Sultra Raih 38 Penghargaan Nasional, Andap Ajak ASN Terus Berkontribusi

Kendari, SultraNet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam Apel Gabungan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/2/2025), Penjabat (Pj.) Gubernur Sultra Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., mengumumkan capaian 38 penghargaan nasional yang berhasil diraih sepanjang masa kepemimpinannya.

Apel yang turut dihadiri Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris dinas, kepala bidang, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra ini menjadi panggung refleksi kinerja sekaligus ajakan untuk memperkuat komitmen bersama membangun daerah.

Dalam sambutannya, Andap mengawali dengan mengenang momen pertamanya memimpin apel pada 11 September 2023. Saat itu, katanya, partisipasi masih rendah akibat cuaca. Ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah sebagai gubernur.

“Tidak ada gading yang tak retak. Dalam kepemimpinan, tentu ada kekhilafan. Untuk itu, saya mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya di hadapan peserta apel.

Lebih lanjut, Andap memaparkan delapan isu strategis yang berhasil dituntaskan selama menjabat. Mulai dari pengendalian harga dan ketersediaan pangan, percepatan penanganan kemiskinan dan stunting, pemberdayaan UMKM berbasis digital dan kearifan lokal, hingga percepatan penyelesaian proyek strategis nasional.

“Semua isu strategis telah dituntaskan. Namun, keberlanjutan program adalah kunci agar hasilnya optimal dan dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Andap.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, reformasi birokrasi, hilirisasi industri, dan digitalisasi layanan publik.

Terkait capaian 38 penghargaan nasional, Andap menyebut prestasi itu sebagai buah kerja keras seluruh elemen Pemprov Sultra. Penghargaan tersebut mencakup berbagai sektor mulai dari pengendalian inflasi, kesehatan, pendidikan, hingga inovasi pemerintahan dan pelestarian budaya.

Beberapa penghargaan bergengsi yang diraih antara lain TPID Provinsi Berkinerja Terbaik dari Presiden RI, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Wakil Presiden, Peringkat Keempat Nasional dalam peningkatan produksi beras, serta penghargaan Bangga Berwisata di Indonesia dari Kementerian Maritim dan Investasi.

Tak hanya itu, Sultra juga mencatat sejarah sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerbitkan Perda Sistem Penyelenggaraan Pemerintah Daerah berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi. Penghargaan-penghargaan lainnya datang dari lembaga seperti KPK, BPK, LKPP, Bappenas, hingga Tempo Media Group.

“Semua capaian ini adalah hasil kerja bersama. Ini bukti nyata bahwa jika kita bersinergi, kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Andap dengan penuh keyakinan.

Salah satu capaian penting lainnya adalah beroperasinya Rumah Sakit Jantung Sultra yang kini mampu melakukan operasi bypass dan ke depannya diharapkan mampu menangani operasi otak. Pemprov juga sukses dalam transformasi digital layanan publik melalui berbagai aplikasi seperti Sisumaker, Aplikasi Bayar Zakat, dan Aplikasi Qurban.

Penataan tenaga honorer juga tak luput dari perhatian. Dengan berpedoman pada PP Nomor 49 Tahun 2018, Sultra mendapat alokasi 5.988 formasi PPPK, menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pelayanan publik.

Di akhir arahannya, Andap mengajak seluruh ASN untuk terus bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara adalah tanah penuh harapan yang tidak boleh dikelola dengan cara biasa-biasa saja.

“Jika pemerintah mengelola dengan baik dan berdasarkan data yang presisi, tidak akan ada lagi rakyat Sultra yang tertinggal,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk menyatukan tekad demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Sebesar-besarnya hidup manusia adalah hidup yang bermanfaat di jalan Allah. Sebaik-baiknya jabatan adalah yang bermanfaat bagi rakyat,” tutup Andap dengan nada haru dan penuh harapan.




Andap Budhi Pamit, Paparkan Capaian Selama Menjabat Pj Gubernur Sultra

Kendari, SultraNet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto resmi berpamitan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sultra dalam Apel Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin pagi, 17 Februari 2025.

Dalam apel yang dihadiri Sekretaris Daerah, para pejabat tinggi pratama, serta seluruh ASN, Andap menyampaikan masa jabatannya sebagai Pj Gubernur akan berakhir pada 20 Februari 2025, seiring pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Daerah.

“Terima kasih, Alhamdulillah kita semua masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan oleh Allah SWT. Dinamika waktu berjalan begitu cepat, 534 hari saya membersamai rekan-rekan untuk melaksanakan amanah sebagai Pj Gubernur Sultra. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama, sinergisitas, dan kolaborasinya sehingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik,” ucap Andap.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN atas segala kekurangan dan kekhilafan selama menjabat. “Tidak ada gading yang tak retak. Saya mohon maaf atas berbagai kekurangan dan keterbatasan selama menjalankan amanah ini. Dukung sepenuhnya Gubernur terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2024 yang akan dilantik tanggal 20 Februari 2025 nanti,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Andap menitipkan pesan kepada seluruh ASN untuk tetap bekerja dengan niat tulus dan integritas tinggi. “Marilah kita tunaikan amanah tugas ini dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Jadilah ASN yang memiliki komitmen moral dan empati. Sebaik-baiknya hidup adalah hidup yang bermanfaat di jalan Allah SWT,” pesannya.

Usai apel, Andap berpamitan kepada peserta apel dengan bersalaman. Momentum ini menjadi momen haru bagi banyak ASN yang selama ini bekerja bersamanya.

Selama menjabat, Andap berhasil menorehkan berbagai capaian dan prestasi yang signifikan. Salah satunya adalah transformasi digital melalui aplikasi Sisumaker untuk tata kelola surat menyurat yang digagas tanpa biaya, serta peluncuran aplikasi zakat dan qurban. Di bidang kepegawaian, ia menata tenaga honorer yang bertugas hingga puluhan tahun, dan mendorong alokasi PPPK serta CPNS tahun 2024 mencapai lebih dari 7.000 formasi.

Dari sisi layanan kesehatan, Rumah Sakit Jantung Oputa Yi Koo berhasil menjalankan operasi bypass melalui program proctorship, bahkan tengah bersiap melayani bedah otak atau kraniotomi. Kerja sama juga terjalin dengan 22 rumah sakit pengampu nasional.

Prestasi pengendalian inflasi menjadi salah satu keberhasilan besar, dari posisi ke-2 tertinggi menjadi ke-2 terendah secara nasional, hingga menerima penghargaan langsung dari Presiden RI. Sultra juga meraih Universal Health Coverage kategori utama, peringkat ke-4 produksi beras nasional, serta menjadi provinsi terbaik pertama dalam pertumbuhan industri.

Di sektor pemerintahan, Andap mendorong lahirnya Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa Presisi, menjadikan Sultra sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki regulasi pembangunan berbasis data desa.

Selama menjabat, Andap juga menerima lebih dari 40 penghargaan lainnya, di antaranya: Top CEO BUMD 2023, Top Rekor MURI penanaman 2,7 juta tanaman holtikultura, juara 1 ADWI 2024 untuk kategori desa wisata berkembang, serta penghargaan atas sistem merit ASN dari Komisi ASN.

Capaian lainnya meliputi peningkatan jumlah Mal Pelayanan Publik dari 3 menjadi 8, penyehatan 14 BUMD yang sebelumnya 5 di antaranya dinyatakan kurang sehat, hingga peningkatan sejumlah indeks kinerja seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Reformasi Birokrasi Tematik, dan Survei Kepuasan Masyarakat.

Andap juga dikenal berhasil membangun rumah tidak layak huni sebanyak 1.183 unit, mendorong komitmen pengelolaan sisa pangan secara nasional, serta memperkuat pelestarian budaya melalui pengakuan 9 Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan.

Seluruh prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan capaian kinerja, tetapi juga menunjukkan transformasi pemerintahan Sultra di bawah kepemimpinannya yang fokus pada tata kelola, inovasi, dan pelayanan publik berbasis data serta keadilan sosial.




Pemprov Sultra Gelar Orientasi Etika untuk 1.000 Lebih PPPK

Kendari, SultraNet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang III angkatan XI hingga XVI. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 17 Februari 2025, dan dibuka secara resmi oleh Penjabat Gubernur Sultra yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio.

Kegiatan orientasi yang dilaksanakan di bawah koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sultra ini diikuti oleh ratusan peserta PPPK dari berbagai instansi di lingkup pemerintahan Sultra. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BPSDM Sultra, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Koordinator Widyaiswara BPSDM, serta pejabat struktural, fungsional, dan para widyaiswara.

Dalam sambutannya, Sekda Asrun Lio menyampaikan apresiasi atas kerja keras BPSDM Sultra dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa orientasi ini merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan etika kerja para ASN, khususnya PPPK.

“Pemprov Sultra memberikan apresiasi kepada BPSDM yang telah berupaya maksimal memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan orientasi ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Asrun.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, PPPK merupakan bagian dari ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Meski bersifat kontrak, peran mereka dinilai krusial dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.

“Orientasi ini menjadi langkah percepatan penyesuaian diri bagi PPPK sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Kepala LAN Nomor 15 Tahun 2020. Ini adalah pijakan awal untuk membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asrun Lio menekankan pentingnya nilai-nilai dasar yang harus ditanamkan sejak awal kepada para PPPK. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, transparansi, keadilan, tanggung jawab, dan integritas.

“Selain pengembangan kompetensi sesuai dengan tuntutan jabatan, orientasi ini juga menjadi ruang untuk mengenalkan core value ASN, yaitu ‘BerAKHLAK’, serta employer branding ASN, yakni ‘Bangga Melayani Bangsa’,” ungkap Asrun.

Dalam orientasi ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan pengetahuan tentang etika kerja dan nilai-nilai ASN, tetapi juga diajak untuk memahami isu-isu nasional yang menjadi prioritas pemerintah tahun 2025. Beberapa isu penting yang diangkat antara lain penguatan ideologi Pancasila, peningkatan sistem pertahanan dan keamanan, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan penguatan ekonomi digital.

“Sebagai pegawai pemerintah, kita harus siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi dan misi nasional. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai ini, kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar Asrun.

Ia juga berharap, melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami secara menyeluruh peran dan tanggung jawab sebagai ASN, khususnya dalam melayani masyarakat dengan profesionalisme dan semangat pengabdian.

“Mari kita jadikan orientasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kompetensi serta integritas kita dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik,” tandasnya.

Orientasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sultra dalam menciptakan birokrasi yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Dengan penguatan nilai dan etika sejak dini, diharapkan PPPK dapat berperan aktif dalam membangun budaya kerja yang positif di lingkungan instansi pemerintahan.




Andap Lantik Roni Yakub Laute, Dorong Transformasi Digital Perdagangan Sultra

Kendari, SultraNet.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (Purn.) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., secara resmi melantik Roni Yakub Laute sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sultra. Pelantikan berlangsung di lobi Kantor Gubernur Sultra, Senin, 17 Februari 2025.

Pelantikan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sultra Nomor 100.3.3.1/49 Tahun 2025. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretariat Daerah (Setda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat penting lainnya dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra.

“Secara resmi saya melantik saudara dalam jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra. Laksanakan tugas sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT bersama kita,” kata Andap dalam sambutannya saat memimpin prosesi pelantikan.

Dalam arahannya, Andap menekankan pentingnya peran strategis Kepala Dinas Perindag dalam mengakselerasi transformasi digital, khususnya yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, pengembangan potensi ekonomi daerah tak bisa lagi lepas dari pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran.

“Saya minta yang sudah dilantik berfokus pada lima hal formalisasi digital pada masyarakat, memperbaiki dan memfasilitasi usaha konsumen yang belum sesuai dengan potensi digital daerah. Digitalisasi harus tepat sasaran untuk mendorong prinsip ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Andap juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas publik yang menunjang sektor industri dan perdagangan. Ia meminta Roni Yakub Laute untuk tidak hanya berfokus pada kebijakan, tetapi juga pada pelayanan konkret yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Prinsip ekonomi harus diterapkan dengan bijak. Apa yang tidak dapat didaur ulang harus bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andap mengajak seluruh jajaran Dinas Perindag dan OPD terkait untuk bekerja dalam satu semangat pelayanan dan pengabdian. Ia menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Satukan hati dan pikiran untuk menyahtuhkan komitmen kita dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya Zazirah Sulawesi Tenggara. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki sikap dan perilaku yang bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

Dengan resmi dilantiknya Roni Yakub Laute, Pemerintah Provinsi Sultra berharap adanya pembaruan dalam pengelolaan sektor industri dan perdagangan, terutama melalui pendekatan digital yang efisien dan berkelanjutan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan birokrasi Sultra menuju tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kehadiran Roni Yakub Laute diharapkan membawa semangat baru dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal serta memperkuat ekosistem perdagangan berbasis digital di wilayah ini.




Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi, Siap Hadapi Arus Mudik dan Kenaikan Harga Jelang Lebaran

SultraNet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) pada Senin, 17 Februari 2025.

Rapat yang berlangsung setiap pekan ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti oleh kementerian serta lembaga terkait seperti Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik (BPS), Kantor Staf Presiden (KSP), Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian, serta Badan Pangan Nasional. Pemprov Sultra sendiri mengikuti rakor ini dari Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, diwakili oleh unsur Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Biro Perekonomian, Dinas ESDM, serta perwakilan dari BPS, BI, Dinas Ketahanan Pangan, dan dinas teknis lainnya.

Dalam pembahasan utama, Tito menekankan pentingnya kesiapan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi arus mudik dan lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Tito menyebutkan bahwa Ramadan akan dimulai pada 1 Maret 2025, dengan arus mudik diprediksi terjadi mulai 28 Maret 2025 dan arus balik pada 7 April 2025.

“Setelah masuk Ramadan, kita akan menghadapi pekerjaan besar karena mobilitas masyarakat sangat tinggi menjelang Idul Fitri. Ini butuh manajemen transportasi yang matang, baik darat, laut maupun udara,” kata Tito.

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi antarpihak, baik pusat maupun daerah. Dalam mendukung hal tersebut, Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.6.1/749/SJ tentang kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mendukung arus mudik Lebaran 2025. Surat edaran ini mencakup imbauan pengamanan, kelancaran arus transportasi, serta peningkatan sinergi antarinstansi.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menambahkan bahwa pemerintah juga mengkaji penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) mulai 24 Maret 2025. Hal ini sebagai langkah untuk mengurangi beban di jalur-jalur strategis seperti Ketapang–Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai Bali, yang akan ditutup selama Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025.

“Kami mendorong pelaksanaan mudik gratis, penyediaan rest area, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan,” ujar Dudy.

Dalam rapat itu, pengendalian inflasi juga menjadi sorotan. Mendagri mengungkapkan bahwa inflasi nasional pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% secara tahunan (year-on-year), sementara secara bulanan (month-to-month) justru terjadi deflasi sebesar -0,76%.

Deflasi terutama dipicu oleh turunnya harga pada sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -9,16%, serta sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -8,08%. Diskon 50% tarif listrik untuk pelanggan berdaya di bawah 2200 watt selama Januari dan Februari menjadi penyumbang utama deflasi tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam paparannya menjelaskan bahwa meskipun Januari mengalami deflasi, sejumlah komoditas tetap menunjukkan kenaikan harga yang signifikan menjelang Ramadan.

“Perlu diwaspadai lonjakan harga pada daging ayam ras, telur ayam, tarif angkutan udara, bawang merah, bawang putih, beras, dan emas perhiasan. Ini komoditas-komoditas utama yang sering memicu inflasi menjelang hari besar keagamaan,” kata Pudji.

Dalam konteks daerah, Sulawesi Tenggara mendapat sorotan karena kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Bombana mencapai 4,98%. Angka ini menempatkan Bombana di posisi 10 besar nasional sebagai daerah dengan lonjakan IPH tertinggi.

Menanggapi hal ini, Pemprov Sultra menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayahnya. Terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang diprediksi akan meningkatkan tekanan inflasi akibat lonjakan permintaan barang kebutuhan pokok.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipatif di lapangan, termasuk memperkuat pasokan dan distribusi pangan,” ujar perwakilan Biro Perekonomian Sultra usai rakor.

Langkah-langkah yang diambil Pemprov Sultra ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sekaligus memastikan kelancaran arus mudik dan distribusi logistik selama periode penting Ramadan dan Idul Fitri 2025.




Andi Sumangerukka dan Hugua Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Kemendagri

Jakarta, SultraNet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara terpilih, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur terpilih Ir Hugua menjalani pemeriksaan kesehatan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Senin (17/2/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tahapan administrasi sebelum pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Pemeriksaan ini juga diikuti oleh 16 pasangan kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

“Pemeriksaan dimulai sejak hari Minggu dan berlangsung dua hari untuk seluruh kepala daerah terpilih se-Indonesia. Sulawesi Tenggara mendapat jadwal pada hari kedua, sesi ketiga, yang dimulai pukul 13.00 WIB,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs H Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Dijelaskan Asrun Lio, para kepala daerah terpilih terlebih dahulu menjalani proses registrasi di depan ruang Sasana Bhakti Praja. Selanjutnya, seluruh peserta diarahkan menuju Gedung F lantai 3 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan tanda pangkat jabatan.

Gubernur terpilih Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa seluruh proses pemeriksaan berlangsung lancar dan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemendagri. Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan dan menyatakan bahwa hasil pemeriksaannya dalam kondisi baik.

“Alhamdulillah, cek kesehatan hari ini berjalan lancar. Semua sudah terpola pelayanannya dan sesuai prosedur. Pemeriksaannya meliputi hal dasar seperti gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Alhamdulillah semua hasilnya normal,” ungkap Andi Sumangerukka kepada awak media.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari tahapan penting sebelum pelantikan resmi kepala daerah terpilih. Selain pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, turut hadir 16 pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dari kabupaten/kota se-Sultra. Mereka adalah:

  1. Kabupaten Kolaka: H. Amri, S.STP., M.Si dan H. Husmaluddin
  2. Kabupaten Konawe: H. Yusran Akbar, S.T dan H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si
  3. Kabupaten Bombana: Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si
  4. Kabupaten Buton Utara: Afirudin Mathara, S.H., M.H dan Rahman, S.KM., M.Kes
  5. Kabupaten Kolaka Timur: Abd. Azis, S.H., M.H dan Yosep Sahaka, S.Pd
  6. Kabupaten Muna Barat: La Ode Darwin dan Drs. Ali Basa, M.S.
  7. Kabupaten Konawe Selatan: Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si dan H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H
  8. Kabupaten Muna: Drs. H. Bachrun, M.Si dan La Ode Asrafil, S.H., M.H
  9. Kabupaten Buton: Alvin Akawijaya Putra, S.H dan Syarifudin Saafa, S.T
  10. Kabupaten Buton Selatan: Muhammad Adios, S.Sos dan La Ode Risawal, S.H
  11. Kabupaten Wakatobi: H. Haliana, S.E dan Dra. Hj. Safia Wualo
  12. Kabupaten Kolaka Utara: Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H dan H. Jumarding, S.E
  13. Kabupaten Konawe Utara: H. Ikbar, S.H., M.H dan H. Abu Haera, S.Sos., M.Si
  14. Kabupaten Konawe Kepulauan: Rifqi Saifullah Razak, S.T dan Muhamad Farid, S.E
  15. Kota Kendari: dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM dan Sudirman
  16. Kota Baubau: H. Yusran Fahim, S.E dan Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc

Seluruh kepala daerah terpilih ini menjalani pemeriksaan sebagai syarat administratif menjelang pelantikan resmi yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Pemeriksaan ini menjadi penegasan bahwa kepala daerah yang akan dilantik memiliki kondisi kesehatan yang layak untuk menjalankan tugas pemerintahan.

Kepala Biro Umum Kemendagri, Asmawa Tosepu yang mendampingi jalannya pemeriksaan menyebutkan, seluruh proses berlangsung tertib dan lancar. Menurutnya, kesiapan fisik dan administrasi menjadi aspek penting dalam proses transisi pemerintahan di daerah.

“Pemeriksaan ini memastikan bahwa semua kepala daerah terpilih berada dalam kondisi prima dan siap mengemban amanah rakyat. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas kepemimpinan di daerah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap seluruh proses hingga pelantikan kepala daerah berjalan lancar tanpa hambatan. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk akuntabilitas dan transparansi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.




Pj Gubernur Sultra Paparkan Capaian dan Arah Kebijakan dalam Apel Gabungan

KENDARI, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., menyampaikan arahan strategis dan capaian kinerja dalam Apel Gabungan di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/2/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Apel tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris Dinas (Sekdis), Kepala Bidang (Kabid), serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov Sultra.

Delapan Isu Strategis Tuntas, Perlu Keberlanjutan

Dalam sambutannya, Andap mengingatkan kembali momen pertama kali memimpin apel pada 11 September 2023. Saat itu, ia melihat minimnya partisipasi akibat cuaca yang kurang bersahabat. “Tidak ada gading yang tak retak. Dalam kepemimpinan, berinteraksi, dan berkomunikasi, tentu ada kekhilafan. Untuk itu, saya mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Ia kemudian memaparkan delapan isu strategis yang telah dituntaskan selama masa kepemimpinannya, yakni:

  1. Pengendalian harga dan ketersediaan pangan strategis
  2. Percepatan penanganan kemiskinan dan stunting
  3. Pemberdayaan UMKM berbasis digital dan kearifan lokal
  4. Percepatan penyelesaian proyek strategis nasional
  5. Optimalisasi pariwisata berkelanjutan
  6. Hilirisasi nikel dan aspal ramah lingkungan
  7. Pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar
  8. Reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE)

“Semua isu strategis ini telah dituntaskan, namun perlu program berkelanjutan agar hasilnya optimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Andap.

Pemprov Sultra Raih 38 Penghargaan Nasional

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sultra berhasil meraih 38 penghargaan tingkat nasional. Penghargaan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pengendalian inflasi, kesehatan, pendidikan, pariwisata, hingga inovasi daerah.

Beberapa penghargaan yang diraih antara lain:

  • Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik dari Presiden RI atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi
  • Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2024 “Kategori Utama” dari Wakil Presiden RI atas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Peringkat ke-4 peningkatan produksi beras tertinggi nasional
  • Provinsi Terbaik Bangga Berwisata di Indonesia 2023 dari Kemenko Marves
  • Anugerah Merdeka Belajar 2024 untuk transformasi anggaran pendidikan
  • Penghargaan Indeks Integritas Pendidikan Tertinggi peringkat kedua se-Indonesia dari KPK
  • Juara I Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori Desa Wisata Berkembang
  • Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2024 dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
  • Peringkat ke-3 Nasional Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2024 dari Bappenas
  • Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 dengan predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat
  • Penghargaan Provinsi Terbaik dalam Pengelolaan Dana Desa 2024 dari Kementerian Keuangan
  • Penghargaan BKN Award 2024 untuk kategori manajemen kepegawaian terbaik
  • Peringkat I Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2024 dari Kementerian PANRB
  • Penghargaan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 berturut-turut dari BPK
  • Penghargaan Peringkat II Nasional Implementasi Smart Province 2024 dari Kementerian Kominfo
  • Juara I Lomba Posyandu Award Nasional 2024
  • Penghargaan Inovasi Daerah Digitalisasi Pasar Rakyat Terbaik 2024 dari Kementerian Perdagangan
  • Penghargaan Provinsi Peduli HAM 2024 dari Kementerian Hukum dan HAM

Menurut Andap, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara seluruh jajaran Pemprov Sultra. “Prestasi ini menunjukkan komitmen kami dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Harapan dan Komitmen Membangun Sultra

Mengakhiri arahannya, Pj Gubernur mengajak seluruh ASN untuk terus bekerja dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Ia menegaskan bahwa Sultra adalah daerah yang kaya dan penuh harapan yang harus dikelola dengan baik berbasis data presisi.

“Jika pemerintah mengelola dengan baik dan berdasarkan data yang presisi, tidak akan ada lagi rakyat Sultra yang tertinggal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. “Sebesar-besarnya hidup manusia adalah hidup yang bermanfaat di jalan Allah. Sebaik-baiknya jabatan adalah yang bermanfaat bagi rakyat Sultra,” pungkasnya.




Silaturahmi dan Syukuran di Rumah Jabatan Ketua DPRD Bombana, Warga Diajak Bersatu Bangun Daerah

BOMBANA, sultranet.com – Ratusan warga memadati Rumah Jabatan Ketua DPRD Bombana di Desa Watukalangkari, Kecamatan Rarowatu, pada Kamis malam (16/2/2025) dalam acara silaturahmi dan syukuran bertema “Bangun Bombana dalam Keberagaman”. Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyongsong masa depan Bombana yang lebih maju dan sejahtera.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi Ketua DPRD Bombana, Iskandar, yang secara resmi mulai menempati rumah jabatan setelah sebelumnya tinggal di kediaman pribadinya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa rumah dinas ini merupakan fasilitas negara yang diperuntukkan menunjang kinerja Ketua DPRD dalam melayani masyarakat.

“Rumah ini adalah amanah dari rakyat. Selama saya menjabat, rumah ini akan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi tentang kemajuan daerah,” ujar Iskandar.

Ia juga mengajak seluruh warga Bombana untuk bersatu mengawal pemerintahan yang baru demi kemajuan dan kesejahteraan daerah. “Perbedaan pilihan politik sudah berlalu, saatnya kita bersatu, saling mendukung, dan memastikan bahwa pemerintahan berjalan dengan baik demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya unsur FORKOPIMDA, Kepala OPD, Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta ketua-ketua paguyuban dari berbagai latar belakang yang ada di Bombana. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun Bombana yang lebih baik.

Bupati Terpilih Bombana, Ir. H. Burhanuddin, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu tanpa lagi memandang perbedaan politik.

“Tidak ada lagi nomor urut, yang ada sekarang adalah semangat kebersamaan untuk membangun Bombana yang lebih baik. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan semua pihak untuk bersatu padu. Mari kita satukan langkah, pikiran, dan tenaga untuk mewujudkan Bombana yang maju, unggul, dan berdaya saing,” kata Burhanuddin.

Sebagai pemimpin yang terpilih dalam Pilkada 27 November 2024 lalu, Burhanuddin juga menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat. “Kemenangan ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan kita semua. Saya tidak akan bekerja sendiri, tetapi bersama-sama dengan seluruh masyarakat Bombana,” tambahnya.

Silaturahmi dan syukuran ini tidak hanya diisi dengan sambutan dan diskusi tentang pembangunan daerah, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan yang memperkaya kebersamaan. Penampilan musik tradisional Gambus mengiringi jalannya acara, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban di antara para tamu yang hadir.

Selain itu, acara juga diakhiri dengan tarian Lulo bersama, tarian khas Sulawesi Tenggara yang menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan. Semua yang hadir, mulai dari pejabat hingga masyarakat umum, turut serta dalam tarian ini, menandakan eratnya hubungan antara pemerintah dan rakyat.

Silaturahmi dan syukuran ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat Bombana. Dengan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Dengan tema “Bangun Bombana dalam Keberagaman”, kegiatan ini menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Bombana yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Ir. H. Burhanuddin dan Ahmad Yani serta dukungan dari DPRD Bombana, masyarakat berharap berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terlihat dalam acara ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan Bombana yang lebih sejahtera di masa depan.




STQH Kolaka Utara 2025 Resmi Dimulai, Ribuan Peserta Antusias Ikuti Pawai Ta’aruf

Kolaka Utara, sultranet.com – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara tumpah ruah di Kecamatan Tolala, Minggu (16/2/2025). Mereka berkumpul untuk mengikuti Pawai Ta’aruf sebagai tanda dimulainya Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat kabupaten yang akan berlangsung hingga 20 Februari mendatang.

Sekitar 2.000 peserta dari 15 kecamatan turut serta dalam pawai yang menyusuri rute sepanjang jalan utama Tolala. Antusiasme begitu terasa, dengan barisan peserta yang mengenakan pakaian seragam khas daerah masing-masing, melantunkan shalawat, serta membawa spanduk dukungan bagi kafilah mereka.

Pawai ini dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara, Mukramin, S.E., dan berakhir di Lapangan Sepak Bola Desa Bahari, tempat acara pembukaan STQH berlangsung. Setibanya di lokasi, peserta pawai disambut langsung oleh Penjabat (Pj.) Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., yang hadir bersama Forkopimda dan kepala OPD.

Dalam sambutannya, Yusmin menekankan bahwa STQH bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“STQH ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan bagi masyarakat Kolaka Utara,” ujarnya.

Pj. Bupati, Yusmin  bersama Forkopimda saat menyambut ribuan peserta
Pj. Bupati, Yusmin bersama Forkopimda saat menyambut ribuan peserta

Di hadapan para peserta dan masyarakat yang hadir, Yusmin juga mengungkapkan rasa harunya bisa ikut serta dalam momen berharga ini, terlebih karena masa jabatannya sebagai Pj. Bupati Kolaka Utara akan segera berakhir.

“Saya merasa sangat bangga bisa berada di sini, di tengah masyarakat yang luar biasa religius. Walaupun tugas saya di Kolaka Utara hanya sementara, daerah ini akan selalu menjadi bagian dari hidup saya,” katanya dengan mata berbinar.

Selain itu, Yusmin yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara itu, menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada generasi muda yang berprestasi di bidang keagamaan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung anak-anak kita dalam mendalami Al-Qur’an dan Hadits. InsyaAllah, mereka yang berprestasi akan mendapatkan apresiasi berupa beasiswa, sebagai bagian dari program gubernur terpilih dalam mendukung pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara, Drs. Alomiddin, S.Ag., menjelaskan bahwa STQH tahun ini mempertandingkan lima cabang utama, yaitu tilawah Qur’an kategori dewasa dan remaja, tafsir Qur’an dalam bahasa Arab, hafalan Qur’an mulai dari 5 juz, 20 juz, hingga 30 juz, lomba hadits, serta lomba lasky yang terbagi dalam tiga kategori: anak-anak, remaja, dan dewasa.

Sebanyak 250 peserta akan berkompetisi dalam ajang ini, dengan harapan bisa mewakili Kolaka Utara di tingkat provinsi hingga nasional.

“STQH ini bukan hanya soal kemampuan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Alomiddin.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta antusiasme masyarakat yang luar biasa, STQH Kolaka Utara 2025 diharapkan menjadi ajang yang melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.




Event Bombana Berlari Sukses Digelar, Tingkatkan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Bombana, sultranet.com – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali mencatatkan sukses dengan penyelenggaraan event olahraga tahunan, Bombana Berlari 2025, yang berlangsung meriah pada Minggu (16/02/2025). Ajang lari ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebanyak 729 peserta dari berbagai daerah mengikuti kompetisi ini dalam kategori umum. Atmosfer semangat dan antusiasme tampak jelas sepanjang jalannya acara, yang semakin meriah dengan kehadiran artis ibu kota serta penampilan seniman lokal. Bombana Berlari 2025 pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas olahraga.

Penjabat Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Acara ini membuktikan bahwa Bombana memiliki potensi besar sebagai pusat olahraga dan wisata. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti ini agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, yang menilai Bombana Berlari 2025 sebagai momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha. “Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga membangun kebersamaan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Annisa Sri Prihatin, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap event ini. Menurutnya, Bombana Berlari tidak hanya menjadi ajang promosi olahraga, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menarik wisatawan. “Event ini sangat berdampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya melalui peningkatan omzet selama acara berlangsung,” jelasnya.

Selain partisipasi individu, sejumlah komunitas lari juga turut ambil bagian dalam Bombana Berlari 2025, di antaranya Antam Runners (32 peserta), Indorunners Kendari (32 peserta), Hiburun Bau-Bau (28 peserta), Rock Konawe Runners (26 peserta), dan Sini Sana Running Club (12 peserta). Mereka memuji jalur lari yang telah disiapkan, yang menawarkan pengalaman berlari dengan pemandangan alam yang memukau.

Salah satu peserta, Ahmad (31) dari Kendari, mengungkapkan kekagumannya terhadap event ini. “Rutenya sangat menantang dan menyenangkan. Saya berharap acara ini bisa terus diadakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar,” katanya. Sementara itu, Nuraini, seorang pedagang kuliner khas Bombana, mengaku omzet dagangannya meningkat selama acara berlangsung. “Banyak peserta dan pengunjung yang membeli makanan kami. Event seperti ini benar-benar membantu UMKM lokal,” ungkapnya.

Kesuksesan Bombana Berlari 2025 menjadi pijakan bagi rencana besar selanjutnya, yakni Festival Olahraga 2025. Festival ini dirancang untuk melibatkan lebih banyak cabang olahraga serta mempererat hubungan antar daerah. Drs. Edy Suharmanto optimistis bahwa festival ini dapat menjadi ajang prestasi bagi atlet lokal. “Kami ingin menjadikan Bombana sebagai pusat kegiatan olahraga di Sulawesi Tenggara, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah ini,” ujarnya.

Ketua DPRD Iskandar menambahkan bahwa festival olahraga ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas Bombana sebagai daerah yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga. “Kami ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus alat untuk mempromosikan Bombana ke kancah yang lebih luas,” katanya.

Dengan berbagai keberhasilan yang telah diraih, tantangan berikutnya adalah memastikan agar momentum ini terus berlanjut. Dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengembangkan infrastruktur olahraga, mendukung UMKM, serta menjadikan Bombana sebagai destinasi wisata olahraga berkelas.

Melalui Bombana Berlari 2025 dan rencana ambisius Festival Olahraga 2025, Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar. Dengan visi dan komitmen yang jelas, Bombana siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, satu langkah demi satu langkah.