Ganti Bupati Dinilai Jadi Solusi Masyarakat Wakatobi Sejahtera

WAKATOBI, sultranet.com – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Milenial Harum Mola Raya menyerukan pentingnya pergantian kepemimpinan di Kabupaten Wakatobi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai, program-program yang dijalankan Bupati Haliana selama menjabat dinilai gagal memenuhi harapan masyarakat.

Patto, salah satu perwakilan kelompok, menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Haliana dalam orasinya pada kampanye akbar pasangan calon (paslon) Hamiruddin dan Muhammad Ali di Bundaran Mandati, Wangi-Wangi, Sabtu (23/11/2024).

“Tidak ada alasan untuk tidak mengganti bupati. Program yang dijanjikan, seperti penciptaan lapangan kerja dan satu miliar per desa, hanya tinggal janji. Faktanya, masyarakat Bajo masih harus merantau untuk mencari pekerjaan,” serunya di hadapan ribuan warga yang hadir.

Ia juga menyoroti pentingnya seorang pemimpin menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di daerahnya. Menurutnya, berbagai langkah yang diambil Bupati Haliana justru mencederai nilai-nilai tersebut.

“Segala kesalahan dalam pengelolaan anggaran, termasuk APBD, serta gagalnya sejumlah program malah dialihkan dengan menyalahkan DPRD. Ini jelas pembodohan publik dan merusak nilai sosial budaya kita,” ujarnya.

Patto menambahkan, program pembangunan seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang saat ini berjalan, sebenarnya merupakan warisan perencanaan dari kepemimpinan Bupati Arhawi. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki inovasi baru yang signifikan.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin. Menurutnya, pergantian bupati bukan hanya soal mencari yang terbaik, tetapi juga mencegah potensi kerusakan lebih lanjut.

Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali
Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali

“Memilih pemimpin seperti Hamiruddin dan Muhammad Ali adalah solusi agar Wakatobi tidak terus terpuruk seperti sekarang,” tegasnya.

Seruan ini mendapat respons positif dari massa yang hadir. Mereka mengungkapkan dukungannya terhadap paslon Hamiruddin-Muhammad Ali, yang dinilai mampu membawa perubahan bagi Wakatobi.

Kampanye tersebut menjadi salah satu momen penting dalam menjelang Pilkada Wakatobi, di mana masyarakat semakin aktif menyuarakan aspirasi dan harapannya.

Pasangan Hamiruddin dan Muhammad Ali menawarkan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Mereka optimistis dapat membawa Wakatobi menuju era baru yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemimpin yang kompeten, pemilihan bupati mendatang diharapkan menjadi momentum perubahan besar bagi Kabupaten Wakatobi.




Laksanakan Penghijauan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Libatkan Pemdes dan Masyarakat

Bombana, SultraNET. | – Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana menjadi lokasi kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1431-03/Poleang. Dipimpin oleh Serda Justang, kegiatan ini bertujuan mencegah banjir, menciptakan suasana yang sejuk, serta memberi dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Sabtu, 23/11/2024

Sekdes Paria Sudirman menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dalam kegiatan penghijauan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang telah memilih Desa Paria sebagai lokasi kegiatan ini. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Serda Justang, sebagai koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa penghijauan ini merupakan bagian dari program TNI AD dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon ini tidak hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa udara yang lebih bersih dan lingkungan yang asri,” katanya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Saya sangat mendukung langkah yang diambil Babinsa bersama masyarakat. Kegiatan seperti ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” pungkasnya.




Pemprov Sultra Rayakan HUT KORPRI ke-53 dengan Jalan Santai dan Senam Massal

Kendari, sultranet.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar kegiatan jalan santai dan senam massal di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Jumat (22/11/2024). Acara ini diikuti oleh ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat umum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., yang membuka acara ini, menyampaikan apresiasi terhadap tema HUT KORPRI tahun ini, yakni “KORPRI untuk Indonesia”. Tema tersebut memiliki makna pentingnya kebersamaan serta semangat sehat di lingkungan KORPRI.

“Kegiatan ini menjadi momen bagi kita untuk bergerak bersama, sehat bersama, sekaligus kesempatan untuk mendapatkan doorprize. Semua hadiah ini merupakan kontribusi dari perangkat daerah dan sponsor yang mendukung perayaan HUT KORPRI ke-53 tahun 2024,” ujar Sekda Asrun.

Acara dimulai pukul 07.05 WITA dengan peserta yang mengikuti jalan santai. Rute dimulai dari halaman depan Kantor Gubernur, melewati Kantor Polda Sultra, dan berakhir di belakang Kantor Gubernur. Selama perjalanan, peserta diminta menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang dijumpai sepanjang rute. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, dan peserta yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak berhak mendapatkan hadiah menarik.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan senam massal yang juga diikuti oleh peserta dengan antusias. Senam bersama ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh dan mempererat kebersamaan di lingkungan Pemprov Sultra.

Di akhir acara, Sekda Provinsi Sultra mengumumkan undian hadiah utama, yaitu satu unit sepeda motor. Hadiah tersebut dimenangkan oleh Ariyasti Nur P3K dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sultra.

Sekda Asrun mengingatkan bahwa puncak perayaan HUT KORPRI ke-53 akan dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024. “Semoga HUT KORPRI ini dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan dedikasi kita dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, memberikan kesan mendalam bagi para pegawai negeri dan masyarakat yang turut hadir.




Pemprov Sultra Apresiasi Upaya Kantor Bahasa dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

Kendari, sultranet.com – Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. (P) Dr. Andap Budhi Revianto, melalui Sekda Sultra Drs. H. Asrun Lio.,M.Hum., Ph.D, memberikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra atas upaya mereka dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Apresiasi ini disampaikan pada acara evaluasi dan apresiasi yang digelar pada Jumat (22/11/2024) di Kendari.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Sekda Sultra yang mewakili Pj. Gubernur mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, yang diatur dalam pasal 36 UUD 1945, harus dijaga dan dipromosikan sebagai bahasa persatuan.

“Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa yang harus kita banggakan. Sebagai bahasa resmi negara, Bahasa Indonesia menjadi sarana pemersatu bangsa dan juga berfungsi sebagai alat komunikasi antarbudaya, pengantar pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Sekda Sultra.

Dalam kesempatan ini, Sekda Sultra juga menyoroti pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik di ruang publik dan dokumen lembaga. Menurutnya, pengutamaan Bahasa Indonesia sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi kewarganegaraan sepanjang hayat dan menjaga martabat bahasa negara. Ia menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik.

“Semua ini memerlukan peran serta masyarakat, terutama pemerintah dalam menegakkan penggunaan Bahasa Indonesia. Saya mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk lebih aktif dalam menggunakan bahasa negara, serta meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia dalam dokumen resmi, sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2009,” tambahnya.

Sekda Sultra juga menegaskan bahwa pengutamaan bahasa negara merupakan bagian dari upaya memartabatkan Bahasa Indonesia, baik dalam lingkungan pemerintah, pendidikan, maupun sektor swasta. Pemerintah, lanjutnya, memiliki kewajiban untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa Indonesia agar tetap relevan dan dapat memenuhi fungsi sosial, budaya, serta ekonomi di masyarakat.

“Mari kita jadikan Bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Dengan penuh rasa cinta dan bangga, kita harus selalu mengutamakan bahasa negara dalam setiap aktivitas, baik di ruang publik maupun dalam dokumen lembaga,” pesannya.

Dalam acara tersebut, Sekda Sultra juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia berharap Kantor Bahasa Provinsi Sultra terus bersinergi dengan Pemprov Sultra serta lembaga dan instansi terkait dalam upaya pengutamaan Bahasa Indonesia.

Sebagai bagian dari puncak acara, penghargaan diberikan kepada tiga lembaga terbaik yang telah menunjukkan komitmen dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lembaga lainnya untuk lebih memperhatikan penggunaan bahasa negara dalam aktivitas mereka.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sultra, narasumber berkompeten, serta berbagai pihak terkait lainnya yang mendukung program pengutamaan bahasa negara.




Rumah Orang Tua Kades Bungi di Muna Diserang OTK

MUNA, Sultranet.com – Rumah milik orang tua Kepala Desa (Kades) Bungi di Desa Bungi, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat dini hari (22/11/2024). Penyerangan tersebut mengakibatkan beberapa kaca rumah pecah.

Kades Bungi, Rahmat Riadi, mengungkapkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Ia mengatakan dirinya dibangunkan oleh keluarganya yang memberitahukan adanya kerusakan di rumah orang tuanya.

“Saya dibangunkan karena ada kejadian pemecahan kaca. Setelah saya cek, ternyata benar, kaca rumah sudah pecah berhamburan. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kontunaga,” ujarnya saat ditemui awak media di lokasi kejadian.

Meski begitu, Rahmat mengaku belum mengetahui motif maupun identitas pelaku. “Belum ada yang tahu siapa yang melakukannya. Menurut informasi dari tetangga, sempat ada motor berhenti di depan rumah sebelum terdengar suara kaca pecah. Namun, tidak ada yang melihat langsung pelaku atau jumlahnya,” jelasnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini. “Kami berharap pelakunya segera ditemukan, supaya jelas apa penyebab kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kontunaga, Ipda La Ode Musyair, S.Sos., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan tim identifikasi Polres Muna akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Nanti setelah unit identifikasi Polres selesai olah TKP, kami akan kabarkan lebih lanjut,” ujar Ipda La Ode Musyair singkat.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak keluarga berharap agar situasi segera kondusif dan pelaku segera tertangkap.




Tolea Jufri Masua Mantapkan Dukungan ke Paslon BERANI di Pilkada Bombana 2024

Bombana, sultranet.com – Tokoh adat Moronene yang selalu bertindak sebagai Tolea, Jufri Masua, secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, H. Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bombana 2024.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perhatian besar pasangan BERANI terhadap pelestarian adat dan budaya Moronene yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Untuk diketahui, Tolea dalam Suku Moronene merupakan salah satu komponen dalam kehidupan adat istiadat masyarakat yang bertugas dalam prosesi adat, khususnya dalam hal lamaran dan pernikahan yang biasa bertugas membawa lamaran, menyusul lamaran, membicarakan, memutuskan, dan mengantar pokok adat dan biaya perkawinan.

Kepada awak media ini, Jufri Masua, menilai pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani memiliki visi yang jelas untuk melestarikan adat istiadat Moronene. Hal ini tercermin dalam visi-misi mereka yang secara khusus mencantumkan pengembangan budaya lokal sebagai salah satu prioritas utama.

Baginya, dukungan ini adalah bentuk harapan agar adat dan budaya Moronene dapat terjaga dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pasangan BERANI sangat peduli terhadap budaya Moronene. Mereka memasukkan pelestarian adat dan budaya di kampung-kampung, desa, dan kecamatan sebagai bagian dari visi misi mereka. Kalau tidak diperhatikan pemerintah, adat dan budaya Moronene bisa punah. Inilah yang membuat saya mantap mendukung mereka,” ujar Jufri Masua.

Ia juga menilai sosok Burhanuddin sebagai pemimpin yang mudah dijangkau dan bersikap terbuka. Menurutnya, sikap tersebut sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.

“Pak Burhanuddin orangnya sederhana, tidak neko-neko, dan gampang ditemui. Kami merasa aspirasi kami sebagai masyarakat adat akan lebih didengar dan diperhatikan jika beliau memimpin Bombana,” tambahnya.

Jufri berharap jika pasangan BERANI terpilih, mereka dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan adat dan budaya Moronene, termasuk dengan menghadirkan program nyata untuk mendukung pelestarian adat.

“Saya sebagai tokoh adat mendukung penuh pasangan BERANI. Kami berharap jika mereka terpilih, adat dan budaya Moronene akan menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak punah dan bisa terus lestari di daerah ini,” pungkasnya.

Pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani sendiri telah menunjukkan komitmen mereka terhadap pengembangan budaya lokal melalui program unggulan yang mencakup penguatan budaya lokal. Dalam berbagai kesempatan, Burhanuddin menegaskan bahwa melestarikan budaya Moronene adalah salah satu langkah penting untuk membangun identitas daerah yang kuat.

“Pelestarian budaya adalah bagian dari pembangunan manusia dan daerah. Kami berkomitmen untuk memastikan adat dan budaya Moronene tetap menjadi kebanggaan Bombana,” ujar Burhanuddin dalam salah satu kampanyenya.

Dukungan dari tokoh adat Moronene ini menjadi dorongan kuat bagi pasangan BERANI dalam upaya mereka memenangkan Pilkada Bombana 2024. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, pasangan ini optimis dapat merealisasikan visi mereka untuk membawa Bombana menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.




Gotong Royong Bersihkan TPS Ilegal, Plt. Camat Kodeoha Gandeng Warga dan DLH

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kecamatan Kodeoha menggelar aksi Jumat Bersih dengan membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang berada di perbatasan Desa Koroha dan Kelurahan Mala-Mala, Jumat (22/11/2024). Kegiatan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan aparatur sipil honorer (ASH) Kecamatan Kodeoha, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat setempat, dengan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kolaka Utara.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH, memimpin langsung gotong royong tersebut bersama staf kecamatan. Turut hadir Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha, ST, dan Lurah Mala-Mala, Lewi, SE, yang memobilisasi warga setempat untuk membersihkan lokasi TPS ilegal yang selama ini mengganggu lingkungan.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan. Gotong royong seperti ini penting untuk memastikan kebersihan dan kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan contoh tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Syahlan Launu.

Aksi ini didukung oleh DLH Kolaka Utara yang menyediakan dua unit truk pengangkut sampah untuk membawa hasil pembersihan ke tempat pembuangan akhir (TPA) resmi di Desa Totallang, Kecamatan Lasusua. Plt. Camat Kodeoha menyampaikan terima kasih atas dukungan DLH dalam memastikan sampah dari lokasi tersebut diangkut dan dikelola dengan baik.

“Terima kasih kepada DLH Kolaka Utara atas dukungannya. Dengan bantuan armada pengangkut sampah, kami bisa menuntaskan pembersihan TPS ilegal ini. Kami harap, warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di lokasi ini,” tambahnya.

Kegiatan Jumat Bersih ini tidak hanya fokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Camat Kodeoha berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin untuk mencegah penumpukan sampah di lokasi yang tidak semestinya.

“Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak semua pihak untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya yang terus kita lestarikan,” tutup Syahlan.

Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha, ST, menyatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara rutin agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan sebagai TPS ilegal.

“Kami akan memastikan lokasi ini tetap bersih dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan karena dampaknya sangat merugikan,” kata Aldi Nugraha.

Senada dengan itu, Lurah Mala-Mala, Lewi, SE, memuji antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini. Ia menyebut partisipasi tinggi dari warga menunjukkan semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang turun langsung membantu. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini harus terus kita jaga demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Lewi.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini berhasil membersihkan TPS ilegal yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan. Sampah yang terkumpul langsung diangkut menuju TPA Desa Totallang. Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap pemerintah tetap konsisten menjaga lokasi tersebut agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.




Ciptakan Keakraban dengan Masyarakat, Babinsa Koramil 02/Kabaena Pimpin Karbak Penanaman Pohon

Bombana, SultraNET. | – Dusun 1 Desa Eemokolo, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana menjadi lokasi Karya Bakti penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, Sertu Maisa Purba. Bersama warga yang dipimpin Kepala Dusun Hasan, kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk di masa mendatang. Jumat, 22/11/2024.

Dalam kegiatan ini, Sertu Maisa Purba menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai wujud sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini memberikan manfaat besar di masa depan,” ujar Sertu Maisa.

Hasan, Kepala Dusun 1 Desa Eemokolo, mengapresiasi langkah Babinsa dan mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan semangat gotong royong yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan Bati Tuud Koramil 1431-02/Kabaena yang mewakili Danramil. “Kami sangat mendukung langkah yang diambil Babinsa bersama masyarakat. Ini adalah contoh nyata bagaimana TNI selalu hadir membantu masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penanaman pohon ini menjadi simbol keakraban antara TNI dan warga. Kegiatan yang sederhana namun berdampak besar ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. (PEN)




Pemprov Sultra Dukung Penuh Asta Cita Presiden RI Bidang Kesehatan

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI di bidang kesehatan melalui inisiasi Focus Group Discussion (FGD) Kepala Puskesmas se-Sultra.

Kegiatan yang digelar di Kendari, Kamis (21/11/2024), ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Pj. Gubernur, Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H.

Dalam sambutannya, Sekda Asrun Lio menegaskan pentingnya pertemuan ini untuk menyukseskan enam pilar transformasi kesehatan yang menjadi program prioritas nasional.

Pilar tersebut meliputi transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

“Pertemuan ini adalah langkah awal yang strategis untuk menyatukan visi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan memastikan implementasi program kesehatan berjalan optimal di tingkat puskesmas,” ujar Asrun.

Ia menyoroti peran kepala puskesmas sebagai penggerak pembangunan kesehatan di kecamatan.

“Kepala puskesmas harus menjadi pemimpin yang mengarahkan dan mengawasi pelayanan kesehatan, terutama yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Selain itu, mereka harus memastikan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung di fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Sulawesi Tenggara saat ini memiliki 308 puskesmas yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Rasio puskesmas terhadap penduduk adalah 3,34 per 30.000 penduduk. Namun, kondisi geografis yang beragam membuat rasio yang lebih relevan adalah 1 puskesmas per kecamatan.

“Dengan 231 kecamatan, kita sudah mencapai rasio 1,33. Ini menunjukkan setiap kecamatan telah memiliki minimal satu puskesmas, bahkan ada yang memiliki dua,” jelasnya, mengacu pada Permenkes No. 43 Tahun 2019 yang mengatur kebutuhan puskesmas berdasarkan kecamatan.

Sekda juga menekankan perlunya peningkatan sinergi antara layanan kesehatan primer di puskesmas dan rujukan ke rumah sakit.

“Layanan kesehatan harus cepat dan tepat, tanpa kendala administrasi yang berbelit-belit, terutama bagi pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tuturnya.

Para kepala puskesmas diminta aktif memberikan masukan terkait kebutuhan fasilitas, tenaga kesehatan, dan upaya perbaikan pelayanan di wilayah masing-masing.

“Transformasi layanan primer harus diperkuat melalui edukasi, pencegahan primer, dan sekunder untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra ini turut dihadiri Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kepala BPJS Cabang Kendari, kepala dinas kesehatan, serta kepala puskesmas se-Sultra.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Asrun Lio menyampaikan pantun motivasi:
“Mencari buah di dalam kulkas,
Yang ada hanya si buah talas.
Menjadi nakes profesional dalam bertugas,
Melayani pasien dengan hati yang ikhlas.”

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, meningkatkan aksesibilitas layanan, dan mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih merata di Sultra.




Sekda Sultra Buka Pembinaan Penyedia E-Katalog Lokal untuk Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

KENDARI, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Penjabat Gubernur Sultra, Komjen Pol. (Purn) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H, secara resmi membuka kegiatan pembinaan penyedia e-katalog lokal lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), Kamis (21/11/2024), di Kendari.

Dalam sambutannya, Asrun Lio menyampaikan arahan Pj. Gubernur bahwa salah satu isu strategis yang menjadi visi dan misi pemerintahan sebagaimana tercantum dalam Asta Cita adalah peningkatan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta dorongan terhadap industri kreatif.

“Untuk merealisasikan cita-cita ini, diperlukan kolaborasi dan sinergitas yang didukung semangat terus berbenah dan meningkatkan kemampuan dari semua pihak terkait,” ujarnya.

Sekda juga menegaskan langkah strategis yang telah disiapkan Pemprov Sultra, termasuk mendorong percepatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, kecil, dan koperasi (UMKK). Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (PDN) dan UMKK pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Langkah Strategis Pengadaan Berbasis E-Katalog Lokal
Sekda memaparkan tiga langkah konkret Pemprov Sultra dalam mendukung kebijakan tersebut:

  1. Percepatan Penayangan Produk dalam E-Katalog Lokal
    Pelaku usaha didorong segera membuat akun dan menayangkan produknya sesuai etalase yang tersedia, termasuk untuk pekerjaan konstruksi. Pemprov juga mendukung platform Bosara sebagai sarana belanja online lokal.
  2. Kewajiban Penggunaan Produk Dalam Negeri dan UMKK
    Semua kontrak kerja sama harus mencantumkan syarat penggunaan produk lokal. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wajib menghitung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari setiap paket pekerjaan.
  3. Pengalihan Proses Pengadaan ke Sistem Elektronik
    Sistem pengadaan manual akan dialihkan sepenuhnya ke pengadaan berbasis elektronik guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan monitoring serta pengambilan keputusan.

Dorong Kesejahteraan dan Integritas
Melalui penerapan kebijakan ini, Pemprov Sultra berharap dapat mendorong pemanfaatan produk lokal sehingga berdampak positif pada pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan langkah-langkah ini, pengadaan barang dan jasa pemerintah diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berintegritas,” kata Asrun Lio.

Ia juga mengimbau para peserta untuk mengikuti pembinaan hingga akhir guna memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas di bidang pengadaan barang dan jasa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pasar Digital LKPP RI, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sultra, serta sejumlah pihak terkait lainnya.