Rajiun-Purnama Janjikan Pembangunan dan Kesejahteraan untuk Muna
Muna, sultranet.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode M Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, melakukan kampanye tatap muka di Lambu-lumba, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Jumat (11/10/2024).
Kehadiran pasangan calon ini disambut hangat oleh masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.
Ali Samiun, seorang tokoh masyarakat setempat, memberikan dukungan penuh kepada pasangan dengan akronim “RahmaTnya Muna” ini.
Ia mengenal baik sosok Rajiun sebagai pemimpin yang getol membangun, berdasarkan pengalamannya bersama di Muna Barat.
“Rajiun adalah pemimpin yang bijak, tegas, dan disiplin. Meski dengan anggaran terbatas, dia bisa membangun Muna Barat seperti sekarang ini. Saya yakin dengan tangan dinginnya, Rajiun-Purnama bisa memajukan Muna,” ujar Ali Samiun.
Dalam kampanyenya, La Ode M Rajiun Tumada menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai permasalahan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Batalaiworu.
Ia berjanji untuk memperbaiki jalan dan fasilitas lainnya yang menjadi kebutuhan utama warga.
Rajiun juga mengungkapkan beberapa program unggulan yang akan dijalankan, antara lain seragam gratis untuk siswa TK, SD, dan SMP, tambahan insentif sebesar Rp1 juta untuk dewan sara, RT, dan RW, serta penghapusan iuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lansia.
“Saya akan tinjau kenaikan PBB yang dibebankan kepada masyarakat, karena saya tidak ingin rakyat terbebani untuk membayar utang daerah,” ujarnya.
Dengan gaya kepemimpinannya yang tegas dan disiplin, Rajiun menyatakan bahwa ia siap membangun Muna secara total demi kepentingan masyarakat.
“Saya tidak sekadar bicara, tetapi juga membuktikan melalui tindakan nyata. Muna Barat menjadi contoh bagaimana sebuah wilayah bisa maju dengan pengelolaan yang bijaksana,” pungkasnya.
Pasangan Rajiun-Purnama menyatakan siap mengemban amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna, dengan janji untuk membawa perubahan positif demi kesejahteraan seluruh warga Muna.
Cagub Andi Sumangerukka Siap Perjuangkan Ekonomi Perempuan dan Pelayanan Kesehatan di Sultra
Bombana, sultranet.com – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI Purn. Andi Sumangerukka (ASR), menggelar pertemuan di Ruang Terbuka Hijau Eks MTQ, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Jumat (11/10/2024).
Dalam kesempatan tersebut, ASR menekankan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra melalui program di bidang pendidikan, lapangan kerja, dan infrastruktur.
ASR juga memprioritaskan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan rencana penyediaan modal khusus bagi ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha. Ia mengatakan bahwa mayoritas ibu rumah tangga di Sultra menghadapi kesulitan mengakses modal usaha, sehingga hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya berkomitmen untuk memberikan dukungan agar ibu-ibu bisa berkontribusi lebih dalam perekonomian keluarga,” ujarnya.
Selain pemberdayaan ekonomi perempuan, ASR menyoroti layanan kesehatan yang menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan Sultra. Ia menerima banyak keluhan masyarakat yang sulit mendapatkan rujukan medis, hingga menyebabkan pasien meninggal di tengah perjalanan.
“Pelayanan kesehatan seharusnya menjadi hak setiap warga, bukan komoditas,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, ASR telah menyiapkan 27 unit ambulans gratis yang akan didistribusikan di 17 kabupaten/kota di Sultra. Langkah ini diharapkan bisa memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang memadai dan merata.
Dengan berbagai program ini, ASR berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sultra. Jika terpilih, ia berjanji untuk bekerja keras mewujudkan visi misi ini demi kesejahteraan bersama.
BP3MI Sultra Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Politeknik Bombana
Bombana, sultranet.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi tentang peluang kerja ke luar negeri dan prosedur penempatan tenaga kerja di Politeknik Bombana (Polina), Jumat (11/10/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat terkait kesempatan bekerja di luar negeri serta bagaimana prosedur legal untuk menjadi pekerja migran.
Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa bekerja di luar negeri menawarkan berbagai peluang, termasuk standar pengupahan yang lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri.
“Bekerja di luar negeri tentu lebih menjanjikan dari segi upah. Selain itu, ada transfer ilmu pengetahuan dan budaya kerja yang berbeda, terutama dalam hal kedisiplinan,” jelasnya.
La Ode Askar menambahkan, keberadaan pekerja migran memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui devisa yang mereka kirimkan ke tanah air.
“Devisa terbesar kedua bangsa ini berasal dari pekerja migran. Mereka membawa devisa yang menjadi penunjang perekonomian kita,” ujarnya.
Selain itu, La Ode Askar juga memaparkan lima mekanisme penempatan kerja ke luar negeri yang dapat diakses oleh masyarakat yaitu Pertama, Private to Private (P to P), di mana penempatan dilakukan melalui perusahaan swasta.
Kedua, Government to Government (G to G), yaitu penempatan pekerja melalui kerja sama antar pemerintah, seperti ke Jepang dan Korea Selatan, Arab Saudi dan Jerman
Mekanisme ketiga adalah Government to Private (G to P), yakni penempatan tenaga kerja yang dikoordinasikan oleh pemerintah Indonesia dengan perusahaan di luar negeri.
Selanjutnya Intern Corporate Transfership (ICT), yaitu perpindahan tenaga kerja dalam lingkup perusahaan multinasional yang memiliki cabang di luar negeri.
Mekanisme kelima adalah Pekerja Migran Perseorangan (Mandiri), di mana calon pekerja secara individu mengurus dan menempuh seluruh proses penempatan tanpa melalui perusahaan atau pemerintah.
“Namun, semua mekanisme ini harus mengikuti prosedur resmi agar terjamin legalitas dan pelindungan hukum bagi pekerja migran,” tegasnya.
Selain membahas mekanisme penempatan kerja, La Ode Askar juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan BP3MI dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja internasional.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara BP3MI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan seperti Politeknik Bombana. Dengan sinergi ini, kita bisa bersama-sama mempersiapkan calon pekerja migran yang lebih berkualitas, terutama dari segi kompetensi dan kemampuan bahasa sesuai negara penempatan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sinergi ini bisa mencakup pelatihan bahasa dan keterampilan teknis yang relevan, serta penyediaan tenaga pengajar di perguruan tinggi untuk mendukung persiapan calon pekerja migran.
“Jika mereka belum memiliki kompetensi bahasa atau keterampilan tertentu, tugas kami membantu lembaga pendidikan menyiapkan program pelatihan yang tepat, agar lulusan-lulusan kita bisa bersaing dan bekerja dengan aman di luar negeri,” jelasnya
La Ode Askar berharap, melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat Sulawesi Tenggara yang dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri dengan prosedur yang aman dan legal.
“Kami berharap informasi ini dapat tersebar luas sehingga masyarakat kita bisa memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri dengan prosedur yang benar dan aman,” tutupnya.
Mahasiswa Politeknik Bombana mendengarkan pemaparan materi dari Kepala BP3MI Sultra
Sementara itu, Wakil Direktur I Politeknik Bombana, Muh. Nakkir, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh BP3MI Sulawesi Tenggara.
Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Politeknik Bombana dan masyarakat sekitar yang ingin mengetahui lebih banyak tentang peluang kerja di luar negeri serta prosedur legal yang harus ditempuh.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif BP3MI Sultra yang telah memberikan penjelasan lengkap tentang berbagai peluang kerja di luar negeri. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa kami untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan, apalagi dengan adanya penjelasan tentang mekanisme penempatan tenaga kerja yang resmi dan aman,” ujar Muh. Nakkir.
Kegiatan sosialisasi ini disambut positif oleh para peserta, terutama mahasiswa Politeknik Bombana yang antusias menanyakan berbagai hal terkait peluang kerja di luar negeri.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana bekerja di luar negeri secara aman dan legal,” ungkap salah satu peserta.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya BP3MI Sultra untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan tenaga kerja yang aman dan legal di luar negeri, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan pekerja migran yang berkualitas.
Kegiatan Sosialisasi BP3MI Sultra di Politeknik Bombana, turut didampingi Kawan PMI Sultra dan Kawan PMI Bombana. Kawan PMI adalah komunitas relawan yang peduli dan berkomitmen untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Tugas utama Kawan PMI adalah membantu BP3MI dalam upaya menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar mereka tidak terjebak dalam perdagangan orang dan tindak pidana penempatan secara nonprosedural serta pendampingan keluarga PMI bermasalah.
Ribuan Pelajar di Lasusua Terlibat Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Lasusua, sultranet.com – Ribuan pelajar dari SMA dan SMK di Kecamatan Lasusua bergotong royong membersihkan kawasan Masjid Agung dan jalan Bypass Lasusua pada Jumat (11/10).
Aksi ini dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd, MH, sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan di ibu kota Kolaka Utara.
Kepada awak media, Yusmin menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya persiapan menjelang penilaian Adipura, namun lebih kepada upaya membentuk kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Mau ada Adipura atau tidak, yang terpenting adalah bagaimana kita semua peduli dengan lingkungan,” ujarnya.
Pelibatan pelajar dalam kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk dari konsep Merdeka Belajar, yang mengedepankan metode pembelajaran di luar kelas.
PJ. Bupati Kolaka Utara, Yusmin,S.Pd.,MH (tengah)
Ribuan siswa dari SMA Negeri 1 Lasusua dan SMK Negeri 3 Kolaka Utara turut membersihkan lingkungan, baik di sekitar sekolah maupun di tempat-tempat umum.
“Setiap siswa memungut satu sampah saja, sudah ribuan sampah terkumpul. Ini bukan soal mencapai kebersihan sempurna, tapi tentang membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak dini,” tambah Yusmin.
Gerakan kebersihan ini rencananya akan menjadi agenda rutin, di mana setiap sekolah akan membantu membersihkan lingkungan secara bergilir seminggu sekali, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjaga kebersihan kota.
Syahlan Launu, Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, menyatakan bahwa program ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini adalah bagian dari pembentukan karakter siswa, agar mereka memahami bagaimana menjaga dan turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya,” katanya.
Sumber: Diskominfo Kolut
Survei SMRC: RahmaTnya Muna Unggul dengan Elektabilitas Tertinggi
MUNA, Sultranet.com – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan (RahmaTnya Muna), memiliki elektabilitas tertinggi di antara lima pasangan calon lainnya dalam Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Survei yang dilakukan pada periode 29 September hingga 3 Oktober 2024 ini menunjukkan bahwa pasangan RahmaTnya Muna mendominasi dengan elektabilitas 48,3 persen, jauh mengungguli pesaingnya.
Hasil ini menempatkan pasangan Rajiun-Purnama sebagai kandidat terkuat dalam kontestasi Pilkada Muna.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui Program Manager, Saidiman Ahmad, membenarkan hasil survei tersebut.
Saat dihubungi melalui telepon, Saidiman menyatakan bahwa hasil survei ini telah dipublikasikan dan menunjukkan keunggulan Rajiun Tumada – Purnama Ramadhan.
“Pasangan Rajiun-Purnama memperoleh elektabilitas sebesar 48,3 persen, unggul jauh dibandingkan pasangan lain,” ujarnya Kamis, 10 Oktober 2024.
Sedangkan untuk Pasangan Calon Bachrun Labuta – La Ode Asrafil di posisi kedua dengan 19,4 persen, disusul La Ode Kardini – Noor Dhani dengan 11,5 persen, La Ode Husuna Ringa Jhon – Syarifuddin Udu dengan 3,1 persen, dan pasangan Abdul Rahman – Awal Jaya Bolombo dengan 1,5 persen.
Menurut Saidiman, faktor utama yang membuat Rajiun unggul adalah popularitas dan tingkat penerimaan yang tinggi di kalangan masyarakat Muna.
“Rajiun dikenal oleh 95 persen masyarakat, sementara Bachrun baru dikenal oleh 71 persen. Selain itu, tingkat penerimaan publik terhadap Rajiun mencapai 84 persen, menjadikannya kandidat yang paling disukai,” tambahnya.
Saidiman juga menyoroti keunggulan elektabilitas Purnama Ramadhan, meskipun popularitasnya belum setinggi calon lainnya.
“Elektabilitas wakilnya, Purnama, justru lebih unggul dari semua kandidat lainnya, mencapai 85 persen. Ini menunjukkan daya tarik pasangan RahmaTnya Muna di mata masyarakat.” tegasnya
Di sisi lain, Misra Sektim, Sekretaris Tim Pemenangan RahmaTnya Muna, menyampaikan apresiasi kepada para relawan atas kerja keras mereka.
Dia menegaskan bahwa hasil survei SMRC menjadi penyemangat untuk semakin memperkuat basis dukungan.
“Kami bersyukur atas hasil survei ini, dan saya berpesan kepada seluruh relawan untuk terus menjaga dan meningkatkan basis dukungan yang ada. Dengan semangat dan kerja keras, Insya Allah RahmaTnya Muna akan memenangkan Pilkada 2024,” ujar Misra.
Misra juga mengingatkan agar tim dan relawan memaksimalkan perjuangan dalam 50 hari terakhir menuju hari pemungutan suara.
“Kelalaian di 50 hari terakhir ini tidak bisa diperbaiki di 28 November nanti. Mari kita terus berjuang,” pungkasnya.
Penulis: Borju
Dua Tim TRKI Politeknik Bombana Lolos Pendanaan POMN 2024
Bombana, sultranet.com – Politeknik Bombana kembali menorehkan prestasi gemilang. Dua tim Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) berhasil lolos dalam pendanaan Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) 2024.
Proposal yang diajukan kedua tim tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui pemberdayaan sumber daya alam setempat.
Tim A, Mahasiswa Politeknik Bombana
Proposal pertama yang berjudul “Pengembangan Keragaman Potensi Hasil Arena Pinata Sebagai Sentra Industri Kecil Menengah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Poea” berfokus pada pengolahan aren menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Sedangkan proposal kedua, “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Nira Menjadi Gula Aren Bernilai Tinggi di Desa Tampa Bulu Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana,” bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan nira aren menjadi produk unggulan.
Program POMN merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di bidang kemahasiswaan.
Program ini mendukung pelaksanaan merdeka belajar kampus merdeka serta bertujuan memberdayakan organisasi kemahasiswaan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui proyek inovatif.
Asrianti, S.T., M.T., dosen pembimbing Tim A, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswanya.
“Alhamdulillah, mahasiswa kami berhasil mendapatkan pendanaan POMN. Saya salut dengan dedikasi mereka dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional ini,” ujarnya.
Fadliyah Al Maida, S.T., M.T., dosen pembimbing Tim B, juga mengungkapkan kebahagiaannya.
“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada seluruh tim mahasiswa yang telah bekerja keras. Tidak mudah untuk bisa lolos, dan saya bangga bahwa dua proposal dari TRKI bisa mendapatkan pendanaan.”
Adapun nama-nama mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah:
Tim A:
1. Rista Aulia (Ketua Tim)
2. Risnawati
3. Tasya Audina M.
4. Puji Lestari Wibowo P.
5. Ikram Suryadi
6. Nur Apriani
7. Muh. Yusril TH
8. Riski
9. Muh. Alfajri Susantiadji
Tim B:
1. Deno (Ketua Tim)
2. Mulking
3. Miranda
4. Misna
5. Fitri
6. Ulfa
7. Irda
8. Idha Riskiyanti
9. Eka Mayang
10. Risnawati
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pemkab Kolut Terima Bantuan 42.000 Buku dan Penghargaan untuk Perpustakaan Desa
Kolaka Utara, sultranet.com – Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara menggelar Peer Learning Meeting (PLM) tingkat kabupaten yang berlangsung di Perpustakaan Kolaka Utara, Lasusua, Selasa (8/10/2024)
Acara ini dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Muchlis Bachtiar, S.Pi., MP mewakili Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H.
Dalam acara tersebut, Pemkab Kolaka Utara menerima bantuan dari Perpustakaan Nasional RI berupa 42.000 buku bermutu, 42 rak buku, serta 5 paket perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bantuan tersebut diserahkan kepada 42 desa yang tersebar di Kolaka Utara.
Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi perpustakaan desa terbaik dan pengelola perpustakaan yang berprestasi.
Perpustakaan Desa Woitombo dinobatkan sebagai perpustakaan desa terbaik, disusul Perpustakaan Desa Lapolu di posisi kedua dan Perpustakaan Desa Tetebawo di posisi ketiga.
Seremoni Pembukaan kegiatan
Sementara itu, penghargaan untuk pengelola perpustakaan desa terbaik diraih oleh PIC Perpustakaan Desa Lapolu sebagai terbaik pertama, diikuti oleh Desa Rantelimbong di posisi kedua dan Desa Meeto di posisi ketiga.
Terdapat pula penghargaan harapan, yaitu Desa Lambuno (Harapan 1), Desa Tetebawo (Harapan 2), dan Desa Mattirobulu (Harapan 3).
Plt. Kadis PMD Kolut, Rony Bambang, SP., M.Si saat menyerahkan secara simbolis Bantuan ke Perpustakaan Desa
Peer Learning Meeting adalah kelas berbagi tips trik peningkatan literasi, sharing pengalaman untuk para pengelola dan kades dalam pengembangan perpustakaan.
Penyerahan Bantuan ke Perpustakaan Desa
Program transformasi ini bertujuan untuk mendorong perpustakaan desa berperan aktif dalam edukasi masyarakat, mendukung upaya penurunan angka stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.
“Kehadiran perpustakaan desa sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menyediakan akses literasi, tetapi juga mendukung program-program pembangunan desa, seperti pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif,” ujar Mukhlis Bakhtiar dalam sambutannya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kolut, Hasrianda menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Konsultan Perpustakaan Nasional, Dharmawan Chaeruddin, SE, yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya advokasi kepada pemerintah desa untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan desa.
“Kolaborasi antara pemerintah desa dan perpustakaan desa adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan program ini. Kami apresiasi langkah Pemkab Kolaka Utara dalam menggalakkan budaya literasi di desa-desa,” katanya.
Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolaka Utara, Suriana Taufiq, yang mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung perkembangan perpustakaan desa.
“Kami berterima kasih atas bantuan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” Singkat Suriana Taufiq.
Suriana Taufiq, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolut saat menyampaikan sambutannya
Hadir pula dalam acara tersebut Kadis PMD, Kadis Dikbud, Kadis Kominfo, serta para kepala desa dan tamu undangan lainnya.
Melalui acara ini, diharapkan perpustakaan desa di Kolaka Utara semakin berperan aktif dalam membangun kesadaran literasi di masyarakat, sekaligus menjadi pusat informasi yang mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara
Pemkab Kolut Mulai Salurkan Makan Siang Gratis ke Ribuan Siswa
Kolaka Utara, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Pemkab Kolut) resmi menyalurkan pemberian makan siang gratis dan bergizi kepada ribuan siswa di tingkat PAUD, SD, dan SMP di daerah yang dikenal sebagai Bumi Patowonua itu, Selasa (8/10/2024).
Kegiatan pendistribusian makan siang gratis dan bergizi ini, merupakan kelanjutan dari peluncuran program ini pada 3 Oktober 2024 lalu.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta mendukung program nasional penurunan angka stunting.
Program ini bakal dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dilakukan dengan sistem piloting di 38 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kolaka Utara.
Total ada 2.025 siswa dari berbagai sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini, dengan 25 sekolah di antaranya merupakan sekolah PAUD/TK, 12 sekolah dasar (SD), dan 1 sekolah menengah pertama (SMP).
Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., mengatakan bahwa pemberian makan siang gratis ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta memastikan mereka mendapatkan gizi yang seimbang.
“Makan siang gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak kita. Asupan gizi yang baik sangat penting agar mereka bisa tumbuh sehat dan fokus dalam belajar,” jelasnya.
Program ini akan terus dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dan direncanakan berlangsung hingga minggu pertama bulan Desember 2024.
Secara total, program makan siang gratis ini akan dijalankan dalam 27 kali siklus selama periode tersebut.
Sejumlah sekolah seperti TK Al-Azhar di Kecamatan Wawo, SD Negeri 6 Kodeoha di Kecamatan Kodeoha, hingga SMP Negeri 13 Kolaka Utara di Kecamatan Lasusua terlibat dalam tahap awal program ini.
Makanan untuk program ini disuplai oleh berbagai penyedia lokal, seperti RM Sulawesi, RM Iye-Iye, dan RM Sambalado, yang berkomitmen menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang mencukupi.
Lebih lanjut, Yusmin menyampaikan harapannya agar program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi siswa.
“Keberhasilan program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak tetapi juga bagi kemajuan pendidikan di Kolaka Utara,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., juga turut berperan dalam program ini.
Ia menyampaikan bahwa TP PKK akan selalu mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan anak-anak melalui pemberian makan siang gratis.
“Kami yakin, dengan gizi yang baik, anak-anak akan lebih sehat dan berprestasi di sekolah,” ujarnya.
Program ini disambut antusias oleh para guru dan siswa. Mereka berharap agar inisiatif ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, mengingat pentingnya asupan gizi yang cukup bagi perkembangan fisik dan mental anak-anak.
Sumber Narasi dan Foto: Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu
Bawaslu Bombana Ajak Insan Pers dan Mahasiswa Awasi Pilkada 2024
Bombana, sultranet.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bombana menilai pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers dan mahasiswa, dalam mengawasi tahapan Pilkada serentak 2024, Selasa (8/10/2024)
Ketua Bawaslu Bombana, Irfan, SH., M.Kn., pada Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama insan Pers dan mahasiswa mengungkapkan bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif ini sangat strategis untuk memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 yang jujur dan bersih.
Irfan menyampaikan bahwa peran aktif dari berbagai pihak, terutama pers dan mahasiswa, sangat diperlukan untuk mencegah potensi pelanggaran pemilu.
“Keterlibatan pers dalam proses sosialisasi dan penyampaian informasi sangat penting. Media massa berperan besar dalam memberikan berita yang objektif dan informatif terkait setiap tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran calon hingga pelaksanaan pemungutan suara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif ini juga mencakup upaya pencegahan penyebaran berita hoaks dan isu-isu provokatif, terutama yang terkait dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
“Pers memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat dengan berita yang benar dan mencegah munculnya narasi-narasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat. Semua elemen harus bersinergi dalam menjaga integritas pemilu,” tambahnya.
Selain pers, mahasiswa juga diharapkan menjadi agen pengawas dalam proses pemilu. “Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mengawasi proses pemilu. Mereka dapat membantu memantau jalannya tahapan pemilu, baik melalui media sosial maupun di lapangan,” kata Irfan.
Dalam pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Bombana menghadapi tantangan terkait jumlah personel yang terbatas. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dianggap sebagai solusi untuk mengoptimalkan pengawasan.
“Dengan jumlah pemilih yang mencapai 112.000, tentunya tidak mungkin kami melakukan pengawasan satu per satu. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan pemilu berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Irfan berharap seluruh lapisan masyarakat, terutama pers dan mahasiswa, ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan berkualitas di Kabupaten Bombana.
Kantor Bahasa Sultra Gelar Uji Keterbacaan Buku Terjemahan Moronene di Bombana
Bombana, sultranet.com – Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Terjemahan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bombana, Selasa (8/10/2024). Bertempat di Aula SMA Negeri 03 Bombana, kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6, serta melibatkan orang tua, guru, dan penutur asli bahasa Moronene.
Acara ini bertujuan untuk menguji keterbacaan 39 buku cerita anak yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal, termasuk 9 buku dalam bahasa Moronene. Buku-buku tersebut merupakan bagian dari program pengembangan literasi yang memadukan cerita rakyat lokal dengan unsur STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam pelestarian bahasa lokal, khususnya bahasa Moronene, yang kian jarang digunakan oleh generasi muda.
“Melalui penerjemahan buku-buku cerita anak, kami berharap bahasa Moronene dapat hidup kembali dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menguji keterbacaan, tetapi juga upaya pelestarian bahasa lokal,” ungkapnya.
Uniawati juga menambahkan bahwa uji keterbacaan ini merupakan salah satu tahap akhir sebelum buku-buku ini siap didistribusikan ke sekolah-sekolah dasar di Bombana.
“Kami ingin memastikan bahwa bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat menikmati cerita sambil belajar menggunakan bahasa daerah mereka,” tambahnya.
Dari 39 buku cerita yang diuji keterbacaannya, sebanyak 9 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Moronene dan bahasa Indonesia, dengan segmentasi untuk kelas 4, 5, dan 6. Buku-buku ini juga memuat unsur-unsur STEAM, sehingga tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajarkan pengetahuan dasar tentang sains, teknologi, seni, dan matematika.
Ia berharap agar program literasi berbasis kearifan lokal ini dapat berkelanjutan dan mencakup lebih banyak bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.
“Kami akan terus mendorong program ini ke depan, tidak hanya di Bombana, tetapi juga di daerah lain di Sulawesi Tenggara yang memiliki bahasa daerah yang juga perlu dilestarikan. Kami ingin melihat anak-anak Sulawesi Tenggara bangga berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa daerah mereka,” pungkasnya.
Ketua panitia, Fadhila Nurul Iyanah Nasir, menyampaikan bahwa penulisan dan penerjemahan buku-buku ini telah melalui berbagai proses.
“Prosesnya cukup panjang, mulai dari penulisan cerita asli, penerjemahan, ilustrasi, hingga akhirnya dilakukan uji keterbacaan hari ini. Semua bertujuan agar anak-anak Bombana memiliki bahan bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan kearifan lokal mereka,” jelas Fadhila.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 03 Bombana, Yakob Simson Bartimeus, S.Pd., M.Pd., M.M., mengungkapkan rasa bangganya karena sekolahnya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap buku-buku ini dapat membantu meningkatkan minat baca siswa sekaligus melestarikan bahasa Moronene.
“Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Anak-anak tidak hanya belajar bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga bahasa daerah mereka sendiri. Ini bisa membantu menjaga identitas budaya kita,” kata Yakob.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Hj. Dahniar Ismail, S.E., M.Si., yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung upaya pelestarian bahasa lokal melalui pendidikan.
“Kami berkomitmen mendukung program literasi berbasis kearifan lokal ini. Buku-buku ini akan menjadi alat penting dalam pengajaran di sekolah-sekolah dasar, dan kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Balai Bahasa dalam program serupa,” ujar Dahniar.
Dahniar juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa Moronene sangat penting di tengah semakin jarangnya bahasa ini digunakan oleh masyarakat, terutama generasi muda.
“Bahasa daerah adalah identitas budaya kita. Jika bahasa ini hilang, kita akan kehilangan sebagian dari jati diri kita sebagai masyarakat Bombana,” tandasnya.
Siswa yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam membaca dan memahami buku-buku cerita tersebut. Salah seorang siswa kelas 5, Aisyah, mengatakan bahwa buku yang dibacanya sangat menarik karena mengangkat cerita tentang kehidupan sehari-hari di lingkungannya dalam bahasa Moronene.
“Saya senang bisa membaca cerita ini, karena bahasa Moronene jarang dipakai. Lewat buku ini, saya bisa belajar bahasa nenek saya,” singkat Aisyah.