Pemkab Kolut Terima Bantuan 42.000 Buku dan Penghargaan untuk Perpustakaan Desa

Kolaka Utara, sultranet.com – Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara menggelar Peer Learning Meeting (PLM) tingkat kabupaten yang berlangsung di Perpustakaan Kolaka Utara, Lasusua, Selasa (8/10/2024)

Acara ini dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Muchlis Bachtiar, S.Pi., MP mewakili Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H.

Dalam acara tersebut, Pemkab Kolaka Utara menerima bantuan dari Perpustakaan Nasional RI berupa 42.000 buku bermutu, 42 rak buku, serta 5 paket perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bantuan tersebut diserahkan kepada 42 desa yang tersebar di Kolaka Utara.

Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi perpustakaan desa terbaik dan pengelola perpustakaan yang berprestasi.

Perpustakaan Desa Woitombo dinobatkan sebagai perpustakaan desa terbaik, disusul Perpustakaan Desa Lapolu di posisi kedua dan Perpustakaan Desa Tetebawo di posisi ketiga.

Seremoni Pembukaan kegiatan
Seremoni Pembukaan kegiatan

Sementara itu, penghargaan untuk pengelola perpustakaan desa terbaik diraih oleh PIC Perpustakaan Desa Lapolu sebagai terbaik pertama, diikuti oleh Desa Rantelimbong di posisi kedua dan Desa Meeto di posisi ketiga.

Terdapat pula penghargaan harapan, yaitu Desa Lambuno (Harapan 1), Desa Tetebawo (Harapan 2), dan Desa Mattirobulu (Harapan 3).

Plt. Kadis PMD Kolut, Rony Bambang, SP saat menyerahkan secara simbolis Bantuan ke Perpustakaan Desa
Plt. Kadis PMD Kolut, Rony Bambang, SP., M.Si saat menyerahkan secara simbolis Bantuan ke Perpustakaan Desa

Peer Learning Meeting adalah kelas berbagi tips trik peningkatan literasi, sharing pengalaman untuk para pengelola dan kades dalam pengembangan perpustakaan.

Penyerahan Bantuan ke Perpustakaan Desa
Penyerahan Bantuan ke Perpustakaan Desa

Program transformasi ini bertujuan untuk mendorong perpustakaan desa berperan aktif dalam edukasi masyarakat, mendukung upaya penurunan angka stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

“Kehadiran perpustakaan desa sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menyediakan akses literasi, tetapi juga mendukung program-program pembangunan desa, seperti pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif,” ujar Mukhlis Bakhtiar dalam sambutannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kolut, Hasrianda menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Sekretaris Dinas Pendidikan Kolut, Hasrianda menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa

Konsultan Perpustakaan Nasional, Dharmawan Chaeruddin, SE, yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya advokasi kepada pemerintah desa untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan desa.

“Kolaborasi antara pemerintah desa dan perpustakaan desa adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan program ini. Kami apresiasi langkah Pemkab Kolaka Utara dalam menggalakkan budaya literasi di desa-desa,” katanya.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolaka Utara, Suriana Taufiq, yang mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung perkembangan perpustakaan desa.

“Kami berterima kasih atas bantuan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” Singkat Suriana Taufiq.

Suriana Taufiq, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolut saat menyampaikan sambutannya
Suriana Taufiq, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolut saat menyampaikan sambutannya

Hadir pula dalam acara tersebut Kadis PMD, Kadis Dikbud, Kadis Kominfo, serta para kepala desa dan tamu undangan lainnya.

Melalui acara ini, diharapkan perpustakaan desa di Kolaka Utara semakin berperan aktif dalam membangun kesadaran literasi di masyarakat, sekaligus menjadi pusat informasi yang mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Sumber: Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara 




Pemkab Kolut Mulai Salurkan Makan Siang Gratis ke Ribuan Siswa

Kolaka Utara, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Pemkab Kolut) resmi menyalurkan pemberian makan siang gratis dan bergizi kepada ribuan siswa di tingkat PAUD, SD, dan SMP di daerah yang dikenal sebagai Bumi Patowonua itu, Selasa (8/10/2024).

Kegiatan pendistribusian makan siang gratis dan bergizi ini, merupakan kelanjutan dari peluncuran program ini pada 3 Oktober 2024 lalu.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta mendukung program nasional penurunan angka stunting.

Program ini bakal dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dilakukan dengan sistem piloting di 38 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kolaka Utara.

Total ada 2.025 siswa dari berbagai sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini, dengan 25 sekolah di antaranya merupakan sekolah PAUD/TK, 12 sekolah dasar (SD), dan 1 sekolah menengah pertama (SMP).

Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., mengatakan bahwa pemberian makan siang gratis ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta memastikan mereka mendapatkan gizi yang seimbang.

“Makan siang gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak kita. Asupan gizi yang baik sangat penting agar mereka bisa tumbuh sehat dan fokus dalam belajar,” jelasnya.

Program ini akan terus dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dan direncanakan berlangsung hingga minggu pertama bulan Desember 2024.

Secara total, program makan siang gratis ini akan dijalankan dalam 27 kali siklus selama periode tersebut.

Sejumlah sekolah seperti TK Al-Azhar di Kecamatan Wawo, SD Negeri 6 Kodeoha di Kecamatan Kodeoha, hingga SMP Negeri 13 Kolaka Utara di Kecamatan Lasusua terlibat dalam tahap awal program ini.

Makanan untuk program ini disuplai oleh berbagai penyedia lokal, seperti RM Sulawesi, RM Iye-Iye, dan RM Sambalado, yang berkomitmen menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang mencukupi.

Lebih lanjut, Yusmin menyampaikan harapannya agar program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi siswa.

“Keberhasilan program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak tetapi juga bagi kemajuan pendidikan di Kolaka Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., juga turut berperan dalam program ini.

Ia menyampaikan bahwa TP PKK akan selalu mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan anak-anak melalui pemberian makan siang gratis.

“Kami yakin, dengan gizi yang baik, anak-anak akan lebih sehat dan berprestasi di sekolah,” ujarnya.

Program ini disambut antusias oleh para guru dan siswa. Mereka berharap agar inisiatif ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, mengingat pentingnya asupan gizi yang cukup bagi perkembangan fisik dan mental anak-anak.

Sumber Narasi dan Foto: Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu 

 




Bawaslu Bombana Ajak Insan Pers dan Mahasiswa Awasi Pilkada 2024

Bombana, sultranet.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bombana menilai pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers dan mahasiswa, dalam mengawasi tahapan Pilkada serentak 2024, Selasa (8/10/2024)

Ketua Bawaslu Bombana, Irfan, SH., M.Kn., pada Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama insan Pers dan mahasiswa mengungkapkan bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif ini sangat strategis untuk memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 yang jujur dan bersih.

Irfan menyampaikan bahwa peran aktif dari berbagai pihak, terutama pers dan mahasiswa, sangat diperlukan untuk mencegah potensi pelanggaran pemilu.

“Keterlibatan pers dalam proses sosialisasi dan penyampaian informasi sangat penting. Media massa berperan besar dalam memberikan berita yang objektif dan informatif terkait setiap tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran calon hingga pelaksanaan pemungutan suara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif ini juga mencakup upaya pencegahan penyebaran berita hoaks dan isu-isu provokatif, terutama yang terkait dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

“Pers memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat dengan berita yang benar dan mencegah munculnya narasi-narasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat. Semua elemen harus bersinergi dalam menjaga integritas pemilu,” tambahnya.

Selain pers, mahasiswa juga diharapkan menjadi agen pengawas dalam proses pemilu. “Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mengawasi proses pemilu. Mereka dapat membantu memantau jalannya tahapan pemilu, baik melalui media sosial maupun di lapangan,” kata Irfan.

Dalam pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Bombana menghadapi tantangan terkait jumlah personel yang terbatas. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dianggap sebagai solusi untuk mengoptimalkan pengawasan.

“Dengan jumlah pemilih yang mencapai 112.000, tentunya tidak mungkin kami melakukan pengawasan satu per satu. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan pemilu berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Irfan berharap seluruh lapisan masyarakat, terutama pers dan mahasiswa, ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan berkualitas di Kabupaten Bombana.




Kantor Bahasa Sultra Gelar Uji Keterbacaan Buku Terjemahan Moronene di Bombana

Bombana, sultranet.com – Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Terjemahan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bombana, Selasa (8/10/2024). Bertempat di Aula SMA Negeri 03 Bombana, kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6, serta melibatkan orang tua, guru, dan penutur asli bahasa Moronene.

Acara ini bertujuan untuk menguji keterbacaan 39 buku cerita anak yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal, termasuk 9 buku dalam bahasa Moronene. Buku-buku tersebut merupakan bagian dari program pengembangan literasi yang memadukan cerita rakyat lokal dengan unsur STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam pelestarian bahasa lokal, khususnya bahasa Moronene, yang kian jarang digunakan oleh generasi muda.

“Melalui penerjemahan buku-buku cerita anak, kami berharap bahasa Moronene dapat hidup kembali dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menguji keterbacaan, tetapi juga upaya pelestarian bahasa lokal,” ungkapnya.

Uniawati juga menambahkan bahwa uji keterbacaan ini merupakan salah satu tahap akhir sebelum buku-buku ini siap didistribusikan ke sekolah-sekolah dasar di Bombana.

“Kami ingin memastikan bahwa bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat menikmati cerita sambil belajar menggunakan bahasa daerah mereka,” tambahnya.

Dari 39 buku cerita yang diuji keterbacaannya, sebanyak 9 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Moronene dan bahasa Indonesia, dengan segmentasi untuk kelas 4, 5, dan 6. Buku-buku ini juga memuat unsur-unsur STEAM, sehingga tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajarkan pengetahuan dasar tentang sains, teknologi, seni, dan matematika.

Ia berharap agar program literasi berbasis kearifan lokal ini dapat berkelanjutan dan mencakup lebih banyak bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.

“Kami akan terus mendorong program ini ke depan, tidak hanya di Bombana, tetapi juga di daerah lain di Sulawesi Tenggara yang memiliki bahasa daerah yang juga perlu dilestarikan. Kami ingin melihat anak-anak Sulawesi Tenggara bangga berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa daerah mereka,” pungkasnya.

Ketua panitia, Fadhila Nurul Iyanah Nasir, menyampaikan bahwa penulisan dan penerjemahan buku-buku ini telah melalui berbagai proses.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari penulisan cerita asli, penerjemahan, ilustrasi, hingga akhirnya dilakukan uji keterbacaan hari ini. Semua bertujuan agar anak-anak Bombana memiliki bahan bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan kearifan lokal mereka,” jelas Fadhila.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 03 Bombana, Yakob Simson Bartimeus, S.Pd., M.Pd., M.M., mengungkapkan rasa bangganya karena sekolahnya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap buku-buku ini dapat membantu meningkatkan minat baca siswa sekaligus melestarikan bahasa Moronene.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Anak-anak tidak hanya belajar bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga bahasa daerah mereka sendiri. Ini bisa membantu menjaga identitas budaya kita,” kata Yakob.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Hj. Dahniar Ismail, S.E., M.Si., yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung upaya pelestarian bahasa lokal melalui pendidikan.

“Kami berkomitmen mendukung program literasi berbasis kearifan lokal ini. Buku-buku ini akan menjadi alat penting dalam pengajaran di sekolah-sekolah dasar, dan kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Balai Bahasa dalam program serupa,” ujar Dahniar.

Dahniar juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa Moronene sangat penting di tengah semakin jarangnya bahasa ini digunakan oleh masyarakat, terutama generasi muda.

“Bahasa daerah adalah identitas budaya kita. Jika bahasa ini hilang, kita akan kehilangan sebagian dari jati diri kita sebagai masyarakat Bombana,” tandasnya.

Siswa yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam membaca dan memahami buku-buku cerita tersebut. Salah seorang siswa kelas 5, Aisyah, mengatakan bahwa buku yang dibacanya sangat menarik karena mengangkat cerita tentang kehidupan sehari-hari di lingkungannya dalam bahasa Moronene.

“Saya senang bisa membaca cerita ini, karena bahasa Moronene jarang dipakai. Lewat buku ini, saya bisa belajar bahasa nenek saya,” singkat Aisyah.




Tiga Pemuda di Bombana Ditangkap Karena Kasus Narkoba

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Pada Minggu (6/10), sekitar pukul 17.30 WITA.

Tiga pemuda berhasil diamankan oleh anggota Polsek Kabaena karena diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu.

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya paket narkotika yang dikirim melalui kapal penyeberangan Kasipute-Sikeli.

Berdasarkan informasi tersebut, personel Polsek Kabaena segera melakukan penyelidikan di pelabuhan.

Saat tiba di lokasi, polisi menemukan seorang pria bernama AAN SAKTI alias Aan (17), yang sedang menjemput paket mencurigakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan satu bungkus plastik bening berisi kristal yang diduga sabu seberat 5,30 gram.

Aan kemudian mengaku bahwa paket tersebut akan diserahkan kepada dua pria lainnya, yakni Muh. Agus Dg. Paselle (20) dan Muh. Dermawan (20), di Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Tengah.

Petugas kemudian bergerak cepat menuju Desa Lengora dan berhasil mengamankan kedua tersangka.

Ketiga pelaku bersama barang bukti berupa narkotika dan barang non-narkotika lainnya, seperti plastik pembungkus dan telepon genggam, dibawa ke Mako Polsek Kabaena untuk diproses lebih lanjut oleh Sat Resnarkoba Polres Bombana.

Kasat Resnarkoba Polres Bombana, AKP Muh. Arman, SH., MH, menyatakan bahwa ketiga tersangka diduga kuat sebagai pengedar sabu.

“Ketiganya sudah kami amankan beserta barang bukti. Kasus ini akan kami kembangkan lebih lanjut untuk mengetahui jaringan peredarannya,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu bungkus plastik berisi sabu seberat 5,30 gram, satu pack plastik klip, tiga lembar tissue putih, satu kotak kardus, dan tiga unit telepon genggam merek Vivo dan Oppo.

“Mereka menerima paket dari jalur penyeberangan dan berencana mengedarkannya di wilayah Pulau Kabaena,” tegas Arman

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat ini, kepolisian sedang mempersiapkan proses gelar perkara awal dan akan segera mengirimkan barang bukti ke laboratorium forensik untuk diperiksa lebih lanjut.




BNI Serahkan Ambulans untuk RSUD H. M. Djafar Harun Kolaka Utara

Lasusua, sultranet.com – RSUD H. M. Djafar Harun Kabupaten Kolaka Utara menerima satu unit mobil ambulans dari BNI Kantor Cabang Kendari pada Senin, 7 Oktober 2024.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BNI dan bertujuan meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Pimpinan BNI Kantor Cabang Kendari, Andi Muhammad Yusuf, secara langsung menyerahkan ambulans kepada Direktur BLUD RSUD H. M. Djafar Harun, dr. Indaryani, M.Kes., dalam acara yang digelar di pelataran RSUD.

“Kami berharap ambulans ini dapat membantu mempercepat layanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat,” kata Andi Yusuf.

Direktur RSUD H. M. Djafar Harun, dr. Indaryani, juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut.

“Ambulans ini akan meningkatkan kualitas layanan, terutama untuk kasus rujukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ambulans menjadi fasilitas penting dalam memastikan pasien dirujuk dengan aman dan nyaman, mengingat peningkatan jumlah kunjungan pasien yang berdampak pada bertambahnya kasus rujukan.

Penyerahan Cinderamata dari BNI ke PEMKAB Kolut
Penyerahan Cinderamata dari BNI ke PEMKAB Kolut

Pemerintah daerah juga mengapresiasi langkah BNI dalam mendukung sektor kesehatan.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, H. Yusmin, S.Pd., M.H., yang diwakili oleh Asisten I, Mukhlis Bachtiar, SPi., MP., menyebut bantuan ambulans ini sebagai bentuk sinergi yang penting antara dunia usaha dan pemerintah.

“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kolaka Utara,” ujarnya.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu saat menghadiri Kegiatan
Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu saat menghadiri Kegiatan

Dengan tambahan ambulans ini, RSUD H. M. Djafar Harun sebagai rumah sakit rujukan utama di Kolaka Utara diharapkan mampu memberikan layanan medis darurat yang lebih baik lagi, cepat, dan efisien.

Acara serah terima dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama (Kandepag) Kolaka Utara, perwakilan Baznas Kolaka Utara, serta Irban Inspektorat Kolaka Utara.

Semua pihak menyambut baik kontribusi BNI dalam program CSR yang berfokus pada peningkatan layanan publik, terutama di bidang kesehatan.




Andi Syarifuddin Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Sultra

Kendari, sultranet.com – Politisi Partai Gerindra Andi Syarifuddin, anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) terpilih, resmi dilantik untuk periode 2024-2029 pada acara pengambilan sumpah sebagai Anggota DPRD Sultra di Phinisi Ballroom Claro Hotel Kendari, Senin (7/10/2024).

Pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pengurus partai, dan masyarakat berlangsung khidmat.

Andi Syarifuddin berhasil mengamankan kursi DPRD Sultra setelah meraih 12.116 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sultra II yang meliputi Konawe Selatan dan Bombana, ia adalah peraih suara terbanyak di Partai Gerindra untuk Caleg DPRD Sulawesi Tenggara.

Kepada awak media, Andi Syarifuddin menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani di Konawe Selatan dan Bombana.

“Para petani adalah tulang punggung ekonomi daerah ini. Mereka membutuhkan perhatian lebih dalam kebijakan pertanian, infrastruktur, dan akses teknologi serta pasar,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Syarifuddin berjanji akan menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan fokus utama pada sektor pertanian.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada petani, memastikan aspirasi masyarakat terwujud dalam bentuk program dan tindakan nyata di DPRD.

Andi Syarifuddin yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia birokrasi, menyatakan kesiapannya untuk mengemban tugas di komisi manapun yang ditugaskan.

“Saya siap ditempatkan di komisi manapun, yang penting adalah aspirasi rakyat tersampaikan dan diimplementasikan,” tegasnya.

Di balik pelantikannya, nama Syarifuddin disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk posisi Wakil Ketua DPRD Sultra dari Partai Gerindra, mengingat jumlah suara yang diraihnya.

Namun, Syarifuddin merespons dengan rendah hati, menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah wewenang partai.

“Kalau soal itu, saya tidak tahu, kita tunggu saja keputusan partai,” tandasnya.




Kampanye Rahmatnya Muna Disambut Ribuan Warga Wapunto

MUNA, Sultranet.com – Ribuan warga Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, menyambut meriah kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna nomor urut 2, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, pada Minggu (06/10/2024).

Kehadiran warga dalam jumlah besar ini dinilai sebagai pertanda kuatnya dukungan terhadap pasangan yang dikenal dengan sebutan RahmaTnya Muna di Pilkada Muna yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Dalam orasinya, Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Muna, Syarif Ramadhan, mengungkapkan alasan PKB mengusung pasangan Rajiun-Purnama.

Menurutnya, pasangan ini memiliki elektabilitas tertinggi dibanding kandidat lain serta menawarkan visi-misi yang dianggap mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Muna.

“Elektabilitas Rajiun-Purnama di atas pasangan lain, mereka juga sangat populer dan memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan Muna. Inilah alasan utama mengapa PKB mendukung pasangan ini,” ujar Syarif di hadapan warga yang disambut dengan tepuk tangan meriah.

Syarif juga menghimbau kepada seluruh warga Kelurahan Wapunto agar terus menjaga soliditas dan kekompakan untuk mendukung pasangan Rajiun-Purnama.

“Mari kita jaga kekompakan. InsyaAllah, Kecamatan Duruka akan menjadi basis besar bagi RahmaTnya Muna,” tambahnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua DPD Partai Garuda Muna, Jafarudin.

Ia menegaskan bahwa partainya akan berjuang penuh untuk memenangkan pasangan Rajiun-Purnama.

“Partai Garuda akan turun dengan kekuatan besar untuk memastikan kemenangan Rajiun-Purnama di Pilkada Muna,” katanya.

Jafar juga menilai pasangan Rajiun-Purnama sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Muna ke depan.

“Mereka memiliki visi yang jelas untuk membangun Muna menuju kemajuan yang lebih baik,” tegasnya.




Forum Anak Kolaka Utara Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak dan Bullying di Kalangan Pelajar 

Kolaka Utara, sultranet.com – Forum Anak Kabupaten Kolaka Utara bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., menggelar sosialisasi pencegahan perkawinan anak, kampanye stop merokok, dan stop bullying di kalangan pelajar. Sabtu (5/10/2024)

Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu ini dilakukan di dua sekolah, yakni SMAN Kodeoha dan SMAN Pakue, dengan melibatkan ratusan siswa dari kelas XII.

Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya perlindungan hak-hak anak dan bahaya pernikahan dini serta bullying.

Dalam sambutannya, Hj. Nurhayati menekankan pentingnya edukasi bagi anak-anak dan remaja.

“Perkawinan di usia anak bukan hanya melanggar hak-hak mereka, tapi juga berdampak buruk pada kesehatan dan masa depan mereka. Bullying pun memiliki efek jangka panjang yang sangat merugikan, terutama bagi psikologis anak,” ujarnya.

Forum Anak Kolaka Utara, sebagai agen perubahan, berperan aktif dalam sosialisasi ini dengan membawa misi “2P” (Pelopor dan Pelapor).

Mereka bertugas memberikan pemahaman kepada teman-temannya mengenai dampak negatif pernikahan anak dan bullying.

Foto bersama usai melaksanakan sosialisasi
Foto bersama usai melaksanakan sosialisasi

Selain itu, mereka juga mengedukasi tentang bahaya merokok, yang menjadi salah satu isu penting di kalangan remaja.

Ketua Bidang 1 TP PKK Kolaka Utara, Ny. Suriana Taupiq, S.Pd., MM., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menekan angka perkawinan anak di Kolaka Utara.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menikah di usia dini bukanlah solusi dan mereka berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh dr. Syarif, Sp.OG., M.Kes., yang memberikan penjelasan tentang kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, serta dampak perkawinan dini terhadap kesehatan fisik dan mental.

Menurutnya, memahami usia ideal pernikahan sangat penting dalam mencegah stunting dan masalah kesehatan lainnya.

Forum Anak juga turut menyuarakan kampanye stop bullying, mengingat dampaknya yang sangat merugikan bagi korban.

“Bullying dapat menghancurkan kepercayaan diri anak dan berdampak serius pada kesehatan mental mereka. Kita semua harus berperan aktif untuk menghentikan tindakan ini,” ujar salah satu perwakilan Forum Anak.

Acara yang digelar di SMAN Kodeoha pada pukul 08.00 dan dilanjutkan di SMAN Pakue pada pukul 13.00, dihadiri oleh total 478 siswa.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kesadaran lebih kepada para pelajar tentang bahaya pernikahan anak, merokok, dan bullying.

Dengan kampanye ini, TP PKK dan Forum Anak Kolaka Utara berharap agar angka kasus perkawinan anak dan bullying di Kabupaten Kolaka Utara dapat ditekan.

“Bersama Forum Anak Kolaka Utara, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik dan aman bagi generasi penerus,” tutup Hj. Nurhayati.

Sumber: Diskominfo Kolut




TP-PKK dan Forum Anak Kolaka Utara Kampanye Stop Perkawinan Anak dan Bullying di Sekolah 

Kolaka Utara, sultranet.com – TP PKK Kabupaten Kolaka Utara bersama Forum Anak Kolaka Utara melakukan sosialisasi penting terkait pencegahan perkawinan anak, kampanye stop merokok, dan stop bullying di kalangan pelajar. Sabtu (5/10/2024)

Kegiatan ini digelar di dua sekolah, yakni SMAN Kodeoha pada pagi hari dan SMAN Pakue pada siang hari, dengan jumlah peserta mencapai hampir 500 siswa.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj. Ketua TP PKK Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., yang menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, dan peran remaja dalam mencegah stunting.

“Perkawinan di usia anak melanggar hak-hak anak dan berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi serta masa depan generasi muda. Kita harus mencegahnya sejak dini,” tegasnya di hadapan para siswa.

Foto bersama usai pelaksanaan sosialisasi
Foto bersama usai pelaksanaan sosialisasi

Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya perkawinan di usia anak, dampak negatif merokok, dan bahaya bullying terhadap psikologis anak.

Dalam acara tersebut, Forum Anak Kolaka Utara berperan sebagai agen perubahan, dengan membawa misi 2P: Pelopor dan Pelapor.

Ketua Bidang 1 TP PKK Kolaka Utara, Ny. Suriana Taupiq, S.Pd., MM., menegaskan bahwa Forum Anak memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan pemenuhan hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi mereka.

“Forum Anak harus menjadi pelopor dalam menyampaikan pandangan, serta aktif mensosialisasikan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap angka perkawinan anak dan kasus bullying dapat ditekan,” kata Suriana.

Tak hanya itu, kampanye stop bullying juga disampaikan dengan tegas untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak psikologis yang bisa mempengaruhi masa depan anak.

“Bullying sangat merugikan, terutama bagi kesehatan mental dan psikologis anak-anak. Kita ingin agar kasus ini berkurang, bahkan hilang dari lingkungan sekolah,” tambahnya.

Materi kesehatan reproduksi disampaikan oleh dr. Syarif, Sp.OG., M.Kes., yang menjelaskan pentingnya pendewasaan usia perkawinan dalam mencegah stunting, serta dampak buruk dari pernikahan dini.

Kegiatan ini juga diisi oleh Forum Anak yang memberikan edukasi tentang peran anak sebagai agen perubahan, serta kampanye stop merokok dan bullying.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan angka perkawinan anak dan bullying di Kolaka Utara dapat terus menurun.

“Bersama Forum Anak Kolaka Utara, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak,” ujar Nurhayati.

Acara di SMAN Kodeoha dihadiri oleh 206 siswa, sedangkan di SMAN Pakue, peserta berjumlah 272 siswa, menjadikan total peserta di kedua sekolah mencapai 478 siswa.

 

Sumber: Kominfo Kolut