Kecam Dugaan Korupsi di Dinas PUPR Muna, AMM Siap Lakukan Aksi

MUNA, Sultranet.com – Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM) mengecam keras dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, ditemukan indikasi kekurangan volume pada 18 paket proyek jalan, irigasi, dan jaringan yang dianggarkan pada tahun 2023, dengan total nilai mencapai miliaran rupiah. Temuan ini dinilai sangat merugikan keuangan negara.

Menanggapi temuan tersebut, Jafir Halim, Ketua AMM sekaligus putra asli Kabupaten Muna, menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, dugaan korupsi ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berdampak buruk terhadap pembangunan daerah.

“Sebagai putra daerah, saya sangat menyayangkan adanya dugaan korupsi ini. Tindak pidana korupsi seharusnya menjadi musuh bersama yang harus diberantas sampai ke akarnya,” ujar Jafir, Senin (28/10/2024).

AMM menyatakan komitmennya untuk mendesak pihak berwenang agar segera melakukan tindakan tegas dan memastikan penegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Korupsi jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, AMM telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Aksi kepada Polres Kendari dan merencanakan aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara pada Selasa mendatang.

Aksi ini bertujuan untuk menekan aparat penegak hukum agar serius menangani kasus yang melibatkan anggaran besar dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Selain itu, AMM juga mendesak Kejati Sultra agar segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas PUPR Muna terkait dugaan penyalahgunaan anggaran serta keterlambatan penyelesaian 22 paket pekerjaan yang disebut belum dikenai sanksi denda.

“Kami berharap Kejati Sultra segera memproses dugaan kekurangan volume ini dan memeriksa pihak terkait demi keadilan,” kata Jafir.

Aliansi Mahasiswa Merdeka menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal kasus ini hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih di Kabupaten Muna.

Hingga berita ini dipublikasi, Pihak Dinas PUPR Muna belum terkonfirmasi terkait dugaan korupsi tersebut.




Inspektorat Bombana Dampingi Desa Tingkatkan Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Bombana, sultranet.com – Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana terus berupaya meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan melalui kegiatan pendampingan keuangan desa. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Oktober 2024 dan melibatkan Inspektur Pembantu Wilayah III, Akhmad Amin, S.Pd., M.Pd., beserta staf dan auditor dari Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana. (28/10/2024)

Pendampingan ini turut dihadiri oleh camat, kepala desa, serta kaur keuangan desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Poleang dan Poleang Barat.

Pendampingan tersebut bertujuan untuk membekali aparatur desa dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan yang baik, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Adapun materi yang diberikan meliputi tata cara pengelolaan anggaran desa, pemungutan dan pembayaran pajak, serta prosedur belanja modal yang sesuai regulasi.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Amin menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

“Kami ingin aparatur desa memahami pentingnya transparansi keuangan agar tidak hanya mempertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga meminimalkan risiko penyimpangan,” ujarnya.

Selain pengelolaan keuangan, Inspektorat juga memberikan materi terkait pengadaan barang dan jasa di desa, mengacu pada Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, serta Peraturan Bupati Bombana Nomor 9 Tahun 2020.

Materi ini diharapkan dapat membantu desa dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang sesuai ketentuan hukum, menghindari potensi kesalahan dalam belanja desa.

Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., menjelaskan bahwa pendampingan ini dilaksanakan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Dalam pasal 19, bupati atau wali kota dibantu oleh camat dan inspektorat dalam mengawasi kinerja desa, khususnya terkait keuangan.

Menurut Ridwan, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan bertujuan menjaga akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan keuangan desa.

“Inspektorat terus mendampingi desa-desa agar pengelolaan keuangan lebih baik, sehingga risiko penyalahgunaan dana bisa ditekan. Kami harapkan desa mampu membuat laporan pertanggungjawaban yang transparan dan akuntabel,” ucap Ridwan.

Ia menambahkan, untuk tahap awal, pendampingan telah dilakukan di dua kecamatan, dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di Kabupaten Bombana.

Kepala desa yang mengikuti kegiatan pendampingan ini menyambut baik program Inspektorat Daerah Bombana. Mereka menilai bahwa pendampingan ini sangat membantu dalam memahami aturan pengelolaan keuangan desa.

“Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memahami aturan dan tata cara pengelolaan dana desa. Dengan begini, kami jadi lebih percaya diri dalam mengelola anggaran secara benar,” ungkap salah satu kepala desa peserta pendampingan.

Selain peningkatan pemahaman, kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat menekan potensi masalah dalam pengelolaan keuangan desa ke depannya. Dengan pendampingan intensif, pemerintah desa di Bombana diharapkan dapat mengelola anggaran secara lebih efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Pendampingan ini merupakan langkah awal dalam upaya pemerintah daerah mendorong perbaikan tata kelola desa yang lebih akuntabel. Diharapkan dengan adanya kegiatan semacam ini, seluruh desa di Bombana mampu menjalankan tata kelola keuangan yang transparan, amanah, dan membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa. (adv)




Jalan Rusak Parah di Muna, Dinilai Kegagalan Pemimpin Sebelumnya 

Sultranet.com, Muna – Kondisi jalan rusak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan publik dan para calon pemimpin di daerah itu menjelang Pilkada 2024.

Kondisi sejumlah besar ruas jalan di 22 kecamatan di wilayah ini dalam keadaan rusak parah, memunculkan keluhan warga yang sudah bertahun-tahun merasakan dampaknya.

Calon Wakil Bupati Muna Syarifuddin Udu, yang juga mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menilai kondisi ini sebagai kegagalan kepemimpinan sebelumnya.

Ia menyebut, kondisi jalan kabupaten di Muna berjumlah total 961 kilometer. Dari total tersebut, hanya sekitar 224 kilometer yang sudah diaspal, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga parah.

Dari data itu, terdapat 572 kilometer jalan yang saat ini dinilai rusak berat, menyebabkan aksesibilitas masyarakat terganggu.

Pernyataan ini disampaikan Syarifuddin dalam orasi politiknya di Kecamatan Parigi pada Sabtu (26/10).

“Saya tidak bermaksud mengejek pemimpin terdahulu, tetapi itulah kemampuan mereka. Jadi, apakah kepemimpinan yang seperti ini masih mau dilanjutkan?” ujarnya

Syarifuddin, yang juga merupakan calon Wakil Bupati Muna mendampingi La Ode Husuna Ringa Jhon menyampaikan komitmen pasangan tersebut untuk menjadikan skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan jika mereka terpilih.

“Ini akan menjadi skala prioritas kami jika terpilih nanti,” tegasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Calon Bupati Muna, LM Rajiun Tumada, turut menyoroti masalah jalan rusak ini.

Rajiun, yang pernah menjabat sebagai Bupati Muna Barat, bahkan meninjau langsung kondisi jalan rusak di beberapa wilayah.

Salah satu ruas yang ia periksa adalah jalan poros Kawite-Wite – Lamanu di Kecamatan Kabawo.

Jalan penghubung ini kondisinya sangat memprihatinkan, karena puluhan tahun belum pernah dilapisi aspal.

Selain itu, jalan penghubung Desa Liwumetingki dan Desa Labulawa pun menghadapi masalah serupa, menambah daftar panjang ruas jalan di Muna yang memerlukan perhatian serius.

Rajiun menyatakan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan jalan jika terpilih bersama pasangannya, Purnama Ramadhan, pada Pilkada 27 November 2024.

“InsyaAllah, jika kami dipercaya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muna, perbaikan jalan akan menjadi prioritas utama kami,” tegas Rajiun.

Dukungan terhadap komitmen ini datang dari sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Puryadi, yang menilai Rajiun sebagai sosok pemimpin dengan visi pembangunan kuat.

“Pak Rajiun itu sosok pemimpin yang punya semangat membangun. Di Muna Barat, hampir semua jalan poros dan penghubung desa sudah diaspal. Jadi, saya yakin, beliau adalah sosok yang tepat untuk membawa perubahan di Muna,” ujar Puryadi.

Masalah jalan rusak di Muna kini menjadi isu strategis dalam Pilkada, dengan masyarakat berharap adanya solusi konkret dari pemimpin baru yang mampu membawa perubahan nyata bagi pembangunan infrastruktur di Bumi Sowite.




Pimpin Pembersihan Pasar, Babinsa Koramil 03/Poleang Ajak Warga dan Pedagang

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, yang dipimpin oleh Sertu Djuharis, melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan area Pasar Sore di Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Minggu (27/10/2024). Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para pengunjung serta pedagang.

Kerja bakti ini melibatkan masyarakat setempat serta para pedagang yang sehari-hari beraktivitas di pasar. Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Boepinang Barat mengungkapkan apresiasinya atas kepedulian Babinsa dalam memprakarsai kegiatan kebersihan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas peran serta Babinsa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan pasar. Dengan lingkungan yang bersih, pengunjung pun akan merasa lebih nyaman,” ujarnya.

Sertu Djuharis menekankan pentingnya kerja sama antara Babinsa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

“Kebersihan pasar ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat yang beraktivitas di sini. Kami harap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ungkap Sertu Djuharis.

Selain itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, turut menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan pasar yang bersih dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal serta kesehatan masyarakat.

“Lingkungan yang bersih dan sehat akan menarik lebih banyak pengunjung, sehingga perekonomian juga akan meningkat,” jelasnya.

Warga dan pedagang yang berpartisipasi tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa kegiatan kebersihan bersama ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas publik.

Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, guna menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.




Opini: Power Full Rajiun Purnama Raih Kemenangan Bersama Masyarakat Muna

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh wilayah Indonesia semakin dekat sisa 1 bulan lagi. Pilkada serentak akan digelar pada hari Rabu, 27 November 2024 nanti.

Salah satu Kabupaten tertua di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kabupaten Muna, kini masyarakat mulai disibukkan dengan kampanye calon bupati dan wakil bupati.

Demokrasi Pilkada Muna tahun 2024 makin ramai karena ada lima pasangan calon. Sehingga masyarakat Muna dapat melihat, memilih pasangan calon yang tepat untuk memimpin Muna ke depan.

Adapun lima pasangan calon di Pilkada Muna yakni berdasarkan nomor urut yaitu:

1. Bahrun-Asrafil

2. Rajiun-Purnama

3. Kardini-Noor Dhani

4. Rahman-AJB

5. Ringa Jhon-SU

Semua pasangan calon memiliki keluarga dan basis serta pendukung. Namun dari lima pasangan calon tersebut ada satu pasangan calon terbaik yang memiliki peluang menang.

Hal ini berdasarkan dan sesuai sumber data serta hasil pengamatan yang terjadi dilapangan.

Adapun pasangan calon yang terbaik yaitu pasangan calon nomor urut 2 (Bapak La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan) dengan akronim Rahmatnya Muna dengan jagron “Muna Bangkit”

Rajiun-Purnama Memiliki Suara Dasar 56 Ribu

Kenapa pasangan calon Rajiun-Purnama memiliki peluang menang di Pilkada Muna tahun ini, karena sudah ada suara dasar yakni 56 Ribu lebih.

Semua masyarakat Muna dan masyarakat Provinsi Sultra tahu jika sebelumnya Rajiun Tumada mencalonkan diri pada Pilkada Muna 2020 berpasangan dengan H. La Pili. Namun pada saat itu, Rajiun dikalahkan oleh Bapak LM. Rusman Emba.

Perolehan suara Rajiun vs Rusman saat itu sangat fantastik sekitar 56 ribu lebih selisih 8000 lebih suara dengan Rusman Emba.

Masih Solidnya Sahabat Lama Rajiun dan Bergabungnya Sahabat Baru Rajiun

Berdasarkan data masih banyak pendukung, relevan dan simpatisan (Sahabat Lama Rajiun) yang masih solid dan konsisten bersama Rajiun Tumada.

Walau ada beberapa Sahabat Lama Rajiun beralih dukungan dibeberapa calon. Namun, Sahabat Lama yang beralih dukungan tersebut banyak digantikan dengan bergabungnya Sahabat Baru Rajiun diantaranya adalah para militansi pendukung Bapak Rusman Emba.

Dukungan Partai yang Kuat dan Solid

Pasangan calon Rajiun-Purnama didukung dan diusung empat partai yakni Gerindra, PKB, PSI dan Garuda. Keempat partai tersebut sangat kuat dan solid berjuang memenangkan Rajiun-Purnama.

Masyarakat Muna secara menyeluruh tahu jika partai Gerindra merupakan partai yang dipimpin oleh Bapak H. Prabowo Subianto. Bapak Prabowo Subianto adalah Presiden Republik Indonesia.

Partai PKB yang merupakan salah satu partai besar. Dan pada Pilcaleg 14 Februari kemarin, Ketua PKB Sultra yakni Jailani (Bang Jai) terpilih menjadi anggota DPR RI dapil Sultra dengan memperoleh suara terbanyak di Sultra.

Kemudian partai PSI dan Garuda yang merupakan partai yang memiliki kader yang solid dan konsisten dalam berjuang.

Perpaduan Dua Tokoh yang Memiliki Pengalaman

Pasangan Rajiun-Purnama merupakan perpaduan dua tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penataan pemerintahan.

Rajiun Tumada adalah mantan Bupati Muna Barat. Selama menjabat Bupati Muna Barat, Rajiun Tumada dianugerahi dan mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pelopor pembangunan.

Penghargaan tersebut diberikan karena Rajiun Tumada telah melakukan proses pembangunan yang merata, seperti pembangunan Infrastruktur jalan, jembatan, drainase dan lain-lain. Rajiun Tumada sebagai tokoh pemimpin yang meletakkan dasar/fondasi pembangunan di Muna Barat.

Selain itu juga, Rajiun Tumada menjalankan program kerja yang pro rakyat diantaranya bantuan seragam sekolah gratis ditingkatkan SD, SMP baik Negeri dan Swasta, bantuan Beasiswa, Bantuan kepada nelayan dan petani, dan memberikan 3000 sertifikat tanah gratis kepada masyarakat .

Sementara itu, sosok Purnama Ramadhan memiliki pengalaman yang baik dalam pemerintahan. Purnama adalah mantan Direktur PDAM dan Mantan Anggota KPU Muna, dan saat ini menjabat sebagai ketua PDC partai Gerindra Muna.

Purnama Ramadhan merupakan sosok pemimpin yang enerjik, cerdas, tegas dan Disiplin. Atas jiwa kepemimpinannya tersebut, Purnama Ramadhan telah banyak mendapatkan penghargaan baik ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional diantaranya yakni penghargaan Citra Pelayanan Prima tahun 2008 dan 2010 yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudiono.

Rajiun-Purnama Diinginkan dan Didambakan Masyarakat Muna

Pasangan Rajiun-Purnama (Rahmatnya Muna) sangat dicintai, didambakan dan diinginkan masyarakat Muna. Atas dasar tersebut, disetiap pertemuan baik di kegiatan silahturahmi dan kampanye banyak masyarakat Muna yang hadir.

Itulah beberapa faktor dan point jika pasangan Rajiun-Purnama memiliki peluang menang di Pilkada Muna 2024. Tentunya, kita semua memiliki hak yang sama untuk memilih pemimpin, namun janganlah perbedaan pilihan menjadi pemecah sehingga terjadi konflik antara kita semua. Mari tetap menjaga persatuan dan persaudaraan.




Cabup Muna Rajiun Tumada Janji Bangun Jembatan Penghubung Kontu-Wakorambu

Sultranet.com, Muna – Calon Bupati Muna nomor urut 2, LM Rajiun Tumada, mengunjungi Desa Kontu untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Ditempat tersebut, ia disambut antusias warga. Sabtu (26/10/2024)

Dalam kunjungan tersebut, Rajiun meninjau beberapa titik yang menjadi perhatian, termasuk akses jalan dan jembatan yang dapat menghubungkan Kontu dengan Desa Wakorambu.

Saat ini, akses antara kedua wilayah itu terputus oleh aliran sungai yang menjadi kendala bagi mobilitas warga setempat.

Dihadapan warga, Rajiun menyampaikan komitmennya untuk membangun jembatan penghubung antara Kontu dan Wakorambu jika ia terpilih sebagai Bupati Muna pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Menurutnya, akses jembatan ini akan mempermudah masyarakat dalam beraktivitas, terutama bagi mereka yang perlu mengakses area di sekitar Kantor Bupati Muna.

“Dengan adanya jembatan ini, warga tidak perlu lagi memutar jauh melalui jalur lain. Insyallah, ini akan menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan jika saya dipercaya menjadi Bupati Muna,” tegas Mantan Bupati Muna Barat itu.

Selain rencana pembangunan jembatan penghubung, Rajiun juga menyoroti kondisi jembatan yang biasa dilalui masyarakat menuju tempat pemakaman umum.

Ia berjanji akan memperbaiki jembatan tersebut agar akses warga menuju area pemakaman lebih layak dan aman.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Rajiun juga mengungkapkan komitmennya untuk memberikan dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa.

“Saya ingin membantu mendorong ekonomi lokal dengan mendukung UMKM. Masyarakat Kontu yang memiliki usaha kecil akan diberikan bantuan agar dapat terus berkembang,” tandasnya




Pj Gubernur Sultra Buka Musda VIII IBI: Bidan Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak

Kendari, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sultra tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Kubah 9, Kendari. Acara yang diikuti 610 bidan dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra ini mengusung tema “Satukan Langkah Dalam Transformasi Kesehatan Untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”. (26/10)

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Andap menegaskan pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi. Ia berharap Musda ini menghasilkan kepemimpinan baru di IBI Sultra yang amanah dan mampu memajukan organisasi.

“Bidan adalah tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya ibu dan keluarga. Mereka memainkan peran penting dalam pemeriksaan kehamilan, persalinan, keluarga berencana, imunisasi, hingga pencegahan stunting,” kata Andap.

Pj Gubernur juga menyoroti angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Sultra, yang masing-masing mencatat 44 kasus dan 313 kasus tahun ini, dengan Kolaka dan Kendari menjadi daerah dengan kontribusi tertinggi. Ia menekankan bahwa bidan memiliki tugas penting dalam menurunkan AKI dan AKB melalui berbagai intervensi, seperti pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil dan sosialisasi tentang pentingnya ASI eksklusif.

“Bidan harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat hingga pelosok daerah terkait pentingnya gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, dan pola asuh bayi untuk mencegah stunting,” imbuhnya.

Dalam mendukung tugas bidan, Andap menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Sultra untuk memprioritaskan beberapa langkah, termasuk pendataan ulang jumlah bidan, peningkatan kesejahteraan bidan non-ASN, alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan bidan, serta inisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kebidanan.

Musda ini juga dihadiri secara virtual oleh Anggota DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, yang menyoroti pentingnya kesehatan sebagai bagian dari geopolitik dan geoekonomi, serta Ketua Pengurus Pusat IBI, Ny Ade Jubaedah, yang menyebut peran bidan semakin strategis dalam era teknologi.

“Musda ini adalah momentum penting untuk menyelaraskan peran bidan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujar Ade Jubaedah.

Ketua Pengurus Daerah IBI Sultra, Ny Maswaty Madjid, menjelaskan bahwa Musda ini merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang diadakan setiap lima tahun untuk memilih pengurus baru dan menyusun program kerja strategis.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur RS Bahteramas, Direktur Poltekkes Kendari, Ketua STIKES Pelita Ibu, serta sejumlah pejabat daerah dan undangan lainnya. Acara ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi bidan Sultra dalam memperkuat pelayanan kebidanan berbasis bukti untuk mendukung transformasi kesehatan di Sulawesi Tenggara.




Bersama Masyarakat dan Pedagang, Babinsa Koramil 02/Kabaena Bersihkan Pasar

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena bersama masyarakat Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, melaksanakan karya bakti pembersihan di Pasar Rakyat Kelurahan Dongkala. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung saat berbelanja. Sabtu, 26/10/2024

Dalam kegiatan ini, sejumlah personel Babinsa turut hadir, antara lain Serka Sahlan, Serda La Ruki, Koptu Ahmad Rizal, Kopda Mahmudin, dan Serda Arifin Jufry. Kehadiran mereka mendapat dukungan penuh dari Kepala Lingkungan 2, Ahmad Nduya, bersama warga sekitar dan para pedagang pasar yang turut serta berpartisipasi dalam pembersihan.

Serka Sahlan, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap pasar rakyat menjadi tempat yang nyaman dan sehat bagi para pedagang dan masyarakat yang berbelanja,” ujarnya.

Kepala Lingkungan 2, Ahmad Nduya, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa dalam menjaga kebersihan di wilayahnya. Ia mengungkapkan, “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir membantu masyarakat. Semoga kerja sama ini terus terjalin untuk kebaikan lingkungan.”

Sementara itu, Danramil 1431-02/Rumbia, Kapten Inf Efendi, juga turut memberikan komentar terkait kegiatan ini. Ia menyatakan,

“Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama untuk memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.”

Karya bakti di Pasar Rakyat Kelurahan Dongkala ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa diwilayah Bombana.




Kades Labunti Bantah Tudingan Langgar Netralitas dalam Kampanye Pilkada Muna

MUNA, Sultranet.com – Kepala Desa (Kades) Labunti, Hidayat Tunggal, membantah keras tuduhan dirinya melanggar netralitas dalam Pilkada Muna 2024 setelah foto dirinya yang beredar di media sosial Facebook diduga menunjukkan ia mengikuti kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan (Rahmatnya Muna).

Tuduhan tersebut telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muna, namun Hidayat mengklarifikasi bahwa foto tersebut tidak mencerminkan keterlibatannya dalam kampanye politik.

Menurut Hidayat, foto yang tersebar itu diambil saat ia sedang berbincang dengan warga di Tugu Masjid Labunti pada 5 Oktober 2024. Ketika itu, calon Wakil Bupati Muna, Purnama Ramadhan, yang baru saja menyelesaikan kegiatan kampanye di Kecamatan Napabalano, melintas dan menyempatkan diri menyapa serta menyalaminya dan warga yang hadir.

“Itu foto lama, diambil saat saya sedang ngobrol bersama warga di Tugu Masjid. Pak Purnama Ramadhan hanya melintas dan menyapa. Tidak ada niat saya untuk mengikuti kampanye atau mendukung salah satu pasangan calon,” jelas Hidayat, Sabtu (26/10/2024).

Hidayat menegaskan bahwa sebagai pembina politik di desanya, ia berusaha menjaga hubungan baik dengan semua calon tanpa memihak. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menghadiri kampanye dari pasangan calon mana pun, termasuk saat ada kegiatan kampanye yang kebetulan berlangsung di desanya.

“Saya tidak pernah ikut kampanye pasangan calon mana pun. Kalau berpapasan di jalan, saya pasti salami, itu berlaku untuk semua calon. Saya bahkan pernah bertemu dengan pak Bachrun juga, dan saya salami saat itu di lokasi yang sama di Tugu Masjid Labunti,” tambahnya.

Selain itu, Hidayat juga menyebutkan bahwa dalam setiap kegiatan kampanye yang melibatkan sarana desa, seperti tenda dan kursi milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ia tetap memberi izin peminjaman demi kepentingan bersama. Semua koordinasi peminjaman tersebut dilakukan langsung melalui pengurus BUMDes, bukan oleh pemerintah desa secara langsung.

“Kami tetap ladeni permintaan pinjaman tenda atau kursi BUMDes untuk kampanye, termasuk kampanye Pak Ruksamin baru-baru ini. Itu semua demi menjaga kebersamaan dan kenyamanan masyarakat dalam berpolitik,” ungkapnya.

Terkait penyebaran foto yang diduga menunjukkan keterlibatannya dalam kampanye, Hidayat mengaku tidak terlalu mempersoalkan tuduhan tersebut. Ia menyerahkan hal tersebut pada pihak berwenang dan menegaskan bahwa niatnya sebagai pemimpin desa adalah untuk menjaga kepentingan masyarakatnya secara netral dan tanpa keberpihakan.

“Saya tetap bersikap netral dan berharap masyarakat bisa melihat niat baik saya. Semua pasangan calon yang berpapasan dengan saya di jalan, pasti saya salami sebagai bentuk penghormatan. Tidak mungkin saya hindari,” tutupnya.




Pemberian Makan Gratis Bergizi Siklus 11 di Kolaka Utara, Dukung Tumbuh Kembang Anak

Sultranet.com, Kolaka Utara – Program pemberian makanan bergizi gratis bagi siswa di Kabupaten Kolaka Utara sebagai program yang digagas Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., MH terus berlanjut ke siklus ke-11. Sabtu (26/10/2024)

Program andalan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan fisik dan mental mereka.

Program ini mencakup berbagai sekolah di seluruh kecamatan, dari tingkat TK hingga SMP, dengan total lebih dari 2.000 siswa terdaftar sebagai penerima manfaaf.

Penjabat Ketua TP PKK Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di wilayahnya.

Menurutnya, pemberian makanan bergizi gratis ini diharapkan membantu tumbuh kembang siswa, mendukung perkembangan otak, pertumbuhan yang sehat, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

“Kami berharap program ini terus berjalan agar dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kolaka Utara hingga mencapai zero stunting,” ujar Istri orang nomor 1 di Kolaka Utara itu.

Ia menjelaskan bahwa program yang sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto ini mendapat dukungan luas, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak usia sekolah di Kolaka Utara.

“Inisiatif ini kita harapkan tidak hanya mampu memperbaiki kondisi kesehatan siswa saat ini, tetapi juga menjadi pondasi bagi masa depan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, menurut dr. Mardiana Mustawa, SpGK, dokter spesialis gizi klinik RSUD Djafar Harun Lasusua, program ini memberikan dampak positif yang besar.

Menurutnya, program ini sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan zat gizi seimbang bagi anak-anak sekolah.

“Ternyata, masih banyak anak yang di rumahnya belum bisa menikmati makanan bergizi seimbang. Karena itu, mereka sangat antusias menunggu kedatangan makanan program ini,” jelas dr. Mardiana.

Ia menambahkan, pemantauan yang dilakukan di sekolah-sekolah penerima program menunjukkan bahwa anak-anak sangat bersemangat dan berterima kasih atas makanan yang disediakan.

“Anak-anak sangat antusias dengan program ini,” ungkapnya

Program ini diharapkan dapat menjadi model keberhasilan dalam menekan angka stunting, tidak hanya di Kolaka Utara tetapi juga di wilayah lain yang ingin mengadopsi inisiatif serupa.

Untuk diketahui, Program makan gratis bergizi di Kabupaten Kolaka Utara mencakup total 38 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh kecamatan.

Pada jenjang TK/PAUD, ada 25 sekolah dengan jumlah total siswa 874. Beberapa di antaranya adalah TK Al-Azhar di Desa Uluwawo, Kecamatan Wawo dengan 29 siswa.

TK Samuturu Rante Baru di Kecamatan Ranteangin dengan 46 siswa, dan TK Ar-Rahman di Desa Tebongeano, Kecamatan Lambai dengan 21 siswa.

Program ini juga melibatkan 12 sekolah dasar (SD) dengan total 1.020 siswa. Di antara sekolah SD yang berpartisipasi adalah SD Negeri 2 Kodeoha di Desa Kalu Kaluku, Kecamatan Kodeoha, dengan 119 siswa, serta SD Negeri 1 Batuputih di Kecamatan Batuputih, dengan 209 siswa.

Program ini juga mencakup jenjang SMP, yaitu SMP Negeri 13 Kolaka Utara di Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua, dengan total 131 siswa.

Setiap sekolah di Kabupaten Kolaka Utara tersebut menerima makanan bergizi yang didistribusikan tiga kali seminggu, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Kecamatan yang terlibat dalam program ini meliputi Wawo, Ranteangin, Lambai, Lasusua, Katoi, Kodeoha, Tiwu, Ngapa, Watunohu, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, Batuputih, Porehu, dan Tolala.

Total keseluruhan siswa penerima manfaat program ini mencapai 2.025 anak, dengan harapan pemberian makanan bergizi secara rutin ini dapat mendukung kesehatan, perkembangan, dan prestasi belajar mereka di sekolah.

 

Sumber : Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara