Upaya Pencegahan Stunting, TP-PKK Kolaka Utara Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pendewasaan Usia Perkawinan di Kecamatan Wawo

Kolaka Utara, sultranet.com – TP-PKK Kolaka Utara mengadakan sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan di Kecamatan Wawo, bertempat di SMKN Wawo, Senin (14/10/2024).

Kegiatan ini melibatkan siswa dari tiga sekolah, yakni MA Rante Angin, MAS Usma Lambai, dan SMA Wawo, dengan total peserta sebanyak 150 siswa.

Pj. Ketua TP. PKK Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., yang membuka acara ini, menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja untuk mencegah stunting di masa depan.

“Masa remaja adalah masa kritis. Sosialisasi ini diharapkan membantu kalian memahami pentingnya kesehatan reproduksi dan usia ideal pernikahan, demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Hj. Nurhayati juga berpesan kepada siswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan serius, mengikuti kegiatan dengan seksama, dan menjadikan materi ini sebagai bekal untuk menjaga diri.

“Kalian adalah generasi penerus, jadilah pribadi yang selalu mendengarkan arahan orang tua dan guru, serta fokus pada cita-cita kalian,” tambahnya.

Ketua Bidang 1 TP. PKK Kolaka Utara, Ny. Suriana Taupiq, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting di Kolaka Utara.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa bisa menyebarkan informasi ini kepada teman-temannya, sehingga pemahaman terkait kesehatan reproduksi bisa meluas,” ungkapnya.

Ketua Bidang 1 TP. PKK Kolaka Utara, Ny. Suriana Taupiq, S.Pd., MM saat memberikan reward kepada salah satu siswa
Ketua Bidang 1 TP. PKK Kolaka Utara, Ny. Suriana Taupiq, S.Pd., MM saat memberikan reward kepada salah satu siswa

Materi inti disampaikan oleh dr. Syarif, Sp.OG., M.Kes., yang menjelaskan dampak usia perkawinan terhadap kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai risiko kesehatan jika menikah di usia yang terlalu muda.

Sebelum sosialisasi di Wawo, pengurus TP. PKK Kolaka Utara terlebih dahulu menghadiri Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Kolaka Utara, yang diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Bersama untuk berkomitmen menurunkan angka stunting di Kolaka Utara hingga mencapai zero stunting.

Suasana sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan
Suasana sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan

Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara sosialisasi ini, beberapa siswa yang aktif memberikan ulasan dan pertanyaan sesuai dengan materi sosialisasi juga mendapatkan reward dari panitia.

Ini diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan serupa di masa mendatang.

Acara di Wawo turut dihadiri oleh Camat Wawo, TP. PKK Kecamatan Wawo, kepala sekolah, serta guru-guru dari ketiga sekolah tersebut.

 

 

Sumber: Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu




Pemkab Kolaka Utara Targetkan Penurunan Stunting hingga Nol Persen

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan Rembuk Stunting 2024 di Lasusua, Senin (14/10).

Kegiatan itu merupakan upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Bumi Patowanua dengan target Nol Persen kasus stunting sesuai dengan visi Indonesia emas bebas stunting 2045.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., dan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah, serta PJ Ketua TP PKK Kolaka Utara.

Dalam sambutannya, Yusmin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting.

“Penurunan stunting bukan tanggung jawab satu pihak saja. Semua unsur, mulai dari OPD, Forkopimda, hingga pemerintah desa, harus berkomitmen untuk bersama-sama menurunkan angka stunting,” ujar Yusmin.

Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan
Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan

Yusmin menjelaskan bahwa stunting merupakan tantangan serius bagi Kolaka Utara.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, angka prevalensi stunting di kabupaten tersebut mencapai 31,8%, meningkat 7% dari tahun sebelumnya yang berada di angka 24,8%.

Namun, optimisme meningkat dengan penurunan angka stunting berdasarkan data sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Pada Juli 2024, angka stunting menurun menjadi 3,81%, dibandingkan dengan 5,56% pada 2023.

“Pemerintah daerah terus mendorong percepatan penurunan stunting dengan dukungan penuh dari Forkopimda. Ini penting untuk memastikan program penurunan stunting berjalan dari tingkat kabupaten hingga desa,” lanjut Yusmin.

Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan
Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan

Pada Juni 2024, sebanyak 10.041 balita di Kolaka Utara telah mengikuti Posyandu, dan hasilnya menunjukkan 357 balita teridentifikasi mengalami stunting.

Program pemberian makanan bergizi secara gratis kepada balita menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.

Yusmin menyebut bahwa ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh anak di Kolaka Utara mendapatkan asupan gizi yang memadai.

“Kolaka Utara memiliki kekayaan sumber daya alam, baik dari sektor perikanan, pertanian, maupun perkebunan. Tidak ada alasan bagi kita untuk gagal menurunkan stunting,” tegasnya.

Yusmin juga menegaskan bahwa dirinya akan mengawasi langsung program-program penurunan stunting.

Ia menargetkan angka stunting di Kolaka Utara bisa turun hingga nol persen pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

“APBD 2025 harus difokuskan pada penurunan stunting. Kita tidak perlu terlalu banyak program yang tidak relevan, mari kita fokus pada hal yang benar-benar penting,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran, meminta setiap alokasi digunakan untuk program yang berdampak langsung pada penurunan stunting.

“Tidak perlu perjalanan dinas yang tidak berkaitan dengan penurunan stunting. Setiap anggaran harus berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” tutup Yusmin.

Sekretaris Daerah Kolaka Utara, Dr. Taupik S., menambahkan bahwa berbagai program strategis akan dilakukan untuk mendukung penurunan stunting.

Salah satunya adalah pelaksanaan Bulan Pembangunan Balita pada Februari dan Juli, serta penguatan peran camat dalam mendukung intervensi stunting.

“OPD harus memastikan program-program yang berdampak langsung pada masyarakat dan dapat diukur hasilnya,” tandasnya.

 

Sumber: Diskominfo Kolut




Burhanuddin Dianggap Peduli Petani, Yusran B. Akbar Ajak Warga Berikan Dukungan

Bombana, Sultranet.com – Pada kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana Nomor Urut 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani (berani), yang berlangsung di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sabtu (12/10/2024), tokoh masyarakat Yusran B. Akbar menyatakan dukungannya kepada calon Bupati Burhanuddin.

Yusran menegaskan bahwa dari calon ada, hanya Burhanuddin yang benar-benar peduli terhadap nasib petani, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, kepedulian itu telah ditunjukkan saat Burhanuddin menjabat sebagai Penjabat Bupati Bombana beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, Yusran menyampaikan pentingnya perhatian terhadap sektor pertanian yang masih menghadapi berbagai masalah, seperti harga hasil panen yang kerap anjlok dan minimnya akses terhadap teknologi pertanian modern.

Menurut Yusran, Burhanuddin telah menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan memiliki kebijakan yang berpihak kepada mereka.

“Suara petani adalah suara rakyat. Jika petani sejahtera, maka seluruh masyarakat akan merasakan dampaknya. Burhanuddin adalah pemimpin yang memahami dan memperjuangkan hal ini,” ujar Yusran di hadapan dua ribuan warga yang hadir.

Yusran juga menambahkan bahwa perhatian Burhanuddin terhadap sektor pertanian bukan sekadar janji politik. Menurutnya, calon bupati tersebut telah mengambil langkah-langkah konkret yang memberikan harapan bagi para petani di Bombana.

Di akhir orasinya, Yusran mengajak seluruh masyarakat Desa Toburi untuk memberikan dukungan penuh kepada Burhanuddin dalam Pilkada 2024.

Acara kampanye ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang berharap adanya perubahan nyata, khususnya dalam kebijakan pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di daerah mereka.




Calon Gubernur ASR Komitmen Tingkatkan Lapangan Kerja, Pendidikan, dan Kesehatan di Sultra

Bombana, sultranet.com – Calon Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara melalui peningkatan lapangan kerja, pendidikan, dan kesehan, Sabtu (12/10/2024).

Dalam kampanye di Bombana, ASR mengungkapkan alasan pencalonannya sebagai gubernur, yakni karena masih banyaknya permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat di 17 kabupaten/kota di Sultra.

“Saya melihat tiga masalah utama, yaitu lapangan pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Ini yang menjadi keluhan utama masyarakat, mulai dari petani hingga anak muda,” ujar Andi Sumangerukka dalam orasinya,

Menurutnya, banyak anak muda yang sulit mendapatkan pekerjaan karena kurangnya keterampilan dan ketatnya persaingan, menurutnya pemerintah perlu membangun dan mengaktifkan balai kerja.

“Anak-anak muda harus dilatih agar siap bekerja di berbagai sektor. Pelatihan ini membutuhkan anggaran yang harus disediakan oleh pemerintah,” lanjutnya.

Foto bersama Cagub Sultra Andi Sumangerukka (ASR)
Foto bersama Cagub Sultra Andi Sumangerukka (ASR)

Selain itu, ASR juga menyoroti masalah pendidikan, terutama bagi anak-anak petani dan nelayan yang sering kali putus sekolah karena faktor ekonomi.

“Kita akan memberikan asuransi senilai Rp.100 juta untuk petani dan nelayan, agar jika modal usaha mereka habis akibat faktor cuaca, mereka tetap bisa melanjutkan kehidupannya. Anak-anak mereka pun bisa terus sekolah,” jelas ASR.

ASR menambahkan bahwa peran ibu-ibu dalam memenangkan pilkada sangat penting.

“Kalau ibu-ibu sudah bergerak, pasti bapak-bapak juga ikut. Modal usaha untuk ibu-ibu harus kita prioritaskan, karena mereka yang lebih pintar mengelola keuangan keluarga,” ucapnya diselingi canda.

Dalam kampanye ini, Andi Sumangerukka optimistis bahwa soliditas antara partai koalisi, relawan, dan masyarakat akan mengantarkannya menuju kemenangan.

“Dengan soliditas ini, insya Allah, gerbang kemenangan sudah di depan mata. Mari kita bersatu dan bergandengan tangan untuk Sulawesi Tenggara yang lebih baik,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Wawan Idris, Ketua Partai Gerindra Bombana, juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum Prabowo Subianto.

“Saya di sini sebagai delegasi Pak Prabowo. Sesuai amanat, kami diminta untuk mengantarkan calon gubernur sampai ke penetapan calon terpilih,” ujarnya disambut tepuk tangan dari para hadirin.




Rajiun-Purnama Janjikan Pembangunan dan Kesejahteraan untuk Muna

Muna, sultranet.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode M Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, melakukan kampanye tatap muka di Lambu-lumba, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Jumat (11/10/2024).

Kehadiran pasangan calon ini disambut hangat oleh masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Ali Samiun, seorang tokoh masyarakat setempat, memberikan dukungan penuh kepada pasangan dengan akronim “RahmaTnya Muna” ini.

Ia mengenal baik sosok Rajiun sebagai pemimpin yang getol membangun, berdasarkan pengalamannya bersama di Muna Barat.

“Rajiun adalah pemimpin yang bijak, tegas, dan disiplin. Meski dengan anggaran terbatas, dia bisa membangun Muna Barat seperti sekarang ini. Saya yakin dengan tangan dinginnya, Rajiun-Purnama bisa memajukan Muna,” ujar Ali Samiun.

Dalam kampanyenya, La Ode M Rajiun Tumada menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai permasalahan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Batalaiworu.

Ia berjanji untuk memperbaiki jalan dan fasilitas lainnya yang menjadi kebutuhan utama warga.

Rajiun juga mengungkapkan beberapa program unggulan yang akan dijalankan, antara lain seragam gratis untuk siswa TK, SD, dan SMP, tambahan insentif sebesar Rp1 juta untuk dewan sara, RT, dan RW, serta penghapusan iuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lansia.

“Saya akan tinjau kenaikan PBB yang dibebankan kepada masyarakat, karena saya tidak ingin rakyat terbebani untuk membayar utang daerah,” ujarnya.

Dengan gaya kepemimpinannya yang tegas dan disiplin, Rajiun menyatakan bahwa ia siap membangun Muna secara total demi kepentingan masyarakat.

“Saya tidak sekadar bicara, tetapi juga membuktikan melalui tindakan nyata. Muna Barat menjadi contoh bagaimana sebuah wilayah bisa maju dengan pengelolaan yang bijaksana,” pungkasnya.

Pasangan Rajiun-Purnama menyatakan siap mengemban amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna, dengan janji untuk membawa perubahan positif demi kesejahteraan seluruh warga Muna.




Cagub Andi Sumangerukka Siap Perjuangkan Ekonomi Perempuan dan Pelayanan Kesehatan di Sultra

Bombana, sultranet.com – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI Purn. Andi Sumangerukka (ASR), menggelar pertemuan di Ruang Terbuka Hijau Eks MTQ, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Jumat (11/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, ASR menekankan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra melalui program di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan infrastruktur.

ASR juga memprioritaskan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan rencana penyediaan modal khusus bagi ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha. Ia mengatakan bahwa mayoritas ibu rumah tangga di Sultra menghadapi kesulitan mengakses modal usaha, sehingga hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya berkomitmen untuk memberikan dukungan agar ibu-ibu bisa berkontribusi lebih dalam perekonomian keluarga,” ujarnya.

Selain pemberdayaan ekonomi perempuan, ASR menyoroti layanan kesehatan yang menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan Sultra. Ia menerima banyak keluhan masyarakat yang sulit mendapatkan rujukan medis, hingga menyebabkan pasien meninggal di tengah perjalanan.

“Pelayanan kesehatan seharusnya menjadi hak setiap warga, bukan komoditas,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, ASR telah menyiapkan 27 unit ambulans gratis yang akan didistribusikan di 17 kabupaten/kota di Sultra. Langkah ini diharapkan bisa memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang memadai dan merata.

Dengan berbagai program ini, ASR berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sultra. Jika terpilih, ia berjanji untuk bekerja keras mewujudkan visi misi ini demi kesejahteraan bersama.




BP3MI Sultra Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Politeknik Bombana

Bombana, sultranet.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi tentang peluang kerja ke luar negeri dan prosedur penempatan tenaga kerja di Politeknik Bombana (Polina), Jumat (11/10/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat terkait kesempatan bekerja di luar negeri serta bagaimana prosedur legal untuk menjadi pekerja migran.

Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa bekerja di luar negeri menawarkan berbagai peluang, termasuk standar pengupahan yang lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri.

“Bekerja di luar negeri tentu lebih menjanjikan dari segi upah. Selain itu, ada transfer ilmu pengetahuan dan budaya kerja yang berbeda, terutama dalam hal kedisiplinan,” jelasnya.

La Ode Askar menambahkan, keberadaan pekerja migran memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui devisa yang mereka kirimkan ke tanah air.

“Devisa terbesar kedua bangsa ini berasal dari pekerja migran. Mereka membawa devisa yang menjadi penunjang perekonomian kita,” ujarnya.

Selain itu, La Ode Askar juga memaparkan lima mekanisme penempatan kerja ke luar negeri yang dapat diakses oleh masyarakat yaitu Pertama, Private to Private (P to P), di mana penempatan dilakukan melalui perusahaan swasta.

Kedua, Government to Government (G to G), yaitu penempatan pekerja melalui kerja sama antar pemerintah, seperti ke Jepang dan Korea Selatan, Arab Saudi dan Jerman

Mekanisme ketiga adalah Government to Private (G to P), yakni penempatan tenaga kerja yang dikoordinasikan oleh pemerintah Indonesia dengan perusahaan di luar negeri.

Selanjutnya Intern Corporate Transfership (ICT), yaitu perpindahan tenaga kerja dalam lingkup perusahaan multinasional yang memiliki cabang di luar negeri.

Mekanisme kelima adalah Pekerja Migran Perseorangan (Mandiri), di mana calon pekerja secara individu mengurus dan menempuh seluruh proses penempatan tanpa melalui perusahaan atau pemerintah.

“Namun, semua mekanisme ini harus mengikuti prosedur resmi agar terjamin legalitas dan pelindungan hukum bagi pekerja migran,” tegasnya.

Selain membahas mekanisme penempatan kerja, La Ode Askar juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan BP3MI dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja internasional.

“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara BP3MI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan seperti Politeknik Bombana. Dengan sinergi ini, kita bisa bersama-sama mempersiapkan calon pekerja migran yang lebih berkualitas, terutama dari segi kompetensi dan kemampuan bahasa sesuai negara penempatan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sinergi ini bisa mencakup pelatihan bahasa dan keterampilan teknis yang relevan, serta penyediaan tenaga pengajar di perguruan tinggi untuk mendukung persiapan calon pekerja migran.

“Jika mereka belum memiliki kompetensi bahasa atau keterampilan tertentu, tugas kami membantu lembaga pendidikan menyiapkan program pelatihan yang tepat, agar lulusan-lulusan kita bisa bersaing dan bekerja dengan aman di luar negeri,” jelasnya

La Ode Askar berharap, melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat Sulawesi Tenggara yang dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri dengan prosedur yang aman dan legal.

“Kami berharap informasi ini dapat tersebar luas sehingga masyarakat kita bisa memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri dengan prosedur yang benar dan aman,” tutupnya.

Mahasiswa Politeknik Bombana mendengarkan pemaparan materi dari Kepala BP3MI Sultra
Mahasiswa Politeknik Bombana mendengarkan pemaparan materi dari Kepala BP3MI Sultra

Sementara itu, Wakil Direktur I Politeknik Bombana, Muh. Nakkir, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh BP3MI Sulawesi Tenggara.

Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Politeknik Bombana dan masyarakat sekitar yang ingin mengetahui lebih banyak tentang peluang kerja di luar negeri serta prosedur legal yang harus ditempuh.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif BP3MI Sultra yang telah memberikan penjelasan lengkap tentang berbagai peluang kerja di luar negeri. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa kami untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan, apalagi dengan adanya penjelasan tentang mekanisme penempatan tenaga kerja yang resmi dan aman,” ujar Muh. Nakkir.

Kegiatan sosialisasi ini disambut positif oleh para peserta, terutama mahasiswa Politeknik Bombana yang antusias menanyakan berbagai hal terkait peluang kerja di luar negeri.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana bekerja di luar negeri secara aman dan legal,” ungkap salah satu peserta.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya BP3MI Sultra untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan tenaga kerja yang aman dan legal di luar negeri, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan pekerja migran yang berkualitas.

Kegiatan Sosialisasi BP3MI Sultra di Politeknik Bombana, turut didampingi Kawan PMI Sultra dan Kawan PMI Bombana. Kawan PMI adalah komunitas relawan yang peduli dan berkomitmen untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Tugas utama Kawan PMI adalah membantu BP3MI dalam upaya menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar mereka tidak terjebak dalam perdagangan orang dan tindak pidana penempatan secara nonprosedural serta pendampingan keluarga PMI bermasalah.




Ribuan Pelajar di Lasusua Terlibat Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Lasusua, sultranet.com – Ribuan pelajar dari SMA dan SMK di Kecamatan Lasusua bergotong royong membersihkan kawasan Masjid Agung dan jalan Bypass Lasusua pada Jumat (11/10).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd, MH, sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan di ibu kota Kolaka Utara.

Kepada awak media, Yusmin menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya persiapan menjelang penilaian Adipura, namun lebih kepada upaya membentuk kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Mau ada Adipura atau tidak, yang terpenting adalah bagaimana kita semua peduli dengan lingkungan,” ujarnya.

Pelibatan pelajar dalam kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk dari konsep Merdeka Belajar, yang mengedepankan metode pembelajaran di luar kelas.

PJ. Bupati Kolaka Utara, Yusmin,S.Pd.,MH (tengah)
PJ. Bupati Kolaka Utara, Yusmin,S.Pd.,MH (tengah)

Ribuan siswa dari SMA Negeri 1 Lasusua dan SMK Negeri 3 Kolaka Utara turut membersihkan lingkungan, baik di sekitar sekolah maupun di tempat-tempat umum.

“Setiap siswa memungut satu sampah saja, sudah ribuan sampah terkumpul. Ini bukan soal mencapai kebersihan sempurna, tapi tentang membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak dini,” tambah Yusmin.

Gerakan kebersihan ini rencananya akan menjadi agenda rutin, di mana setiap sekolah akan membantu membersihkan lingkungan secara bergilir seminggu sekali, bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjaga kebersihan kota.

Syahlan Launu, Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, menyatakan bahwa program ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini adalah bagian dari pembentukan karakter siswa, agar mereka memahami bagaimana menjaga dan turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya,” katanya.

 

Sumber: Diskominfo Kolut




Survei SMRC: RahmaTnya Muna Unggul dengan Elektabilitas Tertinggi

MUNA, Sultranet.com – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan (RahmaTnya Muna), memiliki elektabilitas tertinggi di antara lima pasangan calon lainnya dalam Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Survei yang dilakukan pada periode 29 September hingga 3 Oktober 2024 ini menunjukkan bahwa pasangan RahmaTnya Muna mendominasi dengan elektabilitas 48,3 persen, jauh mengungguli pesaingnya.

Hasil ini menempatkan pasangan Rajiun-Purnama sebagai kandidat terkuat dalam kontestasi Pilkada Muna.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui Program Manager, Saidiman Ahmad, membenarkan hasil survei tersebut.

Saat dihubungi melalui telepon, Saidiman menyatakan bahwa hasil survei ini telah dipublikasikan dan menunjukkan keunggulan Rajiun Tumada – Purnama Ramadhan.

“Pasangan Rajiun-Purnama memperoleh elektabilitas sebesar 48,3 persen, unggul jauh dibandingkan pasangan lain,” ujarnya Kamis, 10 Oktober 2024.

Sedangkan untuk Pasangan Calon Bachrun Labuta – La Ode Asrafil di posisi kedua dengan 19,4 persen, disusul La Ode Kardini – Noor Dhani dengan 11,5 persen, La Ode Husuna Ringa Jhon – Syarifuddin Udu dengan 3,1 persen, dan pasangan Abdul Rahman – Awal Jaya Bolombo dengan 1,5 persen.

Menurut Saidiman, faktor utama yang membuat Rajiun unggul adalah popularitas dan tingkat penerimaan yang tinggi di kalangan masyarakat Muna.

“Rajiun dikenal oleh 95 persen masyarakat, sementara Bachrun baru dikenal oleh 71 persen. Selain itu, tingkat penerimaan publik terhadap Rajiun mencapai 84 persen, menjadikannya kandidat yang paling disukai,” tambahnya.

Saidiman juga menyoroti keunggulan elektabilitas Purnama Ramadhan, meskipun popularitasnya belum setinggi calon lainnya.

“Elektabilitas wakilnya, Purnama, justru lebih unggul dari semua kandidat lainnya, mencapai 85 persen. Ini menunjukkan daya tarik pasangan RahmaTnya Muna di mata masyarakat.” tegasnya

Di sisi lain, Misra Sektim, Sekretaris Tim Pemenangan RahmaTnya Muna, menyampaikan apresiasi kepada para relawan atas kerja keras mereka.

Dia menegaskan bahwa hasil survei SMRC menjadi penyemangat untuk semakin memperkuat basis dukungan.

“Kami bersyukur atas hasil survei ini, dan saya berpesan kepada seluruh relawan untuk terus menjaga dan meningkatkan basis dukungan yang ada. Dengan semangat dan kerja keras, Insya Allah RahmaTnya Muna akan memenangkan Pilkada 2024,” ujar Misra.

Misra juga mengingatkan agar tim dan relawan memaksimalkan perjuangan dalam 50 hari terakhir menuju hari pemungutan suara.

“Kelalaian di 50 hari terakhir ini tidak bisa diperbaiki di 28 November nanti. Mari kita terus berjuang,” pungkasnya.

Penulis: Borju




Dua Tim TRKI Politeknik Bombana Lolos Pendanaan POMN 2024

Bombana, sultranet.com – Politeknik Bombana kembali menorehkan prestasi gemilang. Dua tim Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) berhasil lolos dalam pendanaan Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) 2024.

Proposal yang diajukan kedua tim tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui pemberdayaan sumber daya alam setempat.

Tim A, Mahasiswa Politeknik Bombana
Tim A, Mahasiswa Politeknik Bombana

Proposal pertama yang berjudul “Pengembangan Keragaman Potensi Hasil Arena Pinata Sebagai Sentra Industri Kecil Menengah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Poea” berfokus pada pengolahan aren menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Sedangkan proposal kedua, “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Nira Menjadi Gula Aren Bernilai Tinggi di Desa Tampa Bulu Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana,” bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan nira aren menjadi produk unggulan.

Program POMN merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di bidang kemahasiswaan.

Program ini mendukung pelaksanaan merdeka belajar kampus merdeka serta bertujuan memberdayakan organisasi kemahasiswaan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui proyek inovatif.

Asrianti, S.T., M.T., dosen pembimbing Tim A, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswanya.

“Alhamdulillah, mahasiswa kami berhasil mendapatkan pendanaan POMN. Saya salut dengan dedikasi mereka dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional ini,” ujarnya.

Fadliyah Al Maida, S.T., M.T., dosen pembimbing Tim B, juga mengungkapkan kebahagiaannya.

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada seluruh tim mahasiswa yang telah bekerja keras. Tidak mudah untuk bisa lolos, dan saya bangga bahwa dua proposal dari TRKI bisa mendapatkan pendanaan.”

Adapun nama-nama mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah:

Tim A:

1. Rista Aulia (Ketua Tim)

2. Risnawati

3. Tasya Audina M.

4. Puji Lestari Wibowo P.

5. Ikram Suryadi

6. Nur Apriani

7. Muh. Yusril TH

8. Riski

9. Muh. Alfajri Susantiadji

Tim B:

1. Deno (Ketua Tim)

2. Mulking

3. Miranda

4. Misna

5. Fitri

6. Ulfa

7. Irda

8. Idha Riskiyanti

9. Eka Mayang

10. Risnawati

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.