Pasar Kumuh dan Tak Terawat Babinsa Koramil 03/Poleang Ajak Warga Lakukan Pembersihan

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Tetehaka Koramil 1431-03/Poleang bersama warga Desa setempat menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan pasar rakyat di Desa Tetehaka, Kecamatan Tontonnunu, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Rabu, 10/07/2024

Babinsa Tetehaka, Serda Haruna, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan ini sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.

“Dengan membersihkan pasar, kita bisa mencegah penyakit dan memberikan kenyamanan bagi para pedagang serta pembeli,” ujarnya.

Danramil 1431-02/Poleang, Lettu Inf Dahlan, juga mengapresiasi upaya tersebut. “Kegiatan ini menunjukkan kepedulian dan kerjasama antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin,” kata Lettu Dahlan.

Kepala Desa Tetehaka, Ramli, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota Koramil dan warga yang telah berpartisipasi dalam kerja bakti ini.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami. Semoga dengan lingkungan yang bersih, pasar rakyat bisa beroperasi dengan lebih baik dan nyaman,” ujar Ramli.

Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kondisi pasar, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga desa, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat di Desa Tetehaka.




Polres Bombana Siapkan Langkah Antisipatif Jelang Pilkada 2024

Bombana, SultraNET. – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024, Polres Bombana menggelar Rapat Koordinasi lintas sektoral bersama media. Rabu, 10 Juli 2024.

Dalam Rakor tersebut ditekankan pentingnya netralitas Polri dan langkah-langkah antisipatif untuk mengawal proses pemilu yang damai dan aman.

Kapolres Bombana AKBP Roni Syahendra, SH., S.IK., M.Si menegaskan komitmen Polri untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada.

“Polri harus netral dalam pelaksanaan Pilkada. Ini adalah amanat yang kami pegang teguh,” ujarnya.

Komitmen tersebut telah disampaikan kepada seluruh personel Polres Bombana, termasuk dalam apel pagi dan instruksi langsung ke Polsek.

Dalam upaya memastikan keamanan TPS, AKBP Roni menjelaskan bahwa pengamanan akan dilaksanakan secara merata di semua TPS.

“Jika dulu kami membedakan tingkat pengamanan TPS berdasarkan kerawanan, kini kami ratakan menjadi satu personil per TPS untuk maksimalisasi pengawasan,” jelasnya.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan Pilkada 2024 di Bombana berjalan dengan tertib dan aman.

Polres Bombana berkomitmen untuk menjaga netralitas dan melindungi hak-hak masyarakat, serta memastikan tidak ada penyebaran informasi yang dapat meresahkan masyarakat selama proses Pilkada berlangsung.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Bombana, IPTU Yudha Febri Widanarko, S.IK, menyoroti pengawasan ketat terhadap media sosial untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Kami memonitor aktivitas di media sosial setiap hari melalui patroli siber. Fokus utama kami adalah pada postingan yang mengandung berita bohong dan akun-akun palsu,” jelasnya.

Sejauh ini, empat akun Facebook telah di-take down karena diduga menyebarkan informasi palsu atau menghasut.

Proses identifikasi akun palsu dilakukan dengan profiling dan pengecekan IP.

“Kami cek keabsahan akun melalui alat-alat IP dan regisnya. Posting yang mengandung hoaks, ujaran kebencian, atau unsur pidana lain seperti perjudian dan konten seksual akan ditindak tegas,” tambah IPTU Yudha.

Polres Bombana juga bekerjasama dengan Kejaksaan dan Bawaslu untuk mengkaji postingan-postingan yang berpotensi sebagai black campaign.

“Kami akan menilai bersama apakah sebuah postingan termasuk black campaign atau tidak,” tandasnya.

Pewarta: Idris Hayang




LKPD: Normalisasi Sungai di Poleang Utara Wajib dan Mendesak

Bombana, SultraNET. – Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana untuk segera melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Poleang Utara yang dinilai wajib dan mendesak untuk segera dilakukan.

Desakan ini disampaikan menyusul banjir yang melanda wilayah tersebut, merendam lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) di tiga desa, yakni Desa Toburi, Desa Wambarema, dan Desa Tanah Poleang beberapa waktu lalu.

Ketua Dewan Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif LKPD, Muh. Arham, S.Th.I, Selasa (9/7/2024) menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah curah hujan yang tinggi yang mengalir ke sungai yang kondisinya sempit hingga meluap merendam pemukiman warga.

“Curah hujan yang besar menyebabkan air masuk ke jalur sungai yang sudah menyempit. Sungai perlu dinormalisasi mulai dari perbatasan Desa Wambarema hingga Desa Toburi. Jika badan sungai diperlebar, insya Allah ini bisa mencegah banjir di masa depan,” ujar Arham.

Ia menjelaskan bahwa LKPD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat untuk membahas langkah-langkah normalisasi sungai.

“Normalisasi ini wajib dilakukan segera jika tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Kami berharap koordinasi ini dapat mempercepat proses penanganan dan normalisasi sungai yang mendesak ini,” kata Arham.

Dengan adanya normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur yang tepat, LKPD optimistis bahwa risiko banjir di masa depan dapat diminimalkan.

Ia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan bencana ini dan memberikan dukungan serta advokasi yang diperlukan bagi masyarakat terdampak.

“Kita berharap permintaan kami segera di atensi Pemerintah Kabupaten dan kami akan terus mengawal ini,” bebernya

Bantuan Harus Tepat Sasaran dan Tidak Berbelit

Pada kesempatan itu, LKPD juga moyoroti penyaluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten beberapa hari lalu yang dinilai berbelit dan sebagian tidak tepat sasaran,

“Sudah saatnya pemerintah di level Kabupaten bersama Pemerintah desa untuk menginventarisir masyarakat yang terkena dampak dan memberikan bantuan yang diperlukan tanpa melalui birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Muh. Arham, S.Th.I

Pembagian bantuan sebelumnya dilakukan di kantor kecamatan Poleang Utara. Namun, informasi dari beberapa warga yang terdampak menyebutkan bahwa bantuan tersebut tidak tepat sasaran. Beberapa dari mereka yang membutuhkan bantuan justru tidak menerimanya.

“Bantuan harus benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, bukan hanya formalitas yang akhirnya tidak dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar terdampak,” tambah Arham.

Untuk mengatasi masalah ini, LKPD mendorong adanya sistem pendistribusian bantuan yang lebih efisien dan langsung menyentuh masyarakat yang terdampak.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan perangkat desa untuk memastikan setiap warga yang terkena dampak terdata dengan baik dan menerima bantuan yang diperlukan.

“Kami mengajak pemerintah untuk lebih responsif dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Bantuan kemanusiaan harus dilihat sebagai prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini, Kami di LKPD siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan efektif.” tandasnya.

Pewarta : Aldi. L




Drainase Tersumbat, Babinsa Koramil 01/Rumbia Turun Tangan Ajak Warga Kerja Bakti

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Yang dipimpin Serka M Saleh bersama masyarakat Desa Pangkuri melaksanakan kerja bakti membersihkan parit yang tersumbat lumpur. Senin, (8/72024). Lumpur yang terbawa air menyebabkan air meluap saat hujan, mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan banjir.

Babinsa Koramil 01/Rumbia, Serka M. Saleh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap dengan kerja bakti ini, masalah drainase bisa teratasi dan warga dapat hidup lebih nyaman tanpa khawatir akan banjir saat hujan turun,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia Kapten Inf Syafaruddin memberikan apresiasi kepada masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini adalah contoh sinergi yang baik antara TNI dan warga untuk kepentingan bersama,” kata Danramil.

Kepala Desa Pangkuri, Herdin, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif Babinsa dan partisipasi warga.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Babinsa dan semua yang telah berpartisipasi dalam kerja bakti ini. Semoga dengan kebersamaan ini, desa kita menjadi lebih bersih dan aman dari ancaman banjir,” ucapnya.

Kerja bakti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Desa lain untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan gotong royong dan kerja sama yang baik, permasalahan seperti drainase tersumbat bisa diatasi dengan cepat dan efektif.




Babinsa Koramil 03/Poleang Gelar Penanaman Pohon di Desa Babamolingku

Bombana, SultraNET. – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Babamolingku, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, sebagai langkah preventif untuk mencegah banjir dan polusi udara. Minggu (6/7).

Sebanyak 40 pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri dari pohon mahoni dan trembesi. Penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi lingkungan sekitar Desa Babamolingku.

Babinsa Koramil 03/Poleang, Serda Usman Saing, mengatakan bahwa penanaman pohon ini adalah bagian dari upaya TNI dalam mendukung program pelestarian lingkungan.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana alam dan udara yang bersih,” ujarnya.

Kepala Desa Babamolingku, Bahtiar, juga memberikan apresiasi atas inisiatif Babinsa.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi desa kami. Dengan adanya pohon-pohon ini, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir dan memperbaiki kualitas udara,” kata Bahtiar.

Danramil Poleang, Lettu Inf Dahlan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami akan terus mendukung kegiatan seperti ini di masa mendatang untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” Pungkas Danramil.




Bati Tuud Koramil 02/Kabaena Pimpin Pembersihan Parit untuk Cegah Banjir di Musim Penghujan

Bombana, SultrNET. | – Dalam upaya mencegah banjir saat musim penghujan, Bati Tuud Koramil 1431-02/Kabaena, Peltu Muh. Haris, memimpin kerja bakti pembersihan parit di Lingkungan 1, Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana. Sabtu, 06/07/2024.

Kegiatan pembersihan ini bertujuan untuk memastikan drainase di Lingkungan 1 Teomokole tidak tersumbat, sehingga aliran air dapat berjalan lancar dan mengurangi risiko banjir.

Peltu Muh. Haris mengatakan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan aman dari potensi bencana alam.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain untuk ikut serta menjaga kebersihan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” ujar Peltu Muh. Haris.

Bapak Yasin, selaku Kepala Lingkungan 1 Teomokole, menyambut baik inisiatif dari Koramil 02/Kabaena.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian TNI terhadap lingkungan kami. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga mempererat hubungan antara warga dan TNI,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil Kabaena, Kapten Inf Effendi, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, membantu mengatasi masalah yang ada, dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan mereka,” tegas Kapten Inf Effendi.

Dengan adanya kegiatan pembersihan parit ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif warga dan TNI diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Teomokole.




Tahun Baru Islam di Bombana Disambut dengan Pawai

Bombana, Sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, dengan penuh semangat melepas peserta Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 M pada Jumat (5/7/2024). Acara ini digelar di depan Masjid Nurul Iman Kelurahan Kasipute dan diikuti oleh ratusan masyarakat Bombana. Pawai ini bertujuan memperingati pergantian tahun baru Islam dengan kegembiraan dan semangat kebersamaan.

Saat melepas peserta, Pj. Bupati Edy Suharmanto mengajak seluruh masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kualitas hidup bersama. Ia menyampaikan harapannya agar momentum Tahun Baru Islam ini menjadi titik awal kemajuan bagi Bombana, dengan semangat baru untuk membangun daerah yang lebih baik.

Peserta pawai terdiri dari jajaran Pejabat dan Staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bombana, pelajar, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat. Mereka membawa spanduk berisi pesan-pesan perdamaian dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

Acara berlangsung lancar dan meriah, dengan pawai yang berakhir di Alun-alun Kota Rumbia. Di sana, peserta menggelar doa bersama untuk kemakmuran dan keselamatan seluruh masyarakat Bombana di tahun yang baru. Semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram ini mencerminkan harmoni dan kekompakan yang menjadi ciri khas masyarakat di daerah tersebut.




Pemkab Bombana Respon Cepat Bantu Korban Banjir

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi menyerahkan bantuan sosial kepada korban bencana banjir di Kecamatan Poleang Utara. Bantuan ini disalurkan langsung oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muslihin, SP, yang mewakili Pj. Bupati Bombana pada Jumat (5/7/2024). Upaya ini merupakan langkah untuk membantu masyarakat terdampak banjir dalam memulihkan kondisi mereka.

Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Poleang Utara menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk rusaknya rumah penduduk dan hilangnya sebagian besar persediaan makanan serta kebutuhan sehari-hari. Sebagai respon cepat, Pemerintah Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan lainnya kepada warga yang terdampak.

Dalam sambutannya saat penyerahan bantuan di lokasi terdampak, Muslihin menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan mempercepat proses pemulihan korban bencana. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus berupaya dalam mendukung dan memulihkan kondisi masyarakat,” ujarnya.

Penyaluran bantuan sosial ini melibatkan berbagai pihak dari instansi terkait untuk memastikan bahwa bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan efektif. Dengan dukungan ini, diharapkan proses pemulihan korban bencana banjir di Kecamatan Poleang Utara dapat berlangsung lebih cepat.

Pemerintah Kabupaten Bombana juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam membantu saudara-saudara mereka yang terdampak, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dalam menghadapi bencana alam. (Kominfo)




Terjadi Longsor, Babinsa Masaloka Selatan Bergerak Cepat ajak Pemerintah dan Warga Bersihkan Tanah Buka Akses Jalan

Bombana, SultraNET | – Bencana Tanah Longsor Terjadi di Desa Masoloka Selatan, Kecamatan Kepulauan Masoloka Raya, Kabupaten Bombana, Jumat Dinihari, 05/07/2024. Hujan deras yang mengguyur sejak kemarin hingga malam hari menyebabkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama antara Desa Masaloka Selatan dan Masaloka Raya.

Merespon cepat situasi ini, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Serda Yasser Arafat, bersama masyarakat sekitar bergerak untuk membersihkan tanah longsoran dengan menggunakan alat seadanya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua warga selamat dan hanya mengalami kerugian material yang minim,” ujar Serda Yasser Arafat.

Kepala Desa Masaloka Selatan, Ibu Musfiah, mengapresiasi kecepatan dan koordinasi antara Babinsa dan warga.

“Kolaborasi ini sangat membantu dalam situasi darurat seperti ini. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bahu-membahu membersihkan jalan, sehingga sudah dapat dilalui Kembali.” kata Ibu Musfiah.

Sementara itu, Camat Kepulauan Masoloka Raya Aludin, SH juga memberikan tanggapannya, “Kami akan terus memantau kondisi cuaca dan tanah di wilayah ini. Langkah-langkah pencegahan akan ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.”

Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga keselamatan bersama.




LKPD Desak Pemda “Gercep” Tangani Korban Banjir di Bombana

Bombana, SultraNET. – Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara (SULTRA) mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan gerak cepat (Gercep) dalam menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Bombana.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada malam tadi mengakibatkan lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak di Kecamatan Poleang Utara. Kamis (4/7/2024)

Menurut data yang dihimpun LKPD, banjir merendam rumah-rumah warga di tiga desa, yaitu Desa Toburi, Desa Wambarema, dan Desa Tanah Poleang.

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, termasuk rumah ibadah, yang menambah kesulitan bagi masyarakat yang terdampak.

“Situasi ini memerlukan respon cepat dari Pemda untuk memberikan bantuan darurat dan melakukan langkah-langkah mitigasi agar dampak banjir tidak semakin parah,” ujar Muh. Arham, S.Th.I, Ketua Dewan Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif LKPD SULTRA.

Arham menekankan bahwa bantuan darurat seperti makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara sangat diperlukan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, upaya rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur yang rusak juga harus segera dilakukan.

“Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada upaya pencegahan banjir di masa mendatang dengan memperbaiki sistem drainase dan melakukan penghijauan di daerah rawan banjir,” tambah Arham.

Banjir di Bombana ini bukan pertama kalinya terjadi, dan LKPD berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan.

Selain bantuan dari pemerintah, LKPD juga mengajak masyarakat dan organisasi kemanusiaan untuk turut serta memberikan bantuan kepada korban banjir.

Masyarakat yang terdampak banjir kini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memulihkan kondisi kehidupan mereka.

“Solidaritas dan gotong royong sangat diperlukan saat ini. Semoga dengan kerjasama semua pihak, kondisi ini bisa segera teratasi,” harap Arham.

LKPD SULTRA akan terus memantau perkembangan penanganan bencana ini dan siap memberikan dukungan serta advokasi yang diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“LKPD juga telah mengunjungi Dinas Sosial Bombana agar menjadi garda terdepan bersama BPBD dalam penanganan dampak banjir ini,” tandasnya

Pewarta : Aldi. L