Maulid Nabi, Bupati Bombana Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pembangunan
Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan moral dalam memperkuat persatuan, menjalankan pembangunan, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Bombana yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman Kasipute, Senin (31/8/2026).
Menurut Burhanuddin, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun. Momentum tersebut perlu menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menerapkan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW tetap relevan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun daerah. Sikap jujur, amanah, adil, peduli terhadap sesama, serta mengutamakan persatuan dinilai penting untuk menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW: Memaknai Kemerdekaan, Bersatu dalam Ukhuwah, Berdaulat dalam Pembangunan, dan Sejahtera dalam Kebersamaan.”
Tema tersebut, kata Bupati, memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Burhanuddin mengatakan, memaknai kemerdekaan berarti memastikan pembangunan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang. Pemerintah bersama masyarakat harus terus berupaya membebaskan masyarakat dari ketertinggalan, kemiskinan, dan kebodohan.
“Memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan memperingatinya, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kerja nyata untuk membebaskan masyarakat dari ketertinggalan, kemiskinan, dan kebodohan,” ujar Burhanuddin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Bombana. Menurutnya, perbedaan latar belakang, suku, agama, maupun kelompok sosial tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun daerah.
Persatuan dan ukhuwah, kata dia, harus terus dirawat agar kehidupan sosial masyarakat tetap aman, damai, dan kondusif. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan berbagai program pembangunan.
“Persatuan dalam ukhuwah harus terus kita perkuat di tengah keberagaman masyarakat Bombana. Dengan persatuan, kita dapat menjaga kehidupan yang aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Burhanuddin menegaskan Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga harus berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penguatan sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Penguatan sektor tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat Bombana. Kebijakan pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat potensi daerah sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi dapat menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Bombana, yakni Bombana yang Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan. Konsep tersebut menempatkan sektor pertanian, kelautan, dan berbagai potensi ekonomi daerah sebagai bagian penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati menegaskan, pembangunan harus dilaksanakan secara adil dan merata. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih besar.
Ia mengingatkan agar tidak ada wilayah maupun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan. Pemerataan pembangunan menjadi bagian penting dari upaya menciptakan keadilan sosial sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kesejahteraan harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak boleh ada wilayah maupun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan, karena keadilan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan,” tegasnya.
Bagi Burhanuddin, nilai keadilan, kepedulian, dan kebersamaan yang diajarkan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Nilai tersebut juga diperlukan untuk membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, baik oleh aparatur pemerintah maupun masyarakat.
Bupati mengajak aparatur pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran sesuai bidang masing-masing. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pemerintahan yang mampu bekerja secara amanah dan bertanggung jawab.
“Marilah kita jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai fondasi moral dalam bersikap, bekerja, dan bermasyarakat,” ajaknya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dapat menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat berjalan seiring dengan semangat pembangunan daerah.
Burhanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Bombana dapat terlaksana dengan baik dan berlangsung khidmat.
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan keagamaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat secara umum. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjaga persatuan sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Dengan semangat meneladani Rasulullah SAW, pemerintah daerah berharap masyarakat Bombana dapat terus membangun kehidupan yang dilandasi nilai kejujuran, kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk menjaga persatuan sekaligus memastikan pembangunan berjalan dengan arah yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi pengingat perjalanan kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Bombana. Persatuan, pembangunan yang berkeadilan, dan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat terus berjalan dalam semangat kebersamaan.