Kejari Bombana Beri Penerangan Hukum bagi Pejabat BAPPEDA

Bombana, sultranet.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana menggelar kegiatan Penerangan Hukum bagi pejabat dan staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bombana. Acara yang berlangsung di Aula Kantor BAPPEDA ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum bagi aparatur pemerintah guna mencegah potensi pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Kamis (16/1/2025)

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala BAPPEDA Bombana, Husrifnah Rahim, ST., M.Si, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Harapannya, melalui penerangan hukum ini, seluruh pejabat dan staf BAPPEDA dapat lebih memahami ketentuan yang berlaku dan terhindar dari potensi kesalahan yang bisa menimbulkan permasalahan hukum,” ujar Husrifnah.

Sebagai narasumber utama, Kepala Seksi Intelijen Kejari Bombana, Horas Erwin Siregar, S.H., memberikan materi mengenai berbagai isu hukum yang kerap dihadapi instansi pemerintah. Beberapa di antaranya mencakup penyalahgunaan wewenang, pengelolaan anggaran, serta pengadaan barang dan jasa.

Dalam pemaparannya, Horas menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengambilan kebijakan dan penggunaan anggaran negara. Ia juga menjelaskan prosedur hukum yang benar dalam pelaksanaan tugas pemerintahan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat berdampak hukum.

“Setiap kebijakan yang diambil harus berlandaskan aturan yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab,” jelas Horas.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang cukup dinamis. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait implementasi hukum dalam pemerintahan. Kejaksaan menegaskan bahwa pemahaman hukum yang baik dapat membantu aparatur pemerintah dalam bekerja lebih profesional dan terhindar dari permasalahan hukum.

Selain meningkatkan pemahaman hukum, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga penegak hukum. Kejari Bombana berharap melalui penerangan hukum ini, tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bombana semakin baik, transparan, dan bebas dari pelanggaran hukum yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.




Sekda Sultra Resmikan Program Go Green Kemenag dan Deklarasi Madrasah Aman

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi peluncuran program “Go Green Kemenag Sultra Action” yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra. Program ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, yang mewakili Pj. Gubernur Sultra. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan deklarasi Madrasah dan Pondok Pesantren Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, yang bebas dari kekerasan, pelecehan seksual, dan perundungan. (16/2)

Dalam sambutannya, Asrun Lio menegaskan pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung program ini. Go Green Kemenag Sultra Action adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan serta dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan hijau, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda agar menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam. “Aksi ini harus menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan,” kata Asrun.

Terkait deklarasi Madrasah Aman, Asrun menyoroti maraknya kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan perundungan di Indonesia yang menambah kekhawatiran bagi para orang tua. “Deklarasi ini adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Madrasah dan pondok pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan menggapai cita-citanya,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif. “Dua program yang kita luncurkan hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, Sulawesi Tenggara dapat menjadi pelopor dalam pendidikan berbasis lingkungan dan nilai-nilai moral yang kuat,” tandasnya.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag Sultra, Ketua DPRD Sultra, Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Konawe Selatan, rektor universitas se-Sultra, serta tokoh masyarakat, agama, wanita, dan pemuda.




Bombana Berlari 2025 Sukses, Andi Muhammad Khaekal: Ajang Sportivitas dan Promosi Daerah

Bombana, sultranet.com | Bombana Berlari 2025 yang digagas oleh anggota DPRD Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Khaekal Atikurahman, sukses digelar dengan diikuti 1.000 peserta dari berbagai daerah, bertempat di Rumbia Ibu Kota Kabupaten Bombana, Minggu (15/2/2025)

Ini merupakan event kedua setelah pertama kali diadakan pada tahun 2022. Acara yang juga dihadiri oleh artis ibu kota ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dan promosi potensi Bombana.

Ketua panitia, Andi Muhammad Khaekal, yang juga politisi PDI Perjuangan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga serta memperkenalkan keindahan alam Bombana kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menjadikan Bombana Berlari sebagai agenda tahunan yang tidak hanya berfokus pada sportivitas, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat. Dengan adanya event ini, kami berharap Bombana semakin dikenal sebagai daerah yang aktif dalam menggelar event olahraga skala besar,” ujarnya.

Para peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga pejabat daerah, tampak antusias mengikuti ajang ini. Rute lari yang dirancang dengan cermat tidak hanya memberikan tantangan fisik, tetapi juga menyuguhkan panorama alam menakjubkan serta landmark ikonik Bombana.

Para peserta menikmati hiburan dari artis ibu kota
Para peserta menikmati hiburan dari artis ibu kota

Bombana Berlari 2025 juga menarik perhatian berbagai komunitas lari, di antaranya Antam Runners, Indorunners Kendari, Hiburun Bau-Bau, Rock Konawe Runners, serta komunitas lokal seperti Moleyou Runners Kolaka dan Riot Kendari. Kategori umum mendominasi jumlah peserta dengan total 729 orang.

Acara semakin meriah dengan pembagian hadiah doorprize dan hiburan dari artis ibu kota, Fresly Nikijuluw dan Ismi Aisyah, serta sejumlah artis lokal yang turut menghibur para peserta.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkembang dengan skala yang lebih besar di tahun-tahun mendatang,” tegas Andi Muhammad Khaekal.

Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, turut mengapresiasi semangat para peserta yang antusias mengikuti lomba hingga selesai dengan tertib dan lancar.

“Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum untuk mempererat rasa persatuan dan kebersamaan. Saya berharap event Fun Run 5 KM ini menjadi titik awal bagi masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan dan kebugaran,” ujar Edy Suharmanto

Foto Bersama Panitia Lomba
Foto Bersama Panitia Lomba

Dengan suksesnya Bombana Berlari 2025, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ajang ini menunjukkan bahwa Bombana memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah acara olahraga berskala besar di masa depan.

Tampak hadir meramaikan kegiatan ini, Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP serta sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Bombana yang turut memberikan support dan dukungannya kepada para peserta.

Berikut daftar pemenang lomba urutan 1 hingga 10

  1. Pratu Ferry, Nomor BIB 286, waktu tempuh 16:11 dari Kostrad Kariango Makassar
  2. La Ode, Nomor BIB 327, waktu tempuh 16:19 dari Kostrad Kariango Makassar
  3. Suparman, Nomor BIB 443, waktu tempuh 16:51 dari Kostrad Kariango Makassar
  4. Kamal, Nomor BIB 136, waktu tempuh 17:07 dari Kolaka Utara
  5. Icham, Nomor BIB 310, waktu tempuh 17:22 dari BI Sultra
  6. Adil, Nomor BIB 135, waktu tempuh 17:58 dari Kolaka Utara
  7. Asrul, Nomor BIB 091, waktu tempuh 18:14 dari BJN
  8. Yusuf, Nomor BIB 939, waktu tempuh 18:29 dari Indo Runners Bombana
  9. Hamz, Nomor BIB 056, waktu tempuh 18:34 dari GNR
  10. Supardin, Nomor BIB 442, waktu tempuh 18:46.

 




Babinsa Koramil 01/Rumbia Laksanakan Kerja Bakti Normalisasi Drainase di Kelurahan Kampung Baru

Bombana, Sutranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama warga melaksanakan kerja bakti normalisasi drainase yang mengalami pendangkalan di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi drainase agar dapat mengalirkan air dengan lancar serta mencegah terjadinya banjir saat musim hujan. Minggu, (16/02)

Kerja bakti ini dihadiri oleh Lurah Kampung Baru, Jabarudin, S.E., Kepala Lingkungan 3, Asdar, serta tiga personel Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, yakni Sertu Amiruddin, Sertu La Mbitara, dan Serda Pajar. Selain itu, sekitar 20 warga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama membersihkan drainase dari rumput liar dan endapan tanah yang menghambat aliran air.

Lurah Kampung Baru, Jabarudin, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan berfungsi optimal.

“Normalisasi drainase ini sangat penting untuk mencegah banjir yang dapat mengganggu aktivitas warga. Kami berterima kasih kepada Babinsa dan masyarakat yang telah berpartisipasi,” ujarnya.

Sertu Amiruddin, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami selalu siap membantu warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Drainase yang bersih akan mengurangi risiko genangan air dan penyakit akibat lingkungan yang kotor,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia melalui Batuud Pelda Laulo juga mengapresiasi kegiatan ini.

“Sinergi antara Babinsa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkala,” pungkasnya. (Pen)




Sekda Sultra Tepis Tudingan Rekayasa Hasil CAT TPHD dan Penyalahgunaan APBD

Kendari, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menanggapi tudingan terkait dugaan rekayasa hasil seleksi Computer Assisted Test (CAT) Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) serta penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk kepentingan pribadi. Asrun Lio justru mengapresiasi keberanian mahasiswa yang menyuarakan isu tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Minggu (16/2/2025)

“Saya berterima kasih kepada pihak yang menyampaikan hal ini, khususnya mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mereka berani menjalankan peran sebagai agen perubahan dan kontrol sosial,” ujar Asrun.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses seleksi TPHD, karena tugas panitia seleksi (Pansel) yang diketuai oleh pejabat dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hanya sebatas verifikasi dokumen pelamar. Sementara tahapan seleksi dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Setelah seleksi selesai dan hasil diumumkan, barulah kami diundang karena TPHD menggunakan APBD. Jika ada rekayasa, seharusnya yang lolos adalah orang-orang dekat saya. Namun, seleksi ini transparan dan berdasarkan perangkingan,” jelasnya.

Terkait dugaan penggunaan APBD untuk kepentingan pribadi, Asrun menegaskan bahwa mekanisme penggunaan keuangan negara memiliki aturan ketat. Ia menolak anggapan bahwa dana BTT bisa digunakan untuk membiayai ibadah haji seseorang.

“BTT hanya digunakan untuk kondisi darurat atau kebutuhan mendesak yang belum dianggarkan sebelumnya. Tidak mungkin digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Asrun juga menyatakan telah mempersilakan Inspektorat melakukan pemeriksaan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi TPHD dan penggunaan anggaran daerah.




Kuburan Umum Desa Watu-Watu Sering Jadi Lokasi Transaksi Narkoba

Bombana, sultranet.com – Polsek Lantari Jaya berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Lombakasi, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, pada Sabtu (15/02/2025).

Seorang pria bernama Nasrun alias Adi (43) ditangkap setelah terbukti melakukan transaksi narkotika di beberapa lokasi, termasuk area pemakaman umum Desa Watu-Watu.

Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya transaksi narkoba di Desa Langkowala.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Lantari Jaya IPDA Prasetyo Nento langsung menginstruksikan Unit Intelkam dan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan.

Pada hari kejadian, petugas mendapati tersangka melintas di perempatan SP2 menggunakan sepeda motor.

Terduga pelaku saat ditahan oleh petugas
Terduga pelaku saat ditahan oleh petugas

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan bukti transaksi sabu senilai Rp550.000,- dalam ponselnya.

Tersangka kemudian dibawa ke lokasi penyimpanan barang haram tersebut di Desa Langkowala, di mana sabu ditemukan tersembunyi di belakang sebuah kios berwarna kuning.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, tersangka mengaku telah empat kali membeli sabu dari bandar berinisial BY.

Menariknya, salah satu lokasi transaksi yang kerap digunakan adalah area pemakaman umum Desa Watu-Watu.

Tersangka mengungkapkan bahwa pemakaman dipilih karena dianggap aman dan jarang didatangi orang.

Dalam operasi ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Vivo, satu sachet sabu, satu buah pipet, dan selembar tisu.

Kapolsek Lantari Jaya IPDA Prasetyo Nento menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah ini. Polsek Lantari Jaya akan terus meningkatkan patroli dan penyelidikan untuk memberantas peredaran barang haram ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif dalam memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Terhadap tersangka dan barang bukti bakal diserahkan kepada Sat Narkoba Polres Bombana.

 




Pj Bupati Bombana Resmikan Labkesda BSL-2 dan Luncurkan Integrasi Layanan Kesehatan

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, meresmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bio Safety Level 2 (BSL-2) dan meluncurkan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Sabtu (15/2/2025).

Kegiatan ini juga menandai dimulainya program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bombana, Plh. Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Puskesmas, serta tenaga kesehatan se-Kabupaten Bombana.

Gedung Labkesda BSL-2 dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di Bombana. Laboratorium ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diagnostik dan penanganan penyakit menular, sehingga pelayanan kesehatan di daerah ini lebih optimal.

“Dengan adanya laboratorium ini, tenaga kesehatan dapat memberikan layanan berbasis bukti, meningkatkan efisiensi pengobatan, dan mencegah penyebaran penyakit. Kami berharap Labkesda BSL-2 ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan dapat bersaing dengan laboratorium lainnya di Sulawesi Tenggara,” ujar Pj Bupati Bombana dalam sambutannya.

Selain meresmikan laboratorium, Pj Bupati Bombana juga meluncurkan program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP). Program ini menghubungkan layanan kesehatan di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan secara terpadu dan efisien. Integrasi ini juga mendukung program deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan.

“ILP ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih terstruktur. Dengan sistem ini, data kesehatan masyarakat dapat lebih terpantau dan tindakan medis bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati juga mengumumkan dimulainya program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bombana. Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025, yang memberikan hak bagi setiap warga Indonesia untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis pada hari ulang tahunnya.

Layanan kesehatan gratis ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, risiko penyakit jantung dan stroke, tes mata, hingga evaluasi kesehatan mental. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan melakukan deteksi dini penyakit secara mandiri.

“Pemerintah Kabupaten Bombana sangat mendukung kebijakan ini. Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya. Saya mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan program ini sebagai langkah awal menjaga kesehatan diri dan keluarga,” tambah Pj Bupati.

Acara ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Bombana. Dengan hadirnya laboratorium modern, sistem layanan kesehatan yang terintegrasi, serta program pemeriksaan kesehatan gratis, diharapkan kualitas hidup masyarakat Bombana semakin meningkat dan kesejahteraan kesehatan dapat terwujud secara merata.




Posyandu ILP Diluncurkan di Bombana, Dorong Layanan Kesehatan Masyarakat

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Inovasi Layanan Posyandu (ILP) di Desa Lantowonua, Kecamatan Rumbia, pada Sabtu pagi, 15 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, terutama bagi ibu dan anak.

Peluncuran Posyandu ILP dihadiri oleh Pj Bupati Bombana, yang memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer, serta perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memajukan sektor kesehatan di Bombana.

“Posyandu ILP ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Kami berharap para kader posyandu terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Pj Bupati.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para kader posyandu, Pj Bupati secara simbolis menyerahkan piagam penghargaan dan memasangkan pin kepada mereka. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi mereka dalam menggerakkan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Selain seremoni peluncuran, acara ini juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak, vaksinasi, serta gizi seimbang. Para peserta mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang upaya menjaga kesehatan keluarga secara optimal melalui layanan posyandu.

Program Posyandu ILP di Desa Lantowonua diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Bombana. Dengan adanya inovasi ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan posyandu dan memiliki kesadaran lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen terus mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas. Dengan penguatan program posyandu, diharapkan angka kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, serta derajat kesehatan masyarakat Bombana menjadi lebih baik.




Desa Delang Delang Gelar Musdes Khusus, Fokus Kuatkan Ketahanan Pangan Menuju Swasembada

Kolaka Utara, sultranet.com – Desa Delang Delang, Kecamatan Kodeoha, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus pada Jumat, 14 Februari 2025.

Musyawarah ini membahas perencanaan dan implementasi program ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menuju swasembada pangan desa.

Musdes yang berlangsung di kantor desa ini dihadiri oleh Plt. Camat Kodeoha Syahlan Launu, S.H., Kepala Desa Delang Delang Anwar, S.E., Ketua TP PKK, Ketua BPD, pendamping kecamatan, Kepala BPP Kodeoha Tiwu, serta penyuluh pertanian dan perikanan.

Dalam forum tersebut, disepakati alokasi dana sebesar Rp124.500.000 dari Dana Desa (DD) untuk pengembangan kolam ikan air tawar sebagai program tematik ketahanan pangan.

Peserta musdes khusus ketahanan pangan Desa Delang Delang kecamatan kodeoha.
Peserta musdes khusus ketahanan pangan Desa Delang Delang kecamatan kodeoha.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan menuju swasembada pangan desa.

“Kita berharap Desa Delang Delang bisa menjadi lumbung desa dalam penyediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dana yang dialokasikan harus benar-benar tepat guna dan memberikan manfaat ekonomi bagi BUMDes, sehingga mampu menopang ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Syahlan.

Ia juga menekankan bahwa perencanaan penggunaan dana ketahanan pangan yang sebesar 20% dari Dana Desa akan direviu oleh camat, sesuai dengan amanat Kemendes/PDT Nomor 3 Tahun 2025.

Selain itu, tim RKP Desa dan Kaur Keuangan diminta untuk menyusun dokumen APBDes dengan mengacu pada Permendes Nomor 2 Tahun 2024 tentang proporsional penggunaan Dana Desa.

Kepala Desa Delang Delang, Anwar, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdes ini memiliki empat agenda utama yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan desa ke depan, yaitu Penetapan APBDes Tahun Anggaran 2025, Penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun 2025, Penetapan Ketua BUMDes Delang Delang dan Penetapan prioritas dan tematik program ketahanan pangan desa.

Anwar menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan kolam ikan air tawar ini adalah bagian dari rencana besar desa untuk mencapai swasembada pangan. Kami ingin memastikan bahwa desa mampu memproduksi sendiri sumber protein bagi masyarakat, yang nantinya dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengurangi ketergantungan pada pasokan luar,” jelasnya.

Penyuluh Perikanan memberikan masukan untuk budidaya ikan air tawar.
Penyuluh Perikanan memberikan masukan untuk budidaya ikan air tawar.

Penyuluh pertanian dan perikanan Kecamatan Kodeoha turut menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung program ini melalui pendampingan teknis dan pembinaan kepada kelompok tani dan nelayan desa.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder terkait, diharapkan Desa Delang Delang dapat menjadi contoh sukses dalam implementasi program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kodeoha.

 




Pj Gubernur Sultra: Delapan Isu Strategis Tuntas, Butuh Keberlanjutan

Kendari, sultranet.com – Menjelang akhir masa tugasnya pada 20 Februari 2025, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, merefleksikan capaian strategis selama kepemimpinannya. Dalam pemaparannya di ruang kerja, Jumat (14/2/2025), ia menegaskan bahwa delapan isu utama yang menjadi prioritas sejak awal masa jabatan telah dituntaskan.

“Saat mulai bertugas pada 5 September 2023, saya memetakan delapan isu strategis yang perlu segera ditangani. Alhamdulillah, saat ini semuanya telah tuntas. Namun, program-program ini tetap membutuhkan keberlanjutan agar manfaatnya lebih maksimal,” ujar Andap.

Delapan isu tersebut meliputi pengendalian harga dan ketersediaan pangan, penurunan angka kemiskinan dan stunting, pemberdayaan UMKM berbasis digital, percepatan proyek strategis nasional, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hilirisasi nikel dan aspal ramah lingkungan, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta penyelenggaraan Pemilu yang aman dan damai.

Salah satu pencapaian signifikan adalah pengendalian inflasi. Pada September 2023, Sultra berada di posisi kedua inflasi tertinggi nasional. Namun, kebijakan strategis yang diterapkan berhasil menekan inflasi hingga -0,39% pada Januari 2025, menjadikan Sultra provinsi dengan inflasi terendah ketiga di Indonesia. “Bahkan, pada 2024, Sultra meraih TPID Award dari Presiden untuk kategori provinsi berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di kawasan Sulawesi,” jelas Andap.

Dalam penanganan stunting, Sultra mencatat penurunan menjadi 10,2%, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 14%. Tingkat kemiskinan pun turun menjadi 10,63%. “Angka ini masih di atas rata-rata nasional, tapi progresnya cukup baik. Kita harus terus bekerja keras,” tambahnya.

Pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian, dengan fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis digital yang diluncurkan pada 28 Oktober 2023. Di sektor infrastruktur, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) diwujudkan dengan peresmian Bendungan Ameroro yang tak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sektor pariwisata Sultra turut mendapat pengakuan nasional. “Sultra dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik di sektor pariwisata. Pulau Labengki bahkan meraih juara pertama dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 untuk kategori Desa Wisata Berkembang,” ungkap Andap.

Hilirisasi sumber daya alam, khususnya nikel dan aspal, juga menjadi prioritas. Salah satu pencapaian penting adalah masuknya Aspal Buton dalam katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) setelah lebih dari satu abad produksi.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, Pemprov Sultra memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu dan berprestasi, serta meluncurkan seragam karya SMK/SLB se-Sultra. “Cakupan perlindungan kesehatan sudah 100%, dan kami telah membangun 963 unit rumah layak huni,” lanjutnya. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak menghasilkan 22 kesepakatan layanan kesehatan, termasuk keberhasilan Rumah Sakit Jantung Oputa Yi Koo Sultra dalam melakukan bedah pintas arteri koroner pertama kali.

Dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak, Sultra berhasil menjaga stabilitas keamanan. “Pilkada serentak adalah pengalaman pertama bagi kita. Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan aman dan damai tanpa konflik,” ujarnya.

Andap menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja sama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. “Sultra telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kebersamaan, kita bisa mencapai banyak hal. Namun, tantangan ke depan masih ada, dan kita harus terus melangkah maju,” pungkasnya.

Turut hadir dalam refleksi akhir tugas ini Sekretaris Daerah Pemprov Sultra, para asisten Sekda, staf ahli gubernur, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sultra.