TPP ASN Bombana yang Belum Lakukan Vaksinasi Bakal Ditahan Sementara

Bombana, SultraNET. | Target Herd Immunity di akhir bulan Desember 2021 menjadi hal yang harus direalisasikan di semua daerah yang ada di Indonesia termasuk Kabupaten Bombana, karena merupakan Instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa menjelaskan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bombana yang belum melakukan vaksinasi, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya akan ditahan sementara hingga ASN tersebut melakukan vaksinasi.

“Ya itu tanggung jawab saya. Kalau ada PNS di Lingkup Pemda Bombana yang belum atau tidak mau di vaksin akan ditahan sementara TPP nya sampai selesai divaksin baru diberikan,” Jelas Man Arfa saat di wawancarai usai Rapat dengan seluruh Camat se Kabupaten Bombana di Aula Paviliun Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Mantan Kadis PU Kabupaten Bombana ini juga menegaskan kembali apa yang menjadi Arahan Bupati Bombana pada saat Rapat koordinasi tadi, bukan hanya itu, jika dalam pelaksanaan vaksinasi bersama para Camat tidak mencapai target hingga 70 persen, pihaknya juga bakal mengambil langkah tegas.

“Saya akan panggil dulu, kalau memang tidak bisa bekerja maksimal kita ganti, ini program dari pusat bukan dari program daerah, makanya jangan main-main program ini,” Tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

 

 

 

 

 

 

.




Bupati H. Tafdil Warning ASN yang Belum Lakukan Vaksinasi

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Kantor Bupati Bombana, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Rabu (10/11/2021).

Bupati Bombana, H. Tafdil dalam Pidatonya mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi di Kabupaten Bombana masih jauh dari apa yang diharapkan, apalagi untuk pelayan publik seperti ASN data yang masuk masih di angka persentase 39,67 %  untuk dosis pertama.

” Ini menjadi satu hal yang harus kita perhatikan bersama sama, bagaimana target Herd Immunity pada Bulan Desember nanti akan bisa tercapai, kalau kita saja yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat masih banyak yang belum melaksanakan vaksin padahal sangat jelas ini adalah program pemerintah,” Ungkap H.Tafdil

Bupati Bombana dua periode ini juga langsung menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah untuk mengumpulkan Kartu Keluarga seluruh ASN yang ada di Kabupaten Bombana.

“KK ini kita akan screening, jadi bisa ketahuan yang mana ASN sudah mengikuti vaksinasi dan yang mana belum mengikuti vaksinasi, sanksi akan saya siapkan sesuai dengan aturan yang ada,” Tegas Suami Andi Nirwana Sebbu itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang Lalu H. Tafdil juga sempat memberikan Warning kepada para Camat dan Kapus yang tidak mencapai target sampai pada bulan Desember nanti akan ada sanksi yang di berikan kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

.




Pekan Vaksin Tahap 9 di Bombana, Dosis Pertama jadi Prioritas

Bomban, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana (Pemkab), Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar pekan Vaksinasi yang sekarang telah memasuki tahap ke sembilan dengan prioritas dosis pertama.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfa, mengatakan untuk mencapai 70 persen dosis pertama, bakal diperuntukan bagi semua kelompok.

“Ini sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat untuk mencapai 70 persen dosis pertama di seluruh Indonesia khususnya Bombana,” ungkap Man Arfa di ruang kerjanya, Jumat, (05/11/2021).

Mantan Inspektur Inspektorat Bombana itu menjelaskan dalam pelaksanaan vaksinasi yang akan dilaksanakan mulai hari ini  tanggal 5 hingga 12 November 2021 mendatang, akan digelar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana.

“Peran Camat, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Sekolah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

Untuk diketahui target vaksinasi Kabupaten Bombana tahap sembilan yakni, Dosis pertama Pfizer bagi 15 ribu orang, Dosis pertama Moderna bagi 1.232 orang serta Dosis kedua Sinovac bagi 3.504 orang dan total keseluruhan 19.736 orang.




Penerima Bansos di Kecamatan Rumbia Tengah Disyaratkan Telah Vaksinasi

Bombana, SultraNET –  Masyarakat Kecamtan Rumbia Tengah,  Kabupaten Bombana yang hendak menerima Bantuan Sosial Sembako PPKM Tahun 2021 di Kantor Kecamatan setempat, diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu, Jumat (05/11/2021).

Penyerahan Bantuan Sosial di Kantor Kecamatan tersebut bersamaan dengan diadakannya pekan vaksinasi tahap sembilan yang di Gelar oleh Pemkab Bombana melalui Puskesmas Rumbia Tengah sebagai pelaksana.

Sekretaris Kecamatan Rumbia Tengah, Muhammad Amin Mudeing menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan karena masih banyak warganya yang belum melaksanakan vaksinasi salah satunya para penerima bansos ini.

“Jika memenuhi syarat akan di vaksin, setelah itu dapat menerima Bansos, akan tetapi kalau ada penyakit bawaan harus menunjukkan surat keterangan dari Dokter agar bisa diberikan, Adapun warga yang sudah divaksin dapat langsung menerima bantuan tersebut,” Jelas Amin Mudeing

Meski demikian menurut Amin Mudeing pihaknya juga tidak melakukan pemaksaan kepada warga penerima Bansos untuk mengikuti program apalagi pelaksanaan Vaksinasi pada para penerima Bansos tersebut dan tetap dilakukan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) vaksinasi covid 19, dalam hal ini melalui tahapan scrining.

“Kami Hanya tanya Kalau sudah vaksin, kalau mereka jawab belum maka kami minta Vaksin dulu” Tutupnya.

 

 

 

 

 

 

.




Target 70 Persen Warga Bombana Tervaksin, Dinkes Siapkan 38.000 Dosis

Bombana, SultraNET. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bekerja untuk menyukseskan vaksinasi di daerahnya, kali ini disiapkan 38 ribu vaksinasi untuk mencapai target 70 persen pada Desember 2021 mendatang.

Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity menjadi keharusan disetiap daerah minimal mencapai angka 70 persen, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan stok vaksin yang tersedia saat ini 19 ribu dosis,  dan bakal ada 19 ribu tambahan yang masih dalam proses pengiriman.

“Untuk mencapai 70 persen di bulan Desember sudah aman, sekarang tinggal pelaksanaannya,” kata Darwin, Jumat (05/11/2021).

Seluruh kelompok seperti Lansia, masyarakat umum, pelayan publik, pendidik, tenaga kesehatan, remaja usia 12 -17 tahun serta tenaga kesehatan akan dilayani, dari dosis pertama sampai dengan dosis ketiga.

“Semuanya kelompok sasaran akan dilayani, juga untuk dosisnya baik dosis pertama, kedua maupun dosis ketiga bagi tenaga kesehatan,” pungkas Mantan Kepala BKD ini.

 

 

 

 

.




Ramai Dibicarakan Warganet, Keluarga di La Ea ini Butuh Perhatian Pemkab Bombana

SultraNET., rumbia | Satu keluarga warga desa La Ea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara ramai diperbincangkan warganet setelah diposting akun facebook Yudi Utama Arsyad di grup facebook Perwakilan Rakyat Bombana.

Dalam postingan tersebut disebutkan Tony (59) yang berprofesi sebagai nelayan tersebut mengharapkan agar  ia dan keluarganya dapat diberikan bantuan Listrik dari Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Program gembira terang.

Ayah dengan tujuh orang anak itu juga sangat berharap kiranya rumah yang ditempatinya bersama keluarganya itu dapat dilakukan perbaikan melalui Program baruga moico.

Yudi Utama Arsyad saat dikonfirmasi awak media SultraNET. via telpon, Sabtu (10/8/2019) membenarkan perihal postingannya tersebut.

Menurutnya, keluarga Tony sangat layak mendapatkan bantuan melalui program program andalan pemerintah Kabupaten yang dinahkodai H. Tafdil tersebut baik gembira terang maupun baruga moico.

“Saya melihat langsung kondisi keluarga itu, dan memang sangat layak untuk dibantu. jadi saya harap ini dapat diperhatikan oleh Pemerintah,” Bebernya

Setelah memposting melalui akun Facebooknya Yudi kemudian mengkordinasikan hal tersebut kepada pemerintah kabupaten agar persoalan itu dapat segera diberikan solusi.

“Alhamdulillah sudah mulai ada titik terang, semoga hal ini bisa segera diperhatikan.” Singkatnya (idris)

Gallery Gambar Berita

Rumah yang ditempati Tony dan Kedelapan Anggota Keluarganya




Jelang Hari Raya Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban

SultraNET. | Pelaksanaan  lebaran kurban kian dekat, tidak sampai sebulan lagi  yaitu  jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah 1439 Hijriyah bertepatan dengan 22 Agustus 2018 pada hari Rabu.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak lapak-lapak penjualan hewan kurban yang bertebaran di berbagai sudut kota untuk memudahkan konsumen membeli dan memilih ternak terbaik untuk dikurbankan.

Umat Islam berusaha sebaik mungkin untuk meneladani perintah Allah SWT dengan mengikuti perintah Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Kurban. Ibadah kurban sesungguhnya merupakan bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kata kurban berasal dari bahasa Arab, yakni qaraba yang berarti dekat. selain bentuk pendekatan diri kepada Allah dan syukur atas karunia yang diberikan-Nya, kurban adalah bentuk ketakwaan seorang Muslim dan melaksanakan segala perintah Allah. Seperti yang telah ditulis dalam surat Al-Hajj [22] ayat 34

Bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah”.

Dalam pelaksanaan teknisnya, tidak ada salahnya jika kita semua  mulai mencari tahu kriteria hewan yang layak untuk menjadi tanda wujud cinta kasih kepada Allah SWT. Pada prinsipnya, hewan yang layak dikonsumsi dagingnya dapat dilihat dari sifat fisik hewan kurban itu sendiri.

Memang tak bisa sembarangan dalam memberikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha kali ini. Hewan kurban terbaik yang Anda berikan tentu juga menjadi amalan terbaik.

Bayangkan saja andai ini menjadi kurban terakhir, tentu kita telah memberikan yang terbaik untuk amalan terbaik. Nah apa tips memilih hewan kurban pada tahun ini.

Berikut tips memilih hewan ternak untuk kurban yang layak ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:

Langkah pertama, hewan kurban  yang akan diberikan pada umumnya di Indonesia adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau kerbau seperti yang telah menjadi ketentuan.

Langkah Kedua, Sudah memenuhi syarat umur. Karena ketentuan setiap jenis hewan ternak yang akan kita kurbankan  berbeda-beda. Untuk kambing atau domba adalah berusia satu tahun, sapi atau kerbau dua tahun, dan untuk unta lima tahun.

Ketiga, hewan kurban  sudah mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah. Karakter gigi susu kecil dan runcing, sedangkan gigi tetap dari hasil pergantian adalah besar dan rata.

Keempat, hewan kurban harus dalam kondisi sehat tidak dalam kondisi sakit bisa dilihat dari matanya yang bersinar, gerakan hewan lincah, bulu-bulunya halus tidak kusam. Tanda hewan yang sakit bisa dilihat dari  demam, kurang nafsu makan, kudis atau scabies, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu badannya banyak yang keriting, kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

Kelima, jangan memilih hewan kurban yang  kurus dan cacat (pincang, buta, daun telingan tidak ada). Pilihlah dengan pilihan terbaik gemuk terlihat dari pantatnya yang berisi , perutnya juga tidak terlihat tulang iganya,  Karena dengan memberikan hewan kurban yang terbaik, tentu kita akan meraih hasil terbaik pula.

Keenam, ini menjadi tambahan saja karena hewan kurban  yang sehat cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengilap, nafas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, lubang kumlah bersih dan berwarna merah muda.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia bahwa sifat-sifat hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, antara lain adalah:  buta sebelah mata dan butanya nampak jelas. Berpenyakitan yang jelas sakitnya, seperti penyakit kurap yang dengan sebab itu kulitnya tidak dapat dimanfaatkan. Pincang salah satu kakinya, dimaafkan pincang yang ringan dan tidak mengganggu jalannya untuk mencari makan.

Binatang ternak yang kurus kering, seperti tidak ada taknya atau sumsum pada tulang kosong, tanda-tandanya malas tidak ada keinginan untuk makan tumbuhan.  Ada sebagian dagingnya yang hilang walaupun  sedikit.

Makruh tapi memadai seperti ada sebagian yang kurang dari kelengkapan anggota tubuhnya semenjak lahirnya, tapi tidak mengurangi kadar daging seperti: Tidak punya peler atau hanya satu biji, tidak bertanduk, atau kupingnya kecil, atau kantung susunya sudah mengecil. Namun tetap yang terbaik dan lebih afdhal jika semuanya sempurna.

Hewan betina sah dan memadai untuk dijadikan qurban selama memenuhi syarat. Tidak memadai qurban atau menjadi sedekah biasa jika ada yang kurang dari tubuhnya yang sudah ada semenjak lahir, seperti: Terpotong kupingnya, terputus tanduknya atau kukunya atau luka, namun dimaafkkan jika itu terjadi bukan karena kelalaian atau kurang perhatian. (Thetanjungpuratimes.com)

Penulis : Duta Setiawan, Dosen Prodi Peternakan UNTAN




Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 Gelar Baksos dan Sunatan Massal

MUNA, SultraNET. | Alumni SMA Negeri 2 Raha atau kerap disingkat SMANDARA Angkatan 2005 menggelar Bakti Sosial Sekaligus dirangkaikan dengan Kegiatan Sunatan Massal bertempat di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu  (25/5/2019).

Wa Ode Apriliastuti, Koordinator kegiatan Baksos tersebut saat di temui awak media ini mengungkapkan bahwa kegiatan Bakti Sosial sekaligus Sunatan masal ini digelar sebagai bentuk Kepedulian Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 dalam mengisi Kegiatan di Bulan suci Ramadhan sekaligus berbagi kepada sesama ummat dan sekaligus sebagai agenda rutin yang digelar disetiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan.

“Kita memilih kegiatan ini disebabkan alumni 2005 memiliki cukup tenaga teknis kesehatan untuk bisa melakukan sunatan massal, sehingga kita berdayakan sebagai bentuk sumbangsih angkatan 2005 SMANDARA kepada daerah Kabupaten Muna yang kita cintai bersama ini” Ucap Wanita yang kerap disapa Tuti itu

Lanjut Wa Ode Apriliastuti yang juga berprofesi sebagai Apoteker itu, Kegiatan sunatan masal tersebut diprioritaskan kepada anak dengan kategori berasal dari keluarga yang penghasilan rendah sehingga dapat menciptakan generasi sehat untuk saat ini dan yang akan datang.

“Usai kegiatan sunnatan ini, kami tetap memberikan perawatan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter,” bebernya

Pada kesempatan tersebut Wa Ode Apriliastuti mewakili rekan rekan Alumni SMA 2 Raha Angkatan 2005 menghaturkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan kabupaten Muna berkat bantuan yang disalurkan melalui Intalasi Farmasi berupa bahan habis pakai dan obat obatan serta kepada dr. Ruth Damayanti yang bersedia menjadi dokter penanggung jawab, sehingga kegiatan Baksos dapat terlaksana dengan baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini, khusunya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Kepada Ibu dr. Ruth Damayanti” Tutupnya

Dari Pantauan Awak Media ini, Usai dilakukan kegiatan sunatan massal, anak anak yang telah disunnat langsung diberikan bingkisan berupa sarung dan uang tunai. (Borju)




Peringatan HBDI ke 111, IDI Sultra Gelar Operasi Gratis di Bombana

sultraNET, rumbia | Akibat Kondisi Kesehatan Masyarakat yang mengalami Penurunan, Kabupaten Bombana terpilih menjadi Tuan Rumah Bakti Sosial Kesehatan di Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ke-111 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Tenggara, Minggu (28/4/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, M.MKes menuturkan bahwa Baksos HBDI tersebut didukung oleh 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan yang ada di Bombana.

“BAKSOS HBDI ini didukung oleh hasil pemantauan Petugas Puskesmas dari 22 Kecamatan di Bombana ini yang menyimpulkan bahwa banyak penyakit yang diderita masyarakat yang harus di sembuhkan dengan cara operasi”, tutur Sunandar.

Kegiatan dengan tema “Dokter Melayani, Rapatkan Barisan dan Menjalin Silaturrahmi Demi Terwujudnya Cita-Cita Bersama Gerakan Masyarakat Sehat” itu digelar terbuka untuk masyarakat umum.

Senada dengan dr. Sunandar, Ketua IDI Kabupaten Bombana, dr. Eko Krahmadi, Sp.B. M.Kes mengungkapkan bahwa Rangkaian baksos Peringatan Hari Bhakti Dokter Indonesia akan digelar dalam dua tahapan.

“Kegiatan Baksos di HBDI ini akan dilakukan dua tahapan yakni April dan juni mendatang”, ucapnya.

Dokter muda bidang Bedah Almuni Universitas Hasanuddin itu menambahkan bahwa berbagai penyakit yang di derita masyarakat akan diobati secara cuma-cuma, diantaranya Penyakit Katarak Mata, Penyakit Bibir Sumbing, THT, Jantung, Penyakit Dalam, Gangguan Kandungan, serta Penyakit Radiologi.

“Banyak Penyakit yang terdeteksi yang diderita Masyarakat bombana khususnya, makanya diacara ini kami hadirkan Dokter-Dokter Spesialis dari luar daerah”, tambah Eko.

Sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bomaban kembali menghaturkan terimakasih kepada IDI Sultra atas kesediaannya memperhatikan Kesehatan hingga kedaerah-daerah. (H)




Perawat Honorer Rumah Sakit Umum Raha Kompak Mogok

Muna, SultraNET. | Puluhan perawat Honorer RSUD Raha mogok kerja akibat gaji dan insentif yang harus diterima sejak Januari hingga Mei 2018 saat ini belum juga terbayarkan.

Mogok masal ini dimulai sejak Rabu (16/5/2018). Sebelumnya para perawat sudah menuntut agar gajinya dapat segera terbayarkan. Namun Direkturnya malah menyuruh untuk resign.

Perawat yang tidak ingin disebutkan namanya ini. Mengaku kecewa dengan kebijakan Rumah Sakit yang menjanjikan gaji para honorer bakal terbayarkan pada bulan 8 mendatang.

“Masa kita mau tunggu sampai bulan 8. Sementara kita juga butuh uang untuk keperluan sehari-hari.” Ujarnya

Pantauan harapansultra.com. terlihat ada beberapa perawat yang sempat datang ke RSUD dengan tidak menggunakan seragam dinas mengajak kawan-kawannya untuk pulang.

Sementara itu salah satu staf Direktur RSUD Raha saat awak media ini hendak menemui Pimpinan Rumah Sakit mengatakan kalau pak direktur lagi sibuk dengan alasan rapat.