Pemda Kolaka Utara Raih Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Berkategori Tinggi Tahun 2024

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) berhasil meraih penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia (RI) atas kepatuhan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dengan skor 83,15, Kolut masuk dalam kategori B, yang merupakan predikat tinggi dalam penilaian kualitas pelayanan publik tahun 2024.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara kepada Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kolut, Syamsuddin, S.Pd., dalam acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Kendari, Selasa (10/12/2024).

Syamsuddin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima Kolut, yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Kolaka Utara. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Penilaian yang dilakukan Ombudsman RI ini berfokus pada berbagai aspek penting dalam pelayanan publik, seperti kesiapan fasilitas, kompetensi pelaksana, standar pelayanan, hingga pengelolaan pengaduan masyarakat.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kolut, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, dan beberapa Puskesmas, turut berperan aktif dalam pencapaian ini.

Meski berada dalam kategori tinggi, Pemda Kolut bertekad untuk terus memperbaiki berbagai aspek pelayanan. Salah satu upaya strategis yang tengah digalakkan adalah pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Kehadiran MPP diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan secara terpadu, cepat, dan efisien.

“MPP ini nantinya tidak hanya menjadi pusat layanan publik tetapi juga sarana untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tambah Syamsuddin.

Syamsuddin juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan Pemda Kolut dalam meningkatkan pelayanan.

Ia berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kolaka Utara.

Penghargaan dari Ombudsman RI ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Kolaka Utara.

Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Kolaka Utara optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.

 

Sumber: Kominfo Kolut

 




Pengedar Sabu di Bombana Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan dalam Bungkus Kopi

Bombana, sultranet.com – Seorang pria berinisial ZBS (29), warga Desa Rarowatu, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bombana.

ZBS ditangkap saat mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu di pinggir jalan Poros Tompo Batu, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, pada Senin (9/12/2024) sekitar pukul 13.30 WITA.

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan aktivitas mencurigakan ZBS sebagai pengedar narkoba di wilayah tersebut.

Setelah menerima laporan, petugas Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi ZBS yang saat itu sedang berada di atas sepeda motor Honda CRF di lokasi kejadian.

“Kami langsung mengamankan tersangka dan melakukan penggeledahan. Dari dalam pembungkus kopi merek ABC, kami menemukan satu sachet plastik bening ukuran besar berisi butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,48 gram,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bombana, AKP Muhammad Arman, S.H., M.H.

Selain narkotika, polisi juga menyita barang bukti lain berupa satu unit ponsel merek Oppo, satu unit sepeda motor Honda CRF, serta beberapa lembar tisu putih dan pembungkus plastik.

Tersangka ZBS diketahui berstatus sebagai pelajar/mahasiswa dan berperan sebagai perantara dalam transaksi jual beli narkotika jenis sabu. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya.

Polres Bombana menyatakan bahwa polisi telah mengamankan tersangka dan barang bukti, melakukan pemeriksaan saksi, serta membawa barang bukti sabu ke laboratorium forensik untuk pengujian lebih lanjut.

“Kami juga akan melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pengedar lainnya,” tambah Arman.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara yang berat.

Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Anoa Tahun 2024 yang digelar oleh Polres Bombana.

Polisi mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika.




DPRD Sultra Dorong Perda Desa Adat untuk Pelestarian Budaya

Kendari, sultranet.com – Konsultasi publik terkait penyusunan naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desa Adat prakarsa DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak. Selasa (10/12/2024)

Kegiatan ini bertujuan mewujudkan legitimasi dan perlindungan hukum bagi desa adat guna mendukung pelestarian budaya serta pembangunan berbasis kearifan lokal.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak Dg Jaya, SE., MH., dalam pemaparannya sebagai narasumber menyampaikan bahwa penyusunan Raperda Desa Adat merupakan bagian dari tujuh program legislasi daerah yang masuk dalam agenda DPRD Sultra.

“Raperda ini sangat penting untuk melindungi, membina, dan melestarikan warisan adat serta budaya yang turun-temurun berkembang di desa-desa adat,” ujar Politisi Partai Hanura itu.

Anggota DPRD Sultra dua periode itu juga menjelaskan bahwa pelestarian adat tidak hanya menjadi tugas masyarakat adat, tetapi juga pemerintah pusat dan daerah.

“Pemerintah harus hadir memberikan dukungan berupa legitimasi dan perlindungan hukum. Jika tidak ada landasan hukum, pelestarian adat tidak akan maksimal,” tambahnya.

Fajar Ishak Dg Jaya yang juga Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara menambahkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah, termasuk Bali dan Yogyakarta, untuk mempelajari implementasi kebijakan serupa.

“Kita ingin mengambil contoh yang baik agar Perda ini dapat efektif dan relevan dengan kondisi di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Peserta Konsultasi Publik dari berbagai unsur terkait se Sulawesi Tenggara
Peserta Konsultasi Publik dari berbagai unsur terkait se Sulawesi Tenggara

Sementara itu, narasumber kedua, Sabaruddin Sinapoy, SH., MHum., menekankan urgensi keberadaan desa adat dalam menjaga tradisi hukum adat yang telah ada jauh sebelum hukum positif diberlakukan.

“Hukum adat selalu memberikan arahan berupa perintah, larangan, hingga sanksi yang berorientasi pada kebaikan lingkungan,” ujar Sabaruddin.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat adat tidak dilupakan, mengingat mereka memiliki kearifan lokal yang bernilai tinggi.

“Masyarakat adat menyimpan ilmu tradisional yang sangat penting. Oleh karena itu, keberadaan mereka harus dihormati dan dilindungi,” tegasnya.

Kegiatan konsultasi publik ini menjadi langkah awal untuk membentuk Perda Desa Adat, yang nantinya akan mengatur mekanisme pengakuan, verifikasi, dan pembinaan desa adat.

Harapannya, Perda ini dapat menjadi solusi untuk menghindari konflik, mengurangi ketimpangan pembangunan, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di Sulawesi Tenggara.

Raperda Desa Adat ini diharapkan dapat segera dirampungkan dan menjadi landasan hukum yang kuat untuk menjaga keberlanjutan adat istiadat di desa-desa adat di Sulawesi Tenggara.

 




La Ode Riago Dilantik Sebagai Ketua DPD MAKN Muna 2024-2029

MUNA, Sutranet.com – La Ode Riago resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Kerajaan Nusantara (DPD MAKN) Kabupaten Muna periode 2024-2029.

Pelantikan tersebut berlangsung di aula Galampano Kantolalo, Senin (9/12/2024), dipimpin oleh Ketua Harian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MAKN Sulawesi Tenggara, H. Anakia Jamal Nasir Baso Saosao, yang mewakili Ketua DPW MAKN Sultra, LM H. La Ode Ali Mazi Puang Kawera, SH.

Kegiatan ini mengusung tema “Dengan pelantikan DPD MAKN, kita wujudkan cita-cita luhur untuk kemajuan budaya masyarakat Muna yang Agung.” Acara ini dihadiri oleh Sekjen DPP MAKN, jajaran pengurus DPW MAKN Sultra, perwakilan kerajaan dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Muna.

Dalam sambutannya, La Ode Riago menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal dalam memperjuangkan kemajuan budaya dan sejarah Kerajaan Muna. Ia menyebutkan, Kerajaan Muna merupakan salah satu dari sembilan kerajaan tertua di Nusantara yang memiliki warisan sejarah berharga.

“Kerajaan Muna adalah peradaban tertua di Nusantara dengan bukti peninggalan sejarah yang diakui dunia, seperti tapak tangan dan tulisan purba di Goa Langkobori, artefak di Goa Motonuno, serta Kaghati Kolope (layang-layang tradisional). Bukti ini menunjukkan peradaban Muna telah berusia lebih dari 40.000 tahun,” ungkap Riago.

Ia juga menyoroti upaya agar warisan budaya Muna dapat diakui UNESCO sebagai warisan dunia, yang kini telah memasuki tahap akhir proses penetapan.

“Perjuangan kita selanjutnya adalah memastikan warisan ini diakui sebagai warisan dunia. Kita berharap ini menjadi kebanggaan masyarakat Muna,” tambahnya.

La Ode Riago juga menekankan pentingnya mengembangkan kearifan lokal sebagai potensi pariwisata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pemangku adat dan majelis adat, untuk bersatu memajukan Muna.

“Mari kita bersama menjadi contoh dan suri teladan bagi generasi muda. Persatuan dan keharmonisan harus terus kita jaga, ibarat pohon, kita adalah akar, batang, ranting, dan bunga yang menghasilkan buah, yaitu nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Acara pelantikan ini ditutup dengan pengukuhan jajaran pengurus DPD MAKN Kabupaten Muna, yang siap menjalankan amanah dan memajukan budaya serta adat istiadat masyarakat Muna.




Dekranasda Kolaka Utara Pamerkan Kain Tenun Khas Kolaka Utara di Fashion Show Busana Tenun dan Pameran Kerajinan Sultra 2024

Kendari, Sultranet.com – Dekranasda Kolaka Utara menampilkan keindahan motif dan kain tenun khas daerahnya dalam Fashion Show Busana Tenun dan Pameran Kerajinan Sultra 2024, yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Kamis (5/12/2024). Acara ini merupakan ajang tahunan yang bertujuan mempromosikan kain tenun Sulawesi Tenggara sebagai warisan budaya bernilai tinggi, dengan tema “Perajin Sejahtera, Sultra Maju”.

Ketua Dekranasda Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., M.M., yang juga istri Pj. Bupati Kolaka Utara, mengungkapkan bahwa kain tenun khas Kolaka Utara mengusung nilai kearifan lokal yang unik. Upaya terus dilakukan untuk mengembangkan motif dan warna yang sesuai dengan tren tanpa menghilangkan filosofi budaya daerah.

“Melalui acara ini, kami berharap kain tenun Kolaka Utara semakin dikenal luas dan menjadi ikon budaya yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hj. Nurhayati Yusmin.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum, Ph.D, ini dihadiri oleh para kepala daerah, Ketua Dekranasda kabupaten/kota, serta jajaran OPD lingkup Pemprov Sultra. Dalam sambutannya, Asrun menekankan pentingnya regenerasi perajin tenun untuk menjaga kelestarian tradisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus melibatkan generasi muda dalam tradisi menenun agar budaya ini tetap hidup. Selain itu, pengerjaan kain tenun harus dilakukan sepenuhnya di Sulawesi Tenggara agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” tegasnya.

Kolaka Utara turut berkompetisi dengan menampilkan kain tenun khas daerah dalam lomba fashion show dan pameran kerajinan. Meski belum berhasil meraih juara, partisipasi Dekranasda Kolaka Utara mendapat apresiasi karena inovasi motif yang mampu merepresentasikan identitas budaya daerah.

Dalam lomba fashion show, kategori Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota menempatkan Kolaka Timur sebagai Juara 1, disusul Buton Selatan dan Muna Barat. Pada kategori Ketua DWP Kabupaten/Kota, Muna meraih Juara 1, dengan Baubau dan Bombana di posisi berikutnya. Sementara itu, kategori Kepala OPD Pemprov Sultra dimenangkan oleh Dinas BPSDM Sultra.

Untuk pameran kerajinan, Muna meraih penghargaan Tenun Terbaik, Muna Barat mendapat Difusi Tenun Terbaik, dan Buton meraih Anyaman Terbaik. Stand terbaik dimenangkan oleh Dekranasda Bombana, diikuti oleh Muna dan Kolaka.

Hj. Nurhayati Yusmin optimis bahwa kain tenun Kolaka Utara memiliki potensi besar untuk berkembang dan dikenal lebih luas. “Kami terus mendorong inovasi dan kreativitas para perajin agar kain tenun Kolaka Utara semakin diminati pasar,” tuturnya.

Dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah, Dekranasda Kolaka Utara berharap dapat menjadikan kain tenun sebagai produk unggulan yang mampu mendunia dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan perajin lokal.

Sumber: Diskominfo Kolaka Utara




Pilkada Bombana: Andi Nirwana Sebbu dan Heryanto Ucapkan Selamat kepada Burhanuddin-Ahmad Yani

BOMBANA, sultranet.com — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana 2024, Andi Nirwana Sebbu dan Heryanto, secara resmi menerima hasil pemilihan kepala daerah yang menetapkan Burhanuddin-Ahmad Yani sebagai pemenang. Dalam jumpa pers yang digelar di Bombana, Rabu (4/12/2024), keduanya menyatakan legowo atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana Nomor 1173 Tahun 2024.

Andi Nirwana Sebbu, dalam pernyataannya, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bombana yang telah mendukungnya selama proses Pilkada. “Kami berterima kasih kepada masyarakat Bombana, tim kampanye, relawan, simpatisan, dan semua pihak yang telah bekerja keras mendampingi kami dengan semangat dan kepercayaan penuh,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan yang telah menjaga kelancaran dan kondusivitas Pilkada. “Keputusan ini adalah cerminan kehendak masyarakat Bombana. Kami menerimanya dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Heryanto, yang berpasangan dengan Andi Nirwana dalam Pilkada, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Burhanuddin-Ahmad Yani. “Selamat kepada Bapak Burhanuddin dan Ahmad Yani, semoga amanah dalam membangun Bombana lima tahun ke depan. Mari kita bersatu, melupakan perbedaan pilihan, dan bersama-sama mendukung pemimpin kita,” katanya.

Dalam pernyataan lengkapnya, pasangan Andi Nirwana dan Heryanto juga mengajak masyarakat untuk kembali mempererat tali persaudaraan demi mewujudkan Bombana yang lebih sejahtera. Mereka berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah di panggung yang berbeda.

“Ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana masyarakat Bombana dapat terus dilayani demi kemajuan bersama,” tutup Andi Nirwana.

Pernyataan penuh makna ini mencerminkan sikap dewasa dalam berpolitik, sekaligus mengedepankan semangat persatuan untuk membangun Bombana ke arah yang lebih baik.




BULOG Raha Salurkan 224 Ton Beras untuk Warga Muna

MUNA, Sultranet.com – Perum BULOG Cabang Raha mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap III untuk alokasi bulan Desember kepada masyarakat di Kabupaten Muna. Program ini merupakan penugasan dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Kepala BULOG Cabang Raha, Hendra Dionisius, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada 22.406 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Muna. Setiap keluarga mendapatkan alokasi 10 kilogram beras medium, sehingga total beras yang disalurkan mencapai 224.060 kilogram.

“Bantuan Pangan Beras ini bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum BULOG. Data penerima bantuan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang disusun oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK),” jelas Hendra kepada awak media, Rabu (4/12/2024).

Hendra menegaskan, program ini tidak memiliki keterkaitan dengan kegiatan politik, melainkan murni sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.

Penyaluran beras ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika perekonomian. BULOG juga memastikan bahwa seluruh proses distribusi dilakukan dengan tepat sasaran sesuai basis data yang telah ditetapkan.

Bantuan Pangan Beras merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam merespons tantangan inflasi pangan dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Di Kabupaten Muna, program ini disambut baik oleh masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.




Dibina Ny. Nurhayati Yusmin, DWP Kolaka Utara dan DWP Disdikbud Sultra Raih Penghargaan Dua Tahun Berturut-turut

KENDARI, sultranet.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kolaka Utara dan DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi. Kedua organisasi ini berhasil meraih Juara 1 dalam kategori pelaporan e-Reporting di tingkat masing-masing. Penghargaan tersebut diumumkan dalam puncak peringatan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan di Hotel Claro, Kendari, Rabu (4/12/2024).

Prestasi ini tidak lepas dari pembinaan dan kepemimpinan Ny. Nurhayati Yusmin, yang memiliki peran ganda dalam organisasi DWP. Sebagai Pembina DWP Kolaka Utara, ia memberikan arahan dan motivasi untuk mendukung kinerja organisasi di tingkat kabupaten. Sementara itu, sebagai Ketua DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, ia memimpin langsung kegiatan yang membawa organisasi tersebut meraih penghargaan serupa.

Foto bersama Ketua DWP Sultra.
Foto bersama Ketua DWP Sultra.

Ketua DWP Kolaka Utara, Hj. Suriana Taufik, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menjalankan program kerja yang terukur dan inovatif.

“Keberhasilan ini adalah buah kerja keras bersama. Semoga penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas program dan kegiatan organisasi di masa mendatang,” ujar Hj. Suriana.

Sementara itu, Ny. Nurhayati Yusmin mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian kedua organisasi tersebut. Ia menilai keberhasilan ini sebagai bukti soliditas dan komitmen anggota DWP, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Sebagai Pembina DWP Kolaka Utara, saya sangat bangga dengan capaian ini. Demikian juga dengan DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saya pimpin. Prestasi ini menunjukkan bahwa kita mampu bekerja dengan sinergi dan konsistensi, bahkan di tengah tantangan era digital,” tutur Nurhayati.

Ny. Nurhayati Yusmin selaku Ketua DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Menerima Trophy dan Penghargaan DWP OPD Terbaik di Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra
Ny. Nurhayati Yusmin selaku Ketua DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Menerima Trophy dan Penghargaan DWP OPD Terbaik di Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra

Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Waode Munanah Asrun Lio, turut memberikan apresiasi kepada para pemenang. Ia menyebut capaian ini mencerminkan transformasi positif yang terus terjadi di tubuh organisasi DWP.

Peringatan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan tahun ini mengusung tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”. Selain pemberian penghargaan, acara ini menjadi ajang refleksi dan evaluasi untuk mempersiapkan langkah strategis ke depan.

Ny. Suriana Taufik Menerima Penghargaan dan Trophy sebagai DWP Terbaik di 17 Kabupaten/Kota di Sultra
Ny. Suriana Taufik Menerima Penghargaan dan Trophy sebagai DWP Terbaik di 17 Kabupaten/Kota di Sultra

Hj. Suriana Taufik dan Ny. Nurhayati Yusmin berharap keberhasilan ini dapat memotivasi seluruh anggota DWP untuk terus bersinergi dalam menjalankan program kerja. Dengan prestasi yang diraih selama dua tahun berturut-turut, DWP Kolaka Utara dan DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun organisasi yang modern, transparan, dan relevan.

Keberhasilan ini juga mempertegas posisi DWP sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberdayakan istri ASN dan mendukung pembangunan daerah. Dengan dedikasi yang kuat, DWP di Sulawesi Tenggara optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

 

Sumber: Diskominfo Kolaka Utara




PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) di Pulau Kabaena Diduga Kuat Menambang di Areal Hutan Lindung, Hancurkan Mata Air Masyarakat

Bombana, sultranet.com – Aktivitas tambang yang dilakukan PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menuai kecaman keras dari masyarakat. Perusahaan tersebut diduga menambang di kawasan hutan lindung seluas 147,60 hektar, mengakibatkan kerusakan serius pada lingkungan, termasuk hilangnya mata air bersih yang menjadi sumber utama kehidupan warga sekitar.

Agusalim, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa aktivitas tambang PT TMS telah menghancurkan mata air yang selama ini mereka andalkan. Dampaknya, warga kini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Mata air yang jadi sumber utama kami rusak karena aktivitas tambang. Sekarang, kami harus mencari air ke tempat yang jauh atau membeli, dan itu memberatkan kami,” ujar Agusalim saat ditemui, Rabu (4/12).

Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), melalui analisis citra satelit, PT TMS diduga menambang di luar wilayah yang telah disetujui dalam Surat Keputusan Persetujuan Perubahan Kawasan Hutan (SK PPKH). Laporan tersebut mencatat perusahaan telah membuka lahan di kawasan hutan lindung, melanggar aturan yang berlaku.

Ironisnya, meski dugaan pelanggaran ini terang benderang, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Baik pemerintah daerah maupun pusat, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Investasi, tampak belum mengambil langkah nyata untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

“Sudah berkali-kali kami laporkan, tetapi tidak ada yang bergerak. Sepertinya mereka kebal hukum,” tambah Agusalim.

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas tambang ini tidak hanya berdampak langsung pada kehidupan masyarakat saat ini, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem di Pulau Kabaena. Hutan yang seharusnya menjadi penyokong kehidupan kini gundul, kehilangan fungsi utamanya sebagai penyerap air dan penyangga ekosistem.

Era pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto pun tidak membawa perubahan berarti. Harapan agar kementerian terkait segera bertindak menghentikan aktivitas tambang ini hingga kini masih menjadi angan-angan.

“Pemerintahan baru ini semestinya bisa membawa perubahan. Kami berharap ada tindakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan kami yang sudah sangat rusak ini,” harap Agusalim.

Hingga berita ini diturunkan, PT TMS maupun pihak berwenang belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut. Sementara itu, masyarakat terus mendesak agar aktivitas tambang yang diduga ilegal ini dihentikan dan kerusakan lingkungan segera diperbaiki demi keberlangsungan hidup mereka.

Kerusakan lingkungan yang sudah terjadi membutuhkan langkah tegas dari pemerintah, bukan hanya untuk memulihkan mata air yang hilang, tetapi juga untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Bagi warga Kabaena Timur, keadilan dan perlindungan lingkungan adalah hal yang sangat mendesak untuk segera diwujudkan. (IS)




Hari Kedua di Konawe, Kontingen LASQI Kolaka Utara Tampil Maksimal di Ajang Pemilihan Duta Qasidah Sultra 2024

Konawe, Sultranet.com – Kontingen Lembaga Seni dan Qasidah (LASQI) Kolaka Utara terus menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti Pemilihan Duta Seni dan Qasidah Nusantara Jaya XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe. Memasuki hari kedua pelaksanaan lomba pada Sabtu (30/11/2024), peserta dari Kolaka Utara tampil dalam kategori Bintang Vokalis (Bivo) Cilik dan Bivo Remaja.

Ketua LASQI Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., M.M., yang juga merupakan istri dari Pj. Bupati Kolaka Utara, hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta. Didampingi oleh tim official, Ny. Nurhayati memastikan para peserta tampil maksimal dan tetap menjaga semangat kompetisi.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa seluruh peserta Kolaka Utara merasa didukung penuh, baik secara teknis maupun emosional. Semoga mereka tetap fokus dan menampilkan yang terbaik, karena ini adalah kesempatan besar untuk mengharumkan nama Kolaka Utara,” ujarnya.

Pada malam sebelumnya, kegiatan resmi dibuka dengan upacara pembukaan yang meriah. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh kontingen kabupaten/kota untuk mempererat persaudaraan melalui seni qasidah. Dalam sambutannya, Ketua LASQI Sultra menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari seluruh wilayah provinsi.

Rangkaian lomba yang berlangsung dari 30 November hingga 4 Desember 2024 ini mempertandingkan berbagai kategori, termasuk Bivo Cilik, Remaja, dan Dewasa, baik putra maupun putri. Kontingen Kolaka Utara sendiri membawa total 33 peserta yang didampingi oleh 15 official dan 6 pelatih.

Sebagai salah satu tokoh sentral dalam kontingen, Ny. Nurhayati Yusmin menambahkan bahwa dukungan besar juga datang dari masyarakat Kolaka Utara yang berharap kontingen daerah mereka dapat mencetak prestasi gemilang. Ajang ini menjadi kesempatan tidak hanya untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga mempererat hubungan antar daerah di Sulawesi Tenggara melalui seni dan budaya.

“Kami tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membawa misi persahabatan dan memperkenalkan keindahan seni qasidah Kolaka Utara. Kami sangat bangga dengan kerja keras semua pihak yang terlibat.” tandasnya

Foto Bersama di Acara Malam Pembukaan
Foto Bersama di Acara Malam Pembukaan

Sementara itu, Ketua Rombongan LASQI Kolaka Utara, Suriana Taufik, menyampaikan rasa bangga atas performa para peserta di hari kedua ini. Menurutnya, meski persaingan ketat, peserta dari Kolaka Utara tetap mampu menampilkan performa terbaik mereka.

“Kami berharap seluruh peserta bisa terus tampil maksimal hingga akhir lomba. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting adalah mereka bisa membawa nama baik Kolaka Utara dan menunjukkan nilai-nilai seni qasidah yang sarat makna,” kata Suriana.

Malam pembukaan ajang ini berlangsung meriah, dihiasi dengan berbagai penampilan seni dari tuan rumah serta peserta dari kabupaten/kota lain. LASQI Kolaka Utara mendapatkan perhatian khusus karena kekompakan dan keunikan yang ditampilkan. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam ajang tahunan tersebut.

Dengan semangat dan dukungan penuh dari Ketua LASQI Kolaka Utara, para peserta diharapkan dapat melanjutkan kompetisi dengan percaya diri. Seluruh kontingen kini tengah mempersiapkan diri untuk kategori berikutnya yang akan dilaksanakan pada hari-hari mendatang.

Ajang ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat eksistensi seni qasidah sebagai warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Kolaka Utara optimis akan mampu mencetak prestasi gemilang dalam kompetisi ini.

 

Sumber: Diskominfo Kolut