Bupati Bombana Buka Diklatsargab PMR 2026, Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Berjiwa Kemanusiaan

Bombana – sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, peduli, dan memiliki semangat kemanusiaan melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar Gabungan (Diklatsargab) Unit Palang Merah Remaja (PMR) Mula, Madya, dan Wira Kabupaten Bombana Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kecamatan Poleang Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Poleang Timur itu secara resmi dibuka oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., yang hadir didampingi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., di Lapangan Merdeka, Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kamis (30/7/2026).

Pembukaan Diklatsargab menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepalangmerahan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai nilai kemanusiaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana mengapresiasi peran Palang Merah Remaja sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, PMR memiliki posisi strategis dalam menanamkan kepedulian sosial, membentuk jiwa kemanusiaan, sekaligus mengembangkan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan para anggotanya.

“Saya berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepalangmerahan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, donor darah, dan kesehatan remaja, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat pengabdian kepada sesama,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan. Para peserta diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing masing.

Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh peserta merupakan generasi penerus Kabupaten Bombana yang akan memegang peran penting dalam pembangunan daerah pada masa mendatang. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan penuh disiplin, semangat, dan rasa tanggung jawab agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kemampuan diri sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Kalian adalah generasi penerus Kabupaten Bombana. Di tangan kalian akan lahir pemimpin pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian, integritas, dan semangat kemanusiaan. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk belajar, berlatih, membangun persahabatan, serta mengembangkan kemampuan dalam memberikan pertolongan kepada siapa pun tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan,” katanya.

Menurut Burhanuddin, nilai nilai kemanusiaan yang ditanamkan melalui PMR merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling peduli. Ia berharap para peserta mampu menjadi teladan di lingkungan masing masing dengan mengedepankan semangat sukarela, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus mendukung berbagai program PMI yang berorientasi pada pelayanan kemanusiaan. Dukungan tersebut mencakup peningkatan kapasitas relawan, pembinaan Palang Merah Remaja, pelayanan donor darah, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, PMI, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Kolaborasi tersebut dinilai mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

Menutup sambutannya, Burhanuddin berharap Diklatsargab PMR Tahun 2026 dapat melahirkan kader kader muda yang berkarakter, terampil, berintegritas, dan memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi. Ia optimistis para peserta akan menjadi pelopor kebaikan sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bombana melalui aksi aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.




Konkep Bebas Utang JKN! Komitmen Tepat Waktu Jamin Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

Makassar, Konkep Sultranet.com – Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, mencatat prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah sekaligus penjaminan hak dasar masyarakat. Hal ini terungkap dalam kegiatan Monitoring Penganggaran dan Evaluasi Pemenuhan Kewajiban Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Program JKN Tahun 2026, yang diselenggarakan Kedeputian Wilayah IX di Kota Makassar, Kamis (30/7/2026).

Dalam forum tersebut, Konkep dinyatakan sebagai salah satu pemerintah daerah yang sepenuhnya bebas dari tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Konkep menjamin akses layanan kesehatan yang lancar, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Konkep, Mahmud, menegaskan bahwa status bebas tunggakan ini bukan sekadar catatan baik di atas kertas, melainkan wujud tanggung jawab besar pemerintah daerah terhadap hak hidup dan kesehatan warga.

“Bebas tunggakan JKN adalah bukti nyata kita tidak pernah mengabaikan hak kesehatan rakyat. Setiap rupiah yang disetorkan tepat waktu menjamin perlindungan warga ketika sakit, tanpa harus takut terhalang urusan administrasi dari pihak pemerintah,” ujar Mahmud melalui keterangan tertulisnya.

Mahmud menjelaskan, konsistensi ini terbangun berkat langkah sistematis yang dijalankan Pemkab Konkep: memprioritaskan alokasi anggaran iuran JKN sejak penyusunan APBD, menyusun jadwal penyetoran yang ketat dan terukur, serta rutin melakukan rekonsiliasi data bersama BPJS Kesehatan agar tidak ada selisih maupun keterlambatan.

“Langkah ini juga sejalan dengan semangat kemandirian fiskal yang terus kita bangun: pengelolaan keuangan yang tertib, disiplin, dan akuntabel bukan demi laporan semata, melainkan demi kesejahteraan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya berharap ketertiban ini membuat JKN benar-benar berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang andal. “Kita ingin pastikan tidak ada satu pun warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena keterlambatan administrasi dari pemerintah daerah,” tegas Mahmud.

Ke depannya, Pemkab Konkep berkomitmen penuh mempertahankan konsistensi penyetoran iuran tepat waktu, sekaligus memperluas sosialisasi agar seluruh masyarakat semakin memahami hak dan kewajiban kepesertaan JKN masing-masing.

Konkep Teratur, JKN Terjaga, Warga Sehat, Daerah Maju!

 

Laporan: Aldi Dermawan




Bupati Bombana Buka Pusdiklat Paskibraka 2026, Siapkan Generasi Berkarakter dan Berintegritas

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi membuka Penerimaan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan apel yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bombana dan menjadi awal pembinaan bagi puluhan pelajar terbaik yang akan mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danyon Yonif TP 919/Sangia Dowo, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, unsur TNI dan Polri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Kepala KCD Kabupaten Bombana, kepala SMA dan SMK sederajat, pelatih, panitia, serta seluruh peserta Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026, di Halaman Kantor Bupati Bombana, Rabu (29/7/2026).

Pembukaan Pusdiklat Paskibraka menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, serta jiwa kepemimpinan. Selain mempersiapkan pasukan pengibar bendera pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pendidikan dan pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Dalam amanatnya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Menurutnya, Paskibraka merupakan wadah pembinaan karakter yang mampu melahirkan generasi muda berjiwa nasionalis, disiplin, dan memiliki kepemimpinan yang kuat.

“Paskibraka adalah simbol generasi muda yang memiliki kedisiplinan tinggi, semangat nasionalisme, jiwa kepemimpinan dan integritas yang kuat, sehingga Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegas Burhanuddin.

Ia menjelaskan, sebanyak 52 putra putri terbaik Kabupaten Bombana berhasil lolos setelah melalui seluruh tahapan seleksi yang berlangsung secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi semangat kompetisi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 36 peserta putra dan 16 peserta putri yang akan mengikuti Pusdiklat mulai 29 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Selama menjalani pendidikan dan pelatihan, para peserta akan memperoleh pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis sebagai pasukan pengibar bendera, tetapi juga penguatan mental, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepemimpinan. Pembinaan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter peserta agar siap menjalankan tugas negara dengan penuh rasa bangga dan tanggung jawab.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan setiap proses pelatihan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Menurutnya, keberhasilan tidak pernah datang secara instan, melainkan lahir dari kerja keras, disiplin, dan kesungguhan dalam menjalani setiap tahapan proses.

“Jadikan setiap latihan sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mengembangkan kemampuan, karena keberhasilan selalu lahir dari proses yang penuh pengorbanan,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Burhanuddin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta panitia pelaksana yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam membina generasi muda daerah.

Ia berharap seluruh proses pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara profesional, humanis, serta tetap mengedepankan kedisiplinan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kesehatan, dan kondisi fisik seluruh peserta. Menurutnya, pembinaan yang berkualitas akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan emosional.

Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026 akan menghasilkan calon Paskibraka yang mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan baik. Lebih dari itu, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus yang memiliki karakter, integritas, jiwa kepemimpinan, semangat nasionalisme, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Bombana di masa depan.




Bupati Bombana Serahkan Bantuan BAZNAS untuk 55 Mustahik

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menyerahkan secara simbolis bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bombana Tahap I Tahun 2026 kepada 55 mustahik sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama BAZNAS dalam memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS Kabupaten Bombana dan disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat. Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana, Selasa (28/7/2026).

Pada penyaluran tahap pertama Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan senilai Rp73.250.000 kepada 55 mustahik. Bantuan tersebut mencakup program bedah rumah, bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bantuan biaya pengobatan, bantuan bagi mualaf, serta bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program ini menjadi bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Bombana sebagai upaya membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendorong peningkatan taraf hidup melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari hari. Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat dan bersedekah, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Saya mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk mengajak staf dan lingkungan kerjanya membiasakan berzakat, berinfak, dan bersedekah secara ikhlas melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan zakat,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Karena itu, dukungan seluruh masyarakat sangat diperlukan agar potensi zakat di Kabupaten Bombana dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu lebih banyak warga yang membutuhkan.

Menurut Bupati, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas antarsesama. Ia menilai budaya berbagi harus terus dipupuk agar semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.

“Semakin kuat budaya berbagi tumbuh di tengah masyarakat, semakin besar pula potensi zakat, infak, dan sedekah yang dapat dihimpun untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Burhanuddin juga mengingatkan bahwa setiap bentuk kebaikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi penerima maupun bagi orang yang menunaikannya. Menurutnya, nilai utama dari zakat dan sedekah bukan hanya terletak pada jumlah yang diberikan, tetapi juga pada niat tulus untuk membantu sesama.

“Apa yang kita lakukan melalui sedekah, infak, dan zakat bukan hanya menjadi bekal di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan kita di dunia,” ucapnya.

Ia berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga keberadaan BAZNAS semakin kuat dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi. Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, BAZNAS diharapkan mampu menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kabupaten Bombana.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjaga amanah dalam pengelolaan maupun penyaluran zakat agar setiap bantuan benar benar memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.

“Saya berharap segala sesuatu yang baik kita lakukan akan berbuah kebaikan. Jalankan amanah ini dengan ikhlas dan yakinlah bahwa setiap kebaikan akan mendapat balasan yang terbaik,” tutupnya.

Usai penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada seluruh mustahik sesuai dengan jenis bantuan yang telah ditetapkan oleh BAZNAS Kabupaten Bombana. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu, sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.




Bupati Bombana Lantik Pj Kepala Desa Pongkalaero

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi melantik Mufassir, S.Si., M.M. sebagai Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan. Pelantikan tersebut menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan publik, serta pelaksanaan pembangunan tetap berjalan secara optimal hingga terpilihnya kepala desa definitif. Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Pelaksana Tugas Camat Kabaena Selatan, serta tamu undangan lainnya, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan Penjabat Kepala Desa Pongkalaero merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pemerintahan desa agar roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung secara efektif. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kepemimpinan yang baru mampu menjaga kesinambungan program pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pelantikan Penjabat Kepala Desa memiliki makna strategis karena menjadi momentum penting untuk memastikan pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Pelantikan Penjabat Kepala Desa yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah momentum penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat di Desa Pongkalaero,” ujar Burhanuddin.

Bupati menjelaskan bahwa seorang Penjabat Kepala Desa dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan kerja serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh unsur pemerintahan desa. Ia meminta Mufassir segera memperkuat sinergi bersama perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara efektif.

Menurut Burhanuddin, kolaborasi menjadi faktor utama dalam mewujudkan pemerintahan desa yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia berharap Penjabat Kepala Desa mampu merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan tertentu.

Selain memperkuat sinergi, Bupati juga mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan agar pengelolaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang undangan sehingga seluruh program pembangunan benar benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Burhanuddin juga meminta Penjabat Kepala Desa memberikan perhatian terhadap berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan kawasan agrominapolitan melalui optimalisasi potensi sektor pertanian dan perikanan yang dimiliki Desa Pongkalaero.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan publik, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dalam kesempatan itu, Bupati kembali menegaskan bahwa tugas utama seorang kepala desa adalah melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara cepat, adil, terbuka, dan tidak diskriminatif.

“Tugas utama seorang kepala desa adalah melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Berikan pelayanan yang cepat, ramah, adil, dan transparan kepada seluruh warga Desa Pongkalaero tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Burhanuddin menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada seorang pemimpin merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh integritas. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat serta dilandasi semangat pengabdian.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak Penjabat Kepala Desa Pongkalaero menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan rasa tanggung jawab demi mewujudkan pemerintahan desa yang semakin maju dan dipercaya masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kepemimpinan saudara bukanlah dari seberapa lama saudara menjabat, melainkan dari seberapa besar kebaikan dan perubahan nyata yang saudara tinggalkan di tengah masyarakat,” tutup Burhanuddin.

Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kepemimpinan Penjabat Kepala Desa Pongkalaero mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik, memperkuat pelayanan publik, mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan, serta menciptakan kolaborasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.




Bupati Bombana Usulkan Prioritas Infrastruktur kepada Komisi V DPR RI

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., menerima kunjungan kerja reses Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae, sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bombana. Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menyampaikan berbagai usulan prioritas pembangunan yang dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah, pelayanan dasar, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pertemuan berlangsung di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Minggu (26/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi III Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bombana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa Kabupaten Bombana memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, hingga pertambangan. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama dalam membuka akses antarwilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah usulan prioritas yang diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2026. Beberapa ruas jalan yang diusulkan meliputi Mulaeno–Toburi, Tampabulu–Toburi, Teppoe–Tampabulu–Tontonunu, Aneka Marga–Wumbubangka–Tembe, Tedubara–Pising di Pulau Kabaena, serta peningkatan ruas Laea–Tampabulu, Aneka Marga–Watu Watu, dan Lantari–Langadue.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Kabupaten Bombana juga mengusulkan pembangunan Jembatan Tampabulu, Jembatan Poros Tedubara–Pising, rehabilitasi Jembatan Gantung Wambamolingku, serta pembangunan jembatan penghubung menuju Pulau Masaloka guna memperkuat konektivitas antarpulau dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Di sektor sumber daya air, pemerintah daerah mengusulkan rehabilitasi sejumlah daerah irigasi melalui Program Inpres Irigasi serta pembangunan Bendungan Sungai Poleang. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi, memperkuat ketahanan air, mengendalikan banjir, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bombana juga mengajukan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), peningkatan sanitasi di desa dan kelurahan, serta penanganan rumah tidak layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Burhanuddin menjelaskan bahwa sebagian besar usulan tersebut telah dilengkapi dengan dokumen teknis, dokumen lingkungan, serta kesiapan lahan sehingga siap ditindaklanjuti apabila memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

“Saya berharap kunjungan kerja reses ini semakin memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mempercepat pemerataan pembangunan,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara seluruh tingkatan pemerintahan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas wilayah, pelayanan dasar, investasi, hingga kesejahteraan masyarakat Bombana.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyatakan seluruh aspirasi pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bombana akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI.

“Semua usulan akan kita upayakan dan perjuangkan. Hari ini kami melaksanakan kunjungan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah. Kami di DPR RI siap memperjuangkan bagian yang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tegas Ridwan Bae.

Ia menjelaskan bahwa seluruh usulan tersebut akan dibahas bersama kementerian dan lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi V DPR RI. Menurutnya, setiap program yang memenuhi persyaratan administratif dan menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran negara.

“Tugas kami adalah mengawal aspirasi daerah. Selama usulan tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat dan memenuhi ketentuan yang berlaku, tentu akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Melalui kunjungan kerja reses ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap sinergi yang semakin erat dengan DPR RI dan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis. Dukungan tersebut diharapkan mampu membuka akses wilayah yang lebih luas, meningkatkan daya saing daerah, memperkuat pelayanan dasar, serta menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bombana.




Bupati Bombana Tutup Hari BPR/BPRS Nasional Sultra 2026, Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Daerah

Bombana – sultanet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi menutup rangkaian Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Bombana. Penutupan kegiatan menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian peringatan yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem keuangan yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Acara berlangsung di Gedung Olahraga Rumbia, Kabupaten Bombana, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari Muh. Novrian Jaya, Wakil Bupati Konawe Selatan H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., direksi dan komisaris PT BPR Bahteramas se Sulawesi Tenggara, Ketua Perbarindo Sulawesi Tenggara Dr. Ahmat, S.E., M.M., kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, serta ratusan masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan.

Penutupan Hari BPR/BPRS Nasional Sulawesi Tenggara 2026 menjadi momentum penting untuk mempertegas peran sektor perbankan daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif. Selain menjadi ajang silaturahmi antar pelaku industri perbankan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor jasa keuangan. Menurutnya, keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki kontribusi besar dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama bagi sektor usaha produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

Ia menjelaskan bahwa BPR dan BPRS selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga berbagai usaha masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan yang mudah dijangkau.

“BPR dan BPRS memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Keberadaan BPR dan BPRS menjadi mitra penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, nelayan, pedagang, serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan bertanggung jawab,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap layanan keuangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor perbankan sebagai salah satu instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati juga berharap BPR dan BPRS terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperluas jangkauan pembiayaan produktif, serta memperkuat edukasi keuangan agar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat semakin meningkat.

“Pemerintah Kabupaten Bombana berharap BPR dan BPRS terus menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses pembiayaan produktif, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendukung pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM harus menjadi perhatian bersama karena sektor tersebut terbukti menjadi penopang utama perekonomian daerah. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, pelaku UMKM diyakini mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Melalui penutupan Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri perbankan, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem keuangan daerah yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara.

Suasana penutupan berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain penampilan spesial artis ibu kota dan hiburan musik dari DJ, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk UMKM, lomba dan edukasi keuangan, talkshow, sosialisasi layanan perbankan, serta pembagian berbagai doorprize kepada pengunjung. Rangkaian acara tersebut menjadi wujud nyata upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah.




Bupati Bombana Ajak Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter pada Hari Anak Nasional

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., menghadiri kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan” itu menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pemenuhan hak anak, membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Bombana, Sabtu (25/7/2026).

Peringatan Hari Anak Nasional tersebut diikuti ratusan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para kepala perangkat daerah beserta jajaran, Ketua PGRI Kabupaten Bombana, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, para kepala sekolah, guru, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini. Pemerintah Kabupaten Bombana memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sebagai investasi penting bagi masa depan daerah dan bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa anak merupakan aset berharga yang menentukan masa depan Kabupaten Bombana dan Indonesia.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial. Hari ini adalah momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa anak adalah amanah, harapan sekaligus penentu masa depan bangsa. Apa yang kita tanamkan kepada mereka hari ini akan menentukan seperti apa Bombana dan Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Burhanuddin.

Ia menekankan bahwa membangun generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bupati juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan yang layak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing. Karena itu, seluruh pihak harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak-haknya akibat berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.

“Jangan pernah biarkan ada anak yang kehilangan haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, dan meraih cita-cita,” tegasnya.

Menurut Burhanuddin, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang akan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.

Ia juga mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik, pendidikan, pembentukan karakter, serta kesehatan mental anak. Dengan dukungan yang baik, anak-anak Bombana diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral, budaya, dan semangat kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan seperti Senam Anak Indonesia Hebat tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada kepentingan anak, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat untuk menyayangi, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak semakin mengakar di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh elemen, diharapkan lahir generasi Bombana yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa di masa mendatang.




Bupati Bombana Tutup Laea Cup II, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola

Bombana – sultraet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Laea Cup II yang digelar di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan. Penutupan turnamen menjadi puncak rangkaian kompetisi yang tidak hanya menghadirkan semangat persaingan sehat di lapangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta mendorong pembinaan olahraga sepak bola di Kabupaten Bombana. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Sabtu (25/7/2026).

Turnamen Laea Cup II mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan menjadi salah satu ajang olahraga yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Selain menjadi kompetisi bagi klub sepak bola lokal, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus ruang untuk menjaring talenta-talenta potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Bombana pada berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pemerintah desa, para peserta, ofisial, wasit, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan turnamen. Menurutnya, keberhasilan sebuah kompetisi olahraga tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari terciptanya sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di antara seluruh peserta.

Ia berharap Turnamen Laea Cup dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bombana.

“Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat dari Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, hingga seluruh Kabupaten Bombana,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi yang berkualitas. Turnamen seperti Laea Cup menjadi salah satu sarana penting untuk mengasah kemampuan para pemain muda sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang dapat meningkatkan kualitas permainan mereka.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Ia menilai olahraga tidak hanya menciptakan generasi yang sehat secara fisik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

“Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkarakter,” katanya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menjelaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi olahraga, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar pembinaan atlet berlangsung secara berkesinambungan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi olahraga, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar pembinaan olahraga di daerah kita semakin berkembang,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh insan olahraga di Bombana untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan setiap kompetisi sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar mengejar kemenangan. Menurutnya, nilai-nilai sportivitas harus selalu menjadi fondasi dalam setiap pertandingan agar olahraga mampu menjadi media pembinaan karakter generasi muda.

Selain mendorong peningkatan prestasi, Bupati berharap turnamen sepak bola seperti Laea Cup mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran berbagai tim dan suporter dinilai mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan antardesa melalui kegiatan yang positif.

Melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Laea Cup II, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap pembinaan atlet usia muda dapat berjalan semakin optimal. Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga yang berkelanjutan, melahirkan pemain-pemain berbakat, meningkatkan prestasi sepak bola daerah, serta memperkuat semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan sebagai modal penting dalam membangun Kabupaten Bombana yang lebih maju.




Bombana Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas

Bombana – sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Sosialisasi Regulasi dan Seremonial Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas se Sulawesi Tenggara (Perseroda) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perbankan daerah serta memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan saham desa dalam proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih sehat, profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Bupati Konawe Utara, Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Konawe, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan pemegang saham pengendali PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), direksi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), serta para tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bombana sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat kelembagaan PT BPR Bahteramas sebagai bank milik daerah yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengalihan saham desa bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran desa dalam pembangunan ekonomi daerah melalui sistem perbankan yang lebih tertata.

“Kegiatan sosialisasi dan seremonial pengalihan saham desa ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya dari aspek administrasi dan kepastian hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan desa dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, kepastian hukum terhadap kepemilikan saham akan memperkuat posisi pemerintah daerah dalam mengelola PT BPR Bahteramas secara profesional. Di sisi lain, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Fadlansyah, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi mengawal proses transisi dan konsolidasi PT BPR Bahteramas. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana atas kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Fadlansyah menegaskan bahwa PT BPR Bahteramas memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, nelayan, serta sektor produktif lainnya.

“PT BPR Bahteramas merupakan pilar utama perekonomian daerah di Sulawesi Tenggara. Dalam empat tahun terakhir, kinerja 12 entitas PT BPR Bahteramas se Sultra menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dan produktif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengalihan saham desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 yang mengamanatkan seluruh Bank Perekonomian Rakyat milik pemerintah daerah melakukan peleburan atau konsolidasi sebelum April 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi solusi untuk memberikan kepastian hukum terhadap penyertaan modal desa yang selama ini belum memiliki dasar kepemilikan saham secara langsung.

“Untuk menjaga kepastian hukum dan menghindari deadlock administratif, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 telah disepakati bahwa porsi saham desa dialihkan menjadi saham pemerintah kabupaten dan kota se Sulawesi Tenggara,” jelas Fadlansyah.

Melalui sosialisasi ini, seluruh pemerintah daerah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengalihan saham desa serta proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga berharap proses tersebut berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku sehingga mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah, dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Keberadaan PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM, sektor pertanian, perikanan, dan berbagai usaha produktif lainnya. Dengan sistem kelembagaan yang semakin kuat, bank milik daerah tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.