Personel Babinsa Koramil 03/Poleang Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Bersama Masyarakat

Bombana, SultraNET. |- Kegiatan kerja bakti yang melibatkan personel Babinsa Koramil 03/Poleang bersama masyarakat berlangsung di Pasar Sore, Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Selasa (7/1). Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mencegah terjadinya banjir yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Serma Ismet Maksum, menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memastikan lingkungan tetap terjaga kebersihannya, sehingga kesehatan warga terjamin dan potensi banjir bisa diminimalisir,” ujar Serma Ismet Maksum.

Hal senada diungkapkan oleh Hamzah, Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Boepinang Barat, yang turut hadir dan membantu kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Babinsa dalam menjaga kebersihan pasar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Hamzah.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, memberikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga bersama Babinsa adalah wujud sinergi yang patut diteladani. Kami berharap kerja bakti ini dapat rutin dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” tutup Lettu Dahlan

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Mereka berharap, dengan adanya kolaborasi seperti ini, kebersihan Pasar Sore dapat terus terjaga, sehingga menjadi tempat yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.




LKPD: Jembatan Langkowala Akan Dibangun Tahun Ini 

Kendari, SultraNet.com – Pembangunan Jembatan Langkowala yang dinantikan masyarakat akhirnya akan terealisasi pada tahun 2025.

Jembatan ini akan dibangun dengan alokasi anggaran di atas Rp15 miliar oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepastian tersebut disampaikan pihak BPJN saat Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) melakukan Aksi Demonstrasi di Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional di Kota Kendari, Senin (6/1/2025)

Jembatan Langkowala memiliki posisi strategis sebagai akses utama yang menghubungkan Kabupaten Bombana dengan Kabupaten Konawe Selatan.

Selama ini, kondisi jembatan yang ada dinilai tidak lagi layak untuk dilalui bahkan berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan sehingga mendesak untuk segera diganti dengan jembatan baru.

Direktur Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD), Muh. Arham, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong percepatan pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan Langkowala menjadi pintu masuk satu-satunya dari dan ke Bombana melalui jalur Konsel. Karena itu, sejak awal LKPD telah memberikan tekanan kepada pemerintah, khususnya Balai Pelaksana Jalan Nasional, agar pembangunan ini menjadi prioritas. Alhamdulillah, tahun ini pemerintah akhirnya merespons,” ujarnya.

Upaya LKPD tidak terlepas dari serangkaian aksi yang dilakukan, termasuk dua kali gerakan massa dan satu kali audiensi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.

“Selama ini, kami melihat kondisi jembatan yang sudah tidak kondusif. Oleh sebab itu, kami melakukan berbagai cara agar pembangunan ini dapat segera diwujudkan. Syukur, tahun ini bisa terealisasi dengan anggaran lebih dari Rp15 miliar,” tambah Muh. Arham.

Pembangunan Jembatan Langkowala diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat Bombana. Sebagai akses vital, keberadaan jembatan baru ini akan memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan semakin baik.

“Alhamdulillah saat aksi hari ini, pihak BPJN Sudah memastikan Jembatan Langkowala dikerjakan tahun ini,” tandasnya.

Balai Jalan Nasional sendiri belum merilis detail teknis proyek tersebut, namun masyarakat menyambut baik kabar ini mengingat kondisi Jembatan Langkowala yang semakin mengkhawatirkan.




Pemkab Kolaka Utara Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL 2024

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah melalui penyerahan sertifikat tanah dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2024. Senin (6/1/2025)

Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Meeto, Kecamatan Kodeoha, dan dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, H. Yusmin, S.Pd., M.H., bersama Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, S.PWK.

Dalam sambutannya, Yusmin menekankan pentingnya sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan yang sah dan aman.

“Sertifikat sangat penting, apalagi untuk memastikan aset-aset daerah aman. Sertifikasi ini tidak hanya melindungi masyarakat tetapi juga pemerintah untuk menjaga aset-asetnya,” ujar Yusmin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat tanah dengan bijak, terutama untuk mendukung kegiatan produktif yang membawa manfaat.

Selain itu, Yusmin mengaitkan program ini dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk program makan gratis bergizi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, mengapresiasi pelaksanaan Program PTSL di Kolaka Utara yang dinilai sukses dan berjalan sesuai harapan.

“Program pemerintah seperti PTSL harus kita dukung bersama. Sertifikat tanah ini memberikan jaminan kepastian hukum dan mengurangi potensi konflik pertanahan di masa depan,” tegas Bahtra.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong saat menyerahkan Sertifikat Tanah secara simbolis kepada warga
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong saat menyerahkan Sertifikat Tanah secara simbolis kepada warga

Ia juga menyoroti program lain yang tengah menjadi perhatian pemerintah pusat, seperti ketahanan pangan dan kemandirian pangan.

“Kolaka Utara adalah salah satu daerah yang progresif dalam menyukseskan program makan gratis bergizi. Di tengah tantangan global, program ketahanan dan kemandirian pangan harus terus kita dorong,” tambahnya.

Penyerahan sertifikat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab isu-isu strategis, khususnya di bidang pertanahan dan kesejahteraan rakyat.

Acara ini juga disambut antusias oleh masyarakat yang hadir, karena memberikan jaminan hukum atas tanah yang mereka miliki.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kolaka Utara.




Bersama Masyarakat dan Pedagang, Babinsa Koramil 02/Kabaena Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Sikeli

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan Pasar Sikeli yang berlokasi di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Senin (6/1). Kegiatan yang dipimpin Serka Jaelani ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengunjung pasar saat berbelanja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Koramil 02/Kabaena, dipimpin langsung oleh Serka Jaelani, Bhabinkamtibmas Polsek Kabaena Barat yang dipimpin Aipda Rahmat, serta para pedagang pasar yang dikoordinasi oleh Kepala Lingkungan (Kaling), Bapak Daeng Masiga. Seluruh peserta bergotong-royong membersihkan area pasar dari sampah dan kotoran yang dapat mengganggu aktivitas jual-beli.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Pasar Sikeli adalah salah satu pusat aktivitas ekonomi, sehingga penting untuk menjaga kebersihannya agar tetap nyaman bagi semua,” ujar Serka Jaelani.

Daeng Masiga, Kepala Lingkungan yang turut memimpin para pedagang dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu mendukung masyarakat. Bersama-sama, kita dapat menciptakan pasar yang bersih dan nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-02/Kabaena melalui Batuudnya, Peltu Muh. Haris, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kerja bakti ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, masyarakat, dan aparat terkait. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut untuk kebaikan bersama,” tutup Haris.




Bombana Targetkan PAD Rp64 Miliar di 2025, Teknologi Jadi Senjata Utama

Bombana, sultranet.com | Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp64 miliar pada tahun 2025. Target tersebut tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 yang telah disusun. Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana, Doddi A. Muchlisi, menyampaikan bahwa target tersebut disusun berdasarkan potensi nyata dari berbagai sektor penerimaan daerah. Senin, 6 Januari 2025.

“Target Rp64 miliar bukan angka asal-asalan. Kami sudah menghitung berdasarkan potensi riil dari berbagai sektor, mulai dari pajak, retribusi, hingga pengelolaan kekayaan daerah,” kata Doddi.

Secara rinci, proyeksi PAD Bombana 2025 mencakup pajak daerah sebesar Rp13,3 miliar, retribusi daerah Rp8,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp26,8 miliar.

Pemerintah daerah memanfaatkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah sebagai acuan utama dalam ekstensifikasi sumber pendapatan. Selain memperkuat regulasi, pendekatan teknologi juga menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerimaan.

“Kami terus berinovasi agar sistem pemungutan lebih transparan dan akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran,” ujar Doddi.

Sejumlah layanan digital telah diterapkan dalam dua tahun terakhir. Mulai dari penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, virtual account dan ATM, hingga pemanfaatan platform e-commerce untuk memfasilitasi pembayaran online. Meski begitu, Doddi mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama dalam menyosialisasikan sistem kepada masyarakat dan meningkatkan kerja sama dengan pihak perbankan.

“Tantangan terbesar ada pada sosialisasi dan kesiapan teknis di lapangan. Tapi kami terus membenahi. Tahun ini kami juga sedang menyiapkan portal parkir elektronik untuk retribusi parkir, sebagai salah satu upaya peningkatan pendapatan sektor jasa,” ucapnya.

Menurut Doddi, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah sangat dibutuhkan agar semua lini bisa bergerak selaras. Dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan strategi fiskal tersebut.

“Kami optimis bisa mencapai bahkan melampaui target ini. Tapi tentu tidak bisa hanya dari pemerintah saja. Keterlibatan masyarakat juga sangat penting. Mereka adalah mitra kami dalam membangun Bombana yang mandiri secara fiskal,” tegasnya.

Dengan target ambisius ini, Pemerintah Kabupaten Bombana ingin memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tak sekadar mengejar angka, strategi ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperluas ruang fiskal bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.

Langkah ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki sistem keuangan daerah yang tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat. Dengan tata kelola yang lebih transparan dan berbasis digital, Bombana menegaskan komitmennya untuk menjadi daerah yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.




Ketua DPRD Bombana Desak Pemkab Tetapkan Status KLB Wabah Virus Sapi Jembrana

Bombana, SultraNET.com – Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana untuk segera menetapkan wabah virus Jembrana yang menyerang ternak sapi sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait kematian mendadak ternak sapi mereka.

“Wabah ini membutuhkan langkah cepat. Pemerintah daerah harus segera mengidentifikasi ternak yang terjangkit dan mengisolasi yang sehat. Tanpa tindakan tepat, dampaknya bisa semakin meluas,” ujar Iskandar, Sabtu (5/1).

Virus Jembrana, yang disebabkan oleh Lentivirus, menyebar melalui gigitan serangga seperti lalat dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Gejala umum yang muncul pada sapi yang terinfeksi meliputi demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan pendarahan.

Untuk menekan penyebaran, Iskandar mengusulkan vaksinasi massal terhadap seluruh ternak sapi di wilayah Bombana. Menurutnya, vaksinasi merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk mencegah kerugian lebih besar.

“Pemda juga harus menyediakan tenaga medis hewan, obat-obatan, dan melakukan sosialisasi kepada peternak tentang cara merawat ternak selama wabah. Edukasi kepada masyarakat peternak sangat penting agar wabah ini dapat dikendalikan,” tambahnya.

Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan peternak. “Kita harus bersatu. Pemerintah memfasilitasi, peternak mematuhi arahan, dan masyarakat mendukung langkah-langkah pencegahan,” tegasnya.

Penetapan status KLB diharapkan dapat mempercepat upaya penanganan, menekan angka kematian ternak, serta menghindari dampak ekonomi yang lebih luas di kalangan peternak lokal. Dengan langkah yang tepat, sektor peternakan di Bombana diharapkan segera pulih.

Untuk diketahui akibat wabah virus Jembrana telah menewaskan ribuan ekor hewan ternak sapi di Bombana dalam beberapa waktu terakhir ini yang penyebarannya sangat cepat.




Personel Babinsa Koramil 03/Poleang Pimpin Karya Bakti Penghijauan di Desa Teppoe

Bombana, Sultranet.com – Personel Koramil 1431-03/Poleang yang dipimpin Pelda Adri menggelar karya bakti penanaman pohon di Dusun Gersamata, Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sabtu (04/01). Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian dan upaya menciptakan lingkungan yang hijau dan bebas polusi, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.

Aksi penghijauan ini melibatkan Babinsa Koramil 1431-03, termasuk Serma Adri, Sertu Wahid, Koptu Beny Mugiarso, Sertu Jusman, Praka Akmal, dan Kopda Dedi. Kepala Dusun Gersamata, Bapak Suparman, beserta warga desa juga turut berpartisipasi. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka bergotong-royong menanam berbagai jenis pohon yang bermanfaat bagi lingkungan.

 

“Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata kami untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan udara yang lebih bersih. Kolaborasi dengan masyarakat adalah kunci suksesnya kegiatan ini,” Ujar Pelda Adri.

Kepala Dusun Gersamata, Bapak Suparman, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh anak cucu kita di masa depan. Semoga kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ungkapnya penuh harapan.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, mengapresiasi semangat masyarakat dalam kegiatan ini.

“Karya bakti seperti ini mencerminkan nilai gotong-royong yang harus terus dijaga. Selain untuk penghijauan, ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” tutupnya dengan penuh optimisme.




Pj. Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-79

Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Jumat (3/1/2025). Upacara ini dihadiri oleh pejabat daerah, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Bombana, serta sejumlah tokoh agama.

Dalam amanatnya, Pj. Bupati Bombana membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menegaskan bahwa peringatan HAB ke-79 mengusung tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menjadi bagian dari misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menekankan bahwa keberhasilan menuju Indonesia Emas hanya bisa terwujud jika umat hidup rukun dan harmonis.

“Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan kehidupan yang harmonis, tidak hanya dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga dalam relasi dengan lingkungan, alam, dan budaya. Ini sejalan dengan visi besar pemerintahan saat ini,” ujar Edy Suharmanto.

Ia juga menyoroti tantangan global yang dihadapi dunia akibat konflik berkepanjangan, yang membuat banyak negara merindukan kedamaian dan kerukunan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat kerukunan dunia dengan terus memperkuat toleransi dan keharmonisan dalam kehidupan beragama.

Lebih lanjut, Pj. Bupati Bombana menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas dan terjangkau adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlak.

“Pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan adalah cita-cita yang terus diupayakan Kementerian Agama dari waktu ke waktu. Semua warga negara, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak, baik laki-laki maupun perempuan, kaya maupun kurang mampu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Suharmanto juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam reformasi birokrasi dan penguatan meritokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Agama di Bombana agar menjadi teladan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kita harus memastikan bahwa integritas tetap menjadi nilai utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. Reformasi birokrasi yang kita jalankan bukan sekadar formalitas, tetapi harus berdampak nyata bagi peningkatan kepercayaan publik,” tegasnya.

Peringatan Hari Amal Bakti ke-79 ini juga menjadi momen refleksi untuk semakin memperkuat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Bombana. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan semakin kokoh, menjadikan Bombana sebagai daerah yang harmonis dalam keberagaman.




Cegah Parit Tersumbat dan Air Menggenang, Babinsa Koramil 02/Kabaena dan Masyarakat Gotong Royong

Bombana, Sultranet.com – Dalam upaya mencegah banjir akibat penyumbatan drainase, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin oleh Sertu Baharuddin bersama warga melaksanakan gotong royong pembersihan parit di Lingkungan Tanjung Perak, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Jumat (3/1). Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi genangan air yang dapat merusak lingkungan sekitar.

Sertu Baharuddin menyampaikan bahwa gotong royong ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pembersihan parit ini sangat penting untuk mencegah penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir, terutama di musim hujan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Baharuddin.

 

 

Kepala Lingkungan Tanjung Perak, Bapak Surdin, mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam memotivasi warga untuk bergotong royong.

Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam mengatasi masalah drainase. Kerja sama ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ungkap Surdin.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, turut memberikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” tutup Kapten Efendi.

Kegiatan gotong royong ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga. Kerja sama antara Babinsa dan masyarakat Lingkungan Tanjung Perak diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari genangan air.




APBD Bombana 2025 Tembus Rp1,167 Triliun, Pendapatan dan Belanja Seimbang

Bombana, sultranet.com | Pemerintah Kabupaten Bombana menetapkan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp1,167 triliun. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan KUA-PPAS sebelumnya yang hanya Rp1,088 triliun. Kenaikan ini disebabkan tambahan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa dari pemerintah pusat. Kamis, 2 Januari 2025.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana, Doddy A Muchlisi, menyampaikan bahwa peningkatan ini adalah peluang untuk mempercepat pembangunan sekaligus tantangan dalam mengelola anggaran dengan lebih efektif. “APBD 2025 Bombana terdiri dari rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Kenaikan pendapatan ini bersumber dari bertambahnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana desa, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ujar Doddy.

Ia menjelaskan, dari total pendapatan Rp1,167 triliun, sebesar Rp64 miliar ditargetkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara Rp1,093 triliun berasal dari Dana Transfer ke Daerah. PAD mencakup empat komponen utama: pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp26,8 miliar, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13 miliar, pajak daerah Rp13,3 miliar, dan retribusi daerah sebesar Rp8,8 miliar.

Sedangkan Dana Transfer ke Daerah terdiri atas pendapatan transfer pusat yang tidak ditentukan penggunaannya seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp615 miliar. Dana transfer yang penggunaannya telah ditentukan, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, DAU tambahan, dan Dana Desa mencapai Rp360 miliar. Kabupaten Bombana juga mendapat transfer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Rp39 miliar.

Tak hanya itu, pendapatan sah lainnya seperti dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) juga menyumbang sekitar Rp10 miliar dalam total pendapatan daerah.

Menyesuaikan dengan besarnya pendapatan, Pemkab Bombana menyusun belanja daerah 2025 dengan nilai yang sama, yaitu Rp1,167 triliun. Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan fiskal antara penerimaan dan pengeluaran. “Belanja kami rancang setara dengan pendapatan agar tidak menimbulkan defisit. Ini bentuk kehati-hatian fiskal,” jelas Doddy.

Belanja daerah itu terdiri dari empat komponen utama. Pertama, belanja operasional sebesar Rp748 miliar yang meliputi belanja pegawai, pengadaan barang dan jasa, belanja hibah, dan bantuan sosial. Kedua, belanja modal dialokasikan Rp243 miliar yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset daerah.

Selanjutnya, Pemkab menetapkan belanja tak terduga sebesar Rp8 miliar untuk kebutuhan mendesak yang tak bisa diprediksi. Terakhir, belanja transfer senilai Rp169 miliar ditujukan sebagai bantuan keuangan untuk desa, termasuk dana desa dan alokasi dana desa.

Doddy menekankan bahwa anggaran ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari rencana kerja pemerintah daerah dalam menyentuh kebutuhan publik. “Kita dorong agar setiap rupiah dari APBD 2025 bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Fokus kita pada pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Ia juga menyebut peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran berjalan baik. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prinsip utama dalam pengelolaan APBD tahun ini.

Dengan penambahan dana dari pusat dan optimalisasi PAD, APBD Bombana 2025 diharapkan menjadi instrumen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, terutama di wilayah perdesaan yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis, dengan perencanaan matang dan dukungan berbagai pihak, target-target pembangunan tahun 2025 bisa dicapai secara maksimal.