Rajiun-Purnama Disambut Ribuan Warga Desa Lagasa: Solusi untuk Muna Lebih Baik

Muna, Sultranet.com – Ribuan warga Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, menyambut hangat kedatangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, pada Jumat malam (15/11/2024).

Suasana di desa yang berada di pinggiran Kota Raha itu dipenuhi dengan lantunan shalawat yang menggema sebagai bentuk penghormatan kepada pasangan berakronim Rahmatnya Muna tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Mereka yakin pasangan Rajiun-Purnama mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Muna. Hal ini didasarkan pada rekam jejak keduanya yang dinilai cemerlang dan penuh pengalaman, baik di pemerintahan maupun sektor lainnya.

Haridin, tokoh masyarakat Desa Lagasa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak jelas dan asal-usul yang baik. Ia menyebutkan bahwa Rajiun telah membuktikan kepemimpinannya saat menjabat sebagai Bupati Muna Barat.

“Pak Rajiun berhasil membawa perubahan besar dalam waktu singkat ketika memimpin Muna Barat. Itu bukti nyata kemampuannya,” ujar Haridin.

“Kami percaya Rajiun-Purnama adalah solusi terbaik untuk membawa Muna ke arah yang lebih baik. Kami telah berkomitmen untuk memenangkan pasangan ini pada 27 November nanti,” tegasnya.

Haridin juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam memilih pemimpin, mengutamakan pengalaman dan integritas. Menurutnya, Rajiun-Purnama memiliki dua hal tersebut sehingga layak untuk memimpin Muna.

Pasangan Rajiun-Purnama menawarkan kombinasi pengalaman yang mumpuni. La Ode Muhammad Rajiun Tumada dikenal sebagai pemimpin tegas dan merakyat. Sementara itu, Purnama Ramadhan memiliki latar belakang yang solid, pernah menjabat sebagai Komisioner KPU Muna pada 2023 dan Direktur Utama PDAM Muna pada 2005.

“Pengalaman itu penting, dan kami hadir untuk memberikan solusi nyata bagi Muna,” ujar Rajiun.

Dalam orasinya, Rajiun menyampaikan komitmennya untuk fokus pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Muna. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memilih pemimpin yang memberikan solusi, bukan sekadar janji.

“Percayakan pada saya. Jika terpilih, program pemerataan pembangunan akan berjalan dan dirasakan oleh semua masyarakat Muna,” katanya penuh semangat.

Rajiun juga menyisipkan pesan unik dalam kampanyenya, meminta masyarakat mengenali pasangan Rahmatnya Muna dari seragam yang mereka kenakan.

“Jangan lupa, tanggal 27 November nanti pilih pasangan yang mengenakan pakaian seperti Prabowo-Gibran saat mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Itulah kami, pasangan Rahmatnya Muna,” tandasnya sambil tersenyum.

Kehadiran pasangan Rahmatnya Muna di Desa Lagasa menjadi momentum kebangkitan semangat masyarakat untuk perubahan di Pilkada Muna 2024. Ribuan warga yang hadir memadati lokasi acara, menunjukkan dukungan mereka secara langsung.

Masyarakat berharap kepemimpinan Rajiun-Purnama dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi Kabupaten Muna, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dengan antusiasme yang tinggi, dukungan terhadap pasangan ini terus menguat di berbagai wilayah Muna.




TP-PKK Kolut Terlibat Aktif dalam Pemberian MBG untuk Siswa

Kolaka Utara, Sultranet.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kolaka Utara berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di daerah tersebut.

Program yang kembali digelar pada Jumat (15/11) ini bertujuan untuk memastikan anak-anak dari tingkat TK hingga SMA mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi stunting.

Program pemberian makan gratis ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu SDN Pitulua, SMAN Lasusua, dan SMKN Lasusua.

Makanan bergizi disiapkan dengan pengawasan dari ahli gizi dan bertujuan untuk memberikan asupan yang baik bagi para siswa agar dapat tumbuh sehat dan optimal dalam menjalani aktivitas belajar.

Pj. Ketua TP-PKK Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM, menyatakan dukungannya terhadap program MBG yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bekerja sama dengan dua perusahaan, PT Fatwa Bumi Sejahtera (FBS) dan PT Kolaka Resource Industrial Park (KRIP).

“Sebagai TP-PKK, kami sangat berkomitmen mendukung program ini karena sangat penting untuk kesehatan anak-anak kita. Makanan bergizi adalah fondasi yang kuat bagi masa depan mereka. Kami berharap program ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak,” ujar Ny. Nurhayati.

Ny. Nurhayati juga menambahkan bahwa TP-PKK Kolaka Utara terus berupaya memperkuat peran serta masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan keluarga dan anak-anak.

“Kami berharap program ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan Kolaka Utara yang lebih baik, di mana anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.

Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan swasta dalam pelaksanaan program ini.

“Program MBG ini merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pemerintah pusat untuk mengurangi angka stunting. Kami sangat berterima kasih kepada PT FBS dan KRIP yang telah turut berkontribusi dalam penyelenggaraan program ini,” kata Yusmin.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, TP-PKK, dan perusahaan untuk mewujudkan kesejahteraan anak-anak di Kolaka Utara.

“Ini adalah bagian dari sinergi antara pemerintah dan swasta dalam memperbaiki kualitas gizi generasi muda. Semoga ke depan semakin banyak perusahaan yang terinspirasi untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Anggota DPR RI, Bahtra Banong, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG ini.

“Program makan bergizi gratis adalah langkah strategis untuk menciptakan generasi yang sehat dan unggul. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Bahtra.

Bahtra juga menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat.

“Negara kita kaya raya, tetapi masih banyak anak-anak yang terkena stunting dan kekurangan gizi. Program ini adalah upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut dan memastikan generasi muda kita tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.

Bahtra juga mengajak semua pihak untuk mendukung program pemerintah dengan semangat gotong-royong.

“Program ini adalah contoh nyata bagaimana kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, termasuk sektor swasta, dapat memberikan dampak positif. Kolaka Utara sudah memulainya, dan kami berharap program ini bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Di akhir acara, Pj. Bupati Kolaka Utara memberikan cinderamata kepada Bahtra Banong sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya.

Bahtra menutup dengan harapan bahwa program ini bisa menjadi contoh nasional.

“Kolaka Utara telah menunjukkan langkah besar. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh Indonesia untuk memperjuangkan kesehatan dan pendidikan anak-anak kita,” tutup Bahtra.

Dengan adanya program MBG ini, diharapkan dapat mendorong tercapainya generasi yang lebih sehat dan cerdas di Kolaka Utara, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan mengatasi masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia.

 

Sumber: Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut




Tim Milenial Berani Bersuara Ajak Generasi Muda Berkarya dan Berani Suarakan Pendapat

Bombana, Sultranet.com – Tim Milenial Berani Bersuara sukses menggelar kegiatan Milenial Gathering di Ex Aral MTQ, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, pada Kamis malam (14/11).

Acara ini dihadiri oleh ratusan generasi muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana. Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga dirancang untuk memupuk semangat kreativitas dan keberanian generasi milenial dalam menyuarakan pendapat dan berkarya.

Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Ir. Burhanuddin, M.Si, sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, Burhanuddin memberikan motivasi kepada peserta untuk mengambil peran aktif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Pemuda adalah pemilik masa kini dan masa depan. Kami berkomitmen untuk menjadikan anak muda sebagai generasi emas pada tahun 2045. Semua yang hadir malam ini, Insya Allah, akan menjadi bagian dari generasi tersebut,” ujar Burhanuddin

Selain mendengarkan pemaparan dari calon bupati bombana nomor urut satu itu, para peserta juga dihibur oleh penampilan grup band lokal, Zaka Entertaiment, yang menambah semarak suasana malam itu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Milenial Berani Bersuara dengan tujuan memperkuat peran kaum muda sebagai agen perubahan di masyarakat.

Ketua Panitia, Abdul Rahmat, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk menggugah semangat generasi muda untuk lebih percaya diri dan berani mengemukakan pendapat.

“Tujuan kami menyelenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan semangat berkarya dan keberanian generasi muda dalam menyuarakan pendapat. Kami sebagai kaum milenial adalah agen perubahan dan penentu citra masa depan,” ujar Abdul Rahmat.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Tim Milenial Berani Bersuara berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi dan memotivasi pemuda di Bombana untuk lebih berani tampil dan berpartisipasi dalam pembangunan.




DPRD Bombana Sidak RSUD Tanduale, Warning Segera Pulihkan Pelayanan

Bombana, sultranet.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Jumat (15/11/2024).

Sudah tersebut menyusul laporan terganggunya layanan kesehatan akibat aksi mogok tenaga medis.

Dalam sidak ini, DPRD menemukan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup total, sementara beberapa poli, termasuk Poli Jantung, Bedah, dan Mata, juga tidak beroperasi.

Aksi mogok terjadi karena insentif dan gaji tenaga kesehatan (nakes) kontrak belum dibayarkan sejak Juni 2024.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, memberikan teguran keras kepada manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah agar segera menyelesaikan masalah ini demi pemulihan layanan kesehatan di RSUD Tanduale.

“Tidak boleh kita bermain-main dengan pelayanan di IGD ini karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah untuk memastikan pembayaran insentif nakes segera direalisasikan.

Sekretaris RSUD Tanduale, Apt. Muh. Alwi, S.Si., MM., menjelaskan bahwa tertundanya pembayaran insentif nakes ini disebabkan oleh perubahan anggaran yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Pembayaran gaji tenaga kontrak di RSUD Tanduale dari Juni hingga November 2024 masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), dan SK APBD-P dari Provinsi baru diterima pada 29 Oktober,” terangnya.

Pihak RSUD dan Badan Keuangan Daerah saat ini bekerja sama untuk mempercepat pembayaran, yang diharapkan terlaksana dalam satu hingga dua hari ke depan.

Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, juga menegaskan pentingnya pemulihan layanan di RSUD Tanduale agar masyarakat tidak lagi terlantar.

“Pelayanan di RSUD Bombana harus segera dipulihkan, apapun caranya. Hak nakes yang tertunda hingga enam bulan ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, kami akan meminta semua pihak terkait untuk memberikan penjelasan tentang masalah ini,” tegas Yudi.

Dukungan juga disampaikan oleh anggota DPRD Bombana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andi Muhammad Khaekal Atikurahman, yang menilai situasi ini sangat serius dan meminta semua pihak segera bergerak cepat menyelesaikannya.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita sedang mempertaruhkan nyawa pasien dan kondisi darurat di RSUD Tanduale. Saya harap semua pihak bergerak cepat agar pelayanan bisa pulih,” kata Khaekal.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengawasan Daerah (LKPD) Sulawesi Tenggara, Muh. Arham, yang turut hadir dalam sidak, mengapresiasi langkah DPRD Bombana yang cepat tanggap dalam merespons masalah ini.

“Masalah kemanusiaan ini sangat miris. IGD mempertaruhkan nyawa manusia, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Di tengah inspeksi, Ketua DPRD Bombana Iskandar menerima laporan dari Puskesmas Kabaena mengenai adanya pasien kritis yang akan dirujuk ke RSUD Tanduale.

“Ini darurat. Kita harus segera menuntaskan masalah ini agar pasien mendapatkan layanan medis sesegera mungkin,” tandasnya.

DPRD Bombana berharap, dengan adanya koordinasi antara RSUD Tanduale dan Badan Keuangan Daerah, pelayanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih sehingga masyarakat kembali mendapat akses layanan kesehatan yang layak.




IGD RS Tanduale Tutup, Nakes Mogok, Keluarga Korban Kecelakaan Keliling Teriak Minta Tolong

Bombana, sultranet.com – Keluarga seorang pasien korban kecelakaan terpaksa berteriak minta tolong sambil berkeliling di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Sulawesi Tenggara, setelah mendapati layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup.

Layanan medis lumpuh akibat aksi mogok sejumlah tenaga medis, termasuk perawat dan dokter, yang menuntut pembayaran gaji yang sudah lima bulan belum diterima. Jumat (15/11/2024)

Rahman, seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mengisahkan kepanikan keluarga korban yang kebingungan mencari bantuan. “Saya melihat keluarga pasien berteriak keliling rumah sakit, meminta tolong. Mereka panik karena tidak ada perawat atau dokter yang melayani,” ujar Rahman.

Menurutnya, IGD RSUD Tanduale yang semestinya menjadi pusat pertolongan pertama justru kosong dari tenaga medis, membuat keluarga pasien semakin putus asa.

Setelah berusaha mencari pertolongan tanpa hasil, keluarga akhirnya terpaksa membawa korban ke Puskesmas terdekat, meski jaraknya cukup jauh dan kondisi pasien masih kritis.

“Kasihan sekali, mereka harus mencari bantuan di tempat lain padahal rumah sakit ini yang paling lengkap di Bombana,” kata Rahman prihatin.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menciptakan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada RSUD Tanduale sebagai satu-satunya rumah sakit di daerah tersebut.

Aksi mogok tenaga medis ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap gaji yang sudah lima bulan tidak dibayarkan. Seorang perawat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa para tenaga medis sudah berusaha bertahan, namun akhirnya merasa harus melakukan aksi ini agar tuntutan mereka diperhatikan.

“Kami bekerja siang malam, tapi hak kami tidak dibayar. Kami juga punya kebutuhan hidup,” ujarnya.

Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama jika terjadi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Rahman berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar layanan kesehatan di Bombana tidak semakin terganggu.

“Kami butuh rumah sakit yang berfungsi dengan baik. Kalau keadaan begini terus, akan semakin banyak korban terlantar tanpa pertolongan,” katanya penuh harap.

Masyarakat Bombana mendesak pemerintah daerah segera memenuhi hak tenaga medis agar layanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih dan berjalan normal kembali, demi kesehatan dan keselamatan warga.




Tata Pedagang Kaki Lima, BERANI Janji Jadikan Pasar Sentral Rumbia Bersih dan Nyaman

Bombana, Sultranet.com – Pada sesi tanya jawab debat kandidat Pilkada Bombana, pasangan calon nomor 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani, yang mengusung slogan BERANI, menegaskan komitmen mereka untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan menjaga keindahan Kota Rumbia. Rabu (13/11/2024)

Dalam pernyataannya merespon pertanyaan dan tanggapan Calon Nomor urut 2, Burhanuddin menekankan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan paru-paru kota dan tempat masyarakat bersantai serta berkreasi. Menurutnya, mengubah fungsi RTH menjadi pasar akan merusak kenyamanan kota dan kesehatan masyarakat.

Burhanuddin, calon Bupati Bombana, mengkritik tajam rencana lawannya, pasangan calon nomor 2 Andi Nirwana Sebbu dan Heryanto, yang berjanji akan mengembalikan pasar sore ke area RTH jika terpilih.

Heryanto beralasan bahwa keputusan memindahkan PKL dari RTH ke pasar sentral telah berdampak pada mata pencaharian para pedagang yang kesulitan membayar utang dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Heryanto berjanji, jika terpilih, dalam 100 hari pertama, mereka akan mengizinkan kembali aktivitas berjualan di RTH sebagai solusi bagi masyarakat kecil.

Merespons hal tersebut, Burhanuddin menegaskan bahwa RTH tidak cocok untuk dijadikan pasar.

“RTH itu adalah ruang untuk masyarakat bersantai dan berekreasi. Pasar, yang identik ada sampah, tidak seharusnya berada di tempat yang dirancang untuk kesehatan dan kenyamanan kota,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyebut bahwa pemindahan PKL ke pasar sentral merupakan langkah strategis yang solutif dengan menyediakan tempat lebih aman dan layak bagi para pedagang dan pembeli.

Selain itu, Burhanuddin menyampaikan pandangan bahwa seorang pemimpin harus mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya satu kelompok.

“Kita ini tidak memperjuangkan satu kelompok, tapi memperjuangkan seluruh masyarakat Bombana. Jika kebijakan kita salah, yang dirugikan adalah nama baik Kabupaten Bombana,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa di RTH Bombana telah diatur penataan ruang yang jelas dan melarang aktivitas pasar di area tersebut dan harusnya ditaati oleh semua pihak terlebih lagi Pemerintah daerah yang tidak boleh memberi contoh buruk kepada masyarakatnya.

Sebagai solusi, Burhanuddin mengklaim bakal menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi para pedagang yang berjualan di pasar sentral, sehingga mereka tetap bisa berjualan di tempat yang bersih dan nyaman tanpa mengganggu tata ruang kota.

Ia juga mengkritik rencana pengembalian pasar sore di RTH sebagai tindakan yang menunjukkan “kedangkalan berpikir” dalam penataan kota.

“Saya pastikan bahwa di manapun yang namanya kota, tidak pernah ada RTH lalu di situ ada pasar. Jika di situ ada pasar ikan, pasar sayur. Ini namanya sembrono,” tandasnya.




Mahasiswa HM-TRKI Politeknik Bombana Gelar Diseminasi Program ORMAWA

BOMBANA, sultranet.com – Kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri (HM-TRKI) Politeknik Bombana yang tergabung dalam Tim Program ORMAWA Membangun Negeri (POMN) menggelar kegiatan diseminasi hasil program di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, pada Selasa, 12 November 2024.

Kegiatan yang bertujuan memperkenalkan hasil pengembangan produk turunan dari pohon aren ini merupakan tahap akhir dari program yang telah berlangsung sejak Agustus 2024.

Mengusung tema “Pengembangan Keragaman Potensi Hasil Arenga Pinnata sebagai Sentra Industri Kecil Menengah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Poea,” tim mahasiswa didampingi dosen pembimbing, Asrianti, S.T., M.T., melakukan berbagai tahapan selama program, termasuk sosialisasi dan pelatihan, pendampingan kelompok, pemberian alat pengolahan aren, hingga evaluasi.

Dalam sambutannya, Sahirul, S.P., M.Ap., Lurah Poea yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi upaya mahasiswa dalam membantu masyarakat setempat memanfaatkan hasil pohon aren. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Bombana, Rizal, S.Km., para kelompok tani binaan, serta warga Poea yang antusias mengikuti diseminasi hasil program.

Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan aren seperti gula aren cetak, gula cair, gula semut, manisan kolang-kaling, serta produk kreatif sapu dari lidi.

Inovasi dari mahasiswa juga mencakup pembuatan alat pengupas buah aren, yang mempercepat proses pengolahan kolang-kaling, sebuah produk pangan fungsional dengan nilai ekonomi tinggi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Mahasiswa Polina saat memperagakan penggunaan alat pengupas biji kolang kaling
Mahasiswa Polina saat memperagakan penggunaan alat pengupas kolang kaling

Asrianti, dosen pembimbing kegiatan, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program yang dijalankan. “Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga bulan ini telah memberi dampak positif bagi masyarakat. Kami belajar dari mereka mengenai pengolahan aren, sementara mahasiswa berkontribusi dengan inovasi produk yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi,” ujar Asrianti.

Pada kesempatan ini, turut hadir pula akademisi dari Universitas Halu Oleo (UHO) di antaranya Prof. Dr. Alida Palilati, S.E., M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Dr. Salma Saleh, M.Si., dosen Manajemen UHO. Kedua akademisi UHO tersebut mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam pengembangan produk lokal serta memberikan masukan terkait uji mutu dan perizinan edar produk, guna mendorong terciptanya kewirausahaan yang berkelanjutan di Kabupaten Bombana.

Hal ini dinilai dapat membuka peluang kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan produk-produk lokal di Sulawesi Tenggara.

Selain memaparkan hasil program, mahasiswa juga melakukan simulasi pengolahan kolang-kaling yang disambut positif oleh warga setempat. Program ini diharapkan terus berkembang melalui evaluasi keberlanjutan yang akan dilaksanakan dua bulan pasca-program untuk memastikan masyarakat tetap melanjutkan usaha pengolahan aren sebagai sumber ekonomi baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Politeknik Bombana berhasil memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi kreatif di Kelurahan Poea, sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum dioptimalkan.




Dukungan Kokoh, 60 Persen Warga Muna Timur Jagokan Rajiun-Purnama di Pilkada

MUNA, Sultranet.com – Sebanyak 60 persen warga di Muna Timur, yang dijuluki Bumi Sowite, menyatakan komitmennya untuk mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2, La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna 2024. Dukungan solid ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Kecamatan Pasir Putih, La Pini bin La Kontau, pada Rabu (13/11/2024) di Desa Kogholifano, Muna, Sulawesi Tenggara.

La Pini mengatakan bahwa keluarga besar pendukung RAHMATnya Muna di wilayah Muna Timur sangat optimistis dengan kepemimpinan Rajiun-Purnama. Menurutnya, pengalaman Rajiun Tumada sebagai mantan Bupati Muna Barat menjadi alasan utama warga memilih pasangan ini untuk memimpin Kabupaten Muna.

“Dari Kecamatan Pasikolaga, Pasir Putih, hingga Kecamatan Maligano, sekitar 60 persen warga mendukung Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan. Kami terus berjuang keras agar bisa mencapai kemenangan di atas 70 persen demi mengalahkan calon lain,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa basis keluarga besar RAHMATnya Muna di Muna Timur tetap solid tanpa perpecahan. La Pini yakin suara untuk paslon nomor 2 akan mendominasi perolehan suara di wilayah itu.

“Tidak ada yang berpaling mendukung calon lain. Insya Allah, nomor 2 akan menang di Muna Timur. Target kami 70 persen agar La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan bisa ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2025-2030,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Media Center RAHMATnya Muna, Anton Laeti, membenarkan pernyataan La Pini dan menyebutkan bahwa dukungan dari warga Muna Timur untuk paslon Rajiun-Purnama sudah mencapai sekitar 60 persen berdasarkan data internal.

“Apa yang disampaikan Pak La Pini benar. Keluarga besar di Muna Timur sangat bekerja keras. Berdasarkan data kami, sekitar 60 persen warga di sana siap memilih paslon nomor 2 pada hari pemilihan nanti,” ujar Anton.

Soliditas dan antusiasme warga di Muna Timur diharapkan menjadi kekuatan besar untuk pasangan Rajiun-Purnama dalam meraih kemenangan di Pilkada Muna 2024.




Fenomena Alam Sambut ASR-Hugua di Wakatobi, Pertanda Kemenangan Semakin Dekat?

Wakatobi, Sultranet.com –  Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, ASR-Hugua, di Kabupaten Wakatobi berlangsung penuh semangat. Menariknya, sejumlah fenomena alam terjadi selama rangkaian kampanye, yang diyakini sebagai pertanda kemenangan bagi pasangan ini.

Hugua, calon Wakil Gubernur, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di berbagai titik di kepulauan Wakatobi disambut dengan tanda-tanda alam yang unik. Di Desa Waetuno, saat mereka tiba untuk memulai kampanye, gerimis turun, tetapi masyarakat tetap bertahan menyambut dengan antusias. Tak lama kemudian, langit Wakatobi dihiasi pelangi yang muncul di balik awan, seolah turut merayakan kedatangan pasangan ini.

“Saat tiba di Pulau Wangi-Wangi, kami disambut dengan pelangi yang muncul indah di langit. Di Pulau Binongko, masyarakat memberikan kabar gembira bahwa ada kelahiran bayi kembar saat kami datang. Kemudian, saat tiba di Pulau Tomia, lagi-lagi pelangi menghiasi langit. Ini semua adalah pertanda baik,”ujar Hugua dengan penuh keyakinan.

Menurut Hugua, fenomena alam ini bukanlah kebetulan semata, melainkan isyarat kemenangan bagi pasangan ASR-Hugua di pemilihan kali ini. Ia menambahkan bahwa sambutan masyarakat yang luar biasa hangat menunjukkan bahwa mereka masih sangat dicintai dan didukung oleh warga Wakatobi.

Di titik terakhir kampanye yang berlangsung di Hotel Wisata, Kelurahan Mandati 2, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, pasangan ASR-Hugua disambut secara istimewa. Mereka diarak menggunakan Kansoda’a, sebuah kendaraan tradisional yang biasanya digunakan untuk mengarak orang istimewa. Setibanya di lokasi, tarian tradisional menyambut keduanya, menciptakan suasana yang meriah dan penuh budaya.

Dalam orasi politiknya, Andi Sumangerukka (ASR) menegaskan komitmen mereka untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan sektor pariwisata di Wakatobi. “

“Kami bertekad melestarikan warisan budaya dan meningkatkan pariwisata Wakatobi. Selain itu, kami akan fokus pada kesejahteraan petani dan nelayan, karena merekalah tulang punggung perekonomian daerah ini,”tegas ASR, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

 




Pemkab Kolaka Utara Gelar Upacara dan Ziarah Nasional ke TMP Totallang

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memperingati Hari Pahlawan 2024 dengan menggelar upacara di Lapangan Aspirasi Lasusua, Minggu (10/11/2024). Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, pejabat daerah, pegawai, dan pelajar.

Upacara kali ini mengusung tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu” yang sarat akan pesan moral dan semangat kebangsaan. Tema “Teladani Pahlawanmu” mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan.

Sedangkan tema “Cintai Negerimu” menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan warga Indonesia harus memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Ketua sementara DPRD Kolaka Utara, Muhammad Syair bertindak menyampaikan pidato Menteri Sosial RI.

Dalam pidatonya, Syair mengajak seluruh peserta untuk terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Peringatan Hari Pahlawan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah panggilan bagi kita untuk menghidupkan kembali semangat para pahlawan dalam tindakan nyata untuk bangsa,” ujarnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Ziarah Nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Totallang Kolaka Utara sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Peletakan karangan bunga dan tabur bunga menjadi simbol penghormatan mendalam bagi jasa-jasa mereka.

Siarah di Taman Makam Pahlawan Totallang
Siarah di Taman Makam Pahlawan Totallang

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan ini adalah momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Hari Pahlawan adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa perjuangan tidak pernah berhenti. Jika dulu mereka berjuang untuk kemerdekaan, kini kita berjuang untuk membangun dan menjaga negeri ini agar lebih baik,” ujar Syahlan.

Syahlan menambahkan bahwa pemerintah berharap seluruh masyarakat Kolaka Utara, khususnya generasi muda, dapat memaknai Hari Pahlawan dengan semangat cinta tanah air.

“Semangat kepahlawanan harus tumbuh di hati setiap generasi, karena kemajuan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kecintaan dan kontribusi nyata dari seluruh rakyatnya,” tandasnya.