Pernah Menangkan H. Tafdil di Pilkada, H. Abustam Pertaruhkan Harga Diri dan Reputasi untuk Menangkan Burhanudin-Yani

Bombana, sultranet.com – H. Abustam, politisi senior asal Kabupaten Bombana, menyatakan komitmennya untuk memenangkan pasangan Burhanudin-Yani pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan dalam orasi politik di hadapan masyarakat Desa Tedubara, Kabaena Utara, pada Jumat (27/9/2024).

Mantan Ketua Tim Pemenangan H. Tafdil-Johan pada Pilkada 2017 ini menegaskan akan mempertaruhkan reputasi politiknya untuk bisa memenangkan pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani.

“Saya akan mempertaruhkan harga diri dan reputasi politik saya demi kemenangan Burhanudin-Yani khususnya di wilayah Poleang,” ungkap H. Abustam.

Keputusan H. Abustam untuk mendukung pasangan ini dianggap strategis mengingat pengaruhnya di Bombana.

Dalam orasinya, ia juga menekankan pentingnya persatuan masyarakat untuk memastikan kemenangan.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bahu-membahu demi masa depan Bombana yang lebih baik,” tegas Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Partai Gerindra itu.

Dengan dukungan tokoh politik seperti H. Abustam, pasangan Burhanudin-Yani diperkirakan memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan di Pilkada Bombana.

 




Pj. Bupati Yusmin Ajak Pelajar Kolaka Utara Cegah Pernikahan Dini

Kolaka Utara, sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Yusmin S.Pd., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, secara resmi membuka acara sosialisasi pencegahan stunting di kalangan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Kolaka Utara.(28/9/2024)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan tujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan bahaya stunting serta pentingnya mencegah pernikahan dini, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting di daerah.

Dalam sambutannya, Yusmin menekankan bahwa pernikahan dini menjadi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka stunting di Kolaka Utara. “Pernikahan dini tidak hanya membahayakan masa depan kalian, tetapi juga kesehatan anak-anak yang akan lahir. Anak yang lahir dari pasangan usia muda cenderung lebih berisiko mengalami stunting karena orang tua belum sepenuhnya siap secara fisik dan mental untuk menjalankan peran mereka,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat dengan mencegah pernikahan dini. “Saya ingin kalian menjadi pelopor, membawa pesan ini kepada teman-teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jangan biarkan pernikahan dini menghancurkan masa depan kalian dan generasi berikutnya,” tegas Yusmin.

Acara sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kolaka Utara. Pemerintah berharap, dengan keterlibatan aktif para pelajar, kesadaran masyarakat akan bahaya stunting serta pentingnya menghindari pernikahan dini semakin meningkat. Melalui sosialisasi seperti ini, diharapkan generasi muda dapat berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Selain itu, pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kolaka Utara terus berkomitmen untuk mengurangi angka stunting melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai ujung tombak perubahan.

Pelajar yang hadir pada kegiatan ini pun tampak antusias mengikuti rangkaian acara, yang diisi dengan materi edukasi seputar kesehatan, gizi, serta diskusi interaktif tentang dampak pernikahan dini dan stunting. Harapannya, generasi muda Kolaka Utara semakin siap untuk berkontribusi dalam pencegahan stunting dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

 

Sumber: Kominfo Kolut




Pj. Bupati Kolaka Utara Dorong Guru Manfaatkan Kurikulum Merdeka

Kolaka Utara, sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam penerapan pembelajaran paradigma baru Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 3 Kolaka Utara ini dihadiri oleh para guru dari berbagai sekolah di wilayah tersebut, (28/9/2024)

Dalam sambutannya, Yusmin menekankan pentingnya peran guru dalam menghadapi perubahan kurikulum yang memberikan kebebasan untuk berinovasi. “Kurikulum Merdeka memungkinkan guru untuk lebih kreatif dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi sangat penting agar guru mampu memaksimalkan peluang ini demi peningkatan kualitas pendidikan di Kolaka Utara,” ungkapnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara luas di seluruh sekolah. Fokus utamanya adalah pengembangan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern. Para guru diberikan pelatihan intensif terkait metode pembelajaran fleksibel dan adaptif, yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing peserta didik.

Dengan adanya pelatihan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara berharap guru-guru di Kolaka Utara dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara efektif, guna menghasilkan siswa yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Selain itu, Pj. Bupati juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus digalakkan untuk mendorong perkembangan kualitas pendidikan di Kolaka Utara. “Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan, dan dengan kompetensi yang terus diperbaharui, kita optimis mampu mencetak generasi muda yang unggul dan kompetitif,” tutup Yusmin.

 

Sumber: Kominfo Kolut




Tanamkan Disiplin Sejak Dini dan Semangat Pantang Menyerah, Kodim 1431/Bombana Gelar Lomba PBB Tingkat SMP dan SMA, Meriahkan HUT TNI ke-79

Bombana, SultraNET. | – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-79, Kodim 1431/Bombana sukses menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat SMP dan SMA Se Kab. Bombana. Kegiatan ini berlangsung meriah di Lapangan Satya Mahawira, Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sabtu (28/9/2024). Lomba ini diikuti oleh berbagai sekolah dari Kabupaten Bombana dan bertujuan menanamkan disiplin, semangat pantang menyerah, serta kerja sama di kalangan generasi muda.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati HUT TNI, tetapi juga untuk membina kedisiplinan dan kekompakan sejak dini.

“Lomba PBB ini adalah upaya kami untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan mampu bekerja sama. Harapan kami, nilai-nilai ini akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim Letkol Andi Irfandi menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa di antara peserta. Di samping itu, lomba ini juga memperkuat ikatan persaudaraan di antara sekolah-sekolah di Bombana,” tambahnya.

Lomba PBB ini diikuti oleh sejumlah sekolah dari tingkat SMP dan SMA di Bombana. Pada tingkat SMA, beberapa peserta yang berpartisipasi diantaranya SMAN 14 Bombana, SMK 1 Bombana, SMAN 12 Bombana, dan SMAN 3 Bombana. Sementara itu, pada tingkat SMP/MTS, di antaranya adalah SMPN 02 Rumbia, MTS 02 Bombana, SMPN 27 Rarowatu Utara, dan SMPN Satap 11.

Adapun pemenang lomba PBB ini terdiri dari beberapa kategori. Untuk tingkat SMP, juara 1 diraih oleh MTS 02 Bombana, disusul oleh SMP 27 Bombana sebagai juara 2, dan SMP 02 Bombana sebagai juara 3. Sementara itu, pada tingkat SMA, juara 1 diraih oleh SMAN 3 Bombana, juara 2 oleh SMAN 12 Bombana, dan juara 3 oleh SMAN 14 Bombana. (PEN)




H. Burhanuddin Wakafkan Diri untuk Bangun Bombana

Bombana, sultranet.com – Calon Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dalam safari politiknya di Kepulauan Kabaena, Sabtu (28/9), menyatakan komitmennya untuk mengabdikan sisa hidupnya demi percepatan pembangunan di Bombana. Burhanuddin menegaskan bahwa ia siap mewakafkan dirinya demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya tidak punya kepentingan pribadi, saya hanya ingin mewakafkan diri saya untuk membangun Bombana lebih cepat dan lebih baik. Saya butuh doa dan dukungan dari masyarakat,” kata Burhanuddin di hadapan ratusan warga Kabaena yang hadir dalam safari politik tersebut.

Menurut Burhanuddin, wilayah Kabaena memiliki potensi ekonomi yang besar namun masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Ia berjanji akan memberikan prioritas lebih bagi pembangunan di Kabaena jika terpilih sebagai Bupati Bombana. “Kabaena ini adalah sumber PAD terbesar bagi Bombana, tapi kenapa selama ini dianaktirikan? Saya tidak ingin ini terus terjadi,” tambahnya.

Dukungan terhadap Burhanuddin pun mengalir dari Ketua DPRD Bombana terpilih periode 2024-2029, Iskandar SP, yang merupakan putra asli Kabaena. Iskandar menegaskan bahwa ia secara pribadi akan memastikan seluruh janji politik Burhanuddin, terutama terkait pembangunan Kabaena, akan terealisasi.

“Saya jamin Burhanuddin tidak akan mengingkari janjinya untuk Kabaena. Saya yang akan mengawal dan menagih janji tersebut sampai terlaksana,” ujar Iskandar tegas.

Iskandar juga menyampaikan bahwa ia baru kali ini terlibat aktif dalam safari politik seorang calon bupati karena keyakinannya terhadap sosok Burhanuddin yang dianggap mampu membawa perubahan signifikan bagi Bombana, khususnya di Kabaena.

Selain dukungan dari Iskandar, mantan Ketua DPRD Bombana periode 2005-2009, H. Abustam, juga menyatakan dukungan penuh kepada Burhanuddin. Ia menegaskan bahwa perubahan sangat dibutuhkan di Bombana untuk menghentikan dinasti politik yang selama ini menguasai pemerintahan.

“Saya pertaruhkan nama baik saya demi perubahan. Saya yakin Burhanuddin mampu membawa Bombana ke arah yang lebih baik. Jika dinasti politik ini dibiarkan, Bombana akan kehilangan arah,” kata Abustam.




Panwascam Parigi Muna Abaikan Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh Oknum Kades

MUNA, Sultranet.com – Dugaan pelanggaran pemilu mencuat dalam kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, nomor urut 1, Bachrun Labuta-Asrafil (BAHTERA) di Desa Kolasa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, pada Jumat (27/09/2024).

Dalam kampanye tersebut, Kepala Desa Parigi, Drs. LM Nurasim, diduga hadir dan terlibat, yang menjadi perhatian publik setelah fotonya beredar luas di media sosial.

Kehadiran pejabat pemerintah desa dalam kampanye politik seperti ini seharusnya menjadi sorotan, terutama bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), termasuk Panwascam dan pengawas desa setempat. Namun, dugaan pelanggaran tersebut tidak dianggap serius dan terkesan diabaikan oleh Panwascam Parigi.

Ketua Panwascam Parigi, Rahman, membenarkan bahwa Kades Parigi, Drs. LM Nurasim, terlihat dalam tenda kampanye Paslon BAHTERA. Namun, Rahman menyatakan bahwa masalah ini telah diselesaikan di tempat tanpa melanjutkan sebagai temuan pelanggaran pemilu.

“Kami sudah menyampaikan kepada Pak Desa bahwa aparat desa tidak boleh ikut kampanye, dan dia langsung keluar,” jelas Rahman pada Sabtu (28/09/2024) saat dihubungi melalui telepon.

Rahman juga menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat adanya komunikasi antara Kades Parigi dengan Paslon BAHTERA. “Kalau ada komunikasi, kami pasti langsung menindak. Tapi setelah diberitahu, Pak Desa langsung meninggalkan lokasi,” tambahnya.

Namun, tindakan Panwascam Parigi ini menuai kritik. Berdasarkan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 490, kepala desa yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye dapat dikenai pidana penjara hingga satu tahun dan denda maksimal Rp12 juta.

Selain itu, dalam Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, disebutkan bahwa kepala desa dilarang ikut serta atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum atau Pilkada.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi terhadap Kades Parigi, Drs. LM Nurasim, melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.




Tanamkan Cinta Kebersihan Lingkungan Sejak Dini, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Ajak Siswa SDN 29  Lampeantani Kerja Bakti

Bombana, SultraNET.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama masyarakat dan siswa SDN 29 Lampeantani menggelar kegiatan kerja bakti pembersihan parit (drainase) di Desa Lampeantani, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sabtu (28/09). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kebersihan lingkungan sejak dini kepada generasi muda, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Kegiatan kerja bakti ini dihadiri oleh beberapa pihak, termasuk Kepala Desa Lampeantani, Iksan, S.Pd.,Babinsa dari Koramil 1431-01/Rumbia, Serka M. Saleh dan Serda Mastang serta warga masyarakat. Selain itu, sebanyak 30 siswa SDN 29 Lampeantani turut serta dalam aksi peduli lingkungan ini, memberikan contoh positif bagi masyarakat setempat.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Ajak Siswa SDN 29  Lampeantani Kerja Bakti
Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Ajak Siswa SDN 29  Lampeantani Kerja Bakti

Serka M. Saleh, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, mengungkapkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk mencintai kebersihan sejak dini. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan lingkungan kita di masa depan,” ujarnya.

Kepala Desa Lampeantani, Iksan, S.Pd., juga menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih atas partisipasi Babinsa dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kerja bakti ini menjadi bukti nyata sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” harapnya.

Selain itu, Danramil 1431-01/Rumbia Kapten Inf Syafaruddin turut menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan. “TNI selalu siap bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah desa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bombana,” katanya.

Dengan partisipasi aktif dari siswa SD, masyarakat, dan aparat desa, kegiatan ini berjalan lancar dan diharapkan dapat membangkitkan kesadaran lingkungan bagi seluruh warga Desa Lampeantani.




Mantan Ketua dan Ketua DPRD Bombana Terpilih Dukung Penuh H. Burhanuddin

Bombana, sultranet.com – Dukungan kuat terus mengalir kepada calon Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dalam safari politiknya di Pulau Kabaena, Sabtu (28/9/2024)

Mantan Ketua DPRD Bombana periode 2005-2009, H. Abustam, dan Ketua DPRD Bombana terpilih periode 2024-2029, Iskandar SP, menunjukkan dukungan penuh mereka untuk Burhanuddin.

H. Abustam, yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan H. Tafdil selama dua periode sebagai Bupati Bombana, menegaskan bahwa perubahan di Bombana sangat diperlukan.

Menurutnya anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Partai Gerindra itu, keberlanjutan dinasti politik di Bombana hanya akan membawa daerah tersebut ke jurang ketertinggalan.

“Saya bertaruh atas nama baik saya untuk mendukung perubahan yang akan dibawa oleh Burhanuddin. Jika dinasti politik ini terus berjalan, Bombana akan menjadi negeri yang hilang arah. Saya jamin, Burhanuddin akan membawa perubahan, dan insyaallah, kita akan menang,” tegas Abustam.

Iskandar SP, Ketua DPRD Bombana terpilih yang merupakan putra asli Kabaena, juga menyatakan dukungan penuh kepada Burhanuddin.

Ia menekankan bahwa dirinya akan memastikan janji-janji Burhanuddin, terutama terkait pembangunan di Kabaena, akan terpenuhi.

“Saya jamin Burhanuddin tidak akan ingkar janji, terutama untuk pembangunan di Kabaena. Saya sendiri yang akan menagihnya dan memastikan semua janji itu terealisasi. Saya tidak pernah salah memilih orang yang tepat untuk Kabaena,” kata Iskandar.

Iskandar juga menambahkan bahwa selama Bombana berdiri, ini adalah kali pertama ia secara aktif terlibat dalam safari politik seorang calon bupati.

Hal ini, menurutnya, didasari oleh keyakinannya terhadap visi dan misi Burhanuddin dalam membangun Bombana yang lebih baik.

Dukungan dua tokoh besar ini semakin memperkuat posisi Burhanuddin sebagai calon yang memiliki kepercayaan besar dari elite politik dan masyarakat Bombana.

Dengan dukungan dari H. Abustam dan Iskandar SP, Burhanuddin diyakini memiliki peluang besar untuk membawa perubahan signifikan bagi Bombana.




Sultra Kirim Kontingen Siap Berlaga di Peparnas XVII Solo

Kendari, sultranet.com – Provinsi Sulawesi Tenggara resmi melepas kontingennya untuk berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah. Pelepasan ini dilakukan pada Jumat, 27 September 2024, di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, dengan diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Tenggara, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sultra, pelatih, official, serta para atlet disabilitas yang akan bertanding.

Dalam sambutannya, Sukanto Toding mengingatkan seluruh kontingen untuk menjaga nama baik Sulawesi Tenggara dan membawa kebanggaan daerah. Ia menegaskan pentingnya disiplin dan tepat waktu selama ajang berlangsung. “Setiap kali kita bertanding, kita tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga membawa kehormatan daerah. Tunjukkan sikap disiplin, sportivitas, dan rasa kesatuan dalam setiap pertandingan,” katanya. Sukanto juga menekankan tiga nilai utama yang harus dipegang oleh para atlet dan pelatih, yaitu “3S”: Syukur, Sportivitas, dan Satu Kesatuan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi atlet dalam menghadapi tantangan dan meraih hasil terbaik.

Selain itu, Kadispora Sultra, La Ode Hidayat, mengingatkan para atlet dan pelatih bahwa kekompakan tim menjadi kunci utama kesuksesan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tim Sultra sangat bergantung pada latihan yang telah dilakukan selama sebulan terakhir. “Insya Allah, hasil terbaik dari latihan akan terlihat di arena pertandingan. Tunjukkan kemampuan maksimal kalian di setiap cabang olahraga,” pesan La Ode Hidayat kepada kontingen Sultra. Ia juga mengajak seluruh atlet untuk menjaga kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat dalam membawa Sulawesi Tenggara menuju prestasi gemilang.

Ketua NPC Sulawesi Tenggara, Dr. Kafarudin, dalam laporan persiapan kontingen, mengungkapkan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh atlet disabilitas Sultra. Meski memiliki keterbatasan, para atlet telah menunjukkan motivasi luar biasa untuk mengharumkan nama daerah. Kontingen Sulawesi Tenggara yang akan berlaga di Peparnas XVII terdiri dari 55 orang, dengan 27 atlet, 10 pelatih, dan 18 pendukung kontingen. Mereka akan berpartisipasi dalam 9 cabang olahraga, antara lain atletik, tenis meja, catur, bulu tangkis, renang, panahan, taekwondo, tenpin bowling, dan angkat berat.

Dengan keberagaman jenis disabilitas, tim Sultra terdiri dari 23 atlet daksa dan 4 atlet netra. Para atlet diharapkan dapat memberikan yang terbaik di arena Peparnas dan mengharumkan nama Sulawesi Tenggara. Pada akhir acara, Asisten III Setda Sultra, Sukanto Toding, menyerahkan bendera kontingen kepada Ketua Tim Kontingen Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai tanda pelepasan resmi untuk bertanding di Peparnas XVII Solo.

Dengan semangat sportivitas dan kekompakan, kontingen Sultra siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka di ajang Peparnas yang prestisius ini. Semoga perjuangan mereka dapat membuahkan hasil yang membanggakan bagi Sulawesi Tenggara.




Habiskan Uang Milyaran, Program Udang Vaname Wakatobi Masih Merugi

Sultranet.com, Wakatobi – Program udang vaname pemerintah kabupaten Wakatobi yang dirancang lewat Dinas Perikanan telah menelan uang negara hingga milyaran rupiah.

Meskipun sudah menelan anggaran kurang lebih 5 Milyar sejak tahun 2022, program yang dibanggakan pada masa pemerintahan Haliana tersebut hingga saat ini belum menuai hasil alias merugi.

Hal itu memicu reaksi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Wakatobi pada Amandemen DPRD terkait APBD-P 2024.

Salah seorang anggota dewan, Arman Alini mengatakan, program tersebut hanya menghabiskan uang negara dan tidak berdampak pada pemberdayaan masyarakat.

“Kalau tidak menguntungkan secara ekonomi dan tidak berdampak pada pembukaan lapangan kerja, saya kira program ini tidak perlu dilanjutkan,”ucapnya.

Menurutnya, budidaya udang Vaname dalam skala besar juga berdampak terhadap lingkungan akibat limbah cair yang dihasilkan.

“Kami berharap program ini bisa dialihkan ke pemberdayaan nelayan melalui pembinaan nelayan keramba jaring apung, budidaya rumput laut dan nelayan tangkap serta nelayan rumpon dengan pengadaan kapal pelingkar yang ramah lingkungan,”tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala dinas Perikanan kabupaten Wakatobi, Saoruddin mengatakan, terkait dengan anggaran yang telah dikeluarkan oleh negara untuk program tersebut menurutnya, masih berupa investasi.

“Milyaran yang dihabiskan itu untuk pembangunan sarana dan prasarana tetapnya misalnya seperti mesin, penggalian pipa tandon, mesin genset dan gedung pakan,”tepisnya.

Ia perkirakan, untuk bisa melihat keuntungan dari budidaya dari udang Vaname kecuali menunggu selama lima tahun. Menurut analisanya, panen yang dihasilkan bisa capai puluhan ton.

“Artinya uang daerah yang dikeluarkan sekian milyar itu bisa kembali dalam waktu 3 atau 4 tahun kedepan,”terangnya.

Laporan : Samidin