Tim Milenial Berani Bersuara Ajak Generasi Muda Berkarya dan Berani Suarakan Pendapat

Bombana, Sultranet.com – Tim Milenial Berani Bersuara sukses menggelar kegiatan Milenial Gathering di Ex Aral MTQ, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, pada Kamis malam (14/11).

Acara ini dihadiri oleh ratusan generasi muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana. Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga dirancang untuk memupuk semangat kreativitas dan keberanian generasi milenial dalam menyuarakan pendapat dan berkarya.

Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Ir. Burhanuddin, M.Si, sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, Burhanuddin memberikan motivasi kepada peserta untuk mengambil peran aktif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Pemuda adalah pemilik masa kini dan masa depan. Kami berkomitmen untuk menjadikan anak muda sebagai generasi emas pada tahun 2045. Semua yang hadir malam ini, Insya Allah, akan menjadi bagian dari generasi tersebut,” ujar Burhanuddin

Selain mendengarkan pemaparan dari calon bupati bombana nomor urut satu itu, para peserta juga dihibur oleh penampilan grup band lokal, Zaka Entertaiment, yang menambah semarak suasana malam itu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Milenial Berani Bersuara dengan tujuan memperkuat peran kaum muda sebagai agen perubahan di masyarakat.

Ketua Panitia, Abdul Rahmat, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk menggugah semangat generasi muda untuk lebih percaya diri dan berani mengemukakan pendapat.

“Tujuan kami menyelenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan semangat berkarya dan keberanian generasi muda dalam menyuarakan pendapat. Kami sebagai kaum milenial adalah agen perubahan dan penentu citra masa depan,” ujar Abdul Rahmat.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Tim Milenial Berani Bersuara berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi dan memotivasi pemuda di Bombana untuk lebih berani tampil dan berpartisipasi dalam pembangunan.




DPRD Bombana Sidak RSUD Tanduale, Warning Segera Pulihkan Pelayanan

Bombana, sultranet.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Jumat (15/11/2024).

Sudah tersebut menyusul laporan terganggunya layanan kesehatan akibat aksi mogok tenaga medis.

Dalam sidak ini, DPRD menemukan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup total, sementara beberapa poli, termasuk Poli Jantung, Bedah, dan Mata, juga tidak beroperasi.

Aksi mogok terjadi karena insentif dan gaji tenaga kesehatan (nakes) kontrak belum dibayarkan sejak Juni 2024.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, memberikan teguran keras kepada manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah agar segera menyelesaikan masalah ini demi pemulihan layanan kesehatan di RSUD Tanduale.

“Tidak boleh kita bermain-main dengan pelayanan di IGD ini karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah untuk memastikan pembayaran insentif nakes segera direalisasikan.

Sekretaris RSUD Tanduale, Apt. Muh. Alwi, S.Si., MM., menjelaskan bahwa tertundanya pembayaran insentif nakes ini disebabkan oleh perubahan anggaran yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Pembayaran gaji tenaga kontrak di RSUD Tanduale dari Juni hingga November 2024 masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), dan SK APBD-P dari Provinsi baru diterima pada 29 Oktober,” terangnya.

Pihak RSUD dan Badan Keuangan Daerah saat ini bekerja sama untuk mempercepat pembayaran, yang diharapkan terlaksana dalam satu hingga dua hari ke depan.

Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, juga menegaskan pentingnya pemulihan layanan di RSUD Tanduale agar masyarakat tidak lagi terlantar.

“Pelayanan di RSUD Bombana harus segera dipulihkan, apapun caranya. Hak nakes yang tertunda hingga enam bulan ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, kami akan meminta semua pihak terkait untuk memberikan penjelasan tentang masalah ini,” tegas Yudi.

Dukungan juga disampaikan oleh anggota DPRD Bombana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andi Muhammad Khaekal Atikurahman, yang menilai situasi ini sangat serius dan meminta semua pihak segera bergerak cepat menyelesaikannya.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita sedang mempertaruhkan nyawa pasien dan kondisi darurat di RSUD Tanduale. Saya harap semua pihak bergerak cepat agar pelayanan bisa pulih,” kata Khaekal.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengawasan Daerah (LKPD) Sulawesi Tenggara, Muh. Arham, yang turut hadir dalam sidak, mengapresiasi langkah DPRD Bombana yang cepat tanggap dalam merespons masalah ini.

“Masalah kemanusiaan ini sangat miris. IGD mempertaruhkan nyawa manusia, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Di tengah inspeksi, Ketua DPRD Bombana Iskandar menerima laporan dari Puskesmas Kabaena mengenai adanya pasien kritis yang akan dirujuk ke RSUD Tanduale.

“Ini darurat. Kita harus segera menuntaskan masalah ini agar pasien mendapatkan layanan medis sesegera mungkin,” tandasnya.

DPRD Bombana berharap, dengan adanya koordinasi antara RSUD Tanduale dan Badan Keuangan Daerah, pelayanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih sehingga masyarakat kembali mendapat akses layanan kesehatan yang layak.




IGD RS Tanduale Tutup, Nakes Mogok, Keluarga Korban Kecelakaan Keliling Teriak Minta Tolong

Bombana, sultranet.com – Keluarga seorang pasien korban kecelakaan terpaksa berteriak minta tolong sambil berkeliling di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Sulawesi Tenggara, setelah mendapati layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup.

Layanan medis lumpuh akibat aksi mogok sejumlah tenaga medis, termasuk perawat dan dokter, yang menuntut pembayaran gaji yang sudah lima bulan belum diterima. Jumat (15/11/2024)

Rahman, seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mengisahkan kepanikan keluarga korban yang kebingungan mencari bantuan. “Saya melihat keluarga pasien berteriak keliling rumah sakit, meminta tolong. Mereka panik karena tidak ada perawat atau dokter yang melayani,” ujar Rahman.

Menurutnya, IGD RSUD Tanduale yang semestinya menjadi pusat pertolongan pertama justru kosong dari tenaga medis, membuat keluarga pasien semakin putus asa.

Setelah berusaha mencari pertolongan tanpa hasil, keluarga akhirnya terpaksa membawa korban ke Puskesmas terdekat, meski jaraknya cukup jauh dan kondisi pasien masih kritis.

“Kasihan sekali, mereka harus mencari bantuan di tempat lain padahal rumah sakit ini yang paling lengkap di Bombana,” kata Rahman prihatin.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menciptakan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada RSUD Tanduale sebagai satu-satunya rumah sakit di daerah tersebut.

Aksi mogok tenaga medis ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap gaji yang sudah lima bulan tidak dibayarkan. Seorang perawat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa para tenaga medis sudah berusaha bertahan, namun akhirnya merasa harus melakukan aksi ini agar tuntutan mereka diperhatikan.

“Kami bekerja siang malam, tapi hak kami tidak dibayar. Kami juga punya kebutuhan hidup,” ujarnya.

Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama jika terjadi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Rahman berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar layanan kesehatan di Bombana tidak semakin terganggu.

“Kami butuh rumah sakit yang berfungsi dengan baik. Kalau keadaan begini terus, akan semakin banyak korban terlantar tanpa pertolongan,” katanya penuh harap.

Masyarakat Bombana mendesak pemerintah daerah segera memenuhi hak tenaga medis agar layanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih dan berjalan normal kembali, demi kesehatan dan keselamatan warga.




Tata Pedagang Kaki Lima, BERANI Janji Jadikan Pasar Sentral Rumbia Bersih dan Nyaman

Bombana, Sultranet.com – Pada sesi tanya jawab debat kandidat Pilkada Bombana, pasangan calon nomor 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani, yang mengusung slogan BERANI, menegaskan komitmen mereka untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan menjaga keindahan Kota Rumbia. Rabu (13/11/2024)

Dalam pernyataannya merespon pertanyaan dan tanggapan Calon Nomor urut 2, Burhanuddin menekankan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan paru-paru kota dan tempat masyarakat bersantai serta berkreasi. Menurutnya, mengubah fungsi RTH menjadi pasar akan merusak kenyamanan kota dan kesehatan masyarakat.

Burhanuddin, calon Bupati Bombana, mengkritik tajam rencana lawannya, pasangan calon nomor 2 Andi Nirwana Sebbu dan Heryanto, yang berjanji akan mengembalikan pasar sore ke area RTH jika terpilih.

Heryanto beralasan bahwa keputusan memindahkan PKL dari RTH ke pasar sentral telah berdampak pada mata pencaharian para pedagang yang kesulitan membayar utang dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Heryanto berjanji, jika terpilih, dalam 100 hari pertama, mereka akan mengizinkan kembali aktivitas berjualan di RTH sebagai solusi bagi masyarakat kecil.

Merespons hal tersebut, Burhanuddin menegaskan bahwa RTH tidak cocok untuk dijadikan pasar.

“RTH itu adalah ruang untuk masyarakat bersantai dan berekreasi. Pasar, yang identik ada sampah, tidak seharusnya berada di tempat yang dirancang untuk kesehatan dan kenyamanan kota,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyebut bahwa pemindahan PKL ke pasar sentral merupakan langkah strategis yang solutif dengan menyediakan tempat lebih aman dan layak bagi para pedagang dan pembeli.

Selain itu, Burhanuddin menyampaikan pandangan bahwa seorang pemimpin harus mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya satu kelompok.

“Kita ini tidak memperjuangkan satu kelompok, tapi memperjuangkan seluruh masyarakat Bombana. Jika kebijakan kita salah, yang dirugikan adalah nama baik Kabupaten Bombana,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa di RTH Bombana telah diatur penataan ruang yang jelas dan melarang aktivitas pasar di area tersebut dan harusnya ditaati oleh semua pihak terlebih lagi Pemerintah daerah yang tidak boleh memberi contoh buruk kepada masyarakatnya.

Sebagai solusi, Burhanuddin mengklaim bakal menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi para pedagang yang berjualan di pasar sentral, sehingga mereka tetap bisa berjualan di tempat yang bersih dan nyaman tanpa mengganggu tata ruang kota.

Ia juga mengkritik rencana pengembalian pasar sore di RTH sebagai tindakan yang menunjukkan “kedangkalan berpikir” dalam penataan kota.

“Saya pastikan bahwa di manapun yang namanya kota, tidak pernah ada RTH lalu di situ ada pasar. Jika di situ ada pasar ikan, pasar sayur. Ini namanya sembrono,” tandasnya.




Mahasiswa HM-TRKI Politeknik Bombana Gelar Diseminasi Program ORMAWA

BOMBANA, sultranet.com – Kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri (HM-TRKI) Politeknik Bombana yang tergabung dalam Tim Program ORMAWA Membangun Negeri (POMN) menggelar kegiatan diseminasi hasil program di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, pada Selasa, 12 November 2024.

Kegiatan yang bertujuan memperkenalkan hasil pengembangan produk turunan dari pohon aren ini merupakan tahap akhir dari program yang telah berlangsung sejak Agustus 2024.

Mengusung tema “Pengembangan Keragaman Potensi Hasil Arenga Pinnata sebagai Sentra Industri Kecil Menengah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Poea,” tim mahasiswa didampingi dosen pembimbing, Asrianti, S.T., M.T., melakukan berbagai tahapan selama program, termasuk sosialisasi dan pelatihan, pendampingan kelompok, pemberian alat pengolahan aren, hingga evaluasi.

Dalam sambutannya, Sahirul, S.P., M.Ap., Lurah Poea yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi upaya mahasiswa dalam membantu masyarakat setempat memanfaatkan hasil pohon aren. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Bombana, Rizal, S.Km., para kelompok tani binaan, serta warga Poea yang antusias mengikuti diseminasi hasil program.

Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan aren seperti gula aren cetak, gula cair, gula semut, manisan kolang-kaling, serta produk kreatif sapu dari lidi.

Inovasi dari mahasiswa juga mencakup pembuatan alat pengupas buah aren, yang mempercepat proses pengolahan kolang-kaling, sebuah produk pangan fungsional dengan nilai ekonomi tinggi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Mahasiswa Polina saat memperagakan penggunaan alat pengupas biji kolang kaling
Mahasiswa Polina saat memperagakan penggunaan alat pengupas kolang kaling

Asrianti, dosen pembimbing kegiatan, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program yang dijalankan. “Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga bulan ini telah memberi dampak positif bagi masyarakat. Kami belajar dari mereka mengenai pengolahan aren, sementara mahasiswa berkontribusi dengan inovasi produk yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi,” ujar Asrianti.

Pada kesempatan ini, turut hadir pula akademisi dari Universitas Halu Oleo (UHO) di antaranya Prof. Dr. Alida Palilati, S.E., M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Dr. Salma Saleh, M.Si., dosen Manajemen UHO. Kedua akademisi UHO tersebut mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam pengembangan produk lokal serta memberikan masukan terkait uji mutu dan perizinan edar produk, guna mendorong terciptanya kewirausahaan yang berkelanjutan di Kabupaten Bombana.

Hal ini dinilai dapat membuka peluang kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan produk-produk lokal di Sulawesi Tenggara.

Selain memaparkan hasil program, mahasiswa juga melakukan simulasi pengolahan kolang-kaling yang disambut positif oleh warga setempat. Program ini diharapkan terus berkembang melalui evaluasi keberlanjutan yang akan dilaksanakan dua bulan pasca-program untuk memastikan masyarakat tetap melanjutkan usaha pengolahan aren sebagai sumber ekonomi baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Politeknik Bombana berhasil memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi kreatif di Kelurahan Poea, sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum dioptimalkan.




Dukungan Kokoh, 60 Persen Warga Muna Timur Jagokan Rajiun-Purnama di Pilkada

MUNA, Sultranet.com – Sebanyak 60 persen warga di Muna Timur, yang dijuluki Bumi Sowite, menyatakan komitmennya untuk mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2, La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna 2024. Dukungan solid ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Kecamatan Pasir Putih, La Pini bin La Kontau, pada Rabu (13/11/2024) di Desa Kogholifano, Muna, Sulawesi Tenggara.

La Pini mengatakan bahwa keluarga besar pendukung RAHMATnya Muna di wilayah Muna Timur sangat optimistis dengan kepemimpinan Rajiun-Purnama. Menurutnya, pengalaman Rajiun Tumada sebagai mantan Bupati Muna Barat menjadi alasan utama warga memilih pasangan ini untuk memimpin Kabupaten Muna.

“Dari Kecamatan Pasikolaga, Pasir Putih, hingga Kecamatan Maligano, sekitar 60 persen warga mendukung Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan. Kami terus berjuang keras agar bisa mencapai kemenangan di atas 70 persen demi mengalahkan calon lain,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa basis keluarga besar RAHMATnya Muna di Muna Timur tetap solid tanpa perpecahan. La Pini yakin suara untuk paslon nomor 2 akan mendominasi perolehan suara di wilayah itu.

“Tidak ada yang berpaling mendukung calon lain. Insya Allah, nomor 2 akan menang di Muna Timur. Target kami 70 persen agar La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan bisa ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2025-2030,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Media Center RAHMATnya Muna, Anton Laeti, membenarkan pernyataan La Pini dan menyebutkan bahwa dukungan dari warga Muna Timur untuk paslon Rajiun-Purnama sudah mencapai sekitar 60 persen berdasarkan data internal.

“Apa yang disampaikan Pak La Pini benar. Keluarga besar di Muna Timur sangat bekerja keras. Berdasarkan data kami, sekitar 60 persen warga di sana siap memilih paslon nomor 2 pada hari pemilihan nanti,” ujar Anton.

Soliditas dan antusiasme warga di Muna Timur diharapkan menjadi kekuatan besar untuk pasangan Rajiun-Purnama dalam meraih kemenangan di Pilkada Muna 2024.




Fenomena Alam Sambut ASR-Hugua di Wakatobi, Pertanda Kemenangan Semakin Dekat?

Wakatobi, Sultranet.com –  Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, ASR-Hugua, di Kabupaten Wakatobi berlangsung penuh semangat. Menariknya, sejumlah fenomena alam terjadi selama rangkaian kampanye, yang diyakini sebagai pertanda kemenangan bagi pasangan ini.

Hugua, calon Wakil Gubernur, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di berbagai titik di kepulauan Wakatobi disambut dengan tanda-tanda alam yang unik. Di Desa Waetuno, saat mereka tiba untuk memulai kampanye, gerimis turun, tetapi masyarakat tetap bertahan menyambut dengan antusias. Tak lama kemudian, langit Wakatobi dihiasi pelangi yang muncul di balik awan, seolah turut merayakan kedatangan pasangan ini.

“Saat tiba di Pulau Wangi-Wangi, kami disambut dengan pelangi yang muncul indah di langit. Di Pulau Binongko, masyarakat memberikan kabar gembira bahwa ada kelahiran bayi kembar saat kami datang. Kemudian, saat tiba di Pulau Tomia, lagi-lagi pelangi menghiasi langit. Ini semua adalah pertanda baik,”ujar Hugua dengan penuh keyakinan.

Menurut Hugua, fenomena alam ini bukanlah kebetulan semata, melainkan isyarat kemenangan bagi pasangan ASR-Hugua di pemilihan kali ini. Ia menambahkan bahwa sambutan masyarakat yang luar biasa hangat menunjukkan bahwa mereka masih sangat dicintai dan didukung oleh warga Wakatobi.

Di titik terakhir kampanye yang berlangsung di Hotel Wisata, Kelurahan Mandati 2, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, pasangan ASR-Hugua disambut secara istimewa. Mereka diarak menggunakan Kansoda’a, sebuah kendaraan tradisional yang biasanya digunakan untuk mengarak orang istimewa. Setibanya di lokasi, tarian tradisional menyambut keduanya, menciptakan suasana yang meriah dan penuh budaya.

Dalam orasi politiknya, Andi Sumangerukka (ASR) menegaskan komitmen mereka untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan sektor pariwisata di Wakatobi. “

“Kami bertekad melestarikan warisan budaya dan meningkatkan pariwisata Wakatobi. Selain itu, kami akan fokus pada kesejahteraan petani dan nelayan, karena merekalah tulang punggung perekonomian daerah ini,”tegas ASR, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

 




Pemkab Kolaka Utara Gelar Upacara dan Ziarah Nasional ke TMP Totallang

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memperingati Hari Pahlawan 2024 dengan menggelar upacara di Lapangan Aspirasi Lasusua, Minggu (10/11/2024). Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, pejabat daerah, pegawai, dan pelajar.

Upacara kali ini mengusung tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu” yang sarat akan pesan moral dan semangat kebangsaan. Tema “Teladani Pahlawanmu” mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan.

Sedangkan tema “Cintai Negerimu” menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan warga Indonesia harus memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Ketua sementara DPRD Kolaka Utara, Muhammad Syair bertindak menyampaikan pidato Menteri Sosial RI.

Dalam pidatonya, Syair mengajak seluruh peserta untuk terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Peringatan Hari Pahlawan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah panggilan bagi kita untuk menghidupkan kembali semangat para pahlawan dalam tindakan nyata untuk bangsa,” ujarnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Ziarah Nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Totallang Kolaka Utara sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Peletakan karangan bunga dan tabur bunga menjadi simbol penghormatan mendalam bagi jasa-jasa mereka.

Siarah di Taman Makam Pahlawan Totallang
Siarah di Taman Makam Pahlawan Totallang

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan ini adalah momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Hari Pahlawan adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa perjuangan tidak pernah berhenti. Jika dulu mereka berjuang untuk kemerdekaan, kini kita berjuang untuk membangun dan menjaga negeri ini agar lebih baik,” ujar Syahlan.

Syahlan menambahkan bahwa pemerintah berharap seluruh masyarakat Kolaka Utara, khususnya generasi muda, dapat memaknai Hari Pahlawan dengan semangat cinta tanah air.

“Semangat kepahlawanan harus tumbuh di hati setiap generasi, karena kemajuan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kecintaan dan kontribusi nyata dari seluruh rakyatnya,” tandasnya.




BPK RI Akan Audit Khusus Pabrik Jagung Rp 14,1 Miliar dan Kebun 150 Hektar di Desa Bea

MUNA, Sultranet.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berencana melakukan audit khusus terhadap pabrik jagung senilai Rp 14,1 miliar dan kebun jagung 150 hektar senilai Rp 1,9 miliar di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan Aliansi Pemuda Anti Korupsi tertanggal 23 September 2024. Audit akan dilakukan awal tahun 2025.

Menurut informasi tertulis yang diterima oleh Hasidi, Koordinator Aliansi Pemuda Anti Korupsi, dari Kepala BPK RI melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Internasional, Teguh Widodo, audit akan menyoroti dugaan korupsi dalam pembangunan pabrik dan sejumlah izin yang terkait, termasuk legalitas tanah, akta hibah, izin lingkungan (AMDAL), dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Selain itu, pemeriksaan juga mencakup arus penjualan jagung, kontribusi pabrik pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang mengelola pabrik tersebut.

Aliansi Pemuda Anti Korupsi menyoroti dugaan pelanggaran dalam pembangunan pabrik dan kebun jagung yang dinilai sarat kecurigaan.

Sejak awal pembangunan, menurut Hasidi, muncul kejanggalan terkait janji pabrik jagung akan menyediakan ribuan lapangan pekerjaan dan memberikan PAD sebesar Rp 4 miliar per tahun, namun hingga kini manfaat tersebut belum terwujud.

Aliansi ini juga mengklaim bahwa tanah untuk pabrik tersebut seharusnya hibah dari masyarakat, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tanah masih menjadi milik masyarakat setempat.

Hasidi menyampaikan bahwa proses pembangunan pabrik diduga dikendalikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Muna tanpa melibatkan pegawai lainnya, yang menyebabkan pengelolaan pabrik berjalan sendiri tanpa dasar hukum yang kuat. Minggu (10/11/2024)

Ia juga menyebutkan bahwa operasional pabrik diduga menggunakan anggaran pembukaan lahan 150 hektar, senilai Rp 1,9 miliar, yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

Laporan Aliansi Pemuda Anti Korupsi ini telah disampaikan ke Kejaksaan Negeri Muna, tetapi menurut Hasidi, tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pihak kejaksaan.

Aliansi tersebut juga melaporkan kasus ini ke Komisi Kejaksaan RI, Jamwas, Jampidsus, KPK RI, serta BPK RI Pusat.

Menanggapi klaim legalitas dan kerja sama pabrik dengan PT DNA, Hasidi menganggap pernyataan dari Kepala Dinas Pertanian tidak konsisten dan sering berubah-ubah.

“Kami menduga, kerja sama dengan PT DNA tidak benar-benar ada dan hanya digunakan untuk mengelabui masyarakat,” tegasnya

Bukti lain yang menurut Hasidi memperkuat dugaan ini adalah fakta bahwa sertifikat tanah pabrik baru diurus setelah pabrik dibangun, sementara pabrik sendiri sudah berdiri sejak tahun 2022 tanpa memenuhi syarat administratif, seperti IMB dan AMDAL.

Pada tanggal 26 Maret, Pemda Muna sempat melakukan peluncuran ulang pabrik jagung dengan mengklaim adanya kerja sama dengan PT DNA. Namun, alih-alih PT DNA, pabrik tersebut diduga dikelola oleh pihak Kepala Dinas Pertanian sendiri, yang menyebabkan masyarakat yang mengirimkan hasil panen jagung mereka tidak menerima pembayaran.

Direktur PT DNA, Deal Novel, bahkan mengonfirmasi bahwa perusahaannya tidak pernah memiliki kerja sama resmi dengan Pemda Muna.

Aliansi Pemuda Anti Korupsi juga melayangkan surat kepada PLT Bupati Muna untuk meminta salinan dokumen akta hibah tanah dan perjanjian kerja sama dengan PT DNA, namun hingga kini belum ada tanggapan.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun anggaran 2022 dan 2023, pabrik jagung tersebut tidak tercantum dalam pemeriksaan BPK terkait pengelolaan aset daerah.

Hasidi berencana melaporkan kasus ini ke Presiden RI dan DPR RI untuk memastikan bahwa dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pabrik jagung ini ditangani dengan serius.

Ia berharap BPK RI dapat membongkar seluruh skandal terkait pengelolaan pabrik jagung yang tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan hanya menciptakan keresahan karena pengelolaan yang tidak transparan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Pihak Pemerintah Kabupaten Muna belum terkonfirmasi.

 




Ribuan Warga Tongkuno Siap Menangkan RahmaTnya Muna di Pilkada 2024

MUNA, Sultranet.com – Ribuan warga Kecamatan Tongkuno menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Muna, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, dalam kampanye tatap muka yang berlangsung di Sumpuo, Kamis (7/11/2024).

Pasangan yang dikenal dengan akronim “RahmaTnya Muna” ini disambut hangat dan antusias, terlihat dari pengalungan bunga dan kehadiran masyarakat sejak siang hari.

Kampanye tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat umum, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan perwakilan dari seluruh desa di Kecamatan Tongkuno.

Muhammad Takdir, tokoh masyarakat setempat sekaligus anggota DPRD Muna dari PKB, menyatakan bahwa masyarakat Sumpuo, termasuk Desa Lakologou dan Kontumolepe, telah sepakat memenangkan Rajiun-Purnama dalam Pilkada Muna 2024.

“Alhamdulillah, masyarakat Sumpuo siap mendukung dan memenangkan Rajiun-Purnama. Antusiasme mereka adalah bukti nyata kesiapan untuk kemenangan,” ujar Takdir.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan ini berakar dari program-program unggulan Rajiun-Purnama yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pajak bumi dan bangunan (PBB) gratis untuk lansia, seragam sekolah gratis, serta perhatian khusus bagi petani, peternak, dan nelayan.

Takdir juga mengungkapkan bahwa Rajiun-Purnama berkomitmen memperbaiki pelayanan publik di Kabupaten Muna, khususnya di RSUD Raha, yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat.

“Rajiun adalah pemimpin yang tegas dan disiplin. Dengan Rajiun-Purnama, insya Allah, Muna akan bangkit dan berkembang,” kata Takdir.

Dalam kampanye ini, hadir pula Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, yang juga anggota DPR RI Komisi IV. Jaelani menyatakan bahwa jika Rajiun-Purnama menang, ia akan memastikan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat Muna menjadi prioritas.

“Jika RahmaTnya Muna menang, saya akan berjuang untuk kemakmuran masyarakat Muna, terutama Sumpuo,” tegasnya.

Di hadapan warga Tongkuno, calon bupati Rajiun Tumada mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa yang ditunjukkan masyarakat setempat.

Ia optimistis pasangan RahmaTnya Muna dapat meraih kemenangan telak di Tongkuno pada Pilkada 2024.

“Saya yakin, di Tongkuno, Rajiun-Purnama akan menang 70 persen. Kami akan prioritaskan pembangunan jalan, baik akses dalam lorong maupun jalan menuju kebun,” ungkap Rajiun.

Ia menambahkan bahwa Muna membutuhkan pemimpin yang optimis, kreatif, tegas, dan disiplin untuk dapat bangkit dari masalah kemiskinan yang selama ini dihadapi.

“Muna saat ini berada di urutan keempat termiskin di Sulawesi Tenggara. Bersama Purnama Ramadhan, kami siap mengubah Muna menjadi lebih maju,” katanya.

Rajiun juga mengajak masyarakat Tongkuno untuk tetap solid dalam mendukung RahmaTnya Muna serta berkomitmen mengawal perubahan bagi kemajuan daerah.

“Mari bersama-sama kita bangun Muna agar lebih baik dan lebih sejahtera,” tutupnya.