirih disertai cucuran air mata, seolah lelah dengan nasib yang dialaminya, sabtu (01/7/19).

Diusianya tua membuat fisiknya sudah tidak sejalan dengan keinginannya, tidak jarang nenek bunga menembus pagi karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

“ saya tidak sanggupmi kasian, sakit sekali saya rasa. Sering saya tidak tidur sampai pagi karena saya tahan sakitnya”. Keluhnya.

Ditanya persiapannya untuk hari lebaran, nenek bunga kembali tertunduk dan hanya mengucapkan beberapa kalimat yang penuh dengan iba.

“saya bisa apa kasian, saya tidak punya apa-apa, mau lebaran saya hanya bisa liat orang lain senang tapi saya hanya tinggal diam di sini”. Tuturnya dengan tersedu sembari menghapus air matanya.

Tak sampai di situ, nenek yang hidup dengan beberapa ekor kucing peliharaannya ini memiliki satu permintaan, ia berharap dapat diberi bantuan rumah yang layak untuk tempat ia berteduh.

Bungadia, Warga Desa Ladumpi, Kec. Rarowatu saat dikunjungi awak media baru-baru ini dipondok tempat tinggalnya
Bungadia, Warga Desa Ladumpi, Kec. Rarowatu saat dikunjungi awak media baru-baru ini dipondok tempat tinggalnya

“kalau bisa kasian saya hanya mau supaya tempat tinggalku ini supaya bagus, di sini saya sama-sama tidur dengan ayam, di tempat tidurku kotor karena tai (kotoran) ayam, karena di atas tempatnya bermalam ayam”. Pintanya.

Terlebih lagi tutur nenek Bungadia, rumah layak huni yang oleh Pemerintah Kabupaten Bombana dinamai Baruga Moico itu pernah dijanjikan pemerintah kepada nenek Bungadia sekitar satu tahun yang lalu namun hingga kini belum ada kejelasan terkait bantuan itu.

“kalau bisa bantu saya kasian, dulu ada yang pernah bersihkan di samping katanya mau dibikinkan rumah bantuan, tapi sudah adami satu tahun belum ada juga”. Tambahnya. 

Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat maupun dinas terkait (TS)




BPS : Pertumbuhan Ekonomi Wakatobi Lebih Baik Dibanding Ekonomi Nasional

Wakatobi, SultraNET. | Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara Towedy Marthinus Layico menyampaikan, dari data (BPS) beberapa tahun belakangan perekonomian kabupaten Wakatobi masih lebih baik dibanding ekonomi nasional, Selasa (23/07/2019).

Mantan pegawai BPS Sultra tersebut mengungkapkan, jika pertumbuhan perekonomian indonesia pada tahun 2017 hanya mencapai 5,07% Wakatobi justru mengalami pertumbuhan diangka presentase yang lebih tinggi yakni mencapai 5,96%.

Belum lagi kata Dia, dihitung dari berbagai sektor pada tahun 2018 ini Perekonomian Wakatobi diprediksikan Badan Pusat Statistik bakal mengalami pertumbuham mencapai 6,5%.

“Memang jika dibandingkan dengan angka presentase provinsi Sultra Wakatobi masih lebih rendah. tercatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara Tahun 2017 sebesar 6,81 Persen,”ungkapnya.

Towedy Marthinus Layico menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Wakatobi dapat dilihat berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Katanya, ada dua faktor besar yang mempengaruhi perekonomian, yaitu faktor kinerja produksi dan kinerja retribusi.

Dengan melihat presentase pertumbuhan perekonomian Wakatobi tersebut, Kepala BPS menambahkan bahwa perekonomian di daerah pimpinan Arhawi ini tidak bisa dikatakan anjlok. Pasalnya, angka-angka tersebut bukan merupakan presentase yang terbilang negatif melainkan masih merupakan angka presentase ekonomi yang positif.

“Perekonomian kita ini tumbuh. yang tidak bisa dibilang tumbuh hanya terjadi pada tahun 98 yang mana terjadi inflasi secara besar-besaran dan jika wakatobi dibilang anjlok saya tidak setuju” pungkasnya.

Laporan : Samidin




Pansus DPRD Bombana sebut Baruga Moico Layaknya “Rumah Oven”

Rumbia, SultraNET. | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana menyebut bantuan Rumah Baruga Moico yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin didaerah itu tak ubahnya seperti Rumah Oven.

Hal itu disampaikan Amiadin, SH saat rapat panitia khusus (Pansus) membahas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, di Aula Rapat Kantor DPRD Bombana, Senin (15/7/2019).

“Setelah kami turun tanyakan ke masyarakat yang menerima bantuan itu mereka mengeluhkan bahwa Baruga Moico itu seperti rumah oven,” tutur Ketua Partai PPP Bombana itu.

Untuk itu, Anggota Dewan empat periode dari Dapil Kabaena itu menyarankan agar desain konstruksi Rumah Baruga Moico yang menjadi program andalan Pemkab Bombana itu dirubah, sehingga masyarakat yang menerima bantuan itu dapat menikmatinya dengan nyaman.

“Agar masyarakat yang menerima bantuan itu bisalah tidur nyaman disiang hari, kalo bisa yang pakai seng spandek itu diganti saja dengan papan asal anggarannya tidak melebihi,” Usul Amiadin

Ditempat yang sama, Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ambo Rappe, A.Mt. turut menyoroti banyaknya keterlambatan pekerjaan Baruga Moico di tahun 2018 lalu sehingga pihak pelaksana di denda pembayarannya.

“Yang paling jelas keterlambatan pekerjaanya itu di Kelurahan Boepinang, Kastarib dan Poea apakah yang dipihak ketigakan sudah disurati,” Sorot Ambo Rappe.

Menanggapi hal itu, kepala Dinas Perumahan Bombana, Sulaiman Facharani mengakui akibat keterlambatan pekerjaan tersebut, pihak kontraktor telah di denda sebanyak 43 juta lebih.

“Dendanya itu sudah dibayarkan sebelum dilakukan pencairan dana,” Beber Sulaiman

Sebagaimana diketahui, Hasil pembahasan pansus LKPJ dapat menghasilkan rekomendasi terhadap Kepala Daerah terhadap beberapa persoalan yang membutuhkan koreksi.

Terkhusus masalah yang prinsipnya membutuhkan kajian lebih detail dan rinci dapat direkomendasikan pembentukan pansus investigasi dan atau menjadi PR DPRD Bombana yang baru. (IS)




Tunaikan Tri dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa STAI YPIQ Baubau Kunjungi Panti Asuhan

Baubau, SultraNET. | Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YPIQ Baubau Sulawesi tenggara berkunjung ke panti asuhan Madin Al-Ikhlas kelurahan sorowolio kota Baubau, minggu (30/06/2019).

Dalam kunjungannya, mahasiswa yang terdiri dari tiga fakultas tersebut tidak hanya datang bersilaturahmi dengan pimpinan panti asuhan atau dengan anak-anak panti semata, akan tetapi juga hadir untuk memberi bantuan berupa makanan, pakaian dan alat tulis kepada anak-anak panti setempat.

Asrul Sany dalam sambutannya menyebut kunjungan mahasiswa STAI YPIQ Baubau merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat kota Baubau dan sekitarnya khususnya anak-anak panti asuhan.

“Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat kota Baubau dan sekitarnya terkhusus kali ini anak-anak panti asuhan Madin Al-Ikhlas,” ucapnya.

Senada disampaikan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI YPIQ Baubau, Riswan bahwa bentuk pengabdian dimaksud merupakan bagian dari realisasi tri dharma perguruan tinggi dimana menjadi salah tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Pimpinan panti asuhan, La Jamadi, menyambut baik sekaligus menyebut niat mahasiswa STAI YPIQ Baubau turut serta melibatkan diri ke panti asuhan yang menjadikan bentuk pengabdian dinilainya sangat mulia dan memiliki nilai ibadah.

“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran pengelola kampus STAI YPIQ Baubau, beserta mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Pendidikan Agama Islam (PAI) dan juga progam studi Pendidikan Islam anak usia dini (PIAUD), karena pada hari ini berkesempatan mengunjungi dan berbagai dengan anak-anak panti asuhan Madin Al-Ikhlas, semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan bukan awal sekaligus akhir untuk kita saling bersilaturahmi,”tutupnya.

Laporan ; Muh. Alwi




Layanan PLN Bombana Kembali Normal, 3 Desa Lagi Tahun Ini Dapat Dialiri Listrik

Rumbia, SultraNET. | PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kabupaten Bombana memastikan layanan listrik kepada pelanggan didaerah yang terkenal sebagai penghasil emas itu telah berjalan normal.

Hal itu disampaikan M. Issam, Supervisor Pelayanan Pelanggan, ULP PLN Bombana kepada awak media SultraNET., Jumat (28/6/2019).

Diakuinya bahwa pelayanan listrik sempat mengalami gangguan pada pertengahan bulan mei 2019 lalu selama sepuluh hari, hal itu terjadi akibat adanya kerusakan pada salah satu mesin pembangkit ditambah lagi terjadi peningkatan konsumsi daya pelanggan karena bertepatan dengan bulan suci ramadhan 1440H.

“Memang sempat dilakukan pemadaman bergilir itu sekitar sepuluh hari karena mesin kami yang di Ladumpi sempat mengalami kerusakan,” Tutur M. Issam sembari menunjukkan kalender

Kerusakan pada mesin tersebut lanjut M. Issam, langsung dilakukan perbaikan saat itu juga sehingga saat ini pihaknya menjamin layanan pada pelanggan telah berjalan normal.

“Adapun jika sekarang ini terjadi pemadaman, bisa jadi karena ada gangguan atau perbaikan jaringan yang sifatnya sementara,” Bebernya

Ketika awak media ini mencoba menanyakan terkait Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana ini yang belum dialiri listrik PLN, yaitu Kecamatan Matausu dan Kecamatan Masaloka, M. Issam menjawab bahwa kewenangan dalam penambahan cakupan layanan tersebut menjadi kewenangan PLN Cabang Kendari namun pihaknya menjamin bakal terus mengusahakan agar daerah tersebut dapat dilayani seluruhnya.

Untuk Tahun ini tambah Issam, PT. PLN bakal melakukan penambahan jaringan terhadap tiga desa yang selama ini belum dialiri listrik PLN.

“Saat ini ada 3 desa yang telah diakomodir untuk dimasukkan jaringan baru yaitu Desa Pokorumba, Desa Analere dan Desa Tinabite,” Pungkasnya




KNPI Bombana Bentuk Tim Investigasi Perusahaan Smelter di Mata Oleo.

Rumbia, SultraNET. | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk Tim Investigasi yang akan ditugaskan melakukan penelusuran terkait banyaknya keluhan masyarakat atas masuknya dua perusahaan Pabrik Smelter di Kecamatan Mataoleo.

Kedua perusahaan tersebut adalah PT. Artha Mining Industri (AMI) dan PT. Bishi Industri Group (BIG).

Sekretaris KNPI Kabupaten Bombana, Agustamin Saleko kepada awak media usai rapat pembentukan Tim pencari Fakta, Kamis (27/6/2019) mengungkapkan bahwa karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang mengkhawatirkan dampak yang akan ditimbulkan dari pembangunan tersebut baik sosial maupun lingkungan.

“Karena sudah banyak keluhan warga disekitar akan dibangunnya Smelter di atas tanah Mataole”, terang Agustamin.

Lebih lanjut, Mantan Aktivis HMI Cabang Kendari Tahun 90-an itu juga menjelaskan bahwa untuk sementara dirinya telah mengantongi poin-poin keluhan warga disana diantara seperti Soal Lahan yang sangat berdampak kepada kondisi Sosial masyarakat setempat.

“Terutama soal jual beli lahan dan hal lainnya, tapi tunggu perkembangannya”, lanjutnya.

Agustamin Saleko berharap tim yang bakal di bentuk bisa menjalankan tugas dengan baik demi masyarakat Bombana secara umum dan warga setempat khususnya. (H)