Dinas Ketahanan Pangan Bombana Gelar Gerakan Pangan Murah Keliling

Bombana, sultranet.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana berhasil menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) di Kecamatan Poleang Barat selama dua hari, pada 12-13 September 2024. Program ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dengan menyediakan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar.

Warga Poleang Barat menyambut antusias kehadiran GAUL ini, terlihat dari tingginya partisipasi selama dua hari kegiatan berlangsung. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan bahan pangan lainnya dijual dengan harga murah, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli bahan pangan esensial dengan harga yang lebih ekonomis.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rusli, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya acara ini dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. “Gerakan Pangan Murah Keliling ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan akses yang lebih mudah terhadap pangan berkualitas. Kami berharap melalui kegiatan ini, beban ekonomi masyarakat dapat berkurang dan akses mereka terhadap pangan semakin baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Tidak hanya warga yang mendapatkan manfaat, kegiatan GAUL juga melibatkan sejumlah pedagang yang turut berpartisipasi dalam penyediaan barang-barang untuk dijual. Hal ini menambah dinamika perekonomian lokal dengan mendorong partisipasi aktif dari pedagang setempat.

Kegiatan GAUL ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Bulog Cabang Bombana, Camat Poleang Barat, Sekretaris Camat Poleang Barat, dan tiga anggota dari Inspektorat Kabupaten Bombana. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Menurut Camat Poleang Barat, acara ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih belum stabil pasca-pandemi.

Kepala Bulog Cabang Bombana juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung acara-acara semacam ini untuk menjamin ketersediaan stok pangan di wilayah Bombana. “Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan bahwa pangan tersedia dengan cukup dan dapat dijangkau oleh masyarakat di seluruh wilayah, tidak hanya di Poleang Barat,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan GAUL di Kecamatan Poleang Barat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di kecamatan lain di Bombana. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama di daerah yang akses pangannya masih terbatas, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari program ini.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengelola distribusi pangan secara lebih merata. Melalui program GAUL, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang kesulitan mengakses pangan, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini. “Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok dapat diakses oleh semua warga, terutama mereka yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi. Gerakan ini akan terus kita dorong ke berbagai kecamatan lainnya,” tutur Rusli.

Tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, Dinas Ketahanan Pangan juga berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Bombana. Selain itu, melalui pelibatan langsung pedagang lokal, diharapkan ada sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dalam menciptakan stabilitas harga pangan yang terjangkau.

Dengan berakhirnya acara GAUL di Poleang Barat, masyarakat setempat merasakan manfaat langsung dari program ini. Keberhasilan ini memberikan semangat bagi Dinas Ketahanan Pangan untuk terus bergerak, menjangkau lebih banyak wilayah dan membantu masyarakat dalam mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

Sebagai penutup, Rusli menyatakan, “Kami sangat senang melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk melanjutkan program GAUL di wilayah-wilayah lain. Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga kesejahteraan masyarakat Bombana dapat terjaga.”

Melalui Gerakan Pangan Murah Keliling, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana membuktikan komitmennya untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.




TPAS Berdampak Buruk ke Masyarakat, PMII Muna Desak Copot Kepala DLH

MUNA, Sultranet.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Muna menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan di depan Kantor Bupati Muna pada Kamis (12/09/2024).

Aksi ini juga disertai dengan pemblokiran pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Desa Wawesa, Kecamatan Batalaiworu.

PMII Muna menuntut perbaikan manajemen TPAS yang dinilai tidak dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Mereka mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan TPAS dan meminta Penjabat Bupati Muna segera mencopot kepala DLH jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dalam waktu dekat.

“Aksi ini murni bentuk keluhan masyarakat yang resah dan jenuh akibat kondisi TPAS yang tak terurus. Dampaknya merugikan warga, bahkan ada yang mengeluhkan bau sampah sampai harus makan di dalam kelambu,” ungkap Muhammad Sulaeman, Ketua 1 Bidang Kaderisasi PC PMII Muna.

Dalam aksinya, PMII Muna memblokade akses TPAS agar tidak ada lagi mobil pengangkut sampah yang bisa membuang sampah di tempat tersebut.

“Kami tidak akan berhenti hingga ada tindakan konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dan mencari solusi,” tegas Sulaeman.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Muna belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi dan tuntutan dari PMII Muna.




Pj. Bupati dan Sekda Bombana Raih Penghargaan Sultra Awards 2024: Apresiasi atas Dedikasi untuk Daerah

Kendari, Sulawesi Tenggara — Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, menerima penghargaan bergengsi Sultra Awards 2024 dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-29 Sulawesi Tenggara. Penghargaan ini diberikan oleh Harian Kendari Pos sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memajukan Kabupaten Bombana dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.

Acara penghargaan berlangsung meriah di Hotel Claro Kendari, Kamis (12/9/2024). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. Acara ini juga dihadiri oleh mitra strategis Kendari Pos, bersama 50 tokoh inspiratif dari berbagai bidang yang dinilai visioner, inovatif, dan berdedikasi tinggi. Para penerima penghargaan berasal dari sektor pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha, dengan total 24 kategori penghargaan yang diberikan.

Dalam pernyataannya usai menerima penghargaan, Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pengakuan tersebut.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk kami, tetapi untuk seluruh masyarakat Bombana yang selalu mendukung dan bekerja bersama-sama membangun daerah ini. Kami merasa terhormat sekaligus semakin termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik,” ujar Edy.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekda Bombana, Drs. Man Arfa. Menurutnya, penghargaan ini adalah cerminan keberhasilan kolektif, bukan hanya dari individu semata.

“Kami dedikasikan penghargaan ini untuk masyarakat Bombana. Ini adalah pengingat agar kami terus meningkatkan kualitas pelayanan dan melakukan inovasi demi kemajuan daerah. Tantangan ke depan masih besar, tapi kami yakin, dengan kerja keras bersama, Bombana bisa menjadi lebih baik,” ungkap Man Arfa.

Sultra Awards yang digagas oleh Harian Kendari Pos bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi individu dan kelompok yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi dalam memajukan Sulawesi Tenggara. Ajang ini juga menjadi wadah untuk menginspirasi para pemimpin dan masyarakat agar terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Penerimaan penghargaan oleh Pj. Bupati dan Sekda Bombana menjadi pengakuan atas berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan, termasuk peningkatan pelayanan publik, pengembangan infrastruktur, dan program pemberdayaan masyarakat.

Selain menjadi simbol prestasi, penghargaan ini juga merupakan motivasi untuk melanjutkan visi pembangunan yang lebih baik. “Penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah besar berikutnya. Kami akan terus berkomitmen untuk mewujudkan Bombana yang lebih maju, sejahtera, dan inklusif,” tambah Edy Suharmanto.

Acara Sultra Awards 2024 juga menyoroti berbagai kontribusi dari 50 tokoh inspiratif lainnya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga swasta. Keberagaman kategori penghargaan ini mencerminkan luasnya spektrum kontribusi yang diakui di Sulawesi Tenggara.

Pj. Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat inovasi dan dedikasi tinggi dari para penerima dalam memajukan daerahnya masing-masing.

“Penghargaan ini menjadi simbol bahwa Sulawesi Tenggara memiliki banyak individu dan kelompok yang berkomitmen kuat untuk membawa perubahan positif. Kami berharap momentum ini dapat mendorong semua pihak untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik,” ujar Asrun Lio.

Dengan penghargaan ini, Pj. Bupati dan Sekda Bombana berharap dapat terus menginspirasi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun Bombana. Dukungan dari seluruh elemen menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penghargaan Sultra Awards, pemerintah daerah Bombana menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pengakuan ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang, dengan tujuan akhir menciptakan masyarakat Bombana yang sejahtera, inklusif, dan berdaya saing tinggi.




BMKG Beri Peringatan, Ada Potensi Megathrust di Wakatobi?

Wakatobi, Sultranet.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat Wakatobi, Sulawesi Tenggara terkhusus yang berada di daerah Waha raya untuk mengetahui tanda-tanda tsunami.

Peringatan tentang bahaya tsunami itu disampaikan oleh pihak BMKG saat meresmikan papan peta evakuasi tsunami di desa Wapiapia, Rabu (11/09/2024).

Ditanya terkait dengan potensi megathrust yang baru-baru ini mencuat di beberapa media, Ilham menjelaskan, potensi tsunami di Wakatobi memang ada tetapi tidak terkait dengan Gempa Megathrust.

“Jadi papan informasi ini kami tempatkan sebelum ada isu megathrust, hanya baru-baru ini isu megathrust itu lagi naik karena adanya gempa Jepang kemarin, memang di Indonesia juga ada tetapi untuk Wakatobi hanya ada Gempa sesar,”ucap PMG Muda stasiun Geofisika Kendari tersebut.

Meskipun demikian, jika dilihat dari papan peta evakuasi yang terpasang di desa Wapiapia menunjukan bahwa daerah tersebut berstatus siaga jika terdapat tanda-tanda tsunami.

“Jadi statusnya itu masih masuk pada zona Waspada atau status ancaman sedang, namun masih berbahaya dan warga harus di evakuasi jika terjadi tsunami,”paparnya.

Terkait dengan pemasangan papan informasi Tsunami kata Ilham, merupakan langkah tanggap yang dilakukan pihak BMKG agar masyarakat dapat mengetahui tanda-tanda tsunami dan apa yang dilakukan untuk dapat meminimalisir akibat dari tsunami.

“Harapannya ketika terjadi tsunami masyarakat mudah mengetahui cara berlindung serta mengetahui jalur evakuasi,”pungkasnya.

Selain meresmikan papan evakuasi, pihak BMKG ke Wakatobi juga dalam rangka menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) yang dihadiri oleh masyarakat, Pemda setempat dan Kepolisian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wakatobi, Haliana.

“Tentu kami juga berterimakasih, semoga kegiatan ini bisa memunculkan kesadaran kita tentang gempa bumi dan tsunami sehingga kita sudah tau langkah -langkah apa yang bisa kita lakukan disaat gempa bumi terjadi, kita semua berusaha mengurangi resikonya,”sambut Haliana.
Laporan : Idin




Silaturahmi ke Warga Bali, Cabup Bombana H. Burhanuddin Disambut Meriah

Bombana, Sultranet.com – Calon Bupati Bombana, H. Burhanuddin, mendapat sambutan meriah dari warga Bali saat menggelar silaturahmi di SP1 Desa Anugerah, Kecamatan Lantari Jaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kerukunan Keluarga Bali Bombana serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut, Burhanuddin menyampaikan berbagai program unggulannya jika terpilih sebagai Bupati Bombana, sekaligus mendengarkan aspirasi warga.

Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas Bali.

Sebagai bentuk nyata dari kepeduliannya, Burhanuddin memberikan bantuan dana untuk rehabilitasi Pura di Desa Anugerah, yang merupakan tempat ibadah penting bagi warga Bali setempat.

“Saya ingin memastikan bahwa semua kelompok masyarakat, termasuk warga Bali, mendapatkan perhatian yang setara,” ujar Burhanuddin.

Selain itu, Burhanuddin juga menyampaikan program prioritas lainnya, seperti jaminan ketersediaan pupuk bagi para petani dan nelayan di Bombana.

Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan ketersediaan pupuk menjadi krusial untuk meningkatkan produktivitas mereka.

“Kita pastikan bahwa pupuk tersedia tepat waktu dan dalam jumlah yang cukup. Kita tidak ingin ada petani atau nelayan yang terkendala karena kurangnya pupuk,” tegasnya.

Burhanuddin juga menyampaikan rencana pengembangan ekonomi desa melalui program Satu Desa Satu Produk.

Program ini diharapkan dapat mengembangkan potensi lokal di setiap desa, sehingga menciptakan produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya berfokus pada ekonomi, Burhanuddin juga menyinggung pentingnya reformasi dalam distribusi bantuan sosial.

Jika dirinya terpilih, ia berjanji tidak akan ada lagi penerima bantuan yang dibebani pembayaran atau pungutan, dengan tujuan agar bantuan dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Saat saya terpilih nanti, penerima bantuan tidak akan lagi diminta melakukan pembayaran. Bantuan ini harus sepenuhnya diterima oleh masyarakat tanpa ada pungutan,” jelasnya.

Sambutan hangat dari warga Bali menandai harapan besar mereka terhadap Burhanuddin sebagai calon pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di Bombana.

Silaturahmi ini juga sekaligus memperkuat hubungan antara Burhanuddin dan komunitas Bali di Bombana, yang diharapkan terus terjalin baik jika dirinya dipercaya memimpin. (MC)




Meriahkan HUT Yang Pertama, Kodim 1431/Bombana Gelar Turnamen Dandim Cup 1

Bombana, SultraNET. | – Kodim 1431/Bombana akan menggelar turnamen bertajuk Dandim Cup 1 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun pertama mereka pada 31 Oktober 2024. Turnamen ini dirancang untuk tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai kesempatan bagi Kodim untuk memperkenalkan dan mendekatkan diri kepada masyarakat Kabupaten Bombana.

Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, Dandim 1431/Bombana, menjelaskan bahwa kegiatan Dandim Cup merupakan bagian dari upaya pembinaan olahraga bagi masyarakat Kabupaten Bombana. “Kami berharap turnamen ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, serta mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.

 

Andi Irfandi, Perwira Menengah dengan Pangkat Dua Melati di Pundaknya juga menambahkan, “Semangat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang sehat melalui olahraga.”

Ketua panitia turnamen, Kapten Inf Suriadi, menambahkan bahwa berbagai cabang olahraga akan dilombakan dalam turnamen ini.

“Kami menyelenggarakan beberapa cabang olahraga, seperti sepak bola mini, bola voli, sepak takraw, tenis meja, dan lomba domino. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan sportifitas di kalangan masyarakat,” ujar Kapten Suriadi.

Salah seorang penggemar sepak takraw, Kistam (42), mengatakan antusiasmenya terhadap turnamen ini. “Saya sangat senang dengan adanya turnamen ini, terutama sepak takraw. Ini menjadi momen yang baik bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang kompetitif,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar pada cabang olahraga yang dilombakan, panitia telah menyediakan kontak person untuk masing-masing cabang. Untuk cabang sepak bola mini dapat menghubungi Lettu Inf Nyoman A. di nomor 0853-6636-4599, cabang bola voli melalui Kapten Inf Suriadi di nomor 0811-4470-2011, dan cabang sepak takraw kepada Kapten Inf Bahar di nomor 0821-9081-5323.

Selain itu, pendaftaran untuk cabang tenis meja dapat dilakukan melalui Kapten Inf Mustafa di nomor 0822-1367-6569, dan cabang lomba domino kepada Kapten Cba Heri Iswanto di nomor 0822-9123-4560. Turnamen ini diharapkan menjadi acara yang memeriahkan perayaan HUT Kodim 1431/Bombana sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara masyarakat dan TNI. (PEN)




Bersama PKK Dasawisma Flamboyan Desa Langkema, Babinsa Koramil 02/Kabaena Kerja Bakti Penanaman Pohon

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 02 Kabaena, Peltu Muh. Haris, melaksanakan kegiatan kerja bakti penanaman pohon di Lingkungan 1 Langkema, Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesejukan lingkungan di masa depan melalui penghijauan di lahan kosong. Rabu, 11/09/2024

Kegiatan tersebut dihadiri Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, Kepala Dusun, Suryanto, Bersama Masyarakatnya serta Ibu-ibu PKK Dasawisma Flamboyan Desa Langkema. Sebanyak 50 pohon yang terdiri dari pohon jati dan mahoni ditanam pada kegaitan Karya Bakti tersebut.

Peltu Muh. Haris, menyampaikan harapannya bahwa penanaman pohon ini akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Dengan adanya pohon-pohon ini, diharapkan ke depan lingkungan kita akan menjadi lebih hijau dan sejuk, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” ungkapnya.

Salah satu anggota PKK Dasawisma Flamboyan, Ibu Asnia, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan ini yang ikut melibatkan PKK. Semoga dengan penghijauan ini, lingkungan kami menjadi lebih asri dan nyaman untuk generasi mendatang,” Ujarnya.

Kepala Dusun Langkema, Suryanto, juga turut menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tersebut.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam menjaga kelestarian lingkungan di desa kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” Harap Suryanto.

Kapten Inf Efendi, Danramil 1431-02/Kabaena turut menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami selalu siap mendukung kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat, terutama dalam hal menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.




Foto Bersama Plt Bupati Muna Dijadikan Isu Politik di FB, H. Saparuddin Daeng Tona Bantah Cabut Dukungan

MUNA, Sultranet.com – Ketua Kerukunan Bugi Makassar Turatea (KBMT) Kabupaten Muna, H. Saparuddin Daeng Tona, membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mencabut dukungan politik terhadap pasangan calon Pilkada Muna 2024, Rajiun-Purnama, usai fotonya bersama Plt Bupati Muna, Bachrun Labuta, diposting di media sosial Facebook.

Saparuddin mengklarifikasi bahwa kehadirannya di rumah jabatan (Rujab) Plt Bupati Muna pada Minggu malam, 8 September 2024, semata-mata memenuhi undangan dan tidak terkait dengan kepentingan politik.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya diundang oleh salah seorang suruhan Plt Bupati yang dikenalnya.

“Sebenarnya, saya sudah mau dijemput sehari sebelumnya, tetapi karena sakit demam, saya baru bisa hadir keesokan malamnya. Sesampainya di kediaman beliau, kami hanya berbincang biasa, tidak ada pembicaraan politik atau dukungan,” terang Saparuddin pada Selasa, 10 September 2024.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama pertemuan tersebut, tidak ada permintaan dari Plt Bupati Bachrun untuk memberikan dukungan politik.

“Beliau hanya berterima kasih atas kedatangan saya. Tidak ada permintaan dukungan atau pembicaraan terkait Pilkada,” tambahnya.

Kehadiran Saparuddin di Rujab Plt Bupati tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit, setelah itu ia pulang untuk melaksanakan shalat Isya.

Namun, belakangan fotonya bersama Bachrun diposting di Facebook oleh sejumlah akun yang memelintir pertemuan itu sebagai indikasi dirinya akan mencabut dukungan dari pasangan Rajiun-Purnama.

Menanggapi kabar tersebut, Saparuddin menegaskan bahwa dukungannya kepada Rajiun-Purnama masih solid dan konsisten.

“Saya tidak pernah berbicara bahwa saya akan mencabut dukungan. Ini adalah pertemuan pertama saya dengan Pak Bachrun, dan tidak ada obrolan tentang dukungan politik sama sekali,” jelasnya.

Ia juga sangat menyayangkan tindakan sejumlah oknum yang memanfaatkan fotonya bersama Plt Bupati sebagai alat politik.

“Saya baru tahu soal foto yang viral itu dari adik saya. Sampai sekarang, saya masih mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil, tetapi saya meminta agar pihak yang memposting foto tersebut meminta maaf secara terbuka,” tegasnya.

Kendati merasa dirugikan oleh postingan tersebut, Saparuddin masih memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk meminta maaf.

“Kalimat yang menyebut saya mencabut dukungan itu tidak benar sama sekali. Saya masih solid mendukung Rajiun-Purnama sampai saat ini,” pungkasnya.




Dugaan Korupsi di Desa Lowulowu, HMI Laporkan Kepala Desa ke Polres Buton Tengah

Baubau, SultraNET.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau secara resmi melaporkan dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pencucian uang yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Desa Lowulowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Selasa (10/9/2024)

Laporan ini telah disampaikan kepada Kapolres Buton Tengah dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini.

Dalam laporannya, HMI yang diwakili oleh Ketua Komisariat Fekon Unidayan, Andris Nopriansya Tahir Asmar, menyampaikan bahwa subsidi untuk program “Gelar Pangan Murah” yang ditetapkan minimal sebesar 35% oleh Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, hanya diberikan sebesar 13% oleh Pemerintah Desa Lowulowu.

Hal ini menciptakan kecurigaan bahwa anggaran desa telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oknum pemerintah desa.

Andris mengungkapkan bahwa dalam program “Gelar Pangan Murah,” harga beras dan minyak goreng yang seharusnya disubsidi sesuai ketentuan tidak mencapai angka yang diharapkan.

Masyarakat desa diminta membayar Rp 108.000 per karung beras, yang seharusnya dijual dengan harga sekitar Rp 90.000 setelah subsidi 35%.

“Subsidi yang seharusnya minimal 35% justru hanya diberikan 13%. Ini jelas merugikan masyarakat dan melanggar ketentuan pemerintah kabupaten,” tegas Andris.

Tak hanya soal subsidi pangan, HMI juga menyoroti dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan jalan tani di desa.

Mereka mencurigai adanya markup besar-besaran dalam pelaksanaan proyek tersebut, di mana volume pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diubah secara sepihak oleh perangkat desa.

“Kami menduga ada markup besar-besaran dalam proyek pembangunan jalan tani, di mana volume pekerjaan tidak sesuai dengan RAB yang telah diubah sepihak oleh perangkat desa,” ungkapnya.

Selain itu, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dilakukan di desa tersebut juga dianggap gagal.

HMI menyatakan bahwa air yang disalurkan ke masyarakat adalah air asin dan tidak layak konsumsi.

“Pamsimas yang seharusnya menyediakan air layak konsumsi justru gagal total, air yang dialirkan asin dan fasilitas rusak,” bebernya

Laporan HMI juga menyebutkan bahwa Kepala Desa Lowulowu diduga melakukan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dana sebesar Rp 50 juta yang seharusnya dialokasikan untuk BUMDes dialihkan untuk proyek rabat beton di halaman kantor desa tanpa melalui persetujuan mekanisme resmi.

“Dana BUMDes sebesar Rp 50 juta dialihkan untuk proyek lain tanpa melalui mekanisme yang sah. Ini bentuk nyata penyalahgunaan anggaran,” ungkapnya.

Selain itu, ada laporan pemotongan gaji perangkat desa yang dilakukan oleh kepala desa dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa pembahasan anggaran.

Hal ini semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Desa Lowulowu dan jajaran perangkat desanya.

Selain dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, HMI juga melaporkan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang.

Uang sebesar Rp 20 juta yang merupakan pengembalian dari mantan Kepala Desa Lowulowu atas perintah Kejaksaan Negeri Buton terkait dugaan korupsi program pelatihan komputer pada masa jabatan sebelumnya, tidak dikembalikan ke kas negara.

Uang tersebut malah disimpan dalam rekening desa dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh kepala desa yang baru.

“Kami mencurigai uang itu digunakan untuk keperluan pribadi oleh Kepala Desa Lowulowu. Sampai saat ini, uang tersebut belum dikembalikan ke kas negara,” ungkap pelapor.

HMI Komisariat Fekon Unidayan menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum bagi masyarakat Lowulowu yang dirugikan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai masyarakat mendapatkan keadilan yang mereka butuhkan,” tutup Andris Nopriansya dengan tegas.

Hingga berita di rilis, pihak Pemerintah Desa Lowulowu belum terkonfirmasi. (JY)




Inspektorat Bombana Hadiri Sosialisasi Kebijakan Tata Kelola TIK dalam Mendukung SPBE dan Transformasi Digital

Bombana, sultranet.com – Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Asistensi dengan tema Kebijakan Tata Kelola TIK dalam Mendukung Penyelenggaraan SPBE, Satu Data Indonesia, Transformasi Digital, dan Keterpaduan Layanan Digital di Pemerintah Daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) melalui Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika pada Kamis, 5 September 2024, bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari.

Kegiatan yang dihadiri secara daring oleh Direktur Tata Kelola Aptika Kementerian Kominfo RI, Aries Kusdaryono, S.Kom., M.Kom., Ph.D, ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga terkait, termasuk Tim Tata Kelola Sistem Elektronik Pemerintahan Kementerian PAN-RB, Tim Satu Data Indonesia dari Bappenas, serta Pusat Riset Sains Data dan Informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari BSSN, Kepala Dinas Kominfo se-Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat terkait dari Inspektorat Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Bombana.

Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Tenggara, Dr. M. Ridwan Badallah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan digitalisasi layanan pemerintahan yang terintegrasi di seluruh Indonesia.

Menurutnya, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan fondasi utama bagi transformasi digital nasional, yang sejalan dengan Nawacita ke-2 untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

“SPBE bukan hanya sekadar penerapan teknologi, tetapi juga soal menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” kata Ridwan. (10/9/2024)

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, Ridwan menekankan bahwa penyusunan rencana dan anggaran SPBE, serta kebijakan audit TIK, perlu menjadi prioritas.

Ini bertujuan agar manajemen SPBE dapat berjalan dengan baik di semua tingkatan pemerintahan. Selain itu, Ridwan juga menyadari tantangan yang dihadapi daerah, seperti kurangnya kapasitas teknis dan pemahaman mengenai regulasi TIK.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan asistensi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tata kelola TIK yang baik dan benar.

“Kami berharap, setelah sosialisasi ini, tantangan tersebut bisa teratasi dan pemerintah daerah semakin siap untuk menghadapi perkembangan teknologi digital,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI, Aries Kusdaryono, yang hadir secara virtual, mengungkapkan pentingnya peran Kementerian Kominfo dalam mendukung berbagai sektor pemerintahan untuk memfasilitasi digitalisasi.

“Penerapan SPBE yang terintegrasi di seluruh lini pemerintahan sangat penting untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik. Kami ingin memastikan bahwa setiap dinas di provinsi, kabupaten, dan kota bisa mengelola data dan informasi dengan cara yang benar dan terorganisir,” ungkap Aries.

Aries juga menekankan bahwa pemetaan infrastruktur digital yang terstruktur dengan baik akan mempermudah integrasi antar sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Desain infrastruktur SPBE yang baik akan memungkinkan pemanfaatan data secara maksimal, meningkatkan efektivitas pelayanan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan,” katanya.

Sosialisasi ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk memperkuat infrastruktur digital, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan SPBE.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan digitalisasi layanan publik akan lebih merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital di Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Bombana.

Ke depan, Inspektorat Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus mendampingi setiap proses digitalisasi pemerintahan di daerah guna memastikan pelaksanaannya sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. (adv)