Beberapa Manfaat Infus Water Lemo Untuk Kesehatan Anda

Infus water lemon adalah minuman yang terbuat dari air putih dicampur dengan irisan buah lemon. Sama seperti invested water lainnya, minuman ini juga bisa memberikan manfaat kesehatan, mulai dari menghidrasi tubuh, membuat tubuh jadi nggak gampang sakit, sampai mencegah kulit kering.

Minum Infus water lemon bisa membantu menghidrasi tubuh. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, paduan air putih dengan kandungan air pada buah lemon yang cukup tinggi tersebut bisa mencegah terjadinya dehidrasi.

Mencukupi kebutuhan cairan harian bukan cuma bisa mencegah dehidrasi, tetapi juga bisa mencegah kulit kering karena air juga membantu kulit terhidrasi. Biasanya, kulit kering ditandai dengan ciri- ciri, yaitu kasar ketika disentuh, gatal, bersisik, bahkan tidak jarang jadi rentan mengelupas dan menimbulkan luka.




Dinkes Bombana Teken MoU Edukasi Dispensasi Menikah

Rumbia, HarapanSultra.COM | Pengadilan Agama Rumbia dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menandatangani Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Understanding) perihal Edukasi Bagi Pemohon Dispensasi Menikah, bertempat di Ruangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana. Rabu (06/07/2022)

Kegiatan itu sebagai tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 2449/DjA/HM.00/4/2022 Tanggal 22 April 2022 Perihal Koordinasi dan Perjanjian Kerjasama dengan Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan bahwa nantinya akan ada petugas yang di tunjuk untuk memberikan edukasi dan surat keterangan rekomendasi terhadap masyarakat pemohon dispensasi menikah.

“Kita akan tunjuk petuganya untuk mengurusi edukasi pemohon dispensasi menikah,” ujar Darwin Ismail

Kegiatan Edukasi kesehatan perkawinan adalah kegiatan penyuluhan kesehatan pada pasangan sebelum melakukan perkawinan.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Rumbia, Zulfahmi sangat mengapresiasi atas kerjasama yang baik dengan Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan edukasi terhadap masayarakat para pencari keadilan.

“Saya berharap dengan adanya penandatanganan MoU ini semakin meningkatkan sinergi antara Pengadilan Agama Rumbia dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua instansi,” singkatnya. (Adv)




Ahli Waris PHTT Dinkes Bombana Terima Dana Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Bombana, SultraNET. – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang kini akrab disapa BPJAMSOSTEK, kembali menyalurkan dana santunan kepada ahli waris almarhum Jafruddin sebesar Rp.172,5 juta, Selasa (8/3/2022).

Jafruddin merupakan Pekerja Harian Tidak Tetap (PHTT) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah manfaat dari Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK.

Penyerahan dana manfaat ini dilakukan di Kantor Dinkes Bombana, dan secara simbolis diwakilkan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bombana, Darwin Ismail.

Kepada awak media Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin Ismail mengatakan, santunan BPJAMSOSTEK ini merupakan bukti nyata betapa pentingnya setiap pegawai khususnya di lingkup Dinkes Bombana dapat terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan

“Penyerahan santunan hari ini merupakan bukti akan pentingnya pegawai lingkup Dinas Kesehatan Bombana dapat terlindungi oleh Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan agar terhindar dari risiko dalam menjalankan setiap aktivitasnya,” kata Darwin.

Melihat manfaat yang begitu besar, Darwin mengungkapkan, tahun 2022 ini akan kembali mendaftarkan 300 non-ASN lingkup Dinkes Kabupaten Bombana ke dalam program BPJAMSOSTEK.

“Tahun 2022 ini, kami Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana kembali mendaftarkan 300 non-ASN ke dalam program BPJAMSOSTEK,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala BPJAMSOSTEK Konsel, Makmur, berharap santunan pihaknya berikan dapat mencegah kemiskinan baru yang disebabkan hilangnya salah satu sumber penghasilan keluarga.

“Kami berharap dari santunan ini, keluarga yang ditinggalkan dapat menggunakan santunan tersebut dengan sebaik-baiknya dan kedua anaknya dapat melanjutkan serta menyelesaikan pendidikannya sampai dengan sarjana,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Sultra, Minarni Lukman menuturkan, jaminan sosial ketenagakerjaan sangatlah penting bagi setiap pekerja. Sehingga butuh dukungan serta pengawalan seluruh pihak.

“BPJAMSOSTEK dan pengentasan kemiskinan selalu berjalan beriringan, untuk itu kami berharap dukungan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten untuk mengawal dan memastikan perlindungan jaminan sosial seluruh pekerja di wilayahnya terdaftar BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (Adv)




Inovasi Mudahkan Masyarakat, PKM Rumbia Tengah Buka Layanan Vaksinasi di Pasar Kasipute

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kecamatan bersama Puskesmas Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana dibantu aparat TNI-Polri terus berinovasi melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka vaksinasi covid-19 sebagai bagian dari pencapaian target terbentuknya kekebalan kelompol atau herd immunity yang dicanangkan pemerintah sebesar 70 persen penduduk di akhir bulan Desember 2021.

Kepada awak media ini, Sabtu (4/12/2021) Sekretaris Kecamatan Rumbia Tengah, Amin Mudeing mengatakan tujuan dipilihnya pasar adalah sebagai upaya membantu masyarakat dan pedagang agar kegiatan vaksinasi covid-19 yang dicangkan pemerintah tidak mengganggu kegiatan jual beli mereka.

” Ini tujuannya untuk mendekatkan layanan vaksinasi, agar tidak mengganggu kegiatan ekonomi mereka,” ujar Amin Mudeing.

Ia menjelaskan pilihan membuka layanan vaksinasi di tempat tempat umum dan pusat kegiatan masyarakat menjadi salah satu kunci Kecamatan Rumbia Tengah menjadi langganan peringkat teratas prosentase warga yang telah divaksin covid-19 dari 22 Kecamatan yang ada di daerah itu.

“Sebelumnya juga sudah kita lakukan di pasar sore, sekolah sekolah dan tempat tempat keramaian lainnya,” bebernya.

Untuk di Pasar Kasipute sendiri tambah Amin, jika animo masyarakat dan pedagang pasar tinggi untuk melakukan vaksinasi, maka pada hari sabtu pekan berikutnya ditempat ini akan kembali dilakukan vaksinasi massal covid-19.

“Jadi tergantung animo masyarakat jika cukup tinggi maka akan kembali kita lakukan minggu depan,” tutupnya.

Untuk diketahui untuk hari ini, Puskemas Kecamatan Rumbia Tengah berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 71 orang dengan rincian 46 orang masyarakat umum, pelayan publik 22 orang dan Tenaga Kesehatan 3 orang. (adv)




Sukseskan Pekan Vaksin ke, Dinkes Bombana Turunkan 33 Tim

Bombana, SultraNET. | Gelaran Pekan Vaksinasi tahap ke Sembilan yang menjadi program andalan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona dan percepatan vaksinasi untuk mencapai Herd imunity atau kekebalan kelompok yang dilaksanakan sejak Jumat tanggal 5 November 2021 telah berakhir hari ini.

Dengan target 19.736 orang pada pekan vaksinasi kali ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana selaku pelaksana menurunkan 33 Tim Faskes kesehatan yang tersebar di 22 Kecamatan yang ada diwilayah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail, SE mengatakan bahwa dengan jumlah 33 Tim yang di turunkan, target pada pekan vaksinasi tahap ke Sembilan bisa tercapai dengan maksimal.

“Di 33 Tim tersebut kami bagi di satu PKM ada yang dua Tim dan Ada juga yang satu Tim tergantung dari jumlah penduduk di Kecamatan Tersebut,” terang Darwin, Sabtu (13/11/2021)

Mantan Kepala BKD Kabupaten Bombana ini menambahkan, Kecamatan yang 1 Tim tersebar di 11 Kecamatan dan hampir keseluruhan berada di Kepulauan Kabaena.

Diantara 11 Kecamatan yang menurunkan 1 Tim yaitu Kecamatan Rumbia, Kecamatan Poleang Tenggara, Kecamatan Poleang Tengah, Kecamatan Masaloka Raya, Kecamatan Matausu, Kecamatan Kabaena Tengah, Kecamatan Kabaena Selatan, Kecamatan Kabaena Timur sedangkan yang lainnya rata rata 2 Tim.

 

 

 

 

.




Dinkes Bombana Tegaskan Informasi Warga Lumpuh Usai di Vaksin HOAX !

Bombana, SultraNet. – Proses vaksinasi covid-19 di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memasuki tahap ke sembilan, usaha yang serius dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan untuk mewujudkan Herd imunity atau kekebalan kelompok di Akhir Desember 2021 ini masih saja mendapatkan tantangan di lapangan, baik itu warga yang menolak untuk di vaksinasi sampai menyebarnya berita berita HOAX tentang efek dari vaksin ini, Jum’at (12/11/2021).

Seperti salah satu kasus informasi Hoax yang terjadi di Desa Watumelomba, Kecamatan Tontonunu bahwa ada yang warga yang telah melaksanakan vaksinasi langsung stroke atau lumpuh membuat sebagian warga percaya sehingga banyak warga yang akhirnya tidak mau untuk di vaksin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana Andi Ira Anggraeny dengan tegas menyampaikan bahwa informasi itu adalah berita HOAX yang menyesatkan.

“Desa Watumelomba dari awal tidak ada orang lumpuh atau stroke karena di vaksin, berdasarkan laporan orang tua tersebut pada saat datang ke tempat Vaksinasi memang sudah mempunyai penyakit kram kram kakinya, dokter bahkan menyarankan untuk menunda akan tetapi orang tua tersebut memaksakan untuk di vaksin, sehingga pada akhirnya di vaksin,” Jelas Andi Ira

Berdasarkan laporan Surveilans KIPI yang masing-masing ada di 22 Puskesmas tidak ada laporan tentang KIPI yang serius, yang ada hanya laporan KIPI non serius seperti demam atau pegal.

“Jadi saya tegaskan bahwa ada yang lumpuh atau stroke setelah di vaksinasi di Desa Watumelomba itu hanyalah HOAX, saya mengharapkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi tentang vaksinasi ini,” harapnya.

 

 

 

 

 

 

.




Desa Tak Capai Target Herd Immunity di Kecamatan Tontonunu, Warganya Bakal Tak Diberi Izin Gelar Pesta Hajatan

Bombana, SultraNET. – Pemerintah Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana menyiapkan langkah tegas dengan tidak mengeluarkan izin pesta atau hajatan yang mengumpulkan orang banyak kepada Desa yang warganya enggan melakukan vaksinasi sehingga tidak mampu memenuhi target perolehan 70 persen warga tervaksin atau terciptanya kekebalan kelompok.

Hal tersebut ditegaskan Camat Tontonunu, Muhiddin saat memimpin Rapat Koordinasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tingkat Kecamatan Tontonunu yang dihadiri Para Kepala Desa, Kepala Pukesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Tontonunu, Jumat (12/11/2021).

Muhiddin menjelaskan dalam rangka percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bombana untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu 70 persen warga telah tervaksin (Dosis 1) diakhir Desember 2021, maka seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana diberi target.

“Tidak ada jalan tidak divaksin, jadi Desa yang belum memenuhi prosentase akan dilarang melakukan kegiatan hajatan apapun baik pesta Aqiqah dan lain-lain, kemudian semua pelayanan publik harus disyaratkan vaksin,” ujar Muhiddin.

Mantan Sekcam Tontonunu ini  menegaskan bahwa untuk aparat desa bakal ada sanksi yang di berikan jika menolak atau tidak mau di Vaksin.

“Semua yang dihonorkan ADD dan DD mensyaratkan harus divaksin kalau tidak, maka siap-siap diberhentikan dan tidak diberikan kehormatan atau tunjangannya,” jelas Muhiddin.

Untuk dilingkungan Sekolah, Guru dan Siswa  yang belum melakukan vaksin dilarang mengikuti proses belajar mengajar atau tatap muka disekolah.

“Semua pengurusan yang menyangkut pelayanan publik harus menyetor KK dan bukti vaksin terutama di Desa yang punya masyarakat, kemudian Desa yang tidak memenuhi target maka tidak akan melayani pemberian ADD dan DD nya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Tontonunu Suradi SKM menjelaskan bahwa dalam Pelaksanaan vaksin bagi Mayarakat, pihaknya tidak langsung melakukan vaksin namun dilakukan dulu pemeriksaan jika ada riwayat penyakitnya maka dilakukan screning dulu, namun jika hasilnya tidak bisa vaksin maka akan diberikan surat rujukan untuk ke Dokter spesialis guna pemeriksaan.

“Dan bagi masyarakat sudah divaksin ada gejala lain maka kami harap supaya ke Rumah Sakit atau puskesmas terdekat jangan tinggal dirumah saja pada akhirnya akan menimbulkan kecurigaan,” harap Suradi.




Kosgoro Bombana Dorong Kader Bantu Pemkab Sukseskan Pekan Vaksin

Bombana, SultraNET. – Ketua Kosgoro Kabupaten Bombana, Sri Nur Eva memastikan, seluruh elemen Partai Golkar solid mendukung program vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka mencapai Herd Immunity. Sebagai bukti kesungguhannya, para kader Perempuan Partai Golkar diwajibkan mensosialisasikan kebijakan ini.

“Saya mengharapkan pada kader perempuan Golkar di seluruh Bombana, agar dapat menyukseskan pekan Vaksinasi yang di laksanakan oleh Pemkab dengan cara mensosialisaikan pentingnya vaksinasi,” Kata Nur Eva saat di Hubungi via telepon, Jumat (12/11/2021).

Sri Nur Eva menjelaskan, dasar melakukan vaksinasi di Indonesia sudah clear. termasuk penggunaan vaksin asal China, Sinovac, Politisi wanita asal Pulau Kabaena ini berharap masyarakat dapat tenang dan meyakini vaksin ini aman. Pasalnya, vaksin Covid-19 sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Karena dua lembaga ini sudah memberikan lampu hijau, saya mengharapkan kepada seluruh kader perempuan Golkar untuk mensosialisasikannya,” ujarnya.

Nur Eva menjamin, pengetahuan kader Beringin soal vaksin sudah tuntas. Jadi, saat ini tinggal menyampaikan informasinya dengan benar, agar bangsa ini terbebas dari pandemi Covid-19.

“Arahan sudah diberikan kepada kader Golkar sampai tingkat paling bawah, untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah,” pungkas wanita yang juga wakil bendahara di DPD II GOLKAR Kabupaten Bombana itu.

 




Bupati Tafdil Bakal Evaluasi 5 Camat dan Kapus Peraih Target Vaksinasi Terendah

Bombana, SultraNET. – Bupati Bombana H. Tafdil memastikan bakal melakukan evaluasi terhadap 5 Camat dan Kepala Puskesmas (Kapus) yang wilayahnya masuk 5 terendah perolehan pekan Vaksinasi pada Desember mendatang, Kamis (11 /11/2021).

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pekan Vaksinasi di Kabupaten Bombana telah memasuki tahap sembilan, akan tetapi realisasi vaksinasi COVID-19 hingga November 2021 ini baru mencapai kisaran 40 persen.

Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan realisasi vaksinasi COVID-19 didaerah tersebut harus mencapai 70 persen atau Herd Immunity pada Desember 2021 mendatang.

Bupati Bombana, H Tafdil mengatakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah yang dipimpinnya itu masih jauh dari target, padahal menurutnya jika merujuk pada target yang di berikan oleh Pemerintah Pusat, seharusnya sudah berada diatas 50 persen.

“Ini masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Bupati dua periode ini, bergerak cepat mengambil langkah strategis dengan memanggil seluruh Camat untuk melakukan rapat percepatan vaksinasi yang bertampat di Paviliun Rujab Bupati Bombana yang turut serta dihadiri dari berbagai unsur Forkopimda.

“Seharusnya pada bulan November ini capaian vaksin sudah berada dikisaran 50 persen lebih, sementara sampai pada bulan Desember, Pemda ditarget harus mencapai angka 70 persen,” paparnya.

“Ingat, 5 Kecamatan dengan capaian terendah siap siap untuk menerima konsekuensi nya.” tegas Ketua DPD PAN Kabupaten Bombana ini.

 

 

 

 

 

.




Status PPKM di Bombana Turun ke Level 2

Bombana, SultraNET. – Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara  turun level terkait status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jika Sebelumnya berada di level tiga, kini turun jadi level dua.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, baru satu Kabupaten yang mampu menyandang level satu yakni Kabupaten Konawe Utara. Sementara 12 Kabupaten dan dua Kota lainnya berada di level dua, sedangkan di level tiga masih dua Kabupaten.

Kabupaten Bombana masuk kategori level dua PPKM. Bombana bersama Kabupaten Muna, Buton, Konawe, Wakatobi, Buton Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kolaka Utara, Kota Baubau, dan Kota Kendari, sedangkan level tiga yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin Ismail mengatakan penurunan status tersebut berkat adanya tambahan warga yang mau vaksin dari hari ke hari serta angka covid-19 yang telah mencapai anka 0 (nol).

Ia menjelaskan jika Bombana tidak terhalang rendahnya jumlah prosentase warganya yang telah di vaksinasi saat ini, maka dipastikan telah masuk kategori level satu PPKM.

“Sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang, Alhamdulilah tidak ada lagi warga kita yang terkonfirmasi atau terpapar covid-19,” paparnya usai mengikuti rapat bersama jajaran camat dan TNI/ POLRI di Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Hanya saja, akibat rendahnya warga Bombana yang vaksin kata Darwin, telah berdampak pada naiknya levelitas PPKM secara standar nasional

“Naiknya levelitas kita di PPKM Itu, akibat capaian vaksinasi kita rendah. Hingga 8 November 2021 kita belum capai 40 persen sebagaimana ditargetkan secara nasional. kita masih berkutat ditataran 39 persenan. Akibatnya, level PPKM kita saat itu, naik ke level tiga,” ulasnya.

Namun saat ini lanjutnya, jumlah vaksinasi  telah menyentuh angka 44 ribuan lebih. Atau telah mencapai 40 persen lebih dari target, sehingga level kita sudah turun ke level dua,” tambahnya.

Mantan Kepala BKD Bombana itu menargetkan hingga akhir November 2021 kedepan, persentase yang hendak dicapai di kisaran 60 persen dari target.

“Untuk saat ini, kita butuh sekitar 19 persenan lebih untuk gapai target 60 persen tersebut. Sementara satu persen itu, butuh kisaran 1.200 dosis yang mesti tervaksin. Makanya, hari ini kita undang camat dan unsur TNI Polri untuk bahu membahu tangani bersama terkait rendahnya vaksinasi kita ini,” ujanya.

“Kedepan, identifikasi warga yang vaksin dan yang belum, akan digunakan metode by name by adres. Lewat scraning kartu keluarga atau KK,” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

.