PB HMI Bela Pernyataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad terkait Penyelenggaraan Ibadah Haji

Jakarta, SultraNET. | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) mendukung peryataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pihak Arab Saudi jangan lagi  memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia terkait penyelengaraan Ibadah Haji tahun 2021 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ummat PB-HMI, Yahya Bugis menyusul adanya surat yang dikirimkan oleh  kedutaan besar Arab Saudi kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani pada kamis (03/06/2021).

Surat itu menjelaskan keberatan atas pernyataan pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ace Hasan Syadzily yang menyatakan bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini.

Surat itu pun dinilai oleh Dasco dengan meminta pihak dubes Arab Saudi untuk tidak berlebihan menanggapi hal itu agar tidak menjadi perdebatan liar di masyarakat.

“Sekarang sudah terbukti bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji, hal ini kemudian membenarkan pernyataan Dasco sebelumnya bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini,” ujar Yahya Bugis, Rabu (16/6/2021).

Ia menilai surat dari Kedubes Arab Saudi sekarang tidak bernilai apa-apa lagi karena hari ini Indonesia telah jelas tidak mendapatkan kuota haji.

Yahya berharap kepada pihak Arab Saudi, melalui Dubesnya agar jangan lagi memberikan informasi yang tidak pasti kepada masyarakat.

“Masyarakat yang sudah mendaftar haji ini tentu sangat mengharapkan kepastian terkait keberangkatan mereka ke tanah suci mekkah untuk melakukan ibadah haji dan masyarakat sudah menanti sangat lama,” Jelasnya.

Menurutnya pernyataan Dubes Arab Saudi yang keberatan atas pernyataan Dasco dapat memberikan harapan kepada masyarakat untuk berangkat haji tahun ini namun pada akhirnya tetap saja Indonesia tidak mendapatkan kuota haji dan mereka harus menunggu untuk tahun selanjutnya.

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi, harusnya pihak Arab Saudi melalui dubesnya di Indonesia dapat berkordinasi dengan Pemerintah Indonesia dan memberikan kejelasan yang pasti agar calon jamaah haji ini tidak di PHP (Pemberian Harapan Palsu.red),” Pungkas Yahya.

Pewarta  : Zul

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




PWI Sultra Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Wartawan

KENDARI, SultraNET. | Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tenggara (PWI Sultra) mengecam tindakan represif oknum kepolisian terhadap wartawan, dimana kekerasan tersebut dilakukan oknum kepolisian terhadap salah satu warga Berita Kota Kendari (BKK) yang bernama Rudin saat melakukan liputan didepan Kantor BLK Kendari,(18/3)kemarin.

Adapun kronologis kejadian, pada saat aksi demonstrasi sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya elemen mahasiswa dan pemuda dari kelompok Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara (PK-Sultra) yang bertempat di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (18/3/2021) siang berlangsung ricuh.

Siang itu, Demonstran terlibat adu mulut dengan aparat kepolisian dari Polres Kendari yang mengamankan jalannya aksi hingga berujung kejar-kejaran di jalan raya. Salah seorang demonstran, bercelana krem berbaju abu-abu yang tak diketahui identitasnya harus terkapar di tengah jalan lantaran dikeroyok oleh beberapa anggota kepolisian hingga dibopong oleh rekan sesama demonstran untuk dievakuasi ke sebuah warung makan milik warga untuk mendapatkan perawatan.

Tak hanya demonstran, seorang jurnalis juga mendapat perlakuan tak pantas dari aparat. Rudi, jurnalis media Berita Kota Kendari (BKK) dipukul di bagian kepala oleh polisi. Ia juga dicaci maki oleh polisi dengan sebutan nama binatang padahal ia telah menunjukkan kartu identitas persnya.

Dengan adanya tindakan kekerasan dan dan represif dari anggota kepolisian didepan Kantor BLK Kendari, Ketua PWI Sultra, Sarjono mengutuk perbuatan tersebut dan mengecam atas perlakuan kekerasan terhadap Wartawan yang saat itu sedang melakukan kerja jurnalis.

“Pimpinan Polri harus mempertanggungjawabkan kekerasan anggotanya. Situasional penanganan aksi yang berimplikasi pada resiko bagi awak media, tidak dapat menjadi alasan terjadinya kekerasan trhadap wartawan,”Tegasnya.

Untuk itu lanjut Sarjono, PWI Sultra mengecam tindakan represif oknum polisi terhadap wartawan Berita Kota Kendari, atas nama Rudinan, ketika sedang melakukan tugas peliputan aksi unjuk rasa di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis, 18 Maret 2021.

“Kemudian mendesak kepada Kapolda Sultra, untuk segera mengusut dan menindak oknum polisi pelaku kekerasan tersebut. Serta meminta kepada semua pihak, untuk menghargai wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai UU Pers No. 40/1999,”pungkasnya. (R)




Solopos Kembali Agendakan UKW Mandiri Gelombang IV dan V

Surabaya, SultraNET. | Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri gelombang IV dan V bakal di gelar 27 – 28 Maret dan 10-11 April 2021 dengan lembaga penguji Solopos.

Ketua tim inisiator UKW Mandiri, Agung Santoso kepada awak media menjelaskan UKW Mandiri yang akan berlangsung sepanjang tahun 2021 dengan mengambil waktu setiap akhir bulan.

UKW Mandiri Sudah berjalan tiga gelombang yaitu gelombang pertama 26-27 Desember 2020 dengan jumlah peserta 23 wartawan, gelombang kedua 30-31 Januari 2021, peserta 29 wartawan, gelombang ketiga 27-28 Februari, 26 orang. Total para peserta UKW Mandiri 78 jurnalis.

Para peserta gelombang pertama sampai ketiga berasal dari Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta.

Peserta juga datang dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur diantaranya Ngawi, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pamekasan, Sampang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar.

‘’UKW Mandiri tidak terikat dari organisasi pers, organisasi perusahaan pers, komunitas wartawan di berbagai daerah di Indonesia, yang ingin meningkatkan mutu untuk karya jurnalistiknya, silakan mengikuti UKW Mandiri dengan biaya satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah, fasilitasnya mengikuti Pra UKW gratis yang di selenggarakan lembaga penguji Solopos. Selain itu juga selama mengikuti UKW dua hari mendapat makan dua kali dan snack empat 4 kali, ’’ ujarnya.

Dikatakan UKW Mandiri kita diikuti bagi jurnalis yang ikut mengikuti UKW jenjang Muda, Madya dan Utama. Penyelanggaraan bersamaan tapi untuk muda, madya dan utama materi ujinya berbeda sesuai jenjang yang akan di pilih.

Tentang kelulusan UKW Mandiri, Agung sapaan akrab pria yang juga dikenal Ketua DPW UKM IKM Nusantara ini, menandaskan semua di kembalikan kepada penguasaan materi setiap wartawan yang mengikuti ujian.

“Yang diujikan itu pekerjaan kita sehari-hari sebagai seorang wartawan, jadi saya yakin setiap wartawan tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti UKW,’’ujarnya meyakinkan.

Dijelaskan Agung, 12 materi pokok UKW yang diujikan dari setiap gelombang-ke gelombang di antaranya Pengetahuan Umum (membuat esai profesionalisme jurnalistik, sejarah pers, hukum pers), Prinsip Jurnalistik, UNJ (Unsur, Nilai, Jenis Berita).

Selain itu Bahasa Jurnalistik, Komunikasi dengan Narasumber, Rapat Redaksi, Reportase, Menyusun Berita, Menyunting Berita, Penggunaan Teknologi Informasi, Rapat Evaluasi Redaksi, Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. (R)




Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Mengudara, Layani Indonesia Timur dan Tengah

Surabaya, SultraNET. | Pesawat Jayawijaya Dirgantara yang khusus melayani cargo atau pengiriman barang, saat ini telah siap melayani semua konsumen di wilayah Nusantara khususnya Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Tengah.

Tasyakuran untuk penerbangan perdana pesawat cargo PT Jayawijaya yang berlangsung tanggal 26 Februari 2021 di Merpati Maintenance Facility Jalan Raya Juanda Sedati Sidoarjo dihadiri Direktur PT. Nusantara Pratama Logistik, Hendry Affandi, Perwakilan Jayawijaya Dirgantara Airlines Capt.Bambang Hermanto, Direktur Utama PT. Merpati Maintenance Facility, Rowin Hardjoprakoso Mangkoesoebroto dan Ketua Kadin Jatim, Basa Alim Tualeka.

Ketua Kadin Jawa Timur, Basa Alim Tualeka dalam sambutannya mengatakan bahwa semua bisnis itu membutuhkan sinergi antara transportasi, pasar dan pengusaha.

” Pengusaha berupaya untuk membuat perekonomian bisa maju harus ada pasar, kemudian setelah ada pasar didukung dengan sarana transportasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, hadirnya Pesawat Cargo Jayawijaya Dirgantara bertujuan mendorong peningkatan perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi lain terutama dimasa pandemi saat ini.

Adapun rute yang ditempuh oleh pesawat cargo Jayawijaya Dirgantara Airline di antaranya Makkasar, Kendari, Manado, Denpasar, Sorong, Timika dan Jayapura. (AG)




Yayasan Haji Maming Siapkan Makam untuk Perawat yang Gugur karena Corona

SultraNET. – BANJARMASIN | Peristiwa penolakan dari sebagian oknum masyarakat kepada jenazah perawat Covid-19 di sejumlah tempat di Indonesia memantik kepedulian dari Yayasan Haji Maming.

Menyikapi hal tersebut, Yayasan Haji Maming menyiapkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming di Batulicin sebagai lokasi pemakaman jika ada dokter dan perawat pasien Corona asal Tanah Bumbu yang meninggal dunia.

Komplek pemakaman tersebut berada di kawasan Cappa Padang, Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin.

“Kalau ada warga Tanah Bumbu yang menolak, makam Haji Maming siap menerima untuk dokter dan perawat,” kata Mardani H. Maming yang mewakili pihak yayasan, Senin (13/4).

Peristiwa yang terjadi di sejumlah tempat di Pulau Jawa memang menciptakan keprihatinan di hati banyak orang, termasuk Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu. Karenanya, dia tidak ingin peristiwa serupa terjadi di kampung halamannya, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Mereka yang meninggal dunia karena Corona itu bukan aib. Mestinya tidak perlu ada penolakan seperti itu,” sebut mantan Bupati Tanah Bumbu itu.

Selain mengizinkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming menjadi tempat pemakaman tenaga medis yang gugur karena Corona, Mardani juga menyiapkan lokasi pemakaman umum untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Lokasinya berada di kawasan Desa Sungai Dua. Di sana, pihak Yayasan Haji Maming menyiapkan lahan seluas 2 hektare.

“Untuk yang umum di situ. Ada 2 hektare. 1 hektare untuk makam warga muslim, dan 1 hektare sisanya untuk warga Kristen dan Konghucu. Itu tanahnya hibah dari Yayasan Haji Maming,” kata Mardani.(*)




V’s Boxing Promotions Gelar pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020

JAKARTA, SultraNET. | Setelah sukses menggelar kejuaraan tinju profesional perdana “Magelang Big Fights 2018”, V’s Boxing Promotions dibawah kepemimpinan promotor wanita yang juga seorang low profile business woman yang sudah malang melintang di dunia perbankan dan di Fintech, Milasari Kusumo Anggraini, kembali akan meramaikan geliat tinju profesional di Tanah Air dengan menghadirkan pertandingan professional keduanya  yang di kolaborasi dengan musik entertainment yang bertajuk “WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020” (enam partai), pada tanggal 19 April 2020, di The Pallas, SCBC, Jakarta, dalam rangka menyambut Hari Kartini sebagai salah satu ajang inspirasi a woman empowerment.

Menariknya, ajang tinju ini akan merupakan ajang tinju yang pertama di Indonesia sebagai Boxingtaiment, kolaborasi antara tinju dan pertunjukan entertainment, dimana Milasari akan mempertandingkan 2 partai utama yakni tinju wanita kelas Bantam Junior 52,2 KG (8 ronde), memperebutkan sabuk emas Kartini antara Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) versus Febriyanti Lubis (Amanatun So’e Depok) dan satu partai pria professional no 1 di Indonesia saat ini di kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde) antara James Mokoginta, Juara WBC Asia (Nainggolan Gym, Jakarta) yang akan melawan Jason Butar Butar, Juara ATI Nasional (Kodam Jaya Jakarta) untuk memperebutkan Sabuk Emas GR (Goro) Tidak hanya itu, acara ini juga di sertai juga dengan hiburan musik kolaborasi musisi ternama Indonesia yakni Ari Lasso dan Paul Latumahina (T five). Ajang tinju ini juga menjadi debut profesional dua petinju amatir yakni Serda Abdul Sada dan Serda Ali Ridwam Songut, keduanya dari BPR 3/Kostrad Maros, Makassar.

“Latar belakangnya antara lain dalam rangka menyambut hari Kartini, selain itu kami ingin mencari potensi petinju profesional di Indonesia yang bisa berprestasi dunia. V’s Boxing Promotions juga ingin menggairahkan dan memajukan tinju profesional kedepannya. Konsepnya kami ingin mengangkat pertandingan tinju tidak hanya sebagai tontonan yang seru dan menarik, tapi juga ada unsur seninya. Jadi anak muda, orang tua atau keluarga bisa fun dan happy menyaksikan olahraga yang identik dengan image keras, diselingi dengan penampilan musik Paul Latumahina dan Ari Lasso. Untuk kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda, diadakan didekat pusat perkantoran Jakarta dan juga tempat orang hangout di The Pallas SCBD, (19 April) ” jelas Milasari, dalam keterangan resminya Selasa (3/3/2020).

Berkecimpungnya Milasari di dunia tinju bermula terinspirasi oleh almarhum sang ayah dimasa kecilnya. Ditambah lagi, salah satu putranya yang bernama Verrel Dylastra juga menekuni dunia tinju amatir saat menempuh pendidikan di Amerika. Verrel bahkan menyabet prestasi terbaik salah satunya sebagai runner up Golden Gloves California, Negara Bagian Amerika dan beberapa pencapaian lainnya.

“Almarhum Papa saya yang memberikan influence awal. Idolanya adalah Muhammad Ali dan saya dulu suka menemaninya nonton tinju. Namun jujur saya makin jatuh cinta didunia tinju, setelah saya melihat perkembangan anak saya Verrel baik karakter keseharian maupun pendidikannya sangat bagus berkat kedisiplinan dalam latihan tinju. Nilai akademisnya bahkan naik, padahal latihan tinju itu berat dan menyita waktu. Jadi saya ingin image seorang petinju di Indonesia itu harus sukses dalam pendidikan dan mempunyai karakter atau attitude yang bagus juga” imbuh Milasari, yang juga seorang pebisnis.

Pemerhati tinju nasional Martinez dos Santos yang terlibat juga di tim V’s Boxing Promotions menambahkan, event tinju profesional WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 nanti tidak hanya berbicara menyuguhkan laga enam partai yang berkualitas semata. Tapi ia juga melihat potensi para petinju lainnya untuk bisa mencuat dan berprestasi dunia layaknya Ellyas Pical, Nico Thomas, Mohamad Rachman, Chris John, atau Daud Yordan.

“Saya pikir konsep promotor Milasari sudah tepat, melihat jauh ke depan bagaimana bisa mengangkat prestasi tinju Indonesia. Disamping menampilkan petinju-petinju berpengalaman yang sudah punya prestasi di nasional dan internasional, juga menampilkan dua petinju amatir yang baru masuk tinju pro: Abdul Sada (kelas welter), Ali Ridwan Songut (kelas bantam). Ini dua petinju yang punya masa depan cerah karena mereka punya prestasi bagus di amatir. Terpenting mereka terus diberi panggung untuk bertanding, dan diarahkan dengan baik dan profesional. Jika itu dilakukan, bukan tak mungkin akan seperti Ellyas Pical, Chris John, dan lain-lain. Juga partai utama James Mokoginta vs Jason Butar-Butar, serta Felmi Sumahe vs Febriyanti Lubis, dapat dipastikan menjadi daya tarik yang luar biasa. Mereka akan menyajikan pertarungan yang seru, menarik, dan menegangkan. Pun empat partai tambahan lainnya takkan kalah serunya. Saya optimistis dengan komitmen ibu Milasari, apalagi beliau punya relasi yang sangat luas, baik di tanah air dan luar negeri, terutama dengan dunia tinju di AS, seperti dengan promotor kondang Bob Arum,  pelatih kenamaan Freddie Roach, Mike Tyson, dan lain-lain, suatu saat impian Indonesia untuk melahirkan juara dunia lagi bisa terwujud,” pungkas Martinez, yang juga dikenal sebagai komentator tinju tersebut.

Penjualan tiket pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 yang merupakan kolaborasi pertandingan tinju dan pertunjukan musik Ari Lasso dan Paul Latumahina dapat di pesan melaui layanan tiket bookmyshow.

Susunan Partai WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020

1. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas GR Kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde)
James Mokoginta (Nainggolan Gym Jakarta) v Jason Butar Butar (Kodam Jaya Jakarta)

2. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas Kartini Kelas Ringan Junior 52,2 KG (8 Ronde)
Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) v Febriyanti Lubis (Amanatun So’e BC Depok)

Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas V’s Boxing Promotions
3 Kelas Bantam 53,5 KG (8 Ronde)
Flasidus Nuno, Juara Nasional ATI (Victory Target BC Jakarta) v Samuel Tehuayo Mantan Juara UBO (BSA Martial Arts Tangsel)

4.Kelas Ringan Junior 58,9 KG (8 Ronde)
Jufti Kakahue, Juara Nasional KTPI (Aquase Boxing Camp Tangsel) v Nur Ramajang Arkiang, Peringkat 4 Nasional (KPJ Bulungan BC Jakarta)

5. Kelas Welter 66,6 KG (6 Ronde)
Doni Sikumbang, Peringkat 6 Nasional (Nainggolan BC Jakartw) v Serda Abdul Sada (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

6.Kelas Bantam 53,5 KG (6 Ronde)
Asyer Aluman, Peringkat 3 Nasional (Germindo BC Jakarta) v Serda Ali Ridwan Songut, Juara Amatir (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

(rls)




Rapimda Hanura Sultra Dinilai Terbaik Se Indonesia

Kendari, SultraNET. | Penyelenggaraan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sulawesi Tenggara, dinilai sebagai yang terbaik dari seluruh penyelenggaraan Rapimda Partai Hanura seluruh Indonesia.

Tidak tanggung tanggung pujian tersebut disampaikan langsung Ketua DPP Hanura bidang OKK, Bhenny Rhamdani pada acara pembukaan Rapimda, Senin (14/10/2019).

” Saya adalah orang yang tidak terbiasa memuji tetapi untuk Penyelenggaraan Rapimda ini harus saya akui bahwa ini yang terbaik dari semua penyelenggaraan Rapimda yang pernah saya ikuti diseluruh Indonesia,” Tutur Bhenny

Menurutnya hal yang membanggakan dan patut diapresiasi bahwa disepanjang jalan dari bandara Haluoleo hingga ditempat kegiatan yang berjarak lebih dari 30 Km itu, atribut Partai Hanura seluruhnya terpasang.

” Disepanjang jalan saya lihat penuh bendera Hanura, ini membawa kebanggan tersendiri apalagi ada beberapa Billboard besar yang terpasang,” bebernya

Sehingga lanjutnya, pelaksanaan Rapimda Hanura Sultra dapat dijadikan percontohan bagi pelaksanaan Rapimda di Seluruh Indonesia.

” Ini menunjukkan keseriusan kita berpartai, dari bandara hingga didalam arena ini membawa optimisme kita untuk menatap Pemilu 2024 mendatang dan sudah seharusnya beginilah Hanura” Sebutnya.

Untuk itu sebagai perwakilan Ketua Umum DPP, Bhenny Rhamdani mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ketua DPD Hanura Sultra, Wa Ode Nurhayati yang dinilainya sukses memimpin dan membawa warna baru Partai Hanura di Sulawesi Tenggara.

Selama saya mengikuti kegiatan di Sultra, ini yang memberikan kesan bagi saya dan terbaik,” katanya dan disambut tepuk tangan peserta Rakerda (IS)

 




Buku Karl Marx & Lenin Beredar, Polisi Bakal Minta Keterangan Ahli

SultraNET. | Polisi bakal menyelidiki dugaan peredaran buku yang memuat paham komunisme Karl Marx dan Lenin di Gramedia Trans Mal Makassar. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan pihaknya akan meminta keterangan saksi ahli terkait buku-buku yang disweeping sekelompok orang dari Brigade Muslim Indonesia.

“Tentu Polda akan meminta pendapat dari para saksi ahli apakah buku yang dijual pihak Gramedia itu menyebarkan ajaran komunisme atau tidak,” kata Dicky saat dikonfirmasi sebagaimana dilansir Merdeka, Minggu (4/8).

Selain itu, polisi mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan buku-buku berpaham komunisme di pasaran. “Disarankan untuk memberitahu Polri sehingga Polri yang akan melakukan tindakan hukum,” ujar Dicky.

Berdalih bebaskan Makassar dari paham Marxisme dan Lenismisme, empat orang yang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan menggerebek gerai Gramedia Trans Mall, Sabtu (3/8) pukul 16.00 WITA.

Mereka mengumpulkan kurang lebih 20 buku yang berhubungan dengan paham komunis yang dilarang di Indonesia berdasarkan Tap MPRS No 25 tahun 1966 itu. Buku-buku itu kemudian diserahkan ke pihak Gramedia untuk dikembalikan ke penerbitnya. Selanjutnya mereka memviralkan lewat media sosial kegiatan yang disebutnya sweeping.

Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel, Muhammad Zulkifli yang dikonfirmasi, Minggu (4/8) mengatakan, mereka melakukan aksinya setelah berkoordinasi dengan Pihak Polda Sulsel melalui direktorat intelkam dan pihak Kodam XIV/Hasanuddin. Namun karena digelar tiba-tiba, tak satu anggota dari dua institusi yang bergabung saat datangi gerai Gramedia itu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kodam dan AKBP Parenrengi dari direktorat Intelkam Polda tapi karena tiba-tiba, tidak ada yang bergabung,” ujar Muhammad Zulkifli. [ray/merdeka]

 

 

 

Sumber Asli : https://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-minta-keterangan-ahli-terkait-buku-karl-marx-lenin-di-gramedia-makassar.html




Diduga Peras Kepala Desa, Dua Oknum LSM di Bengkulu Terjaring OTT Jaksa

SultraNET. | Diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah Kepala Desa, dua oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang, Provinsi Bengkulu melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (30/7/) sekitar pukul 11,00 WIB

Dikutip dari Teropongpublik.com, Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang, H. Lalu Syaifudin membenarkan telah terjadi OTT terhadap oknum LSM tersebut di salah satu rumah makan di Pasar Kepahiang.

“Iya benar, tadi kurang lebih jam 11 yang dilakukan oleh tim gabungan atas perintah penyelidikan di Pidsus,” katanya saaat dikonfirmasi melalui pesan via Whatshaap.

Penangkapan tersebut sambungnya berdasarkan laporan masyarakat bahwa ada beberapa kades yang ditekan dan diintimidasi agar para kades menyerahkan sejumlah uang kepada oknum LSM tersebut terkait dana desa.

“Ikut diamankan uang senilai 30 juta, kemudian handphone dua dan 1 unit mobil hilux,” jelasnya

H. Lalu menjelaskan, kedua orang tersebut merupakan suami istri yang tergabung di LSM Badan Penelitian Aset Daerah berinisial R dan CS.

Kemudian, kata Haji Lalu dari Informasi sementara mereka meminta 50 juta kepada setiap kades. adapun kepala desa yang mendapat pemerasan yakni Kades Babatan, Bayung, Cerebon dan Benuang Galing.

“Tapi sekarang yang ada 30 juta, untuk sementara kedua oknum masih diperiksa terlebih dahulu selama 24 jam, hasil pemeriksaan nanti baru dianalisa dan masuk perbuatan tipikor atau umum. Kalau korupsi kita akan tetapkan sendiri sebagai tersangka, kalau ini umum kita akan serahkan kepihak kepolisian,” tutupnya (kutip/Teropongpublik.com)




Pemerintah Wacanakan Pemindahan Ibu Kota, Harga Tanah di Kalteng Naik 4 Kali Lipat

Jakarta, SultraNET. | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui lokasi pemindahan ibu kota adalah Kalimantan. Meski demikian, dia belum menyampaikan di provinsi mana lokasi pemindahan Ibu Kota Negara nanti.

Dengan munculnya isu ini, harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya.

“Masyarakat sekarang banyak berbondong-bondong ada yang menjual tanahnya, karena harganya sedang naik empat kali lipat,” kata Binartha salah satu masyarakat saat ditemui Kantor Berita Antara di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dikutip Antara, Selasa (30/7).

Binartha menjelaskan, bahwa kenaikan harga tanah di dekat lokasi pemukiman terjadi karena masyarakat banyak yang termakan tingginya harga tanah setelah isu pemindahan ibu kota. Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di Gunung Mas, satu kavling tanah biasanya dipatok ukuran 20×30 meter, dengan harga Rp10 juta jika jauh dari pemukiman. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman, biasanya dihargai Rp25 juta.

Dengan munculnya informasi akan dijadikan ibu kota, tanah melonjak menjadi Rp 40 juta per kavling dan Rp 100 juta per kavling bila dekat dengan pemukiman atau naik empat kali lipat. Menurutnya, hal tersebut adalah langkah yang kurang tepat, sebab belum dipastikan secara tepat mengenai lokasi Istana Negara ataupun pusat ibu kota nantinya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Manuhing Sugiarto juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu ambil langkah spekulatif dengan aksi jual beli tanah. Dia mengimbau masyarakat tidak terbawa isu mengenai tingginya harga tanah yang akan diganti nantinya, menyusul pembangunan Istana Negara yang akan dicanangkan.

“Lokasinya saja belum dipastikan titiknya, kok sudah pada jual beli, nanti kalau salah kan rugi besar, tidak usah beli-beli tanah dulu,” kata Sugiarto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, Presiden Joko Widodo usai mengunjungi Kecamatan Manuhing, Gunung Mas, pada Mei 2019, mulai menaruh hati dengan lokasi tersebut. Namun saat ini kajian masih dilakukan.

Data menunjukkan, prediksi kebutuhan lahan untuk Istana Negara akan memakan luas sekitar 121 hektare, jika administrasi tanah milik warga tidak diperoleh dengan cara yang benar, ditakutkan lahan yang terkena dampak pembangunan tidak akan mendapat ganti rugi. [azz/merdeka.com]

 

 

 

Telah Terbit di : https://www.merdeka.com/uang/ramai-isu-pemindahan-ibu-kota-harga-tanah-di-kalteng-naik-4-kali-lipat.html