Objek Wisata Kolam Kadi Lawaea di Bombana Jadi Wisata Favorit Warga, Hadirkan Rekreasi Murah
Bombana, sultranet.com – Kehadiran Kolam Kadi Lawaea di Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mulai menjadi ruang rekreasi baru bagi masyarakat pedesaan. Tidak hanya menawarkan tempat berenang yang terjangkau untuk keluarga, wisata sederhana yang dikelola warga tersebut juga perlahan menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Dengan konsep wisata rakyat yang ramah kantong dan terbuka untuk semua kalangan, Kolam Kadi Lawaea kini menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama pada sore dan akhir pekan, di Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana.
Di tengah keterbatasan fasilitas hiburan di wilayah pedesaan, keberadaan Kolam Kadi Lawaea menghadirkan alternatif rekreasi yang dekat, murah, dan mudah dijangkau masyarakat. Setiap sore, suasana di sekitar kolam mulai ramai dipenuhi anak-anak, remaja, hingga orang tua yang datang untuk berenang atau sekadar bersantai bersama keluarga.
Suara tawa anak-anak berpadu dengan percakapan warga di gazebo sederhana yang berdiri di sekitar area kolam. Bagi sebagian warga, tempat ini bukan hanya lokasi wisata, tetapi juga ruang berkumpul yang menghadirkan suasana kebersamaan di tengah aktivitas harian masyarakat desa.
Kolam Kadi Lawaea lahir dari kebutuhan sederhana masyarakat akan ruang hiburan yang aman dan terjangkau. Wisata tersebut dibangun bukan dengan konsep mewah, melainkan berangkat dari pemahaman bahwa masyarakat desa juga membutuhkan tempat rekreasi yang bisa dinikmati bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh ke kota.
Pemilik Kolam Kadi Lawaea, Sukaji Ramang, mengatakan sejak awal kolam tersebut dirancang sebagai ruang bersama yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin tempat ini bisa dinikmati semua kalangan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh atau mahal hanya untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga,” ujar Sukaji. (28/2)
Menurutnya, konsep wisata yang dibangun lebih mengutamakan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar dibanding sekadar keuntungan usaha. Karena itu, pengelola berupaya menjaga harga tiket tetap terjangkau agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati fasilitas yang tersedia.
Saat ini, Kolam Kadi Lawaea beroperasi setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai. Sementara pada Sabtu dan Minggu, kolam dibuka lebih awal mulai pukul 08.00 Wita karena tingginya jumlah pengunjung pada akhir pekan.
Pengelola menerapkan tarif masuk yang relatif murah. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp15 ribu untuk dua orang, Rp20 ribu untuk tiga orang, dan Rp30 ribu untuk empat orang. Sementara biaya parkir ditetapkan Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil.
Tidak hanya itu, pengelola juga menyediakan gazebo gratis tanpa pungutan tambahan bagi pengunjung yang ingin beristirahat bersama keluarga. Sistem pelayanan sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan suasana santai dan akrab bagi pengunjung.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, pengelola juga menerapkan sistem loyalitas bagi pengunjung tetap. Setiap pengunjung yang berhasil mengumpulkan sepuluh tiket masuk akan mendapatkan satu kali akses gratis ke area kolam.
Di sisi lain, pengelola saat ini masih mempersiapkan pembangunan kolam dewasa yang direncanakan menjadi fasilitas tambahan bagi pengunjung. Meski belum diresmikan, keberadaan fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik wisata di kawasan itu.
Selain menjadi tempat hiburan keluarga, aktivitas wisata di Kolam Kadi Lawaea juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di area sekitar kolam, sejumlah kantin sederhana berdiri melayani kebutuhan pengunjung.
Berbagai makanan ringan dan minuman dijual oleh warga, mulai dari pop ice, pop mie siram, mi instan rebus dan goreng, hingga bakso bakar dan sosis. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi harian yang membantu menambah penghasilan masyarakat desa.
“Harapan kami sederhana, kolam ini bisa memberi manfaat langsung bagi warga desa, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sumber penghasilan,” kata Sukaji.
Keberadaan Kolam Kadi Lawaea juga memperlihatkan bagaimana potensi wisata desa dapat berkembang dari inisiatif masyarakat lokal. Dengan pengelolaan sederhana dan semangat gotong royong, tempat wisata tersebut tumbuh menjadi ruang rekreasi yang aman sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga.
Di tengah dorongan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis desa, kehadiran Kolam Kadi Lawaea dinilai menjadi contoh nyata bagaimana wisata lokal dapat berkembang tanpa harus bergantung pada investasi besar.
Wisata desa seperti ini dianggap memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan warga sekitar sebagai bagian utama dari aktivitas usaha.
Selain memperkuat ekonomi lokal, wisata berbasis masyarakat juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga karena menghadirkan ruang interaksi yang sehat dan positif bagi masyarakat desa.
Bagi warga Desa Ladumpi dan sekitarnya, Kolam Kadi Lawaea kini bukan lagi sekadar kolam renang biasa. Tempat itu telah menjadi ruang kebersamaan baru yang menghadirkan hiburan sederhana, suasana hangat keluarga, sekaligus harapan tumbuhnya ekonomi desa dari potensi wisata lokal di Kabupaten Bombana. (adv)