Sinergi Pentahelix, Strategi BPN Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Jakarta – Badan Pangan Nasional (BPN) menggalakkan pendekatan sinergi pentahelix sebagai strategi utama menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku bisnis, komunitas, akademisi, dan media untuk memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi BPN, Nita Yulianis, menegaskan pentingnya sinergi ini untuk menjaga ketersediaan pangan yang berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada impor. “Penyediaan pangan bersifat strategis secara nasional. Sinergi pentahelix menjadi langkah kunci dalam menjaga rantai pasok pangan agar tetap stabil dari produksi hingga konsumsi,” ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Makan Bergizi Gratis, Pasokan Pangan Cukupkah?”, Senin (11/11).

Indonesia, yang tercatat sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia dengan kontribusi 6% terhadap total produksi global berdasarkan data USDA 2022, memiliki modal besar untuk mewujudkan ketahanan pangan. Produksi beras nasional mencapai 31.540 ton, menjadi salah satu fondasi utama dalam memastikan kebutuhan pangan domestik terpenuhi.

BPN juga menaruh perhatian pada stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen. Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih berada di bawah angka 100 menunjukkan pendapatan petani belum optimal. Dengan menjaga harga pangan yang layak di tingkat produsen, pemerintah berharap petani mendapatkan insentif memadai sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.

Lebih lanjut, BPN mendorong pemanfaatan keberagaman pangan lokal seperti umbi-umbian dan sagu sebagai alternatif karbohidrat, melalui kampanye Gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). “Kami mendorong masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa, untuk mencintai pangan lokal. Indonesia kaya akan sumber pangan, tidak hanya beras, tetapi juga berbagai sumber karbohidrat lainnya,” kata Nita.

Selain diversifikasi pangan, BPN menggalakkan kampanye “Stop Boros Pangan” untuk mengurangi pemborosan yang mencapai 10 juta ton setiap tahun. Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola dan mengonsumsi pangan, mengingat potensi pangan yang terbuang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Pendekatan sinergi pentahelix memungkinkan BPN menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan distribusi dan harga pangan. Strategi ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama pemerintah saat ini.

BPN optimistis melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, tantangan ketahanan pangan dapat diatasi dengan lebih efektif, sehingga menciptakan stabilitas pangan yang berkelanjutan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.




Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan dengan Program Makan Bergizi Gratis

Di tengah ancaman krisis pangan global dan potensi kelaparan akibat dampak perubahan iklim, pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat. Salah satu langkah strategis adalah mengoptimalkan cadangan pangan nasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, yang menyasar pelajar di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem seperti El Nino, yang kerap memengaruhi produksi pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan rawa di luar Jawa untuk dijadikan sumber ketahanan pangan.

“Kita telah mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan, Sumatera, dan Papua sebagai alternatif pengganti lahan sawah yang terus berkurang akibat alih fungsi. Ini merupakan solusi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan,” ungkap Yudi dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Makan Bergizi Gratis, Pasokan Pangan Cukupkah?”, Senin (11/11).

Selain itu, Kementerian Pertanian mencanangkan program cetak sawah baru dengan target seluas 3 juta hektare hingga 2029. Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki jaringan irigasi tersier, sehingga infrastruktur pertanian dapat mendukung peningkatan produksi pangan secara maksimal.

Program lainnya, Gerakan Pangan Merah Putih (GPMP), bertujuan mendorong masyarakat menanam sayuran, umbi-umbian, dan komoditas protein hewani di pekarangan rumah. Inisiatif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pemerintah juga menargetkan setiap desa memiliki Dapur Bergizi untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat sekitar.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menambahkan bahwa cadangan pangan pemerintah (CPP) memegang peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, terutama di tengah kondisi darurat atau bencana. Program ini juga mendukung agenda penanggulangan stunting di wilayah rentan pangan seperti Papua.

Menurut Nita, program Makan Bergizi Gratis tak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, tetapi juga mendorong konsumsi pangan lokal seperti ubi, sagu, dan ikan, yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah. “Kearifan lokal harus dioptimalkan agar daerah tidak bergantung pada bahan pangan yang didatangkan dari luar wilayah,” tegasnya.

Bapanas juga mendorong edukasi konsumsi pangan lokal melalui berbagai program di sekolah, yang saat ini telah menjangkau 90 sekolah di 30 kabupaten/kota. Selain itu, gerakan konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) terus digaungkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat.

Pemerintah optimistis dengan berbagai program yang telah diluncurkan, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, meski tantangan global terus mengintai.




Peringatan Hari Pahlawan ke-79 di Bombana, Pj. Bupati Ajak Masyarakat Teladani Semangat Perjuangan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-79 dengan penuh khidmat di Halaman Kantor Bupati Bombana, pada Minggu (10/11/2024).

Upacara dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bombana, Anggota DPRD Kabupaten Bombana, Plh. Sekretaris Daerah, Asisten/Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal daerah, veteran/warakawuri, serta organisasi kemasyarakatan dan staf ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.

Upacara yang berlangsung dengan penuh penghormatan tersebut juga turut serta memperingati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada kesempatan ini, Pj. Bupati Edy Suharmanto membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, yang mengusung tema Hari Pahlawan tahun ini, yakni “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu.” Tema tersebut mengingatkan masyarakat akan pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan mengaplikasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“‘Teladani Pahlawanmu’ mengingatkan kita untuk terus berpegang pada nilai-nilai kepahlawanan dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Pj. Bupati Edy Suharmanto dalam sambutannya.

Menurutnya, meneladani pahlawan bukan hanya soal menghargai jasa-jasa mereka, tetapi juga menghidupkan semangat perjuangan melalui tindakan nyata untuk kemajuan bangsa.

Pj. Bupati juga menambahkan bahwa tema “Cintai Negerimu” mengandung makna yang dalam, yaitu setiap individu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan negara melalui solidaritas sosial, persatuan, dan semangat kebersamaan antar sesama anak bangsa.

Hal ini menjadi pesan utama yang diharapkan dapat menggugah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk selalu memberikan yang terbaik bagi negara.

“Mencintai negeri berarti memberikan kontribusi nyata demi kemajuan bangsa. Ini bisa dilakukan melalui semangat kebersamaan dan persatuan yang menguatkan kita sebagai satu bangsa,” kata Edy Suharmanto.

Selain itu, Pj. Bupati juga menyampaikan harapannya agar setiap peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat baru di kalangan masyarakat. Ia berharap, di setiap momen seperti ini, muncul sosok-sosok baru yang mampu memberikan inovasi serta solusi bagi bangsa sesuai dengan tantangan zaman yang ada.

“Semoga dari setiap peringatan Hari Pahlawan, muncul semangat baru untuk memajukan bangsa, serta ada inovasi-inovasi yang mewujudkan nilai-nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangan zaman,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati Bombana menegaskan agar masyarakat tidak pernah lelah untuk terus berbuat yang terbaik. Ia mengajak semua pihak untuk meneladani dan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita implementasikan sifat-sifat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat, mulai dari diri kita, mulai dari hal yang paling kecil yang dapat kita lakukan di sekitar kita untuk kemaslahatan masyarakat,” tutupnya.

Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Bombana ini berlangsung dengan penuh khidmat, mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghargai jasa para pahlawan. Momen ini juga menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa, baik melalui karya nyata maupun sikap saling membantu dan mendukung antar sesama.




Pemprov Sultra Sambut Menparekraf RI, Wisata Labengki Jadi Sorotan Nasional

KENDARI, sultranet.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, tiba di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat (11/11/2024). Kedatangannya di Bandara Haluoleo disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Penjabat (Pj.) Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H.

Kunjungan Menparekraf kali ini memiliki makna penting, terutama karena berkaitan dengan penjurian tahap akhir Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Salah satu destinasi andalan Sultra, Desa Wisata Labengki di Kabupaten Konawe Utara (Konut), berhasil masuk dalam daftar 50 desa wisata terbaik di Indonesia.

“Pak Menteri akan langsung menuju Desa Wisata Labengki di Konut, yang memiliki berbagai agenda penting terkait ADWI. Tema besar ajang ini adalah ‘Pariwisata Hijau Berkelas Dunia.’ Salah satu spot unggulan yang akan dikunjungi adalah Goa Kolam Renang,” ujar Sekda Sultra.

Menurut Asrun, kunjungan Menparekraf ini memberikan peluang besar bagi Sultra untuk memperkenalkan potensi wisata unggulannya ke kancah nasional dan internasional. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata dengan melibatkan peran aktif masyarakat, terutama melalui pengembangan UMKM lokal.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan masukan strategis untuk pengelolaan destinasi wisata, termasuk pengembangan daya tarik, peningkatan kualitas SDM, adaptasi terhadap teknologi, serta penguatan produk lokal seperti makanan dan kerajinan khas Sultra,” tambahnya.

Sekda Sultra juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar kawasan wisata, untuk berkolaborasi memberikan yang terbaik selama kunjungan Menparekraf. “Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk menampilkan kesiapan dan potensi wisata Sultra. Kami ingin memastikan wisata kita mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tuturnya.

Kehadiran Sandiaga Uno di Sultra disambut antusias, mengingat fokus pemerintah pusat pada pengembangan pariwisata hijau yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Desa Wisata Labengki diharapkan menjadi ikon pariwisata unggulan, tidak hanya di Sulawesi Tenggara tetapi juga di Indonesia.

Labengki, yang terkenal dengan keindahan alamnya, menawarkan pengalaman wisata unik seperti snorkeling, eksplorasi gua, hingga menikmati panorama pantai berkelas dunia. Kunjungan Menparekraf ini diharapkan menjadi momen penting untuk semakin memperkuat posisi Sultra sebagai destinasi wisata berkelas dunia.




Cabup Bombana, H. Burhanuddin Janji Gratiskan Biaya Kuliah dan Kembangkan Politeknik Bombana

Bombana, Sultranet.com – Calon Bupati Bombana 2024, H. Burhanuddin, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Kampus Politeknik Bombana agar mampu bersaing dengan kampus politeknik lainnya di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh salah satu Juru Bicara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Burhanuddin dan Ahmad Yani, Abady Makmur, dalam rilis persnya kepada media. Senin (11/11/2024)

Menurut Abady, komitmen ini sejalan dengan visi dan misi pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani yang dikenal dengan slogan “BERANI.” Mereka berfokus pada pembangunan Bombana yang berdaya saing, terutama dalam mengembangkan kawasan Minapolitan.

“Mewujudkan daerah yang berdaya saing tinggi memerlukan sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, pendidikan menjadi salah satu prioritas utama kami,” ujar Abady.

Salah satu program unggulan Burhanuddin dalam hal ini adalah kebijakan penggratisan biaya kuliah bagi mahasiswa Politeknik Bombana. Program ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan dukungan perusahaan-perusahaan di Bombana dan pemerintah desa setempat.

“Semua mahasiswa Politeknik Bombana nantinya akan digratiskan biaya kuliah tanpa syarat. Ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk memastikan setiap generasi muda di Bombana mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi,” tambah Abady.

Langkah Burhanuddin ini sekaligus menepis isu yang beredar bahwa Politeknik Bombana akan terabaikan jika dirinya terpilih sebagai bupati. Abady memastikan bahwa komitmen pasangan BERANI terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Bombana adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Burhanuddin juga berjanji akan memperkuat infrastruktur pendidikan dengan membangun laboratorium di Politeknik Bombana. Keberadaan laboratorium ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar, terutama dalam bidang keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri lokal di Bombana.

“Gedung laboratorium adalah prioritas dalam pengembangan Politeknik Bombana agar para mahasiswa mendapatkan fasilitas praktik yang memadai,” ungkap Abady.

Tim Pemenangan Paslon Berani, Abady Makmur
Tim Pemenangan Paslon Berani, Abady Makmur

Langkah Burhanuddin ini disambut baik oleh masyarakat, terutama kalangan mahasiswa dan orang tua yang merasa terbantu dengan adanya keringanan biaya kuliah. Kebijakan pengembangan kampus dan pembebasan biaya ini juga diharapkan dapat menarik minat lebih banyak pelajar dari Bombana dan sekitarnya untuk menempuh pendidikan di Politeknik Bombana.

Melalui visi ini, pasangan BERANI menargetkan generasi muda Bombana yang kompeten dan berdaya saing, terutama dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas daerah.

“Kami yakin, melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, generasi muda Bombana dapat menjadi pionir dalam pengembangan kawasan Minapolitan dan sektor-sektor unggulan lainnya,” tegas Abady.

Burhanuddin berharap dukungan dari masyarakat untuk mewujudkan program ini agar Politeknik Bombana mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, bahkan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan di Sulawesi Tenggara.




Plt. Camat Kodeoha Pimpin Apel Pagi, Tekankan Netralitas ASN di Pilkada

Kolaka Utara, sultranet.com – Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH., memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh ASN dan ASH Kantor Camat Kodeoha serta staf Kelurahan Mala-Mala. Apel tersebut berlangsung tertib dengan Meliyawardana, S.Pd., M.M., Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, bertindak sebagai Komandan Upacara. Senin (11/11/2024)

Apel kali ini terasa istimewa karena berbeda dari kelaziman apel di Kolaka Utara, dengan penerapan pembacaan doa yang dilakukan oleh staf kecamatan sebelum memulai aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Doa dipimpin oleh Nurdin, S.Ag., dengan harapan agar seluruh pekerjaan ASN dapat bernilai ibadah dan diberkahi oleh Allah SWT. Inovasi ini diharapkan menambah semangat serta menumbuhkan nilai-nilai religius di lingkungan kerja.

Dalam amanatnya, Syahlan menekankan pentingnya netralitas ASN dalam mendukung pelaksanaan Pilkada yang aman dan demokratis. Ia mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga profesionalitas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.

“Sebagai ASN, kita harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat dengan menjaga netralitas dan profesionalitas, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang,” ungkap Syahlan.

Suasana Apel Pagi di Kecamatan Kodeoha
Suasana Apel Pagi di Kecamatan Kodeoha

Selain mengimbau netralitas, Syahlan juga mendorong peningkatan kinerja ASN dan ASH di wilayah Kecamatan Kodeoha. Ia menggarisbawahi bahwa pelayanan publik yang maksimal sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan daerah.

“Saya berharap kita semua dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena kinerja kita mencerminkan kualitas pemerintahan di mata publik,” tambahnya.

Menurut Syahlan, upaya untuk menjaga netralitas ASN serta peningkatan kinerja adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Saya berharap seluruh ASN dan ASH tetap memegang teguh prinsip-prinsip profesionalitas, terutama di masa-masa krusial seperti Pilkada ini,” ujar Syahlan, yang juga menjabat sebagai Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara. (SL)




KPU Bombana Imbau Masyarakat Saksikan Debat Kandidat Tahap 2

Bombana, sultranet.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana bakal menggelar debat publik kedua untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 13 November 2024.

Mengusung tema “Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak,” debat ini bertujuan untuk memperkenalkan visi dan misi masing-masing pasangan calon kepada masyarakat, sekaligus sebagai bagian dari komitmen KPU dalam menjamin pemilihan yang transparan dan berintegritas.

Debat bakal diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu pasangan Ir. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, pasangan Hj. Andi Nirwana Sebbu, S.P., MM dan Heryanto, S.Km, serta pasangan Hasrat Haji Nabi, SH dan Ir. H. M. Rifai Gunawas, M.Si. Setiap pasangan calon menyampaikan gagasan dan program unggulan yang akan mereka bawa untuk kemajuan Bombana.

Pasangan Ir. Burhanuddin dan Ahmad Yani mengusung visi untuk membangun Bombana Berdaya saing berbasis agrominapolitan dengan program-program utama yang fokus pada peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, pendidikan berkualitas, dan kesehatan terpadu yang dapat dijangkau seluruh masyarakat. Mereka juga berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan dengan menyediakan akses yang lebih besar terhadap sektor ekonomi dan pendidikan.

Pasangan Hj. Andi Nirwana dan Heryanto mengusung visi Menuju Bombana Juara, Maju, Inovatif dan Berdaya saing. Mereka merencanakan program unggulan yang mencakup pengembangan sektor pendidikan dengan menambah sarana dan prasarana sekolah, memperkuat pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah Bombana, dan membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan. Dalam hal pemberdayaan perempuan, pasangan ini berkomitmen untuk membangun program-program keterampilan khusus bagi perempuan agar lebih aktif di sektor ekonomi.

Pasangan Hasrat Haji Nabi dan Rifai Gunawas berfokus pada visi Bombana Cerdas, Mandiri dan Berkemajuan. Mereka mengedepankan program pendidikan yang menekankan pada teknologi dan inovasi, layanan kesehatan yang terjangkau dan merata, serta perlindungan anak melalui program pendidikan karakter. Pasangan ini juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi berbasis lingkungan, dengan pemberdayaan perempuan dalam sektor-sektor ramah lingkungan.

Ketua KPU Bombana, Hasdin Nompo, mengimbau masyarakat untuk menyaksikan debat ini sebagai langkah untuk mengenal lebih dalam setiap pasangan calon dan visi mereka. “Tentu dengan pelaksanaan debat ini, ada harapan agar masyarakat dapat mengetahui lebih lanjut terkait visi dan misi dari pasangan calon untuk memajukan daerah. Kami berharap pemilihan pada tanggal 27 November 2024 bisa berjalan sesuai dengan harapan kita,” ujar Hasdin. Senin (11/11/2024)

Menurut Hasdin, kegiatan debat ini adalah wujud komitmen KPU Bombana dalam menciptakan pemilihan yang jujur dan adil. Dengan debat yang diselenggarakan secara terbuka dan transparan, KPU ingin memastikan bahwa masyarakat Bombana memiliki akses penuh untuk menilai program-program yang ditawarkan oleh setiap pasangan calon, sehingga dapat menentukan pilihan yang terbaik bagi kemajuan daerah.




Pimpinan DPRD Bombana Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Pj. Bupati Dorong Sinergi Demi Kemajuan Daerah

Bombana, Sulawesi Tenggara — Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana dalam rangka pengucapan sumpah dan janji pimpinan DPRD periode 2024-2029 berlangsung khidmat pada Senin (11/11/2024). Acara yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bombana ini dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.

Dipimpin oleh Ketua DPRD sementara, Iskandar, S.P., rapat ini menjadi momen bersejarah untuk menandai dimulainya periode baru kepemimpinan legislatif di Kabupaten Bombana. Tiga pimpinan DPRD yang dilantik adalah Iskandar, S.P., sebagai Ketua DPRD; Herlin, S.Psi., M.M., sebagai Wakil Ketua I; dan Zalman, S.IP., sebagai Wakil Ketua II.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto mengucapkan selamat kepada para pimpinan DPRD yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi untuk merealisasikan harapan masyarakat Bombana.

“Kepemimpinan DPRD adalah posisi terhormat yang bukan hanya sekadar jabatan, tetapi amanah untuk membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Saya berharap, para pimpinan yang baru dilantik dapat menjadi jembatan yang kokoh antara pemerintah daerah dan rakyat,” ujar Edy Suharmanto.

Pj. Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan eksekutif untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Ia berharap DPRD mampu melahirkan regulasi yang relevan dengan kebutuhan jangka panjang daerah, melakukan pengawasan yang responsif, serta memastikan pengelolaan anggaran yang efisien dan pro-rakyat.

“Institusi DPRD harus menjadi simbol dari cita-cita bangsa Indonesia yang ideal, yaitu demokrasi yang melibatkan semua elemen masyarakat dalam pengambilan keputusan,” tambahnya.

Iskandar, S.P., dalam sambutannya sebagai Ketua DPRD terpilih, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara legislatif dan eksekutif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bombana.

“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah, demi terciptanya kebijakan yang berpihak pada rakyat. Aspirasi masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang kami ambil,” ungkap Iskandar.

Acara pelantikan ini menjadi titik awal periode baru DPRD Bombana yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi daerah. Selain menjadi wadah aspirasi masyarakat, DPRD juga diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan daerah dalam lingkup yang lebih luas, termasuk dalam perencanaan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

Pj. Bupati Edy Suharmanto menutup sambutannya dengan mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral yang melekat pada posisi strategis ini. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi demi menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Semoga dengan semangat baru ini, DPRD Bombana dapat menjadi pelopor dalam melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas terhadap kepemimpinan DPRD yang baru. Para tamu undangan berharap DPRD periode 2024-2029 dapat menjalankan tugas dengan integritas dan profesionalisme tinggi.

Dengan dilantiknya pimpinan DPRD yang baru, Kabupaten Bombana memasuki babak baru dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat membawa Kabupaten Bombana menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.




Diskominfos Bombana Dorong Peningkatan Kualitas Data melalui Pembinaan Desa Cinta Statistik

Bombana, Sulawesi Tenggara — Dalam upaya memperkuat tata kelola data dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar kegiatan Pembinaan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) sekaligus rapat persiapan program Desa Cinta Statistik. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin (11/11/2024) di Aula Rapat Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kabupaten Bombana.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Diskominfos Kabupaten Bombana, Ir. Rusdiamin, dan dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana, Kepala Bidang Statistik Diskominfos, lurah, kepala desa, serta peserta pembinaan GSBPM lainnya.

Dalam sambutannya, Ir. Rusdiamin menegaskan pentingnya data sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Menurutnya, desa dan kelurahan berperan sebagai ujung tombak dalam pengumpulan data sektoral yang menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan daerah.

“Desa adalah pilar utama pembangunan. Sebagai garda terdepan, desa berkontribusi langsung dalam pengumpulan data sektoral yang berkualitas, sesuai dengan visi pembangunan Indonesia-sentris, yaitu membangun dari pinggiran,” ujar Rusdiamin.

Rusdiamin juga menggarisbawahi bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas tata kelola data melalui penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Bombana Nomor 41 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Bombana. Peraturan ini mengatur peran masing-masing pihak dalam tata kelola data: BPS sebagai pembina data, Diskominfos sebagai walidata, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai produsen data.

“Dengan adanya Perbup ini, tata kelola data yang terintegrasi dapat terwujud, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat, relevan, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusdiamin menegaskan bahwa kegiatan pembinaan statistik ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas statistik di tingkat desa.

Dalam pembinaan kali ini, peserta diberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis statistik berbasis model GSBPM. Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan data, perancangan, implementasi, pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga diseminasi dan evaluasi data.

Tujuan utama pembinaan ini adalah untuk memastikan desa dan kelurahan di Kabupaten Bombana mampu menghasilkan data berkualitas yang dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Dengan data yang valid dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat mengambil keputusan strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Rusdiamin.

Kepala BPS Kabupaten Bombana juga menekankan pentingnya pembinaan program Desa Cinta Statistik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas statistik desa. Ia berharap desa-desa di Bombana dapat memanfaatkan program ini untuk mengelola data secara lebih efektif.

“Statistik yang berkualitas dimulai dari proses yang baik di tingkat desa. Program Desa Cinta Statistik bertujuan untuk membangun kapasitas desa agar mampu menjadi produsen data yang andal,” ujar Kepala BPS Bombana.

Program ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan pembangunan desa yang berbasis data. Diskominfos juga meminta dukungan penuh dari aparat desa dan kelurahan untuk menyukseskan program ini.

Melalui pembinaan statistik dan pengelolaan data yang lebih baik, manfaat nyata diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat. Data yang valid memungkinkan pemerintah daerah untuk menyusun program pembangunan yang lebih efektif, seperti pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan layanan publik.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang pengelolaan data, tetapi tentang masa depan desa kita. Ketika data dikelola dengan baik, pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran,” pungkas Rusdiamin.

Dengan sinergi antara Diskominfos, BPS, OPD, dan pemerintah desa, Kabupaten Bombana berharap dapat menjadi teladan dalam pengelolaan data statistik yang andal dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.




Lakukan Reboisasi, Babinsa Koramil 03/Poleang Tanam Jati Lokal, Cegah Tanah Longsor di Desa Teppoe

Bombana, SultraNET. |- Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, dipimpin oleh Serma Adri, melaksanakan Karya Bakti penanaman pohon di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana. Senin, (11/11/2024). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya reboisasi untuk mencegah terjadinya tanah longsor akibat lahan yang gundul.

Serma Adri, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon lokal ini adalah langkah konkret kami untuk mengurangi risiko tanah longsor dan mengembalikan kestabilan ekosistem di wilayah kami,” ujarnya.

Kepala Dusun Suparman menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan dukungan penuh dari masyarakat setempat. “Kami sangat mendukung kerja bakti yang dilakukan oleh Babinsa bersama masyarakat. Ini menunjukkan kesadaran kita semua untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik,” kata Suparman.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Koramil dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan seperti ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari bencana alam,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi dampak lingkungan saat ini tetapi juga untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang di Desa Teppoe. (PEN)