KPU Muna Dituding Keliru Pasang Baliho Pilkada, Independensi Dipertanyakan

MUNA, Sultranet.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, tengah menjadi sorotan setelah baliho iklan Pilkada yang terpasang di berbagai wilayah mengajak masyarakat untuk memilih angka “1” pada pemilihan yang dijadwalkan pada 27 November 2024 mendatang. Kontroversi ini memicu dugaan adanya kelalaian dalam proses pemasangan baliho yang diduga dapat menimbulkan keraguan terhadap independensi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Terkait hal ini, Liaison Officer (LO) pasangan calon Bupati Muna nomor urut 2, La Ode Muhammad Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, Taufan, menilai bahwa KPU Muna tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya.

“Kenapa KPU melakukan hal ini? Ini jelas kesengajaan yang seharusnya bisa disortir dengan lebih teliti sebelum baliho tersebut disebar dan dipasang di berbagai lokasi,” tegas Taufan, Minggu (24/11/2024).

Taufan lebih lanjut menduga bahwa tindakan tersebut menunjukkan adanya keberpihakan KPU kepada salah satu pasangan calon Bupati. Menurutnya, jika KPU Muna lebih berhati-hati dan teliti, hal ini tidak akan terjadi dan tidak akan memicu dugaan ketidaknetralan dalam Pilkada Muna.

Senada dengan Taufan, Koordinator Media Center pasangan calon Bupati Muna, Anton Laeti, juga mengkritik ketidaktelitian KPU dalam pemasangan baliho Pilkada. Ia menilai bahwa bila pihaknya melakukan kesalahan serupa, dapat berakibat fatal bagi kampanye mereka.

“Jika kami yang ceroboh seperti KPU, bisa saja kami kebobolan dan diuntungkan dengan pemasangan baliho yang mengarahkan masyarakat untuk memilih nomor 1,” ujar Anton.

Anton menambahkan, jika KPU Muna benar-benar cermat dalam menjalankan tugasnya, mestinya baliho tersebut diperiksa secara rinci sebelum dipasang.

“Seharusnya, baliho iklan Pilkada itu disortir dengan teliti dan tidak terpasang begitu saja. Jangan sampai kami menunggu sanggahan dari masyarakat untuk memperbaiki kesalahan yang seharusnya bisa dihindari sejak awal,” tegasnya.

Menanggapi kontroversi tersebut, Sekretaris KPU Muna, La Halisi, mengonfirmasi bahwa baliho yang bermasalah tersebut telah diturunkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Baliho tersebut sudah dijelaskan oleh ketua Tim Paslon 02 di hotel DJ Pa Rayatimu, Pak Hipno dan Pak Rayu meminta untuk diturunkan, dan itu sudah dilakukan oleh PPK dan PPS,” ujarnya.

Meskipun baliho tersebut sudah diperbaiki, kasus ini menambah daftar panjang keraguan masyarakat terhadap kredibilitas KPU Muna dalam menyelenggarakan Pilkada. Kini, banyak pihak berharap agar KPU Muna dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam mengelola tahapan Pilkada yang semakin dekat.




Waspada Banjir di Musim Penghujan, Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit di Desa Pulau Tambako

Bombana, SultraNET. |– Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama masyarakat Desa Pulau Tambako melaksanakan Gotong Royong membersihkan parit di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir yang sering terjadi saat musim penghujan. 24/11/2024

Kerja bakti ini dihadiri oleh Kepala Desa Pulau Tambako, Asmading, Kepala Dusun 1 Burhan, serta empat Babinsa, yakni Sertu La Salihu, Sertu Sukmar, Serda Samsudin, dan Serda Sambas D. Selain itu, sekitar puluhan warga setempat turut serta dalam kegiatan yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan memperlancar aliran air di drainase desa.

Kepala Desa Pulau Tambako, Asmading, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Babinsa dalam kegiatan gotong royong ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Babinsa terhadap lingkungan di wilayah kami. Kegiatan ini sangat membantu mencegah banjir yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Sertu La Salihu, menambahkan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya TNI mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga, terutama menghadapi ancaman banjir di musim penghujan,” katanya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Babinsa dan warga. “Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat. Kami sangat mendukung langkah ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman dari banjir,” pungkasnya.




Penertiban APK di Kecamatan Kodeoha, Semua Alat Peraga Kampanye Dicopot Sesuai Aturan

KODEOHA, sultranet.com – Penertiban alat peraga kampanye (APK) di Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, dilaksanakan pada Minggu (24/11/2024). Kegiatan ini melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kodeoha, Pemerintah Kecamatan Kodeoha, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kecamatan Kodeoha, serta didampingi oleh anggota Polsek Kodeoha yang mewakili Kapolsek, dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kodeoha. Seluruh Pengawas Kelurahan/Desa juga turut serta dalam proses penertiban ini.

Penertiban APK ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh alat peraga kampanye yang telah dipasang sebelumnya, baik oleh para calon maupun relawan, sudah dibersihkan dan dicopot sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pencopotan APK dilakukan di seluruh titik, baik itu di fasilitas umum maupun di lokasi warga.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH, dalam arahannya kepada seluruh petugas yang terlibat menekankan pentingnya menjaga adab dan ketertiban.

“Penertiban APK ini harus dilakukan dengan penuh kesopanan. Sebelum mencabut APK, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah atau posko. Kita harus tetap menjaga prinsip sipakatau, yaitu saling menghargai,” ungkap Syahlan.

Proses penertiban berlangsung dengan lancar berkat partisipasi aktif warga dan relawan masing-masing calon. Mereka turut serta dalam mencopot APK di wilayahnya masing-masing. Syahlan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah, warga sangat kooperatif. Relawan-relawan dari masing-masing calon pun turut berpartisipasi aktif dalam membantu proses penertiban ini,” kata Syahlan.

Ketua Panwascam Kodeoha, Ary Saputra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penertiban APK dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi alat peraga kampanye yang terpasang di masa tenang Pilkada ini.

“Kami akan memastikan semua APK yang terpasang dicopot sesuai aturan, sehingga tahapan Pilkada berjalan lancar dan tanpa pelanggaran,” tegas Ariyadi.

Ketua PPK Kodeoha, Baso Maryam, juga memberikan penjelasan terkait pentingnya kegiatan penertiban APK ini. “Pencopotan APK ini merupakan bagian dari tahapan Pilkada yang harus dilakukan dengan disiplin. Kami berharap agar seluruh masyarakat dan relawan dapat memahami dan mendukung upaya ini,” ujarnya.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan Pilkada di Kecamatan Kodeoha dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, tanpa ada pelanggaran ataupun gangguan dari pemasangan APK yang tidak sesuai ketentuan.




Pemprov Sultra Genjot Kinerja Jelang Akhir Tahun Anggaran 2024

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong pencapaian target kinerja yang optimal menjelang akhir Tahun Anggaran 2024. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya di lingkup Sekretariat Daerah, untuk fokus pada pencapaian hasil kerja yang memuaskan dalam sisa waktu pelaksanaan anggaran yang kini hanya tersisa sekitar 20 hari.

Dalam rapat evaluasi capaian kinerja program dan kegiatan semester II Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kendari, Minggu (24/11/2024), Asrun Lio menekankan pentingnya sinergitas antar biro di lingkungan Pemprov Sultra. “Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memantau sejauh mana progres capaian kinerja kita, serta memperkuat sinergitas agar kinerja pemerintah semakin optimal,” ujarnya.

Sekda Sultra menjelaskan, pencapaian kinerja yang baik dapat terwujud melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antar unit kerja. Selain itu, pelaksanaan program dan kegiatan harus dilakukan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, serta diimbangi dengan administrasi yang tertib dan pengendalian internal yang ketat. “Kami berharap pengendalian internal yang dilakukan secara sistematis mulai dari Sekda selaku pengguna anggaran hingga pejabat pengadaan dapat memastikan semua kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Laode Fasikin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Sultra yang hadir mewakili Sekda, menambahkan bahwa evaluasi capaian kinerja ini penting untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dan mencari solusi terbaik. “Menggunakan sisa waktu sebaik-baiknya sangat penting untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, mengingat kita telah memasuki triwulan IV atau akhir semester II 2024,” ujarnya.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Pemprov Sultra, LM Martosiswoyo SE M.Si, menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar pejabat terkait, termasuk kuasa pengguna anggaran, PPK, dan PPTK, guna mempercepat penyerapan anggaran. Ia juga menyatakan bahwa rapat evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui kendala yang dihadapi dan mencari solusi bersama.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Kepala Biro, serta sejumlah kepala bagian dan fungsional madya lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sultra ini, Ketua Panitia Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Pembangunan Daerah Biro Lingkup Setda Provinsi Sultra, Yakop Udi SE M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan berdasarkan sejumlah peraturan perundang-undangan, termasuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Gubernur Sultra Nomor 19 Tahun 2021.

Yakop juga menegaskan bahwa tujuan dari rapat ini adalah untuk meningkatkan efektivitas program dan kegiatan Biro Setda Provinsi Sultra agar dapat diselesaikan tepat waktu, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, sehingga hasil pembangunan dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

Dengan adanya evaluasi ini, Pemprov Sultra berharap agar percepatan realisasi anggaran dan kualitas pelaksanaan program kegiatan dapat tercapai dengan baik di penghujung Tahun Anggaran 2024.




Pemprov Sultra Ajak Dunia Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

KENDARI, sultranet.com  – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara utama dalam International Conference on Augmenting Artificial-Human Intelligence (ICAAHI) 2024 yang digelar di Kendari pada Sabtu, (23/11/2024). Pada kesempatan tersebut, Asrun Lio mewakili Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto., S.I.K., M.H, yang juga turut berpartisipasi dalam konferensi internasional ini.

Dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan Bahasa Inggris, Sekda Sultra menyampaikan bahwa tema konferensi kali ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, yakni mengenai peningkatan kecerdasan buatan manusia. Ia menjelaskan, Augmented AI atau kecerdasan buatan yang ditingkatkan adalah konsep yang berfokus pada peningkatan kecerdasan manusia dengan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (AI).

“Augmented AI adalah konsep yang berfokus pada peningkatan kecerdasan manusia, dengan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi, dimana sistem AI memberdayakan manusia untuk mencapai hasil lebih baik daripada yang dapat dicapai manusia atau AI itu sendiri,” ujar Asrun Lio.

Sekda Sultra yang juga merupakan mantan Kepala Pusat Studi Eropa di Universitas Halu Oleo (UHO) ini menjelaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, dan teknik. Di sektor kesehatan, AI dapat meningkatkan kemampuan dalam diagnostik, perawatan yang dipersonalisasi, serta bedah robotik. Dalam pendidikan, AI dimanfaatkan sebagai platform pembelajaran adaptif dan tutor digital. Sementara itu, di bidang bisnis, AI bisa memperbaiki pengambilan keputusan melalui analitik prediktif dan wawasan tren pasar.

“AI juga dapat dimanfaatkan pada industri kreatif untuk seni, menulis, dan produksi multimedia. Di sektor teknik, AI yang ditingkatkan dapat membantu dalam optimasi dan simulasi desain,” tambahnya.

Meski memiliki potensi besar, Asrun Lio juga menyoroti tantangan yang muncul seiring implementasi Augmented AI. Beberapa pertanyaan penting harus dijawab bersama, seperti bagaimana memastikan sistem AI berfungsi secara adil dan tanpa bias, membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem AI, serta menghindari ketergantungan berlebihan pada teknologi yang mengancam kemampuan manusia dalam pengambilan keputusan.

“Ini adalah sejumlah pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama-sama. Menatap ke depan, ditambah lagi dengan keberadaan AI yang sangat menjanjikan maka beberapa bidang pengembangan yang perlu diperhatikan termasuk: sistem simbiotik, komputasi neuromorfik, antarmuka otak-komputer, dan kebijakan serta kerangka kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Sultra menjelaskan bahwa di Sultra, pemerintah daerah sudah mengambil beberapa langkah konkret untuk mendukung pengembangan dan penerapan Augmented AI di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, perguruan tinggi di Sultra diminta untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran, seperti yang telah dilakukan oleh Universitas Halu Oleo yang mengembangkan platform pembelajaran online berbasis AI. Pemerintah juga menyelenggarakan program pelatihan coding dan robotik bagi siswa sekolah untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Di sektor kesehatan, RSUD Bahteramas di Kendari telah menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan teknologi AI. Beberapa klinik dan puskesmas di Sultra juga mulai menggunakan aplikasi telemedis untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Di sektor pertanian, teknologi AI dimanfaatkan dengan penggunaan drone untuk pemetaan lahan pertanian dan pemantauan hama serta penyakit tanaman.

“Saat ini, beberapa tempat wisata di Sultra juga mulai memanfaatkan teknologi AI yang ditingkatkan, seperti aplikasi berbasis augmented reality (AR) untuk mempromosikan tempat wisata, serta penggunaan virtual reality (VR) untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik,” kata Asrun Lio.

Meski begitu, ia mengakui bahwa implementasi Augmented AI di Sultra masih dalam tahap awal dan menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia optimis bahwa dengan kerja keras dan dukungan berbagai pihak, Augmented AI dapat memberikan kontribusi besar untuk kemajuan Sultra dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap konferensi ini dapat menjadi forum yang produktif untuk berbagi ilmu, bertukar gagasan, dan membangun jaringan. Semoga konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk kemajuan Sultra dan Indonesia secara umum,” harapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pakar internasional, antara lain Prof. DR. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric, Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, serta dosen-dosen dari berbagai universitas ternama seperti DR. Ahmed J. Obaid dari Universitas Kufa Irak, dan DR. Dalwinder Kaur dari Universitas Globalnxt Manipal, Malaysia.

Pemerintah Daerah Sultra berkomitmen untuk mendukung pengembangan Augmented AI secara bertanggung jawab demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 




Lautan Manusia Padati Kampanye Akbar BERANI di Pilkada Bombana

Bombana, sultranet.com – Sekitar dua puluh ribu pendukung memadati lapangan eks MTQ di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), Sabtu (23/11).

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Bombana. Massa memadati lapangan utama hingga ke area sekitar, menciptakan lautan manusia yang penuh semangat mendukung pasangan BERANI. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan dukungan politik, tetapi juga harapan besar akan perubahan di Bombana.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, yang juga merupakan salah satu tokoh politik pendukung pasangan BERANI, tampil memberikan orasi. Dalam pidatonya, Iskandar menyampaikan keyakinannya bahwa pasangan nomor urut 1 ini akan keluar sebagai pemenang dalam Pilkada 2024. Keyakinan itu, menurutnya, didasarkan pada respon positif masyarakat selama kunjungannya ke berbagai desa dan kelurahan di Bombana.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap intimidasi yang mungkin mereka alami. Iskandar juga menekankan pentingnya menjaga netralitas, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), agar pemilih dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas tanpa tekanan apa pun.

“Jangan takut dengan intimidasi! Pilihlah sesuai hati nurani. ASN juga harus netral, jangan sampai ada yang mempengaruhi pilihan rakyat. Kapal besar perubahan sebentar lagi tiba di dermaga tujuan, dan dermaga itu adalah kemenangan untuk Bombana yang lebih baik bersama BERANI,” serunya dengan lantang.

Calon Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turut memberikan orasi yang membakar semangat massa. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran ribuan pendukung yang rela datang meski di bawah terik matahari. Ahmad Yani menyebut dukungan ini adalah bentuk nyata dari semangat dan solidaritas masyarakat Bombana.

“Kami berkomitmen membawa Bombana keluar dari ketertinggalan. Ini bukan janji kosong, tapi tekad kuat kami untuk menjadikan Bombana daerah yang lebih maju. Bersama, kita wujudkan perubahan yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.

Calon Bupati Bombana, H. Burhanuddin, dalam orasinya mengungkapkan visi dan misinya untuk membawa Bombana menuju perubahan besar. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Pilkada bukan sekadar ambisi politik, melainkan panggilan hati untuk mengabdi kepada masyarakat Bombana.

“Sisa hidup saya akan saya abdikan sepenuhnya untuk melayani masyarakat Bombana. Kami berkomitmen membangun infrastruktur, meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mendorong kemajuan ekonomi serta kebudayaan daerah. Bombana harus bangkit dan sejajar dengan daerah maju lainnya,” ucapnya dengan penuh semangat.

Burhanuddin juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukung yang hadir. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pasangan BERANI pada 27 November 2024 di TPS masing-masing sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perubahan yang diimpikan bersama.

Kampanye akbar ini juga dihadiri dua anggota DPR RI, yakni Rusda Mahmud dari Partai Demokrat dan Jaelani dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi pasangan BERANI.

Rusda Mahmud dalam orasinya menyebut pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani sebagai sosok pemimpin dengan visi yang jelas untuk Bombana. Menurutnya, keduanya adalah harapan baru bagi daerah yang selama ini dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.

“Pasangan BERANI adalah harapan baru bagi Bombana. Mereka memiliki tekad yang kuat dan program kerja yang terarah untuk membawa perubahan besar di daerah ini,” ujar Rusda Mahmud.

Jaelani menambahkan bahwa pasangan BERANI adalah kombinasi sempurna antara pengalaman dan keberanian untuk mewujudkan perubahan di Bombana.

“Burhanuddin dan Ahmad Yani adalah pemimpin yang tepat. Mereka punya komitmen dan pengalaman untuk menjadikan Bombana lebih maju. Kami yakin mereka akan membawa daerah ini ke arah yang lebih baik,” tegas Jaelani.

Ribuan massa yang hadir dalam kampanye tersebut menjadi bukti nyata bahwa pasangan BERANI memiliki dukungan yang besar dari masyarakat Bombana. Dengan semangat tinggi dan antusiasme yang meluap, Pilkada 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan masa depan daerah mereka.




Ganti Bupati Dinilai Jadi Solusi Masyarakat Wakatobi Sejahtera

WAKATOBI, sultranet.com – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Milenial Harum Mola Raya menyerukan pentingnya pergantian kepemimpinan di Kabupaten Wakatobi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai, program-program yang dijalankan Bupati Haliana selama menjabat dinilai gagal memenuhi harapan masyarakat.

Patto, salah satu perwakilan kelompok, menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Haliana dalam orasinya pada kampanye akbar pasangan calon (paslon) Hamiruddin dan Muhammad Ali di Bundaran Mandati, Wangi-Wangi, Sabtu (23/11/2024).

“Tidak ada alasan untuk tidak mengganti bupati. Program yang dijanjikan, seperti penciptaan lapangan kerja dan satu miliar per desa, hanya tinggal janji. Faktanya, masyarakat Bajo masih harus merantau untuk mencari pekerjaan,” serunya di hadapan ribuan warga yang hadir.

Ia juga menyoroti pentingnya seorang pemimpin menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di daerahnya. Menurutnya, berbagai langkah yang diambil Bupati Haliana justru mencederai nilai-nilai tersebut.

“Segala kesalahan dalam pengelolaan anggaran, termasuk APBD, serta gagalnya sejumlah program malah dialihkan dengan menyalahkan DPRD. Ini jelas pembodohan publik dan merusak nilai sosial budaya kita,” ujarnya.

Patto menambahkan, program pembangunan seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang saat ini berjalan, sebenarnya merupakan warisan perencanaan dari kepemimpinan Bupati Arhawi. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki inovasi baru yang signifikan.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin. Menurutnya, pergantian bupati bukan hanya soal mencari yang terbaik, tetapi juga mencegah potensi kerusakan lebih lanjut.

Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali
Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali

“Memilih pemimpin seperti Hamiruddin dan Muhammad Ali adalah solusi agar Wakatobi tidak terus terpuruk seperti sekarang,” tegasnya.

Seruan ini mendapat respons positif dari massa yang hadir. Mereka mengungkapkan dukungannya terhadap paslon Hamiruddin-Muhammad Ali, yang dinilai mampu membawa perubahan bagi Wakatobi.

Kampanye tersebut menjadi salah satu momen penting dalam menjelang Pilkada Wakatobi, di mana masyarakat semakin aktif menyuarakan aspirasi dan harapannya.

Pasangan Hamiruddin dan Muhammad Ali menawarkan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Mereka optimistis dapat membawa Wakatobi menuju era baru yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemimpin yang kompeten, pemilihan bupati mendatang diharapkan menjadi momentum perubahan besar bagi Kabupaten Wakatobi.




Laksanakan Penghijauan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Libatkan Pemdes dan Masyarakat

Bombana, SultraNET. | – Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana menjadi lokasi kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1431-03/Poleang. Dipimpin oleh Serda Justang, kegiatan ini bertujuan mencegah banjir, menciptakan suasana yang sejuk, serta memberi dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Sabtu, 23/11/2024

Sekdes Paria Sudirman menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dalam kegiatan penghijauan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang telah memilih Desa Paria sebagai lokasi kegiatan ini. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Serda Justang, sebagai koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa penghijauan ini merupakan bagian dari program TNI AD dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon ini tidak hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa udara yang lebih bersih dan lingkungan yang asri,” katanya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Saya sangat mendukung langkah yang diambil Babinsa bersama masyarakat. Kegiatan seperti ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” pungkasnya.




Pemprov Sultra Rayakan HUT KORPRI ke-53 dengan Jalan Santai dan Senam Massal

Kendari, sultranet.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar kegiatan jalan santai dan senam massal di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Jumat (22/11/2024). Acara ini diikuti oleh ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat umum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., yang membuka acara ini, menyampaikan apresiasi terhadap tema HUT KORPRI tahun ini, yakni “KORPRI untuk Indonesia”. Tema tersebut memiliki makna pentingnya kebersamaan serta semangat sehat di lingkungan KORPRI.

“Kegiatan ini menjadi momen bagi kita untuk bergerak bersama, sehat bersama, sekaligus kesempatan untuk mendapatkan doorprize. Semua hadiah ini merupakan kontribusi dari perangkat daerah dan sponsor yang mendukung perayaan HUT KORPRI ke-53 tahun 2024,” ujar Sekda Asrun.

Acara dimulai pukul 07.05 WITA dengan peserta yang mengikuti jalan santai. Rute dimulai dari halaman depan Kantor Gubernur, melewati Kantor Polda Sultra, dan berakhir di belakang Kantor Gubernur. Selama perjalanan, peserta diminta menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang dijumpai sepanjang rute. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, dan peserta yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak berhak mendapatkan hadiah menarik.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan senam massal yang juga diikuti oleh peserta dengan antusias. Senam bersama ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh dan mempererat kebersamaan di lingkungan Pemprov Sultra.

Di akhir acara, Sekda Provinsi Sultra mengumumkan undian hadiah utama, yaitu satu unit sepeda motor. Hadiah tersebut dimenangkan oleh Ariyasti Nur P3K dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sultra.

Sekda Asrun mengingatkan bahwa puncak perayaan HUT KORPRI ke-53 akan dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024. “Semoga HUT KORPRI ini dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan dedikasi kita dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, memberikan kesan mendalam bagi para pegawai negeri dan masyarakat yang turut hadir.




Pemprov Sultra Apresiasi Upaya Kantor Bahasa dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

Kendari, sultranet.com – Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. (P) Dr. Andap Budhi Revianto, melalui Sekda Sultra Drs. H. Asrun Lio.,M.Hum., Ph.D, memberikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra atas upaya mereka dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Apresiasi ini disampaikan pada acara evaluasi dan apresiasi yang digelar pada Jumat (22/11/2024) di Kendari.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Sekda Sultra yang mewakili Pj. Gubernur mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, yang diatur dalam pasal 36 UUD 1945, harus dijaga dan dipromosikan sebagai bahasa persatuan.

“Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa yang harus kita banggakan. Sebagai bahasa resmi negara, Bahasa Indonesia menjadi sarana pemersatu bangsa dan juga berfungsi sebagai alat komunikasi antarbudaya, pengantar pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Sekda Sultra.

Dalam kesempatan ini, Sekda Sultra juga menyoroti pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik di ruang publik dan dokumen lembaga. Menurutnya, pengutamaan Bahasa Indonesia sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi kewarganegaraan sepanjang hayat dan menjaga martabat bahasa negara. Ia menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik.

“Semua ini memerlukan peran serta masyarakat, terutama pemerintah dalam menegakkan penggunaan Bahasa Indonesia. Saya mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk lebih aktif dalam menggunakan bahasa negara, serta meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia dalam dokumen resmi, sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2009,” tambahnya.

Sekda Sultra juga menegaskan bahwa pengutamaan bahasa negara merupakan bagian dari upaya memartabatkan Bahasa Indonesia, baik dalam lingkungan pemerintah, pendidikan, maupun sektor swasta. Pemerintah, lanjutnya, memiliki kewajiban untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa Indonesia agar tetap relevan dan dapat memenuhi fungsi sosial, budaya, serta ekonomi di masyarakat.

“Mari kita jadikan Bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Dengan penuh rasa cinta dan bangga, kita harus selalu mengutamakan bahasa negara dalam setiap aktivitas, baik di ruang publik maupun dalam dokumen lembaga,” pesannya.

Dalam acara tersebut, Sekda Sultra juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia berharap Kantor Bahasa Provinsi Sultra terus bersinergi dengan Pemprov Sultra serta lembaga dan instansi terkait dalam upaya pengutamaan Bahasa Indonesia.

Sebagai bagian dari puncak acara, penghargaan diberikan kepada tiga lembaga terbaik yang telah menunjukkan komitmen dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lembaga lainnya untuk lebih memperhatikan penggunaan bahasa negara dalam aktivitas mereka.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sultra, narasumber berkompeten, serta berbagai pihak terkait lainnya yang mendukung program pengutamaan bahasa negara.