Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi Bersama KEMENDAGRI

Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Sekolah Rakyat. Kegiatan yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran Pemprov Sultra dari Ruang Rapat Biro Perekonomian Setda Provinsi Sultra. Senin, 21 April 2025.

Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif baru yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini berbentuk asrama. Kebutuhan makan, tempat tinggal, bahkan fasilitas olahraga siswa ditanggung negara. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, dari jenjang SD sampai SMA,” jelas Tito.

Ia menambahkan bahwa program ini berbeda dengan Sekolah Unggulan Garuda yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi. “Kita ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak mewarisi kemiskinan orang tuanya. Sekolah Rakyat adalah jembatan sosial menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Mendagri juga meminta para kepala daerah segera merespons peluang ini dengan melakukan koordinasi lintas OPD. Ia menekankan pentingnya kesiapan legalitas dan lahan dalam pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat di tiap daerah.

Turut hadir dalam rakor ini Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang ditunjuk sebagai koordinator utama program. Ia menjelaskan bahwa dasar hukum program ini mengacu pada Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Pendidikan adalah alat paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat merupakan langkah afirmatif untuk menciptakan keadilan akses pendidikan dan menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045,” ujar Saifullah.

Hingga April 2025, tercatat sebanyak 356 titik usulan pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan target 200 lokasi dibangun tahun ini.

Selain sosialisasi program pendidikan, rakor juga membahas perkembangan inflasi nasional. Mendagri menyampaikan bahwa inflasi year-on-year Maret 2025 terhadap Maret 2024 tercatat sebesar 1,03%, sedangkan month-to-month dari Februari ke Maret 2025 sebesar 1,65%.

“Target inflasi nasional kita adalah 2,5 persen plus minus 1 persen. Angka saat ini berada dalam kategori aman dan menggembirakan bagi masyarakat,” ujar Tito.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan bahwa pada minggu ketiga April 2025, terdapat 23 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 14 provinsi mengalami penurunan, dan satu provinsi tetap stabil. Dua komoditas utama penyumbang inflasi adalah bawang merah dan cabai merah.

“Secara nasional, harga bawang merah naik sebesar 9,18 persen dan bawang putih naik 1,69 persen dibanding bulan sebelumnya. Keduanya juga berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP),” jelas Amalia.

Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur penting di Sultra, termasuk perwakilan dari BPS, Biro Perekonomian, Dinas Sosial, Dinas Tanaman Pangan, serta instansi teknis lainnya. Pemerintah pusat mengajak daerah untuk meningkatkan sinergi dalam menekan inflasi serta menyukseskan program-program strategis yang berpihak pada masyarakat.

Dengan dukungan penuh seluruh unsur pemerintahan, program Sekolah Rakyat diharapkan segera direalisasikan di Sultra. Tak hanya sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan generasi masa depan yang mandiri dan berkualitas.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia lakukan Pendampingan Pemberian Makan Bergizi Gratis

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia turut serta dalam kegiatan pendampingan program pemberian makan bergizi gratis kepada siswa sekolah dasar, yang digelar oleh Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Yayasan Darul Ilhamiyah Nusantara. Senin, 21 April 2025, di wilayah Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana.

Program ini menyasar tiga sekolah dasar, yaitu SDN 27 Doule, SDN 08 Kasipute, dan SDN 33 Kasipute, dengan total penerima manfaat sebanyak 1.020 siswa. Kegiatan berlangsung di bawah koordinasi Kasatpel SPPG, Riska Purnama Sari, S.Farm, dengan dukungan penuh dari karyawan yang tergabung dalam yayasan tersebut.

Menu makanan yang disediakan dalam program ini terdiri dari nasi putih, ayam kecap, sayur sop, dan buah pisang. Semua disajikan dengan memperhatikan kandungan gizi yang sesuai untuk kebutuhan tumbuh kembang anak, sekaligus sebagai langkah nyata mencegah terjadinya stunting.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Sertu Juni mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia dalam upaya menekan angka stunting di daerah. “Kami dari Koramil mendukung penuh kegiatan ini karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak,” ujarnya.

Selain memberikan pendampingan, Babinsa juga memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Pendampingan ini menunjukkan sinergi antara TNI dan lembaga sosial dalam mengawal program pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan.




Gubernur Sultra: Semangat Kartini Adalah Api yang Tak Pernah Padam

Kendari, Sultrant.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2025. Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sultra ini dirangkaikan dengan tema besar pembangunan daerah, yaitu “Mewujudkan ASTA CITA dengan menghadirkan 1000 Profesi Perempuan dan Gen Z.” Senin, 21 April 2025.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur, para Kepala OPD, Sekretaris Dinas, para Kabid, serta ratusan ASN dan PPPK yang tampak antusias mengenakan busana adat dan pakaian ala Kartini. Semangat emansipasi dan penghormatan terhadap perjuangan perempuan begitu terasa dalam suasana yang penuh warna dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Kartini adalah momen refleksi untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang tidak hanya memperjuangkan hak perempuan, tetapi juga memajukan bangsa.

“Kartini adalah simbol keberanian untuk berpikir melampaui zamannya. Ia menyuarakan ketidakadilan terhadap perempuan dan bangsanya, serta meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin dicapai tanpa kemajuan perempuan,” kata Gubernur saat membacakan sambutan.

Lebih lanjut, sambutan itu menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai bidang, mulai dari akses pendidikan, kesempatan kerja, perlindungan hukum, hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan publik. Meski begitu, semangat Kartini tetap menyala dalam diri setiap perempuan Indonesia.

“Tak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk menyalakan semangat Kartini. Tak ada peran yang terlalu kecil untuk menciptakan perubahan,” lanjutnya.

Menambahkan pandangannya secara pribadi, Gubernur Sultra menyampaikan rasa bangga atas antusiasme peserta apel, khususnya para perempuan yang tampil mengenakan busana daerah dan pakaian khas Kartini dengan penuh semangat sejak pagi hari.

“Saat saya datang, saya melihat semua berjalan dengan gaya masing-masing. Saya cukup tersentuh, karena pasti ada yang sudah bersiap dari subuh. Ini adalah bentuk nyata dari perjuangan ibu-ibu dalam menghormati nilai-nilai Kartini,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan untuk kemajuan daerah masih jauh dari kata selesai. “Masih banyak perjuangan yang harus kita lanjutkan untuk kemajuan Sulawesi Tenggara yang kita cintai. Saya tahu, di hadapan saya ini ada generasi penerus—Kartini-kartini masa kini—yang siap berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel yang telah hadir dengan penuh semangat, menjunjung nilai budaya, dan menghormati semangat emansipasi perempuan yang telah diwariskan Kartini.

“Terima kasih atas kesediaan mengikuti apel ini dengan memakai busana Kartini. Ini bukan hanya simbol semata, tapi juga bentuk semangat dan dedikasi untuk terus melangkah maju,” tutupnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang untuk menegaskan kembali komitmen daerah dalam mewujudkan keadilan gender dan pembangunan inklusif yang memberdayakan perempuan dari seluruh latar belakang dan generasi.




Belum Sebulan Menjabat, Kapolsek Poleang Barat Tangkap Pencuri Sapi Lintas Kabupaten yang Meresahkan

BOMBANA, Sultranet.com – Belum genap sebulan menjabat sebagai Kapolsek Poleang Barat, IPTU Abd Hakim langsung menunjukkan kinerja sigap dan tegas. Ia sukses mengungkap kasus pencurian ternak sapi yang meresahkan warga. Tiga orang pria diamankan, dan satu ekor sapi jantan milik korban berhasil ditemukan di wilayah Kabupaten Kolaka. Kasus ini mencuat setelah laporan masuk pada Jumat malam, 18 April 2025.

IPTU Abd Hakim sendiri baru dilantik menggantikan IPDA Rusdianto Ladiwa, S.H sebagai Kapolsek Poleang Barat pada 11 April 2025 lalu. Meski baru memulai tugasnya, komitmennya dalam menjaga keamanan warga langsung terlihat lewat pengungkapan kasus pencurian lintas kabupaten ini.

Kasus ini bermula dari laporan warga bernama Husnul Adli (28), seorang karyawan asal Desa Toari, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana. Ia melapor bahwa tiga ekor sapi miliknya raib setelah sebelumnya diikat di kebun pada Kamis, 17 April 2025.

“Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WITA, saat pelapor kembali ke lokasi, ia mendapati ketiga sapinya sudah tidak ada,” ujar IPTU Abd Hakim saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4/2025).

Tak lama setelah laporan diterima, Husnul memperoleh informasi bahwa seekor sapi jantan yang diduga miliknya terlihat di Desa Pulaulo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Kapolsek pun langsung memimpin anggotanya menuju lokasi.

“Pukul 01.00 WITA kami berangkat dari Mako dan tiba di Samaturu sekitar pukul 04.00 WITA. Kami langsung berkoordinasi dengan Polsek Samaturu,” jelasnya.

Setelah berkoordinasi, pada pukul 06.00 WITA tim gabungan mendatangi rumah seorang warga bernama Baharuddin di Desa Pulaulo. Di sana, polisi mengamankan seorang pria bernama Naharuddin dan satu ekor sapi jantan yang diduga hasil curian.

Hasil interogasi terhadap Naharuddin mengarah pada nama Zainuddin, warga Desa Induha, Kolaka, yang disebut sebagai perantara. Tak butuh waktu lama, polisi mengamankan Zainuddin yang kemudian mengaku mendapatkan sapi tersebut dari pria lain bernama Andrianto alias Andy, warga Kecamatan Baula, Kolaka.

“Zainuddin mengaku sapi tersebut dikirim oleh Andy. Kami pun lanjut berkoordinasi dengan Polsek Pomalaa untuk mencari keberadaan Andy,” kata Abd Hakim.

Pukul 15.30 WITA, setelah mendapat informasi keberadaan Andy di Kelurahan Sabilambo, Kolaka, tim gabungan yang dibantu unit Buser Polres Kolaka berhasil mengamankannya tanpa perlawanan.

“Setelah itu, kami kembali ke Mako Polsek Poleang Barat dan tiba sekitar pukul 19.00 WITA,” tambahnya.

Saat ini, ketiga terduga pelaku bersama satu ekor sapi diamankan di Mako Polsek Poleang Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dua ekor sapi lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapolsek mengapresiasi bantuan masyarakat dalam pengungkapan kasus ini dan mengimbau warga agar lebih waspada menjaga ternaknya.

“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggembalakan sapi. Kalau perlu dibuatkan kandang sementara atau dijaga secara bergiliran,” imbaunya.

Warga pun menyambut baik penangkapan para pelaku ini. Selain menumbuhkan kembali rasa aman, tindakan cepat polisi ini juga dinilai memberi efek jera bagi pelaku kejahatan.

IPTU Abd Hakim menegaskan, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah Poleang Barat.




Bupati Burhanuddin Tegaskan Komitmen Dukung Penuh Petani Bombana

BOMBANA, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah. Hal ini ditunjukkan dalam kegiatan Panen Raya Kelompok Tani Matiro Bulu yang digelar di Dusun Lababu, Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Minggu (20/4/2025). Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si hadir langsung memimpin kegiatan ini, yang juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit unggul padi kepada para petani.

Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah kepala OPD. Masyarakat dan ratusan petani setempat tampak antusias menyambut langsung para pemimpin daerah yang turun ke lapangan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari 100 Hari Kerja program quick win Pemerintah Daerah Bombana di bawah kepemimpinan Burhanuddin–Ahmad Yani. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi program ketahanan pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Astacita.

“Hari ini saya hadir bukan sekadar seremonial. Ini bentuk komitmen kami, bahwa pemerintah akan selalu bersama rakyat, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi fondasi ekonomi masyarakat Bombana,” tegas Burhanuddin di hadapan para petani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bombana merupakan satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang telah memiliki sertifikasi untuk pengembangan bibit unggul padi. Hal ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam mendukung kedaulatan pangan dari hulu ke hilir.

Pemerintah Kabupaten Bombana, lanjut Burhanuddin, akan terus memperkuat dukungan terhadap petani melalui penyediaan infrastruktur seperti jalan usaha tani dan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pelatihan teknis bagi petani, serta penguatan akses permodalan dan pasar. Ia bahkan menargetkan pembangunan pabrik penggilingan padi di Bombana agar gabah petani tidak lagi dijual keluar daerah dalam bentuk mentah, tetapi sudah bernilai tambah sebagai beras siap konsumsi.

“Petani harus merasakan kehadiran negara. Kami tidak hanya hadir dalam seremonial, tapi juga memastikan bahwa hasil kerja keras mereka bisa berbuah kesejahteraan,” ucap Bupati.

Namun, di tengah suasana semarak panen, Bupati juga menyinggung soal ketidakhadiran sejumlah kepala desa dalam acara penting tersebut. Dari sembilan kepala desa di Kecamatan Lantari Jaya, beberapa diketahui tidak hadir, hal ini disayangkan oleh Burhanuddin.

“Saya sangat menyayangkan, dalam kegiatan sebesar ini yang menyangkut langsung kehidupan masyarakat, beberapa kepala desa justru tidak hadir. Ini akan kami tindak lanjuti. Saya minta Inspektorat segera melakukan pemeriksaan dan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan,” ujar Bupati dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat merupakan hal mendasar dalam membangun kepercayaan dan partisipasi publik. “Kalau pemimpinnya tidak hadir saat masyarakat butuh, bagaimana mungkin bisa memahami kebutuhan warganya?” tambahnya.

Sementara itu, para petani yang hadir menyambut positif kegiatan panen raya ini. Mereka mengaku senang bisa berdialog langsung dengan Bupati dan menyampaikan aspirasi, terutama soal ketersediaan pupuk, benih unggul, dan kebutuhan akan peralatan pertanian.

“Kami sangat senang Pak Bupati hadir langsung, ini membuat kami merasa diperhatikan. Kami berharap pemerintah juga memperhatikan soal harga pupuk dan alat pertanian, karena itu yang kami butuhkan untuk bisa lebih produktif,” ujar salah satu petani setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, S.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa saat ini luas lahan produksi pertanian di Bombana mencapai sekitar 13.000 hektare. Ia juga mengungkapkan adanya rencana pembukaan lahan sawah baru seluas kurang lebih 750 hektare, yang menjadi bagian dari rencana strategis pengembangan pertanian daerah ke depan.

“Ini bagian dari rencana jangka panjang kami di bawah arahan Bupati, dan kami sangat mengapresiasi kinerja kelompok tani Matiro Bulu yang telah memberikan contoh baik bagi pengelolaan pertanian di Bombana,” ungkap Sarif.

Kegiatan Panen Raya ini ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis bibit unggul oleh Bupati kepada perwakilan kelompok tani. Ia juga memberikan arahan langsung kepada OPD terkait untuk segera menindaklanjuti hasil dialog dengan petani agar kebutuhan mereka bisa dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

Dari kegiatan ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara petani dan pemerintah semakin kuat, serta menjadi pijakan bersama menuju kemandirian dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.




Bupati Bombana Pimpin Panen Raya, Soroti Rendahnya Kehadiran Kepala Desa

BOMBANA, sultranet.com – Hamparan sawah di Dusun Lababu, Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, menjadi saksi semaraknya Panen Raya Perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, pada Minggu, 20 April 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pertanian, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal. Namun, suasana kebersamaan itu sedikit terusik oleh rendahnya kehadiran para kepala desa setempat. Dari sembilan kepala desa yang dijadwalkan hadir, hanya empat yang tampak di lokasi.

“Saya cukup kecewa karena dari sembilan kepala desa, hanya empat yang hadir. Ini bukan soal absen dari acara, tapi menyangkut kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap masyarakat,” tegas Bupati Burhanuddin saat memberikan sambutan.

Menurutnya, kehadiran kepala desa dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan peran sebagai pelayan publik. “Kita ini pelayan rakyat. Kalau kepala desa saja tidak mau hadir, bagaimana mereka bisa jadi jembatan antara pemerintah dan rakyatnya?” ujarnya lagi dengan nada serius.

Acara panen raya turut dihadiri oleh Sekda Bombana dr. H. Sunandar, M.M.Kes., Ketua DPRD, jajaran OPD, unsur Forkopimda, kelompok tani Matiro Bulu, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati dan Wakil Bupati terlihat berbaur dengan masyarakat, menyapa para petani, serta meninjau langsung hasil panen.

Bagi para petani, kehadiran kepala daerah merupakan bentuk perhatian nyata yang membangkitkan semangat. Ketua Kelompok Tani Matiro Bulu, Pak Darwis, menyampaikan rasa harunya atas kunjungan tersebut, sembari berharap perhatian itu berlanjut dalam bentuk bantuan nyata.

“Sejak 2017 kami belum pernah menerima bantuan alat pertanian. Kami sangat berharap dengan kepemimpinan baru ini, bantuan seperti alsintan bisa segera disalurkan. Panen ini bukan hanya tentang hasil, tapi juga bagaimana petani merasa dihargai,” ucapnya penuh harap.

Panen raya ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah. Warga menyampaikan langsung kebutuhan akan bibit unggul, teknologi pertanian, dan akses pasar. Menanggapi hal itu, Bupati Burhanuddin menyerahkan secara simbolis bantuan bibit unggul, sekaligus menginstruksikan OPD teknis untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, S.H., dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Matiro Bulu. Ia menyebut bahwa saat ini Kabupaten Bombana memiliki ±13.000 hektare lahan produksi pertanian, dan pemerintah berencana membuka sekitar ±750 hektare sawah baru sebagai bagian dari program prioritas daerah.

“Saya bangga dengan capaian para petani kita. Program pembukaan sawah baru adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian. Ini juga bagian dari visi ketahanan pangan yang terus kami dorong,” kata Sarif.

Acara ditutup dengan dialog santai antara Bupati dan warga, yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika seluruh elemen pemerintah, termasuk pemerintah desa, menjalankan perannya secara maksimal.

Panen Raya Perdana di Lababu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras petani patut dirayakan dan didukung dengan kebijakan konkret. Di sisi lain, rendahnya partisipasi kepala desa menjadi catatan penting akan pentingnya kesadaran kolektif dalam pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat kolaboratif ini terus dijaga demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.




Kendari Run Sultra, Perpaduan Olahraga dan Promosi Wisata Daerah

Kendari, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Kendari Run Sultra, sebuah event lari yang tak hanya mengajak masyarakat hidup sehat tetapi juga mempromosikan potensi pariwisata daerah. Acara berlangsung meriah di kawasan MTQ Kendari, Senin, 21 April 2025.

Event ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sultra dan komunitas pelari. Tercatat peserta menempuh dua kategori jarak: rute utama sejauh 10 kilometer dan rute pendek 1,8 kilometer yang mengelilingi kawasan MTQ.

“Alhamdulillah, ini medali pertama saya di event lari Kota Kendari. Meski hanya 1,8 kilometer, semangatnya luar biasa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sultra dengan wajah penuh semangat, sesaat setelah mencapai garis finis.

Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa ini merupakan kali ketiga event lari tersebut diselenggarakan pihaknya. Dua kegiatan sebelumnya diadakan di Pantai Toronipa. Kali ini, Kendari Run digelar dengan dukungan dan kolaborasi media lokal Kendari Pos, yang menjadi mitra strategis dalam publikasi dan penyelenggaraan kegiatan.

“Kami menargetkan event berikutnya digelar lebih besar pada 7 September 2025, bahkan akan kami undang pelari internasional. Rutenya akan menjelajahi destinasi unggulan Sultra,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak, termasuk Direktur Kendari Pos, Iwan Zainuddin, yang dianggap memiliki kontribusi besar atas keberhasilan kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini jangan hanya sekali. Saya ingin agar event olahraga seperti ini menjadi bagian tetap dalam kalender promosi wisata Sulawesi Tenggara,” kata Gubernur.

Ia mengusulkan agar ke depan Kendari Run digelar di berbagai destinasi wisata Sultra seperti Wakatobi atau wilayah lain yang memiliki daya tarik alam dan budaya. Menurutnya, konsep sport tourism menjadi salah satu strategi potensial untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Gubernur juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. “Kesehatan itu investasi. Kalau kita sakit, pendapatan bisa hilang. Untuk sehat, kita harus jaga pikiran, jaga makanan, dan rajin berolahraga,” tegasnya.

Selain sebagai ajang olahraga, Kendari Run Sultra 2025 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, media, dan pelaku pariwisata untuk membangun citra positif daerah. Ratusan masyarakat umum turut bergabung, menandakan besarnya antusiasme terhadap gaya hidup sehat yang juga mempererat hubungan sosial.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sultra, unsur Forkopimda, Wali Kota Kendari, Ketua Pengendali Program 100 Hari ASR-Hugua Mayjen TNI (Purn) Purnomo, para pimpinan OPD, komunitas pelari, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan. Suasana kebersamaan terasa hangat di sepanjang lintasan, mulai dari garis start hingga garis finish.

Dinas Pariwisata Sultra menyatakan akan terus mengembangkan event ini ke berbagai kota dan kabupaten sebagai bagian dari gerakan pariwisata berbasis komunitas. “Semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kuat pula identitas daerah yang ingin kita bangun,” pungkas Kepala Dinas Pariwisata.

Kendari Run Sultra menjadi contoh bagaimana sebuah event sederhana dapat menjembatani gaya hidup sehat dengan promosi pariwisata. Dengan komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Sultra optimistis menjadi tujuan wisata olahraga yang dikenal luas, baik nasional maupun internasional.

Tag:
Frasa kunci:
Topik:




Bersama Tomas, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Karya Bakti Penanaman Pohon di Lahan Kosong

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama warga dan tokoh masyarakat menggelar kegiatan karya bakti penanaman pohon di lahan kosong yang terletak di Dusun Polewali, Desa Paria, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Minggu (20/04). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan sekaligus menciptakan suasana yang sejuk dan asri di kawasan tersebut.

Dipimpin oleh Sertu Andi Tassaka, penanaman pohon ini melibatkan sejumlah personel Koramil 1431-03/Poleang, di antaranya Sertu Nurbais, Koptu Ardiyanto, dan Serda Fardin. Mereka bekerja bersama warga dan pemuda dari Dusun Salolemo, serta didampingi oleh tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan aparat setempat.

Tokoh masyarakat H. Lukman menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan, “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kelestarian alam di sekitar desa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.

 

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Sertu Andi Tasakka mengungkapkan bahwa karya bakti penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlan menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong masyarakat Desa Paria. Semoga penanaman pohon ini menjadi awal dari kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan,” tutup Danramil.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara aparat dengan warga desa. Diharapkan, lahan kosong yang kini ditanami pohon akan menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang.




Bupati Muna Barat Realisasikan Janji Politik: Listrik Masuk Pulau Dimulai 2025

LAWORO, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) di bawah kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu bukti nyatanya adalah realisasi janji politik terkait pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah kepulauan.

Kepastian pembangunan jaringan listrik di pulau-pulau terpencil diperoleh setelah pertemuan Bupati Mubar La Ode Darwin dengan Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Tenggara, Joni Sitorus, yang turut didampingi Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Baubau, Bagus Cahyadi, pada 14 April 2025.

“Kesimpulan dari hasil pertemuan kami, pihak PLN akan mulai membangun jaringan listrik tahun 2025 ini dan akan berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, Insya Allah dalam waktu dekat masyarakat desa yang ada di wilayah kepulauan akan segera menikmati listrik,” ujar Bupati Darwin, Sabtu (19/4/2025).

Menurut Darwin, percepatan pemenuhan kebutuhan listrik di pulau-pulau berpenghuni ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Muna Barat.

“Listrik bukan hanya soal penerangan. Ini juga membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat. Kita ingin tidak ada kesenjangan pelayanan hanya karena kendala geografis. Masyarakat di pulau-pulau juga berhak mendapat layanan yang sama seperti di daratan,” tegasnya.

Pembangunan jaringan listrik ini akan menyasar 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Maginti, terdapat empat desa yaitu Desa Pasidangan, Gala, Maginti, dan Kangkunawe. Selanjutnya di Kecamatan Tiworo Utara mencakup enam desa yakni Santiri, Mandike, Tasipi, Bero, Tiga, dan Santigi. Sementara di Kecamatan Tiworo Kepulauan, pembangunan difokuskan di Desa Katela.

Darwin juga mengakui, selain listrik, persoalan utama lain yang dihadapi masyarakat di pulau-pulau adalah air bersih.

“Untuk air bersih, kami sedang mencari formulasi terbaik agar masyarakat di pulau-pulau juga bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.




BKMT Sultra Resmi Dilantik, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Umat

Kendari, Sultranet.com – Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Hotel Sahid Azizah Syahriah, Kendari, Sabtu, 19 April 2025. Gubernur Sultra diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Provinsi Sultra, Iwan Susanto, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelantikan.

Pelantikan kali ini mengusung tema “BKMT Kita Bangun Pendidikan Karakter Mandiri untuk Memperkokoh Persatuan dalam Meraih Ridho Allah SWT Demi Mewujudkan Sultra Aman, Sejahtera, dan Religius.” Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Gubernur Sultra Arinta Andi Sumangerukka dan Ibu Wakil Gubernur Ratna Lada Hugua yang juga bertindak sebagai penasehat organisasi, serta Ketua Umum BKMT Pusat Dr. Hj. Syifa Fauziah, tokoh agama, tokoh perempuan, dan perwakilan BKMT dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Dalam sambutan Gubernur Sultra yang dibacakan Iwan Susanto, disampaikan bahwa BKMT memiliki peran strategis dalam pembangunan spiritual dan karakter masyarakat, khususnya perempuan. “BKMT bukan sekadar ruang silaturahmi, tetapi wadah penguatan karakter, pendidikan akhlak, dan peningkatan kualitas SDM umat. Peran perempuan di organisasi ini sangat besar, bahkan bisa dikatakan sebagai tiang negara,” ujarnya.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat BKMT Nomor: 002/SK/PP.BKMT/I/2025 oleh Sekretaris Umum BKMT, Hj. Andalusia Eka Setiawati, dan dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua Umum BKMT Pusat. Prosesi sakral tersebut disaksikan langsung oleh para tamu kehormatan, termasuk Ibu Gubernur dan Ibu Wagub.

Ir. Rachmawati Badallah resmi dilantik sebagai Ketua PW BKMT Sultra periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Rachmawati menyatakan komitmennya untuk membawa BKMT lebih aktif dalam pemberdayaan perempuan lintas profesi. “Kami ingin menjadikan BKMT sebagai rumah bersama bagi perempuan dari berbagai latar—ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga akademisi. Kami akan hadir di seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra dengan menjalin sinergi bersama pemerintah daerah,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BKMT memberikan penghargaan khusus (Special Awards) kepada lima tokoh perempuan Sultra yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam perkembangan organisasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum BKMT Pusat kepada Hj. Nurlin Surunuddin, Hj. Muniarty M. Ridwan, Ir. Hj. Masyhura Ilah Ladamay, Nurponirah Ruksamin, dan Nani Indriyanti Ningsih.

Ketua Umum BKMT Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauziah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa BKMT telah menjangkau lebih dari 400 ribu majelis taklim di Indonesia dengan jutaan anggota aktif. Ia menyebut pentingnya menjaga semangat gotong royong dan inklusivitas dalam pengembangan organisasi. “BKMT berdiri sejak 1 Januari 1981 dan kini berusia 44 tahun. Ini bukti bahwa BKMT adalah kekuatan sosial yang perlu terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan umat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan BKMT sebagai mitra aktif pemerintah dalam pembangunan, tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi, khususnya melalui penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Acara pelantikan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penguatan jaringan antarpengurus wilayah dan daerah. Atmosfer kebersamaan dan semangat perubahan terasa hangat di sepanjang rangkaian acara yang ditutup dengan doa bersama.

PW BKMT Sultra kini memasuki babak baru dengan kepengurusan yang lebih solid dan visi yang lebih luas. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat ikhtiar mewujudkan masyarakat Sulawesi Tenggara yang aman, sejahtera, dan religius.