Kolaka Utara Ambil Bagian Meriahkan HUT ke-61 Sultra di Kolaka

Kolaka, sultranet.com – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE., menghadiri pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Kabupaten Kolaka, Kamis, 24 April 2025. Kehadirannya mencerminkan dukungan penuh pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terhadap visi “Harmoni Sultra 2025: Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius” yang diusung dalam perayaan HUT tahun ini.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka peringatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk membangun Sultra secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa membangun Sultra sendiri-sendiri. Kita butuh harmoni, kerja sama, dan kerja hati. Dengan cara ini, kita bisa berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi maju di Indonesia,” ujar Gubernur di hadapan tamu undangan yang memenuhi lokasi acara.

Kolaka Utara menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota yang turut hadir dan berperan aktif dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan, baik melalui kehadiran jajaran pemerintahan maupun partisipasi pelaku UMKM dan delegasi seni budaya. Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan HUT yang meriah dan penuh makna.

“Peringatan ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi ruang membangun semangat kebersamaan lintas daerah. Kami dari Kolaka Utara tentu bangga bisa ikut serta,” ungkap Jumarding.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak 23 April hingga 27 April 2025, dengan agenda utama seperti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sultra di Kendari, Gala Dinner dan pembukaan Harmoni Sultra, Tabligh Akbar, Kolaka Fun Run, dan upacara puncak peringatan HUT.

Pameran UMKM menjadi salah satu magnet kegiatan yang paling menarik perhatian. Kabupaten Kolaka Utara turut menampilkan berbagai produk unggulannya di arena pameran yang dipusatkan di kawasan utama Kota Kolaka. Pameran ini juga melibatkan pelaku usaha kecil perempuan melalui bantuan modal usaha, termasuk dari program “Bantuan Mantu” yang diserahkan langsung oleh Gubernur.

Selain itu, Sultra Harmony 2025 juga menyuguhkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, bursa kerja, gerakan pangan murah, hingga lomba seni budaya yang melibatkan masyarakat dari seluruh daerah.

Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Sultra yang dibangun dari sinergi kekuatan lokal. Ia bahkan mendorong agar produk unggulan daerah, termasuk dari Kolaka Utara, bisa tampil di level internasional melalui Dekranasda.

“Kita punya potensi besar. Produk-produk lokal kita layak untuk tampil dan bersaing di luar negeri. Ini tugas kita semua, dan pemerintah provinsi siap memfasilitasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra sekaligus Ketua Panitia, Belli Harli Tombili, melaporkan bahwa peringatan tahun ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi lokal. Tingkat hunian hotel di Kolaka dilaporkan mencapai 100 persen selama pelaksanaan event, dengan lonjakan transaksi UMKM yang signifikan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak yang turut aktif sejak awal hingga pelaksanaan puncak acara,” ucap Belli.

Sebagai simbol pembukaan resmi, Gubernur Andi Sumangerukka mengakhiri sambutannya dengan menyatakan, “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara resmi dibuka.”

Semangat “Harmoni Sultra” menjadi nyawa dalam pelaksanaan tahun ini, menghidupkan tekad bersama untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang inklusif, mandiri, dan bermartabat. Keterlibatan Kabupaten Kolaka Utara dalam momen penting ini menjadi bukti nyata komitmen daerah untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan regional yang berkelanjutan.




Kolut Dorong Lima Usulan Prioritas di Musrenbang Sultra 2025

Baubau, sultranet.com – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sultra tahun 2026 serta Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra 2025–2029, yang berlangsung di Kota Baubau, Senin, 14 April 2025.

Didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Irham, SKM., M.Kes., Sekretaris Bappeda Muh. Fadly, serta dua Kepala Bidang Bappeda Kolaka Utara, kehadiran Wabup Jumarding menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam menyampaikan aspirasi daerah secara langsung di forum strategis tersebut.

Dalam forum yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Ribka Haluk, dan turut dihadiri Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, serta Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, Wabup Kolut menyampaikan lima usulan program prioritas pembangunan yang diharapkan dapat didanai oleh Pemerintah Provinsi Sultra.

“Setidaknya ada lima usulan skala prioritas yang kami bawa ke Musrenbang kali ini, menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera direspon oleh provinsi,” ujar Jumarding dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.

Kelima usulan tersebut meliputi pengaspalan jalan provinsi pada ruas Batu Putih–Porehu dengan target sepanjang 5 hingga 10 kilometer, pembangunan tambatan labuh kapal nelayan di dua titik, yakni Desa Bahari Kecamatan Tolala dan Desa Lametuna Kecamatan Kodeoha, dengan prioritas awal penanganan di Desa Bahari, pembangunan tambatan labuh kapal fiber di Tobaku Kecamatan Katoi, pembangunan fasilitas terminal di wilayah Lacaria Kecamatan Lasusua, serta rehabilitasi irigasi tambak D.I.T Pakue sepanjang 2 kilometer yang jika tidak tertampung dalam tugas pembantuan akan diusulkan melalui APBD Provinsi.

Lebih lanjut, Jumarding juga menyebutkan adanya tiga program tambahan yang diusulkan jika anggaran provinsi memungkinkan. Program tersebut yakni rehabilitasi 30 unit rumah tidak layak huni di Desa Lawata Kecamatan Pakue Utara yang melekat pada unit kerja Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sultra, optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Kecamatan Lambai dengan kapasitas 15 liter per detik, serta pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) non-perpipaan di kawasan strategis.

“Kami berharap, selain lima prioritas utama, tiga usulan tambahan ini juga bisa mendapat perhatian, sebab menyentuh langsung aspek dasar pelayanan publik seperti tempat tinggal dan akses air bersih,” ujar politisi Demokrat itu.

Kepala Bappeda Provinsi Sultra, J. Robert, dalam keterangannya menjelaskan bahwa selama rangkaian Musrenbang dan Rakortekbang Sultra 2025, pihaknya menerima total 2.232 usulan dari seluruh kabupaten dan kota. Setelah proses perumusan dan pengkajian, usulan tersebut dikerucutkan menjadi 49 program skala prioritas dengan tambahan 16 usulan yang akan dikoordinasikan lebih lanjut antar instansi teknis.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan bukan sekadar keinginan birokrasi. “Jangan orientasi berdasarkan keinginan, tapi berdasarkan kemauan dan kebutuhan. Kita ingin yang bersifat bottom-up, berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH., menyampaikan bahwa keterlibatan langsung kepala daerah dalam Musrenbang adalah wujud sinergi dan keseriusan pemerintah daerah untuk memastikan kepentingan masyarakat Kolut diakomodasi dalam kebijakan provinsi.

“Pak Wabup datang langsung bersama tim teknis untuk menyampaikan usulan berdasarkan hasil penjaringan aspirasi di lapangan. Ini bentuk komitmen Kolut untuk pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat, bukan hanya program rutin,” kata Syahlan.

Musrenbang tahun ini mengusung tema “Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat,” dengan menghadirkan para kepala daerah se-Sultra serta stakeholder dari berbagai sektor, sebagai forum konsolidasi dan sinergi lintas wilayah untuk menyusun arah pembangunan jangka menengah Sulawesi Tenggara yang lebih terukur dan merata.




Pemkab Kolut Dukung Penuh Arah Pembangunan Sultra 2026

Kolaka Utara, sultranet.com – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sultra tahun 2026 sekaligus Konsultasi Publik dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra 2025–2029. Kegiatan berlangsung di Kota Baubau, Senin, 14 April 2025.

Forum strategis tahunan tersebut menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah dan inklusif. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Ribka Haluk, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, serta dihadiri para kepala daerah dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Sultra.

Dengan mengusung tema “Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat,” Musrenbang kali ini menitikberatkan pada sinergi lintas sektor dan kolaborasi antardaerah dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, dalam keterangannya menyatakan dukungan penuh atas arah pembangunan Provinsi Sultra yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa Kolaka Utara siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam proses perencanaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami di Kolaka Utara berkomitmen mendukung agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur. Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memastikan suara masyarakat terakomodasi dalam rencana strategis pemerintah provinsi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Kehumasan Dinas Kominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, menegaskan bahwa kehadiran Wakil Bupati Kolaka Utara dalam Musrenbang bukan sekadar representasi formal, namun juga wujud nyata dari komitmen daerah dalam membangun komunikasi dan koordinasi lintas wilayah demi pembangunan yang lebih merata.

“Ini bukan hanya soal perencanaan dokumen teknis, tetapi tentang bagaimana kita membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap aspirasi dan masukan dari Kolaka Utara benar-benar menjadi bagian dari arah pembangunan Sultra ke depan,” ungkap Syahlan.

Musrenbang Provinsi Sultra ini juga menjadi ruang konsultasi terbuka antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota, serta unsur masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha. Tujuannya adalah merumuskan program prioritas yang mampu menjawab tantangan pembangunan lima tahun ke depan dengan pendekatan inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh unsur pemerintah daerah. “RPJMD adalah dokumen strategis yang harus dibangun dari bawah ke atas, dari aspirasi rakyat hingga visi besar pemerintah pusat. Saya mengapresiasi antusiasme para kepala daerah dalam forum ini,” ujarnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk

Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa RPJMD Sultra 2025–2029 akan menekankan pada pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan layanan publik berbasis digital.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap agar seluruh masukan yang telah disampaikan dalam Musrenbang ini bisa diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkrit dan program kerja yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Komitmen dan kolaborasi yang terbangun di forum ini diharapkan menjadi awal dari arah pembangunan Sultra yang lebih merata dan berkeadilan.




Gercep Tuntaskan Program 100 Hari Kerja, Bupati Burhanuddin Serahkan BLT dan Modal Bumdes se Pulau Kabaena

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus bergerak cepat (Gercep) menuntaskan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana. Salah satu fokus utama adalah pengentasan kemiskinan ekstrem yang kini mulai direalisasikan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan bantuan penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di seluruh wilayah Pulau Kabaena. (10/4)

Dalam kunjungan kerjanya yang pertama ke Pulau Kabaena, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga dan pengelola Bumdes setempat. Total sebanyak 698 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima BLT untuk periode Januari hingga Maret 2025 dengan nilai total Rp628.200.000. Sementara itu, penyertaan modal diberikan kepada 28 Bumdes dengan nilai anggaran sebesar Rp4.222.928.000.

“Penyerahan BLT ini untuk 698 KPM di seluruh Pulau Kabaena, hanya untuk tiga bulan yakni Januari hingga Maret. Total bantuannya Rp628 juta lebih. Untuk penyertaan modal Bumdes, ada 28 Bumdes yang menerima dengan total anggaran lebih dari Rp4,2 miliar,” ujar Burhanuddin saat ditemui usai penyerahan bantuan.

Mantan Kadis PU dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara itu menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya akan berhenti di Pulau Kabaena. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan serupa untuk wilayah Rumbia, Rarowatu, hingga Poleang.

“Dalam beberapa waktu ke depan, bantuan serupa juga akan kami serahkan di wilayah Rumbia, Rarowatu, termasuk wilayah Poleang. Semua ini adalah bagian dari program 100 hari kerja kami,” tambah Burhanuddin.

Langkah ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana, M. Hadi Rahardjo Putra, S.IP menjelaskan bahwa penyaluran BLT ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penyertaan modal Bumdes sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

“Penyerahan BLT Dana Desa ini tidak berdiri sendiri. Ini dirangkaikan dengan bantuan penyertaan modal untuk Bumdes yang merupakan implementasi dari program ketahanan pangan desa,” jelas Hadi Rahardjo.

Menurutnya, sinergi antara bantuan langsung kepada warga dan penguatan kelembagaan ekonomi desa menjadi kunci dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan di Kabupaten Bombana.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bombana, Abady Makmur menilai langkah ini sebagai strategi terarah dan menyeluruh. Ia menyebut program ini sekaligus mendukung visi pengembangan desa berbasis potensi lokal.

“Penyerahan bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dalam kerangka 100 hari kerja Pak Bupati dan Wakil Bupati. Penyaluran penyertaan modal Bumdes juga menjadi bagian penting dari misi mereka dalam pengembangan one village one product,” terang Abady.

Ia menyebut bahwa penguatan Bumdes sangat penting sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara kolektif.

Program 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Bombana dinilai memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terluar seperti Kabaena. Penyaluran BLT dan penyertaan modal bukan hanya memenuhi aspek sosial, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi lokal agar masyarakat desa dapat tumbuh mandiri secara ekonomi.

Dengan menyasar keluarga prasejahtera dan pengembangan unit usaha desa, Bupati Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah dari pinggiran. Dukungan langsung kepada warga dan penguatan Bumdes diharapkan menjadi pondasi awal dalam mewujudkan visi Bombana yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Pewarta : Abdul Muis




Kolaka Utara Susun Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan

Sultranet.com, Kolaka Utara – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029, Rabu (9/4). Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kolaka Utara dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, organisasi kepemudaan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Musrenbang ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan dokumen perencanaan pembangunan tahunan dengan arah kebijakan jangka menengah yang akan dijalankan oleh kepala daerah terpilih. Konsultasi publik RPJMD juga menjadi tahapan awal dalam menyerap masukan masyarakat guna menyempurnakan rancangan arah pembangunan Kolaka Utara lima tahun ke depan.

“Untuk RKPD, ini adalah rangkaian panjang yang dimulai dari tingkat desa dan kecamatan. Hari ini, kita berada di tingkat kabupaten sebagai forum penyempurnaan. Ada lebih dari 800 usulan yang masuk, mayoritas menyoroti kebutuhan di sektor infrastruktur,” kata Kepala Bappeda Kolaka Utara, Ir. Ikhwan.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan konsultasi publik RPJMD ini dilakukan karena kepala daerah yang baru telah terpilih. Menurutnya, RPJMD sebagai dokumen perencanaan jangka menengah harus ditetapkan paling lambat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah.

“Proses RPJMD ini masih panjang. Kita baru di tahap rancangan awal. Tapi yang penting, RKPD 2026 harus tetap selaras dengan arah pembangunan dalam RPJMD. Meski RKPD disusun lebih dahulu, arah dan rohnya harus satu,” jelasnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar semua pihak dalam menyusun pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi kesempatan untuk menyatukan visi dan komitmen dalam mewujudkan Kolaka Utara yang lebih baik.

“Kita punya visi besar: Kolaka Utara madani, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Madani mencerminkan masyarakat yang harmonis dan religius. Maju berarti kita tidak boleh stagnan. Berdaya saing artinya kita harus siap bersaing dengan daerah lain. Dan berkelanjutan menandakan semua pembangunan harus berpihak pada lingkungan dan generasi masa depan,” ujarnya.

Ia kemudian merinci tujuh fokus utama yang akan menjadi fondasi RPJMD ke depan. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan dan kesehatan. Kedua, penguatan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ketiga, pemerataan layanan dasar hingga ke pelosok. Keempat, pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara dan pelabuhan.

Kelima, pengembangan ekonomi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi. Keenam, pelestarian lingkungan hidup, dan terakhir, pemberdayaan tokoh agama dan lembaga keagamaan sebagai penguat moral dan sosial masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan dan gedung, tapi juga soal memperkuat jiwa dan moral masyarakat. Karena itu, pesantren, tokoh agama, dan lembaga keagamaan akan mendapat perhatian dalam RPJMD,” tambahnya.

Jumarding juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan semua pihak. Pemerintah, menurutnya, hanya salah satu elemen dari keseluruhan proses yang harus melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok muda.

“Kita ingin pembangunan yang merata, dari pesisir Pakue hingga pelosok Wawo. Tidak boleh ada yang tertinggal. Kritik dan masukan dari masyarakat adalah energi kita untuk melangkah lebih jauh,” pungkasnya.

Musrenbang RKPD dan Konsultasi Publik RPJMD ini menjadi bukti komitmen Pemkab Kolaka Utara dalam menyusun perencanaan pembangunan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, harapan untuk menjadikan Kolaka Utara sebagai daerah yang maju dan sejahtera perlahan mulai diletakkan pondasinya.




Apel Perdana, Bupati Kolut Ajak ASN Bersatu dan Fokus Bangun Daerah

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, Rabu 9 April 2025. Apel yang berlangsung di Lapangan Aspirasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH.

Dalam suasana penuh kehangatan pasca-Idul Fitri, Bupati mengajak seluruh ASN untuk saling memaafkan dan melupakan perbedaan yang pernah terjadi, khususnya saat kontestasi politik Pilkada lalu.

“Masih dalam suasana lebaran, mari kita saling memaafkan dengan ikhlas. Masalah Pilkada dan politik telah selesai. Kini saatnya kita kembali fokus bekerja untuk daerah kita. Hilangkan masalah-masalah yang pernah ada. Kemarin mungkin kita berbeda pilihan, tapi setelah saya dilantik mari kita bersatu membangun daerah ini bersama-sama,” ujar Bupati di hadapan ratusan ASN yang hadir.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam bekerja, serta menghindari sikap-sikap provokatif yang dapat mengganggu stabilitas kerja di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“ASN harus tahu tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Saya himbau agar kita semua kembali bekerja secara normal dan profesional. Jangan ada lagi saling sindir, saling tuding. Saatnya kembali menjalankan tugas dengan semangat dan ketulusan,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Kolaka Utara. Ia berharap suasana lebaran menjadi momentum untuk merajut kembali kebersamaan dan menguatkan ikatan kerja demi kemajuan daerah.

“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita kuatkan lagi kebersamaan kita, karena Kolaka Utara ini hanya bisa maju kalau kita semua kompak dan saling mendukung,” katanya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan acara halalbihalal yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pegawai sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan pasca suasana politik yang sempat menghangat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Kehumasan Dinas Kominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa apel ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali semangat netralitas dan profesionalisme ASN setelah Pilkada.

“Ini momen penting untuk memperkuat soliditas ASN. Bapak Bupati memberikan pesan moral yang sangat jelas bahwa ASN harus kembali netral dan fokus pada pelayanan publik. Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk membawa Kolaka Utara ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Syahlan juga menyampaikan bahwa kehadiran ASN dalam apel perdana menunjukkan kesiapan jajaran birokrasi untuk kembali bekerja maksimal setelah libur panjang. Ia berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi budaya kerja yang konsisten di seluruh OPD.

“Alhamdulillah kehadiran ASN hari ini cukup tinggi, itu menandakan kesiapan dan antusiasme mereka untuk kembali bekerja. Tinggal bagaimana semangat ini terus dipelihara dalam rutinitas kerja harian,” pungkas Syahlan.

Melalui apel dan halalbihalal ini, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak mengenal sekat politik. Yang dibutuhkan adalah sinergi, dedikasi, dan niat tulus untuk melayani masyarakat.




Bupati Bombana Sholat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga

Bombana, sultranet.com – Suasana khidmat menyelimuti perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Ribuan masyarakat bersama Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan Ibu Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., melaksanakan Sholat Idul Fitri di Alun-Alun Masjid Agung Nurul Iman Kelurahan Kasipute, Senin (31/3/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan rasa syukur atas kesempatan merayakan Hari Kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan demi kemajuan daerah.

“Saya mengajak kita semua menjadikan Idul Fitri ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Bombana yang kita cintai ini,” ujar Bupati Burhanuddin.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Bupati Bombana beserta keluarga menggelar Open House di Rumah Jabatan Bupati. Acara ini terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat bersilaturahmi langsung dengan Bupati serta jajaran pemerintah daerah. Dalam suasana penuh kehangatan, masyarakat disambut dengan keramahan oleh Bupati dan keluarganya.

Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dan bersalaman dengan pemimpin daerah mereka. Hidangan khas Idul Fitri juga disediakan bagi para tamu yang hadir, menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Perayaan Idul Fitri di Bombana tahun ini berlangsung dengan penuh makna. Masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat Sholat Idul Fitri maupun dalam acara Open House. Kehadiran Bupati dan jajarannya di tengah masyarakat menunjukkan kedekatan antara pemerintah daerah dan warganya.

Dengan perayaan yang penuh kebersamaan ini, diharapkan Kabupaten Bombana semakin maju dan masyarakatnya hidup dalam harmoni serta kesejahteraan. Spirit Idul Fitri diharapkan membawa berkah bagi seluruh warga Bombana.




Bupati dan Wabup Kolaka Utara Shalat Idul Fitri di Lokasi Berbeda, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Kolaka Utara, sultranet.com – Umat Islam di Kabupaten Kolaka Utara merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah dengan penuh khidmat. Bupati Kolaka Utara, Drs. Nur Rahman Umar, MH., menunaikan shalat Id di Masjid Agung Lasusua, sementara Wakil Bupati, H. Jumarding, SE., melaksanakan shalat Id di Masjid Raya Desa Beringin, Kecamatan Ngapa. (31/3)

Dalam sambutannya, Bupati Nur Rahman Umar mengajak masyarakat untuk kembali mempererat persatuan setelah selesainya pesta demokrasi. “Mari kita kembali bersatu membangun Kolaka Utara. Saya juga mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan terima kasih atas dukungannya sehingga pemerintahan serta pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat. “Pesta demokrasi sudah selesai. Di hari yang mulia ini, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan menghindari isu-isu yang tidak benar serta adu domba yang bisa merugikan kita semua,” tambahnya.

Shalat Id di Masjid Agung Lasusua dipimpin oleh imam Drs. Sudarmin. Sementara itu, Wakil Bupati H. Jumarding, SE., juga turut melaksanakan shalat Id bersama masyarakat di Masjid Raya Desa Beringin, Kecamatan Ngapa.

Khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Lasusua disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Wajo, Anregurutta Dr. KH. Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi, S.Ag., M.Ag. Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa kehidupan adalah ujian yang akan menentukan tingkat ketakwaan seseorang. Ia juga menyampaikan empat amalan yang dapat membuka pintu surga, yaitu menyebarkan salam dengan penuh keikhlasan, berbagi rezeki dengan sesama, menjalin silaturahmi, serta melaksanakan shalat malam sebagai penerang di alam kubur.

Setelah shalat Id, Bupati Kolaka Utara menggelar open house di kediamannya di Jalan Merdeka, Lasusua, yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan. Sementara itu, Wakil Bupati H. Jumarding, SE., juga mengadakan open house di kediamannya di Lapai, Desa Beringin, Kecamatan Ngapa.

Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH., menyatakan bahwa perayaan Idul Fitri di Kolaka Utara berlangsung dengan aman dan penuh kebersamaan. “Idul Fitri tahun ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara juga berterima kasih kepada aparat keamanan yang telah menciptakan suasana kondusif selama bulan Ramadan hingga hari raya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga, sehingga pembangunan di Kolaka Utara dapat berjalan dengan baik sesuai visi dan misi daerah,” pungkasnya.

Perayaan Idul Fitri di Kolaka Utara tahun ini mencerminkan semangat persatuan dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan selesainya bulan suci Ramadan, masyarakat diharapkan dapat kembali kepada fitrah dan terus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. (IH)




Pawai Obor Ratusan Pemuda Lakomea Dikawal Polisi

Sultranet.com, Bombana – Ratusan pemuda Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, Minggu (30/3/2025) malam. Kegiatan ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari personel Polsek Rarowatu guna memastikan keamanan dan kelancaran acara.

Anggota Polsek Rarowatu, Bripka Kasmiadin, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan sejumlah personel untuk mengawal pawai tersebut. “Kami menerjunkan personel guna memastikan jalannya kegiatan ini tetap aman dan kondusif. Pawai obor merupakan tradisi masyarakat dalam menyambut Idulfitri, sehingga kami hadir untuk menjaga agar kegiatan ini berjalan lancar,” ujarnya.

Pawai obor dimulai dari halaman masjid desa dan bergerak menyusuri jalan utama Lakomea. Para peserta, yang mayoritas adalah pemuda, tampak antusias membawa obor sambil mengumandangkan takbir. Kehadiran aparat kepolisian memberi rasa aman bagi peserta dan masyarakat sekitar yang turut menyaksikan.

Bripka Kasmiadin menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada peserta agar tetap menjaga ketertiban selama pawai berlangsung. “Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, tidak menyalakan petasan, dan tetap mengikuti arahan panitia. Alhamdulillah, hingga akhir kegiatan, semuanya berlangsung dengan aman,” katanya.

Salah satu peserta pawai, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengamanan yang diberikan oleh kepolisian. “Kami merasa nyaman dengan adanya pengamanan dari Polsek Rarowatu. Ini menunjukkan bahwa polisi selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan para pemuda dalam melestarikan tradisi menyambut Lebaran. “Kegiatan ini menghidupkan kembali suasana kampung menjelang Idulfitri. Dengan adanya pengamanan dari kepolisian, kami merasa lebih tenang,” katanya.

Pawai obor ini menjadi bagian dari tradisi di Desa Lakomea. Selain sebagai bentuk suka cita menyambut Idulfitri, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarpemuda dan masyarakat desa. Kehadiran polisi dalam pengamanan kegiatan menunjukkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan hari besar Islam.

Pewarta : Idris Hayang




Polemik Politeknik Bombana, Begini Respon Bupati H. Burhanuddin

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana menanggapi polemik yang terjadi di Politeknik Bombana (Polina) terkait keterlambatan pembayaran gaji dosen dan nasib ratusan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan pemerintah daerah hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, sedangkan operasional kampus sepenuhnya menjadi tanggung jawab yayasan. Jika yayasan tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, ia menyarankan agar pimpinan yayasan diganti demi keberlangsungan pendidikan di kampus tersebut.

“Tujuan beasiswa itu untuk mahasiswa, bukan untuk menutupi operasional kampus. Jika yayasan tidak mampu membayar gaji dosen dan mengelola kampus dengan baik, maka harus ada perbaikan. Jika tetap tidak bisa, gantilah kepemimpinan yayasan dengan orang yang mampu menghidupkan institusi ini,” tegasnya. (23/3)

Ia juga menyoroti buruknya manajemen Politeknik Bombana yang berdampak pada kesejahteraan dosen dan staf. Menurutnya, tidak pantas jika kampus membebankan tanggung jawab finansialnya kepada pemerintah daerah, mengingat Polina dikelola oleh yayasan swasta.

“Saya tidak akan menyalurkan beasiswa dari pemerintah daerah jika manajemennya masih seperti ini. Jika ada masalah, selesaikan dulu. Jangan sampai mahasiswa menjadi korban karena ketidakmampuan yayasan dalam mengelola kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada kaitan langsung antara Pemkab Bombana dengan Yayasan Politeknik Bombana. Oleh karena itu, ia tidak akan mengizinkan dana daerah digunakan untuk kepentingan yayasan jika tidak ada transparansi pengelolaan keuangan.

“Ini yayasan pribadi. Tidak boleh semua ditanggung pemerintah. Yayasan harus punya inisiatif sendiri untuk menyelesaikan masalah internalnya. Masa dosennya tidak dibayar, lalu meminta Pemda yang menanggulangi?” ujarnya.

Bupati Bombana juga mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada komunikasi dari pihak yayasan kepada Pemkab terkait masalah yang terjadi.

“Karena tidak ada komunikasi, saya anggap mereka masih bisa menangani dan bertanggung jawab. Jika mereka tidak sanggup, sebaiknya mundur dan beri kesempatan kepada manajemen baru yang lebih profesional,” tegasnya.

Menurutnya, jika pengelolaan kampus tidak diperbaiki, maka kualitas pendidikan di Politeknik Bombana akan terus menurun.

“Kami ingin Politeknik Bombana menjadi kampus berkualitas, tetapi bagaimana bisa berkualitas jika manajemennya tidak bagus? Tidak ada kampus yang maju tanpa manajemen yang baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui akibat keterlambatan pembayaran gaji dosen dan staf kampus Politeknik Bombana, para dosen dan mahasiswa telah menggelar aksi untuk menuntuk hak mereka, terbaru siang tadi (27/3) puluhan mahasiswa menggelar aksi di Kampus Polina menuntut pembayaran gaji dosen dan pengelolaan kampus agare diserahkan ke Pemerintah daerah.

Pewarta : Idris Hayang