Distan Bombana dan TNI Gelar Panen Perdana di Marga Jaya

Bombana, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bersama Kodim 1431/Bombana menggelar panen perdana gabah di Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara. Panen ini dilaksanakan di atas lahan seluas tiga hektare milik Dominikus, yang dikelola oleh Kelompok Tani di bawah kepemimpinan H. Sakir. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Jumat, 21 Februari 2025.

Panen perdana tersebut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Rarowatu Utara, Arisadayanto, SP, bersama Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Serda M. Kosim, serta sejumlah pihak lain yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para petani, yang merasa didukung penuh oleh pemerintah dan aparat dalam mengelola lahan pertanian mereka.

“Kami selalu siap mendukung dan membantu para petani agar hasil panennya optimal,” ujar Serda M. Kosim di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI di tengah-tengah petani merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Serda Kosim, kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas pengawasan atau keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan motivasi di lapangan. “Semoga panen kali ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dalam bercocok tanam,” harapnya.

Dinas Pertanian Bombana menilai, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Arisadayanto, selaku PPL yang mendampingi langsung kegiatan tersebut, menyebutkan bahwa kehadiran Babinsa mampu memberikan dampak psikologis positif bagi petani.

“Kami melihat antusiasme petani meningkat dengan adanya dukungan langsung dari Babinsa. Ini memperkuat semangat mereka untuk terus bertani dan mengembangkan teknologi pertanian,” ujar Arisadayanto.

Turut hadir dalam panen ini, PPL dari Desa Marga Jaya, Khusairi, serta PPL Desa Tembe, Jamal, S.P. Kegiatan ini juga dihadiri Kopda Iwan selaku Babinsa Desa Lantowua, sebagai bentuk keterlibatan aktif TNI di berbagai wilayah binaan dalam mendukung pertanian lokal.

Ketua Kelompok Tani, H. Sakir, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan jajaran Dinas Pertanian Bombana yang selama ini rutin mendampingi petani. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selalu memberikan semangat kepada para petani. Semoga kerja sama ini terus terjalin untuk peningkatan hasil pertanian di desa kami,” ucapnya.

Dinas Pertanian Bombana menilai kegiatan panen perdana ini menjadi tolok ukur penting bahwa sektor pertanian di Bombana terus berkembang dengan baik. Pemerintah berharap model kolaborasi seperti ini bisa diterapkan di desa-desa lainnya, sehingga ketahanan pangan daerah dapat diperkuat secara merata.

Dengan terus dibangun sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan TNI, Kabupaten Bombana optimistis mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadikan sektor ini sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat.

tag:
frasa kunci:
topik:




Lakukan Penghijauan di Wilayah Binaan, Babinsa Koramil 03/Poleang Bersama Warga Tanam Puluhan Pohon Bitti

Bombana, Sultranet.com – Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama warga Dusun Salolemo, Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, melaksanakan penanaman pohon bitti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko tanah longsor, meningkatkan daerah resapan air, menekan polusi udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. Jumat, (21/02)

Sebanyak 50 pohon bitti ditanam dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dalam aksi penghijauan ini Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, yaitu Serda Justang, Serda Sholikin, Koptu Ardiyanto, dan Serda Fardin, bersama tokoh pemuda setempat, Jusman, serta para pemuda Dusun Salolemo yang berpartisipasi aktif dalam penanaman pohon.

Serda Sholikin, yang memimpin kegiatan ini, menyatakan bahwa penghijauan adalah langkah konkret dalam melestarikan alam dan meningkatkan kualitas lingkungan.

“Dengan menanam pohon bitti, kami berharap dapat mencegah bencana seperti tanah longsor serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Jusman, selaku tokoh pemuda, juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat menjadi gerakan berkelanjutan. Lingkungan hijau akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan kita dan generasi mendatang,” katanya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan penghijauan ini.

“Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian alam. Kami berharap kesadaran lingkungan ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menjaga ekosistem yang lebih baik,” pungkasnya.




PKB Bombana Ucapkan Selamat kepada Burhanuddin-Yani, Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan

Jakarta, sultranet.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana secara resmi mengucapkan selamat kepada Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si atas pelantikannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2024-2029. Sebagai partai pengusung utama sekaligus pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Bombana, PKB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan yang baru, terutama dalam merealisasikan program 100 hari kerja pasca pelantikan. Jumat (21/2)

Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar, S.P., yang juga merupakan Ketua DPRD Bombana periode 2024-2029, menyatakan bahwa PKB akan berperan aktif dalam memastikan kebijakan yang diambil oleh Burhanuddin-Yani berjalan sesuai visi-misi yang telah dicanangkan sejak awal pencalonan. Menurutnya, kemenangan pasangan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh masyarakat Bombana yang menginginkan perubahan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang baru dilantik. Ini adalah kemenangan rakyat Bombana yang menginginkan perubahan dan kemajuan daerah. Sebagai partai pengusung utama, PKB akan terus berkomitmen membantu merealisasikan program-program strategis, terutama dalam 100 hari kerja pertama pasca pelantikan,” ujar Iskandar, yang juga merupakan anggota DPRD Bombana dari daerah pemilihan (Dapil) Kabaena.

Pasangan Burhanuddin-Yani mencatat kemenangan signifikan dalam Pilkada Bombana 2024 dengan meraih suara terbanyak, mengungguli kandidat lain yang juga bersaing ketat dalam kontestasi politik daerah. Sejak awal, PKB memainkan peran kunci dalam mengusung dan mengawal pasangan ini, baik dalam proses pencalonan, strategi kampanye, hingga pengawalan suara di tingkat KPU. Dengan basis suara yang kuat dan mesin politik yang solid, PKB menjadi salah satu faktor utama yang membawa pasangan Burhanuddin-Yani meraih kemenangan mutlak.

Selain PKB, pasangan Burhanuddin-Yani juga diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Ummat, dan Partai Garuda. Gabungan kekuatan politik dari sembilan partai pengusung ini menjadi fondasi utama dalam pemenangan, yang terlihat dari solidnya dukungan di berbagai kecamatan selama masa kampanye.

Setelah melalui tahapan Pilkada yang panjang, KPU Bombana akhirnya menetapkan Burhanuddin-Yani sebagai pemenang Pilkada 2024. Momentum ini kemudian disusul dengan pelantikan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Jakarta serentak dengan ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia, menandai dimulainya era baru kepemimpinan di Bombana.

Sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Bombana, PKB menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat guna memastikan program-program pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Iskandar menekankan bahwa PKB akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Sebagai Ketua DPRD Bombana, saya pastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Kami akan mengawal setiap program pembangunan agar berjalan sesuai visi-misi yang telah disusun sejak awal,” tambahnya.

PKB juga menegaskan komitmennya dalam membantu pemerintah daerah mencapai target-target pembangunan, terutama dalam 100 hari pertama pasca pelantikan. Program-program prioritas seperti peningkatan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan akan menjadi fokus utama yang akan dikawal oleh PKB bersama eksekutif.

Dengan dukungan penuh dari PKB dan partai-partai pengusung lainnya, serta sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, diharapkan kepemimpinan Burhanuddin-Yani mampu membawa perubahan positif dan kemajuan yang signifikan bagi Kabupaten Bombana dalam lima tahun ke depan.




Pro Kontra Revisi UU Kejaksaan Soal Penerapan Asas Dominus Litis

Opini : Sumardin.S.H (Praktisi Hukum Wakatobi)

Wakatobi, Sultranet.com – Penerapan asas Dominus Litis dalam hukum pidana Indonesia terdapat beberapa persoalan jika asas ini di terapkan dalam sistem hukum pidana Indonesia :

1. Dapat menciptakan tumpang tindih antara kewenangan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

2. Asas dominus litis dalam revisi UU Kejaksaan dianggap bertentangan dengan asas diferensiasi fungsional dalam hukum acara pidana

3. Ketidaksingkronan APH dalam penegakan hukum baik itu pihak . kepolisian jaksa dan hakim lebih lebih lembaga rasua (KPK)

4. Asas ini dapat merusak integritas kejaksaan dalam pelaksananya karna dapat melakukan penyalahgunaan wewenang atau/(kejahatan dalam jabatan

Dalam sistem ini, masing-masing lembaga memiliki kewenangan tersendiri yang tidak dapat saling tumpang tindih.

Meskipun dalam kasus tertentu, seperti tindak pidana korupsi, kejaksaan diberikan kewenangan untuk melakukan penyidikan, tetapi secara umum, penyidikan adalah tugas dan kewenangan kepolisian.

Penerapan asas dDominus Litis dalam revisi UU Kejaksaan dianggap bertentangan dengan asas diferensiasi fungsional dalam hukum acara pidana.

Asas ini menegaskan bahwa setiap aparat penegak hukum memiliki tugas dan fungsi yang terpisah antara satu dengan yang lain.

Dalam paradigma Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1981, kewenangan polisi, jaksa, dan hakim sudah ditetapkan secara tegas.

Jika kejaksaan diberikan wewenang untuk mengintervensi penyelidikan dan penyidikan, hal ini berpotensi mengurangi kewenangan kepolisian sebagai penyidik utama dalam sistem peradilan pidana.

Asas ini juga telah dianut pada pasal 107 UU No 5 Tahun 2009 kemudian dibatasi dengan ketentuan pasal UU No. 5 Tahun 2009 3.

Asas hakim aktif (dominus Litis), keaktifan hakim ditunjukkan untuk mengimbangi kedudukan para pihak

Dengan adanya pro-kontra dalam persoalan ini penting bagi para stekholder untuk mempertimbangkan kembali penerapan asas DOMINUS LITIS Pada revisi uu kejaksaan, keselarasan sistem penegakan hukum Indonesia juga pembagian kewenangan harus tetap di jaga demi tegak dan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia




Desa Wisata Bombana Siap Berkembang, Dispar Gelar Workshop Penguatan

Bombana, sultraenet.com  – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana menggelar Workshop Pengembangan Desa Wisata Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Vila Tanjung Tapulaga, Kabupaten Konawe, selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Februari 2025, dengan melibatkan perwakilan desa, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan terkait. Kamis (20 Februari 2025 )

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Belli Harli Tombili, SE., M.Si, yang menekankan pentingnya pengelolaan desa wisata yang profesional dan berkelanjutan. “Pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan pendekatan strategis agar mampu menarik wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya dalam sambutan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan strategi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing pariwisata lokal.

“Kami ingin desa-desa di Bombana menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan hal ini,” kata Anisa.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, antara lain:

  1. Dr. Zulfadly Urufi, ST., M.Eng (Ahli Utama Perencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Institut Teknologi ITENAS Bandung),
  2. Muh Amari Amrin, STP., M.Si (Kepala Bidang Industri dan Destinasi Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara),
  3. Ahmad Nizar, S.Kom (Ketua Asosiasi Desa Wisata Sulawesi Tenggara),
  4. A. Mujur, SH (Kepala Desa Sani-Sani yang mewakili Sulawesi Tenggara dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023).

Materi yang disampaikan mencakup strategi pemasaran digital, pengelolaan homestay, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan berharap agar program pelatihan serta pendampingan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu peserta, Andi, perwakilan dari desa wisata di Bombana, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami yang sedang mengembangkan desa wisata. Kami berharap ada pendampingan lebih lanjut agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di desa kami,” ujarnya.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan desa wisata di Kabupaten Bombana dapat berkembang lebih pesat dan menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis wisata.




Kolaka Utara Bahas Evaluasi STQH dan Penentuan Tuan Rumah MTQ 2026

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar rapat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di Aula Pertemuan Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Selasa (20/2/2025).

Rapat ini membahas evaluasi penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) ke-II serta persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2026.

Plt. Staf Ahli Bupati Kolaka Utara, Murni Baso, yang memimpin rapat mewakili pemerintah daerah, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara yang berhalangan hadir karena menghadiri pelantikan gubernur, bupati, dan wali kota di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga menegaskan pentingnya peran LPTQ dalam meningkatkan syiar Islam di daerah.

“Pemerintah daerah sangat mendukung pengembangan tilawatil quran. STQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur’an,” ujar Murni Baso.

Camat Tolala, Drs. Masdar, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta STQH ke-II yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua kafilah yang telah mengikuti STQH ke-II ini. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan, pembukaan, maupun penutupan masih ada kekurangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kolaka Utara, H. Alimuddin, S.Ag., M.H., mengungkapkan bahwa Kolaka Utara memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di masa mendatang.

“Kemungkinan besar kita akan menjadi tuan rumah MTQ provinsi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal kebijakan anggaran, sangat diperlukan,” tuturnya.

Plt. Camat Kodeoha, yang juga Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, menambahkan bahwa STQH dan pemilihan Duta Lasqi 2025 di Kecamatan Tolala menjadi momentum penting dalam menyambut bulan Ramadan 1446 Hijriah.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antar-kafilah dalam bingkai Kolaka Utara Madani,” ujarnya.

Selain evaluasi STQH, rapat tersebut juga membahas penentuan tuan rumah MTQ 2026. Sejumlah kecamatan yang menjadi alternatif sebagai tuan rumah antara lain Ngapa, Katoi, dan Wawo, dengan mempertimbangkan sistem zonasi I dan II guna pemerataan penyelenggaraan.




Dinas Ketahanan Pangan Bombana Dukung Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas

Bombana, sultranet.com – Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., menjadi narasumber dalam Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polres Bombana guna mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Café Grand Lampusui dan dihadiri oleh Kapolres Bombana, Wakapolres, para Kabag, Kasat, serta Kanit dan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Polsek Bombana. Kamis, 20 Februari 2025.

Dalam pemaparannya, Safruddin Ratta menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki empat pilar utama, yaitu kecukupan ketersediaan pangan, stabilisasi ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan kualitas atau mutu pangan. Ia menekankan bahwa keluarga dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan, mengatur ekonomi keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan pangan, melakukan diversifikasi pangan, serta memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur untuk pertanian dan peternakan.

“Pemanfaatan lahan pekarangan sangat penting dalam menjamin ketersediaan pangan yang beragam. Selain itu, masyarakat dapat menanam tanaman pangan dan hortikultura, serta memelihara ternak dan ikan air tawar untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” ujar Safruddin Ratta.

Ia juga menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Lebih lanjut, Safruddin menjelaskan bahwa kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan bagi masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui budidaya tanaman yang berorientasi pasar.

Para peserta pelatihan menyambut baik materi yang disampaikan dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan semakin optimal, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dalam hal pangan. Pemerintah Kabupaten Bombana pun berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan kebijakan yang memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.




Pelatihan Ketahanan Pangan, Polres Bombana Siap Dukung Budidaya Jagung

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan bagi Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Cafe Grand Lampusui, Kasipute, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Hasbi, SP., M.M., sebagai narasumber utama. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., serta dihadiri oleh Wakapolres, para kabag, kasat, kanit, dan personel Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Polsek Bombana.

Dalam pemaparannya, Hasbi menekankan pentingnya keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya dalam budidaya tanaman jagung. “Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung oleh semua pihak, termasuk kepolisian sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup tahapan budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas unggul, persiapan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen yang optimal. Menurut Hasbi, pemilihan varietas sangat menentukan hasil panen, sehingga diperlukan seleksi yang cermat berdasarkan ketahanan terhadap hama, penyakit, serta kondisi tanah dan cuaca.

“Dalam menyiapkan lahan, kita bisa menggunakan dua metode, yaitu olah tanah sempurna (OTS) untuk tanah dengan kadar liat tinggi dan tanpa olah tanah (TOT) bagi lahan yang lebih gembur. Pemupukan organik juga penting untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen,” jelasnya.

Selain itu, Hasbi juga menjelaskan strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan penggunaan herbisida yang tepat serta teknik penyemprotan yang aman. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman jagung, seperti bulai dan jamur fusarium, dapat dicegah dengan perlakuan benih menggunakan pestisida khusus serta aplikasi fungisida pada waktu yang tepat.

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi petani di wilayah Bombana, termasuk kendala cuaca dan ketersediaan pupuk. Salah satu peserta, Bripka Andi, Bhabinkamtibmas dari Polsek Rumbia, menanyakan solusi terhadap serangan hama penggerek batang yang kerap mengurangi hasil panen.

“Serangan penggerek batang dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida jenis carbofuran pada pucuk tanaman. Selain itu, pemantauan rutin juga diperlukan untuk memastikan tidak ada penyebaran hama dalam skala luas,” jawab Hasbi.

Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, Bhabinkamtibmas dapat menjadi penggerak dan pendamping bagi para petani dalam mengembangkan usaha pertanian, khususnya jagung, yang menjadi salah satu komoditas andalan di Bombana,” kata Kapolres.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Polres Bombana dapat semakin aktif dalam mendukung sektor pertanian melalui peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah binaannya. Sinergi antara kepolisian dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




Resmi Dilantik, Burhanuddin-Ahmad Yani Siap Wujudkan Harapan Masyarakat

Jakarta, sultranet.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 961 pejabat daerah diambil sumpahnya, termasuk 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil wali kota. Salah satu yang dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati Bombana terpilih, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang akan memimpin Bombana untuk periode 2025-2030. Kamis, 20 Februari 2025.

Pelantikan ini menandai awal kepemimpinan baru di Kabupaten Bombana setelah sebelumnya dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Bupati Drs. Edy Suharmanto, M.Si. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan politik.

“Para kepala daerah harus bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas terhadap rakyat. Jangan hanya mengedepankan kepentingan politik, tetapi utamakan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prabowo.

Usai pelantikan, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan oleh masyarakat. Ia berkomitmen untuk mewujudkan Bombana yang lebih maju dan berdaya saing dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, dan perikanan.

“Kami ingin Bombana menjadi kabupaten yang mandiri. Pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian dan perikanan, serta optimalisasi pelayanan publik akan menjadi prioritas utama kami,” kata Burhanuddin.

Wakil Bupati Ahmad Yani menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi-misi yang telah mereka susun.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, tokoh adat, serta generasi muda akan menjadi kekuatan utama kami dalam menjalankan program pembangunan,” tuturnya.

Pelantikan serentak ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya seluruh kepala daerah dilantik bersamaan di Istana Kepresidenan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, serta tamu undangan lainnya.

Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan mengikuti program retret di Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan komitmen mereka dalam mengemban amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat.

Dengan pelantikan ini, diharapkan kepemimpinan Burhanuddin dan Ahmad Yani dapat membawa perubahan positif serta kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Bombana. Program-program strategis yang telah dirancang diharapkan dapat diwujudkan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.




Distan, Ketapang dan Polres Bombana Kolaborasi Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Kepolisian Resor (Polres) Bombana menggelar pelatihan peningkatan kapasitas untuk jajaran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Café Grand Lampusui, Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Bombana, Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kanit serta seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah hukum Polres Bombana.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

“Ada empat pilar utama dalam ketahanan pangan, yaitu kecukupan ketersediaan, stabilisasi, keterjangkauan, dan mutu pangan. Semua pihak, termasuk aparat keamanan, punya peran strategis dalam memastikan hal ini berjalan dengan baik,” ujar Safruddin di hadapan peserta pelatihan.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketahanan pangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, mengatur pengeluaran rumah tangga agar bisa memenuhi kebutuhan pangan yang sehat, melakukan diversifikasi konsumsi, serta mengelola lahan tidur untuk pertanian dan peternakan skala kecil.

Lebih lanjut, Safruddin mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang menjadi dasar hukum kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk aparat kepolisian.

Kapolres Bombana juga menyampaikan dukungannya atas pelatihan ini. Ia menilai peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa sangat vital dalam mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk mencukupi kebutuhan pangan.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor seperti ini. Harapannya, personel kami bisa ikut mengedukasi warga dalam menjaga kemandirian pangan, terutama di desa-desa yang punya potensi pertanian dan peternakan,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi sarana diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Dalam sesi tanya jawab, beberapa Bhabinkamtibmas mengusulkan agar pelatihan serupa dilakukan secara rutin agar pemahaman mereka terhadap program ketahanan pangan semakin mendalam.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para aparat desa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengedukasi masyarakat, sekaligus berperan aktif sebagai pendamping dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah tugas masing-masing.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam mendukung agenda besar nasional di bidang pangan, dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif.