Antisipasi Terorisme Polres Muna Gelar Rakor

Muna, HarapanSultra.COM | Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pada Rabu (16/5/2018) di Aula Arya Guna Polres Muna.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menangkal paham radikal dan aksi terorisme serta menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang damai dan kondusif.

Dalam rapat, Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga meminta kepada Pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna untuk bersama-sama mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan sembako dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ia juga mengharapkan terjalinnya hubungan antara umat beragama melalui FKUB, sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara umat beragama.

“Kita akan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang keluar masuk di Muna untuk mengantisipasi masuknya teroris di wilayah ini,” ujar Agung.

Dari hasil rapat ini, pria dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan jika pihaknya bakal menindak lanjuti kembali rapat kordinasi bersama untuk mengundang para Ulama, imam Masjid, Pimpinan Pondok Pesantren, dan Tokoh Adat yang rencana akan dilaksanakan di Polres Muna.

“Semua ini dilakukan agar tercipta keharmonisan dan toleransi sesama umat beragama,” terangnya.




Tujuh Bulan “Jasa” Perawat Honor RSUD Raha Tidak Dibayar, Agus Susanto : Bulan Ini Akan Dituntaskan

Muna, SultraNET. | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna, Agus Susanto berjanji bulan ini akan segera menuntaskan apa yang menjadi keluhan para tenaga honor yang hingga bulan ketujuh hak atau “jasa” mereka belum juga dibayarkan.

“Saya bersama staf rumah sakit sudah adakan rapat dan kami juga mengundang pihak perwakilan perawat honor membahas persolan ini dan hasilnya semua tutuntan mereka akan dituntaskan bulan ini.” terang Agus

Terkait persoalan insentif yang selama ini disebut sebut sebenarnya bukan persoalan itu yang menjadi persoalan urai agus karena untuk para tenaga perawat honor yang ada adalah “Jasa” dan Jasa inilah yang akan dituntaskan bulan ini.

“Untuk jasa para perawat honor pastinya akan kami bayarkan bulan ini terhitung dari bulan oktober.” singkatnya

Ditempat yang sama, Iskandar salah satu perawat honorer RSUD mengungkapkan dari hasil rapat tadi hasilnya sudah terjawab yakni gaji para tenaga honor yang selama tujuh bulan tidak dibayar akan dituntaskan bulan ini.

“Memang kita sempat mogok tapi sesuai kesepakatan rapat maka Kami akan kembali melakukan aktifitas seperti semula tinggal menunggu saja dari pihak Bank Sultra untuk menuntaskan pembayaran karena RAB nya udah clear tingga tunggu laporan pertanggung jawaban kemudian diasetor ke pihak bank untuk dicairkan.” Tutupnya

Sebelumnya seluruh Tenaga Perawat Honorer Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna pagi tadi melakukan aksi kompak mogok




Kasus Pencurian Yang Resahkan Bombana Berhasil Diungkap Polisi

Rumbia, SultraNET. |Rentetan Kasus pencurian yang terjadi di Kabupaten Bombana berhasil diungkap jajaran Kepolisian Polres  Bombana, rupanya pelakunya masih merupakan satu kelompok.

Kasus yang paling mencolok terjadi pada 5 Desember 2017  kelompok ini membobol Dinas Transmigrasi dan Tenagakerja Kab. Bombana kemudian menggasak 3 laptop beserta uang tunai sebesar 121 juta dan 1 buah kamera cenon.

Dalam keterangan persnya Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin SH,SIK,MM menjelaskan bahwa ada 4 orang pelaku yang turut bekerja sama dan satu orang Pelaku berhasil ditangkap berinisial SD.

Sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran berinisial AS, SN, dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) sedang satu orangnya belum di ketahui identitasnya.

“Terhadap pelaku melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke -4 Subs pasal 363 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara sesuai dengan tindak pidana yang dia lakukan” Tutur Kapolres.

Andi Adnan menguraikan kronologi penangkapan, awalnya kepolisian menduga kasus itu merupakan curamor saja namun ternyata terkait dengan tindak pidana lainya.

Saat itu Polsek Lantari Jaya menangani kasus pencurian kendaraan dan berhasil menangkap pelaku kemudian bersama pelaku pencurian kendaraan itu langsung mencari kendaraan hasil curian yang telah disembunyikan sambil menunggu penadah.

“Saat itu SD menelpon pelaku pencurian motor menanyakan motor yang akan di jual dan petugas yang langsung ambil hp pelaku dan ternyata yang menelpon adalah SD pelaku yang mencuri uang di Disnakertrans itu” Urainya.

Dari pengakuan pelaku, kelompok ini telah melancarkan aksinya sejak 2 tahun lalu dan telah melakukan 9 kali aksinya di Kecamatan Rarowatu dan Lantari Jaya.

“Kepolisian resor Bombana mengamankan barang bukti  3 buah leptop, 7 buah kendaraan roda dua dengan berbagai merek, televisi, dan beberapa mesin Dompeng, alkon dan masih banyak lagi barang yang diduga hasil curian” Urainya




Demi Biaya Wisuda Pasangan Kekasih ini nekat Mencuri

Muna, SultraNET. | Seorang warga jalan kamboja Kelurahan Raha lll, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna,  Sulawesi Tenggara (Sultra) LMI alias ipang (27), bersama kekasihnya warga desa Maligano Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna (Sultra) LS alias lis (27),  kini harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga telah melakukan tindak kriminal pencurian pada Selasa (15/5/2018).

Aksi pencurian itu terjadi pada kios jualan milik Wa Ode Mardiana di Desa Masara, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat,(Sultra).

Pasangan yang tengah dimabuk asmara itu mendatangi kios milik korban sekitar pukul 13:30 Wita dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Pada saat tiba di lokasi pencurian, LS turun dari mobil merk Sigra warna putih itu, dan meminta kepada anak korban yang tengah sendiri menjaga kios untuk diantarkan ke kamar mandi, dengan alasan ingin buang air kecil.

Sedangkan LMI masih berada dalam mobil sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pencurian.

Setelah LS diantar masuk kedalam rumah, LMI pun langsung turun dan menjarah isi kios korban berupa puluhan pack rokok yang dimasukan kedalam tas miliknya.

Ternyata niat jahat pasangan kekasih ini terciduk oleh saudara laki-laki korban yang curiga dengan adanya mobil parkir di depan kios dengan kondisi mesin sedang bunyi.

Pada saat didapati, LMI sempat mengelak, namun karena menolak untuk diperiksa tasnya, ia pun berhasil kabur dengan isi tas penuh barang curian dengan nilai harga sekitar Rp 1 juta rupiah dengan menggunakan mobilnya dan meninggalkan LS yang tengah berada di dalam kamar mandi rumah korban.

Teringat bahwa masih ada teman diduga pelaku yang masih berada dalam rumah, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajid (kepolisian) sambil mengamankan LS.

Kapolsek Kusambi, Iptu La Ondo mengatakan jika kejadian itu benar adanya, dan setelah menerima laporan tersebut, pihaknya kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan LS dan mengejar LMI.

“Kurang lebih 10 jam, Pelakunya sudah berhasil ditangkap di Raha oleh Kanit Res Kusambi bersama anggotanya dan tim Buser Polres Muna,” ujar La Ondo melalui WhatsApp pribadinya, pada Jumat (18/5/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata La Ondo, kedua pelaku sudah merencanakan niatnya karena terdesak dan kekurangan uang untuk LS yang hendak di wisuda pada tahun ini.

“Saat ini LMI mendekam di Polres Muna untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dan menurut informasinya dia juga sudah terkenal sering melakukan pencurian di mana pun dia berada,” pungkasnya.




Pencuri AKI Lintas Kabupaten di Tangkap

Rumbia, SultraNET. | Kepolisian resor poleang timur berhasil menangkap pelaku pencurian Aki lintas Kabupaten yang kerap beroperasi di wilyah bombana, operasi penangkapan di pimpin langsung oleh Iptu Salman.

Dalam melancarkan aksinya pelaku menggunakan satu buah mobil jenis Avanza bersama dua orang lainnya berinisial Z dan AR yang saat ini masih dalam pengejaran.

Berdasarkan pengakuan, pelaku telah melancarkan aksinya di Bombana, Kolaka, Konsel dan Daerah lain di wilayah hukum Sulawesi Tenggara

Dari realease yang diberikan Polres Bombana (15/05/2018), kronologi penangkapan pelaku bermula ketika Polisi menemukan mobil yang mencurigakan dan karena curiga maka diadakan pengejaran.

Pelaku kemudian meninggalkan mobilnya dan berniat melarikan diri menumpang kesalah satu mobil trek dan ternyata mobil yang ia tumpangi berhenti  di depan Polsek watubangga  oleh Polisi langsung di tangkap.

Dari Pengakuan pelaku aki hasil curian itu di jual kepada pembeli besi tua di daerah Kolaka dengan harga 200/300 ribu per aki.

Polisi berhasil menyita 15 buah Aki dan sebuah mobil Avanza berwarna putih.




Polres Bombana Tangkap Perakit Bom Ikan

Rumbia, SultraNET. | Polres Bombana menggelar konfrensi pers terkait tindak pidana memiliki, menguasai, menyimpan, dan mempergunakan bahan peledak, yang dipimpin langsung Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin SH SIK,MM di Mapolres Bombana (15/5/2018).

Kegiatan tersebut di hadiri Asisten II pemkab Bombana Muh. Aris, SE, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Drs. Muh. Yunus juga ikut hadir dalam gelar perkara tersebut Danramil Rumbia Kapten Inf. Masrin, DanPosal Laode Maulid dan para PJU Bombana serta satuan kerja kepolisian resort Bombana

Dalam keterangan persnya Kapolres Bombana menjelaskan bahwa pelaku Rusman bin Aco membuat dan merakit sendiri pupuk merek “Matahari”, minyak tanah, belerang dan korek api yang telah dikeringkan dan memasukan di botol yang ditutup dengan menggunakan potongan sendal yang telah dilubangi untuk dipasangi detonator atau sumbu sehingga menjadi bahan peledak dan siap digunakan.

“Kejadian ini terjadi pada Minggu 29 April 2018 tepatnya pada jam 03.30 wita di Dusun Kampung Bajo Desa Waemputtang Kec. Poleang Selatan Kabupaten Bombana bertepat di dirumah pelaku, ” Urainya

Dari penulusuran anggota polri resor Bombana yang sedang patroli/petugas menemukan pupuk merk “Matahari” yang telah dirakit dan siap digunakan sebagai bom ikan

Lanjut Kapolres Bombana bahwa barang bukti yang telah disita berupa Enam batang detonator, 1 botol pupuk matahari yang telah dicampur dengan belerang korek api, 1 botol yg telah di ikatkan batu sebagai pemberat berisi pupuk matahari yang telah dicampu minyak tanah,1 jerigen 20 liter berisi pupuk matahari yang telah dicampu minyak tanah, dengan menggunakan sebuah ember merah yang teisi pupuk matahari yang telah dicampur minyak tanah, 1 toples berisi pupuk matahari, 7 bungkus korek api kayu dan 3 gulung obat anti nyamuk.

“ Pelaku diduga melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang – undang No. 12 / Drt / 1951 LN No. 78 tahun 1951 tentang bahan peledak,” Pungkas Andi Adnan




PT. Jhonlin Di Duga Serobot Lahan Warga.

Rumbia, SultraNET. | Sejak awal masuk beroperasi di Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara, PT. Jhonlin Batu Mandiri tak henti mendapat aksi protes dari warga setempat.

Nampaknya bukan tanpa alasan, Perusahaan perkebunan Tebu yang sedang beroperasi  dibeberapa wilayah Kecamatan di Kab. Bombana itu, di duga kuat telah masuk dengan cara menyerobot lahan perkebunan warga.

Dalam rapat Hering  yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kab. Bombana Andi Firman, Masyarakat pemilik Lahan yang didampingi Aliansi Pemuda Pemudi Mahasiswa Bombana (AP2MB) meminta dan mendesak Lembaga perwakilan Rakyat itu untuk segera melakukan Investigasi dan merekomendasikan peenghentian aktifitas PT. Jhonlin karena telah menggusur Lahan pertanian masyarakat secara semena-mena.

Marjuni, salah seorang warga yang mengaku diserobot lahan kebun dan Rens ternak sapi miliknya oleh Perusahaan tanpa konfirmasi.

“Saya memohon kepada forum ini, supaya Jhonlin ini dihentikan aktifitasnya, ada tiga ratusan hektar saya punya Rens sapi dan kebun Rumput yang digusur oleh perusahaan tanpa ada kompromi” Ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga, Herianto, Anggota legislatif dari fraksi Golkar mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut jika masyarakat yang merasa lahannya diserobot,  bisa menunjukan alas haknya.

“saya sebenarnya malu, karena ini sudah ke 6 kalinya masyarakat menyampaikan tuntutannya, tapi yang terpenting itu alas hak masyarakat supaya kita bisa dudukkan bersama menyelesaikan masalah.”kata Heriyanto.

Lain halnya yang disampaikan oleh Mansur Lababa, Anggota DPRD yang baru saja dilantik sebagai PAW (pengganti Antar Waktu) menggantikan Johan Salim, yang mundur dari keanggotaan mendampingi H. Tafdil dalam kontestasi Pilkada lalu.

Persoalan PT. Jhonlin menurut Dia, wajar saja bila ada aksi protes dan penolakan dari masyarakat, karena perusahaan tersebut tidak pernah sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana investasinya, melainkan hanya orang orang tertentu yang mengetahui keberadaannya.

Ia menilai, Hadirnya PT. Jhonlin telah menimbulkan ketidak Adilan dimasyarakat, Karena tanah masyarakat, ada yang dibayar dan sebagian tidak dibayar. Jumlahnya pun ada yang dibayar sedikit dan ada yang banyak.

“Saya tau persis itu soal tanah di Jhonlin, semua itu tanah tanah sengketa. Karena ada beberapa aturan yang menguatkan keberadaan tanah Adat dan Ulayat. “Jelas Mansur.

Masih kata Mansur, Bila mengacu Undang undang Dasar 1945, Bumi air dan segala isinya dikuasai oleh Negara dan dimanfaatkan sebesar besarnya  untuk kemakmuran rakyat. Sehingga Hadirnya Negara harus mensejahterakan warga Negara. karena ada 3 pilar terbentuknya Negara. Yang pertama ada wilayah, kedua ada rakyat dan ketiga ada Pemerintah.”ucap Mansur mengingatkan, yang disambut tepuk tangan forum.

Koordinator AP2MB Rasmin Saputra, mengungkapkan kepada HarapanSultra.Com bahwa masyarakat mendatangi Kantor DPRD untuk menagih janji para wakil rakyat itu. Sebab sebelumnya pernah menyampaikan kepada masyarakat akan membentuk Tim investigasi terkait persoalan lahan masyarakat yang diduki perusahaan.

“Pertemuan yang lalu DPR berjanji akan membentuk Tim Investigasi, tapi sampai hari ini juga tidak ada, entah apa alasannya.” Ucapnya heran.

Menurutnya, lanjut Harmin, hadirnya Jhonlin tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sudah sangat merugikan masyarakat atas penyerobotan dan penggusuran lahan kebun yang merupakan tempat penghidupan masyarakat.

“Masuknya pun tidak melalui sosialisasi secara terbuka. Hanya segelintir orang yang dilibatkan.”ungkapnya.

Harmin menambahkan, jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan lahan masyarakat yang diserobot perusahaan, sudah saatnya masyarakat mencari jalan nya sendiri.

“Kalau ini tidak bisa diselesaikan, kami akan boikot aktifitas perusahaan.” tegas Harmin




Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga

SultraNET. | Kepolisian RI mengidentifikasi bahwa pelaku bom Surabaya adalah satu keluarga, hal itu dikemukakan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam keterangan persnya terkait serangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Tito mengatakan pelaku menggunakan mobil dalam melakukan aksinya. “Yang gunakan Avanza diduga keras itu adalah orang tuanya atau bapaknya,” ujarnya di Surabaya pada Minggu, 13 Mei 2018. Pelaku itu diketahui bernama Dita Upriyanto.

Pelaku ini, kata Tito, meledakkan diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Dita menurunkan anggota keluarganya, yang terdiri atas istri dan dua anaknya, di GKI Diponegoro. Sang istri diketahui bernama Puji Kuswati, sementara dua anaknya berinisial FS, 12 tahun, dan VR, sembilan tahun.

Ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela juga terkait dengan keluarga ini. Ledakan di gereja di Ngagel itu diduga dilakukan dua anak laki-laki Dita, yaitu Yusuf Fadil, 18 tahun, dan FH, 16 tahun. Mereka menggunakan bom yang diletakkan di pinggang.

“Semuanya serangan bom bunuh diri, cuma bomnya berbeda,” kata Tito.

Tito pun menyebut para pelaku diduga berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

“Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia adalah ketuanya Dita ini,” ucapnya.

Pada Ahad pagi ini, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi serangan bom bunuh diri terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. (Menit7)




Sikapi Tragedi Bom Surabaya JOIN Keluarkan Maklumat

Jakarta, SultraNET. | (13/5/2018) Bangsa Indonesia kembali mendapatkan musibah pagi tadi, Minggu 13/5/2018 terjadi tragedi pengeboman 3 gereja di surabaya yang hingga kini dilaporkan menewaskan 9 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Atas tragedi itu, Pengurus Pusat Jurnalis Online Indonesia atau JOIN mengutuk keras tindakan yang terjadi di Ibukota Jawa Timur tersebut .

Dalam Rilis yang dibagikan kepada segenap pengurus JOIN diseluruh Nusantara, Organisasi Kewartawanan itu mengeluarkan 8 Poin Maklumat.

1. Mengutuk keras tindakan biadab pelaku pengeboman. Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama apapun.

2. Meminta dan menghimbau agar seluruh jurnalis online Indinesia berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan kode etik JOIN dalam memberitakan peristiwa teror bom di Surabaya.

3. Tidak menampilkan secara jelas gambar korban yang terluka dan berdarah dari korban tragedi bom

4. Selalu check dan re-chek setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi

5. Tidak ikut menyebarkan dan membagikan gambar atau video korban teror bom di media sosial atau applikasi percakapan, guna menghormati kerabat dan keluarga korban

7. jurnalis online harus tetap memberitakan, mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas

8. Jurnalis Online harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan rasa aman dan teang serta tidak menimbulkan rasa ketakutan dimasyarakat.




Pakde Karwo : Jangan Takut, Terorisme Harus Dilawan

Surabaya, SultraNET. | Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme, sebaliknya harus berani melawannya karena terorisme merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini disela-sela mengunjungi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) bom bunuh diri di gereja Jl. Arjuna Surabaya, Minggu (13/5) pukul 09.45 WIB.

Kunjungan dilakukan bersama-sama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Sebelumnya, juga dilakukan diTKP Ngagel dan Diponegoro.

“Polri dan TNI sebagai kekuatan inti bersama-sama masyarakat akan melakukannya,” ujar Pakde Karwo seraya menyampaikan rasa duka mendalamnya atas timbulnya korban jiwa dalam ledakan bom di tiga Gereja yang ada di Kota Surabaya itu.

Ditambahkan, dirinya bersama Forkompida akan memperkuat pengamanan di semua tempat.

Langkah yang sama juga dilakukan untuk deteksi dini dengan memperkuat tiga pilar, yakni kepala desa, bhabinkamtibmas, dan babinsa.

Disela-sela melihat penanganan korban ledakan bom bunuh diri ini, Gubernur memberikan arahan agar penanganan para korban dipusatkan di RSUD dr. Sutomo. Sampai dengan pukul 10.09 WIB, tercatat sebanyak enam korban masuk di RSUD dr. Sutomo, dengan satu diantaranya meninggal dunia.

Menjawab pertanyaan media, Kapolda Jatim Mahfud Arifin menyampaikan penanganan kemanan oleh aparat sudah dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Buktinya, polisi juga jadi korban,” ujarnya sambil menambahkan untuk lokasi Ngagel sudah dinyatakan clear.

Sementara, dua tempat lainnya, Arjuno dan Diponegoro, masih dilakukan pembersihan oleh kepolisian

(JNN/SENTRALONE)