Babinsa Kelurahan Boepinang Barat Koramil 03/Poleang Ajak Warga dan Pedagang Bersihkan Pasar

Bambana, SultraNET. – | Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang mengajak warga dan pedagang untuk bersama-sama membersihkan Pasar Sore di Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Rabu, 09/10/2024

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Sertu Djuharis, menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai tempat yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan dan kenyamanan warga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan untuk menciptakan pasar yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 2, Bapak Risal, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Babinsa dalam mengorganisir kegiatan ini.

“Saya sangat berterima kasih atas kepedulian Babinsa dan partisipasi masyarakat. Kebersihan pasar sangat penting, dan kami berharap kesadaran ini terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Koramil 1431-03/Poleang dalam mendukung program kebersihan lingkungan yang sejalan dengan arahan pemerintah daerah. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka. (PEN)




Puluhan Ribu Massa Meriahkan Kampanye RahmaTnya Muna di Wasolangka

MUNA, Sultranet.com – Kampanye terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, berlangsung meriah di Lapangan Bente Tibolo, Kelurahan Wasolangka, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Acara ini dihadiri oleh puluhan ribu warga yang antusias mendengarkan visi dan misi pasangan RahmaTnya Muna.

Menambah semarak acara, penyanyi jebolan D’Academy 4, Fildan Rahayu, turut hadir untuk menghibur masyarakat.

Kehadiran Fildan berhasil menyedot perhatian massa yang berkumpul di lapangan tersebut.

Dalam orasinya, La Ode M. Rajiun Tumada menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di beberapa wilayah Muna, khususnya Parigi hingga Marobo, serta jalur Wantiworo sampai Laiba dan Latampu yang rusak parah.

Dia menegaskan bahwa masalah jalan raya menjadi prioritas jika terpilih sebagai Bupati Muna.

“Saya paham betul keluhan masyarakat terkait jalan rusak. Serahkan masalah ini kepada kami. Insyaallah, perbaikan jalan akan menjadi prioritas utama, selain masalah air bersih, pertanian, perikanan, dan pariwisata,” ujar Rajiun di hadapan ribuan pendukungnya.

Selain Wasolangka, kampanye RahmaTnya Muna akan berlanjut di sejumlah titik lainnya, yakni Pure, Tampo, dan Raha.

Pada setiap kampanye, Rajiun memastikan Fildan Rahayu akan kembali tampil untuk menghibur masyarakat.

“Alhamdulillah, Fildan hadir di tengah kita. Tidak ada calon lain yang bisa menghadirkan Fildan, karena saya sudah anggap dia sebagai keluarga sendiri. Fildan hanya mau hadir di acara yang saya adakan,” lanjut Rajiun.

Dia pun berharap, hiburan dari Fildan dapat menyemarakkan suasana dan mendukung kemenangan RahmaTnya Muna dalam Pilkada 2024.

“Fildan akan kembali tampil di kampanye berikutnya pada 29 Oktober di Pure, lalu pada 6 November di Tampo, dan di kampanye akbar di Kota Raha,” pungkasnya.

 




Pemkab Kolut Terima Bantuan 42.000 Buku dan Penghargaan untuk Perpustakaan Desa

Kolaka Utara, sultranet.com – Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara menggelar Peer Learning Meeting (PLM) tingkat kabupaten yang berlangsung di Perpustakaan Kolaka Utara, Lasusua, Selasa (8/10/2024)

Acara ini dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Muchlis Bachtiar, S.Pi., MP mewakili Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H.

Dalam acara tersebut, Pemkab Kolaka Utara menerima bantuan dari Perpustakaan Nasional RI berupa 42.000 buku bermutu, 42 rak buku, serta 5 paket perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bantuan tersebut diserahkan kepada 42 desa yang tersebar di Kolaka Utara.

Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi perpustakaan desa terbaik dan pengelola perpustakaan yang berprestasi.

Perpustakaan Desa Woitombo dinobatkan sebagai perpustakaan desa terbaik, disusul Perpustakaan Desa Lapolu di posisi kedua dan Perpustakaan Desa Tetebawo di posisi ketiga.

Seremoni Pembukaan kegiatan
Seremoni Pembukaan kegiatan

Sementara itu, penghargaan untuk pengelola perpustakaan desa terbaik diraih oleh PIC Perpustakaan Desa Lapolu sebagai terbaik pertama, diikuti oleh Desa Rantelimbong di posisi kedua dan Desa Meeto di posisi ketiga.

Terdapat pula penghargaan harapan, yaitu Desa Lambuno (Harapan 1), Desa Tetebawo (Harapan 2), dan Desa Mattirobulu (Harapan 3).

Plt. Kadis PMD Kolut, Rony Bambang, SP saat menyerahkan secara simbolis Bantuan ke Perpustakaan Desa
Plt. Kadis PMD Kolut, Rony Bambang, SP., M.Si saat menyerahkan secara simbolis Bantuan ke Perpustakaan Desa

Peer Learning Meeting adalah kelas berbagi tips trik peningkatan literasi, sharing pengalaman untuk para pengelola dan kades dalam pengembangan perpustakaan.

Penyerahan Bantuan ke Perpustakaan Desa
Penyerahan Bantuan ke Perpustakaan Desa

Program transformasi ini bertujuan untuk mendorong perpustakaan desa berperan aktif dalam edukasi masyarakat, mendukung upaya penurunan angka stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

“Kehadiran perpustakaan desa sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menyediakan akses literasi, tetapi juga mendukung program-program pembangunan desa, seperti pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif,” ujar Mukhlis Bakhtiar dalam sambutannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kolut, Hasrianda menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Sekretaris Dinas Pendidikan Kolut, Hasrianda menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa

Konsultan Perpustakaan Nasional, Dharmawan Chaeruddin, SE, yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya advokasi kepada pemerintah desa untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan desa.

“Kolaborasi antara pemerintah desa dan perpustakaan desa adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan program ini. Kami apresiasi langkah Pemkab Kolaka Utara dalam menggalakkan budaya literasi di desa-desa,” katanya.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa
Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Perpustakaan Desa

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolaka Utara, Suriana Taufiq, yang mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung perkembangan perpustakaan desa.

“Kami berterima kasih atas bantuan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” Singkat Suriana Taufiq.

Suriana Taufiq, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolut saat menyampaikan sambutannya
Suriana Taufiq, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kolut saat menyampaikan sambutannya

Hadir pula dalam acara tersebut Kadis PMD, Kadis Dikbud, Kadis Kominfo, serta para kepala desa dan tamu undangan lainnya.

Melalui acara ini, diharapkan perpustakaan desa di Kolaka Utara semakin berperan aktif dalam membangun kesadaran literasi di masyarakat, sekaligus menjadi pusat informasi yang mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Sumber: Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara 




Pemprov Sultra Hadiri Penganugerahan Desa dan Kelurahan Berprestasi di Bali

BALI, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., menghadiri Temu Karya Nasional dan Penganugerahan Desa serta Kelurahan Berprestasi Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Acara ini berlangsung di Gedung Ksiramawa, Kompleks Art Center, Bali, Selasa (8/10/2024).

Kegiatan yang dimulai sejak 7 hingga 10 Oktober 2024 tersebut dihadiri oleh para gubernur se-Indonesia atau perwakilannya. Temu Karya Nasional ini menjadi puncak dari serangkaian acara untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kelurahan yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam mendorong kemajuan dan kemandirian wilayahnya. Dalam acara tersebut, penghargaan Upakarya Wanua Nugraha juga diberikan kepada kepala daerah yang mendukung keberhasilan desa dan kelurahan di wilayahnya.

Sekda Sultra menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan. Menurutnya, rangkaian kegiatan ini meliputi diskusi, pembekalan, serta motivasi yang bertujuan untuk memperkuat tata kelola berbasis inovasi dan potensi unggulan. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan desa dan kelurahan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pada acara tersebut, panel diskusi menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM, serta Direktur Pembangunan Daerah Kemen-PPN/Bappenas. Pembahasan utama mencakup kebijakan kolaboratif dan inovasi yang mendukung keberlanjutan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 9 Oktober 2024 ke dua lokasi di Provinsi Bali. Lokasi pertama adalah Kelurahan Kubu/Desa Adat Panglipuran di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, dan lokasi kedua adalah Desa Kutuh di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik baik keberlanjutan kinerja tata kelola berbasis potensi lokal.

Sekda Sultra menambahkan bahwa partisipasi Sultra dalam kegiatan ini menjadi dorongan besar untuk terus meningkatkan kapasitas desa dan kelurahan di wilayahnya. Ia berharap desa dan kelurahan di Sulawesi Tenggara semakin mandiri, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta nasional.




Bombana Siap Tinjau Rancangan Perda Berbasis Data Presisi untuk Peningkatan Pemerintahan Desa dan Kelurahan

Bombana, 8 Oktober 2024 – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Seminar Awal Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi. Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Ir. Rusdiamin, yang mewakili Penjabat Bupati Bombana. Seminar berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Bombana, dengan dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait, termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, praktisi, serta Kepala Desa dan Lurah se-Bombana.

Dalam sambutannya, Ir. Rusdiamin menekankan pentingnya pemanfaatan data presisi dalam mendukung kebijakan pemerintahan daerah. Menurutnya, di era digital yang serba cepat ini, penggunaan data yang akurat dan berbasis teknologi bukan hanya sebuah pilihan, tetapi menjadi suatu keharusan. “Di Bombana, kita menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan, seperti pemerataan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, dan pelayanan publik yang merata. Semua tantangan ini hanya bisa kita hadapi dengan perencanaan yang berbasis data presisi dan terkini,” ujar Rusdiamin.

Pentingnya data yang akurat dan relevan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Dalam hal ini, Raperda tentang Sistem Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan data yang lebih sistematis dan efisien di level desa dan kelurahan. Asisten 3 Bidang Administrasi Umum ini menjelaskan bahwa raperda ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis data, dengan harapan data yang dikumpulkan akan lebih lengkap, akurat, serta dapat diakses dan digunakan dengan mudah oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan adanya payung hukum ini, kita ingin memastikan bahwa data yang dikumpulkan tidak hanya lebih akurat, tetapi juga dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan. Harapannya, data ini dapat digunakan secara efektif untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan berbasis bukti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusdiamin menyampaikan bahwa proses penyusunan Raperda ini tidak hanya akan fokus pada aspek teknis pengelolaan data, tetapi juga memperhatikan faktor regulasi, sosial, dan budaya yang melekat pada masyarakat desa dan kelurahan di Bombana. Oleh karena itu, masukan dari seluruh pihak yang hadir dalam seminar ini sangat diharapkan untuk memperkaya substansi Raperda, sehingga bisa menghasilkan regulasi yang realistis dan aplikatif di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa Raperda ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat kita. Masukan dari semua pihak sangat penting untuk membuat regulasi yang mampu menjawab tantangan di lapangan,” tambahnya.

Seminar ini diikuti dengan diskusi aktif antara peserta yang mencakup berbagai sektor, baik pemerintah maupun masyarakat. Beberapa masukan konstruktif diberikan terkait dengan mekanisme pengumpulan dan penggunaan data, dengan harapan agar sistem yang akan diterapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan daerah dan karakteristik masyarakat Bombana. Salah satu hal yang ditekankan dalam diskusi adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Para peserta seminar juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini agar kebijakan yang dihasilkan bisa lebih tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah perlunya pelatihan dan sosialisasi kepada perangkat desa dan kelurahan agar mereka dapat memahami pentingnya data dalam proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan.

Selain itu, seminar ini juga membuka kesempatan bagi akademisi dan praktisi untuk memberikan pandangan mereka mengenai penggunaan data presisi dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Mereka menyarankan agar sistem yang dibangun tidak hanya mengandalkan teknologi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya yang ada di setiap desa dan kelurahan. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pemerintahan yang lebih inklusif, dimana data yang tersedia dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penyusunan Raperda ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bombana untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah yang lebih modern dan berbasis data. Diharapkan, dengan adanya peraturan daerah yang mengatur sistem pemerintahan berbasis data desa dan kelurahan presisi, akan ada peningkatan dalam kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan pengelolaan sumber daya daerah yang lebih efektif.

Ke depan, Pemkab Bombana berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem yang berbasis data presisi, guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang lebih baik dan transparan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seminar ini menjadi titik awal penting dalam menyusun regulasi yang relevan dengan kebutuhan daerah dan masyarakat Bombana, dengan harapan dapat menghadirkan solusi nyata atas tantangan pembangunan yang ada.




Ajak Masyarakat Ikut Kampanye, Kades Sombu Dilaporkan Ke Bawaslu

Wakatobi, sultranet.com – Kepala Desa Sombu, La Ndilu, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setelah diduga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan kampanye salah satu pasangan calon Bupati dalam Pilkada Wakatobi 2024.

Laporan tersebut diajukan oleh pengacara bernama Sumardin usai mendapatkan bukti-bukti pelanggaran Kepala Desa Sombu berupa hasil tangkapan layar di grub Watshapp dan foto masyarakat Sombu yang sedang menuju lokasi kampanye paslon nomor urut 02.

Hasil tangkapan layar pada grub watshapp Pemerintah Desa Sombu yang sudah beredar luas di platform media sosial Facebook itu terdapat pesan dari Kepala Desa Sombu yang mengajak masyarakat untuk ikut kampanye.

“Arahkan masyarakat kampanye jam 2 di lamaintote nasi kuning wa hadiba,”tulisnya.

Usai ditelusuri oleh pihak pelapor, lokasi yang diarahkan oleh kades Sombu ternyata merupakan lokasi tempat kampanye Paslon akronim BERHASIL yang digelar di hari yang sama.

“Kuat dugaan kami adanya pelanggaran pasal 71 ayat 5 dalam hal ini gubernur wakil gubernur bupati dan wakil bupati dan walikota atau wakil walikota selaku petahana melanggar ketentuan sebagai mana dimaksud pada ayat 2 dan ayat 3,”terangnya.

Laporan Sumardin tersebut telah diterima oleh pihak Bawaslu kabupaten Wakatobi dengan tanda bukti penyampaian laporan nomor ; 04/PL/PB/Kab/28.10/x/2024.

Hingga berita ini diterbitkan kepala Desa Sombu belum merespon awak media sultranet.com. (ADM)

 




Pemkab Kolut Mulai Salurkan Makan Siang Gratis ke Ribuan Siswa

Kolaka Utara, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Pemkab Kolut) resmi menyalurkan pemberian makan siang gratis dan bergizi kepada ribuan siswa di tingkat PAUD, SD, dan SMP di daerah yang dikenal sebagai Bumi Patowonua itu, Selasa (8/10/2024).

Kegiatan pendistribusian makan siang gratis dan bergizi ini, merupakan kelanjutan dari peluncuran program ini pada 3 Oktober 2024 lalu.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta mendukung program nasional penurunan angka stunting.

Program ini bakal dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dilakukan dengan sistem piloting di 38 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kolaka Utara.

Total ada 2.025 siswa dari berbagai sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini, dengan 25 sekolah di antaranya merupakan sekolah PAUD/TK, 12 sekolah dasar (SD), dan 1 sekolah menengah pertama (SMP).

Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., mengatakan bahwa pemberian makan siang gratis ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta memastikan mereka mendapatkan gizi yang seimbang.

“Makan siang gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak kita. Asupan gizi yang baik sangat penting agar mereka bisa tumbuh sehat dan fokus dalam belajar,” jelasnya.

Program ini akan terus dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dan direncanakan berlangsung hingga minggu pertama bulan Desember 2024.

Secara total, program makan siang gratis ini akan dijalankan dalam 27 kali siklus selama periode tersebut.

Sejumlah sekolah seperti TK Al-Azhar di Kecamatan Wawo, SD Negeri 6 Kodeoha di Kecamatan Kodeoha, hingga SMP Negeri 13 Kolaka Utara di Kecamatan Lasusua terlibat dalam tahap awal program ini.

Makanan untuk program ini disuplai oleh berbagai penyedia lokal, seperti RM Sulawesi, RM Iye-Iye, dan RM Sambalado, yang berkomitmen menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang mencukupi.

Lebih lanjut, Yusmin menyampaikan harapannya agar program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi siswa.

“Keberhasilan program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak tetapi juga bagi kemajuan pendidikan di Kolaka Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kolaka Utara, Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., juga turut berperan dalam program ini.

Ia menyampaikan bahwa TP PKK akan selalu mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan anak-anak melalui pemberian makan siang gratis.

“Kami yakin, dengan gizi yang baik, anak-anak akan lebih sehat dan berprestasi di sekolah,” ujarnya.

Program ini disambut antusias oleh para guru dan siswa. Mereka berharap agar inisiatif ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, mengingat pentingnya asupan gizi yang cukup bagi perkembangan fisik dan mental anak-anak.

Sumber Narasi dan Foto: Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu 

 




Hijaukan Lingkungan, Babinsa Koramil 02/Kabaena Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon di Desa Lengora Selatan

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Kodim 1431/Bombana yang dipimpin oleh Serka Sahlan menggelar karya bakti penanaman pohon di Desa Lengora Selatan, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan lahan kosong di desa tersebut, guna memberikan kesejukan dan kelestarian lingkungan. Selasa, 08/10/2024

Penanaman pohon ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena dan Kepala Dusun 3 Wentumo, Yamin, beserta warga sekitar. Sebanyak 50 pohon, yang terdiri dari pohon sengon dan trembesi, ditanam di area yang telah disiapkan oleh masyarakat setempat.

Serka Sahlan, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

“Penanaman pohon ini bukan hanya memberikan kesejukan, tetapi juga dapat mencegah erosi dan meningkatkan kualitas udara,” ungkap Serka Sahlan.

Selain itu, Kepala Dusun 3 Wentumo, Yamin, juga memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan warga yang turut berpartisipasi. Semoga pohon-pohon yang ditanam ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Yamin.

Penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lengora Selatan untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Karya bakti ini juga menguatkan kebersamaan antara TNI dan warga dalam menjaga alam sekitar. (PEN)




Bombana Raih Penghargaan Kabupaten Cerdas Berkarakter di Puncak Pusaka 2024

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, berhasil meraih penghargaan Apresiasi Kabupaten Cerdas Berkarakter dalam puncak rangkaian kegiatan Pekan untuk Sahabat Karakter (Pusaka) 2024.

Penghargaan ini diberikan di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pada Senin (07/10/2024).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj. Bupati Bombana, Dr. Edy Suharmanto, M.Si.

Kabupaten Bombana dinobatkan sebagai salah satu dari beberapa kabupaten/kota yang memiliki kebijakan serta program penguatan karakter secara berkelanjutan, terutama terkait dengan profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek ini memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkeadilan, dan aman dari kekerasan, serta berupaya untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Penghargaan ini juga diberikan kepada pemangku kepentingan di ekosistem pendidikan yang telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mengimplementasikan penguatan karakter di sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana dinilai layak menerima penghargaan ini berkat sejumlah terobosan yang dilakukan, seperti kampanye anti-bullying melalui media sosial, pembinaan berkelanjutan kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam bentuk Festival Kurikulum Merdeka, serta implementasi Kurikulum Merdeka di semua satuan pendidikan.

Pemkab Bombana bersama Kabupaten / Kota lain saat menerima penghargaan
Pemkab Bombana bersama Kabupaten / Kota lain saat menerima penghargaan

Selain itu, kurikulum muatan lokal juga digarap untuk memperkuat karakter peserta didik.

Komitmen pemerintah daerah pun terlihat dari dukungan anggaran yang memadai, sehingga program penguatan karakter dapat dijalankan dengan optimal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, A. Muh. Arsyad, S.Sos., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas penghargaan yang diberikan.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menerapkan penguatan karakter di lingkungan pendidikan.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh pihak di Kabupaten Bombana dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Bombana,” ujarnya.

Arsyad menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi justru menjadi pendorong untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan pendidikan karakter di Bombana.

“Kami tidak akan berpuas diri. Dinas Dikbud akan terus berupaya memperbaiki kualitas pendidikan agar mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tandasnya

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen pendidikan di Bombana untuk tetap konsisten dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter dan inklusif.

 

Sumber: Diskominfo Bombana




Bawaslu Bombana Ajak Insan Pers dan Mahasiswa Awasi Pilkada 2024

Bombana, sultranet.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bombana menilai pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers dan mahasiswa, dalam mengawasi tahapan Pilkada serentak 2024, Selasa (8/10/2024)

Ketua Bawaslu Bombana, Irfan, SH., M.Kn., pada Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama insan Pers dan mahasiswa mengungkapkan bahwa sosialisasi pengawasan partisipatif ini sangat strategis untuk memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 yang jujur dan bersih.

Irfan menyampaikan bahwa peran aktif dari berbagai pihak, terutama pers dan mahasiswa, sangat diperlukan untuk mencegah potensi pelanggaran pemilu.

“Keterlibatan pers dalam proses sosialisasi dan penyampaian informasi sangat penting. Media massa berperan besar dalam memberikan berita yang objektif dan informatif terkait setiap tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran calon hingga pelaksanaan pemungutan suara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif ini juga mencakup upaya pencegahan penyebaran berita hoaks dan isu-isu provokatif, terutama yang terkait dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

“Pers memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat dengan berita yang benar dan mencegah munculnya narasi-narasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat. Semua elemen harus bersinergi dalam menjaga integritas pemilu,” tambahnya.

Selain pers, mahasiswa juga diharapkan menjadi agen pengawas dalam proses pemilu. “Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mengawasi proses pemilu. Mereka dapat membantu memantau jalannya tahapan pemilu, baik melalui media sosial maupun di lapangan,” kata Irfan.

Dalam pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Bombana menghadapi tantangan terkait jumlah personel yang terbatas. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dianggap sebagai solusi untuk mengoptimalkan pengawasan.

“Dengan jumlah pemilih yang mencapai 112.000, tentunya tidak mungkin kami melakukan pengawasan satu per satu. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan pemilu berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Irfan berharap seluruh lapisan masyarakat, terutama pers dan mahasiswa, ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan berkualitas di Kabupaten Bombana.