Musrenbang Kecamatan di Kolaka Utara Prioritaskan Infrastruktur

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus melanjutkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026. Memasuki hari ketiga, Musrenbang kali ini berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Lahabaru, Kecamatan Watunohu, dengan melibatkan tiga kecamatan, yaitu Ngapa, Tiwu, dan Watunohu sebagai tuan rumah. Kamis (27/02/2025)

Asisten II Setda Kolaka Utara Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan, H. Syamsuddin, SH., yang mewakili Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya Musrenbang tingkat kecamatan sebagai bagian strategis dalam penyusunan pembangunan daerah.

“Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah desa yang telah dilakukan sebelumnya. Semua usulan yang diajukan akan dievaluasi, apakah sudah terealisasi atau belum. Jika belum, maka akan tetap dilanjutkan dan dimasukkan dalam skala prioritas sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Syamsuddin.

Dalam proses Musrenbang, setiap desa diberikan kesempatan untuk mengajukan tiga prioritas pembangunan, yang terdiri dari satu usulan pembangunan fisik dan dua usulan nonfisik. Namun, berdasarkan hasil diskusi, mayoritas desa cenderung mengutamakan pembangunan infrastruktur fisik sebagai kebutuhan utama masyarakat.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH., yang turut hadir dalam kegiatan ini, menilai Musrenbang memiliki banyak manfaat dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang menjadi wahana brainstorming antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa. Ini juga menjadi forum uji publik terhadap berbagai kebijakan dan keputusan pembangunan yang telah dan akan dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut, Syahlan menambahkan bahwa Musrenbang juga menjadi ajang evaluasi efektivitas pembangunan dengan pendekatan kemanfaatan bagi masyarakat. “Pemerintah memang belum mampu merealisasikan semua harapan dan usulan masyarakat, terutama di bidang infrastruktur, tetapi setiap masukan akan menjadi perhatian dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Musrenbang RKPD Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2026 akan terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hasil dari pertemuan ini nantinya akan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




Distan Bombana Siap Dukung Percepatan Tanam Padi di Sultra

Kendari, SultraNet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) tanaman padi yang menjadi target strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Komitmen itu ditegaskan saat hadirnya perwakilan Distan Bombana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) LTT Provinsi Sultra yang berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Kamis 27 Februari 2025.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Syarif, SH, diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hasbi, SP., MM, bersama tim, turut menyimak arah kebijakan nasional dalam Rakor tersebut yang dilaksanakan secara luring dan daring. Rakor dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., dan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, S.Ip., M.Si, perwakilan Korem 143/Haluoleo, serta para kepala dinas pertanian kabupaten dan kota se-Sultra.

Dalam arahannya, Dirjen Tanaman Pangan menekankan pentingnya percepatan tanam di seluruh wilayah untuk mengejar target LTT yang telah ditentukan, terutama pada Februari dan Maret 2025. Ia mengingatkan bahwa seluruh daerah harus lebih aktif mengidentifikasi potensi lahan dan mengoptimalkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat proses tanam.

“Segera lakukan percepatan perluasan areal tanam dan optimalkan seluruh alsintan yang ada. Lakukan juga identifikasi dan verifikasi kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi), agar percepatan LTT di bulan Maret bisa berjalan maksimal dan target yang diberikan dapat terealisasi,” tegas Yudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. La Ode Rusdin Jaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa target LTT padi di Sultra untuk Februari 2025 sebesar 30.047 hektar, dengan capaian realisasi sementara 27.837 hektar atau sekitar 92 persen. Ia optimis capaian 100 persen bisa diraih di bulan Maret, terutama dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari kabupaten/kota.

“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, penyuluh lapangan, TNI, dan kelompok tani, kami berharap target di bulan Maret bisa tercapai. Ini akan sangat berdampak pada ketersediaan stok pangan kita di Sulawesi Tenggara,” ujar Rusdin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Bombana, Hasbi, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung percepatan tanam padi di wilayahnya. Ia juga menghimbau kepada seluruh stakeholder, termasuk para penyuluh pertanian di tingkat lapangan, agar bersinergi dan mengambil peran aktif dalam menggerakkan petani.

“Kami di Dinas Pertanian Bombana siap menjalankan arahan dari pusat dan provinsi. Kami mendorong seluruh penyuluh pertanian untuk bekerja bersama para petani agar target LTT bisa tercapai dan produksi padi kita terus meningkat,” kata Hasbi.

Hasbi juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bombana memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk perluasan tanam, terutama pada masa tanam awal tahun ini. Ia berharap kegiatan percepatan ini tidak hanya menjadi program sesaat, namun berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kalau kita bisa menjaga ritme tanam dan produksi dengan baik, Bombana bisa menjadi salah satu daerah andalan penyuplai padi untuk Sulawesi Tenggara bahkan secara nasional,” ujarnya.

Dukungan dari unsur TNI juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi Distan, penyuluh, dan Babinsa diharapkan dapat mempercepat akselerasi tanam dan menjangkau seluruh wilayah potensial, termasuk lahan-lahan tidur yang bisa diaktifkan kembali untuk mendukung target LTT.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan posisi strategisnya dalam mendukung kebijakan pangan nasional. Selain memacu produksi dan menjaga kestabilan pasokan beras, percepatan tanam juga diharapkan mampu menjadi salah satu solusi konkret menghadapi potensi krisis pangan global.

 




Distan Bombana Dukung Percepatan Tanam di Sultra

Kendari, sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana turut mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT) padi di Sulawesi Tenggara yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertanian. Melalui perwakilan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hasbi, SP., M.M., Distan Bombana mengikuti Rapat Koordinasi LTT Provinsi Sultra secara daring. Rapat ini berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P. (27/2)

Dalam arahannya, Yudi Sastro menegaskan pentingnya percepatan tanam agar target luas tanam pada Februari dapat tercapai. “Segera lakukan percepatan perluasan areal tanam dan optimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pastikan kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi) teridentifikasi dengan baik agar target di bulan Maret bisa terealisasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, melaporkan bahwa target luas tanam padi untuk Februari adalah 30.047 hektare, dengan realisasi saat ini mencapai 27.837 hektare atau sekitar 92 persen. Ia optimistis pada Maret target tersebut dapat terpenuhi.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan produksi padi di daerahnya. “Kami mengimbau penyuluh pertanian dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung upaya percepatan tanam di Bombana agar target produksi bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian Bombana.

Pemerintah daerah terus mendorong percepatan tanam sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tenggara.




DPPKB Bombana Gelar Pencatatan dan Pelayanan KB di Pasar Poleang

Pelayanan KB di Pasar Tradisional- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana mengadakan kegiatan Pencatatan dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Pasar Poleang, Kecamatan Poleang, pada Rabu (26/02/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung pasar, terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Acara ini dihadiri oleh Kepala UPTD Balai Penyuluhan KB Kecamatan Poleang Tengah, tenaga medis dari Dinas Kesehatan Bombana, bidan, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Sub Koordinator Penata KB DPPKB Bombana, I Made Rai Adiana, SKM., M.Kes., turut menyaksikan jalannya kegiatan.

“Kami ingin memastikan layanan KB dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, terutama mereka yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami memberikan layanan pencatatan KB, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta deteksi dini masalah kesehatan,” ujar I Made Rai Adiana.

Selain layanan pencatatan KB, kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang manfaat KB bagi keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Petugas memberikan pemahaman mengenai pentingnya kontrasepsi, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan.

DPPKB Bombana terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan penyuluh KB, guna memastikan layanan KB dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil. “Kami ingin semua keluarga, terutama perempuan usia subur, mendapatkan akses informasi dan layanan KB yang berkualitas,” tambah I Made Rai Adiana.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.




Jelang Ramadhan, Pemkab Bombana Gelar Pasar Murah untuk Warga

BOMBANA, sultranet.com – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Rumbia Tengah dan sukses menarik antusiasme warga sejak pagi, Kamis (27/2/2025).

Dalam program ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana menggandeng Perum Bulog Cabang Bombana serta para pedagang lokal guna memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Binnuraeni AS menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang bulan puasa.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka dapat lebih siap menyambut Ramadhan tanpa khawatir akan kenaikan harga pangan,” ujarnya.

Sebanyak sembilan komoditas pangan strategis dijual dengan harga subsidi dalam program GAUL ini, yakni beras premium, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam potong, serta bawang merah dan bawang putih.

Berikut harga komoditas yang ditawarkan dalam kegiatan ini:

  • Beras premium: Rp 100.000/10 Kg
  • Minyak Kita Premium: Rp 15.000/liter
  • Gula pasir: Rp 15.000/Kg
  • Terigu Kompas: Rp 10.000/Kg
  • Minyak goreng Sedap: Rp 18.000/liter
  • Telur ayam ras: Rp 45.000/rak
  • Daging ayam potong: Rp 50.000/ekor
  • Bawang merah: Rp 20.000/Kg
  • Bawang putih: Rp 30.000/Kg

Masyarakat menyambut baik program ini karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Seorang warga, Rahmawati (42), mengaku senang bisa membeli bahan pokok dengan harga murah.

“Harga di pasar sekarang naik, jadi program seperti ini sangat membantu kami, apalagi sebentar lagi puasa,” katanya.

Program GAUL ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di Bombana serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang bulan Ramadhan.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa program pangan murah sangat dibutuhkan, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Pemerintah Kabupaten Bombana pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa di berbagai wilayah guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.




Kesbangpol Bombana Gelar Sosialisasi Pendaftaran Paskibraka di Pulau Kabaena

BOMBANA, sultranet.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana melalui Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa menggelar sosialisasi pendaftaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di sejumlah SMA/SMK/MA di Pulau Kabaena. Kegiatan ini berlangsung pada 24 hingga 27 Februari 2025 dengan tujuan menyebarluaskan informasi pendaftaran kepada seluruh siswa kelas 10 di Kabupaten Bombana.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM. Kes, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa yang memenuhi syarat dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi untuk bergabung dengan Paskibraka. “Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa yang memenuhi syarat dan memiliki semangat nasionalisme dapat berkesempatan untuk bergabung dengan Paskibraka dan mengibarkan bendera pada perayaan kemerdekaan RI tahun 2025,” ujarnya. Saat ini, Sunandar juga menjabat sebagai Pelaksana Harian Sekda Kabupaten Bombana.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh para pelajar, kepala sekolah, dan staf pengajar. Para peserta diberikan informasi lengkap mengenai persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, serta peran strategis Paskibraka dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pendaftaran seleksi dapat diakses secara daring melalui laman https://paskibraka.bpip.go.id.

Nursia Sinaga, Admin Transparansi Paskibraka Kabupaten Bombana, menjelaskan mekanisme pendaftaran dan pengunggahan dokumen secara digital. “Adik-adik yang ingin mendaftar Paskibraka silakan mengakses website resmi. Semua dokumen persyaratan tersedia di sana, bisa diunduh dan diisi, kemudian diunggah melalui akun masing-masing siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nursia menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Paskibraka. Beberapa di antaranya adalah:

  • Warga Negara Indonesia,
  • Pelajar kelas X dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun pada 17 Agustus 2025,
  • Memiliki izin tertulis dari kepala sekolah serta persetujuan orang tua/wali,
  • Memenuhi standar nilai akademik minimal baik,
  • Sehat jasmani dan rohani,
  • Tinggi badan minimal 170 cm dan maksimal 180 cm untuk putra, serta minimal 165 cm dan maksimal 175 cm untuk putri.

Namun, mengingat kondisi fisik pelajar di Kabupaten Bombana, tinggi badan minimal diturunkan menjadi 165 cm untuk putra dan 160 cm untuk putri, setelah mendapat persetujuan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI).

Sosialisasi ini disambut positif oleh para siswa dan pihak sekolah. Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bombana, Hj. Suarni, SP. MP, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam seleksi Paskibraka. “Kami ingin anak-anak Bombana memiliki semangat patriotisme yang tinggi dan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” katanya.

Seleksi berkas pendaftaran Paskibraka tingkat Kabupaten Bombana dijadwalkan dibuka pada Maret 2025. Informasi lebih lanjut akan disebarluaskan melalui grup Bimbingan Paskibraka Kabupaten Bombana, baliho di sekolah-sekolah, serta media sosial.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak siswa di Pulau Kabaena yang memahami prosedur pendaftaran dan dapat berpartisipasi dalam seleksi. Kesbangpol Bombana optimistis bahwa dengan dedikasi tinggi, generasi muda daerah ini mampu mengharumkan nama Wonua Bombana di tingkat yang lebih tinggi melalui kiprah mereka sebagai Paskibraka.




Dandim 1431/Bombana Terima Penghargaan dari Pangdam XIV/Hsn pada Rapim TA 2025

Makassar, SultraNET. | – Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam XIV/Hasanuddin Tahun 2025 yang dipimpin oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno, Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menerima penghargaan atas prestasinya dalam mensertifikatkan lahan-lahan hibah dari Pemda Kab. Bombana untuj gelar Satuan Jajaran Kodam XIV/Hsn. Rapat Pimpinan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Hasanuddin, Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Selasa (25/02/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya Kodim 1431/Bombana dalam melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan pemerintah Desa sehingga diperoleh hibah lahan seluas 3,7 HA yang akan digunakan untuk pembangunan Pos Koramil di Kabaena Timur dan Poleang Timur.

Selain itu, Staf logistik Kodim berperan aktif melaksanakan komunikasi dengan Pemda Kab. Bombana dan BPN Kab. Bombana dalam proses pensertifikatan tanah tersebut, sehingga mencapai luas lahan terbesar yang berhasil disertifikatkan di antara satuan Kodim lainnya.

Letkol Inf Andi Irfandi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel yang terlibat termasuk Pemerintah Desa Setempat, Pemda Kab. Bombana dan BPN.

“Terima kasih rekan-rekan Babinsa, para Danramil, dan staf logistik atas upayanya membangun satuan dengan melaksanakan koordinasi terus-menerus dengan pemerintah Desa untuk hibah lahan Pos Koramil dan upaya pensertifikatan oleh staf logistik, sehingga Kodim 1431/Bombana mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim juga berpesan kepada seluruh prajuritnya untuk terus memberikan yang terbaik dengan tulus dan ikhlas dalam melaksanakan tugas.

“Teruslah berbuat terbaik, tulus, dan ikhlas, karena kita adalah Perintis yang akan mewariskan hal baik kepada Penerus kita kedepan” pungkasnya.

Adapun bidang tanah hibah yang berhasil disertifikatkan oleh Kodim 1431/Bombana meliputi beberapa lokasi strategis di Kepulauan Kabaena dan Wilayah Poleang yang akan digunakan untuk pembangunan dan pengembangan Pos Koramil di wilayah Bombana Sehingga dapat mendukung Renstra Kodam XIV/Hsb dan Kajian gelar satuan Pembentukan Kodim 1431/Bmb yang dulu Dandim susun saat menjabat sebagai Pabandya Jemen Srendam XIV/Hsn. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional TNI AD dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. (Pendim)




Syarif, S.H. Dedikasikan Hidupnya untuk Petani dan Nelayan Bombana

BOMBANA, Sultranet.com – Di tengah dinamika birokrasi pemerintahan, tidak banyak pejabat yang mampu meninggalkan jejak nyata di hati masyarakat. Namun, Syarif, S.H., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, menjadi pengecualian. Ia membuktikan bahwa jabatan bukan sekadar status, tetapi amanah untuk membawa perubahan melalui aksi langsung di lapangan.

Syarif dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh dedikasi sejak awal kariernya di lingkup pemerintahan Kabupaten Bombana. Berangkat dari jabatan staf, ia menapaki tangga birokrasi hingga dipercaya menjadi Kepala Dinas Perikanan selama sembilan tahun di era kepemimpinan Tafdil-Masyura. Saat itu, ia dikenal luas oleh masyarakat pesisir sebagai sosok yang dekat dengan nelayan dan konsisten mendorong kemajuan sektor perikanan.

“Saya percaya pekerjaan terbaik datang dari tindakan nyata, bukan dari wacana,” kata Syarif saat ditemui di ruang kerjanya. Sabtu (27/2/2025).

Program bantuan untuk nelayan kecil, pengembangan teknologi budidaya, hingga peningkatan produksi hasil tangkap menjadi bukti nyata keberhasilannya. Tak heran, saat Burhanuddin menjabat sebagai Pj. Bupati Bombana, Syarif tetap dipercaya memimpin Dinas Perikanan.

Pada tahun 2023, Syarif kemudian dipindahkan ke Dinas Pertanian, sektor yang langsung bersentuhan dengan para petani. Tugas ini ia emban dengan semangat yang sama seperti saat menangani perikanan. Bagi Syarif, setiap jabatan adalah tanggung jawab besar, terlebih ketika menyangkut kesejahteraan rakyat.

“Menjadi Kadis Pertanian adalah tantangan baru. Tapi saya yakin, dengan kerja keras dan pendekatan yang tepat, kita bisa mendorong pertanian Bombana lebih maju,” ujarnya.

Langkah pertamanya adalah turun langsung ke sawah, kebun, dan ladang milik petani. Menurutnya, cara terbaik memahami masalah petani adalah dengan melihat langsung kondisi mereka. Ia mengedepankan penerapan teknologi modern, pemanfaatan pupuk organik berbasis riset, serta peningkatan kualitas bibit unggul seperti kelapa sawit.

Syarif juga aktif mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan perkebunan. Melalui media sosial dan forum-forum diskusi, ia membagikan pengalamannya serta menanamkan pemahaman bahwa pertanian adalah sektor strategis yang menjanjikan masa depan cerah.

“Jangan takut untuk berkarya dan berinovasi. Masa depan pertanian dan perkebunan ada di tangan kita semua,” tegasnya.

Tak hanya itu, hari libur pun ia manfaatkan untuk turun langsung bekerja di kebun. Ia menyebut aktivitas itu sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang pemimpin. Baginya, menjadi pejabat bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkontribusi secara nyata.

Kini, di usianya yang tak lagi muda dan menjelang masa pensiun, Syarif berharap apa yang telah ia lakukan menjadi warisan inspiratif bagi generasi penerus. Ia ingin meninggalkan jejak sebagai birokrat yang tidak hanya memimpin dari balik meja, tapi juga dari tengah sawah dan laut.

“Saya ingin melihat pertanian dan perkebunan kita mandiri, berdaya saing, dan menjadi andalan ekonomi rakyat. Teknologi, semangat gotong royong, serta partisipasi pemuda adalah kuncinya,” katanya sambil mengusap keringat dengan kaos kerjanya.

Syarif menutup perbincangan dengan harapan besar bagi masyarakat Bombana. Ia percaya bahwa daerah ini akan terus maju jika dipimpin oleh sosok yang amanah dan peduli terhadap nasib rakyat kecil.

“Semoga Bombana terus berkembang di bawah kepemimpinan Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si sebagai bupati dan wakil bupati terpilih. Saya yakin mereka bisa membawa Bombana lebih sejahtera dan berjaya,” tutupnya.




Ciptakan Pohon Pelindung di Sekolah, Babinsa Koramil 03/Poleang Ajak Siswa Tanam Pohon

Bombana, SultraNET. | – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang menggelar kegiatan penanaman pohon di MTs Nur Al-Amin Marapuka, Desa Lemo, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, menekan polusi udara, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sejuk. Kamis, (27/02)

Sertu Wahid menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masa depan generasi muda.

“Menanam pohon bukan sekadar menambah keindahan sekolah, tetapi juga langkah nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Kepala Sekolah MTs Nur Al-Amin Marapuka, Andi Mihrajuddin, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Babinsa.

“Kegiatan ini memberikan edukasi langsung kepada siswa tentang pentingnya penghijauan. Kami berharap mereka semakin sadar akan tanggung jawab menjaga lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlah, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung upaya pelestarian alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, terutama di kawasan pendidikan,” pungkasnya.




Propam Polda Sultra Datangi Polres Bombana, Lakukan Tes Urine Personel

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana mendapat kunjungan dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap kedisiplinan personel. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2025, di lapangan apel Tatag Trawang Tungga Polres Bombana.

Kabid Provam Polda Sultra, Kombes Pol Roni Faisal Saiful Faton, S.I.K., M.H., M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pedoman kerja Polri, yakni Tribrata dan Catur Prasetya.

“Setiap anggota Polri harus memahami dan mengamalkan kode etik profesi dengan baik. Disiplin, mental yang kokoh, serta keterampilan teknis adalah hal yang harus dimiliki setiap personel,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Faisal juga mengingatkan tentang pentingnya peran pimpinan dalam membimbing dan mengawasi anggotanya. Menurutnya, sinergi antara atasan dan bawahan harus terjalin dengan baik agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif, profesional, dan produktif.

Selain penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktibplin) yang dipimpin oleh Kasubdit Provos Polda Sultra, Kompol Sofwan Rasyidi, S.I.K., S.H., M.H. Pemeriksaan meliputi sikap tampang, kelengkapan identitas diri, serta surat-surat kendaraan personel Polres Bombana.

Untuk memastikan kedisiplinan lebih lanjut, dilakukan pula tes urine bagi seluruh personel yang hadir.

“Tes urine ini adalah bagian dari pengawasan internal agar seluruh anggota Polri, khususnya di Polres Bombana, tetap menjaga integritas dan menjauhi penyalahgunaan narkoba,” ujar Sofwan Rasyidi.

Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga profesionalisme dalam bertugas.

“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk patuh terhadap aturan yang berlaku. Ini bagian dari upaya kami dalam menciptakan institusi kepolisian yang bersih dan terpercaya,” kata Wisnu Hadi.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 08.38 WITA tersebut berjalan lancar dan kondusif. Kehadiran tim Propam Polda Sultra diharapkan dapat semakin meningkatkan kedisiplinan serta profesionalisme anggota Polres Bombana dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.