Bombana Siapkan 170 Hektar Dukung Program 1 Juta Hektar Jagung Nasional

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menyatakan kesiapan penuh mendukung program penanaman jagung satu juta hektar yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Dinas Pertanian, sebanyak 170 hektar lahan kosong telah disiapkan dan diverifikasi sebagai Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Program ini menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. (22/1)

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Syarif, SH, menjelaskan bahwa kesiapan lahan ini merupakan bentuk konkret komitmen daerah untuk mendukung kebijakan pusat. Ia mengatakan, lahan yang disiapkan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bombana dan pelaksanaannya akan berada di bawah pengawasan langsung Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Bombana.

“Melalui arahan Presiden dan koordinasi dengan kepolisian, kami di Bombana sangat mendukung gerakan penanaman jagung ini. Kami pastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Syarif.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan Dinas Pertanian, tetapi juga bersinergi dengan Forkopimda serta elemen masyarakat lainnya guna menjamin pelaksanaannya tepat sasaran dan efisien.

Menurut data yang disampaikan, alokasi lahan terbesar berada di wilayah Poleang sebesar 90 hektar, disusul Kabaena 65 hektar, dan wilayah Rumbia 10 hektar. Seluruh lahan tersebut akan ditanami jagung setelah CPCL lengkap dan tahapan teknis disiapkan oleh tim lapangan.

“Lahan-lahan ini nanti akan ditangani langsung oleh tim dari Polres Bombana bersama penyuluh pertanian di setiap wilayah. Tugas kami memastikan seluruhnya siap dan sesuai dengan standar pelaksanaan,” jelas Syarif.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bombana, Hasbi, SP., MM menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur menjadi kunci penting dalam program ini. Ia menyebut, kerja sama antarlembaga akan mempercepat realisasi target yang diharapkan pemerintah pusat.

“Kami memiliki potensi lahan yang luas. Dengan kerja sama antara Pemkab, Polres, dan Forkopimda, Bombana siap berkontribusi sebagai penyuplai jagung nasional. Ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045,” terang Hasbi.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bombana, Hasbi
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bombana, Hasbi

Ia pun optimistis, dukungan masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan petani dan meningkatkan roda perekonomian di daerah.

“Partisipasi masyarakat dan kelompok tani akan menentukan keberhasilan program ini. Kami percaya, jika semua pihak terlibat, maka Bombana akan menjadi contoh nyata kontribusi daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Hasbi.

Kehadiran Polres Bombana melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mengawasi jalannya program ini di lapangan turut memperkuat koordinasi lintas sektor yang dibutuhkan untuk kesuksesan agenda nasional tersebut. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap langkah ini menjadi tonggak penting bagi masa depan pertanian lokal yang lebih mandiri dan sejahtera.




Pemkab Bombana dan Polri Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan

BOMBANA, sultranet.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana bersama Kepolisian Republik Indonesia menggelar kegiatan penanaman jagung serentak di atas lahan kelompok tani Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya, Selasa, 21 Januari 2025.

Kegiatan bertajuk penanaman sejuta hektar jagung ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional menuju swasembada pangan yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK bersama jajaran Forkopimda hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Tampak pula Asisten II Setda Bombana Musdalifa, perwakilan Dandim 1431 Bombana, perwakilan Danpospal Bombana, Bulog Bombana, perwakilan Kejaksaan Negeri Bombana, serta beberapa pimpinan OPD dan unsur penyuluh pertanian.

Dari Dinas Pertanian Bombana, Sekretaris Harno, S.KM., M.Kes hadir mewakili Kepala Dinas Sayarif, EH, didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, dan Kabid Perkebunan. Camat Lantari Jaya, Kepala Desa Lomba Kasih, dan seluruh anggota kelompok tani Mappadeceng juga turut serta dalam kegiatan tersebut.

Sebelum dimulainya penanaman jagung, acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan diskusi singkat antara petani dan pemangku kebijakan. Salah satu isu utama yang mencuat adalah rendahnya harga panen jagung yang dirasakan memberatkan para petani.

“Harga jagung saat panen hanya Rp2.000 per kilogram. Ini sangat tidak sebanding dengan biaya produksi. Kami berharap ada kebijakan agar harga lebih baik di masa mendatang,” ungkap Musakir, Ketua Kelompok Tani Mappadeceng.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lomba Kasih juga menyuarakan keresahan yang sama. Menurutnya, selain harga panen yang tidak menguntungkan, para petani juga dihadapkan pada keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Petani tidak hanya kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak, tetapi juga menghadapi kesulitan saat proses produksi. Jalan rusak dan alsintan terbatas membuat kami makin tertinggal,” ujar Kepala Desa.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian Bombana, Harno, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman serentak ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, upaya ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk kesungguhan pemerintah dalam membangun sektor pertanian.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung program swasembada pangan, terutama tanaman jagung. Bombana ditugaskan ikut menyukseskan target nasional, dan hari ini menjadi bukti awalnya,” kata Harno.

Ia juga menyampaikan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat tani, termasuk soal harga, alsintan, dan infrastruktur pendukung. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi para petani,” tambahnya.

Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penanaman jagung secara simbolis yang dilakukan bersama-sama oleh para undangan, tokoh masyarakat, dan anggota kelompok tani. Lahan telah disiapkan oleh kelompok tani Mappadeceng, dan seluruh peserta turut serta menanam sebagai simbol semangat kebersamaan membangun ketahanan pangan.

Momentum ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tani dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Dukungan dari berbagai instansi dan pihak terkait menjadi energi positif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian di Bombana. Melalui langkah awal seperti ini, harapan akan peningkatan kesejahteraan petani dan terwujudnya swasembada pangan bukan hal yang mustahil.




Satpol PP Bombana Tegur Pelajar yang Nongkrong di Rumah Kosong

Bombana, sultranet.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana menegur sejumlah pelajar SMP dan SMA yang kedapatan berkumpul di sebuah rumah kosong di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Teguran ini dilakukan dalam kegiatan Patroli Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum pada Rabu (22/01/2025) sore.

Kegiatan patroli ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat setempat yang merasa resah dengan keberadaan kelompok pelajar yang sering berkumpul di rumah kosong tersebut.

“Kami dari Satpol PP Kabupaten Bombana melaksanakan patroli di wilayah Kecamatan Rumbia Tengah setelah mendapat laporan dari masyarakat Kelurahan Lauru. Mereka mengeluhkan adanya sekelompok pelajar yang sering berkumpul di rumah warga yang sudah lama tidak ditempati. Aktivitas mereka dinilai mengganggu ketertiban umum,” ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Bombana, Suriadi Suhar, S.IP.

Dalam patroli tersebut, petugas Satpol PP mendapati 10 pelajar yang sedang berada di rumah kosong tersebut. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan pelajar SMP/MTs, sementara tiga lainnya adalah pelajar SMA/SMK.

Petugas kemudian memberikan teguran lisan dan meminta para pelajar untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Mereka juga diminta membuat pernyataan di hadapan masyarakat setempat sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa.

“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak memanfaatkan rumah kosong sebagai tempat berkumpul karena dapat menimbulkan keresahan bagi warga. Jika ada yang kedapatan kembali melakukan hal yang sama, kami akan membawa mereka ke kantor untuk diberikan pembinaan lebih lanjut,” tambah Suriadi Suhar.

Satpol PP Bombana menegaskan bahwa kegiatan patroli ketertiban umum akan terus dilakukan guna menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Mereka juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di wilayahnya.




Bombana Terapkan Presensi Digital untuk Tingkatkan Disiplin Pegawai

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berinovasi dalam meningkatkan kedisiplinan dan efisiensi kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menerapkan sistem presensi digital berbasis Android. Langkah ini merupakan bagian dari modernisasi manajemen kehadiran pegawai guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. (21/1)

Aplikasi presensi ini memungkinkan pegawai melakukan absensi secara real-time di lokasi yang telah ditentukan menggunakan perangkat Android. Sistem ini juga didukung teknologi GPS dan pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan keakuratan data serta mencegah potensi kecurangan dalam pencatatan kehadiran. Selain itu, data absensi yang tersimpan secara digital memudahkan pemantauan dan evaluasi oleh pihak terkait tanpa harus melakukan rekap manual.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, Deddy Fan Alva Slamet, menegaskan bahwa penerapan sistem ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan pegawai sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran absensi. “Kami ingin menciptakan sistem yang lebih transparan dan efisien dalam pengelolaan kehadiran ASN. Dengan teknologi ini, pegawai tidak lagi bisa melakukan titip absen, sehingga kedisiplinan mereka benar-benar terukur,” ujarnya.

Meski menawarkan banyak manfaat, penerapan presensi digital ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur jaringan internet yang belum merata di beberapa wilayah Bombana. Selain itu, tidak semua pegawai memiliki perangkat Android yang kompatibel atau pemahaman teknologi yang cukup, sehingga diperlukan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut.

Deddy Fan Alva Slamet menambahkan bahwa keamanan data pegawai juga menjadi perhatian utama dalam implementasi sistem ini. “Kami memastikan bahwa data kehadiran ASN terlindungi dengan baik dan tidak disalahgunakan. Keamanan sistem akan terus kami evaluasi agar tetap sesuai dengan standar perlindungan data yang berlaku,” jelasnya.

Pemda Bombana optimistis bahwa dengan optimalisasi sistem ini, kinerja aparatur pemerintahan akan semakin meningkat. Tidak hanya menciptakan kedisiplinan dalam bekerja, tetapi juga mempermudah proses administrasi kepegawaian. “Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan profesionalisme ASN serta memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, sistem presensi digital di Kabupaten Bombana diharapkan menjadi solusi efektif dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan transparan.




Pemkab Bombana dan Polri Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana bersama Kepolisian Resor (Polres) Bombana melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak satu juta hektare di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. ( 21/1/2025)

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, Asisten II Pemkab Bombana Musdalifa, perwakilan Dandim 1431 Bombana, perwakilan Danpospal Bombana, perwakilan Kejaksaan Negeri Bombana, Kepala Bulog Bombana, Sekretaris Dinas Pertanian Bombana Harno, S.KM., M.Kes., Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, Kabid Perkebunan, Camat Lantari Jaya, Kepala Desa Lomba Kasih, serta para penyuluh pertanian dan anggota kelompok tani setempat.

Sebelum penanaman dimulai, kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan diskusi antara kelompok tani dengan perwakilan pemerintah daerah serta instansi terkait. Dalam diskusi tersebut, Ketua Kelompok Tani Mappadeceng, Musakir, mengungkapkan kekhawatiran petani mengenai harga jual jagung yang cenderung rendah.

“Kami berharap pemerintah dapat memastikan harga jagung yang layak saat panen. Saat ini, harga jagung di pasaran hanya sekitar Rp2.000 per kilogram, yang sangat rendah dibandingkan dengan biaya produksi kami,” ujar Musakir.

Keluhan serupa disampaikan oleh Kepala Desa Lomba Kasih yang menyoroti rendahnya harga jagung saat panen serta minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tersedia bagi petani. “Selain harga yang anjlok, akses jalan ke lahan pertanian juga masih menjadi kendala utama bagi para petani di desa kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Harno, menyatakan bahwa program penanaman jagung serentak ini bukan hanya mendukung program nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bombana.

“Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk menjalankan program swasembada pangan, khususnya tanaman jagung. Kami berupaya memberikan pendampingan agar hasil pertanian masyarakat semakin optimal,” kata Harno.

Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis oleh para undangan yang hadir. Penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Bombana serta memberikan manfaat ekonomi bagi para petani setempat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mendukung petani dengan berbagai program strategis, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai. Harapannya, produksi jagung di Kabupaten Bombana dapat meningkat secara signifikan dan membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan nasional.




Dukung Swasembada Pangan, Disketapang Bombana Ikut Penanaman Jagung Serentak

Bombana, sultranet.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana turut berpartisipasi dalam program Penanaman Jagung Serentak Satu Juta Hektare yang dilaksanakan di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya. Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/1) ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, di antaranya Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, Asisten II Pemkab Bombana, Dandim Kodim Bombana, Kaposal Bombana, serta perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Bombana, dan Kabag Ekonomi Setda Bombana. Selain itu, kelompok tani dan sejumlah instansi terkait juga turut serta dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. “Dengan adanya penanaman jagung serentak ini, kita berharap bisa meningkatkan ketahanan pangan di Bombana sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target nasional,” ujarnya.

Selain sebagai bagian dari program nasional, penanaman jagung ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta fluktuasi harga pangan. “Kami mendorong para petani untuk lebih produktif dan inovatif dalam mengelola lahan mereka, sehingga hasil panen dapat maksimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan. “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, kami dari pihak kepolisian siap mendukung upaya ini agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi pertanian modern dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen jagung. Melalui pendampingan yang intensif, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi mereka secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, diharapkan Kabupaten Bombana dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian swasembada pangan nasional. Selain itu, pemerintah daerah akan terus mengawal pelaksanaan program ini agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat tani di Bombana.




Kasus LGBT Terkuak, Polisi Wakatobi Beda Pandangan

Wakatobi, sultranet.com – Kasus LGBT yang sempat mencuat ke publik beberapa waktu lalu kini mendapatkan jalan buntu akibat perbedaan pandangan di internal Polres Wakatobi soal perkara tersebut.

Sebelumnya, dugaan kasus suka sesama jenis itu telah dipublis disalah satu website yang diduga kuat merupakan tulisan salah satu oknum polisi di Humas Polres Wakatobi.

Disebutkan dalam trinews.id, unit Turjawali Sat Samapta Polres Wakatobi saat melakukan patroli pada Selasa (07/01/2025) pukul 23.30 WITA menemukan seorang pemuda berinisial LH (28) yang diduga terlibat dalam hubungan sesama jenis (LGBT).

LH sempat menghindari kejaran petugas, namun kemudian berhasil diamankan di Polres Wakatobi. Pelaku LH mengaku kepada petugas bahwa dirinya adalah pasangan sesama jenis namun enggan menyebutkan identitas pasangannya yang kabur.

Meskipun kasus tersebut sudah terpublikasi dan disebutkan sudah ada pengakuan tersangka kepada polisi hal itu tidak serta merta sama dengan hasil penyelidikan di internal Reskrim Polres Wakatobi.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Ady Kusuma, saat ditemui oleh sejumlah wartawan menyebutkan, kasus tersebut tidak ditemukan adanya unsur LGBT.

“Kitakan fokus pada kejadian disitu bukan kejadian di tempat lain,”ucapnya, Rabu (21/01/2025).

Meski begitu, lanjut Ady, diakui pihaknya telah mendapatkan bukti berupa chatingan dan Baby oil saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Dari bukti yang telah ditemukan tersebut pelaku tidak bisa langsung dikategorikan sebagai tersangka kasus LGBT, sebab saat ditemukan, pelaku sedang tidak melakukan perbuatannya.

“Komunikasi yang ada di bukti chat itu komunikasi yang ada di kendari. Kan lokusnya kan di sini bukan di Kendari,”bebernya.

Selain itu, menurut Ady, Polisi seharusnya tidak langsung menjustifikasi seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan penyelidikan.

“Apalagi ini tidak dilihat perbuatannya,”tuturnya.

Pelaku juga pada malam itu telah diamankan selama 1×24 jam oleh pihak kepolisian, sementara kasus tersebut sedang dalam pengembangan, pelaku dipulangkan dengan catatan wajib lapor.




Kolaka Utara Terima Ranperda Data Desa Presisi dari Pemprov Sultra

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara bersama 16 kabupaten/kota lainnya secara resmi menerima Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara. Senin (20/1/2024)

Acara penyerahan berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (Purn) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Andap menyatakan bahwa Ranperda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data akurat.

“Ranperda ini akan menjadi acuan bagi 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara untuk menetapkan kebijakan pembangunan yang terencana, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ranperda ini juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Dengan data presisi, pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Data Desa dan Kelurahan Presisi memiliki tingkat akurasi tinggi, memberikan gambaran aktual kondisi desa dan kelurahan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan efisien,” jelas Andap.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Sultra.

“Kami optimis dengan dukungan data presisi, kebijakan di Kolaka Utara akan lebih terarah dan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penyerahan ini menandai langkah maju Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan pemerintahan berbasis data dan teknologi, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di seluruh daerah.




Sosialisasi Cegah Stunting, Ibu-Ibu di Pulau Sagori Antusias

Bombana, sultranet.com – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk melalui sosialisasi yang dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Bombana, Jumianti Wahid, di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Barat. Kegiatan ini menyasar para penerima manfaat PKH, khususnya ibu-ibu dengan anak balita, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting. (20/1)

Dalam pemaparannya, Jumianti menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak dan kesehatannya di masa depan. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan memberikan asupan gizi seimbang, ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemantauan kesehatan anak melalui posyandu dan pemeriksaan rutin guna memastikan tumbuh kembang yang optimal.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang hadir. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait pola makan sehat dan cara mengatasi masalah gizi buruk di lingkungan mereka. Salah seorang ibu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana memberikan makanan bergizi untuk anak agar tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” katanya.

Selain memberikan materi sosialisasi, Jumianti juga membagikan tips sederhana dalam memilih bahan makanan bergizi yang mudah didapatkan di sekitar Pulau Sagori. Ia mengajak para ibu untuk memanfaatkan sumber daya lokal seperti ikan, sayuran, dan buah-buahan yang kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan kesadaran ibu-ibu di Pulau Sagori semakin meningkat dalam menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak mereka, sehingga mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kerja Bakti Bersihkan Drainase di Desa Marga Jaya

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama Aparat Pemerintah dan masyarakat Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, melaksanakan kerja bakti pembersihan drainase. Senin (20/01). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir akibat sedimentasi dan penyumbatan saluran air.

Sekdes Marga Jaya, Joko P, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Babinsa dalam membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mencegah banjir dan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Serka Hambarin, mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mewujudkan kemanunggalan dengan rakyat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar lingkungan tetap bersih dan saluran air berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kegiatan gotong royong seperti ini adalah salah satu bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.