TPID Buton Gelar Rakor untuk Perangi Inflasi dan Tingkatkan Kinerja

Buton, SultraNET. | Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buton mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang VIP, Kantor Bupati Buton, pada Selasa siang. (24/10/2023).

Rakor tersebut diinisiasi dalam rangka melaksanakan langkah konkret pengendalian inflasi daerah, penyamaan persepsi, dan peningkatan kinerja TPID Kabupaten Buton Tahun 2023.

Pj. Bupati Buton, Drs. La Ode Mustari, M.Si., memberikan arahan penting dalam Rakor tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengantisipasi dengan baik angka inflasi dengan memperhatikan semua faktor yang mempengaruhinya.

Drs. La Ode Mustari menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah harus bersiap untuk menghadapi berbagai faktor yang dapat memicu kenaikan angka inflasi.

“Pemerintah Daerah harus mengantisipasi jauh ke depan bagaimana agar inflasi kita ini tidak naik,” ujarnya.

Suasana Rapat Koordinasi TPID Buton
Suasana Rapat Koordinasi TPID Buton

Menurutnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi naiknya angka inflasi, termasuk persoalan musim seperti musim timur dapat membuat harga ikan melonjak.

“Dengan kerja sama antar perusahaan daerah, kita bisa mengambil ikan di Baubau ketika musim timur harganya murah, begitupun sebaliknya,” jelas Pj. Bupati.

Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyatukan rencana dari semua pihak agar menjadi satu kesatuan yang efektif di masyarakat.

“Pada hari ini sebenarnya bagaimana kita menyatukan semua rencana-rencana dari masing-masing OPD dalam satu bingkai yang saling beririsan agar efektif,” bebernya.

Rakor dihadiri oleh perwakilan BPS Kabupaten Buton dan para Kepala OPD terkait yang masuk dalam TPID.

Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi maksimal untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan tingkat inflasi. (Kominfo)




Sukseskan PTSL di Konut, Bupati Ruksamin Jadi Narasumber “Perspektif” TVRI

Kendari, SultraNET. | Bupati Konawe Utara H. Ruksamin menjadi Narasumber dalam program acara TVRI bertajuk PERSPEKTIF dengan tema “Dukungan Pemerintah Daerah Konawe Utara Dalam Rangka menyukseskan PTSL menuju Kabupaten Konut Lengkap Tahun 2023-2024”.

Selain Bupati, turut menjadi Narasumber, Kepala Kantor Wilayah BPN Sultra Dr. Asep Heri, SH., MH.,QRMP, dan Kepala Kantor Wilayah BPN Konut Erny, SP., M.Si.

Acara yang berlansung Live pada pukul 16:00 Wita di Kantor Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Stasiun Sulawesi Tenggara, Selasa, (24/10/2023)

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL sendiri merupakan suatu program serentak yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas suatu tanah milik masyarakat secara gratis Program sertifikasi gratis ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 .

Dalam acara tersebut Bupati Ruksamin mengatakan tahun 2023 Pemda Konut telah mengalokasikan anggaran sebesar 5.1 Miliyar untuk menyelesaikan lahan-lahan yang belum bersertifikat di Wilayah Konawe Utara.

“Ini adalah upaya Pemda hadir untuk memastikan hak tanah yang diakui secara hukum kepada masyarakat,” ucapnya

Bupati Konut dua Periode itu menyampaikan kepada warganya yang masih terdapat masalah terkait lahan untuk segera dilaporkan kepada pihaknya, dirinya menjamin Pemda Konut akan memberikan fasiltasi terkait penyelesaian lahan tersebut.

“Kita akan faslitasi, datang kebagian Tata Pemerintahan, saya hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya

Pencetus Visi Sultra Pusat Energi Dunia itu meminta kepada warganya serta pihak-pihak terkait untuk bersama menyukseskan PTSL menuju Kabupaten Konut Lengkap Tahun 2023-2024.

“Kami sampaikan terimakasih kepada BPN yang terus berkolaborasi dalam menyukseskan PTSL menuju Kabupaten Konut Lengkap,” tandasnya

Foto Bersama usai Program Acara bertajuk PERSPEKTIF di TVRI Sultra
Foto Bersama usai Program Acara bertajuk PERSPEKTIF di TVRI Sultra

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Sultra Dr. Asep Heri, dalam dialog tersebut juga mengucapkan terimakasih dan pujian kepada Bupati yang membantu program PTSL

“Atas nama kementerian saya ucapkan terima kasih kepada bupati, kami sangat bangga dan senang,” ucapnya

Asep berharap, Pemda Lain juga dapat memberikan dukungan seperti yang dilakukan Pemda Konut

Ia berharap suport di Konut ini menualar ke Kabupaten lain, menurutnya hal yang paling menarik di konut karena Bupati begitu paham akan kebutuhn rakyatnya dan manfaat PTSL.

“Bapak bupati membuat gerakan gema batas atau pemasangan tanda batas di seluruh wilayah konut.” tandasnya.

Usai pelaksanan acara, di kesempatan itu Bupati juga menyerahkan cendera mata kepada Pimpinan TVRI Sultra. (S)




Target Nol Persen Kemiskinan Ekstrim 2024 di Konut, Bupati Ruksamin Bangun Rumah Layak Huni

Konawe Utara, SultraNET. | Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin, memimpin acara peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Kelurahan Molawe, Kecamatan Molawe sebagai bagian dari upaya pencapaian target ambisius nol persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Konawe Utara (Konut) pada tahun 2024, Selasa (24/10/2023).

Bersamaan dengan itu, Bupati juga menyerahkan Buku Tabungan sebagai bagian dari Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) dan program Peningkatan Kualitas Rumah yang dilaksanakan oleh Unit Reaksi Cepat penanganan Kemiskinan Ekstrim, Inflasi & Stunting secara Selaras  (URC-KISS) yang telah dicanangkan pemerintah Kabupaten Konawe Utara sebelumnya.

Program BSRS, yang diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bertujuan untuk meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Dalam sambutannya, Bupati Ruksamin menyampaikan bahwa kemiskinan ekstrem mencakup masyarakat yang belum memiliki rumah atau masih tinggal bersama orang tua dengan kualitas rumah yang belum memadai.

Selain memberikan dukungan dalam sektor perumahan, pemerintah daerah telah menggelontorkan investasi dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, perikanan, pertanian, dan kesehatan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami memiliki tugas untuk hadir dan melayani masyarakat, menjadikan kemiskinan ekstrem menjadi kenangan masa lalu,” tegas Bupati Konut dua periode itu.

Bupati Ruksamin saat meletakan batu pertama BSRS
Bupati Ruksamin saat meletakan batu pertama BSRS

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Marjono menjelaskan bahwa proyek yang dikerjakan tersebut berjumlah sebanyak 40 unit rumah layak huni baru (PB) dan 81 unit peningkatan kualitas rumah tinggal akan dibangun di 12 kecamatan di Konut.

“Dana bantuan stimulan BSRS sebesar 4 miliar 25 juta berasal dari APBD Kabupaten Konawe Utara tahun 2023,” bebernya.

Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kerja, dimulai pada tanggal 7 September dan diharapkan selesai pada 5 Desember 2023.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, Forkopimda Konut, Sekda Konut H.M. Kasim Pagala, Asisten dan Staf Ahli, serta sejumlah kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Desa. (S)




Tingkatkan Produksi, Dinas Pertanian Bombana Salurkan 172 Unit Mesin Pompa Air

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana, melalui Dinas Pertanian setempat, telah sukses melaksanakan pendistribusian bantuan mesin pompa air konversi dari BBM ke BBG di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur. Selasa (24/10/2023)

Sebanyak 172 unit mesin pompa air tersebut diresmikan penyerahannya oleh Asisten I Setda Bombana, Abdul Rahman mewakili Pj. Bupati Bombana. Kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah.

Dalam sambutannya, Asisten I menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat memiliki peran penting dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Bombana.

“Kegiatan ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah kita yang masih mengandalkan sawah tadah hujan,” ungkapnya.

Program paket mesin pompa air konversi dari BBM ke BBG ini diinisiasi melalui kerjasama antara Anggota Komisi 7 DPR-RI dan Kementrian ESDM RI. Sebanyak 752 unit paket mesin pompa air konversi tersebut telah melalui proses verifikasi data calon penerima oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Asisten I, atas nama Pemerintah Kabupaten Bombana, menyampaikan rasa terima kasih kepada Rusda Mahmud, Anggota Komisi VII DPR RI, yang telah menjadi pelopor bantuan ini.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani di Kabupaten Bombana untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengatasi inflasi daerah,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar para petani dapat memanfaatkan bantuan mesin pompa air ini secara optimal, sehingga dapat meningkatkan stok pangan di Kabupaten Bombana.

Dengan langkah nyata ini, Pemerintah Kabupaten Bombana terus menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (IS)




Bupati Konut H. Ruksamin : Transmigrasi Dorong Pemerataan Pembangunan

Konawe Utara, SultraNET. | Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin, dan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Konut, H.M. Ali, secara resmi menandatangani Berita Acara Pengakhiran status pembinaan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Padalere di Kecamatan Wiwirano dan UPT Puuhialu di Kecamatan Oheo oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Senin, 23 Oktober 2023

Penandatanganan berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Konawe Utara. Dalam arahannya, Bupati Ruksamin menyampaikan pentingnya program transmigrasi sebagai upaya untuk mendorong pemerataan penduduk. Menurutnya, dengan penduduk yang terdistribusi merata, akan tercipta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

“Transmigrasi akan mendorong terciptanya pemerataan penduduk. Apabila penduduknya sudah merata, maka hal ini akan turut mendorong terjadinya pemerataan pembangunan,” ujar Ruksamin.

Ruksamin juga menekankan bahwa Konawe Utara, dengan sumber daya lahan yang melimpah dan didukung oleh sumber daya manusia dan teknologi, masih memiliki peluang pengembangan transmigrasi yang terbuka. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menyediakan lokasi transmigrasi.

Kegiatan penandatanganan Berita Acara Pengakhiran status pembinaan UPT. Padalere, dan UPT Puuhialu
Kegiatan penandatanganan Berita Acara Pengakhiran status pembinaan UPT. Padalere, dan UPT Puuhialu

Bupati mengajak Pemerintah Kecamatan dan Desa yang memiliki wilayah transmigrasi untuk memberikan pelayanan yang adil tanpa perbedaan dengan masyarakat lokal.

“Saya minta jangan ada diskriminasi atau perbedaan, kalau ada bantuan berikan juga. Tujuan Pemda hadir untuk mensejahterakan melalui transmigrasi,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa selama ini tidak ada perbedaan dalam memberikan pelayanan kepada warga transmigrasi yang masih dalam pembinaan, bahkan lebih mendapatkan perhatian khusus.

Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Bupati H. Abuhaera, Forkopimda Konut, Sekda Konut H.M. Kasim Pagala, Instansi Vertikal Konut, serta Kepala OPD Lingkup Pemda Konut. Acara ini menandai berakhirnya fase pembinaan terhadap UPT Padalere dan Puuhialu, membuka lembaran baru dalam pengembangan transmigrasi di Konawe Utara. (S)




Minimalisir Korupsi di Desa, Inspektorat Sosialisasikan Aplikasi “Oriental Bombana”

Bombana, SultraNET. | Sebagai upaya untuk memperbaiki tata pemerintahan desa agar terhindar dari praktek Korupsi dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan, Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana mensosialisasikan aplikasi “ORIENTAL BOMBANA” bertempat di Gedung Auditor Inspektorat Bombana, Senin (23/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh Camat dan perwakilan Desa dari Kecamatan Rumbia, Rumbia Tengah, Masaloka, Mataoleo, dan Rarowatu. Acara tersebut dibuka oleh Penjabat (PJ) Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, yang diwakili oleh Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Muslihin, SP.

Dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Daerah Bombana, Ir. Burhanuddin menyatakan bahwa pembangunan desa memiliki tujuan murni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan.

Namun pada pelaksanaannya, banyak kepala desa terjerat dalam masalah tindak pidana korupsi dan kualitas infrastruktur pembangunan desa yang tidak sesuai standar, sehingga manfaat pembangunannya tidak dirasakan oleh masyarakat.

“Tercatat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ada 7 kepala desa dan 2 perangkat desa di Kabupaten Bombana yang tersandung masalah hukum dan tindak pidana korupsi,” ujar Burhanuddin.

Ir. Burhanuddin menekankan peran penting Inspektorat dalam melaksanakan fungsi APIP sebagai early warning system dan quality assurance melalui upaya pengawasan, yang bertujuan untuk mewujudkan tiga peran efektif APIP: assurance activities, consulting/advisory activities, serta anti-corruption activities bagi pemerintah desa.

Assurance Activities yaitu Aktivitas yang memberikan keyakinan atau jaminan terhadap kesesuaian, keandalan, dan keefektifan suatu sistem atau proses.

Consulting/Advisory Activities Aktivitas konsultasi atau penasehat, yang melibatkan memberikan saran atau panduan kepada organisasi atau individu untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Anti-Corruption Activities Aktivitas yang bertujuan untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggulangi tindakan korupsi.

Ia berharap aplikasi inovatif seperti “ORIENTAL BOMBANA” dapat menjadi pijakan kepala desa dalam memperbaiki tata pemerintahan di desa-desa wilayah Kabupaten Bombana.

Dengan aplikasi ini, Inspektorat dapat memantau progres pelaksanaan reviu pengadaan barang dan jasa di desa sebagai sarana penyimpan data dukung pelaksanaan reviu pengadaan barang dan jasa di desa se Kabupaten Bombana.

“Lakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa, serta para camat hendaknya memperhatikan laporan hasil reviu pengadaan barang/jasa di desa yang direkomendasikan oleh Inspektorat melalui aplikasi ini,” pungkasnya.




Pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMK di Konawe Selatan Resmi Dimulai

Konawe Selatan, SultraNET. | Pemerintah Daerah Konawe Selatan memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan.

Langkah nyata tersebut terwujud melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dengan dimulainya pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Muhammadiyah di Desa Konda 1, Kecamatan Konda.

Bupati Konawe Selatan, H Surunuddin Dangga, meresmikan proyek pembangunan ini dalam sebuah acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama serta peletakan batu azas. Senin (23/10/2023)

Bupati H. Surunuddin Dangga menjelaskan, pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMK ini merupakan kelanjutan dari upaya Pemerintah Daerah Konawe Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan di wilayah itu.

“Sebelumnya, telah diserahkan beasiswa kepada 478 mahasiswa asal Konawe Selatan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten pada pendidikan,” ujarnya.

Lokasi pembangunan fakultas ini mencakup lahan seluas 10 hektare yang disediakan melalui tanah wakaf dari para dermawan. Proyek ini memiliki target pembangunan selama 12 bulan dengan estimasi anggaran mencapai 12 miliar.

Pembangunan fakultas ini diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan dan riset kesehatan yang berkontribusi besar bagi masyarakat Konawe Selatan dan sekitarnya.

“Kami berharap fakultas ini menjadi wahana pembelajaran dan riset yang bermanfaat bagi kemajuan daerah ini.” tandasnya

Dengan dimulainya pembangunan fakultas ini, diharapkan akan tercipta generasi penerus yang berkualitas di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran.

Universitas Muhammadiyah Kendari bersama Pemerintah Daerah Konawe Selatan akan terus bersinergi untuk mewujudkan tujuan bersama ini. (*)




Bupati Ruksamin Jadi Narasumber Seminar Pendidikan Pengawas Sekolah se Sultra

Kendari, SultraNET. | Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin menghadiri pelaksanaan Rapat Kerja Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Sulawesi Tenggara yang dirangkaikan dengan Seminar Pendidikan, bertempat di Hotel Plaza Qubra Kendari. Sabtu, 21 Oktober 2023

Dalam kegiatan tersebut, Ruksamin diundang sebagai narasumber dengan materi “Peran Pemangku Kepentingan Pendidikan dalam Implementasi Program Merdeka Belajar.”

Bupati Ruksamin mengatakan didaulatnya ia sebagai pemateri pada seminar pendidikan tersebut merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri baginya.

Sebagaimana diketahui, Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) merupakan organisasi profesi bagi pengawas-pengawas sekolah.

Bupati Konut dua peride itu menjelaskan, tugas seorang pengawas adalah melaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial serta menjadi mitra dari Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Pengawas sekolah di abad ke-21 harus memiliki kemampuan 4C, meliputi communication competence (kemampuan komunikasi), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), dan collaboration (kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama).

Bupati Konut, H.Ruksamin (Tengah) bersama Pengurus APSI Sultra
Bupati Konut, H.Ruksamin (Tengah) bersama Pengurus APSI Sultra

Stakeholder terkait tidak bisa berharap Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) untuk memiliki kemampuan 4C jika pengawas belum mampu menguasai 4C.

“Begitu juga, jangan berharap peserta didik memiliki 4C jika PTK-nya belum menguasai 4C,” jelas figur yang digadang gadang bakal maju sebagai Calon Gubernur Sultra pada Pilkada 2024 mendatang itu.

Ia memaparkan bahwa Rakor APSI ini merupakan kegiatan yang luar biasa, karena APSI merupakan salah satu organisasi profesi yang bertugas untuk meningkatkan mutu pendidikan.

APSI menjadi salah satu mitra Dinas Pendidikan untuk meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan.

“Saya berharap dan menaruh harapan bahwa APSI Sultra ke depan akan lebih dinamis dan akan lebih banyak berkiprah untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Sultra,” tandasnya.




Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Tinjau Progres Preservasi Jalan di Kolaka

Kolaka, SultraNET. | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, bersama Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, dan Bupati Kolaka, Ahmad Safei, turut serta meninjau pelaksanaan proyek preservasi Jalan Wolo-Bts. Kota Kolaka, Sabtu, 21 Oktober 2023

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki memberikan perhatian khusus terhadap kerapian pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan.

“Selama pelaksanaan pekerjaan, tolong tata dan rapikan material dan alat-alatnya supaya tidak mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” pesan Menteri Basuki kepada para pelaksana proyek.

Proyek preservasi ini memiliki tujuan strategis, yaitu meningkatkan kemantapan Jalan Lintas Timur Sulawesi yang menjadi jalur vital menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Sebagai langkah konkrit, proyek juga bertujuan meningkatkan capaian waktu tempuh minimal sebesar 1,9-2 jam per 100 km dan memperlebar jalan agar sesuai dengan Standar Jalan Nasional, yakni lebih dari 7 meter.

Pekerjaan preservasi ini telah dimulai sejak November 2022 dan ditargetkan selesai pada Mei 2024. Saat ini, progres Paket Preservasi Jalan Wolo-Bts. Kota Kolaka sepanjang 16,1 km telah mencapai 49,3%, sementara Paket Preservasi Jalan Wolo-Bts. Kota Kolaka II sepanjang 16,5 km telah mencapai 44,13%.

Menteri Basuki mengharapkan agar proyek ini dapat terus berjalan sesuai target, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, dan mendukung konektivitas antarwilayah Sulawesi.




Bupati Buton Utara Pimpin Pemantauan Antisipasi Dampak El Nino

Buton Utara, SultraNET. | Bupati Buton Utara, Dr. H. Muhammad Ridwan Zakariah, M.Si., bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Amimuddin, S.Pd., dan jajaran, melakukan pemantauan aktifitas warga dan lahan pertanian di Kecamatan Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap fenomena El Nino yang berpotensi merubah pola cuaca di sejumlah daerah. Kamis (19/10/2023)

Pemantauan ini dilakukan dengan tujuan mengambil langkah-langkah antisipasi pencegahan dan penyesuaian yang tepat, khususnya untuk mengurangi dampak musim kemarau. Ancaman yang perlu diwaspadai melibatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta ancaman kekeringan dan gangguan musim tanam di sektor pertanian.

Bupati Buton Utara, Dr. H. Muhammad Ridwan Zakariah mengatakan El Nino, yang sering dikaitkan dengan peningkatan suhu permukaan laut dan penurunan curah hujan di beberapa wilayah, dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan. Hal ini mengurangi ketersediaan air untuk pertanian, menghambat pertumbuhan tanaman, dan berpotensi mengurangi hasil panen.

Selain itu, El Nino dapat mengganggu musim tanam dan mengubah pola cuaca yang biasanya terjadi. Perubahan ini bisa menyebabkan penundaan dalam penanaman tanaman, penurunan luas tanam, atau bahkan kegagalan panen.

“Petani perlu memperhatikan perubahan cuaca terkait El Nino untuk dapat menyesuaikan jadwal tanam secara efektif,” ujarnya.

Langkah-langkah antisipatif yang diambil oleh pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perlindungan dan mitigasi dampak yang mungkin terjadi akibat fenomena El Nino, ia berharap masyarakat senantiasa berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan alam,

“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.” tandasnya