Sinergi Pentahelix, Strategi BPN Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Jakarta – Badan Pangan Nasional (BPN) menggalakkan pendekatan sinergi pentahelix sebagai strategi utama menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku bisnis, komunitas, akademisi, dan media untuk memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi BPN, Nita Yulianis, menegaskan pentingnya sinergi ini untuk menjaga ketersediaan pangan yang berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada impor. “Penyediaan pangan bersifat strategis secara nasional. Sinergi pentahelix menjadi langkah kunci dalam menjaga rantai pasok pangan agar tetap stabil dari produksi hingga konsumsi,” ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Makan Bergizi Gratis, Pasokan Pangan Cukupkah?”, Senin (11/11).

Indonesia, yang tercatat sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia dengan kontribusi 6% terhadap total produksi global berdasarkan data USDA 2022, memiliki modal besar untuk mewujudkan ketahanan pangan. Produksi beras nasional mencapai 31.540 ton, menjadi salah satu fondasi utama dalam memastikan kebutuhan pangan domestik terpenuhi.

BPN juga menaruh perhatian pada stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen. Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih berada di bawah angka 100 menunjukkan pendapatan petani belum optimal. Dengan menjaga harga pangan yang layak di tingkat produsen, pemerintah berharap petani mendapatkan insentif memadai sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.

Lebih lanjut, BPN mendorong pemanfaatan keberagaman pangan lokal seperti umbi-umbian dan sagu sebagai alternatif karbohidrat, melalui kampanye Gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). “Kami mendorong masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa, untuk mencintai pangan lokal. Indonesia kaya akan sumber pangan, tidak hanya beras, tetapi juga berbagai sumber karbohidrat lainnya,” kata Nita.

Selain diversifikasi pangan, BPN menggalakkan kampanye “Stop Boros Pangan” untuk mengurangi pemborosan yang mencapai 10 juta ton setiap tahun. Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola dan mengonsumsi pangan, mengingat potensi pangan yang terbuang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Pendekatan sinergi pentahelix memungkinkan BPN menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan distribusi dan harga pangan. Strategi ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama pemerintah saat ini.

BPN optimistis melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, tantangan ketahanan pangan dapat diatasi dengan lebih efektif, sehingga menciptakan stabilitas pangan yang berkelanjutan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.




Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Makan Bergizi Gratis

Di tengah ancaman krisis pangan global dan potensi kelaparan akibat dampak perubahan iklim, pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat. Salah satu langkah strategis adalah mengoptimalkan cadangan pangan nasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, yang menyasar pelajar di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem seperti El Nino, yang kerap memengaruhi produksi pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan rawa di luar Jawa untuk dijadikan sumber ketahanan pangan.

“Kita telah mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan, Sumatera, dan Papua sebagai alternatif pengganti lahan sawah yang terus berkurang akibat alih fungsi. Ini merupakan solusi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan,” ungkap Yudi dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Makan Bergizi Gratis, Pasokan Pangan Cukupkah?”, Senin (11/11).

Selain itu, Kementerian Pertanian mencanangkan program cetak sawah baru dengan target seluas 3 juta hektare hingga 2029. Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki jaringan irigasi tersier, sehingga infrastruktur pertanian dapat mendukung peningkatan produksi pangan secara maksimal.

Program lainnya, Gerakan Pangan Merah Putih (GPMP), bertujuan mendorong masyarakat menanam sayuran, umbi-umbian, dan komoditas protein hewani di pekarangan rumah. Inisiatif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki Dapur Bergizi untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat sekitar.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menambahkan bahwa cadangan pangan pemerintah (CPP) memegang peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, terutama di tengah kondisi darurat atau bencana. Program ini juga mendukung agenda penanggulangan stunting di wilayah rentan pangan seperti Papua.

Menurut Nita, program Makan Bergizi Gratis tak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, tetapi juga mendorong konsumsi pangan lokal seperti ubi, sagu, dan ikan, yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah. “Kearifan lokal harus dioptimalkan agar daerah tidak bergantung pada bahan pangan yang didatangkan dari luar wilayah,” tegasnya.

Bapanas juga mendorong edukasi konsumsi pangan lokal melalui berbagai program di sekolah, yang saat ini telah menjangkau 90 sekolah di 30 kabupaten/kota. Selain itu, gerakan konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) terus digaungkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat.

Pemerintah optimistis dengan berbagai program yang telah diluncurkan, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, meski tantangan global terus mengintai.




Presiden Prabowo Buka Rakornas 2024, Pj. Bupati Bombana Hadir Dukung Sinergi Pusat dan Daerah

Sentul, Bogor — Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (7/11/2024). Acara ini dihadiri lebih dari 5.360 peserta dari berbagai instansi pemerintahan, termasuk Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., yang turut hadir untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakornas yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia menegaskan pentingnya forum ini sebagai kesempatan strategis untuk berkomunikasi langsung dengan seluruh pengambil keputusan di Indonesia.

“Saya sangat menghargai inisiatif ini. Ini adalah momen pertama saya berbicara langsung dengan seluruh pemimpin pemerintahan di republik kita. Saya kira ini sangat bermanfaat dan strategis untuk memastikan visi kita berjalan selaras,” ujar Presiden.

Harmonisasi Asta Cita

Rakornas tahun ini mengusung tema “Implementasi Asta Cita Menuju Indonesia 2024” yang bertujuan mengharmonisasikan langkah pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung program prioritas nasional. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

“Rakornas ini bertujuan mengoordinasikan pemerintah daerah, Forkopimda, dan instansi vertikal di seluruh wilayah Indonesia agar selaras dengan arahan kebijakan Presiden untuk lima tahun ke depan,” ujar Mendagri Tito dalam laporannya.

Mendagri juga memaparkan bahwa Rakornas kali ini diikuti oleh 416 bupati, 98 wali kota, 38 gubernur, serta ribuan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari berbagai daerah. Para peserta terdiri dari pejabat pemerintahan pusat, daerah, hingga instansi vertikal, mencerminkan skala nasional acara ini.

Bombana Mendukung Kolaborasi Nasional

Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto, menyampaikan dukungannya terhadap upaya harmonisasi pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai Rakornas sebagai forum yang sangat penting untuk memastikan program prioritas di daerah berjalan selaras dengan visi nasional.

“Dengan adanya sinergi seperti ini, pemerintah daerah bisa lebih efektif mendukung target pembangunan nasional, khususnya dalam mempercepat implementasi kebijakan strategis seperti digitalisasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Edy Suharmanto.

Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan

Rakornas ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antarinstansi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan efektif. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antarsemua pihak untuk menghadapi tantangan nasional di masa depan, termasuk dalam bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan.

“Kita harus bekerja sama lebih erat dari sebelumnya. Tantangan global membutuhkan respons yang terkoordinasi dari pusat hingga daerah. Mari kita jadikan ini momentum untuk memperkuat persatuan dan kerja sama,” tambah Presiden Prabowo.

Pelaksanaan Rakornas juga menyoroti pentingnya integrasi kebijakan dalam mendukung program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, pemerataan ekonomi, dan penguatan layanan publik. Semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan forum ini untuk menyamakan persepsi, memperbaiki koordinasi, dan mengatasi berbagai hambatan di lapangan.

Fokus pada Tantangan Masa Depan

Dengan melibatkan ribuan pemimpin pemerintahan dari seluruh Indonesia, Rakornas menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Dari harmonisasi kebijakan hingga kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini mencerminkan tekad pemerintah dalam menciptakan tata kelola yang lebih solid dan responsif.

Pj. Bupati Edy Suharmanto juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat. “Kami siap melaksanakan kebijakan prioritas yang sejalan dengan Asta Cita demi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rakornas 2024 menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci untuk mewujudkan visi besar Indonesia di masa mendatang.




Dekranasda Bombana Perkenalkan Produk Unggulan di Pameran Kriyanusa 2024

Jakarta, Sultranet.com – Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana, Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM, turut ambil bagian dalam Pameran Kriyanusa 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Acara yang dimulai pada Rabu (28/8) ini menampilkan berbagai produk kerajinan tangan dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk karya-karya unggulan dari Kabupaten Bombana.

Dalam kesempatan tersebut, Aeni Mutmainnah memperkenalkan berbagai produk khas Bombana, seperti tenun dan anyaman tradisional, yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Diharapkan, keikutsertaan Bombana dalam pameran ini dapat membuka jalan bagi para pengrajin lokal untuk memperluas pasar, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Kami sangat bangga bisa memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Bombana di ajang nasional seperti Kriyanusa ini. Dengan partisipasi ini, kami berharap pengrajin lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan perekonomian daerah,” ujar Aeni Mutmainnah.

Kriyanusa 2024 resmi dibuka oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Ibu Wury Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, Wury Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran yang diharapkan menjadi wadah bagi pengrajin muda di Indonesia untuk melestarikan warisan budaya.

Tahun ini, Kriyanusa mengusung tema “Pengrajin Muda Lestarikan Warisan Budaya,” sebagai bentuk komitmen Dekranas dalam meneruskan tradisi kerajinan ke generasi berikutnya.

Pameran ini dihadiri oleh berbagai pelaku industri kreatif dan pengrajin dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang untuk memamerkan hasil karya, Kriyanusa 2024 juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kerajinan tangan. Aeni Mutmainnah menilai pameran ini sangat bermanfaat untuk pengembangan industri kreatif nasional.

“Pameran seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga untuk belajar dari pengalaman dan inovasi pengrajin lainnya dari seluruh Indonesia,” tambahnya.

Pameran Kriyanusa 2024 akan berlangsung selama lima hari, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperkuat jaringan bisnis dan mempromosikan potensi kerajinan daerah ke tingkat nasional. Dengan partisipasi Kabupaten Bombana dalam pameran ini, diharapkan dapat meningkatkan eksposur produk lokal serta menarik perhatian dari para pelaku industri dan masyarakat luas.

Sumber: Kominfo




Dekranasda Bombana Perkenalkan Kriyanusa 2024 di Jakarta, Dorong Ekonomi Lokal Melalui Kerajinan Tradisional

Jakarta, 28 Agustus 2024 – Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana, Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM, hadir dalam Pameran Kriyanusa 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (28/8/2024). Pameran tahunan yang menampilkan beragam produk kerajinan tangan dari seluruh Indonesia ini menjadi ajang strategis bagi pengrajin lokal untuk mempromosikan karya mereka ke pasar nasional. Aeni Mutmainnah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenalkan produk unggulan dari Kabupaten Bombana, yang meliputi tenun dan anyaman tradisional yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Aeni Mutmainnah mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan ini, mengingat Pameran Kriyanusa merupakan platform penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah Bombana yang kaya akan budaya dan tradisi. “Pameran ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan produk-produk kerajinan lokal dari Bombana. Tenun dan anyaman tradisional yang kami tampilkan adalah hasil karya pengrajin lokal yang memiliki nilai seni tinggi dan kualitas yang tak kalah saing dengan produk lainnya di Indonesia,” ujar Aeni Mutmainnah.

Aeni juga berharap partisipasi dalam pameran ini dapat membuka peluang bagi pengrajin Bombana untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan perekonomian daerah, dan memberdayakan masyarakat setempat. “Kami berharap produk kerajinan Bombana bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Ini adalah langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Pameran Kriyanusa 2024 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Ibu Wury Ma’ruf Amin, yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan pengembangan kerajinan tangan Indonesia. Dalam sambutannya, Wury Ma’ruf Amin mengapresiasi pelaksanaan pameran yang tahun ini mengusung tema “Pengrajin Muda Lestarikan Warisan Budaya”. Tema ini mencerminkan komitmen Dekranas untuk terus meneruskan tradisi kerajinan yang telah ada dan memperkenalkan nilai budaya Indonesia kepada generasi muda, agar dapat dilestarikan dan berkembang.

“Pameran Kriyanusa adalah kesempatan bagi para pengrajin muda Indonesia untuk memamerkan karya-karya mereka dan turut berpartisipasi dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Saya berharap pameran ini bisa menjadi platform yang menginspirasi para pengrajin muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa,” ujar Wury Ma’ruf Amin.

Pameran ini juga menjadi titik temu bagi berbagai pelaku industri kreatif dan pengrajin dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam dunia kerajinan tangan. Selain itu, para pengrajin dapat memperluas jaringan bisnis dan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan pelaku industri lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kriyanusa 2024 menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi besar kerajinan Indonesia yang memiliki daya tarik luar biasa di pasar global.

Aeni Mutmainnah turut mengungkapkan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk mendukung pengembangan industri kreatif di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bombana. “Pameran Kriyanusa memberikan manfaat yang besar bagi pengrajin daerah, terutama dalam hal pemasaran produk dan memperluas pasar. Ini juga membuka peluang untuk pengembangan kapasitas pengrajin serta promosi budaya daerah,” jelasnya.

Selama lima hari penyelenggaraan Pameran Kriyanusa 2024, berbagai produk kerajinan tangan dari seluruh penjuru tanah air dipamerkan, dengan ribuan pengunjung yang datang untuk melihat dan membeli produk-produk unggulan. Beberapa produk unggulan lainnya selain kerajinan dari Bombana antara lain, batik, anyaman, perhiasan tradisional, dan produk olahan kayu yang banyak diminati.

Aeni berharap, dengan adanya Kriyanusa 2024, pengrajin Bombana dapat semakin maju dalam mengembangkan keterampilan dan kualitas produknya, serta menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait dalam pengembangan industri kerajinan. “Kami berharap ke depan, produk kerajinan dari Bombana semakin dikenal dan diminati, baik oleh pasar domestik maupun internasional. Dengan demikian, kami juga dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan masyarakat secara keseluruhan,” kata Aeni.

Pameran ini juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dalam mengenai beragam produk kerajinan dari daerah-daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang beragam. Selain itu, pameran ini juga menjadi sarana untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya melestarikan kerajinan tradisional, yang tak hanya bernilai seni tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa.

Aeni Mutmainnah berharap, ke depan, pameran serupa dapat terus dilaksanakan untuk memberikan ruang lebih besar bagi pengrajin lokal untuk mempromosikan hasil karya mereka. “Kami sangat mendukung inisiatif Dekranas dalam menyelenggarakan pameran ini. Ini adalah langkah positif untuk memajukan industri kerajinan Indonesia, serta memberikan peluang bagi daerah-daerah untuk memperkenalkan potensi kerajinan mereka,” tutup Aeni.

Pameran Kriyanusa 2024 di Jakarta menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bombana untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulannya. Dengan adanya pameran ini, diharapkan para pengrajin Bombana dapat menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian daerah. Partisipasi aktif dalam pameran ini juga menjadi langkah strategis untuk melestarikan budaya dan tradisi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.




Ketua Pembina Posyandu Bombana Hadiri Rakornas 2024: Dorong Transformasi Posyandu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Tangerang – Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Senin (26/8/2024) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa ini mengusung tema “Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat.”

Rakornas Posyandu 2024 bertujuan untuk merevitalisasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan memperkuat peran Posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam forum yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, para pemangku kebijakan, aktivis Posyandu, dan pemerhati kesehatan masyarakat membahas strategi dan inovasi untuk mengoptimalkan kinerja Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar.

Aeni Mutmainnah menyampaikan bahwa kehadirannya dalam Rakornas ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus mendukung penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. “Rakornas ini menjadi kesempatan strategis untuk memperbarui wawasan, bertukar ide, dan menyusun langkah nyata demi pengembangan Posyandu yang lebih baik,” ujar Aeni.

Dalam berbagai diskusi, penekanan diberikan pada penguatan struktur organisasi Posyandu, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, dan pelibatan aktif masyarakat. Peserta Rakornas juga berdiskusi mengenai pentingnya digitalisasi layanan Posyandu untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

Selain itu, pembahasan juga mencakup peningkatan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan berkelanjutan. Hal ini dianggap penting untuk memastikan kader memiliki keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Posyandu adalah garda terdepan dalam pencegahan stunting, pemantauan gizi anak, serta pelayanan kesehatan ibu dan balita. Oleh karena itu, penguatan lembaga ini harus menjadi prioritas bersama,” tegas Aeni.

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa juga menekankan pentingnya integrasi program Posyandu dengan program pembangunan desa lainnya. Kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat, dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan program Posyandu.

Aeni berharap pengalaman dan wawasan yang diperoleh dari Rakornas ini dapat diimplementasikan untuk memperkuat Posyandu di Kabupaten Bombana. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendorong pembentukan Posyandu digital, serta memperluas cakupan pelayanan kesehatan berbasis desa. “Kami akan mengintegrasikan berbagai masukan dari Rakornas ini ke dalam program kerja Posyandu di Bombana. Semangat transformasi Posyandu ini sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyatukan visi dalam membangun Posyandu yang lebih modern, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Posyandu diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Rakornas yang berlangsung selama sehari ini diakhiri dengan penyampaian rekomendasi strategis yang akan menjadi pedoman bagi setiap daerah dalam mengembangkan Posyandu. Aeni Mutmainnah optimistis bahwa hasil dari Rakornas ini dapat menjadi titik awal transformasi Posyandu, tidak hanya di Kabupaten Bombana, tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Dengan langkah-langkah yang konkret dan kolaborasi yang solid, saya yakin Posyandu akan terus berkembang sebagai pilar penting dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya,” tutupnya.




Pj Bupati Kolut Pelajari Proses Hulu dan Hilir Budidaya Kakao

Jember, SultraNET.com – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian Kakao dan Kopi (PuslitKoka) Jember untuk mempelajari lebih dalam mengenai pengolahan dan pemasaran kakao berbasis korporasi petani.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian partisipasi Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) yang berlangsung pada 1-4 Agustus 2024, yang telah menjadi bagian dari kalender resmi Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) Tahun 2024.

Setibanya di PuslitKoka Jember, Pj Bupati Sukanto Toding disambut oleh sejumlah pejabat penting dari pusat penelitian tersebut, yakni Dwi Nugroho, SP, M.Sc., Kepala Bagian Umum dan SDM; Teguh Iman Santoso, SP, M.Si., Kepala Bagian Usaha; serta Edy Suharyanto, STP, MP, Kepala Sub Bagian Produksi Alat Mesin dan Produk Hilir.

Turut mendampingi Pj Bupati dalam kunjungan ini antara lain Plt Kadis Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Muh. Shadiq, SP; Plt Kadis Perindustrian, Annas, ST; dan Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH.

Dalam kunjungan tersebut, Pj Bupati menyoroti pentingnya kelembagaan yang diterapkan oleh PuslitKoka dalam pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama dalam partisipasi mereka di manajemen tenaga kerja.

“Alih teknologi dalam pengolahan buah kakao menjadi coklat, khususnya untuk industrialisasi UMKM, sangat krusial. Kerja sama dalam peningkatan sumber daya manusia dalam pengolahan kakao menjadi produk coklat yang bernilai tambah adalah hal penting yang harus dilakukan untuk mendongkrak pendapatan petani dan daerah,” ungkap Sukanto Toding.

Selain itu, Pj Bupati juga berkesempatan mengunjungi berbagai fasilitas di PuslitKoka, termasuk area pembibitan yang telah mengadopsi teknologi rekayasa pertanian seperti sambung pucuk dan perbanyakan bahan tanam kakao dari stek.

“Workshop peralatan pengolahan kakao dari bahan mentah hingga menjadi coklat yang siap dikonsumsi, serta pengolahan dan pengemasan produk coklat untuk komersialisasi, adalah proses penting yang harus kita pelajari dan terapkan di Kolaka Utara,” tambahnya.

Sukanto Toding menegaskan bahwa kehadirannya di PuslitKoka Jember bertujuan untuk melihat langsung dan mempelajari proses hulu dan hilir budidaya kakao serta pengolahan hasil buah kakao hingga siap konsumsi.

Menurutnya, PuslitKoka Jember adalah mitra potensial bagi Kolaka Utara dalam pengembangan komoditi kakao dan kopi di masa depan.

“Tata kelola dan manajemen hulu-hilir kakao di PuslitKoka Jember sangat relevan dan dapat diterapkan di Kolaka Utara, mengingat karakteristik petani di kedua daerah ini hampir sama. Kelembagaan petani yang diterapkan di PuslitKoka dapat direplikasi di Kolaka Utara sebagai bagian dari upaya untuk mengembalikan kejayaan kakao di wilayah kita,” pungkasnya.

Sumber : Kominfo Kolut




Pj Bupati Edy Suharmanto: Keluarga Pilar Utama Pembangunan

Semarang, Sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, beserta Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM, turut hadir pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31 Tahun 2024. Harganas kali ini mengusung tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” dan digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Sabtu (29/6/2024).

Acara ini dihadiri oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, dan Ibu Negara, Ny. Iriana Jokowi, serta pejabat terkait lainnya. Puncak perayaan Harganas tahun ini menjadi momen penting untuk menegaskan peran keluarga dalam merawat para lanjut usia (Lansia). Dilansir dari www.mediaindonesi.com, kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 15.000 orang peserta dari BKKBN dan TP-PKK seluruh Indonesia, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyukseskan program penurunan angka stunting nasional dengan menciptakan keluarga yang sehat serta sejahtera.

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan di tingkat daerah. “Keluarga yang kuat adalah landasan kokoh bagi masyarakat yang sejahtera,” ujarnya, seraya mengapresiasi terselenggaranya Harganas sebagai upaya memperkuat kebersamaan dalam keluarga.

Sementara itu, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Aeni Mutmainnah, menekankan perlunya peran aktif perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mendorong peningkatan kualitas kehidupan keluarga di Bombana,” kata beliau.

Acara puncak Harganas ini juga diwarnai dengan pemberian penghargaan Satyalencana Wira Karya. Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 50 PK/2024 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Wira Karya. Peserta dari berbagai daerah hadir untuk menikmati dan memeriahkan acara ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dalam membangun bangsa yang kokoh dan berdaya saing.

Kehadiran Pj. Bupati dan Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bombana dalam acara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program nasional dalam membangun keluarga yang berkualitas dan berkontribusi dalam percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




Kadis DLH Bombana: Penguatan Kapasitas Keuangan SKPD Kunci Keberhasilan Pembangunan Daerah

Gowa, Sultranet.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Drs. Alimuddin turut menghadiri pembukaan pelatihan penguatan kapasitas bendahara pengeluaran dan pejabat pengelola keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Acara prestisius yang diinisiasi oleh Badan Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara BPK RI ini diadakan di Kabupaten Gowa mulai tanggal 22 hingga 26 Januari 2024.

Kepada awak media, Drs. Alimuddin menegaskan bahwa penguatan kapasitas keuangan SKPD merupakan kunci utama keberhasilan dalam pembangunan daerah.

“Pelatihan ini memiliki peranan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelolaan keuangan yang akuntabel,” tegasnya. Senin (22/1/2024)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bombana juga mengajak peserta, khususnya yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai platform untuk belajar dan mengembangkan wawasan mereka terkait pengelolaan keuangan yang akuntabel.

“Semoga melalui pelatihan ini, kita dapat mencapai peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah serta mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,” harap Alimuddin

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai SKPD di Kabupaten Bombana, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Mereka akan diberikan materi yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, serta pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.

Selain itu, para peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan terhadap partisipasi mereka dalam pelatihan ini, yang dapat meningkatkan nilai dalam pengembangan karier di masa depan.

Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas untuk mendukung perbaikan dan pertumbuhan daerah yang lebih baik di masa mendatang. (adv)




Pj. Ketua TP PKK Bombana Hadiri Pembukaan Lomba Senam Kreasi Nasional Piala Ibu Negara RI

Jakarta Selatan, | Pj. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, turut serta dalam acara pembukaan Lomba Senam Kreasi Nasional Piala Ibu Negara RI Tahun 2023. Acara prestisius tersebut dilangsungkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/10/2023).

Hadir juga dalam acara ini Ibu Pj. Walikota Kendari, Sitti Khomzah, SH.,M.Si, dan Anggota DPRD Kota Kendari, Hj. Rusiawati Silondae.

Ketua Umum Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), Ibu Tri Tito Karnavian, bersama Istri Menpora Dito Ariotedjo, yang juga menjabat sebagai Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP Kemenpora RI), Nina Kirana Arya Bimo Nandito, secara resmi membuka Lomba Senam Kreasi Nasional yang memperebutkan Piala Ibu Negara RI Tahun 2023.

“Atas nama Ketua Umum OASE KIM dan Ketua PP Perwosi, Lomba Senam Kreasi Nasional yang memperebutkan Piala Ibu Negara RI Tahun 2023, secara resmi dibuka,” ucap Ibu Tri Tito Karnavian.

Ibu Tri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PP Perwosi), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OASE KIM, Kemenpora RI, dan pihak terkait lainnya.

“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OASE KIM, Kemenpora, dan Perwosi. Piala Ibu Negara ini diperebutkan karena beliau adalah pelindung dari Perwosi,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ibu Tri Tito Karnavian meyakinkan bahwa para peserta telah bersiap dan berlatih dengan baik, siap untuk menampilkan yang terbaik dalam lomba yang diikuti oleh peserta dari Aceh hingga Papua.

Lomba Senam Kreasi Nasional Piala Ibu Negara RI ini merupakan perhelatan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2019, dimulai saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Meskipun beberapa provinsi telah mengikuti acara ini, semangatnya tetap tinggi.

“Ini luar biasa, meski kita baru saja melewati pandemi Covid-19, hampir 100% provinsi telah ikut serta. Semoga semangat ini bukan hanya karena kita berlomba, tetapi karena kita benar-benar bersemangat untuk memajukan olahraga di kalangan perempuan dan keluarga,” tegasnya.

Ibu Tri Tito Karnavian juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora atas dukungannya dalam penyelenggaraan Senam Kreasi tingkat Nasional ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada pengurus OASE KIM Bidang III, dan juga terima kasih pada Kemenpora yang telah memberikan dukungan luar biasa. Semoga panitia ini terus solid hingga tahun depan dan kami siapkan lebih matang lagi,” pungkasnya dengan semangat (KomInfo)