Tindakan Sigap Petugas Pos Pam Lantari Jaya Selamatkan Pelaku Percobaan Bunuh Diri

Bombana, sultranet.com – Aksi heroik dilakukan oleh personel Pos Pam Lantari Jaya saat menggagalkan percobaan bunuh diri seorang petani berinisial KW (31), warga Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Minggu (22/12/2024) dini hari.

Pos Pam Lantari Jaya ini dibentuk dalam rangka mendukung Operasi Lilin Anoa 2024 yang dilaksanakan oleh Polres Bombana.

Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Personel Pos Pam terdiri dari gabungan anggota TNI dari Kodim Bombana, Polri dari Polres Bombana, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Pemerintah Daerah Bombana.

Upaya penyelamatan terjadi setelah laporan dari keluarga pelaku diterima pada pukul 00.10 Wita.

Sebelumnya, KW diketahui mendatangi rumah iparnya untuk mengajak istrinya pulang.

Namun, sang istri, GS (26), menolak karena kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pelaku kemudian pamit pulang sambil mengancam akan mengakhiri hidupnya.

Ipar pelaku yang khawatir langsung menyusul ke rumah KW dan menemukan pelaku sedang bersiap menggantung diri dengan tali sapi.

Ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pam Lantari Jaya.

Menanggapi laporan itu, delapan personel gabungan Pos Pam dipimpin Kapospam IPDA Prasetyo Nento, SH., CPM, bergerak cepat ke lokasi.

Setibanya di rumah pelaku pada pukul 00.20 Wita, mereka mendobrak pintu dan menemukan KW dalam posisi berdiri di atas kursi dengan tali sudah melilit lehernya.

Tindakan cepat dilakukan dengan memotong tali menggunakan parang yang tersedia di rumah tersebut, sehingga nyawa KW berhasil diselamatkan.

“Pelaku kemudian ditenangkan dan dibawa ke Polsek Lantari Jaya untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut,” ujar IPDA Prasetyo Nento.

Kapolsek Lantari Jaya itu menambahkan, dari hasil investigasi awal, tindakan tersebut didasari oleh tekanan permasalahan keluarga dan ekonomi yang dialami KW.

“Puncak konflik terjadi pada 17 Desember 2024, ketika istrinya memutuskan meninggalkan rumah. Upaya pelaku untuk membujuk istrinya pulang pada 21 Desember juga ditolak, bahkan istrinya meminta cerai karena merasa tidak tahan dengan KDRT yang dialaminya,” jelasnya.

Selain itu, sebelum aksi nekat tersebut, pelaku diketahui meminum delapan butir obat sakit kepala yang dicampur dengan minuman bersoda.

Setelah kondisi pelaku stabil, ia dikembalikan ke rumah dengan pengawasan.

Pada pagi harinya, pukul 08.00 Wita, personel Pos Pam bersama Bhabinkamtibmas Desa Kalaero kembali mengunjungi rumah KW untuk memastikan kondisinya.

Dalam mediasi yang dilakukan, sang istri tetap menegaskan keinginannya untuk bercerai karena trauma dengan perlakuan KW, termasuk kejadian pembakaran rumah secara sengaja oleh pelaku di masa lalu.

Kapospam Lantari Jaya menyampaikan apresiasi atas respons cepat anggotanya dan menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani kasus semacam ini.

“Tindakan penyelamatan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada pelaku agar tidak mengulangi tindakan serupa,” kata Prasetyo.

Ia mengimbau masyarakat untuk melibatkan pihak berwenang saat menghadapi persoalan berat agar tindakan ekstrem seperti bunuh diri dapat dicegah.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa masalah seberat apa pun selalu ada solusinya jika dibicarakan dengan pihak yang tepat,” pungkasnya.




Suhardi Pimpin DPD PJS Sultra, Target Jadi Konstituen Dewan Pers

JAKARTA, sultranet.com – Pro Jurnalismedia Siber (PJS) terus meneguhkan eksistensinya sebagai organisasi yang berkomitmen membangun profesionalisme jurnalis media siber di Indonesia. Jumat (20/12/2024)

Dalam usianya yang baru menginjak tiga tahun, PJS berhasil mengajukan 25 provinsi untuk proses verifikasi menjadi konstituen Dewan Pers, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Suhardi, SP, sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PJS, Mahmud Marhaba, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi untuk mendukung kompetensi jurnalis di tanah air.

“Langkah ini menunjukkan bahwa visi kami untuk melahirkan jurnalis berintegritas, kompeten, dan profesional bukan sekadar jargon. Dengan dukungan dari seluruh pengurus daerah, kami optimis dapat segera menjadi konstituen Dewan Pers. Hal ini juga diharapkan mampu mengangkat kredibilitas wartawan media siber di Indonesia,” ujar Mahmud.

Mahmud menegaskan, profesionalisme merupakan prioritas utama dalam organisasi PJS. Ia memastikan seluruh anggota memiliki kompetensi yang diakui melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Tidak boleh ada lagi stigma wartawan bodrex atau abal-abal. PJS hadir untuk menjaga marwah pers Indonesia dengan mendukung standar kompetensi bagi seluruh jurnalis media siber,” tegas Mahmud, yang juga merupakan Ahli Pers Dewan Pers dan penguji UKW.

Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, Suhardi, SP, sebagai Ketua DPD PJS, telah menunjukkan kinerja yang membanggakan.

Ia berhasil membangun kepengurusan yang solid di tingkat provinsi dan merencanakan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bukti komitmen PJS Sultra dalam mendukung program nasional organisasi.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa PJS menjadi bagian dari konstituen Dewan Pers. Sulawesi Tenggara siap menjadi contoh bagaimana organisasi jurnalis dapat berperan aktif dalam membangun kredibilitas media siber,” kata Suhardi.

Dengan jumlah anggota yang terus bertambah dan jangkauan yang meluas, PJS kini memiliki lebih dari 1.000 anggota di 28 provinsi.

Upaya ini semakin mengukuhkan posisi PJS sebagai salah satu organisasi pers yang serius memperjuangkan profesionalisme jurnalis di Indonesia.

Pencapaian strategis di 25 provinsi ini menjadi tonggak penting bagi PJS untuk melangkah lebih jauh dalam menguatkan perannya sebagai pilar kontrol sosial yang kredibel.

Optimisme tinggi mengiringi langkah PJS untuk segera diakui sebagai konstituen Dewan Pers, demi mendukung pers Indonesia yang bermartabat dan profesional.




Bakti Sosial Peringati HKSN 2024, Pj Gubernur Sultra Ajak Masyarakat Pererat Solidaritas

Kendari, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat solidaritas dan semangat gotong royong sebagai kunci menghadapi berbagai tantangan.

Hal ini disampaikan Andap ketika ditanya awak media terkait kegiatan bakti sosial memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024 yang berlangsung di Sungai Lasolo, Kelurahan Sanua, Kota Kendari, Jumat (20/12/2024).

“Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional adalah momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial. Semangat gotong royong seperti ini harus terus kita jaga untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih peduli terhadap sesama,” ujar Andap.

Apel sebelum memulai gotong royong
Apel sebelum memulai gotong royong

Andap menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan berbagai elemen yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk ASN Pemprov Sultra, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi tradisi yang terus dipertahankan demi kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Pj Gubernur juga menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana alam, seperti banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Menurutnya, mitigasi bencana harus menjadi tanggung jawab bersama dengan memupuk kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat yang secara bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan aliran Sungai Lasolo.

Sungai ini diketahui sering meluap pada musim hujan, sehingga menjadi ancaman bagi permukiman warga di sekitarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sultra, Haris Ranto, menambahkan bahwa bakti sosial ini merupakan bentuk nyata semangat kesetiakawanan sosial yang terus digelorakan pemerintah.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai wujud kepedulian nyata kepada masyarakat. Selain manfaat langsung, kami juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan,” kata Haris Ranto.

Selain kerja bakti, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai mitigasi bencana, khususnya terkait penanganan banjir.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan. Hidangan yang disiapkan oleh Tim Dapur Umum Lapangan TAGANA menambah kehangatan suasana dan menjadi bagian dari upaya mempererat solidaritas sosial.

Melalui peringatan HKSN 2024, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk mendorong semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.




Evaluasi Triwulan V, Pj Gubernur Sultra Paparkan 34 Prestasi Nasional 

Jakarta, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, memimpin langsung pemaparan hasil evaluasi kinerja triwulan (TW) V di hadapan tim evaluator Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diketuai Inspektur I Itjen Kemendagri, Rustam Mansur, di Gedung Inspektorat Jenderal Kemendagri, Selasa (17/12/2024).  

Dalam paparannya, Andap menyampaikan bahwa seluruh kebijakan dan program Pemprov Sultra berpedoman pada visi nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ia menegaskan visi tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagai arah pembangunan nasional.

“Setiap langkah kami mengikuti arahan Presiden dan Wakil Presiden, serta amanat UU No. 59/2024. Visi ini menjadi fondasi bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara,” kata Andap.

Selama masa kepemimpinan Andap, Pemprov Sultra berhasil meraih 34 penghargaan nasional, termasuk penghargaan Indeks Inovasi Daerah kategori “Inovatif” dari Menteri Dalam Negeri, apresiasi kinerja Pemda untuk fiskal rendah dan pelayanan publik tingkat provinsi, serta Juara I Provinsi Terbaik dalam Ajang Apresiasi Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (ABBWI) atas implementasi strategi kebijakan daerah di sektor pariwisata.

Selain itu, Andap memaparkan berbagai program prioritas yang telah dijalankan, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar ribuan penerima manfaat di Kendari, Kolaka Utara, Konawe, Konsel, dan Kolaka Timur.

Ia juga menjelaskan keberhasilan Pemprov Sultra menekan inflasi hingga 1,05% yang berada dalam target nasional, pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka perdana di RS Jantung Sultra, serta ekspansi Mal Pelayanan Publik (MPP) dari tiga lokasi menjadi delapan untuk meningkatkan layanan masyarakat di seluruh wilayah Sultra.

Ketua Tim Evaluator, Rustam Mansur, memuji pencapaian Pemprov Sultra dan menekankan pentingnya kesinambungan program agar manfaatnya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Keberhasilan Pemprov Sultra ini sangat membanggakan. Namun, evaluasi ini memastikan semua program berjalan efektif dan terus ditingkatkan,” ujar Rustam.

Andap juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemendagri dalam memantau dan mengevaluasi program Pemprov Sultra.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegas Andap.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Inspektorat Itjen Kemendagri, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, serta kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Sultra.

Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan di Sulawesi Tenggara menuju visi Indonesia Emas 2045.




Penanganan Bencana Alam di Bombana Dinilai Tak Masuk Akal, Warga Hanya Terima Rp200 Ribu

Bombana, sultranet.com – Penanganan bencana alam yang diberikan kepada korban musibah angin puting beliung di Desa Biru, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana menuai sorotan. Pasalnya, salah seorang penerima penanganan tanggap darurat hanya menerima Rp200 ribu dalam bentuk non-tunai, jumlah yang dinilai tidak masuk akal dan sulit digunakan untuk keperluan mendesak.

Kepala Desa Biru, Sainal Abidin, SH, menjelaskan bahwa musibah tersebut terjadi pada Kamis, 7 November 2024. Peristiwa itu merusak beberapa fasilitas, di antaranya rumah warga, tempat usaha penggilingan padi, serta area parkiran sekaligus tempat wudhu Masjid Al-Muhajirin Dusun Pangi-Pangi.

“Bantuan memang turun bertahap. Pada 9 Desember, bantuan berupa dana diterima tiga warga dan masjid. Hj. Rosi menerima Rp3 juta, Hj. Lina Rp2 juta, dan Masjid Al-Muhajirin Rp2 juta. Namun, setelah itu, bantuan bagi dua warga lainnya baru masuk pada 16 Desember,” ungkap Sainal Abidin. Selasa (17/12/2024)

Warga bernama Baharuddin menerima dana penanganan bencana sebesar Rp1 juta, sementara Kamaluddin hanya mendapat Rp200 ribu dalam bentuk non-tunai. Penanganan bencana senilai Rp200 ribu ini sontak memicu reaksi kekecewaan.

“Saya heran, bagaimana bisa bantuan senilai Rp200 ribu diberikan dalam bentuk non-tunai? Untuk membuka rekening bank saja sudah memakan biaya. Ini seperti main-main, bantuan bukan solusi tetapi malah menyusahkan,” keluh Sainal Abidin.

Ia juga menyoroti proses pencairan yang dinilai sangat lambat. “Kejadiannya 7 November, tapi bantuan baru turun sebulan kemudian pada 9 Desember. Bahkan ada yang baru cair tanggal 16 Desember,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, dengan tegas meminta evaluasi terhadap kinerja pihak terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Jangan bercanda mengurus kebutuhan rakyat, apalagi ini soal musibah yang menimpa masyarakat. Kami minta kepada PJ Bupati Bombana agar mengevaluasi kepala instansi terkait yang tidak serius dan tidak tepat sasaran dalam menangani kebutuhan warga,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus tepat sasaran dan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami korban.

“Tidak ada alasan bantuan bisa hanya Rp200 ribu. Ini tidak masuk akal dan tidak manusiawi,” tegasnya.

Musibah angin puting beliung di Desa Biru sempat mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, tempat usaha, dan fasilitas umum.

Dikonfirmasi terpisah, Harnoto Anas, S.TP., M.AP., Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Bombana menjelaskan bahwa penyaluran penanganan tanggap darurat tersebut telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) BPBD. Berdasarkan kaji cepat tim BPBD yang turun langsung ke lokasi bencana, kerusakan yang dialami Kamaluddin masuk dalam kategori ringan.

“Tim sudah turun dan melakukan verifikasi di lapangan. Untuk kasus Pak Kamaluddin, hanya dua lembar seng yang terdampak dan tidak bisa digunakan lagi, sementara seng lainnya sudah terpasang rapi. Dengan konversi harga seng sekitar Rp100 ribu per lembar, total kerugian materiilnya mencapai Rp200 ribu,” jelas Harnoto.

Harnoto yang juga menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bombana itu menegaskan bahwa SOP BPBD mengatur penaganan tanggap darurat maksimal hingga Rp2 juta untuk kategori rusak ringan, namun jumlah nominal tetap ditentukan berdasarkan hasil kaji cepat dan tingkat kerusakan riil di lapangan. “Penentuan ini penting agar tidak menimbulkan masalah saat dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tambahnya.

Terkait dengan proses penyaluran dana penanganan tanggap darurat bencana yang dilakukan melalui rekening non-tunai, Harnoto menegaskan langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Semua transaksi dilakukan secara non-tunai agar pendistribusiannya lebih cepat dan transparan,” katanya.

Ia juga membantah adanya pengulur-uluran waktu dalam proses pencairan. Menurutnya, keterlambatan pencairan terjadi karena prosedur tanggap darurat memerlukan Surat Keputusan (SK) yang harus dikeluarkan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati.

“Dalam proses tanggap darurat, SK ini menjadi dasar hukum utama penyaluran tanggap darurat. Kepala BPBD tidak bisa mengeluarkan SK tersebut secara mandiri,” tandasnya




PLT Camat Kodeoha Bagikan Susu Gratis untuk Cegah Stunting di Posyandu Desa Koroha

Kolaka Utara, sultranet.com – PLT Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH, menghadiri sekaligus memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Koroha, Kecamatan Kodeoha, Senin (16/12/2024). Didampingi sejumlah pejabat kecamatan, Syahlan turut menyerahkan bantuan berupa susu gratis kepada balita peserta Posyandu.

Kegiatan tersebut disambut oleh Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha, ST, bersama tim Posyandu Puskesmas Mala-Mala dan kader Posyandu Desa Koroha. Bantuan berupa susu SGM diberikan kepada dua balita yang terindikasi stunting, sementara susu Ultra dibagikan kepada seluruh peserta Posyandu yang berjumlah 94 balita.

Dalam sambutannya, Syahlan, yang juga menjabat sebagai Kabid IKP dan Kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kolaka Utara, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pola asuh, pola makan, serta kebersihan lingkungan untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.

“Orang tua harus senantiasa memperhatikan pola asuh dan pola makan anak, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ini penting agar anak-anak kita memiliki daya tumbuh dan kembang yang baik,” ujar Syahlan.

Kegiatan monitoring Posyandu dan pembagian susu gratis ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Kodeoha. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Jabal Nur pada 13 Desember, Kelurahan Mala-Mala pada 14 Desember, dan Desa Jabal Kubis pada 15 Desember. Rangkaian kegiatan ini akan berlanjut ke Desa Meetoo pada 17 Desember dan Desa Kamisi pada 18 Desember 2024.

Plt Camat Kodeoha Syahlan Launu, SH saat memantau pelaksanaan Posyandu
Plt Camat Kodeoha Syahlan Launu, SH saat memantau pelaksanaan Posyandu

Selain PLT Camat Kodeoha, kegiatan di Desa Koroha juga dihadiri oleh Penyuluh KB Kecamatan Kodeoha, petugas gizi dari Puskesmas Kodeoha, serta kader Posyandu Desa Koroha.

Syahlan berharap program ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Kodeoha, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Posyandu sebagai salah satu upaya pemantauan kesehatan ibu dan anak. “Kami akan terus berupaya menghadirkan program yang mendukung tumbuh kembang anak di Kecamatan Kodeoha, khususnya melalui kegiatan Posyandu,” pungkasnya.




TP PKK Kolaka Utara Bagikan Susu Gratis untuk Balita, Upaya Cegah Stunting di Kodeoha

Kolaka Utara, sultranet.com – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., memimpin kegiatan pembagian susu gratis kepada balita di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara. Minggu, 15 Desember 2024

Dalam kunjungannya, Ny. Nurhayati didampingi oleh Sekretaris TP PKK Kolaka Utara, Dra. Nurjaya, serta beberapa pengurus TP PKK lainnya. Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., yang juga menjabat sebagai Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Ketua TP PKK Kecamatan Kodeoha beserta pengurus, Kepala Desa Jabal Kubis beserta istri, Kepala Puskesmas Kodeoha, dan petugas gizi Kecamatan Kodeoha.

Penjabat (Pj) TP. PKK Kabupaten Kolaka Utara,Ny.Nurhayati Yusmin,S.Pd.,MM (Menggendong Bayi) Didampingi Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH
Penjabat (Pj) TP. PKK Kabupaten Kolaka Utara,Ny.Nurhayati Yusmin,S.Pd.,MM (Menggendong Bayi) Didampingi Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH

Dalam sambutannya, Ny. Nurhayati menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama para ibu, dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.

“Kasus stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, tetapi juga berdampak pada masa depan anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para orang tua untuk memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang, seperti susu, demi tumbuh kembang anak yang maksimal,” katanya.

Ny. Nurhayati juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kolaka Utara.

Selain pembagian susu, TP PKK juga memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.

Pj Ketua TP PKK Kolut, Ny. Nurhayati Yusmin, saat menyerahkan susu kepada Balita yang hadir penimbangan berat badan saat pelaksanaan posyandu.
Pj Ketua TP PKK Kolut, Ny. Nurhayati Yusmin, saat menyerahkan susu kepada Balita yang hadir penimbangan berat badan saat pelaksanaan posyandu.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Jabal Kubis. Para ibu hadir membawa anak-anak mereka untuk menerima susu gratis sekaligus mendapatkan penyuluhan langsung dari TP PKK dan petugas gizi.

Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Kolaka Utara berharap dapat menciptakan generasi yang bebas dari stunting, sekaligus mewujudkan tata kelola kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan.

Komitmen untuk mencegah stunting ini, menurut Ny. Nurhayati, adalah bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kolaka Utara.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan TP PKK Kabupaten Kolaka Utara ke pelayanan posyandu di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Kolut dan seluruh pengurus yang telah berkunjung. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2024,” ujarnya.

Syahlan juga menambahkan bahwa pemberian susu gratis kepada balita akan terus dilakukan secara berkelanjutan di posyandu-posyandu Kecamatan Kodeoha sebagai upaya meningkatkan gizi anak.

“Selain itu, kami akan fokus pada langkah-langkah preventif seperti edukasi tentang pentingnya ketercukupan gizi kepada ibu hamil, penyuluhan untuk mencegah pernikahan dini, serta kerja sama dengan Kementerian Agama dalam memberikan kursus kepada calon pengantin,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, Kecamatan Kodeoha diharapkan menjadi salah satu wilayah percontohan dalam penerapan langkah-langkah preventif dan inovatif untuk menekan angka stunting di Kolaka Utara.




Pj Gubernur Sultra Terima Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Mendagri

Jakarta, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, menerima penghargaan Pelayanan Publik Terbaik untuk Provinsi dengan Fiskal Rendah dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Tahun 2024 yang digelar di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Acara ini merupakan kerja sama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Tempo Media Group, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penilaian dilakukan melalui proses yang mendalam, melibatkan berbagai indikator, dan metode triangulasi data yang dianggap kredibel.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang terus berupaya meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Kriteria yang digunakan Tempo sangat ketat dengan metode triangulasi, melibatkan data objektif dan survei publik. Penghargaan ini bukan sekadar formalitas,” tegas Tito.

Penghargaan ini diberikan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari analisis data sekunder kementerian/lembaga, survei persepsi publik, hingga wawancara langsung dengan kepala daerah. Indikator yang dinilai meliputi pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, tata ruang, administrasi kependudukan, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, juga mempresentasikan capaian dan inovasi pemerintah provinsi di hadapan Dewan Juri pada Rabu (4/12/2024).

Presentasi tersebut menjadi penentu terpilihnya Sultra sebagai provinsi dengan pelayanan publik terbaik meskipun memiliki keterbatasan fiskal.

Usai menerima penghargaan, Pj Gubernur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian ini.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Kita harus terus meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andap.

Ia juga mengajak seluruh kabupaten/kota di Sultra menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi.

“Jangan cepat berpuas diri. Meskipun fiskal terbatas, kita harus tetap bersemangat melayani masyarakat dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Ombudsman RI, Peneliti Utama BRIN, dan Direktur Utama Tempo Media Group, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Penghargaan ini menegaskan komitmen Sultra di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Andap Budhi Revianto dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas meski di tengah tantangan keterbatasan anggaran. (Rls)

 




Plt. Camat Kodeoha Bagikan Susu Gratis untuk Anak Stunting

Kolaka Utara, sultranet.com – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., memimpin kegiatan Posyandu di Desa Jabal Nur, Kecamatan Kodeoha, dengan membagikan susu gratis kepada balita dan anak-anak terdampak stunting. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam meningkatkan gizi anak-anak dan menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Jumat, 13 Desember 2024

Dalam kegiatan tersebut, Syahlan didampingi oleh jajaran perangkat kecamatan, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Meliyawardana, S.Pd., M.M.; Kepala Seksi Pemerintahan, Wildania, S.T.; Kepala Seksi Administrasi Pelayanan Terpadu, Radiah, S.Pd.I; dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Rahwana, S.P.

Pada kesempatan ini, dua anak terdampak stunting menerima susu formula SGM, sementara balita lainnya mendapatkan susu Ultra Milk yang diserahkan langsung oleh Syahlan.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung perbaikan gizi anak-anak di Kecamatan Kodeoha. Dengan pemberian susu ini, kami berharap anak-anak, khususnya yang terdampak stunting, dapat memperoleh asupan nutrisi tambahan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Syahlan, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan di Dinas Kominfo Kabupaten Kolaka Utara.

Selain di Desa Jabal Nur, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergilir di enam desa dan kelurahan lainnya yang belum melaksanakan Posyandu bulan ini. Jadwal Posyandu selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Kelurahan Mala-Mala, Sabtu, 14 Desember 2024
  • Desa Jabal Kubis, Minggu, 15 Desember 2024
  • Desa Korooha, Senin, 16 Desember 2024
  • Desa Meeto, Selasa, 17 Desember 2024
  • Desa Kamisi, Rabu, 18 Desember 2024

Posyandu di Kecamatan Kodeoha rutin dihadiri oleh rata-rata 30 balita setiap sesi, kecuali pada bulan-bulan tertentu seperti Februari, yang biasanya mencatat peningkatan jumlah kehadiran karena adanya program pemberian vitamin.

Kecamatan Kodeoha secara konsisten melaksanakan berbagai program kesehatan melalui Posyandu untuk menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor terus diupayakan untuk memastikan bahwa anak-anak di wilayah tersebut tumbuh sehat dan terbebas dari masalah gizi buruk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan target penurunan stunting di Kabupaten Kolaka Utara dapat tercapai, sekaligus memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.




Pelatihan Tenun Kolaka Utara Resmi Dibuka, Fokus Cetak Perajin Unggul

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pelatihan Tenun bagi penenun pemula, yang resmi dibuka pada Rabu (11/12/2024).

Pelatihan ini berlangsung selama 15 hari, mulai 11 hingga 25 Desember 2024, dengan tema “Pengrajin Unggul, Kolaka Utara Maju”.

Pelatihan ini diikuti oleh sepuluh peserta dari berbagai kecamatan di Kolaka Utara. Instruktur yang dihadirkan, H. Abd. Samad Bado, berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai daerah sentra tenun.

Acara pembukaan awalnya direncanakan dihadiri oleh Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., MH., namun karena ada tugas di luar daerah, pembukaan diwakilkan kepada Plh. Sekda Kolaka Utara, Dra. Nurjaya.

Dalam sambutannya, Dra. Nurjaya menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda dan seluruh pihak terkait atas inisiatif mengadakan pelatihan ini.

“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami harap para peserta dapat menguasai teknik-teknik tenun yang berkualitas sehingga produk tenun Kolaka Utara bisa bersaing hingga tingkat nasional,” ungkap Dra. Nurjaya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dekranasda Kolaka Utara, Ny. Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak perajin unggul yang dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Tenun bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif. Kami berharap para peserta bisa menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan dan memasarkan tenun khas Kolaka Utara,” kata Nurhayati.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Koperasi Kolaka Utara.

Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai aspek seni tenun, mulai dari teknik dasar hingga pengembangan corak yang bernilai jual tinggi.

Dengan pelatihan ini, Kolaka Utara diharapkan mampu memperkuat eksistensi tenun lokal di tengah arus modernisasi, sekaligus mencetak perajin yang mampu bersaing di tingkat nasional.