Kasus LGBT Terkuak, Polisi Wakatobi Beda Pandangan

Wakatobi, sultranet.com – Kasus LGBT yang sempat mencuat ke publik beberapa waktu lalu kini mendapatkan jalan buntu akibat perbedaan pandangan di internal Polres Wakatobi soal perkara tersebut.

Sebelumnya, dugaan kasus suka sesama jenis itu telah dipublis disalah satu website yang diduga kuat merupakan tulisan salah satu oknum polisi di Humas Polres Wakatobi.

Disebutkan dalam trinews.id, unit Turjawali Sat Samapta Polres Wakatobi saat melakukan patroli pada Selasa (07/01/2025) pukul 23.30 WITA menemukan seorang pemuda berinisial LH (28) yang diduga terlibat dalam hubungan sesama jenis (LGBT).

LH sempat menghindari kejaran petugas, namun kemudian berhasil diamankan di Polres Wakatobi. Pelaku LH mengaku kepada petugas bahwa dirinya adalah pasangan sesama jenis namun enggan menyebutkan identitas pasangannya yang kabur.

Meskipun kasus tersebut sudah terpublikasi dan disebutkan sudah ada pengakuan tersangka kepada polisi hal itu tidak serta merta sama dengan hasil penyelidikan di internal Reskrim Polres Wakatobi.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Ady Kusuma, saat ditemui oleh sejumlah wartawan menyebutkan, kasus tersebut tidak ditemukan adanya unsur LGBT.

“Kitakan fokus pada kejadian disitu bukan kejadian di tempat lain,”ucapnya, Rabu (21/01/2025).

Meski begitu, lanjut Ady, diakui pihaknya telah mendapatkan bukti berupa chatingan dan Baby oil saat dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Dari bukti yang telah ditemukan tersebut pelaku tidak bisa langsung dikategorikan sebagai tersangka kasus LGBT, sebab saat ditemukan, pelaku sedang tidak melakukan perbuatannya.

“Komunikasi yang ada di bukti chat itu komunikasi yang ada di kendari. Kan lokusnya kan di sini bukan di Kendari,”bebernya.

Selain itu, menurut Ady, Polisi seharusnya tidak langsung menjustifikasi seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan penyelidikan.

“Apalagi ini tidak dilihat perbuatannya,”tuturnya.

Pelaku juga pada malam itu telah diamankan selama 1×24 jam oleh pihak kepolisian, sementara kasus tersebut sedang dalam pengembangan, pelaku dipulangkan dengan catatan wajib lapor.




Kolaka Utara Terima Ranperda Data Desa Presisi dari Pemprov Sultra

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara bersama 16 kabupaten/kota lainnya secara resmi menerima Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara. Senin (20/1/2024)

Acara penyerahan berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (Purn) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Andap menyatakan bahwa Ranperda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data akurat.

“Ranperda ini akan menjadi acuan bagi 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara untuk menetapkan kebijakan pembangunan yang terencana, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ranperda ini juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Dengan data presisi, pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Data Desa dan Kelurahan Presisi memiliki tingkat akurasi tinggi, memberikan gambaran aktual kondisi desa dan kelurahan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan efisien,” jelas Andap.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Sultra.

“Kami optimis dengan dukungan data presisi, kebijakan di Kolaka Utara akan lebih terarah dan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penyerahan ini menandai langkah maju Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan pemerintahan berbasis data dan teknologi, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di seluruh daerah.




Sosialisasi Cegah Stunting, Ibu-Ibu di Pulau Sagori Antusias

Bombana, sultranet.com – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk melalui sosialisasi yang dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Bombana, Jumianti Wahid, di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Barat. Kegiatan ini menyasar para penerima manfaat PKH, khususnya ibu-ibu dengan anak balita, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting. (20/1)

Dalam pemaparannya, Jumianti menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak dan kesehatannya di masa depan. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan memberikan asupan gizi seimbang, ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemantauan kesehatan anak melalui posyandu dan pemeriksaan rutin guna memastikan tumbuh kembang yang optimal.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang hadir. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait pola makan sehat dan cara mengatasi masalah gizi buruk di lingkungan mereka. Salah seorang ibu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana memberikan makanan bergizi untuk anak agar tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” katanya.

Selain memberikan materi sosialisasi, Jumianti juga membagikan tips sederhana dalam memilih bahan makanan bergizi yang mudah didapatkan di sekitar Pulau Sagori. Ia mengajak para ibu untuk memanfaatkan sumber daya lokal seperti ikan, sayuran, dan buah-buahan yang kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan kesadaran ibu-ibu di Pulau Sagori semakin meningkat dalam menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak mereka, sehingga mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kerja Bakti Bersihkan Drainase di Desa Marga Jaya

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama Aparat Pemerintah dan masyarakat Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, melaksanakan kerja bakti pembersihan drainase. Senin (20/01). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir akibat sedimentasi dan penyumbatan saluran air.

Sekdes Marga Jaya, Joko P, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Babinsa dalam membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mencegah banjir dan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Serka Hambarin, mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mewujudkan kemanunggalan dengan rakyat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar lingkungan tetap bersih dan saluran air berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kegiatan gotong royong seperti ini adalah salah satu bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.




Pj. Bupati Bombana Hadiri Pendistribusian Zakat oleh BAZNAS

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri acara pendistribusian dan pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bombana. Acara ini berlangsung di halaman Kantor BAZNAS Bombana dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bombana, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, serta Ketua BAZNAS Bombana beserta jajarannya. (19/1)

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan ini yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Bombana. Semoga upaya kita dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT,” ujar Edy Suharmanto.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perekonomian lokal melalui bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kualitas pendidikan agama di pesantren. Sebagai bentuk nyata kepedulian, BAZNAS Bombana menyerahkan bantuan berupa tenda lipat kepada pelaku UMKM dan dukungan pembinaan pendidikan bagi pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan kegiatan usaha serta meningkatkan kualitas dakwah dan pengajaran di pesantren-pesantren setempat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bombana, Syamsuddin, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa dana bantuan ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bombana. “Kami berterima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam pembayaran zakat dan infak. Dana yang terkumpul kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsuddin berharap pendistribusian zakat, infak, dan sedekah ke depan dapat semakin maksimal dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Bombana akan terus berupaya mengelola dan menyalurkan dana umat dengan transparan serta bertanggung jawab untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Bombana bersama pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu, baik dari sektor ekonomi maupun pendidikan. Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat ini diharapkan dapat memperkuat program sosial dan keagamaan, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bombana.




Bersama Kades dan Aparat Desa, Babinsa Koramil 03/Poleang Bersihkan Pasar Rakyat Toburi

Bombana, SultraNET. | – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang yang dipimpin oleh Serka Zainal bersama pemerintah Desa Toburi melaksanakan kegiatan kerja bhakti pembersihan di Pasar Rakyat Desa Toburi, Kec. Poleang Utara, Kab. Bombana, Minggu (19/01). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung pasar dan menciptakan suasana yang lebih bersih dan asri.

Kepala Dusun 1, Ibu Darmiati, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kerja bakti seperti ini sangat penting untuk menciptakan pasar yang nyaman. Harapannya, kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan,” ungkap Darmiati.

Serka Zainal sebagai Babinsa Koramil 1431-03/Poleang menekankan pentingnya kolaborasi demi menjaga kebersihan pasar.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja bakti ini, kami ingin memberikan contoh nyata pentingnya gotong-royong,” ujar Zainal.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Infanteri Dahlan, juga mendukung penuh kegiatan ini.

“Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus dijaga. Semoga ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.




Puluhan Karateka Shokaido Bombana Ikuti Ujian Sabuk

Bombana, sultranet.com – Puluhan karateka dari perguruan Karate Shokaido Bombana mengikuti ujian kenaikan tingkat sabuk turun kiu di GOR Bombana, Minggu (19/1/2025).

Ujian yang diadakan setiap empat bulan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para atlet, khususnya pemegang sabuk putih, serta mempersiapkan bibit unggul untuk mewakili sekolah maupun daerah pada berbagai ajang seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Senpai Ardi, salah satu pelatih Karate Shokaido Bombana, menjelaskan bahwa ujian ini juga menjadi momen penting untuk mengevaluasi gerakan dasar dan teknik karate dari setiap peserta.

“Kami ingin menanamkan semangat dan mental juang kepada karateka, terutama mereka yang baru memulai perjalanan di sabuk putih,” katanya.

Ujian berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para karateka dari berbagai tingkatan mulai dari sabuk putih, kuning, oranye, hijau, biru, ungu, hingga coklat menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan penguji.

Proses pengujian meliputi penilaian gerakan dasar (kihon), jurus (kata), serta aplikasi gerakan dalam pertarungan (kumite) di ranting masing-masing.

Menurut Senpai Ardi, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penilaian, tetapi juga pembentukan karakter atlet muda.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan karateka yang tangguh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental, sehingga siap bertanding di berbagai event besar,” tambahnya.

Dengan pelaksanaan rutin setiap empat bulan, perguruan Karate Shokaido Bombana optimistis mampu mencetak atlet-atlet berkualitas yang dapat mengharumkan nama daerah.

Diakhir kegiatan, diumumkan seluruh peserta dinyatakan Lulus ujian dan 6 orang karateka dinyatakan lompat tingkat dari sabuk putih langsung sabuk Orange tanpa melalui sabuk kuning.




Kebakaran di Desa Paria, Dua Rumah Ludes

Bombana, sultranet.com – Kebakaran hebat melanda Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 11.45 WITA.

Dua rumah milik warga setempat dilaporkan ludes dilahap si jago merah, dengan kerugian materil ditaksir mencapai Rp110 juta.

Kapolsek Poleang, AKP Kamarudin Dona, menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik yang bermula dari rumah Saheri (38), seorang wiraswasta.

Api kemudian menjalar dengan cepat ke rumah tetangganya, Sarifuddin (40), yang berprofesi sebagai petani.

Dalam kejadian ini, rumah milik Sarifuddin mengalami kerugian materil sebesar Rp60 juta, sementara rumah Saheri ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp50 juta.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” jelas AKP Kamarudin Dona

Setelah mendapat laporan melalui telepon, personel Polsek Poleang langsung menuju lokasi kejadian.

Dibantu warga sekitar, petugas berupaya menyelamatkan barang-barang milik korban dan memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA, dan situasi dinyatakan aman terkendali.

“Kami menduga kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu rumah,” ungkapnya

Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Kewaspadaan terhadap kondisi kelistrikan sangat penting untuk mencegah musibah seperti ini,” tandasnya.

Peristiwa ini meninggalkan kesedihan bagi para korban. Solidaritas masyarakat dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban mereka.




DPPKB Bombana Gelar Penilaian Lomba UPTD Balai Penyuluh KB

Bombana, sultranet.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menggelar penilaian Lomba UPTD Balai Penyuluh KB yang melibatkan 22 kecamatan se-Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin (13/01/2025) hingga Sabtu (18/01/2025), dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan program Keluarga Berencana (KB) di tingkat kecamatan. (18/1)

Tim penilai dari DPPKB Bombana dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas mengevaluasi kinerja, administrasi, dan kesiapan Balai Penyuluh KB di setiap kecamatan. Mereka memeriksa berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, inovasi program, hingga dampak kegiatan terhadap masyarakat. Selain itu, setiap UPTD diminta mempresentasikan program unggulan mereka sebagai bagian dari penilaian.

Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Asiz, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya untuk meningkatkan standar pelayanan di seluruh Balai Penyuluh KB. “Kami ingin memastikan bahwa administrasi di setiap UPTD tertib dan sesuai standar, serta pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Asiz berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi para penyuluh KB untuk berbenah dan berinovasi dalam mendukung keberhasilan program Bangga Kencana. “Dengan adanya penilaian ini, kami ingin memacu semangat para penyuluh KB agar lebih termotivasi dalam memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan menilai kesiapan sumber daya manusia, efektivitas program penyuluhan, hingga keterlibatan masyarakat dalam mendukung program KB. Inovasi yang diterapkan di masing-masing UPTD juga menjadi perhatian tim penilai, karena diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan efektivitas pelayanan KB.

Antusiasme para penyuluh KB terlihat dalam presentasi program unggulan yang mereka lakukan. Beberapa UPTD menampilkan inovasi berbasis digital dalam penyuluhan KB, sementara yang lain mengedepankan program pemberdayaan masyarakat melalui kelompok bina keluarga balita dan remaja.

Hasil dari penilaian ini akan diumumkan pada awal Februari 2025. UPTD Balai Penyuluh KB dengan kinerja terbaik akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

DPPKB Bombana berharap melalui kegiatan ini, kualitas pelayanan KB di seluruh kecamatan semakin baik, sehingga program Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga sejahtera di Kabupaten Bombana dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.




Dinsos Bombana salurkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Desa Paria

Bombana, sultranet.com – Kebakaran hebat melanda Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 11.45 WITA. Api dengan cepat menghanguskan dua unit rumah warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. (18/1)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp110 juta. Korban pertama mengalami kerugian sekitar Rp60 juta, sementara korban kedua mengalami kerugian Rp50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh korsleting listrik. Kondisi cuaca yang panas serta bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar. Warga sekitar, dibantu aparat desa dan kepolisian setempat, berupaya memadamkan kobaran api. Namun, si jago merah baru berhasil dijinakkan setelah menghanguskan dua rumah tersebut.

Menanggapi peristiwa ini, Dinas Sosial Kabupaten Bombana segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa sembako, perlengkapan tidur, dan peralatan rumah tangga untuk membantu meringankan beban mereka.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu korban dalam memenuhi kebutuhan mendesak mereka,” ujar Andi Matahari, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bombana, saat menyerahkan bantuan kepada korban.

Sementara itu, Sekretaris Desa Paria, Sudirman, mengapresiasi perhatian dari pemerintah dan masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada korban kebakaran.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik,” ungkapnya.

Pemerintah desa juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan memastikan instalasi listrik di rumah mereka dalam kondisi baik untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.